Langsung ke konten utama

JANGANLAH KITA MENCOBAI TUHAN


PERINGATAN  TIDAK SEMBARANG MEMBANGUN  GEREJA
Ps.Irene Cahyadi_8Mei2016
Waktu tidak akan pernah kembali. Tidak terasa sudah satu tahun saya tidak ke sini. Gereja Tuhan tidak bersantai-santai. Kita harus bisa berlari bersama, mempersiapkan diri ikut kegerakan dan larinya Roh Kudus. Kita harus membuka matahati kita apa yang sebenarnya Tuhan. Kita harus kembali kepada ketetapan Allah dan jangan kehilangan panggilan (vocation). Jika demikian, berarti kita sudah terhilang dari rencanaNya dan KemuliaanNya. KemuliaanNYa adalah kehidupan Allah yang ada pada kita.

Gereja harus membangun, jangan menurut keinginan sendiri, maka kita akan kehilangan. Kita mungkin masih ada, masih beribadah di gereja, tapi sebenarnya sudah terhilang.

Yusuf mereprentasikan Yakub. Ishak merepresentasikan pola hidup Abraham. Kita harus hidup menurut pola yang ditetapkan, pola Kerajaan, yang tidak akan pernah berakhir, kekal. Kita harus menjadi serupa dan segambar dengan Dia. Itulah panggilan kita. Jangan melihat secara jasmani, secara natural. Bagaimana kehidupan kita. Tapi kita harus satu frekuensi dengan Tuhan, supaya kita jangan mengulang kegagalan yang dulu. Jangan pergi ke Mesir (sebelum kau menjamah Betel). Kita tau Allah tidak membiarkan kita mengalami kegagalan, mengulang kembali apa yang salah. Kita adalah umat Tuhan yang penuh harapan.

1 Kor 10
(1Co 10:1)  Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

(1Co 10:2)  Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

(1Co 10:3)  Mereka semua makan makanan rohani yang sama

(1Co 10:4)  dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

(1Co 10:5)  Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

(1Co 10:6)  Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,

(1Co 10:7)  dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."

(1Co 10:8)  Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.

(1Co 10:9)  Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.

(1Co 10:10)  Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di Korintus peristiwa di jaman Musa, sebagai peringatan dan sebagai gambaran kesalahan dan kegagalan mereka.

Firman itu untuk mengajar, mendidik kelakuan dan melakukan kebenaran.

Kita harus mendapatkan firman yang sama, harus bisa berdampak dan menjadi model, karena kita sedang dibawa kepada satu tujuan. Jemaat Korintus tidak disebutkan di antara 7 jemaat di Kitab Wahyu. Rasul Paulus ingin membangun gereja di atas fondasi batu karang Kristus. 

Ketika orang-orang membangun di atasnya, jemaat harus memperhatikan bagaimana mereka membangun. Kota akan datang di depan pintu. Gereja akan menjadi template. 

Tergantung kehidupan gereja. Orang tidak mencari firman yang bagus saja, tapi kehidupan yang dibangun dengan pola ilahi. Yesus pulang ke rumahNya, maka orang datang berbondong-bondong. Gereja yang ada Yesus di dalamnya akan menarik perhatian orang. Jika Kristus ada di dalam kita, itu yang menarik perhatian. Bukan pujiannya, bukan musiknya, bukan fasilitasnya yang membuat gereja menarik, tapi Yesus yang ada di dalamnya.

Ayub begitu dikenal orang dan dikenal Tuhan. Ada kesalehan, kejujuran, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (STMJ). Paulus mengatakan di ay6: sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat.

Kita cenderung menginginkan apa yang baik menurut kita sendiri. Sebaliknya kita harus mengikuti kehendak Tuhan. Kita harus berlari pada tujuan. Kita harus menjadi pasukan seperti yang dikatakan kitab Yoel – pasukan yang bisa mengubahkan kota, menguasai domain-domain. Dasarnya berasal dari pola yang ada di sorga. Kita harus makan makanan rohani dan minuman rohani yang sama, supaya kita mencapai tujuan.

Korintus cukup terkenal, makmur dan intelektual, tapi kotanya bejat dan tidak bermoral. Ketika mereka menjadi jemaat yang karismatik, tetap mereka tidak berdampak. Itu karena mereka individualistis dan egois. Mereka tidak hidup untuk tujuan Tuhan, tapi demi tujuan mereka sendiri. Panggilan hidup kita tidak sama dengan cita-cita. Panggilan kita bukan jadi dozen, bukan jadi insinyur atau dokter. Tapi panggilan hidup kita untuk menjadi serupa dengan Kristus, mengunduh karakter Kristus, untuk bisa menutup pintu neraka dan membuka pintu sorga.

