Langsung ke konten utama

RUMAH ROHANI

PASSION UNTUK MEMBANGUN RUMAH ROHANI
Ps. Irene Tjahyadi 4 Desember 2016

TUHAN sudah melepaskan firmanNya. Ada konsep yang pasti bagi transformasi bangsa dan kota di bentuk ulang. Jemaat harus diperlengkapi di dalam rumah rohani bukan di gereja. Apa bedanya? Di gereja ada gembala, ada domba. Tapi di rumah ada bapa rohani ada anak, ada transfer nilai-nilai rohani dan ada warisan.




Maz 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Gereja belum siap. Lima tahun ini gereja harus siap. Ada angin dari sorga berhembus yang membawa naik gereja. Jangan sampai kita tidak merespon gereja. Harus sudah mulai terbuka.... Harus ada upgrade seperti di Mazmur 23:


Domba di padang rumput....meningkat jadi putra di rumah Tuhan, jadi anak panah, anak panah di tangan pahlawan, jadi anak panah yang dibawa ke pintu gerbang...
Ini kehendak Tuhan, bukan kita. Harus upgrade dan peningkatan posisi. Pasti yang dipilih saat ini. Ia ingin menemukan rumahNya di muka bumi. Tuhan tidak inginkan gereja itu hanya merupakan sekumpulan orang-orang saja. Ia ingn melihat patron yang dari sorga, ada orang-orang yang ikut membangun dan ada harga yang harus dibayar. Kita harus jadi orang-orang yang kuat. Akan ada badai dan hujan. Ada ujian dan tantangan. Ia akan menggoncangkan apa yang bisa tergoncangkan. Ia akan membangun rumah yang kokoh.

Milikilah passion untuk itu. Lima tahun ini akan berlangsung cepat. Jangan menunggu, jangan main-main. 
Firman itu telah dilepaskan bagi kita semua. Apa yang akan terjadi di bangsa ini jangan jadi penonton tapi jadi pelaku/pemeran sebagai mitra Tuhan. Gereja adalah kumpulan orang-orang yang  menjadi mitra bagi Tuhan. Itu harus jadi passion.

Saat ini kita sedang membangun rumah Tuhan...harus jadi rumah Tuhan. Siapa yang menjadi rumah Tuhan? Apa yang kurang di gereja saat ini, padahal firman sudah begitu banyaknya? Ternyata: passion.
Passion dari Tuhan luarbiasa sekali, tapi dari gerejaNya kurang sekali. Zakheus itu pendek badannya, tapi kerinduannya besar untuk bertemu untuk menjumpai Dia. Saya renungkan kembali Zakheus ini. Saya dapatkan sesuatu. Yesus lewat di sana. Ada dorongan di dalam dirinya. Ia menyadari ia pendek. Tapi ada usahanya untuk berlari mendahului orang banyak dan naik memanjat pohon ara. Maka kataNya kepadanya: Ia harus datang ke rumahnya. Itulah passion yang dilihat Tuhan.

Akan ada penyingkapan rumah Tuhan itu harusnya seperti apa. Zakheus itu berusaha. Jangan menunggu, jangan berdiam. Aku merindukan Engkau Tuhan. Passionku harus sama dengan passionMu.
Ketika kota itu dibangun-ulang dan bangsa ditransformasi, maka Ia mencari dulu rumahNya.

Gereja itu banyak...tapi siapa pemilik dari rumah/gereja itu. Kota butuh melihat siapa pemilik rumahNya.
Rumah yang Dia inginkan harus megah seperti Bait Suci yang dibangun Salomo. Bukan mega church. Yang dibangun Salomo itu tidak besar, tapi megahnya luarbiasa. Dia lapisi dengan emas, dengan perak, dengan tembaga. Dan material batu-batu yang berharga. Dia ingin menemukan rumah yang bernilai, hal-hal yang bernilai pada pandangan Allah. Memancarkan kemuliaan Allah. Di Hagai dikatakan: Emas dan perak Aku yang punya. Dia inginkan emas. Bernilai tinggi.

Siapa yang bisa dijadikan rumah?
1. Mereka yang  percaya Dia memiliki passion dan ingin membangun kehidupan bernilai seperti emas ilahi. 
2. Allah juga berperan aktif untuk membangun kehidupan kita. Bukan dengan upaya sendiri.
3. Emas itu gambar kemuliaan Allah dan mereka yang ingin melihat kemuliaan Allah.

