Langsung ke konten utama

ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN

Hidup yang bagaimana? Iman yang bagaimana?

Galatia 3:10-14 

gbr. slideshare.com


GALATIA 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

==========================
Kita mulai dengan ayat 10.

3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

Dikatakan semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat berada di bawah kutuk.
Semua orang tanpa kecuali akan otomatis berada di bawah hukum Taurat, kecuali ia mengadopsi hukum yang lain, yaitu hukum Kristus.

Hukum Taurat ini tidak ubahnya dengan hukum alam atau hukum-hukum dalam ilmu fisika. Alam pasti tunduk di bawah hukum fisika. Hukum alam itu bekerja - pasti terjadi. 

Demikian juga dikatakan hukum Taurat itu bekerja. Pekerjaan dari hukum Taurat menghasilkan kutuk. Dengan demikian semua orang yang hidup di bawah hukum Taurat akan terkena kutuk. Apa akibat dari kutuk hukum Taurat itu? Kematian kekal.

Ayat 11 adalah pokok tema bahasan ini "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."

Berikut Ini adalah inti daripada hukum Kristus.
Ketika kita mengikrarkan iman kita kepada (pekerjaan) Yesus Kristus - berarti kita meng-adopsi hukum Kristus. Kita terbungkus dan terlindung oleh hukum Kristus oleh karena iman kita.  Bagaimana bisa? Paulus menjelaskannya di ayat 13.

Ayat 13 menjelaskan bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat; sehingga memungkinkan kita untuk hidup berdasarkan iman dan tidak lagi berada di bawah kuasa hukum Taurat. Hubungan kita dengan Tuhan bukan lagi hubungan agamawi, bukan berdasarkan hukum Taurat, tetapi hubungan yang berdasarkan ikat-janji melalui iman. Ikat-janji ini dimateraikan dengan darah Kristus. Dan hubungan ikat-janji ini dijamin secara aktual dan dinamis dengan diberikannya Roh Kudus kepada kita sebagai pemegang dari janji Tuhan dan sebagai ahli waris Kerajaan-Nya.

Matius 26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Mengapa dimateraikan oleh darah Kristus?

Ibrani 9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Perjanjian yang pertama adalah perjanjian lama berdasarkan hukum-hukum Taurat.

Ibrani 9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. 9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. 9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.

Perjanjian yang pertama adalah gambaran atau konseptual dari perjanjian yang sesungguhnya.

Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Ibrani 9:22

Ibrani 9:14 betapa lebihnya darah Kristus , yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia.

Darah Kristus memiliki kuasa untuk pengampunan, untuk menyucikan hati nurani; menebus dosa kita karena pelanggaran-pelanggaran kita; dan untuk menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia. 
Darah Kristus terus berseru dengan kuat kepada Bapa "mercy, mercy, mercy".
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Lukas 23:34

AYAT 14

Gal 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Ayat 14 Merupakan hasil karya Yesus Kristus.
Jika ada yang bertanya: Apakah hasil karya Yesus Kristus dengan kematian-Nya di atas kayu salib hanya supaya kita bisa menerima Roh Kudus?  Ini pertanyaan sangat bagus dan sekaligus sangat bodoh; tergantung kepada maksudnya bertanya.

Roh Kudus tidak mungkin bisa dicurahkan tanpa pengorbanan Yesus Kristus, karena semua manusia telah terpisah hubungannya dengan Tuhan dan dengan sorga. Ibrani 9:14 sudah menjelaskan bahwa darah Kristus lah yang menyucikan hati nurani kita. Tanpa penyucian kita tidak mungkin menerima Roh-Nya yang kudus.

Mengapa menjadi bodoh? Karena orang yang bertanya tidak mengerti baik karunia, hikmat mau pun kuasa daripada Roh Kudus. Tanpa mengenal dan dipimpin oleh Roh Kudus tidak mungkin kita bisa hidup benar.