Paulus ingin membangun gereja menurut pola apa yang dilihatnya di sorga. Ia mengingatkan jemaat Korintus: Ada sebagian jemaat tidak berkenan di hadapan Tuhan: sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. Bangsa ini gagal memenuhi panggilannya. Mereka gagal menggenapkan rencana Allah. Dalam perjalanan hidupnya, mereka tidak bisa mencapai garis akhir. Padahal mereka menerima mana dan air yang sama. Mana dari sorga dan air dari batu karang Kristus.

Mengapa mereka gagal?

Kel 19:9-11
(Exo 19:9)  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

(Exo 19:10)  Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.

(Exo 19:11)  Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

Sebenarnya, Tuhan ingin dijumpai, oleh Musa dan oleh seluruh bangsa. Tuhan merindukan dijumpai oleh para pemimpin dan seluruh jemaat, oleh setiap kita. “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau..”

Tuhan ingin terhubung langsung. Tidak ingin hanya bicara lewat perantaraan Musa. Itu sebabnya kita harus membangun frekuensi yang sama dengan Tuhan. Dia sebenarnya memiliki frekuensi yang sama, asal kita bisa memiliki akses yang tepat. Tuhan terbuka untuk semua orang, tapi kerajaanNya tidak buat semua orang. Bapa rohani bisa terhubung dengan Dia dan kita harus memiliki frekuensi yang sama, sehingga bisa terhubung langsung dengan Dia. Senantiasa Dia bisa dijumpai, sehingga kita tidak melenceng dari panggilan Tuhan, dari ketetapan-ketetapan Allah.

Dia Allah yang senantiasa ingin dijumpai, ingin akrab. Apa yang Yesus katakan dan lakukan, itu yang dikatakan dan dilakukan Bapa. Itu sebabnya kota mendatangi Yesus. Kita pun jemaat harus mendapatkan makanan dan minuman yang sama. Jadi kita harus memiliki frekuensi yang sama, yang bisa terhubung dengan Dia. Kita memiliki roh dan jiwa. Roh itu penurut, tapi jiwa itu memakai pikiran dan perasaan, terus menimbang-nimbang. Roh lah yang harus memimpin dan menjadi bos, bukan jiwa kita.

Ada kehendak Allah bahwa Dia ingin berbicara dan didengar langsung. Jika orang Israel percaya kepada Musa, maka jika Tuhan berbicara langsung, maka mereka menjadi lebih percaya. Bangsa Israel ini adalah bangsa yang tegar tengkuk (stiffneck).
Bagi mereka yang mencari akan diberikan dan bagi yang mengetuk, pintu akan dibukakan. Kita harus terus mengejar rencana, tujuan dan ketetapan Allah. Kerinduan bapa rohani, yang berasal dari Allah sendiri, harus kita percaya dan jemaat harus bisa menggenapkan bersama-sama.  Itulah yang harus menjadi kerinduan kita, supaya kita layak menjadi pewaris kerajaanNya.

Dia mau datang, mau bicara dan mau berbicara dengan Israel. Kita pun harus bisa berkomunikasi dan intim. Itu harus dicapai lewat keterhubungan Roh dengan roh. Jadi harus ada kesamaan frekuensi. Musa bertemu dengan pribadiNya Allah di dalam roh. Tuhan ingin berjumpa dan berbicara dengan gerejaNya, tentang ketetapan-ketetapanNya.

Ketika Paulus membagikan firman, itu berasal dari Roh, sehingga karya Kristus itu sampai kepada jemaat dan mengubahkan hidup mereka.

Itu semua tergantung dari hati jemaat. Apakah kita cuek? Cinta Tuhan itu bertepuk sebelah tangan? Ketika Musa mengatakan kepada Israel, Tuhan ingin menjumpai mereka; bangsa Israel memberikan respon yang salah. Malah mereka mengingat-ingat masa lalu, yang menghantui dirinya, kejadian-kejadian guruh dan halilintar. Masa lalu bisa membuat kita lari dari suara Tuhan, sehingga kita keluar dari panggilan Tuhan. Jemaat Laodikia terhubung dengan hal-hal yang duniawi, sehingga lari dari panggilan Tuhan. Yang menjadi kemuliaan mereka adalah hartanya dan keduniawian.

Mereka takut kilat dan guntur. Roh ketakutan bukan berasal dari Allah. Ketika kita dengar kita akan dibawa kepada destiny-Nya kita menjadi takut. Saya ini kan sarjana, jadi apa nanti saya ya? Ketika dibicarakan pernikahan ilahi, mereka yang masih ‘jomblo’ ketakutan. Kita harus keluar dari pola pikir yang salah.

