Langsung ke konten utama

BERJALAN BERSAMA TUHAN (WALK WITH GOD)

Sedikitnya ada 2 tokoh Alkitab yang disebutkan kehidupnya sebagai walk with God. Mereka adalah Henokh dan Nuh.  Lalu bagaimana dengan Ayub? Ayub adalah orang yang saleh dan jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Itu adalah karakter ilahi yang dimiliki Ayub. Namun demikian, Alkitab tidak menyebutkan bahwa Ayub berjalan bersama Tuhan. Dikatakan bahwa Ayub bertindak sebagai imam dalam rumahnya. Setelah anak-anaknya mengadakan pesta, Ayub memanggil mereka dan menguduskan mereka pada keesokkan harinya dengan mempersembahkan korban bakaran bagi mereka.

gbr: pinterest.com


USAHA MANUSIA VS ANUGERAH

Walau pun setiap kali mempersembahkan korban bagi anak-anaknya, ke 7 anak laki-laki dan ke 3 anak perempuan Ayub tetap ditimpa bencana. Ketika mereka sedang berpesta di rumah anak yang sulung, tiba-tiba angin ribut melanda rumah itu dan merobohkannya sehingga mereka mati tertimpa. Tuhan mengijinkan hal itu terjadi pada mereka. Kita melihat rumah mereka tidaklah kokoh dan tidak bisa menahan tiupan angin yang dikirim si jahat. Secara spiritual, berarti rumah rohani yang dibangun oleh Ayub tidak sesuai dengan pola Tuhan dalam membangun rumah (Mazmur 127).  Itu berarti rumah masih belum terbangun, sehingga seluruh keluarga Ayub mengalami banyak goncangan yang luarbiasa. Usaha manusia akan gagal.

APA ARTINYA?

Kita akan belajar bahwa ada hal-hal “kecil” yang lolos dari perhatian kita. Prinsipnya adalah ada bagian yang merupakan bagian pekerjaan Tuhan. Dan ada bagian yang merupakan bagian kita. Tidak boleh ada pencampuran antara kedua bagian itu, walau pun kita merupakan mitra Tuhan yang sejajar. Tuhan sendiri tidak pernah mencampuri apa yang harusnya menjadi bagian kita. Walau pun terkadang Ia harus mengintervensi kehidupan kita, itu dilakukannya lewat orang lain, dengan mengutus mereka masuk ke dalam kehidupan kita.

PERJALANAN YAKUB MENJADI ISRAEL

Yakub Di Utus - Baca Kejadian 28

Kej 28:1 Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan. 28:2 Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.

Ishak berpesan kepada Yakub supaya jangan mengambil isteri dari perempuan Kanaan. Pada waktu itu, orang-orang Kanaan melakukan praktek-praktek penyembahan berhala dengan mempersembahkan jiwa anak-anak perempuan  dan anak-anak laki-laki.

Berkat Diberikan kepada Yakub demi: Menjaga Kemurnian Benih Ilahi

Kej 28:3 Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati  engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa. 28:4 Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham."

     Tujuan Kerajaan Allah adalah: Bangsa-bangsa 
          
            Berkat yang untuk Abraham: benih ilahi / benih Kerajaan Allah yang akan didirikan di muka bumi ini melalui keturunannya.

Jadi larangan bagi Yakub menikahi perempuan Kanaan itu dilakukan demi menjaga benih ilahi dan benih Kerajaan yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham. Yakub harus mampu menjaga kemurnian benih dan meneruskan benih itu kepada keturunan selanjutnya.

Sorga Terbuka

28:10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. 28:11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. 28:12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.

Dalam melaksanakan misinya ini, Yakub menjumpai perkara-perkara yang ajaib. Dia seperti berjalan di bawah sorga yang terbuka.

28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. 28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. 28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”

Yakub mengalami perjumpaan ilahi dengan Allah. Pada saat itu Allah belum menjadi Allah Yakub. Sekarang Yakub menerima janji yang sama dengan janji yang kepada Abraham.

28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga." 28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. 28:19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.

Betel artinya rumah Allah, sebuah tempat kudus di mana persekutuan yang intim dimungkinkan.

