Langsung ke konten utama

Preparing the Bride (session 12): Prinsip Mengasihi Tuhan dengan Benar

Prinsip Cinta dan Keteguhan Iman

Kid 2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.

Kismis melambangkan kekuatan roh, sementara buah apel diartikan sebagai perkataan Tuhan yang tepat waktu dan menyegarkan. 

Ams 25:11  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Pembicara menjelaskan bahwa perkataan ini, seperti apel emas di pinggan perak, tersedia di "istana raja," menunjuk pada kehadiran Roh Kudus yang menyampaikan firman Kristus. Lebih lanjut, teks membahas tangan kiri kekasih di bawah kepala mempelai sebagai kasih Tuhan yang menjangkau orang-orang "bodoh" dan "asing," sementara tangan kanannya yang memeluk melambangkan kemenangan, kekuatan, dan kehormatan yang melingkupi gereja. Akhirnya, ditekankan pentingnya menjaga kemurnian cinta kepada Kristus dan menolak cinta palsu yang digerakkan oleh faktor lahiriah.


Kuatkanlah Aku dengan Kue Kismis: Cinta dan Keteguhan Iman

Seruan "kuatkanlah aku dengan penganan kismis" diinterpretasikan sebagai permintaan untuk dikuatkan dalam batin sehingga tetap berdiri teguh.

Mempelai wanita menggambarkan dirinya berada di medan peperangan dan pencobaan berat.

Dia tidak meminta kekasihnya (Kristus) datang segera, melainkan meminta dikuatkan dari tempat-Nya. Ini menjadi seruan umat Tuhan kepada Kristus.

Kristus akan datang pada waktu yang ditentukan Bapa. Oleh karena itu, umat berseru untuk dikuatkan agar dapat menuai kemenangan demi kemenangan dan tetap setia di hadapan Kristus.

Kekuatan batin ini berkaitan dengan iman yang membuat rupa Allah terbangun dalam diri seseorang sehingga kasih, kesetiaan, dan ketulusan tidak berubah (Ibrani 11).

Contoh Lazarus yang miskin namun beriman menunjukkan bahwa iman tetap teguh meski dalam keadaan hina.


"Segarkanlah aku dengan buah apel"

  • "Segarkanlah aku dengan buah apel" (dalam King James Version: "Comfort me with apples") adalah seruan kedua setelah permintaan untuk dikuatkan.

Ungkapan "sakit asmaraku" (sick of love) mengindikasikan kebutuhan akan kismis dan buah apel untuk melampiaskan cinta atau menjaga kualitas cinta kepada sang kekasih.

  • Buah apel dalam konteks ini bukan sekadar buah fisik, melainkan memiliki makna spiritual.

Ini adalah bayangan atau imajinasi mempelai wanita tentang kepribadian sang kekasih, yaitu Gembala.

Sang kekasih diumpamakan seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, menunjukkan keunikan-Nya.

Mempelai ingin duduk di bawah naungannya untuk perlindungan, dan "rasanya manis bagi langit-langitku" menggambarkan betapa manisnya janji dan perkataan Tuhan (Mazmur 119).

  • Mempelai tidak mendapati kualitas "buah apel" ini di sekitarnya, termasuk Raja Salomo.

"Segarkanlah aku" (hiburlah aku) dengan buah apel merujuk pada perkataan Tuhan.

Amsal 25 ayat 11 menyatakan: "Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak".

"Buah apel emas" menunjukkan nilai yang berbobot, dan "pinggan perak" menunjukkan ketersediaan di tempat yang istimewa, yaitu istana raja.

  • Perkataan Tuhan yang tepat waktu selalu tersedia untuk menguatkan dan menyegarkan saat menghadapi pencobaan.

Perkataan yang tepat ini memiliki dampak langsung dan menyegarkan sehingga tidak memerlukan pertolongan lain.

