Langsung ke konten utama

ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN

Hidup yang bagaimana? Iman yang bagaimana?

Galatia 3:10-14 

gbr. slideshare.com


GALATIA 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

==========================
Kita mulai dengan ayat 10.

3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

Dikatakan semua orang yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat berada di bawah kutuk.
Semua orang tanpa kecuali akan otomatis berada di bawah hukum Taurat, kecuali ia mengadopsi hukum yang lain, yaitu hukum Kristus.

Hukum Taurat ini tidak ubahnya dengan hukum alam atau hukum-hukum dalam ilmu fisika. Alam pasti tunduk di bawah hukum fisika. Hukum alam itu bekerja - pasti terjadi. 

Demikian juga dikatakan hukum Taurat itu bekerja. Pekerjaan dari hukum Taurat menghasilkan kutuk. Dengan demikian semua orang yang hidup di bawah hukum Taurat akan terkena kutuk. Apa akibat dari kutuk hukum Taurat itu? Kematian kekal.

Ayat 11 adalah pokok tema bahasan ini "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."

Berikut Ini adalah inti daripada hukum Kristus.
Ketika kita mengikrarkan iman kita kepada (pekerjaan) Yesus Kristus - berarti kita meng-adopsi hukum Kristus. Kita terbungkus dan terlindung oleh hukum Kristus oleh karena iman kita.  Bagaimana bisa? Paulus menjelaskannya di ayat 13.

Ayat 13 menjelaskan bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat; sehingga memungkinkan kita untuk hidup berdasarkan iman dan tidak lagi berada di bawah kuasa hukum Taurat. Hubungan kita dengan Tuhan bukan lagi hubungan agamawi, bukan berdasarkan hukum Taurat, tetapi hubungan yang berdasarkan ikat-janji melalui iman. Ikat-janji ini dimateraikan dengan darah Kristus. Dan hubungan ikat-janji ini dijamin secara aktual dan dinamis dengan diberikannya Roh Kudus kepada kita sebagai pemegang dari janji Tuhan dan sebagai ahli waris Kerajaan-Nya.

Matius 26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Mengapa dimateraikan oleh darah Kristus?

Ibrani 9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Perjanjian yang pertama adalah perjanjian lama berdasarkan hukum-hukum Taurat.

Ibrani 9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. 9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. 9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah.

Perjanjian yang pertama adalah gambaran atau konseptual dari perjanjian yang sesungguhnya.

Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Ibrani 9:22

Ibrani 9:14 betapa lebihnya darah Kristus , yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia.

Darah Kristus memiliki kuasa untuk pengampunan, untuk menyucikan hati nurani; menebus dosa kita karena pelanggaran-pelanggaran kita; dan untuk menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia. 
Darah Kristus terus berseru dengan kuat kepada Bapa "mercy, mercy, mercy".
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Lukas 23:34

AYAT 14

Gal 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Ayat 14 Merupakan hasil karya Yesus Kristus.
Jika ada yang bertanya: Apakah hasil karya Yesus Kristus dengan kematian-Nya di atas kayu salib hanya supaya kita bisa menerima Roh Kudus?  Ini pertanyaan sangat bagus dan sekaligus sangat bodoh; tergantung kepada maksudnya bertanya.

Roh Kudus tidak mungkin bisa dicurahkan tanpa pengorbanan Yesus Kristus, karena semua manusia telah terpisah hubungannya dengan Tuhan dan dengan sorga. Ibrani 9:14 sudah menjelaskan bahwa darah Kristus lah yang menyucikan hati nurani kita. Tanpa penyucian kita tidak mungkin menerima Roh-Nya yang kudus.

Mengapa menjadi bodoh? Karena orang yang bertanya tidak mengerti baik karunia, hikmat mau pun kuasa daripada Roh Kudus. Tanpa mengenal dan dipimpin oleh Roh Kudus tidak mungkin kita bisa hidup benar.

