Langsung ke konten utama

Faktor Keberanian Menjadi Penyebab Orang Dipilih Tuhan atau Tidak

 

Mat 22:14  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Banyak orang yang gagal dalam perjalanan rohani ini setelah dipanggil, percaya, dibaptis air mengalami lahir baru dan seterusnya. Mereka memang layak diundang oleh Sang Raja, tapi gagal memenuhi undangan itu, seperti yang digambarkan oleh perumpamaan di Mat 22:1-14. Mereka memberikan respon bermacam-macam:

  1. Mereka tidak menganggap undangan yang adalah Firman Tuhan itu penting;
  2. Mereka sibuk dengan urusan sendiri, mengurusi pekerjaan dan usaha mereka;
  3. Mereka sibuk menikmati hasil kerja, usaha dan jerih-payah mereka yakni kekayaan, hobi, menekuni minat dan lainnya;
  4. Mereka tidak menyiapkan diri dengan jubah. Tidak mau menyiapkan, membenahi dan membangun diri yakni kehidupan spiritualnya. Itu sebabnya pentingnya menjaga hati nurani bersih dan murni; supaya tidak teralihkan kembali kepada kehidupan dunia dengan sistem Babelnya.
  5. Mereka sudah dipanggil, diundang lahir baru, tapi mereka tidak peduli apa yang jadi kehendak Allah dan  hanya mau menikmati apa yang disediakan Allah. Ini tentang motivasi. Mereka hanya ingin memuaskan diri dengan damai sejahtera Tuhan, berkat-berkat Tuhan, perlindungan Tuhan, penyertaan Tuhan, mujizat-mujizat Tuhan, tapi tidak peduli dengan kehendak Tuhan.
  6. Mereka tidak menghormati Firman Tuhan dengan pantas. Siapa yang mengundang itu? Raja segala raja. Mereka  tidak menghormati apa yang Tuhan sediakan dan berikan, yakni Firman Tuhan yang mendatangi hidupmu dan Dia yang berkata-kata kepadamu lewat hamba Tuhan.
  7. Terakhir, mereka yang memiliki kebenaran sendiri, membuat standar kebenaran sendiri, membuat berbagai alasan dan bantahan untuk membenarkan diri sendiri.

 

Salah satu faktor yang tidak disebutkan di atas adalah faktor keberanian. Faktor keberanian ini sangat terkait dengan mentalitas seseorang untuk percaya dan untuk melakukan apa yang dituntut Tuhan dalam Firman-Nya. Firman Nya menyatakan isi hati-Nya, kehendak-Nya, arahan-Nya, petunjuk-Nya dan perintah Tuhan.

Apa yang terjadi dengan orang Israel yang gagal TERPILIH danDITOLAK ALLAH masuk ke Tanah Perjanjian?

Hilangnya KEBERANIAN untuk PERCAYA KEPADA JANJI TUHAN menjadi penyebab utama semua orang Israel yang keluar dari Mesir gagal masuk ke Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madunya.

Saya tidak bisa membayangkan di manakah keberanian dari para pemimpin pasukan 1000 dan pasukan 100? Mengapa nyali mereka menjadi ciut seketika hanya dari mendengar laporan 10 orang? Kita tidak usah bicara secara rohani, tapi harusnya mereka adalah orang-orang yang gagah perkasa.

Allah selalu memuji-muji KALEB dan Yosua karena apa?  Karena mereka adalah para pemberani. Mereka adalah orang-orang yang tidak mudah kecut dan tawar hatinya.

Yosua telah ditolong oleh perkataan yang keluar dari mulut Allah untuk menjadi BERANI, jangan takut dan jangan gentar:

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." Ul 31:6

Kaleb mewarisi spirit keberanian dan gagah perkasa sama seperti Yehuda. Demikian pula Daud, demikian pula Yesus, Singa dari Yehuda.

Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa (SPIRIT) yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya. Bil 14:24

Numbers 14:24 The Message

24 “But my servant Caleb—this is a different story. He has a different spirit; he follows me passionately. I’ll bring him into the land that he scouted and his children will inherit it.

Apa yang terjadi pada Kaleb oleh karena KEBERANIANnya, maka ceritanya menjadi berbeda.

Ul 1:28 Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.

Ul 1:28 AYT Ke mana kita akan pergi sekarang?’ Orang yang kita utus telah membuat kita ketakutan dengan laporannya. Mereka berkata, "Orang itu lebih besar dan lebih tinggi daripada kita, kota-kotanya besar dan memiliki benteng dengan tembok-tembok setinggi langit. Kami juga melihat orang Enak di sana."’

Kaleb memberikan laporan yang berbeda (different story that created History).

Yang terhilang sejak dari tragedi Taman Eden sampai sekarang adalah KEBERANIAN

Kej 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

Adam secara sadar dari hati nuraninya bahwa ia takut, oleh sebab itu dengan nalurinya ia lari menjauh dari Allah dan sembunyi. Itulah yang terjadi, ketika hati nurani menuduh seseorang.

Allah harus memulihkan KEBERANIAN Gideon.

Hak 6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."

Raksasa pertama yang dikalahkan dan dibunuh Daud adalah Goliat. Tidak ada keraguan dan ketakutan sedikit pun pada Daud, karena Tuhan telah melatih KEBERANIAN Daud di padang penggembalaan  menghadapi singa dan beruang dan membunuh singa dan beruang itu.

1Sam 17:34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, 35  maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. 36  Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup."

Setelah Goliat semua raksasa itu mati ditangan Daud dan orang-orangnya Daud.