Tuhan ada – Yakub tidak tau - kita sering tidak tau kehadiran Tuhan. Sekarang Dia sudah ada di dalam kita, tapi sering kita tidak mau tau, tidak peduli.

Ikat-Janji Hanya Dimungkinkan Terjadi Di Rumah Tuhan

Janji Allah kepada Yakub:  Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu (ay 15).

… …  Tuhan tidak akan pernah meninggalkan, dan DIA YANG  MELAKUKAN apa yang Dia janjikan…. BAGIAN-NYA

Keputusan Yakub

28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, 28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.

Yakub memutuskan untuk berjalan bersama Tuhan…. Jika Allah menyertai dan melindungi di jalan yang kutempuh ini….
…..memberikan roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai… 

Yakub bukan menuntut berkat, bukan juga meminta syarat.

2.     Berkat bukan sebagai tanda penyertaan, bukan tanda perkenanan atau suatu tanda ikat-janji

3.     Perkenanan sudah diberikan, hanya harus dikenakan
(kemuliaan sudah diberikan, belum kita kenakan..  Manusia baru sudah diciptakan, namun belum dikenakan. Hati yang baru sudah diberikan, kirbat yang baru bagi anggur yang baru, manusia lama harus di-eksekusi, kedagingan harus dimatikan, self harus disalibkan….).

4.     Berkat, perlindungan, penyertaan  sebagai bekal selama perjalanan – hari demi hari –  itu bagian pekerjaan Tuhan.  Yakub seakan berkata: Aku  tidak mau dipusingkan oleh urusan makanan dan pakaian dan penghidupannya dalam melakukan misi ini….dalam perjalanan ini.

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Tim 2:4

5.     Menerima berkat bagi orang percaya SEHARUSNYA sebagai menerima bagian dari Bapa, sebagai bagian dari janji yang bagi Abraham, bukan berkat Tuhan pada umumnya.

6.     Berkat dari Kerajaan-Nya bukan soal makanan, minuman atau pakaian: tapi…soal kebenaran, DAMAI SEJAHTERA, dan sukacita…Roma 14:17; Yes 9:7

Dalam perumpamaan si bungsu dan si sulung, si bungsu meminta warisan BAGIAN-NYA sendiri; bukan berkat dari bapa-nya… Itu sebabnya setelah ia mendapatkan “berkat” bagiannya sendiri, ia tidak mendapatkan kebenaran, tidak ada damai sejahtera dan sukacita.

LUKAS 15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

Anak Sulung tidak menganggap bapanya sebagai bapa, karena dia menganggap dirinya hanya sebatas orang upahan bapanya, walau pun ia selalu taat dan setia. Jadi si sulung bukanlah anak dalam rumah. Jadi tidak memungkinkan adanya ikat-janji.

Lukas 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Hanya anak dalam rumah yang dapat menikmati berkat-berkat yang merupakan bagian dari Bapa.

Jadi, janji-janji Tuhan itu bukan untuk dituntut….dan tidak bisa diklaim secara sepihak, tapi bagaimana kita mengenakan ikat-janji terlebih dulu: dengan melakukan ikat-janji melalui bapa dalam rumah.

Pengutusan itu harus dari dalam rumah…bukan karena pemberontakan seperti si bungsu yang pergi meninggalkan rumah atau seperti Esau yang pergi tanpa pengutusan, karena tidak mungkin sebab tidak menghargai Firman dan hak kesulungan.

Si sulung melayani dan bekerja dalam rumah, tidak pernah diutus, karena walaupun secara fisik di rumah, tapi si sulung bukan lah anak dalam rumah.  Dia menganggap dirinya sebagai orang upahan bapanya. Ia bekerja ingin mendapatkan upah, ingin mendapatkan perkenanan.