Mungkin kita sudah menerima firman dan pewahyuan, tapi tanpa pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita tidak mungkin kita menjadi orang benar. KITA BARU DIBENARKAN DAN BELUM MENJADI ORANG BENAR. 

Firman, Roh dan iman bekerjasama dalam satu kesatuan, sebagaimana Bapa, Putra dan Roh.
Orang-orang yang hidup sebelum Perjanjian Baru disahkan oleh Kristus dengan darah-Nya, tidak bisa menerima Roh Kudus seperti yang kita terima sekarang ini, kecuali hanya orang-orang tertentu yang diurapi saja. Sebelumnya, Bapa tidak bisa mencurahkan roh Kristus dari sorga.

Orang yang benar akan hidup oleh iman

Hidup yang bagaimana? Iman yang bagaimana? Apa hubungannya iman dengan hidup? Apa hubungannya orang benar dengan iman?

Iman itu yang melekatkan (mungkin ada istilah yang lebih tepat - mengenakan – attach, put on ) kita kepada hidup di dalam hukum Kristus. Jika seseorang kehilangan iman berarti ia kehilangan perekat. Jika ada hal-hal yang melemahkan iman - yaitu ketidakpercayaan dan kehidupan yang kembali kepada kehidupan lama karena cinta akan dunia ini -  berarti orang itu kehilangan perekat kepada kehidupan dalam Kristus.

Dan hanya iman kepada Kristus yang menyebabkan hukum Kristus itu bekerja terus dalam kehidupan kita. Selama kita memegang ikat-janji dan tidak melepaskannya atau menggagalkannya maka kita aman dalam lindungan Tuhan, karena hukum Kristus itu bekerja dalam hidup kita. Karena itu kita dituntut untuk tidak pernah melupakan kasih yang mula-mula ketika pertama kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, demi meneguhkan ikat-janji kita dengan Dia.

Hidup yang bagaimana?

Ini adalah kehidupan di mana mulai ketika kita dilahirkan kembali. Ada satu kesadaran akan kasih-Nya yang abadi, akan keberadaan-Nya; kesadaran akan diri kita dan kebutuhan ketergantungan hidup kita kepada-Nya.

Kelahiran kembali adalah awal dari kehidupan yang baru (a new way of living).  Ini adalah mujizat yang sesungguhnya yang pertama kita terima dan alami sendiri.  Ini adalah hidup yang berkelimpahan, lebih daripada sekedar mengakhiri kehidupan yang lama.  Kehidupan yang baru sangat bertolak-belakang dengan kehidupan lama, sehingga kehidupan manusia lama harus diakhiri sehingga tampil manusia baru sebagai ciptaan baru dalam Kristus.

Semua dimulai dari Firman. Dan semua dijadikan dan disempurnakan oleh Firman. Maka proses menjadi manusia baru sudah tiba oleh karena Firman dan Roh. Hidup yang kita jalani adalah kehidupan baru itu.  Jika masih ada kerikil dan terkena debu (dari iblis, karena secara fisik kita masih hidup di dunia ini), maka itu harus segera dibersihkan sehingga (daya rekat) iman kita tidak berkurang. Hubungan kita dengan Tuhan tidak menjadi renggang. Tidak boleh ada satu hal atau keadaan apa pun yang merongrong iman kita kepada Kristus. Jika ada, kau harus lari daripadanya, bukan dengan doa dan puasa, bukan dengan menantangnya, tapi lari saja seperti Yusuf lari dari istri Potifar. Contoh lainnya, jika kita disuruh terus-menerus berbohong padahal kita sudah berusaha menasihati pimpinan kita - maka tidak ada jalan lain kecuali berhenti bekerja.

Yang menguatkan dan membangun hubungan kita adalah Firman dan Roh. Roh Kudus akan membuat Firman-Nya bekerja di dalam dan mengubahkan hidup kita dari hari ke hari.

