Langsung ke konten utama

DETIL KHOTBAH: Memahami Warisan Rohani dan Konsep Mesias

 Sesi 7 TLC Medan 27-30 Des 2024 

Pendahuluan

  • Kemarin kita membahas bagaimana Tuhan mewujudkan janji-Nya, khususnya dalam Yesaya 59:21.

  • Yesaya 59:21: "Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya."

  • Kita melihat bagaimana janji ini digenapi. Iblis juga mengetahui jalan ini dan berusaha menyabotase agar kita mempercayai jalan lain yang bukan dari Allah.

Pikiran dan Pilihan: Medan Perang Rohani

  • Iblis tidak mencobai kita secara langsung, tetapi ia mencoba mensabotase dengan menawarkan cara, metode, atau jalan lain yang bukan dari Tuhan.

  • Pikiran kita adalah medan pertempuran. Iblis tidak memiliki kendali atas pikiran kita, tetapi ia memanfaatkan pilihan-pilihan kita.

  • Kita seringkali memilih jalan alternatif menurut pendapat kita sendiri, yang terlihat baik dan berhasil di mata dunia, tetapi sebenarnya menjauhkan kita dari rencana Allah.

  • Jalan Tuhan adalah melalui Yesus. Tidak ada jalan lain untuk sampai kepada kesempurnaan Bapa (Bapa adalah gambaran keutuhan dan kesempurnaan).

  • Kita harus menjalani apa yang Yesus telah jalani.

Konsep Berpikir: Kunci Penting dalam Warisan

  • Konsep berpikir adalah bagian paling kritis dalam menerima warisan rohani. Kita gagal bukan karena faktor luar atau iblis, tetapi karena kita berpendapat lain.

  • Apa yang dianggap baik oleh dunia seringkali tidak baik bagi Tuhan. Dunia dapat membelokkan rencana agung Allah.

  • Allah telah memberitahukan hukum-hukum-Nya, kebaikan-Nya, dan menuntut keadilan serta kesetiaan dari kita (Mika 6:8). Kita memiliki hati nurani untuk membedakan yang baik dan benar, tetapi persoalannya adalah memiliki kemampuan untuk memilah yang benar.

  • Iblis memanfaatkan kesempatan ketika kita masih berada dalam posisi untuk memilah antara yang baik dan benar. Kita akan menjadi korban sabotase iblis untuk menggagalkan rencana agung Allah.

Pengecekan Konsep: Belajar dari Matius 16

  • Yesus selalu melakukan pengecekan konsep berpikir kita melalui firman, hamba Tuhan, dan situasi yang kita hadapi. Ini adalah bagian dari pengecekan.

  • Ketika kita menyadari konsep berpikir kita salah, kita harus segera melakukan pergeseran atau shifting.

  • Yesus bertanya tentang konsep orang-orang Yahudi dan murid-murid-Nya tentang Mesias (Matius 16).

  • Banyak dari kita (kaum muda) memilih sekolah karena teman atau keinginan orang tua, bukan karena panggilan Tuhan.

  • Tujuan sekolah bukan untuk membuktikan diri, tetapi untuk membuktikan siapa yang hidup dalam diri kita (seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego). Kita harus memiliki jalan dan metode Tuhan.

  • Dunia selalu mencari orang-orang terbaik di gereja, tetapi seringkali iblis berada di belakangnya untuk memanipulasi.

  • Kita harus bisa menempatkan diri dan mengerti mengapa kita ditempatkan di posisi tertentu. Kita harus membuktikan siapa kita.

  • Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tahu bahwa Babel bukanlah sistem kehidupan mereka. Mereka menggunakan fasilitas yang ada untuk melayani raja, tetapi tetap setia pada Tuhan.

  • Di dunia pendidikan, kita tidak hanya memilah antara mencontek atau tidak, tetapi sistem kepercayaanlah yang diubah-ubah. Ini sangat berbahaya.