Sampai titik ini WALK WITH GOD bicara mengenai:


1     KERAJAAN ALLAH
2.     RUMAH ROHANI (Penundukan diri, ikat-janji dengan bapa rohani, menjadi putra/huios)
3.     PENGUTUSAN (panggilan/destiny, ikat-janji dengan Tuhan)

Yakub Dan Jerih-Payah Sendiri

Di rumah Laban Yakub melakukan pekerjaan baik (good works),  dalam menantikan mengerjakan ikat-janji dan penggenapannya. Dia juga ada dalam misi bagi tujuan Kerajaan Allah. Karena itu Tuhan menyertainya, hanya ada beberapa hal yang tidak disadarinya yang membelokkan agenda Tuhan menjadi motivasi dan ambisi pribadinya.  Ia jatuh cinta kepada Rahel pada pandangan pertama dan itu menjadi obsesi pribadinya hampir sepanjang umurnya, karena cintanya itu. Masalah ini akan termanifestasi sampai pada hari tuanya dan Tuhan harus mengakhiri kelemahan ini tahap demi tahap.  (lihat Perspektif Rumah Rohani…)

Urusan Yakub dengan Laban harus diselesaikan dulu sebelum ia dapat melanjutkan perjalanannya.  Tuhan menyuruh Yakub untuk kembali ke rumah ayahnya. Hubungan antara Yakub dan keluarga Laban bukanlah hubungan yang harmonis, tetapi merupakan dua kubu yang berlawanan, namun, karena Tuhan telah mengingatkan Laban, maka akhirnya mereka berpisah baik-baik.

Yakub telah menaati perintah Allah dengan meninggalkan Laban dan kembali ke tanah Kanaan (Kej 31:13), ke tanah Seir, daerah Edom, wilayah  kediaman Esau kakaknya yang bermusuhan itu. Yakub sangat ketakutan bertemu kembali dengan Esau.

Kej 32:1 Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia. 32:2 Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: "Ini bala tentara Allah." Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim

Allah mengutus para malaikat mendahuluinya dan untuk meyakinkan Yakub akan kehadiran dan perlindungan-Nya seperti yang diucapkan-Nya sebelumnya.

Yakub Menang Atas Tuhan Dan Atas Manusia  (Extended Grace)
Kej 32:22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. 32:23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. 32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

Dasar dari pergulatan Yakub dengan seorang Malaikat Tuhan - yang dipercayai sebagai pre-reinkarnasi Tuhan Yesus -  adalah masalah pergumulan hidup Yakub.  Dia harus bisa mengubah takdirnya dari penipu, pecundang dan pelarian. Dia menipu Esau. Dia juga seorang yang dipecundangi Laban 20 tahun lamanya untuk mendapatkan Rahel dan Lea dan untuk mendapatkan upahnya. Dan Yakub sekarang   sedang ketakutan dan merasa sesak hatinya untuk menghadapi Esau yang sedang mendatanginya dengan 400 orang yang menyertainya (Kej 32:6,7).

Mungkin Yakub merasa semuanya yang dia kerjakan dan dia peroleh selama 20 tahun akan berakhir sia-sia. Ini bukan pergulatan biasa. Ini pergulatan di alam natural dan di alam supranatural.

Kej 32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. 32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

Orang itu tidak mungkin tidak dapat mengalahkan Yakub, tapi Ia melihat Yakub telah berada pada titik penyerahan diri secara total.

Kej 32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."

Di sini Tuhan bukan tidak tau namanya, Ia ingin Yakub mengingat akan asal usulnya.


Kej 32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel , sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.

Hubungan pada level inilah yang disebut AWAL dari “walk with God”  dimana ada dua pihak sepakat.

Amos 3:3  Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji (agreed = sepakat) ?

Sebelum Ada Kesepakatan

Hos 12:2-6
12:2 TUHAN mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya. 12:3  Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah. 12:4 Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya: 12:5  --yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya-- 12:6 "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa."

Sebelum ada kesepakatan orang itu memukul sendi pangkal paha Yakub. Ia harus menghukum Yakub atas perbuatannya. Sendi pangkal paha Yakub terpelecok. Pangkal paha merupakan otot tendon terbesar yang dimiliki seseorang. Sekarang  ia tidak dapat lagi bertumpu kepada kekuatannya dan kegagahannya sendiri. Dengan demikian, Yakub benar-benar berpegang erat kepada orang itu sekuat-kuatnya dan tidak akan melepaskannya sebelum ia memberkatinya untuk mengatasi segala kerumitan dan masalah yang telah dibuatnya.