Namun, untuk dapat bertumbuh semakin dewasa dan semakin kuat, ada banyak hal-hal yang harus seseorang lepaskan - bagaimana pun besar tantangannya dan resikonya untuk melepaskannya - supaya paradigma kita yang lama digantikan dengan ukuran, dimensi dan standar Kerajaan-Nya. Paradigma tentang kesuksesan, tentang pendidikan, tentang bisnis, tentang politik, tentang keuangan, tentang hubungan, tentang masa depan, tentang jodoh, tentang cita-cita; dst.

Dalam prakteknya akan membawa perobahan dan tantangan yang lebih besar lagi dalam kita bekerja dan berinteraksi dengan segala sesuatunya. Semua target dan agenda hidup kita, tentang keluarga, anak-anak, bisnis, pekerjaan, pendidikan  - dan semua lainnya akan mengalami tantangan masing-masing.
Semua itu adalah bagian dan proses dari perjalanan kehidupan kita yang baru. Jika kita terus tekun di dalamnya, tiba-tiba kita dapat melihat apa yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Tiba-tiba kita  memasuki dimensi dan aspek kesadaran yang belum pernah  masukkan sebelumnya. Tiba-tiba saudara sudah memasuki domain yang baru yang tidak pernah anda pahami dan jalankan.

Ukurannya dan penilaiannya adalah Kristus sebagai batu penjuru. Kebenaran kita digantikan dengan kebenaranNya, jalan-jalan kita diganti dengan jalan-jalan-Nya, tujuan kita digantikan dengan tujuan-Nya, bahkan kita tidak lagi memiliki agenda pribadi karena kita telah menjadi pribadi yang baru (new self) dengan cara hidup yang baru (a new way of living). Hasilnya semua harus mengarah kepada -Nya, membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Itulah kehidupan ilahi yang mengalir dan diimpartasikan oleh Roh Kudus melalui pewahyuan Firman. 

Intinya adalah seperti yang dijelaskan oleh rasul Paulus: dalam perjalanan kehidupan rohani, kita harus membuang banyak sampah dari dalam hati, pikiran, benak, mata, telinga, mulut... dan seterusnya supaya kita 
memperoleh kehidupan Kristus di dalam dan melalui kita.

Flp 3:8   Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Tuhan Yesus berjanji bahwa kita tidak akan pernah dibiarkan sendiri. Apa yang Dia selesaikan di atas kayu salib adalah kekuatan kita. Kita harus mampu mengobarkan iman dan pengharapan akan kemuliaan itu setiap saat di domain mana pun kita berada. Dia berjanji untuk menuntaskan pekerjaan baik-Nya di dalam kita.

IMAN YANG BAGAIMANA?

Saya kembali dulu ke atas mengenai penjelasan inti daripada hukum Kristus:
Ketika kita mengikrarkan iman kita kepada *(pekerjaan) Yesus Kristus* - berarti kita meng-adopsi hukum Kristus.

Saya beri tambahan (pekerjaan) - karena kita harus mengerti apa yang dikerjakan oleh Yesus sampai menjadi Kristus. Yesus ketika di kayu salib berdoa buat mereka yang menyalibkan-Nya: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Doa Yesus ini BUKAN BUAT KITA karena kita menerima-Nya sebagai utusan Bapa.
Dalam  Yoh 6:29: Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya   kepada Dia yang telah diutus Allah."

Dalam terjemahan NKJV lebih jelas lagi: “ *This is the work of God, that you believe in Him whom He sent.* ”

Artinya, ini pekerjaan dari Tuhan...bukan pekerjaan manusia, yang membuat sehingga kita percaya dan beriman kepada-Nya.

Dengan kata lain, pekerjaan yang dikehendaki Allah bukanlah pekerjaan manusia melainkan oleh iman!

Iman lah yang harus menjadi dasar daripada ikat-janji kita dengan Tuhan melalui Yesus Kristus yang diutusnya.

