Langsung ke konten utama

The Bridegroom's Delight: Faith and Character (Preparing the Bride #29)

Kegembiraan Mempelai Pria: Iman dan Karakter

Pada sesi ini pembicara membahas tentang harapan Tuhan yang harus terwujud dalam kehidupan jemaat sebagai kekasih-Nya, merujuk pada Kidung Agung 4 ayat 9. Penjelasan berpusat pada dua aspek utama: iman dan karakter ilahi. Pembicara menggunakan kisah wanita Kanaan dalam Matius 15 untuk menggambarkan iman yang besar yang memikat hati Yesus, menekankan bagaimana wanita itu memahami identitas Yesus sebagai Mesias spiritual, bukan sekadar pemimpin duniawi. Selain itu, karakter ilahi diibaratkan sebagai "kalung perhiasan leher" yang tak terlihat secara fisik namun sangat berharga di mata Tuhan, yang tercermin dari manusia batiniah yang lemah lembut dan tentram, seperti yang terlihat pada Yusuf dan Daniel.



Berikut adalah catatan lengkap dari pesan khotbah:

Pesan khotbah ini melanjutkan pembahasan dari minggu sebelumnya mengenai harapan Tuhan yang harus menjadi realita dalam kehidupan jemaat sebagai gereja yang disebut kekasih Tuhan. Pembicara memulai dengan doa, memohon agar Tuhan menguraikan dan menyingkapkan pengharapan serta cita-cita-Nya atas hidup jemaat, sehingga pewahyuan, pengertian, dan hikmat itu terwujud.

Ayat Kunci: Kidung Agung 4:9 "Engkau mendebarkan hatiku, Dinda pengantinku, engkau mendebarkan hatiku dengan satu kejapan mata dan dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu."

Pesan ini berfokus pada apa yang membuat Tuhan terpesona dan hatinya berdebar-debar melihat gereja-Nya.

I. "Engkau mendebarkan hatiku, Dinda pengantinku"

  • "Mendebarkan hati" berarti membuat seseorang terpikat, terpesona, atau menawan hati. Tuhan ingin mengalami hal yang sama dari jemaat.

  • "Dinda" berarti saudariku, menekankan kesamaan DNA atau sifat dasar yang identik.

    • Ibrani 2:11 Ia yang menguduskan (Kristus) dan mereka yang dikuduskan (kita) semua berasal dari satu (Allah), sehingga Kristus tidak malu menyebut kita saudara.

    • Kesamaan sifat dasar ini berasal dari nafas hidup Allah yang dihembuskan kepada manusia (Kejadian 2:7).

    • Yohanes 20:22: Yesus menghembusi murid-murid-Nya dan berkata, "Terimalah Roh Kudus." Nafas Yesus ini adalah dimensi Roh Kristus yang luar biasa, memberikan dimensi dan sifat-sifat dasar yang identik kepada murid-murid-Nya.

    • Tuhan ingin sifat-sifat dasar Yesus yang menjadi jati diri-Nya juga terjadi dalam hidup jemaat, menjadikan jemaat memiliki sifat dasar yang identik dengan Kristus, dikerjakan oleh Roh Kudus.

    • Meskipun "Dinda" di tanah Arab pada masa itu berarti kekasih, konteks Ibrani menunjukkan adanya DNA yang sama atau identitas yang identik.

    • 1 Petrus 1:15-16 menyerukan agar kita menjadi kudus dalam seluruh hidup kita, sama seperti Allah yang kudus yang memanggil kita. Ini adalah panggilan untuk menjadikan kesamaan sifat dasar dengan Kristus menjadi realita.


II. Dua Hal yang Mendebarkan Hati Tuhan dari Gereja-Nya (Kidung Agung 4:9)

A. "Dengan satu kedipan mata"

  • Ini berbicara tentang iman.

  • Ketika seseorang mengerling atau mengejap mata sesaat, ada momen di mana ia tidak melihat secara fisik, namun kemudian ia melihat. Tindakan spiritual "satu kejapan mata" inilah yang mendebarkan hati Tuhan.

  • Mata di sini adalah mata Ilahi atau mata spiritual/supranatural. Menutup mata untuk melihat ke dalam alam Tuhan dilakukan melalui iman.

  • Ibrani 11:1: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

    • Melalui iman, Musa (Ibrani 11:26-27) menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar daripada harta Mesir, karena ia memandang kepada upah di depan. Ia bertahan seolah-olah melihat apa yang tidak kelihatan. Imannya menembus jarak waktu 1300-1400 tahun untuk melihat Kristus.