Mungkin kita sudah menerima firman dan pewahyuan, tapi tanpa pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita tidak mungkin kita menjadi orang benar. KITA BARU DIBENARKAN DAN BELUM MENJADI ORANG BENAR. 

Firman, Roh dan iman bekerjasama dalam satu kesatuan, sebagaimana Bapa, Putra dan Roh.
Orang-orang yang hidup sebelum Perjanjian Baru disahkan oleh Kristus dengan darah-Nya, tidak bisa menerima Roh Kudus seperti yang kita terima sekarang ini, kecuali hanya orang-orang tertentu yang diurapi saja. Sebelumnya, Bapa tidak bisa mencurahkan roh Kristus dari sorga.

Orang yang benar akan hidup oleh iman

Hidup yang bagaimana? Iman yang bagaimana? Apa hubungannya iman dengan hidup? Apa hubungannya orang benar dengan iman?

Iman itu yang melekatkan (mungkin ada istilah yang lebih tepat - mengenakan – attach, put on ) kita kepada hidup di dalam hukum Kristus. Jika seseorang kehilangan iman berarti ia kehilangan perekat. Jika ada hal-hal yang melemahkan iman - yaitu ketidakpercayaan dan kehidupan yang kembali kepada kehidupan lama karena cinta akan dunia ini -  berarti orang itu kehilangan perekat kepada kehidupan dalam Kristus.

Dan hanya iman kepada Kristus yang menyebabkan hukum Kristus itu bekerja terus dalam kehidupan kita. Selama kita memegang ikat-janji dan tidak melepaskannya atau menggagalkannya maka kita aman dalam lindungan Tuhan, karena hukum Kristus itu bekerja dalam hidup kita. Karena itu kita dituntut untuk tidak pernah melupakan kasih yang mula-mula ketika pertama kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, demi meneguhkan ikat-janji kita dengan Dia.

Hidup yang bagaimana?

Ini adalah kehidupan di mana mulai ketika kita dilahirkan kembali. Ada satu kesadaran akan kasih-Nya yang abadi, akan keberadaan-Nya; kesadaran akan diri kita dan kebutuhan ketergantungan hidup kita kepada-Nya.

Kelahiran kembali adalah awal dari kehidupan yang baru (a new way of living).  Ini adalah mujizat yang sesungguhnya yang pertama kita terima dan alami sendiri.  Ini adalah hidup yang berkelimpahan, lebih daripada sekedar mengakhiri kehidupan yang lama.  Kehidupan yang baru sangat bertolak-belakang dengan kehidupan lama, sehingga kehidupan manusia lama harus diakhiri sehingga tampil manusia baru sebagai ciptaan baru dalam Kristus.

Semua dimulai dari Firman. Dan semua dijadikan dan disempurnakan oleh Firman. Maka proses menjadi manusia baru sudah tiba oleh karena Firman dan Roh. Hidup yang kita jalani adalah kehidupan baru itu.  Jika masih ada kerikil dan terkena debu (dari iblis, karena secara fisik kita masih hidup di dunia ini), maka itu harus segera dibersihkan sehingga (daya rekat) iman kita tidak berkurang. Hubungan kita dengan Tuhan tidak menjadi renggang. Tidak boleh ada satu hal atau keadaan apa pun yang merongrong iman kita kepada Kristus. Jika ada, kau harus lari daripadanya, bukan dengan doa dan puasa, bukan dengan menantangnya, tapi lari saja seperti Yusuf lari dari istri Potifar. Contoh lainnya, jika kita disuruh terus-menerus berbohong padahal kita sudah berusaha menasihati pimpinan kita - maka tidak ada jalan lain kecuali berhenti bekerja.

Yang menguatkan dan membangun hubungan kita adalah Firman dan Roh. Roh Kudus akan membuat Firman-Nya bekerja di dalam dan mengubahkan hidup kita dari hari ke hari.