Sumber perkataan yang menyegarkan ini tidak selalu ditemukan langsung saat mencari di Alkitab pada saat itu.

Ini bisa berupa perkataan Tuhan, hamba Tuhan, atau yang disampaikan oleh Roh Kudus.

Yohanes 14 ayat 26 menjelaskan bahwa Roh Kudus, Sang Penghibur, akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan akan semua yang telah dikatakan Yesus.

  • "Penghibur" (Comforter) dalam King James Version sejajar dengan "segarkanlah aku" (Comfort me).

Roh Kudus menyampaikan perkataan yang telah dikatakan Yesus, yang sudah tersedia ("di atas pinggan perak").

Ini mengimplikasikan bahwa perkataan Salomo tidak memberikan penyegaran yang sama.

  • Jemaat harus memiliki telinga untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus (Wahyu 2:7) dan mentaatinya.

Roh Kudus hanya menyampaikan apa yang telah dikatakan Yesus (Yohanes 14:26), tetapi juga memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13), yang didengar dari Bapa dan Kristus.

Perkataan yang tepat dari Gembala (Kristus) akan menyegarkan dan menghibur meski Dia tidak hadir secara fisik.

Perkataan yang tepat itu seperti apel emas di atas pinggan perak, disajikan di istana untuk menghibur dan menghormati raja.

  • Yesaya 50 ayat 4 menyatakan bahwa Tuhan Allah memberikan lidah seorang murid untuk dapat mengucapkan perkataan yang memberi semangat baru kepada yang letih lesu.

Untuk dapat mendengar dan menyampaikan perkataan yang tepat, seseorang perlu memiliki telinga seperti seorang murid yang mempertajam pendengarannya setiap pagi.

Tuhan mengajarkan agar kita dapat mengucapkan perkataan yang tepat bagi orang lain.

Ketidakakuratan dalam mendengar firman Tuhan dapat menyebabkan penyampaian yang tidak akurat dan meneguhkan orang dengan opini sendiri.

Perkataan yang tepat membangkitkan semangat baru bagi yang letih lesu (contoh orang Mesir yang disegarkan oleh kismis pemberian Daud).

  • "Sakit asmara" mengindikasikan kebutuhan akan perkataan Tuhan yang membangkitkan semangat dan menjaga kualitas cinta kepada-Nya.

Kerinduan mempelai untuk menjaga kualitas cintanya kepada Gembala meskipun tidak terlihat secara fisik.

"Penganan kismis" melambangkan roh yang kuat, dan "buah apel" melambangkan perkataan yang tepat, keduanya penting untuk kualitas cinta yang tinggi.

Ciri gereja yang diharapkan: memiliki roh yang kuat, mendambakan dan mengucapkan perkataan yang tepat untuk menjaga kesetiaan kepada Kristus.

Kualitas Cinta

  • Kualitas cinta yang diharapkan adalah kekudusan (1 Petrus 1:15-16).

Dibawa ke rumah pesta (Kidung Agung 2:4) menunjukkan posisi rohani di mana Kristus mencurahkan darah-Nya.

Kidung Agung 2:6 menggambarkan kualitas cinta: "tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku".

  • Tangan kiri di bawah kepala berarti menyentuh, menggapai, meraih.

Tangan kanan memeluk berarti merangkul, menunjukkan keintiman cinta yang diekspos kepada publik.

Ini sejalan dengan Kidung Agung 2:4, di mana panjinya di atas adalah cinta.


Signifikansi Tangan Kiri dan Tangan Kanan

Mat 25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dalam Matius 25:33, domba ditempatkan di kanan dan kambing di kiri, mengartikan tangan kiri sebagai bangsa asing atau yang bukan umat Tuhan.

Merangkul dengan tangan kiri menunjukkan kasih Gembala kepada bangsa asing (Yehezkiel 34:17, Roma 9:25).