    • Lukas 18:8: Yesus bertanya apakah Anak Manusia akan mendapati iman di bumi ketika Ia datang kembali. Ini menekankan pentingnya iman.

  • Contoh Iman yang Mendebarkan Hati Yesus: Perempuan Kanaan (Matius 15:21-28, Markus 7:25-26).

    • Perempuan ini adalah non-Yahudi, seorang Yunani bangsa Sirofenisia (keturunan Kanaan). Yesus diutus hanya kepada domba-domba Israel (Matius 10:5-6, Roma 15:8).

    • Ia berteriak memohon belas kasihan, meskipun Yesus diam saja dan murid-murid ingin mengusirnya. Yesus mendiamkan diri untuk menguji kualitas imannya.

    • Ia mengenali Yesus sebagai Tuhan Anak Daud (Mesias), yang menunjukkan pemahaman spiritual bahwa Yesus datang untuk menyelesaikan perkara-perkara kekal, bukan hanya hal-hal lahiriah seperti pembebasan dari penjajahan.

    • Ketika Yesus menyebutnya "anjing" (anjing peliharaan/κυνάριον), ia dengan rendah hati menerima, namun memohon remah-remah yang jatuh dari meja tuan. Ini menunjukkan bahwa meskipun ia bukan Israel, ia percaya Allah adalah Bapa bagi semua yang hidup dan ia hanya mencari belas kasihan kecil.

    • Yesus terpesona dan berkata, "Hai ibu, besar imanmu!". Ini adalah contoh iman yang tidak biasa dan diuji oleh Firman Tuhan.

    • Iman ini penting karena "tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah" (Ibrani 11:6). Iman adalah karunia Allah (Efesus 2:8-9).

B. "Dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu"

  • Kalung pada leher meningkatkan keindahan, dan leher dalam konteks ini berbicara tentang karakter Ilahi.

  • Ini merujuk pada manusia batiniah.

    • 1 Petrus 3:3-4: Perhiasan sejati adalah manusia batiniah yang tersembunyi, dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tentram, yang sangat berharga di mata Allah.

    • Efesus 4:23-24: Manusia batiniah diperkaya dan diperindah ketika dibaharui dalam roh dan pikiran, mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan.

  • Perhiasan batin ini tidak terlihat secara fisik oleh manusia, tetapi Tuhan selalu melihat, menilai, dan menguji motivasi, batin, dan hati.

    • Mazmur 26:2: "Ujilah aku, ya Tuhan, cobalah aku, selidikilah batinku dan hatiku."

    • Mazmur 139:23: "Selidiki aku, ya Allah, kenallah hatiku, ujilah aku, kenallah pikiran-pikiranku."

    • 1 Tawarikh 28:9: Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat atau motivasi.

    • Yeremia 17:10: Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin untuk memberi balasan setimpal.

    • Roma 8:27: Allah yang menyelidiki hati nurani mengetahui maksud Roh.

  • Amsal 1:8-9 dan Amsal 3:3, 21: Mendengarkan didikan (instruksi Bapa rohani) dan ajaran (hukum Taurat) adalah seperti karangan bunga dan kalung. Kasih, setia, hikmat, dan pertimbangan harus dikalungkan pada leher dan dituliskan pada hati, menjadi karakteristik kehidupan.

  • Mata Tuhan tertuju pada batin kita (Mazmur 32:8).

  • Contoh-contoh Kalung sebagai Tanda Kehormatan dan Martabat:

    • Yusuf: Firaun mengangkatnya menjadi kuasa dan mengenakan kalung emas kepadanya karena ia dipenuhi Roh Tuhan, berakal budi, dan bijaksana (Kejadian 41:39-42). Ini kontras dengan lehernya yang dibelenggu besi saat dipenjara (Mazmur 105:18).

    • Daniel: Raja Belsasar menjanjikan pakaian ungu dan rantai emas di leher serta kekuasaan ketiga tertinggi bagi siapa pun yang dapat menafsirkan tulisan di dinding (Daniel 5:7, 16).

  • Seuntai kalung dari perhiasan lehermu menunjukkan ekspresi karakter, sikap, dan apa yang datang dari manusia batiniah. Ini adalah hal yang menakjubkan bagi Tuhan.

Kesimpulan: Gereja yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya adalah gereja yang dapat menunjukkan iman yang besar ("satu kejapan mata") dan karakter yang indah yang terpancar dari manusia batiniah ("seuntai kalung dari perhiasan lehermu"). Inilah yang mendebarkan hati Kristus sebagai mempelai laki-laki kita.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...