Pengecekan Yesus: Mengenal Mesias Sejati

  • Yesus melakukan pengecekan: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" (Matius 16:13)

  • Murid-murid melaporkan pendapat orang:

    • Yohanes Pembaptis (spiritual, tidak membawa senjata, tidak melakukan mukjizat).

    • Elia (tidak mati, terangkat ke surga).

    • Yeremia (nabi besar, bernubuat tentang pembuangan Babel).


  • Pendapat-pendapat ini menunjukkan penilaian manusia, bukan kebenaran sejati tentang Mesias.

  • Yesus bertanya kepada murid-murid, "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Matius 16:15)

  • Simon Petrus (satu dari 12 murid) menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:16)

  • Jawaban Petrus akurat, sesuai dengan pikiran Allah. Ini adalah pendapat Allah.

  • Yesus menyatakan bahwa Petrus diberkati karena pernyataan itu bukan berasal dari manusia, melainkan dari Bapa di surga (Matius 16:17). Ini adalah proses yang berkesinambungan.

  • Matius menulis tentang Simon Petrus karena ia melihat dua sisi: sisi manusiawi dan sisi akhir hidupnya sebagai Petrus. Kita juga mengalami kedua dimensi ini.

Petrus: Batu Karang dan Kunci Kerajaan

  • Yesus mengatakan kepada Simon, "Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:18).

  • Petrus (Petros) adalah bongkahan dari Petra (Yesus, batu karang). Kita memiliki zat dan karakter yang sama dengan Kristus.

  • "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga." (Matius 16:19)

  • Yesus mengajarkan doa, "Bapa Kami," (The King's Prayer) yang isinya adalah datanglah kerajaan-Mu, yang menunjukkan bahwa kerajaan surga bisa hadir di bumi. Kita memiliki kunci untuk membukanya bagi orang lain.

  • Doa bukanlah sekadar ritual, tetapi komunikasi setiap hari dengan Allah. Kita bisa berdoa setiap saat.

  • Ikat dan lepas berarti kunci dan buka. Kita punya kunci dan Tuhan akan wujudkan.

  • Yesus melarang murid-murid memberitahu siapa pun bahwa Ia adalah Mesias.

Mengapa Yesus Melarang Bersaksi?

  • Yesus melarang bersaksi karena Ia melihat sisi manusiawi dalam diri Simon (Petrus) yang bisa bertubrukan dengan kebenaran.

  • Konsep berpikir manusia bisa muncul saat bersaksi dan membuat penyesuaian demi kepentingan pribadi. Kita bisa hidup dalam dua alam (dunia dan rohani) dan sering bertubrukan.

  • Allah tidak akan mempercayakan warisan kepada orang-orang yang seperti ini.

Warisan Sejati: Bukan Hanya Materi

  • Kita perlu melihat apa yang bisa diwariskan oleh Allah, yaitu sifat Allah yang merasuk dalam seluruh perjalanan hidup kita, seperti dalam kisah gadis sunami (wanita sunami).

  • Kita harus berdamai dengan kenyataan ini.

Konsep Mesias: Mengapa Ada Beragam Pendapat?

  • Orang Yahudi beranggapan Mesias itu Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, dll karena nubuatan dalam Alkitab.

  • Mereka memiliki passion yang kuat untuk melihat nubuatan Tuhan terjadi dalam hidup mereka.

  • Penderitaan mereka adalah akibat ulah mereka sendiri, karena dosa.

Nubuatan: Kejadian 3:15 dan Generasi Tumit

  • Kejadian 3:15: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

  • Ini adalah bahasa Allah, yang harus diterjemahkan dengan jelas oleh Roh Kudus.

  • Yesus lahir dari perempuan, benih Roh Kudus.

  • "Meremukkan kepala" (tengkorak) menggambarkan Yesus mati di Golgota.

  • "Meremukkan tumit" menggambarkan penderitaan.

  • Mengapa Mesias harus meremukkan kepala? Karena ular (iblis) menyebarkan kejahatan dari sana.