Saya tidak setuju jika dikatakan iman itu hanya sebagai bumbu. Tidak. Iman adalah awal, dasar dan inti kita dengan Tuhan. Serupa, hubungan kita dengan pasangan haruslah sah dalam ikrar dan ikat-janji. Setelah menjadi suami-istri yang menjadi dasar hubungan satu dengan lainnya bukan karena penampilan, kekayaan, sex, senang, kagum, dlsb. Bukan juga karena anak-anak; tapi karena ikat-janji pernikahan yang kudus. Hanya ikat-janji dan ikrar yang sudah diucapkan yang menjadi dasar, awal dan inti; yang lainnya barulah boleh disebut bumbu-bumbu dan pelengkap.

Hubungan Yang Intim

Yoh 4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah* dan *siapakah Dia* yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Tahu ada bermacam-macam kata dalam bahasa Yunani.
sunemi berarti mengetahui dengan panca indra
Eido = tahu karena membaca dan mendengar
Epistamai = tahu karena melihat
Ginosko = tahu karena mengalami sendiri; mengalaminya dan melakukannya.

*Jikalau engkau tahu (ginosko) tentang karunia Allah (pemberian Tuhan)*

Karunia Allah bukan karunia-karunia lainnya seperti karunia bernubuat, menyembuhkan dlsb. tapi the gift of 
God. Pemberian Tuhan.

Yesus adalah pemberian Allah kepada kita. Dia menjadi sumber anugerah utama. Para rasul, gembala, penginjil, guru dan lainnya termasuk kita sendiri bisa menjadi sumber anugerah buat orang lain.
Yohanes 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal

Roh Kudus juga merupakan the gift of God.

Tuhan mau saudara ginosko kepada sumber anugerah. Karena mengalami, menghidupi, mendownload, mengikuti dan mengambil seluruh kehidupannya.

Yoh 8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 8:32 dan kamu akan mengetahui (ginosko) kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Inilah iman yang hidup itu. Ginosko kepada sumber anugerah sehingga aliran-aliran kehidupan itu mengalir dan memancar.


Di dalam Dia Berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain
Semua dimulai dari Firman-Nya. Firman adalah benih. Tuhan telah menaburkan benih bangsa-bangsa dan benih Kerajaan-Nya. Yesus Kristus adalah penggenap dari hukum Taurat dan penutup dari Perjanjian Lama sekaligus pengantar kepada Perjanjian Baru.  *Berkat Abraham bukanlah berkat picisan yang seperti kebanyakan disebut-sebut orang-orang percaya - berkat harta dunia. Tidak perlu darah Kristus untuk mendapatkan kekayaan, karena setan pun bisa memberikan dunia ini dan kemuliaannya jika orang menyembahnya, seperti yang pernah ia tawarkan kepada Yesus.* Walau pun hanya dalam pikiran dan dalam hati, bersihkan anggapan yang picisan itu.

PENUTUP

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; 29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.

Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Karakter Perempuan (Gereja) Menutupi Idola (Masalah)

Ketika hendak kembali ke Kanaan, Rahel mencuri terafim ayahnya.
Lalu kata Rahel kepada ayahnya: "Janganlah bapa marah, karena aku tidak dapat bangun berdiri di depanmu, sebab aku sedang haid." Dan Laban mencari dengan teliti, tetapi ia tidak menemui terafim itu. Kej 31:35

And she said to her father, "Let it not displease my lord that *I cannot rise* before you, for the manner of women is with me." And he searched but did not find the household idols. Gen 31:35 NKJV

Gereja itu dilambangkan sebagai perempuan. Rahel menyembunyikan barang pemujaan milik ayahnya. 