Apa yang disampaikan di rumah rohani adalah supaya jemaat tidak gagal karena mengulangi apa yang salah. Jangan bereaksi dan merespon dengan salah, ketika kita mendengarkan keinginan Tuhan.
Kel 20
(Exo 20:18)  Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.

(Exo 20:19)  Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."

Mereka hanya memperhatikan hal-hal yang natural. Mendengar firman tentang storehouse saja kita bisa merespon dengan salah. Dia beri penolong, sehingga apa yang menjadi tujuanNya itu terjadi dalam hidup kita.

Dengan guntur, dengan guruh. Guntur itu berarti Tuhan itu datang. Kilat itu berarti Tuhan menjawab, untuk membalikkan keadaan. Untuk menyadarkan kita, berbalik dari dosa. Itu adalah hal-hal rohani. Jangan melihat secara natural kilat, guruh dan guntur itu.

Mungkin mereka mengingat hujan es di Mesir, awan tebal dan peristiwa ‘mengerikan’ lainnya. Mereka tidak mau melihat dan mendengar langsung dari Tuhan. Mereka hanya berdiri jauh-jauh dan tidak berusaha (mendekati). Jika kita tidak berusaha mendekat dengan Allah, kita sudah merespon dengan salah. Inginkan pengalaman yang sama yang dialami bapa rohani. Miliki sikap untuk terus mencari dan mengetuk. Jika kita minta roti, Tuhan akan berikan. Dia berikan penolong, supaya kita dapat menjumpaiNya. Jika kita tidak menjumpaiNya dan hanya ingin Musa saja yang berbicara, maka kita tidak bisa merespon dengan benar kehendak Tuhan, karena kita kurang percaya dan menjadi tidak akurat.

(Exo 20:21)  Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

Tuhan ingin kita melakukan terobosan, ingin kita berintim-intim dengan Dia. Kita harus merespon dengan benar, harus makin mendekatkan diri denganNya, seperti apa yang dilakukan Musa.

Jangan melihat berapa besar kebutuhan kita, tapi miliki ketaatan dan lakukan apa yang menjadi kehendak Dia. Jangan melihat secara natural, tapi responi firman dengan ketaatan. Buktikan apa yang Tuhan firmankan. Jangan terlalu banyak tuntutan kepada Tuhan: Tuhan aku sudah rajin ibadah, aku sudah ini itu. Tapi mana janji Tuhan… Semua itu (coba-coba barter dengan Tuhan) hanya karena keinginan kita. Jika kita taat semata-mata atas agendaNya, masakan Dia tidak menyediakan, bahkan Dia sediakan melimpah.  Ishak menjadi kaya, bertambah kaya, dan menjadi sangat kaya. Semua kekayaan itu karena hasil ketaatannya.

Gereja harus dibangun dengan pola orisinal dengan keimamatan Melkisedek. Tidak bisa dengan kekuatan sendiri kita ikut kegerakan Allah. Jika demikian, kita akan lari dari ketetapan Tuhan dan penggenapan firmanNya tidak akan terjadi.

Kel 19:
(Exo 19:5)  Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

(Exo 19:6)  Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Jadi Tuhan rindu sekali kita menggenapkan ketetapan-ketetapanNya. Kita harus mendengarkan firmanNya (mentaati) dan berpegang dengan ikat-janji, memiliki ketetapan hati (stabilized, fixed, firmed).
Daniel seorang buangan pun memiliki ketetapan hati, sehingga menjadi alat Tuhan di kerajaan Babel dari beberapa generasi. Dia memiliki ketetapan hati untuk selalu hanya menyembah Allahnya selama-lamanya.

Roh kita harus terus menyala-nyala sehingga dapat melayani Tuhan. Dua murid yang berjalan ke Emaus itu mulanya tidak memiliki nyala api. Ketika Yesus bukakan pengertian akan firman, hati mereka menjadi berkobar-kobar. Interaksi dengan Allah membuat roh kita terus menyala-nyala. “maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi”.


Hanya gerejaNya lah yang akan mengubahkan kota dan bangsa. Kota akan berada di depan pintu. Hanya gerejaNya yang bisa menarik turun KerajaanNya baik di sekolah dan di tempat kerja; dimana pun kita berada. Taati apa yang menjadi kehendak Allah. Responi dengan benar: Aku mau lakukan apa yang jadi kehendakMu. Kita adalah penggenap dari rencanaNya. Amin

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...