Langsung ke konten utama

RUMAH ROHANI

PASSION UNTUK MEMBANGUN RUMAH ROHANI
Ps. Irene Tjahyadi 4 Desember 2016

TUHAN sudah melepaskan firmanNya. Ada konsep yang pasti bagi transformasi bangsa dan kota di bentuk ulang. Jemaat harus diperlengkapi di dalam rumah rohani bukan di gereja. Apa bedanya? Di gereja ada gembala, ada domba. Tapi di rumah ada bapa rohani ada anak, ada transfer nilai-nilai rohani dan ada warisan.




Maz 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Gereja belum siap. Lima tahun ini gereja harus siap. Ada angin dari sorga berhembus yang membawa naik gereja. Jangan sampai kita tidak merespon gereja. Harus sudah mulai terbuka.... Harus ada upgrade seperti di Mazmur 23:


Domba di padang rumput....meningkat jadi putra di rumah Tuhan, jadi anak panah, anak panah di tangan pahlawan, jadi anak panah yang dibawa ke pintu gerbang...
Ini kehendak Tuhan, bukan kita. Harus upgrade dan peningkatan posisi. Pasti yang dipilih saat ini. Ia ingin menemukan rumahNya di muka bumi. Tuhan tidak inginkan gereja itu hanya merupakan sekumpulan orang-orang saja. Ia ingn melihat patron yang dari sorga, ada orang-orang yang ikut membangun dan ada harga yang harus dibayar. Kita harus jadi orang-orang yang kuat. Akan ada badai dan hujan. Ada ujian dan tantangan. Ia akan menggoncangkan apa yang bisa tergoncangkan. Ia akan membangun rumah yang kokoh.

Milikilah passion untuk itu. Lima tahun ini akan berlangsung cepat. Jangan menunggu, jangan main-main. 
Firman itu telah dilepaskan bagi kita semua. Apa yang akan terjadi di bangsa ini jangan jadi penonton tapi jadi pelaku/pemeran sebagai mitra Tuhan. Gereja adalah kumpulan orang-orang yang  menjadi mitra bagi Tuhan. Itu harus jadi passion.

Saat ini kita sedang membangun rumah Tuhan...harus jadi rumah Tuhan. Siapa yang menjadi rumah Tuhan? Apa yang kurang di gereja saat ini, padahal firman sudah begitu banyaknya? Ternyata: passion.
Passion dari Tuhan luarbiasa sekali, tapi dari gerejaNya kurang sekali. Zakheus itu pendek badannya, tapi kerinduannya besar untuk bertemu untuk menjumpai Dia. Saya renungkan kembali Zakheus ini. Saya dapatkan sesuatu. Yesus lewat di sana. Ada dorongan di dalam dirinya. Ia menyadari ia pendek. Tapi ada usahanya untuk berlari mendahului orang banyak dan naik memanjat pohon ara. Maka kataNya kepadanya: Ia harus datang ke rumahnya. Itulah passion yang dilihat Tuhan.

Akan ada penyingkapan rumah Tuhan itu harusnya seperti apa. Zakheus itu berusaha. Jangan menunggu, jangan berdiam. Aku merindukan Engkau Tuhan. Passionku harus sama dengan passionMu.
Ketika kota itu dibangun-ulang dan bangsa ditransformasi, maka Ia mencari dulu rumahNya.

Gereja itu banyak...tapi siapa pemilik dari rumah/gereja itu. Kota butuh melihat siapa pemilik rumahNya.
Rumah yang Dia inginkan harus megah seperti Bait Suci yang dibangun Salomo. Bukan mega church. Yang dibangun Salomo itu tidak besar, tapi megahnya luarbiasa. Dia lapisi dengan emas, dengan perak, dengan tembaga. Dan material batu-batu yang berharga. Dia ingin menemukan rumah yang bernilai, hal-hal yang bernilai pada pandangan Allah. Memancarkan kemuliaan Allah. Di Hagai dikatakan: Emas dan perak Aku yang punya. Dia inginkan emas. Bernilai tinggi.

Siapa yang bisa dijadikan rumah?
1. Mereka yang  percaya Dia memiliki passion dan ingin membangun kehidupan bernilai seperti emas ilahi. 
2. Allah juga berperan aktif untuk membangun kehidupan kita. Bukan dengan upaya sendiri.
3. Emas itu gambar kemuliaan Allah dan mereka yang ingin melihat kemuliaan Allah.

