Langsung ke konten utama

DETIL KHOTBAH: Memahami Warisan Rohani dan Konsep Mesias

 Sesi 7 TLC Medan 27-30 Des 2024 

Pendahuluan

  • Kemarin kita membahas bagaimana Tuhan mewujudkan janji-Nya, khususnya dalam Yesaya 59:21.

  • Yesaya 59:21: "Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya."

  • Kita melihat bagaimana janji ini digenapi. Iblis juga mengetahui jalan ini dan berusaha menyabotase agar kita mempercayai jalan lain yang bukan dari Allah.

Pikiran dan Pilihan: Medan Perang Rohani

  • Iblis tidak mencobai kita secara langsung, tetapi ia mencoba mensabotase dengan menawarkan cara, metode, atau jalan lain yang bukan dari Tuhan.

  • Pikiran kita adalah medan pertempuran. Iblis tidak memiliki kendali atas pikiran kita, tetapi ia memanfaatkan pilihan-pilihan kita.

  • Kita seringkali memilih jalan alternatif menurut pendapat kita sendiri, yang terlihat baik dan berhasil di mata dunia, tetapi sebenarnya menjauhkan kita dari rencana Allah.

  • Jalan Tuhan adalah melalui Yesus. Tidak ada jalan lain untuk sampai kepada kesempurnaan Bapa (Bapa adalah gambaran keutuhan dan kesempurnaan).

  • Kita harus menjalani apa yang Yesus telah jalani.

Konsep Berpikir: Kunci Penting dalam Warisan

  • Konsep berpikir adalah bagian paling kritis dalam menerima warisan rohani. Kita gagal bukan karena faktor luar atau iblis, tetapi karena kita berpendapat lain.

  • Apa yang dianggap baik oleh dunia seringkali tidak baik bagi Tuhan. Dunia dapat membelokkan rencana agung Allah.

  • Allah telah memberitahukan hukum-hukum-Nya, kebaikan-Nya, dan menuntut keadilan serta kesetiaan dari kita (Mika 6:8). Kita memiliki hati nurani untuk membedakan yang baik dan benar, tetapi persoalannya adalah memiliki kemampuan untuk memilah yang benar.

  • Iblis memanfaatkan kesempatan ketika kita masih berada dalam posisi untuk memilah antara yang baik dan benar. Kita akan menjadi korban sabotase iblis untuk menggagalkan rencana agung Allah.

Pengecekan Konsep: Belajar dari Matius 16

  • Yesus selalu melakukan pengecekan konsep berpikir kita melalui firman, hamba Tuhan, dan situasi yang kita hadapi. Ini adalah bagian dari pengecekan.

  • Ketika kita menyadari konsep berpikir kita salah, kita harus segera melakukan pergeseran atau shifting.

  • Yesus bertanya tentang konsep orang-orang Yahudi dan murid-murid-Nya tentang Mesias (Matius 16).

  • Banyak dari kita (kaum muda) memilih sekolah karena teman atau keinginan orang tua, bukan karena panggilan Tuhan.

  • Tujuan sekolah bukan untuk membuktikan diri, tetapi untuk membuktikan siapa yang hidup dalam diri kita (seperti Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego). Kita harus memiliki jalan dan metode Tuhan.

  • Dunia selalu mencari orang-orang terbaik di gereja, tetapi seringkali iblis berada di belakangnya untuk memanipulasi.

  • Kita harus bisa menempatkan diri dan mengerti mengapa kita ditempatkan di posisi tertentu. Kita harus membuktikan siapa kita.

  • Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tahu bahwa Babel bukanlah sistem kehidupan mereka. Mereka menggunakan fasilitas yang ada untuk melayani raja, tetapi tetap setia pada Tuhan.

  • Di dunia pendidikan, kita tidak hanya memilah antara mencontek atau tidak, tetapi sistem kepercayaanlah yang diubah-ubah. Ini sangat berbahaya.