  • Tuhan memberikan clue: Nuh memulai dunia baru. Dari Nuh ada tiga anak dan seterusnya. Tuhan terus memberikan petunjuk.

  • Generasi yang akan meremukkan kepala disebut generasi dari tumit (heel). Heepl adalah dasar kata yang menjadi Yakub.

  • Yakub punya 12 anak. Banyak yang terpesona oleh Yusuf. Tetapi Yakub di hari tuanya mengatakan bahwa dirinya adalah generasi tumit.

  • Banyak orang di gereja adalah keturunan Esau, yang mementingkan penghidupan dan takut mati.

Esau dan Yakub: Gambaran Gereja

  • Esau dan Yakub adalah gambaran gereja. Keduanya adalah keturunan Abraham.

  • Maleakhi 1:2-3: "Aku mengasihi kamu, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? Bukankah Esau itu kakak Yakub? demikianlah firman TUHAN. Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

  • Ada kebencian Tuhan pada orang-orang yang hidup dalam gereja yang memilih cara hidup yang salah.

Nubuatan Yakub: Kejadian 49

  • Yakub memanggil anak-anaknya dan memberitahukan apa yang akan terjadi pada kemudian hari (Kejadian 49:1).

  • Ruben, anak sulung, kehilangan kesulungannya karena melanggar kesucian ayahnya dan merampas kehormatan bapaknya (Kejadian 49:3-4). Kita harus sabar dan menunggu instruksi bapa rohani.

  • Yehuda: "Tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu; kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu." (Kejadian 49:8)

    • Tangan Yehuda menekan tengkuk musuh berarti musuh sudah takluk, siap disembelih.

    • Generasi tumit akan menaklukkan musuh.


  • Allah menunjukkan arah yang lebih sempit: Mesias dari suku Yehuda.

  • Yehuda seperti anak singa (Kejadian 49:9-10).

    • Berbagai kondisi, ia tetap singa.

    • Gereja Tuhan adalah singa betina yang berburu mangsa untuk Tuhan.


  • Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda.

  • "Sampai dia datang yang berhak atasnya [Shiloh], maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa." (Kejadian 49:10)

Mengapa Orang Yahudi Menerima Yohanes Pembaptis, dll?

  • Mereka bergantung pada apa yang mereka lihat dan alami, yang membentuk konsep berpikir mereka.

  • Mereka kehilangan pengertian Roh Kudus.

Bagaimana Nubuatan Seharusnya Terjadi?

  • 2 Petrus 1:16-21:

    • "Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya." (2 Petrus 1:16)

    • Kebesaran Tuhan adalah penderitaan dan kematian Yesus.

    • "Kami menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suatu suara dari Yang Maha Mulia yang mengatakan: 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.'" (2 Petrus 1:17)

    • Pengakuan ini terjadi ketika Yesus di gunung Tabor, bukan di sungai Yordan.

    • "Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung kudus." (2 Petrus 1:18)


  • Firman yang disampaikan oleh para nabi adalah nubuatan.

  • Nubuatan seharusnya memberi semangat karena kita tahu kita akan mengalami perubahan hidup dan sikap dengan Tuhan saat nubuatan itu digenapi.

  • Nubuatan seharusnya menjadi Pelita yang bercahaya di tempat gelap, sampai fajar menyingsing (2 Petrus 1:19).

  • Kita butuh Pelita ketika gelap, tetapi tidak saat fajar sudah tiba. Kita tidak butuh Pelita ketika sudah ada Kristus (terang dunia) dalam hidup kita.

Ulangan 29:29 dan Matius 13:11: Rahasia Allah

  • Ulangan 29:29: "Hal-hal yang tersembunyi adalah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."

    • Hal-hal rahasia adalah bagi Allah, tetapi hal-hal yang dinyatakan untuk kita.


  • Matius 13:11: "Maka jawab Yesus: 'Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.'"

    • Kita diberikan karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga.


Nubuatan: Objek yang Sebelumnya Tidak Terlihat

  • Nubuatan membuat objek yang sebelumnya tidak terlihat menjadi terlihat.