Kisah Yunus 4:11 tentang Niniwe yang tidak dapat membedakan tangan kiri dari kanan menggambarkan orang yang berbuat baik tetapi tidak benar di hadapan Allah.

Roma 3:20 dan 28 menegaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena melakukan hukum Taurat.


Seberapa besar cinta kasih Tuhan?

Seberapa besar sih cinta kasih Tuhan Kita kan hanya tahu dia memberikan nyawanya. Merangkul dengan tangan kiri menunjukkan ada kelompok orang-orang bodoh, tapi dia merangkul.  Lewat tangan kiri berarti itu adalah cinta kasihnya Tuhan kepada dunia ini bagaimana Tuhan tetap mengasihi orang bodoh, orang durjana, orang hina, orang jahat, orang bersikap buruk, orang yang hanya memikirkan Mamon, harta. Kasih Tuhan melampaui semuanya itu. 

  • Kasih yang Melampaui Batasan: Tangan kiri sang kekasih yang berada di bawah kepala mempelai juga diartikan sebagai cinta kasih Tuhan yang menjangkau dunia, termasuk orang-orang yang dianggap "bodoh," "durdjana," dan tidak mengenal kebenaran. Analogi dengan orang-orang Niniwe yang tidak dapat membedakan tangan kiri dari kanan menggambarkan kasih Tuhan yang tetap ada meskipun manusia berbuat baik namun tidak benar di mata-Nya. Ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan melampaui segala kebodohan dan ketidaktaatan manusia.

  • Kualitas Kasih yang Tidak Bersyarat: Cinta kasih Tuhan yang sejati tidak didasarkan pada berkat materi atau terhindar dari penderitaan, melainkan pada iman yang teguh pada janji-janji-Nya. Hal ini kontras dengan "cinta palsu" yang digerakkan oleh faktor luar dan nafsu kedagingan.

Secara keseluruhan, cinta kasih Tuhan adalah sangat besar dan melampaui segala keterbatasan. Ia tidak hanya mencintai gereja-Nya dengan kasih yang intim dan memberikan kekuatan serta kemenangan, tetapi juga menjangkau seluruh dunia dengan kasih yang tidak terhalang oleh kebodohan atau ketidaktaatan manusia. Kualitas cinta ini berakar pada janji dan kebenaran-Nya, bukan pada kondisi atau perbuatan manusia.


Sisi kiri juga menyatakan posisi tidak terhormat (Yehezkiel, Matius 25) dan orang-orang najis.

  • Amsal 10:2 menyatakan bahwa hati orang berhikmat menuju kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

  • Orang bodoh (di tangan kiri):

    • Mendengar tetapi tidak melakukan firman Tuhan (Matius 7:26).

    • Kaya bagi diri sendiri tetapi tidak kaya di hadapan Tuhan (Lukas 12:19-21).

    • Lamban hati untuk percaya segala sesuatu yang telah dikatakan firman Tuhan (Lukas 24:25).


  • Tangan kiri kekasih di bawah kepala mempelai menunjukkan kasih Tuhan kepada gereja dan dunia, bahkan kepada orang bodoh dan berdosa.

  • Yesaya 41:10 menyatakan bahwa tangan kanan Tuhan membawa kemenangan.

  • Keluaran 15:6 menggambarkan tangan kanan Tuhan yang mulia karena kekuasaan-Nya dan menghancurkan musuh (kemenangan, kekuatan, kemuliaan).

  • Mazmur 16:11 menyatakan bahwa di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa (perkenanan Tuhan).

  • Markus 14:62 dan Kisah Para Rasul 2:34 menjelaskan bahwa duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa adalah posisi kehormatan dan kemuliaan bagi Yesus.

  • Tangan kanan kekasih yang merangkul mempelai melingkupi gereja dengan kemenangan, kekuatan, kehormatan, dan perkenanan.


