Langsung ke konten utama

KEIMAMATAN MELKISEDEK (part 2)

HIDUP DI BAWAH KEIMAMATAN MELKISEDEK
Heb 7:1  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.
Heb 7:2  Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.



Heb 7:3  Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
Heb 7:4  Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.

Melkisedek adalah Imam Allah yang Mahatinggi, raja Salem. Kita tidak lagi hidup di bawah keimamatan Harun.Walau pun ada banyak gereja menyebut namanya Gereja Yesus Kristus mereka hidup dalam keimamatan Harun. Hidup dalam ketakutan. Mereka berupaya dengan kekuatan dan usaha mereka, berdasarkan hukum Taurat. Keimamatan Melkisedek kita berdasarkan hubungan perkenanan, anugerah, karena ada darah Kristus. Kita lakukan segalanya karena sudah diterima oleh Tuhan, sudah diakui, menerima Roh Adopsi. 

Kita membenahi terus hidup kita. Persembahan dan perpuluhan bukan karena kita diberkati atau menjadi layak, tapi karena hukum Tuhan.

Kita harus terus renungkan. Doa puasa bukan supaya doa kita lebih manjur. Tapi supaya kita lebih memahami alam roh dan terhubung dengan Bapa. Kita mematikan faktor-faktor lahiriah. 



Keimamatan Melkisedek berarti membuat kita berjalan dalam Roh.
Jangan malas berdoa, doa puasa, merenungkan firman dst... bukan itu. Motive kita yang berubah. Kita hidup di bawah anugerah. Terima Zoe.... kita bergairah.. Kita memiliki kerinduan dan kecintaan akan firman. Bukan lagi beban bagi kita beribadah, mengikuti komsel, doa puasa, dst.  Kita melakukan itu karena ada tujuan, Tuhan telaah memilih dan menetapkan. Apa yang kita lakukan bukan supaya kita berkenan di hadapan Tuhan dan manusia. Kita sudah menerima perkenanan Tuhan dan yang penting kita melakukan sesuai perkataan Tuhan. Yang penting motivasi saudara benar dalam melakukan kebenaran. Jangan mau selalu dihargai, direspon, mengharap pujian dan imbalan. Itu tidak benar dan berarti saudara masih hidup dalam keimamatan Harun.

INTERVENSI TUHAN
Tuhan menjamah Abraham, mengintervensi Abraham sebelum sistem dunia (raja Sodom) mencobai Abraham. Ada banyak hal yang Tuhan lakukan untuk melakukan intervensi. Jangan pikir intervensi itu suatu pertolongan, mujizat, kesembuhan dan Tuhan membuka jalan.

Kadang-kadang intervensi itu buruk, sehingga kita tercapai tujuanNya supaya kita tidak lagi mengandalkan manusia. Mungkin suami itu makin buruk, makin menyebalkan.....
Tapi itulah intervensi Tuhan, sehingga kita menyadari kita hidup di bawah keimamatan melkisedek. Kita tidak tergantung kepada orang, kepada suami, tapi mengandalkan Tuhan.... Saudara tidak akan mengeluh dan bersungut-sungut jika memahami ada intervensi dan campur tangan Tuhan.
Jangan minta ubahkan suami, istri dan anak-anak... Tuhan berkata: Aku tidak berurusan dengan mereka, tapi Aku mau bereskan hidupmu. Tuhan berurusan dengan kita.
Jangan menuntut mereka berubah, jika kau sendiri belum berubah. Jika kau mengerti hidup di bawah keimamatan Melkisedek dan intervensi Tuhan, kau tidak mudah bersungut-sungbersungut-sungut dan mengeluh.

Raja Sodom sudah mendengar Abram memperoleh kekayaaan dari Mesir, karena ia berbohong mengenai istrinya. Mitra destiny-nya saja dijual. Itu bukan kesaksian yang baik. Jadi orang beranggapan.... o....Abram mudah dibeli.....
Hati-hatii jika saudara mudah menukarkan iman, prinsip hidup dengan hal-hal materi, habislah kita.
Mereka melihat saudara bisa disetir dan dikendalikan oleh uang, habislah. Itu sebabnya Melkisedek memotong (intervensi) Abram dulu...