Namun, untuk dapat bertumbuh semakin dewasa dan semakin kuat, ada banyak hal-hal yang harus seseorang lepaskan - bagaimana pun besar tantangannya dan resikonya untuk melepaskannya - supaya paradigma kita yang lama digantikan dengan ukuran, dimensi dan standar Kerajaan-Nya. Paradigma tentang kesuksesan, tentang pendidikan, tentang bisnis, tentang politik, tentang keuangan, tentang hubungan, tentang masa depan, tentang jodoh, tentang cita-cita; dst.

Dalam prakteknya akan membawa perobahan dan tantangan yang lebih besar lagi dalam kita bekerja dan berinteraksi dengan segala sesuatunya. Semua target dan agenda hidup kita, tentang keluarga, anak-anak, bisnis, pekerjaan, pendidikan  - dan semua lainnya akan mengalami tantangan masing-masing.
Semua itu adalah bagian dan proses dari perjalanan kehidupan kita yang baru. Jika kita terus tekun di dalamnya, tiba-tiba kita dapat melihat apa yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Tiba-tiba kita  memasuki dimensi dan aspek kesadaran yang belum pernah  masukkan sebelumnya. Tiba-tiba saudara sudah memasuki domain yang baru yang tidak pernah anda pahami dan jalankan.

Ukurannya dan penilaiannya adalah Kristus sebagai batu penjuru. Kebenaran kita digantikan dengan kebenaranNya, jalan-jalan kita diganti dengan jalan-jalan-Nya, tujuan kita digantikan dengan tujuan-Nya, bahkan kita tidak lagi memiliki agenda pribadi karena kita telah menjadi pribadi yang baru (new self) dengan cara hidup yang baru (a new way of living). Hasilnya semua harus mengarah kepada -Nya, membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Itulah kehidupan ilahi yang mengalir dan diimpartasikan oleh Roh Kudus melalui pewahyuan Firman. 

Intinya adalah seperti yang dijelaskan oleh rasul Paulus: dalam perjalanan kehidupan rohani, kita harus membuang banyak sampah dari dalam hati, pikiran, benak, mata, telinga, mulut... dan seterusnya supaya kita 
memperoleh kehidupan Kristus di dalam dan melalui kita.

Flp 3:8   Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Tuhan Yesus berjanji bahwa kita tidak akan pernah dibiarkan sendiri. Apa yang Dia selesaikan di atas kayu salib adalah kekuatan kita. Kita harus mampu mengobarkan iman dan pengharapan akan kemuliaan itu setiap saat di domain mana pun kita berada. Dia berjanji untuk menuntaskan pekerjaan baik-Nya di dalam kita.

IMAN YANG BAGAIMANA?

Saya kembali dulu ke atas mengenai penjelasan inti daripada hukum Kristus:
Ketika kita mengikrarkan iman kita kepada *(pekerjaan) Yesus Kristus* - berarti kita meng-adopsi hukum Kristus.

Saya beri tambahan (pekerjaan) - karena kita harus mengerti apa yang dikerjakan oleh Yesus sampai menjadi Kristus. Yesus ketika di kayu salib berdoa buat mereka yang menyalibkan-Nya: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Doa Yesus ini BUKAN BUAT KITA karena kita menerima-Nya sebagai utusan Bapa.
Dalam  Yoh 6:29: Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya   kepada Dia yang telah diutus Allah."

Dalam terjemahan NKJV lebih jelas lagi: “ *This is the work of God, that you believe in Him whom He sent.* ”

Artinya, ini pekerjaan dari Tuhan...bukan pekerjaan manusia, yang membuat sehingga kita percaya dan beriman kepada-Nya.

Dengan kata lain, pekerjaan yang dikehendaki Allah bukanlah pekerjaan manusia melainkan oleh iman!

Iman lah yang harus menjadi dasar daripada ikat-janji kita dengan Tuhan melalui Yesus Kristus yang diutusnya.