Mark 1:32-34 Seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Kehidupan kota itu kacau balau karena dikendalika si jahat. Tapi ketika Yesus ada di dalam rumah, dalam satu malam kendali atas kota itu berpindah. Sekarang kendali ada di dalam rumah Tuhan. Kegelapan yang ada di kota ini akan bisa diubahkan. Saudara harus percaya itu. Ketika gereja dibangun dan terbangun menjadi rumah Tuhan, gereja menjadi pengharapan, karena Tuhan yang memegang kendali. Di dalam rumah  terjadi pergeseran dan kota akan dibangun ulang karena kita mengijinkan Tuhan berkuasa atas rumah/gerejaNya.

Ketika rumah itu terbangun, setan tidak lagi berkuasa, tidak bisa bicara lagi, tidak bisa mempengaruhi kota itu. Kendali dan kuasa itu sudah berpindah. Jangan kita tidak bisa melihat pada saat ini. Minta pengertian yang benar akan firman. Supaya kita bisa melakukan apa yang Tuhan firmankan. Kita harus memiliki respon yang benar seperti Daud.

Kita harus bersyukur, firman sudah dilepaskan. 2 Sam 7: Tuhan tidak pernah bicara kepada siapa pun tentang rumah Tuhan, tapi Daud bisa tau. Maka dikatakan Dia telah menemukan Daud, orang yang berkenan di hadapanNya. Maka Dia katakan akan mengokohkan kerajaan Daud sampai selamanya. Tidak sembarangan Tuhan memberikan hal itu. Daud sangat merindukan membangun rumah Tuhan. Kerinduan yang sama dari Daud harus kita miliki. Hati Daud sama dengan hati Tuhan. Passion yang besar harus kita miliki. Keluar dari hal-hal yang lahiriah. Bukan faktor-faktor lahiriah kita, umur kita, kesempatan kita. Kaleb sudah tua, 80 tahun, tapi dia tetap semangat. Tuhan melihat apa yang ada di dalam hatimu. Jangan terus berada di bawah keadaaan natural kita. Apa yang mulia itu, yang berasal dari Allah harus ada di dalam kita. 

Dari rumah Allahlah kota bisa dibangun ulang.
Yesaya 60:1-3, 17-19

Kemuliaan Sion akan terbit ketika gereja sudah terbangun. Semua akan berubah, kota-kota dibangun, ekonomi dibangun, karena ada pergeseran kepada hal-hal yang bernilai. Sebagai ganti tembaga – emas, sebagai ganti besi-perak. Tidak ada kekerasan, keruntuhan dan kebinasaan di negerimu, bukan hanya di gereja. Kuasa Allah tersiar dan bekerja di luar karena terdorong imannya. Ada orang-orang sakit menerobos dan mendapat kesembuhan. Ada surya kebenaran dari Bapa, berkat Bapa.

Jadi kita harus merespon dengan benar. Ia mencari rumahNya ada terbangun di bumi ini, di negeri ini.

Ada bagian kita, ada bagian Tuhan dan ada yang membangun. Daud sendiri tidak membangun. Dia sudah pasrahkan kepada Salomo. Tapi dia sudah mengerjakan bagiannya, mengumpulkan segala material bagi pembangunan itu: emas, perak,  tembaga, kayu-kayunya, dst.
Kita bersyukur tersedia bapa rohani yang menyediakan material-material untuk membangun rumah, bagi dibangunnya kota dan transformasi bangsa.

Kita lihat ada masa kekeringan, tidak adanya firman setelah Malaekhi.
Kita dibagikan tentang storehouse supaya kita terlepas dari mammon. Dia harus temukan rumah, temukan Sion. Roh Kudus terus membawa kita, mengalirkan terus apa yang dari sorga. Apa yang disediakan Daud harus dibangun menjadi rumah oleh Salomo. Jangan hanya menerima dan mendengar, tapi harus membangun.

Anugerah yang dialirkan Tuhan saat ini, menjadi anuegerah yang besar, menjadi material-material yang besar. Semua itu bernilai. Gambaran Bait Suci itu begitu megah, walau pun bentuknya mungkin hanya kotak saja, tapi menarik ratu Syeba untuk datang. Bangun dengan nilai emas. Jadilah mitra yang benar, sehingga kita dibangun, kota dibentuk ulang. Tidak usah lagi mencari-cari keinginan Tuhan, hanya miliki lah kerinduan dah hati yang sama. Kita akan memiliki passsion yang sama. Jangan melihat usamu, kemampuanmu, tapi adakah hati yang rindu yang sama ukurannya dengan kerinduan Dia.