Mark 1:32-34 Seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Kehidupan kota itu kacau balau karena dikendalika si jahat. Tapi ketika Yesus ada di dalam rumah, dalam satu malam kendali atas kota itu berpindah. Sekarang kendali ada di dalam rumah Tuhan. Kegelapan yang ada di kota ini akan bisa diubahkan. Saudara harus percaya itu. Ketika gereja dibangun dan terbangun menjadi rumah Tuhan, gereja menjadi pengharapan, karena Tuhan yang memegang kendali. Di dalam rumah  terjadi pergeseran dan kota akan dibangun ulang karena kita mengijinkan Tuhan berkuasa atas rumah/gerejaNya.

Ketika rumah itu terbangun, setan tidak lagi berkuasa, tidak bisa bicara lagi, tidak bisa mempengaruhi kota itu. Kendali dan kuasa itu sudah berpindah. Jangan kita tidak bisa melihat pada saat ini. Minta pengertian yang benar akan firman. Supaya kita bisa melakukan apa yang Tuhan firmankan. Kita harus memiliki respon yang benar seperti Daud.

Kita harus bersyukur, firman sudah dilepaskan. 2 Sam 7: Tuhan tidak pernah bicara kepada siapa pun tentang rumah Tuhan, tapi Daud bisa tau. Maka dikatakan Dia telah menemukan Daud, orang yang berkenan di hadapanNya. Maka Dia katakan akan mengokohkan kerajaan Daud sampai selamanya. Tidak sembarangan Tuhan memberikan hal itu. Daud sangat merindukan membangun rumah Tuhan. Kerinduan yang sama dari Daud harus kita miliki. Hati Daud sama dengan hati Tuhan. Passion yang besar harus kita miliki. Keluar dari hal-hal yang lahiriah. Bukan faktor-faktor lahiriah kita, umur kita, kesempatan kita. Kaleb sudah tua, 80 tahun, tapi dia tetap semangat. Tuhan melihat apa yang ada di dalam hatimu. Jangan terus berada di bawah keadaaan natural kita. Apa yang mulia itu, yang berasal dari Allah harus ada di dalam kita. 

Dari rumah Allahlah kota bisa dibangun ulang.
Yesaya 60:1-3, 17-19

Kemuliaan Sion akan terbit ketika gereja sudah terbangun. Semua akan berubah, kota-kota dibangun, ekonomi dibangun, karena ada pergeseran kepada hal-hal yang bernilai. Sebagai ganti tembaga – emas, sebagai ganti besi-perak. Tidak ada kekerasan, keruntuhan dan kebinasaan di negerimu, bukan hanya di gereja. Kuasa Allah tersiar dan bekerja di luar karena terdorong imannya. Ada orang-orang sakit menerobos dan mendapat kesembuhan. Ada surya kebenaran dari Bapa, berkat Bapa.

Jadi kita harus merespon dengan benar. Ia mencari rumahNya ada terbangun di bumi ini, di negeri ini.

Ada bagian kita, ada bagian Tuhan dan ada yang membangun. Daud sendiri tidak membangun. Dia sudah pasrahkan kepada Salomo. Tapi dia sudah mengerjakan bagiannya, mengumpulkan segala material bagi pembangunan itu: emas, perak,  tembaga, kayu-kayunya, dst.
Kita bersyukur tersedia bapa rohani yang menyediakan material-material untuk membangun rumah, bagi dibangunnya kota dan transformasi bangsa.

Kita lihat ada masa kekeringan, tidak adanya firman setelah Malaekhi.
Kita dibagikan tentang storehouse supaya kita terlepas dari mammon. Dia harus temukan rumah, temukan Sion. Roh Kudus terus membawa kita, mengalirkan terus apa yang dari sorga. Apa yang disediakan Daud harus dibangun menjadi rumah oleh Salomo. Jangan hanya menerima dan mendengar, tapi harus membangun.

Anugerah yang dialirkan Tuhan saat ini, menjadi anuegerah yang besar, menjadi material-material yang besar. Semua itu bernilai. Gambaran Bait Suci itu begitu megah, walau pun bentuknya mungkin hanya kotak saja, tapi menarik ratu Syeba untuk datang. Bangun dengan nilai emas. Jadilah mitra yang benar, sehingga kita dibangun, kota dibentuk ulang. Tidak usah lagi mencari-cari keinginan Tuhan, hanya miliki lah kerinduan dah hati yang sama. Kita akan memiliki passsion yang sama. Jangan melihat usamu, kemampuanmu, tapi adakah hati yang rindu yang sama ukurannya dengan kerinduan Dia.