Saya tidak setuju jika dikatakan iman itu hanya sebagai bumbu. Tidak. Iman adalah awal, dasar dan inti kita dengan Tuhan. Serupa, hubungan kita dengan pasangan haruslah sah dalam ikrar dan ikat-janji. Setelah menjadi suami-istri yang menjadi dasar hubungan satu dengan lainnya bukan karena penampilan, kekayaan, sex, senang, kagum, dlsb. Bukan juga karena anak-anak; tapi karena ikat-janji pernikahan yang kudus. Hanya ikat-janji dan ikrar yang sudah diucapkan yang menjadi dasar, awal dan inti; yang lainnya barulah boleh disebut bumbu-bumbu dan pelengkap.

Hubungan Yang Intim

Yoh 4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah* dan *siapakah Dia* yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Tahu ada bermacam-macam kata dalam bahasa Yunani.
sunemi berarti mengetahui dengan panca indra
Eido = tahu karena membaca dan mendengar
Epistamai = tahu karena melihat
Ginosko = tahu karena mengalami sendiri; mengalaminya dan melakukannya.

*Jikalau engkau tahu (ginosko) tentang karunia Allah (pemberian Tuhan)*

Karunia Allah bukan karunia-karunia lainnya seperti karunia bernubuat, menyembuhkan dlsb. tapi the gift of 
God. Pemberian Tuhan.

Yesus adalah pemberian Allah kepada kita. Dia menjadi sumber anugerah utama. Para rasul, gembala, penginjil, guru dan lainnya termasuk kita sendiri bisa menjadi sumber anugerah buat orang lain.
Yohanes 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal

Roh Kudus juga merupakan the gift of God.

Tuhan mau saudara ginosko kepada sumber anugerah. Karena mengalami, menghidupi, mendownload, mengikuti dan mengambil seluruh kehidupannya.

Yoh 8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 8:32 dan kamu akan mengetahui (ginosko) kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Inilah iman yang hidup itu. Ginosko kepada sumber anugerah sehingga aliran-aliran kehidupan itu mengalir dan memancar.


Di dalam Dia Berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain
Semua dimulai dari Firman-Nya. Firman adalah benih. Tuhan telah menaburkan benih bangsa-bangsa dan benih Kerajaan-Nya. Yesus Kristus adalah penggenap dari hukum Taurat dan penutup dari Perjanjian Lama sekaligus pengantar kepada Perjanjian Baru.  *Berkat Abraham bukanlah berkat picisan yang seperti kebanyakan disebut-sebut orang-orang percaya - berkat harta dunia. Tidak perlu darah Kristus untuk mendapatkan kekayaan, karena setan pun bisa memberikan dunia ini dan kemuliaannya jika orang menyembahnya, seperti yang pernah ia tawarkan kepada Yesus.* Walau pun hanya dalam pikiran dan dalam hati, bersihkan anggapan yang picisan itu.

PENUTUP

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. 29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; 29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.

Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Karakter Perempuan (Gereja) Menutupi Idola (Masalah)

Ketika hendak kembali ke Kanaan, Rahel mencuri terafim ayahnya.
Lalu kata Rahel kepada ayahnya: "Janganlah bapa marah, karena aku tidak dapat bangun berdiri di depanmu, sebab aku sedang haid." Dan Laban mencari dengan teliti, tetapi ia tidak menemui terafim itu. Kej 31:35

And she said to her father, "Let it not displease my lord that *I cannot rise* before you, for the manner of women is with me." And he searched but did not find the household idols. Gen 31:35 NKJV

Gereja itu dilambangkan sebagai perempuan. Rahel menyembunyikan barang pemujaan milik ayahnya. 