  • Nubuatan memampukan kita melihat banyak hal, tetapi belum sepenuhnya jelas.

  • Rasul Petrus ingin memberikan arahan dari pikiran masa lalu kepada sesuatu yang jelas.

  • Dalam kegelapan, nubuatan memberikan semangat karena kita tahu bahwa nubuatan yang digenapi akan membawa perubahan hidup.

  • Kita hidup dalam dua kurun waktu: dari kekekalan sampai kekekalan. Hidup di bumi adalah bagaimana menggenapi di bumi apa yang sudah final di kekekalan.

  • Nubuatan adalah seperti pemandu. Allah memberikan clue.

  • Lampu sekecil apapun juga sangat berharga di dalam kegelapan.

  • Ketika terang sudah tiba, kita tahu jalan yang benar.

Bintang Timur dalam Hati: Kristus yang Bersinar

  • Sampai Bintang Timur terbit bersinar dalam hatimu.

  • Bintang Timur adalah Kristus. Dia memberikan jaminan dalam batin kita.

  • Bintang Timur memimpin hari-hari kita.

  • Orang Majus melihat bintang di timur (Indonesia).

  • Indonesia adalah bangsa yang bisa memberkati keturunan Abraham.

  • Wahyu 2:28: "Dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur."

  • Wahyu 22:16: "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

2 Petrus 1:19: Memperhatikan Nubuatan

  • "Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu." (2 Petrus 1:19)

  • Kita akan dibuat oleh Tuhan hari-hari kita.

  • Bintang Timur akan memberikan tanda-tanda.

  • Kita bisa tahu bahwa kerajaan Allah sudah datang ketika kita siap.

  • Kondisi kita saat ini adalah untuk membuktikan kerajaan Allah.

  • Kita tidak boleh ragu.

  • Banyak orang bingung dan meneruskan kebingungan kepada anak cucu.

  • Kita hidup sebagai Finish Generation, bukan Finishing Generation.

Elia dan Elisa: Warisan Sejati

  • Kita harus melihat apa yang dilihat oleh Elisa setiap hari pada diri Elia.

  • Elisa meminta dua kali lipat roh Elia.

  • Dia melihat wujud Elia menurut penilaian Tuhan, kehormatan Tuhan, kemuliaan Tuhan.

  • Ketika Elisa melihat Elia terangkat ke surga, dia mendapatkan apa yang diminta (2 Raja-raja 2).

  • Elisa memungut jubah Elia, memukul Sungai Yordan, dan sungai itu terbelah.

  • Elisa berkata, "Di manakah Tuhan Allah Elia?" (2 Raja-raja 2:14). Dia ingin dimensi Allah yang ada dalam diri Elia.

  • Elisa tidak melihat pelayanan Elia, tetapi dia melihat Allah dalam diri Elia.

  • Ini bukan tentang materi, tapi tentang warisan rohani.

  • Banyak orang hanya menginginkan berkat, bukan warisan Allah.

  • Kita tidak perlu meratap mengapa nubuatan belum digenapi dalam hidup kita. Kita harus fokus pada perwujudan Kristus dalam hidup kita.

  • Kita harus terus membangun karakter Kristus dalam diri kita.

  • Warisan adalah dimensi Allah yang luar biasa yang harus kita dapatkan.

Kesimpulan

  • Pikiran kita mudah disabotase.

  • Kita harus mengalami pergeseran (shifting) agar siap menerima warisan.

  • TLC (Training Leaders Conference) adalah pelatihan untuk para pemimpin, yang bisa mengerti bagaimana warisan sejati diberikan.

  • Seorang pemimpin adalah orang yang kehidupannya diikuti oleh banyak orang.

  • Kita harus fokus pada warisan yang kekal, bukan pada yang sementara.

  • Kita tidak akan membawa harta dunia ini ke surga, tetapi karakter Kristus yang kita bangun dalam diri kita.



Beranda (Home)

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...