Langsung ke konten utama

KOMSEL dari INPUT tgl 7-2-2021

 Pertanyaan & Jawaban


1. Apa yang mengakibatkan sorga terbuka buat hidup Yesus dan berlaku juga buat hidup kita?

Kita lihat dulu apa arti Sorga terbuka. Sorga terbuka hanya dapat berarti dan kita mendapat manfaat penuh apabila:

1. Kita mengalami kepenuhan Roh Kudus

2. Menerima segala berkat rohani yang telah disediakan Efesus 1:3 (TB)  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

3. Menerima warisan berkat Abraham dan menjadikan berkat itu sampai ke ujung-ujung bumi. Kisah Para Rasul 2:5 (TB)  Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Kisah Para Rasul 2:4, 11 (TB)  Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Para rasul dan murid-murid memberitakan Injil! Firman Tuhan tersebar ke seluruh dunia. 

Petrus berkhotbah sehingga 3000 orang bertobat, menerima firman dan dibaptis. 


Pemberitaan Injil  disertai dengan tanda-tanda ajaib dan Firman yang mereka sampaikan dikonfirmasi dengan mujizat-mujizat yang terjadi.


Kisah Para Rasul 2:41, 43 (TB)  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 


4. Iblis telah undur dan kita alami pelayanan malaikat. Matius 4:11 (TB)  Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. 

5. Kita siap melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Nya.

Yohanes 5:20

Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.


Menunjukkan ~ menyatakan ~ memperlihatkan ~ sebagai sahabat, bukan lagi hamba, tau apa yang diperbuat tuannya ~ menjadi kesenangan Tuhan ~ dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah  ~ melihat Bapa mengerjakannya~ Aku senantiasa memandang kepada TUHAN~ sebagai Anak, ada dipangkuan Bapa, dalam dimensi sorgawi ~ mendemonstrasikan 

Yohanes 14:10

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

JADI:

Sikap Yesus yang mengosongkan diri dan SELFLESS. Ini berlaku untuk kita supaya mengosongkan diri membuat kita rendah hati menerima kebenaran. Bersedia dididik dan disiplin dalam rumah rohani. Dan sikap Selfless membuat kita mau menerima orang lain dan bertumbuh bersama dalam kemitraan sebagai bagian rumah, anggota keluarga dan tubuh Kristus. 


Kita ada di musim Sorga terbuka. Tuhan hanya merespon mereka yang haus dan lapar bukan yang baik dan sempurna. Bukan yang pintar dan mengerti firman, SEMUA orang percaya harus terus bertumbuh ke arah kepenuhan Roh Kudus karena Kristus adalah kepala dari mana kita menerima kasih karunia dan kebenaranNya, menerima perintah dalam ketaatan penuh melalui pemimpin dan bapa dalam rumah. Sorga terbuka mencurahkan dukungan penuh bagi pekerjaan Bapa yang harus digenapi dalam hidup kita dan melalui hidup kita bagi orang lain. 


Seringkali kita dibawa oleh Roh Kudus dalam perjalanan ini ke padang gurun. Selama kita masih belum dalam penundukan diri untuk taat. Apa yang harus kita dapatkan di padang gurun? 

Ulangan 8:16 (TB)  dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.


Roma 11:32 (TB)  Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.


Allah El Shadday ingin memperlihatkan kepada kita jalan yang dibuat Nya yang menuju kepada PribadiNya sendiri. Ada kemurahan Nya di dalam dadaNya dan hatiNya. Melalui impartasi Roh Kudus yang kita terima ketika lahir baru, Ia ingin kita masuk ke dalam kehidupan sehari-hari yang spiritual, bukan kehidupan yang natural dan jiwani. Supaya kita keluar dari mengandalkan  kekuatan sendiri, dari EGO, dari SELF, berpusatkan pada diri dan keluarga. Ini yang Tuhan perintahkan juga kepada Abram untuk keluar dari faktor lahiriah dan dari familiarity. 