*Tepat apa yang diucapkan oleh Rahel, dia tidak dapat bangkit*, karena masalah kewanitaannya.
*Gereja juga tidak dapat bangkit karena menyembunyikan banyak masalahnya.*
*Tuhan tidak bisa memaksa gereja untuk bangkit selain mau menyerahkan dan membereskan masalahnya.*

Rahel tidak mengerti dan tidak mengenal siapa Allah dari suaminya. Rahel belum mengenal betul karakter Yakub, suaminya. *Gereja sering tidak memahami karakter dari calon Mempelai Pria, menyembunyikan apa yang tidak disukai-Nya.* 


*Gereja tidak dapat bangkit menuju kapasitasnya secara penuh dalam Kristus, jika masih mengidolakan dirinya sendiri.*

Gereja masih asyik dengan caranya dalam beribadah dan melakukan pujian dan penyembahan. Masih asyik dengan metoda-metodanya dan teologinya dalam melayani dan menginjili. Masih asyik dengan pemberian-pemberian dan karunia-karunia dari Tuhan dan bukan dengan Pemberi-nya. Masih asyik membuat mujizat-mujizat dan lupa membangun dirinya. Masih asyik dengan kesempatan-kesempatan yang Tuhan berikan dan kurang memberikan Tuhan kesempatan dan waktu-waktu untuk bersekutu dengan-Nya.

Banyak gereja telah memainkan pelacur melalui sikap apatis dan rasa puas diri, karena dia kehilangan arah. Gairah cinta pertamanya murni, sederhana, dan hidup!


APLIKASI

Dalam perjalanan hidup bersama Tuhan – kita harus mengijinkanTuhan membuka dan membongkar segala kelemahan dan kekurangan kita dalam setiap aspek hidup kita. Apakah masalah keuangan, masalah emosi, kurang tekun, kurang kesabaran, masalah hubungan, masalah sex, ada kepahitan, trauma, dlsb yang merupakan kelemahan kita selama ini.

Kita harus dapat mengenali dan mengorek-ngorek sampah-sampah yang di dalam, membersihkan sampah-sampah yang berserakan, mengumpulkan dan meminta Tuhan dengan anugerah dan kuasaNya untuk membakarnya. Kita tidak mungkin menjalani hubungan yang sehat dengan Tuhan dengan keberadaan sampah-sampah itu.

Singkatnya kita harus bangkit. Bangkit dari kelemahan kita, dengan iman mengatasinya bersama Tuhan, menurut kuat kuasaNya di dalam nama Kristus. Dan barulah kita bisa hidup dalam anugerahnya untuk menerima aliran-aliran air hidup itu.

Aliran air hidup itu akan membersihkan dan menguduskan kehidupan dan setiap aspek kehidupan kita dengan sisa-sisa sampah-sampahnya. Terus membuatnya tetap bersih, sehat dan hieginis. Sampah dan kotoran itu otomatis akan menghambat apa yang Tuhan ingin aliran kan akan terhambat. Bukan Tuhan tidak ingin memberikan atau menolong, tanpa kita bekerja sama dengan Firman dan Roh-Nya; aliran-aliran kehidupan itu tetap menyumbatnya.

Kita adalah orang-orang yang dipisahkan dari orang-orang dunia ini. Apa artinya dan untuk apa? Artinya kita terus-menerus dikuduskan mengalami penyucian, pembentukan, perobahan pola pikir dan seterusnya sehingga kita betul-betul diselaraskan dengan ukuran-ukuran dan standar Tuhan. Kita dibentuk – dibangun sesuai dengan dimensi-dimensi yang Tuhan tetapkan.  Beberapa hamba Tuhan percaya, proses penyelarasan dan pembentukan ini masih terus berlangsung, bahkan ketika kita sudah dipanggil ke pangkuan Abraham.

Di rumah Bapa ada banyak tempat, ada banyak perabot (2 Tim 2:20). Oleh kuasa Firman dan Roh-Nya itu membentuk kita sesuai tujuan Tuhan menjadikan kita perabot macam apa yang dikehendakinya.


2 Tim 2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...