UKURAN KEBERHASILAN
Keberhaslan kita artinya kita dapat merepresentasikan dan mempresentasikan bapa rohani. Melkisedek adalah satu sumber anugerah, menjadi bapa rohani dan Abram memberikan penghargaan dengan memberikan persepuluhan... Diberkatilah Abram, milik Allah yang Mahatinggi.
Intervensi itu menyebabkan Abram mampu menolak tawaran raja Sodom. Walau pun kita hidup an bekerja di Babel dan di Mesir, kita tidak akan bergantung kepada mereka, tidak menekan hidupmu, tidak membuat kau ketakutan, tidak terintimidasi. Kau tidak boleh menaruh pengharapanmu di sana, tapi benar-benar terhubung dengan Tuhan. Tekan habis pengeluaran dan pakai untuk tujuan Tuhan.

MENGHADAPI TEKANAN
Bagaimana kita mengelola keuangan kita, membuat kita terbebas. Kita punya kapasitas untuk menghadapai tekanan, intimidasi, stress dari sistem dunia ini. Jangan orang melihat saudara menjadi kaya karena bisnis, karena pekerjaan, dst. Tapi seharusnya orang melihat karena Tuhan ada pada kita. Melalui firman dan perkataannya membuat kita terbebas. Buka dirimu terhadap keimamatan Melkisedek, karena itu menjadi kekuatan, perlindungan dan intervensi hidup saudara. Masuk dalam anugerahNya di mana Tuhan menjadi sumber penghidupan kita, dan menjadi Bapa bagi hidup kta.
Masuk dalam dmensi ini, maka kau akan terbebas dari ketakutan akan uang, masa depan. Kita akan menjadi gereja yang unstopable. Orang-orang yang hidup di zaman Nuh itu sangat jahat. Bagaimana Nuh bisa mengubahkan keadaan mereka? Ternyata Nuh hanya diminta untuk menjadi titik masuk (point of entrance). Nuh bukan diselamatkan dari air bah, tapi diselamatkan oleh air bah. Diselamatkan dari apa? Dari kontaminasi orang-orang itu.

MENJADI TITIK-MASUK
Urapan Koresh itu sebenarnya titik masuk. Setiap orang yang membuka dirinya, untuk menyadari standar hidup. Bukan hal terlalu besar apalagi mustahil bagi gerejaNya mengubahkan kota dan bangsa. Cukup menyediakan dirimu menjadi titikmasuk. Terus berjalan dan terhubung dengan Tuhan, maka kau akan menjadi titik masuk bagi Tuhan. Terus terhubung dengan bapa rohani, responi dan lakukan perintahnya.

Empat ratus enam puluh setelah Malaekhi Tuhan belum berfirman lagi. Itu waktu jedanya. Kenapa?  Karena tidak ditemukan point of entrance. Pernah ada jeda dalam hidup  Abram, 13 tahun lamanya. Dia hidup secara natural, senang dengan Ismail. Dia tidak lagi jadi titik masuk selama itu. Tidak ada firman yag mendatangi manusia 460 tahun lamanya. Ada musim kelaparan di bumi ini. Juga pernah terjadi pada zaman imam Eli, sampai Samuel menjadi point of entrance. Ketika Maria berkata: Aku ini hambaMu, jadilah menurut perkataanMu.... Saat itulah Maria menjadi point of entrance.
Percaya, bertindak dan berubah akan perkataan Tuhan akan membuat kita menjadi titik-masuk Tuhan. Saudara akan alami intervensi Tuhan. Di Kej 12 Abram dipanggil Tuhan keluar dari Ur-Kasdim. Dia percaya, dia bertindak dan terus berubah. Ketika ada kegagalan, Tuhan harus mengintervensi.

Dalam keimamatan Melkisedek kita bisa menjadi model, mengalami intervensi, untuk menjadi point of entrance.