Pengecekan Yesus: Mengenal Mesias Sejati

  • Yesus melakukan pengecekan: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" (Matius 16:13)

  • Murid-murid melaporkan pendapat orang:

    • Yohanes Pembaptis (spiritual, tidak membawa senjata, tidak melakukan mukjizat).

    • Elia (tidak mati, terangkat ke surga).

    • Yeremia (nabi besar, bernubuat tentang pembuangan Babel).


  • Pendapat-pendapat ini menunjukkan penilaian manusia, bukan kebenaran sejati tentang Mesias.

  • Yesus bertanya kepada murid-murid, "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (Matius 16:15)

  • Simon Petrus (satu dari 12 murid) menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:16)

  • Jawaban Petrus akurat, sesuai dengan pikiran Allah. Ini adalah pendapat Allah.

  • Yesus menyatakan bahwa Petrus diberkati karena pernyataan itu bukan berasal dari manusia, melainkan dari Bapa di surga (Matius 16:17). Ini adalah proses yang berkesinambungan.

  • Matius menulis tentang Simon Petrus karena ia melihat dua sisi: sisi manusiawi dan sisi akhir hidupnya sebagai Petrus. Kita juga mengalami kedua dimensi ini.

Petrus: Batu Karang dan Kunci Kerajaan

  • Yesus mengatakan kepada Simon, "Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:18).

  • Petrus (Petros) adalah bongkahan dari Petra (Yesus, batu karang). Kita memiliki zat dan karakter yang sama dengan Kristus.

  • "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga." (Matius 16:19)

  • Yesus mengajarkan doa, "Bapa Kami," (The King's Prayer) yang isinya adalah datanglah kerajaan-Mu, yang menunjukkan bahwa kerajaan surga bisa hadir di bumi. Kita memiliki kunci untuk membukanya bagi orang lain.

  • Doa bukanlah sekadar ritual, tetapi komunikasi setiap hari dengan Allah. Kita bisa berdoa setiap saat.

  • Ikat dan lepas berarti kunci dan buka. Kita punya kunci dan Tuhan akan wujudkan.

  • Yesus melarang murid-murid memberitahu siapa pun bahwa Ia adalah Mesias.

Mengapa Yesus Melarang Bersaksi?

  • Yesus melarang bersaksi karena Ia melihat sisi manusiawi dalam diri Simon (Petrus) yang bisa bertubrukan dengan kebenaran.

  • Konsep berpikir manusia bisa muncul saat bersaksi dan membuat penyesuaian demi kepentingan pribadi. Kita bisa hidup dalam dua alam (dunia dan rohani) dan sering bertubrukan.

  • Allah tidak akan mempercayakan warisan kepada orang-orang yang seperti ini.

Warisan Sejati: Bukan Hanya Materi

  • Kita perlu melihat apa yang bisa diwariskan oleh Allah, yaitu sifat Allah yang merasuk dalam seluruh perjalanan hidup kita, seperti dalam kisah gadis sunami (wanita sunami).

  • Kita harus berdamai dengan kenyataan ini.

Konsep Mesias: Mengapa Ada Beragam Pendapat?

  • Orang Yahudi beranggapan Mesias itu Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, dll karena nubuatan dalam Alkitab.

  • Mereka memiliki passion yang kuat untuk melihat nubuatan Tuhan terjadi dalam hidup mereka.

  • Penderitaan mereka adalah akibat ulah mereka sendiri, karena dosa.

Nubuatan: Kejadian 3:15 dan Generasi Tumit

  • Kejadian 3:15: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

  • Ini adalah bahasa Allah, yang harus diterjemahkan dengan jelas oleh Roh Kudus.

  • Yesus lahir dari perempuan, benih Roh Kudus.

  • "Meremukkan kepala" (tengkorak) menggambarkan Yesus mati di Golgota.

  • "Meremukkan tumit" menggambarkan penderitaan.

  • Mengapa Mesias harus meremukkan kepala? Karena ular (iblis) menyebarkan kejahatan dari sana.