Lihat keluar dari tenda seperti Abraham, sehingga kita melihat kegerakan apa yang Tuhan lakukan di bangsa ini

Tuhan harus menemukan kita. Daud sedang menggembalakan kambing domba. 
Samuel hanya mendapatkan anak-anak Isai yang gagah-gagah, tapi bukan itu yang Tuhan mau.
Gideon harus keluar dari gua. Pergilah dengan kekuatanmu sendiri, hai pahlawan yang gagah perkasa. Itu respon yang harus dilakukan. Jangan jadi tertekan. Bangun firman, buat itu menjadi keinginan dari dalam, jangan jadi keharusan; sehingga membuat kita tertekan. Ada passion Tuhan yang harus kita responi saat ini, sehingga kita bisa berjalan dari apa yang keluar dari roh kita. Mulai saat ini Tuhan harus menemukanmu. Harus mulai melangkah, sehingga akan ada respon dari Tuhan sendiri.  Lihat Bapa. Bagaimana? Lihat hidupKu, kata Yesus.

Maz132:13-14 Tuhan mengingini Sion menjadi tempat kedudukan-Nya, menjadi tempat perhentianNya dan hendak mendiaminya selama-selamanya. Itulah passion Tuhan. Kita yang harus merespon dan menjawabNya. Tuhan tidak bisa berdiam di sembarang tempat, tapi Dia megingini Sion. Dia merindukannya dan sangat mengingininya. Dengan sekuat tenagamu sediakan material, supaya Dia mendapatkan apa yang diinginkanNya. Jangan kuatirkan kebutuhan sehari-hari, sehingga kita bisa merespon Tuhan.

Hagai 1:1-6 Jangan katakan ini belum waktunya (ay4). Jangan ada masalah dalam hidupmu yang menghalangi. Tuhan melihat hati dan menilai. Jangan terus fokus kepada hal-hal yang lahiriah. Tuhan inginkan untuk membangun rumah bagi Dia. Jangan biarkan rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan, bangunan yang tidak berharga.  Perkataan Hagai harus menjadi peringatan bagi kita dan mereka yang belum sadar juga pentingnya membangun rumah Tuhan dan merespon kebutuhan Tuhan.

Mat 6:31-33 Orang yang tidak peka akan kebutuhan Allah saat ini dan tidak merespon, maka dia sama dengan orang yang tidak mengenal Allah. Selama itu dia akan bergumul, karena masalah yang dihadapinya hanyalah kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Yang Tuhan inginkan kita meresponi dulu kebutuhan Tuhan, karena semua penyediaan itu datangnya dari Dia. 

Maz132:15-18 Ketika kita menjadi rumah, penyediaan itu akan melimpah dari sorga, sehingga tidak lagi menjadi permasalahan apa yang menjadi kebutuhan kita. Itu janjiNya. Jadi adakah kerinduan kita akan hal itu. Jadi kita akan tunjukkan Allah itu seperti apa. Ada karakter, ada mentalitas, ada tujuan Allah; itu bisa kita bagikan. Kita hidup dalam tujuan itu dan bisa kita alirkan keluar segala kekayaan yang dari Allah, yang dari sorga. Maukah kita menjadi sumber berkat itu?

Jangan biarkan level air itu hanya semata kaki, terus berjalan sehingga air itu terus naik, selutut, sepinggang dan terus sehingga tidak bisa lagi ego kita mengendalikan hidup kita, tapi kita terus dibawa oleh Roh. Kita akan dibangkitkan dan bergerak dalam kuat kuasaNya. Kita akan bisa berdampak dan menghidupi banyak orang. Kita akan berjalan sesuai dengan keinginanNya dan kerinduanNya. Lima tahun lagi gereja ini harus mengalami perubahan besar. Gereja ini harus sudah terbangun. Dia harus ada di rumahNya ini. Ada pekerjaanNya, ada kuasaNya, ada kemuliaanNya.

Kej28:10-22 Kepada Yakub diperintahkan pergi ke Haran. Yakub taat. Di perjalanan dia tertidur di Lus dan mendapatkan mimpi. Tuhan menjamahh Yakub yang natural dan dia mengalami hal-hal yang spiritual. Di dalam mimpinya Dia bersekutu dengan Tuhan, mendapatkan pewahyuan, dan memberikan titik masuk / pintu masuk / tangga. Tempat yang natural itu bisa menjadi rumah Tuhan. Kita juga yang masih manusia-manusia natural bisa dijamah, bisa melihat, bisa masuk ke alam roh dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Tuhan memperlihatkan apa yang dari Tuhan, Dia berikan janji-janjiNya, kemuliaanNya, perlindunganNya. 

Ketika kita berdoa dan berkumpul, kita harus bisa mengakses alam roh, sehigga kita dapatkan apa yang Dia sediakan: frekuensi sorga sebagai titik masuk, perkataanNya, keinginanNya, tujuanNya. Itu yang kita deklarasikan.  Kalo kita menjadi rumah Tuhan ... Bangun hdup kita menjadi rumah Allah. Sorga akan mudah terkonek. Kita akan menjadi pintu.


  

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...