*Tepat apa yang diucapkan oleh Rahel, dia tidak dapat bangkit*, karena masalah kewanitaannya.
*Gereja juga tidak dapat bangkit karena menyembunyikan banyak masalahnya.*
*Tuhan tidak bisa memaksa gereja untuk bangkit selain mau menyerahkan dan membereskan masalahnya.*

Rahel tidak mengerti dan tidak mengenal siapa Allah dari suaminya. Rahel belum mengenal betul karakter Yakub, suaminya. *Gereja sering tidak memahami karakter dari calon Mempelai Pria, menyembunyikan apa yang tidak disukai-Nya.* 


*Gereja tidak dapat bangkit menuju kapasitasnya secara penuh dalam Kristus, jika masih mengidolakan dirinya sendiri.*

Gereja masih asyik dengan caranya dalam beribadah dan melakukan pujian dan penyembahan. Masih asyik dengan metoda-metodanya dan teologinya dalam melayani dan menginjili. Masih asyik dengan pemberian-pemberian dan karunia-karunia dari Tuhan dan bukan dengan Pemberi-nya. Masih asyik membuat mujizat-mujizat dan lupa membangun dirinya. Masih asyik dengan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan dan kurang memberikan Tuhan kesempatan dan waktu-waktu untuk bersekutu dengan-Nya.

Banyak gereja telah memainkan pelacur melalui sikap apatis dan rasa puas diri, karena dia kehilangan arah. Gairah cinta pertamanya murni, sederhana, dan hidup!


APLIKASI

Dalam perjalanan hidup bersama Tuhan – kita harus mengijinkanTuhan membuka dan membongkar segala kelemahan dan kekurangan kita dalam setiap aspek hidup kita. Apakah masalah keuangan, masalah emosi, kurang tekun, kurang kesabaran, masalah hubungan, masalah sex, ada kepahitan, trauma, dlsb yang merupakan kelemahan kita selama ini.

Kita harus dapat mengenali dan mengorek-ngorek sampah-sampah yang di dalam, membersihkan sampah-sampah yang berserakan, mengumpulkan dan meminta Tuhan dengan anugerah dan kuasaNya untuk membakarnya. Kita tidak mungkin menjalani hubungan yang sehat dengan Tuhan dengan keberadaan sampah-sampah itu.

Singkatnya kita harus bangkit. Bangkit dari kelemahan kita, dengan iman mengatasinya bersama Tuhan, menurut kuat kuasaNya di dalam nama Kristus. Dan barulah kita bisa hidup dalam anugerahnya untuk menerima aliran-aliran air hidup itu.

Aliran air hidup itu akan membersihkan dan menguduskan kehidupan dan setiap aspek kehidupan kita dengan sisa-sisa sampah-sampahnya. Terus membuatnya tetap bersih, sehat dan hieginis. Sampah dan kotoran itu otomatis akan menghambat apa yang Tuhan ingin aliran kan akan terhambat. Bukan Tuhan tidak ingin memberikan atau menolong, tanpa kita bekerja sama dengan Firman dan Roh-Nya; aliran-aliran kehidupan itu tetap menyumbatnya.

Kita adalah orang-orang yang dipisahkan dari orang-orang dunia ini. Apa artinya dan untuk apa? Artinya kita terus-menerus dikuduskan mengalami penyucian, pembentukan, perobahan pola pikir dan seterusnya sehingga kita betul-betul diselaraskan dengan ukuran-ukuran dan standar Tuhan. Kita dibentuk – dibangun sesuai dengan dimensi-dimensi yang Tuhan tetapkan.  Beberapa hamba Tuhan percaya, proses penyelarasan dan pembentukan ini masih terus berlangsung, bahkan ketika kita sudah dipanggil ke pangkuan Abraham.

Di rumah Bapa ada banyak tempat, ada banyak perabot (2 Tim 2:20). Oleh kuasa Firman dan Roh-Nya itu membentuk kita sesuai tujuan Tuhan menjadikan kita perabot macam apa yang dikehendakinya.


2 Tim 2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...