Kita Harus Bisa Mengalahkan Tuhan Dan Manusia

Kalo direnungkan perjalanan hidup kita kayaknya (harusnya) mirip-mirip dengan Yakub... Semua harus melalui dan mengakhiri jalan hidupnya sendiri melalui pergumulan dengan (firman) Tuhan dalam kesendirian (personal relationship),  menyeberang  (crossover from comfort zone), bergumul habis-habisan sekarang, segala macam pergumulan, sekali dan untuk selamanya (mengakhiri cara hidup, agenda pribadi dan kekuatan sendiri) di sungai Yabok (= empty) dengan mengosongkan diri, untuk memasuki hari yang baru (new dawn), level keintiman yang baru, siklus yang sama sekali baru.

Kejadian 32:28b .... sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Kita harus bisa mengalahkan Tuhan dengan mengalahkan manusia yaitu diri kita sendiri, manusia lama kita, maka kita akan mendapatkan berkat dari janji-janji Nya yaitu our greatest needs He knows!

Efesus 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu (and be renewed in the spirit of your mind).

Perhatikan: pergumulan itu sendiri berarti intimacy dengan Tuhan. Hidup Yakub sangat bergantung kepada Tuhan.

Kembali Kepada Panggilan Semula (Destiny = takdir)

Bergulat berarti bertarung dan mengalahkan dengan bertahan. Banyak dari kita tidak mengijinkan Tuhan untuk memberkati kita, karena kita belum menyerah pada prosesnya. Persis seperti Yakub yang terus berusaha memperbaiki dirinya sendiri; bukannya membiarkan Tuhan bekerja dalam hidupnya.

Saat ia menipu saudaranya dari hak kesulungannya dan berkat ayahnya, menipu ayahnya agar memberkati dia, bukan Esau.

TUHAN memanggil umat-Nya untuk bangkit, sebab terangmu telah datang! Sudah waktunya untuk membiarkan manusia lama kita mati agar Tuhan dapat membawa Anda kepada takdir! Yakub harus menyadari bahwa dia tidak bisa terus menipu dan menipu orang lain seperti yang dilakukannya di masa lalu, karena itu menyakiti hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya!

Dan, sampai dia melakukannya dia tidak akan dan tidak bisa berjalan dalam takdir yang sejati seperti yang Tuhan maksudkan untuknya! Anda lihat, Yakub mulai menyadari bahwa ia membutuhkan lebih dari sekadar warisan, tetapi ia membutuhkan sesuatu yang lebih: hubungan pribadi dan perjumpaan dengan Allah sesuatu yang tidak ia miliki! Inilah mengapa dia menjadi sangat gigih bergulat sepanjang malam dengan orang yang dia geluti!

Saatnya untuk berjumpa dengan Tuhan secara tatap muka (face to face). Setelah Yakub menjadi Israel, ia mengubah nama tempat itu dari Yabok ke Peniel (dari kekosongan kepada berhadapan muka dengan Tuhan).

Tuhan memanggil umatnya ke dalam takdir yang sejati.

Tuhan memanggil sisa orang yang siap menyerahkan daging; mempersembahkannya sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan untuk berjalan sebagai tentara bagi TUHAN. Tidak ada nama baru yang dapat diberikan kepada mereka yang masih berjalan dalam kedagingan dan membawa kantong anggur tua. Mari mulai memiliki perjumpaan pribadi dengannya!

Roh Kudus berkeinginan dan mampu mendatangi kita dan menuntun kita dalam seruan dan ratapan yang kuat untuk menang bersama Allah dan manusia.

Kesimpulannya :WALK WITH GOD bicara mengenai:

1     KERAJAAN ALLAH
2.     RUMAH ROHANI (Penundukan diri, ikat-janji dengan bapa rohani, menjadi putra/huios)
3.     PENGUTUSAN (panggilan/destiny, ikat-janji dengan Tuhan)
4.  IKAT-JANJI  secara pribadi dengan Tuhan (Tuhannya bapa rohani menjadi Tuhan kita)
5.  Level Hubungan Intimacy Muka dengan Muka
6. Tujuan Hidup / takdir (destiny)
7. Pimpinan Roh Kudus selamanya (walau pun sudah mencapai destiny, sampai kepada kekekalan).

Tuhan memberkati Saudara. Amin

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...