Lihat keluar dari tenda seperti Abraham, sehingga kita melihat kegerakan apa yang Tuhan lakukan di bangsa ini

Tuhan harus menemukan kita. Daud sedang menggembalakan kambing domba. 
Samuel hanya mendapatkan anak-anak Isai yang gagah-gagah, tapi bukan itu yang Tuhan mau.
Gideon harus keluar dari gua. Pergilah dengan kekuatanmu sendiri, hai pahlawan yang gagah perkasa. Itu respon yang harus dilakukan. Jangan jadi tertekan. Bangun firman, buat itu menjadi keinginan dari dalam, jangan jadi keharusan; sehingga membuat kita tertekan. Ada passion Tuhan yang harus kita responi saat ini, sehingga kita bisa berjalan dari apa yang keluar dari roh kita. Mulai saat ini Tuhan harus menemukanmu. Harus mulai melangkah, sehingga akan ada respon dari Tuhan sendiri.  Lihat Bapa. Bagaimana? Lihat hidupKu, kata Yesus.

Maz132:13-14 Tuhan mengingini Sion menjadi tempat kedudukan-Nya, menjadi tempat perhentianNya dan hendak mendiaminya selama-selamanya. Itulah passion Tuhan. Kita yang harus merespon dan menjawabNya. Tuhan tidak bisa berdiam di sembarang tempat, tapi Dia megingini Sion. Dia merindukannya dan sangat mengingininya. Dengan sekuat tenagamu sediakan material, supaya Dia mendapatkan apa yang diinginkanNya. Jangan kuatirkan kebutuhan sehari-hari, sehingga kita bisa merespon Tuhan.

Hagai 1:1-6 Jangan katakan ini belum waktunya (ay4). Jangan ada masalah dalam hidupmu yang menghalangi. Tuhan melihat hati dan menilai. Jangan terus fokus kepada hal-hal yang lahiriah. Tuhan inginkan untuk membangun rumah bagi Dia. Jangan biarkan rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan, bangunan yang tidak berharga.  Perkataan Hagai harus menjadi peringatan bagi kita dan mereka yang belum sadar juga pentingnya membangun rumah Tuhan dan merespon kebutuhan Tuhan.

Mat 6:31-33 Orang yang tidak peka akan kebutuhan Allah saat ini dan tidak merespon, maka dia sama dengan orang yang tidak mengenal Allah. Selama itu dia akan bergumul, karena masalah yang dihadapinya hanyalah kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Yang Tuhan inginkan kita meresponi dulu kebutuhan Tuhan, karena semua penyediaan itu datangnya dari Dia. 

Maz132:15-18 Ketika kita menjadi rumah, penyediaan itu akan melimpah dari sorga, sehingga tidak lagi menjadi permasalahan apa yang menjadi kebutuhan kita. Itu janjiNya. Jadi adakah kerinduan kita akan hal itu. Jadi kita akan tunjukkan Allah itu seperti apa. Ada karakter, ada mentalitas, ada tujuan Allah; itu bisa kita bagikan. Kita hidup dalam tujuan itu dan bisa kita alirkan keluar segala kekayaan yang dari Allah, yang dari sorga. Maukah kita menjadi sumber berkat itu?

Jangan biarkan level air itu hanya semata kaki, terus berjalan sehingga air itu terus naik, selutut, sepinggang dan terus sehingga tidak bisa lagi ego kita mengendalikan hidup kita, tapi kita terus dibawa oleh Roh. Kita akan dibangkitkan dan bergerak dalam kuat kuasaNya. Kita akan bisa berdampak dan menghidupi banyak orang. Kita akan berjalan sesuai dengan keinginanNya dan kerinduanNya. Lima tahun lagi gereja ini harus mengalami perubahan besar. Gereja ini harus sudah terbangun. Dia harus ada di rumahNya ini. Ada pekerjaanNya, ada kuasaNya, ada kemuliaanNya.

Kej28:10-22 Kepada Yakub diperintahkan pergi ke Haran. Yakub taat. Di perjalanan dia tertidur di Lus dan mendapatkan mimpi. Tuhan menjamahh Yakub yang natural dan dia mengalami hal-hal yang spiritual. Di dalam mimpinya Dia bersekutu dengan Tuhan, mendapatkan pewahyuan, dan memberikan titik masuk / pintu masuk / tangga. Tempat yang natural itu bisa menjadi rumah Tuhan. Kita juga yang masih manusia-manusia natural bisa dijamah, bisa melihat, bisa masuk ke alam roh dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Tuhan memperlihatkan apa yang dari Tuhan, Dia berikan janji-janjiNya, kemuliaanNya, perlindunganNya. 

Ketika kita berdoa dan berkumpul, kita harus bisa mengakses alam roh, sehigga kita dapatkan apa yang Dia sediakan: frekuensi sorga sebagai titik masuk, perkataanNya, keinginanNya, tujuanNya. Itu yang kita deklarasikan.  Kalo kita menjadi rumah Tuhan ... Bangun hdup kita menjadi rumah Allah. Sorga akan mudah terkonek. Kita akan menjadi pintu.


  

Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...