Sampai genap waktunya, sampai firman Tuhan membenarkan Yusuf, sampai Yakub dapat mengalahkan manusia lahiriah nya, menundukkan egonya, mengalahkan SELF; Tuhan akan mengubah jatidirinya dengan membaptisnya dengan Roh Kudus. 



2. Mengapa Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun?

Dibawa = led = dipimpin = dikendalikan

Dipimpin = Strong's #71: ago, diikat seperti binatang lalu diseret. to move, impel: of forces and influences on the mind


Bapa harus menunjukkan kepada kita di dalam diri Yesus, yang juga berlaku buat kita semua semua bahwa di mana pun kita berada, jika hidup kita dalam kepemimpinan (ago)  Roh Kudus, kita bisa mengalahkan pencobaan apa pun dalam kondisi lapar dan kondisi lahiriah paling lemah sekali pun. Dan ketika kita bisa melewati semua itu, saatnya iblis untuk meninggalkan kita. 


Kondisi kita kadang terbalik atau tidak benar. Kita memang sudah ke sungai Yordan, tapi sorga tidak terbuka. Di situ masalahnya, sehingga ketika kita ke padang gurun kita jatuh bangun. Atau berputar-putar terus, bahkan sampai mati seperti orang Israel. Mayat mereka terkubur di pasir atau bergelimpangan di padang gurun.


Ibrani 3:17-19 (TB)  Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun?

Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat?

Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka. 

Kita ada di masa double decade of open heaven, apakah kita mau meraihnya dan merengkuh tangan kita sampai dipenuhi Roh Kudus?



3. Apa yang harus kita siapkan dan yang Allah perlengkapi dalam hidup kita sebelum kita memulai pekerjaan Allah dalam hidup kita?

Kita harus menyiapkan hati kita sebab baik kesadaran, kasih karunia maupun Firman-Nya itu harus tersimpan dan bertumbuh dulu di dalam hati kita sampai berakar dan berbuah. Allah lah yang melengkapi kita dengan otoritas dan kuat kuasaNya di dalam dan melalui Roh Kudus. 

Yang harus diutamakan dalam memberikan dan terpancar dari hidup kita adalah KASIH Nya bukan kuasa kesembuhan, mengusir setan dan seterusnya. Itu tanda-tanda yang menyertai, bukan yang pokok. Dari kasih yang kita manifestasikan ada kekuatan. Kekuatannya membangkitkan kasih karunia Tuhan. Dan kasih karunia Tuhan dinyatakan melalui kuat kuasa Roh Kudus.  Manifestasi kuasa adalah bagian daripada kasih-karunia-Nya. Bukan kuat dan gagah kita. Allah tidak memisahkan keduanya, yakni pekerjaan Bapa yang disertai tanda-tanda ajaib; tapi banyak orang yang hanya menginginkan mujizat kesembuhan dan pemulihan hidupnya  tanpa pedulikan hal-hal rohani dan hubungannya dengan Tuhan pemberi hidup itu sendiri. Hidup yang demikian tidak akan mengalami perubahan secara mendasar dan efektif. 


Tanda-tanda yang menyertai pelayanan Paulus dan murid-murid itu memberikan dampak kepada seluruh kota Filipi dan semua orang di Asia Kecil mendengar firman. Tidak ada judul pelayanan sebagai "Pelayanan Mujizat dan Kesembuhan" saja dalam hidup Paulus, sebab itu hanya tanda-tanda yang menyertai orang percaya. 


4. Sikap atau posisi apa yang Yesus lakukan untuk melakukan kehendak Bapa  sehingga Dia berhasil melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya?


Sikap Yesus MENJAWAB panggilan dan pelayanan Nya dengan tujuan yang jelas: demi melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Nya di bumi ini. 