  • Tuhan memberikan clue: Nuh memulai dunia baru. Dari Nuh ada tiga anak dan seterusnya. Tuhan terus memberikan petunjuk.

  • Generasi yang akan meremukkan kepala disebut generasi dari tumit (heel). Heepl adalah dasar kata yang menjadi Yakub.

  • Yakub punya 12 anak. Banyak yang terpesona oleh Yusuf. Tetapi Yakub di hari tuanya mengatakan bahwa dirinya adalah generasi tumit.

  • Banyak orang di gereja adalah keturunan Esau, yang mementingkan penghidupan dan takut mati.

Esau dan Yakub: Gambaran Gereja

  • Esau dan Yakub adalah gambaran gereja. Keduanya adalah keturunan Abraham.

  • Maleakhi 1:2-3: "Aku mengasihi kamu, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? Bukankah Esau itu kakak Yakub? demikianlah firman TUHAN. Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

  • Ada kebencian Tuhan pada orang-orang yang hidup dalam gereja yang memilih cara hidup yang salah.

Nubuatan Yakub: Kejadian 49

  • Yakub memanggil anak-anaknya dan memberitahukan apa yang akan terjadi pada kemudian hari (Kejadian 49:1).

  • Ruben, anak sulung, kehilangan kesulungannya karena melanggar kesucian ayahnya dan merampas kehormatan bapaknya (Kejadian 49:3-4). Kita harus sabar dan menunggu instruksi bapa rohani.

  • Yehuda: "Tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu; kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu." (Kejadian 49:8)

    • Tangan Yehuda menekan tengkuk musuh berarti musuh sudah takluk, siap disembelih.

    • Generasi tumit akan menaklukkan musuh.


  • Allah menunjukkan arah yang lebih sempit: Mesias dari suku Yehuda.

  • Yehuda seperti anak singa (Kejadian 49:9-10).

    • Berbagai kondisi, ia tetap singa.

    • Gereja Tuhan adalah singa betina yang berburu mangsa untuk Tuhan.


  • Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda.

  • "Sampai dia datang yang berhak atasnya [Shiloh], maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa." (Kejadian 49:10)

Mengapa Orang Yahudi Menerima Yohanes Pembaptis, dll?

  • Mereka bergantung pada apa yang mereka lihat dan alami, yang membentuk konsep berpikir mereka.

  • Mereka kehilangan pengertian Roh Kudus.

Bagaimana Nubuatan Seharusnya Terjadi?

  • 2 Petrus 1:16-21:

    • "Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya." (2 Petrus 1:16)

    • Kebesaran Tuhan adalah penderitaan dan kematian Yesus.

    • "Kami menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suatu suara dari Yang Maha Mulia yang mengatakan: 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.'" (2 Petrus 1:17)

    • Pengakuan ini terjadi ketika Yesus di gunung Tabor, bukan di sungai Yordan.

    • "Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung kudus." (2 Petrus 1:18)


  • Firman yang disampaikan oleh para nabi adalah nubuatan.

  • Nubuatan seharusnya memberi semangat karena kita tahu kita akan mengalami perubahan hidup dan sikap dengan Tuhan saat nubuatan itu digenapi.

  • Nubuatan seharusnya menjadi Pelita yang bercahaya di tempat gelap, sampai fajar menyingsing (2 Petrus 1:19).

  • Kita butuh Pelita ketika gelap, tetapi tidak saat fajar sudah tiba. Kita tidak butuh Pelita ketika sudah ada Kristus (terang dunia) dalam hidup kita.

Ulangan 29:29 dan Matius 13:11: Rahasia Allah

  • Ulangan 29:29: "Hal-hal yang tersembunyi adalah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."

    • Hal-hal rahasia adalah bagi Allah, tetapi hal-hal yang dinyatakan untuk kita.


  • Matius 13:11: "Maka jawab Yesus: 'Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.'"

    • Kita diberikan karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga.


Nubuatan: Objek yang Sebelumnya Tidak Terlihat

  • Nubuatan membuat objek yang sebelumnya tidak terlihat menjadi terlihat.