BAGAIMANA BISA MENJADI TITIK-MASUK:
1.  Percaya, bertindak dan berubah.
2. Siapkan diri, benahi diri, siap sedia (stand by) menjadi titik masuk Tuhan, perkataan Tuhan harus terwujud atas kota dan bangsa. Persiapan (standby) ini termasuk sudah harus keluar dari kekhawatiran, tidak panik, mematikan agenda pribadi. Semua hal harus sudah set(settled) dalam sikap kita.

Kis 1:1-4 Murid-murid tidak boleh meninggalkan Yerusalem. Mereka harus menunggu Roh Kudus. Tapi Tuhan tidak menjelaskan berapa lama mereka harus menunggu. Murid-murid bukan dari Yerusalem, mereka dari Betsaida, dari Yudea, etc.  Mereka taat. Baru 10 hari kemudian terjadilah peristiwa Pentakosta (50 hari setelah Yesus naik ke sorga).
Apa yang mereka lakukan selama menunggu 10 hari itu? Ini masa persiapan. Tidak ada firman, tidak ada Yesus, tidak ada Bapa di bumi ini. Bayangkan. Lihat ay14.
Tuhan temukan Daud karena ia siap. Tuhan temukan Maria karena dia siap.
Jika kau percaya perkataan Tuhan, kau akan bertindak dan menyiapkan diri.
Dengan mendadak Tuhan datang. Dengan sekaligus. Dengan seketika. Jadi kita harus selalu siap. Siapkan dan perbesar kapasitas untuk tujuan Tuhan. 318 orang Abraham memiliki kapasitas yang besar. Raja Sodom rela membayar berapapun.

DI BAWAH KEIMAMATAN MELKISEDEK
Tuhan akan terus mendatangi hidup kita sampai firman itu ter-realisasi. Kita harus bisa keluar dari sistem babel, sampai kau katakan “I shall not want”. Tidak lagi dipengaruhi jiwamu oleh keadaan. Selama itu belum terjadi, firman akan terus mendatangimu.

Melkisedek membawa roti dan anggur. Itu perkataan Tuhan. Maksudnya jangan supaya kita ragu. Jangan beri tempat setan berpijak (kesempatan). Jangan biarkan tuduhan, intimidasi dan keraguan. Jika kita hidup di  bawah keimamatan Melkisedek, kita tidak akan ragu-ragu, firman akan terus mendatangi, mengalir, membuat kita memiliki strong conviction.

Kita akan diproteksi dari musuh dan mammon. Rampasan perang itu yang dari 4orang raja (yang mengalahkan 5 orang raja) adalah hak Abram. Abram memberikan sepersepuluh dari semuanya itu, sebagai tanda penghormatan. Kita akan tetap fokus kepada Allah dan kepentingan Allah. Membangun rumah rohani. Menjadikan kita... masuk dalam ‘rest’.

Kita akan memperoleh kekuatan dan kemenangan.
Kita akan dihadapkan dengan musuh. Sutradaranya Tuhan. Skenarionya dari Tuhan. Ingat kita akan memperoleh kebenaran. Kita akan memiliki kekuatan menghidupi firman.  Tuhan akan menyerahkan musuh kepadamu. Abram memperoleh kemenangan dalam peperangan merebut Lot dari 5 raja itu. Musuh sudah diletakkan di bawah kakimu.

Pewahyuan yang baru akan selalu mendatangi hidup kita. Itu yang diterima Abraham sebagai pencipta: pewahyuan pengenalan Tuhan, dan pemahaman jatidirimu di hadapan Tuhan.
Kita akan dipertemukan dengan orang-orang terhormat. Tapi kita butuh konfirmasi, penegasan dari sorga. Tidak tau darimana dan bagaimana caranya, tapi karena kau telah menjadi titik masuk. Daud siapkan diri di padang rumput. Dengan kecapi dia bermazmur, membangun hubungan dengan Tuhan. Dia benahi diri. Dia hadapi beruang dan singa (musuh-musuh natural). Akhirnya dia terhubung dengan orang-orang terhormat (istana Saul). Promosi itu akan datang. Ada orang-orang yang mengamati saudara.  Orang-orang dunia akan melihat.

Ps. Yappy Widjaya      27-Nov-2016

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...