Keberanian Pada Gereja Mula-mula

Ketika sidang itu melihat KEBERANIAN PETRUS DAN YOHANES dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Kis 4:13

Dunia pertama-tama tidak melihat iman atau nilai-nilai apa pun yang dibawa orang Kristen, tapi mereka melihat keberanian. Itu yang mereka lihat pada Petrus dan Yohanes, sebagai pengikut Yesus.

Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Kis 4:29

Murid-murid dan jemaat tidak meminta supaya Tuhan memperbesar iman mereka, melainkan meminta KEBERANIAN yang lebih untuk memberitakan firman.

Inilah yang dirasakan KURANG, demikian juga pada masa kini. Orang Kristen kurang berani menyatakan kebenaran dan apa yang mereka percaya atau pun tidak berani menyatakan kekurangan mereka. Sikap setengah-setengah ini digambarkan sebagai orang yang suam-suam atau munafik.

Why 3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Ini adalah orang Kristen hanya ingin mencari aman dan memikirkan diri sendiri saja dan keluarganya. Baginya itu sudah lebih dari cukup. Mereka selalu berada di posisi nyaman, posisi bertahan dan tidak pernah mau pada posisi menyerang. Saya tidak pernah merugikan orang lain dan saya juga tidak mau dirugikan. Inilah ciri pedagang yang hanya berpikir soal untung rugi. Mereka merasa selalu benar sendiri.

Why 3:17 Karena kamu berkata, ‘Aku kaya, berkelimpahan, dan tidak kekurangan apa-apa,’ dan tidak tahu bahwa sesungguhnya kamu sengsara, malang, miskin, buta, dan telanjang. Why 3:18 Aku menasihatimu untuk membeli dari-Ku emas, yang dimurnikan dengan api supaya kamu menjadi kaya, dan pakaian-pakaian putih supaya kamu dapat memakainya sehingga rasa malu karena ketelanjanganmu tidak akan terlihat, dan mengoles salep pada matamu supaya kamu dapat melihat.

PEPERANGAN dan KEBERANIAN

Ef 6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20  yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan KEBERANIAN aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Paulus tidak kekurangan iman, tidak kekurangan firman dan tidak kekurangan kasih karunia. Namun SATU hal yang disadarinya bisa menjadi kekurangannya adalah KEBERANIAN. Banyak orang yang berani memberitakan Injil, tapi sedikit orang yang bicara sebagaimana seharusnya ia bicara ketika ada di hadapan sedikit mau pun banyak orang.

Yesus di hadapan Pontius Pilatus berani menyatakan rahasia Injil tentang Kerajaan Allah dan Dia katakan, bahwa untuk itulah Ia lahir, supaya Ia memberikan kesaksian tentang kebenaran.

Yoh 18:36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." Yoh 18:37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."

Sejak lahir sampai mati-Nya, bahkan sebelum dan sesudahnya; Yesus selalu membawa kesaksian tentang kebenaran dan membuka tabir dari rahasia Kerajaan Allah dan dan rencana agung Allah yang menyatakan kemuliaan Bapa. Itulah sebabnya Yesus memiliki KEBERANIAN yang luarbiasa. Dan ini sejalan dengan apa yang dikatakan Petrus, Yohanes dan jemaat pada hari Pentakosta:

Kis 4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 26  Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. 27  Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, 28  untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.

29  Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu KEBERANIAN untuk memberitakan firman-Mu.

Jemaat mula-mula telah meminta KEBERANIAN yang sama yang Yesus miliki ketika menghadapi semua musuh Tuhan yang dipakai iblis untuk melawan dan membunuh Dia yang diurapi.

Setiap orang percaya harus mengenakan KEBERANIAN sebagai JUBAH KEBENARAN. Harus memahami dan menyadari kenapa kita dilahirkan kembali oleh pengorbanan darah Yesus, tidak lain untuk memulihkan KEBERANIAN BERADA DI SISI TUHAN. TANPA KEBERANIAN SEORANG PRAJURIT YANG SUDAH MENGENAKAN SELURUH PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH MALAH AKAN MERASA KEBERATAN DENGAN PERLENGKAPAN ITU.

Bagaimana Allah memulihkan keberanian?

Ibr 10:19  Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus

Keberanian yang Allah restorasi adalah keberanian yang kudus. Keberanian seperti terang mengalahkan gelap. Kekudusan Tuhan tidak ada bayangan. Keberanian yang membawa kita ke tempat kudus,karena darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.  Darah Yesus yang telah menyucikan kita membuat hati nurani kita tidak menuduh lagi. Ini yang membuat hati kita terintegrasi di dalam kesatuan iman dan tujuan panggilan-Nya dalam hidup kita untuk melakukan kehendak Bapa demi kemuliaan-Nya. Untuk itulah kita dilahirkan kembali sebagai ciptaan baru.

KESEMPURNAAN KASIH ALLAH DI DALAM KITA KALAU KITA MEMPUNYAI KEBERANIAN PERCAYA

1Yoh 4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

Percaya dan iman itu memerlukan keberanian. Berperang dan berkorban membutuhkan keberanian. Menyatakan kebenaran membutuhkan keberanian. Memberitakan rahasia Kerajaan membutuhkan keberanian. Yesus dilahirkan untuk menyatakan kebenaran dan rahasia Kerajaan Allah demi kemuliaan Bapa sampai mati. Yesus dilahirkan dan hadir ke dunia ini, karena keberanian Bapa. Kasih menimbulkan keberanian. Itu sebabnya Bapa sangat mengasihi dan berkenan kepada Yesus. Bukan hanya karena Ia adalah Putra Allah.

 

Amin

 

 

 

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...