  • Nubuatan memampukan kita melihat banyak hal, tetapi belum sepenuhnya jelas.

  • Rasul Petrus ingin memberikan arahan dari pikiran masa lalu kepada sesuatu yang jelas.

  • Dalam kegelapan, nubuatan memberikan semangat karena kita tahu bahwa nubuatan yang digenapi akan membawa perubahan hidup.

  • Kita hidup dalam dua kurun waktu: dari kekekalan sampai kekekalan. Hidup di bumi adalah bagaimana menggenapi di bumi apa yang sudah final di kekekalan.

  • Nubuatan adalah seperti pemandu. Allah memberikan clue.

  • Lampu sekecil apapun juga sangat berharga di dalam kegelapan.

  • Ketika terang sudah tiba, kita tahu jalan yang benar.

Bintang Timur dalam Hati: Kristus yang Bersinar

  • Sampai Bintang Timur terbit bersinar dalam hatimu.

  • Bintang Timur adalah Kristus. Dia memberikan jaminan dalam batin kita.

  • Bintang Timur memimpin hari-hari kita.

  • Orang Majus melihat bintang di timur (Indonesia).

  • Indonesia adalah bangsa yang bisa memberkati keturunan Abraham.

  • Wahyu 2:28: "Dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur."

  • Wahyu 22:16: "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

2 Petrus 1:19: Memperhatikan Nubuatan

  • "Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap, sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu." (2 Petrus 1:19)

  • Kita akan dibuat oleh Tuhan hari-hari kita.

  • Bintang Timur akan memberikan tanda-tanda.

  • Kita bisa tahu bahwa kerajaan Allah sudah datang ketika kita siap.

  • Kondisi kita saat ini adalah untuk membuktikan kerajaan Allah.

  • Kita tidak boleh ragu.

  • Banyak orang bingung dan meneruskan kebingungan kepada anak cucu.

  • Kita hidup sebagai Finish Generation, bukan Finishing Generation.

Elia dan Elisa: Warisan Sejati

  • Kita harus melihat apa yang dilihat oleh Elisa setiap hari pada diri Elia.

  • Elisa meminta dua kali lipat roh Elia.

  • Dia melihat wujud Elia menurut penilaian Tuhan, kehormatan Tuhan, kemuliaan Tuhan.

  • Ketika Elisa melihat Elia terangkat ke surga, dia mendapatkan apa yang diminta (2 Raja-raja 2).

  • Elisa memungut jubah Elia, memukul Sungai Yordan, dan sungai itu terbelah.

  • Elisa berkata, "Di manakah Tuhan Allah Elia?" (2 Raja-raja 2:14). Dia ingin dimensi Allah yang ada dalam diri Elia.

  • Elisa tidak melihat pelayanan Elia, tetapi dia melihat Allah dalam diri Elia.

  • Ini bukan tentang materi, tapi tentang warisan rohani.

  • Banyak orang hanya menginginkan berkat, bukan warisan Allah.

  • Kita tidak perlu meratap mengapa nubuatan belum digenapi dalam hidup kita. Kita harus fokus pada perwujudan Kristus dalam hidup kita.

  • Kita harus terus membangun karakter Kristus dalam diri kita.

  • Warisan adalah dimensi Allah yang luar biasa yang harus kita dapatkan.

Kesimpulan

  • Pikiran kita mudah disabotase.

  • Kita harus mengalami pergeseran (shifting) agar siap menerima warisan.

  • TLC (Training Leaders Conference) adalah pelatihan untuk para pemimpin, yang bisa mengerti bagaimana warisan sejati diberikan.

  • Seorang pemimpin adalah orang yang kehidupannya diikuti oleh banyak orang.

  • Kita harus fokus pada warisan yang kekal, bukan pada yang sementara.

  • Kita tidak akan membawa harta dunia ini ke surga, tetapi karakter Kristus yang kita bangun dalam diri kita.



Beranda (Home)

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...