Cinta yang Palsu dan Prinsip Cinta yang benar (Kidung Agung 2:7)

Kidung Agung 2:7 "Kusumpahi kamu putri-putri Yerusalem demi kijang atau demi rusa-rusa betina di Padang: jangan kamu membangkitkan atau menggerakkan cinta sebelum diingininya"

Gadis Sunem menyumpahi gadis-gadis Yerusalem (lambang), karena beberapa alasan penting:

Ia mempunyai prinsip hubungan cinta yang benar, berbeda dengan apa yang dilakukan putri-putri Yerusalem dan godaan duniawi (seperti Salomo).

Prinsip cinta sejati kepada Tuhan tidak didasarkan pada berkat  (termasuk berkat-berkat rohani: karunia-karunia roh, pengurapan, pelayanan dan mujizat) atau menghindari penderitaan dan kesusahan, melainkan iman yang teguh pada janji-Nya meskipun dalam kesulitan atau kesenangan. 

Peringatan terhadap cinta palsu yang digerakkan oleh faktor luar, bukan dari pengenalan batin akan Tuhan.

Cinta palsu dibangkitkan oleh nafsu kedagingan dan penilaian lahiriah terhadap Tuhan.

Kasih Tuhan yang melampaui segala kebodohan dan ketidaktaatan dianugerahkan kepada gereja-Nya. Ungkapan syukur atas penyingkapan kasih Tuhan yang menjangkau dunia dan mengasihi gereja-Nya.

  • Mempertahankan Prinsip Cinta yang Benar: Sumpahnya menunjukkan bahwa ia hidup dengan prinsip yang benar dalam hubungan cinta kasihnya dengan sang kekasih (yang melambangkan Kristus). Ia tidak ingin cinta itu dibangkitkan atau digerakkan secara prematur atau oleh motivasi yang salah (contoh: gadis Sunem ditawarkan kekayaan, perlindungan, fasilitas-fasilitas dan kenyamanan hidup, kedudukan) seperti yang mungkin dilakukan oleh putri-putri Yerusalem.

  • Menghindari Cinta yang Tidak Diinginkan: Ia bersumpah untuk tidak membangkitkan dalam dirinya kasih cinta yang tidak diinginkan kepada orang lain. Ini mengindikasikan kesetiaannya hanya kepada sang kekasih dan penolakannya terhadap gairah atau ketertarikan yang tidak sesuai dengan prinsip cinta sejatinya.

  • Menolak Cinta Palsu: Sumpahnya secara implisit memperingatkan terhadap apa yang kemudian dijelaskan sebagai cinta palsu. Cinta palsu ini digerakkan oleh faktor luar dan bukan berasal dari batin serta pengenalannya yang mendalam akan sang kekasih. Ia tahu bahwa cinta palsu dapat merusak kemurnian cintanya kepada kekasihnya, sama seperti cinta umat kepada Kristus dapat dirusak oleh motivasi yang dangkal.

  • Fokus pada Kualitas Cinta yang Sejati: Tindakannya menunjukkan bahwa kualitas cinta yang diinginkannya bukanlah cinta yang didasarkan pada berkat materi atau menghindari penderitaan. Sebaliknya, ia menekankan iman yang teguh pada janji-janji kekasihnya meskipun dalam kesulitan. Ia tidak ingin cinta yang mudah tergoda atau bergantung pada keadaan lahiriah.

  • Menghormati Kekasihnya: Sumpahnya juga mencerminkan penghormatannya yang tinggi kepada sang Gembala (kekasihnya), melebihi semua orang lain. Ia ingin cinta itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kehendak dan waktu yang tepat, bukan dipaksakan oleh pengaruh eksternal.

Dengan demikian, sumpah sang gadis Sunem adalah pernyataan tegas tentang komitmennya terhadap cinta yang murni, setia, dan didasarkan pada prinsip yang benar, serta penolakannya terhadap segala bentuk cinta yang dangkal, palsu, atau tidak sesuai dengan hubungannya yang eksklusif dengan sang kekasih.


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...