Posisi Yesus tidak lebih sebagai HUIOS yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus dan dibaptis dengan kuasa-Nya. Semakin Yesus tunduk pada ketaatan kepada Bapa, sekali pun itu berarti penderitaan, semakin otoritas itu bertambah-tambah, sehingga tidak ada keraguan sedikitpun, bahwa Bapa selalu mendengarkan doa Yesus (Yoh 11:42).


Kuasa Yesus terbatas karena Ia telah mengosongkan diri dan arti dari mengosongkan diri bagi Yesus adalah mengambil jalan ketaatan. Ketaatan yang penuh. Jadi satu-satunya jalan untuk Yesus dapat melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Bapa adalah dengan menggunakan melakukan ketaatan apa pun arti ketaatan itu dan apa pun konsekuensinya, Yesus tidak menggunakan pikiran Nya lagi sampai bergumul dalam ketaatan,   tanpa menerjemahkah apa arti ketaatan itu lagi, Ia hanya lakukan, lakukan dan lakukan. Ia tidak pedulikan umur Nya begitu singkat di bumi ini. Jalan ketaatan ini yang membuat Yesus dipenuhi otoritas sehingga manifestasi Roh Kudus begitu saja mengalir keluar dari tubuhNya (Luk 6:18,19).

Bahkan baru disadari Nya kemudian setelah mujizat terjadi, seperti yang dialami wanita dengan pendarahan (Luk 8:46). Iman begitu mudah menyambar dan mencurahkan kuasa ilahi dan menjadi nyata tanpa usaha atau doa sekalipun. Kepada murid-murid-Nya Yesus menyarankan mereka untuk berpuasa untuk dapat mengusir setan jenis tertentu. Tapi bagiNya tidak ada yang mustahil. Bukan karena Yesus adalah Anak Allah, tapi karena Ia selalu berangkat dari ketaatan oleh karena iman. 

Matius 17:20-21 (TB)  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

[Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"



5. Menurut Allah peperangan yang adil antara manusia dengan iblis itu seperti apa, jelaskan!


Sebenarnya Allah tidak melihat apakah ada peperangan atau tidak. Ia sudah tetapkan di Kej 1:26,27 dan firman yang keluar dari mulut Allah tidak bisa dirobah tergantung situasi dan kondisi. 

Allah tau bagaimana memperlengkapi kita untuk menghadapi situasi dalam keadaan apapun. Tapi di atas semuanya Ia ingin kita selalu berada bersama Dia, yakni supaya kita masuk ke dalam tempat perhentian Nya.


Roh Kudus sudah terlibat sejak penciptaan dan terus terlibat dan berperan untuk menggenapkan Kej 1:26,27. 


Itu sebabnya kita harus menyadari kelemahan dasar kita dan konsekuensinya apabila kita tidak bermitra dengan Roh Kudus dalam perjalanan rohani kita. Itu menjadikan kesan seolah-olah Allah tidak adil, dan tidak hadir ketika kita lemah, ada di dalam pencobaan dan sangat membutuhkan pertolongan. Ingat hidup kita telah dibingkai dengan Firman-Nya melalui iman (Ibr 11:3). Firman mengatakan cobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita. Dan di mana ada firman, di situ ada Roh Kudus.


Sebaliknya iblis juga tidak bisa menggugat kehadiran dan keterlibatan Roh Kudus dalam penciptaan dan pembentukan manusia yang hakekatnya adalah mahluk rohani yang diberikan bentuk, diberi tubuh dan kehidupan yang yang dapat menggambarkan  rupa Allah yang tidak kelihatan.  Iblis bukan bagian dari tujuh penciptaan. Iblis tidak mendapatkan tempat di mana pun. Ia pada mulanya adalah pendusta, pencuri dan pembinasa keji.


Yohanes 8:41

Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." 

Yohanes 8:40, 42-43, 47 (TB)  Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.

Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."


2 Korintus 3:5

Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.








Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...