Langsung ke konten utama

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 2) - Dimensions of the Revelation Spirit UR #226




THE UPPER ROOM 226 - 31 Maret 2026

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 2)

Ini merupakan pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai peran vital Roh Pewahyuan dalam kehidupan rohani jemaat. Beliau menjelaskan bahwa melalui dimensi roh ini, orang percaya dapat menemukan kebenaran ilahi yang melampaui logika manusia dan mematahkan belenggu pola pikir yang salah. Ia merinci sepuluh aspek kunci, termasuk pencerahan, inspirasi, dan intuisi, sebagai sarana untuk memahami serta menyampaikan pesan Tuhan secara akurat. Penekanan utama diberikan pada pentingnya membangun gereja di atas dasar pewahyuan langsung dari Bapa agar tidak terkalahkan oleh kekuatan kegelapan. Selain itu, beliau menyoroti bahwa harga untuk memasuki dunia roh menuntut pengorbanan dan kesiapan batin yang sungguh-sungguh. Seluruh materi ini bertujuan memperlengkapi individu dengan ketajaman spiritual demi mencapai kedewasaan iman dan dampak perubahan hidup yang nyata.


Berikut adalah catatan mengenai pengajaran Roh Pewahyuan (Roh Pengetahuan Pewahyuan) berdasarkan sumber yang Anda berikan:

1. Definisi dan Sumber Roh Pewahyuan

  • Roh Pewahyuan adalah dimensi roh yang memungkinkan seseorang menemukan kebenaran yang tidak mungkin ditemukan dengan cara lain.
  • Pewahyuan sejati tidak berasal dari manusia (daging dan darah) atau opini publik, melainkan dinyatakan langsung oleh Allah Bapa melalui Roh Kudus.
  • Pewahyuan memberikan kuasa kepada seseorang untuk "mengetahui melalui roh" dan memberikan keunggulan karena informasi yang diterima berasal dari atas, sehingga keputusan menjadi jelas.

2. Contoh Alkitabiah tentang Pewahyuan

  • Petrus (Matius 16): Yesus bertanya tentang identitas-Nya. Sementara orang lain memberikan opini (Yohanes Pembaptis, Elia, dll.), Petrus menerima pewahyuan dari Bapa bahwa Yesus adalah "Mesias, Anak Allah yang hidup".
  • Natanael (Yohanes 1): Sebelum Petrus, Natanael telah menerima pewahyuan dan mengakui Yesus sebagai "Anak Allah dan Raja orang Israel" setelah Yesus menyatakan telah melihatnya di bawah pohon ara.
  • Gunung Transfigurasi: Pengalaman dimensi roh di mana Bapa, Musa, dan Elia berbicara, menunjukkan kepemimpinan gereja yang sedang dibangun Yesus.

3. 10 Aspek Penting Mengenai Kebenaran dan Pewahyuan

Dalam pengajarannya, Dr. Jonathan David merinci sepuluh poin utama terkait bagaimana kebenaran beroperasi dalam roh:

  1. Pewahyuan: Berkaitan dengan penemuan kebenaran.
  2. Pencerahan (Iluminasi): Berkaitan dengan pemahaman atau pengertian kebenaran.
  3. Inspirasi (Ilham): Berkaitan dengan komunikasi atau penyampaian kebenaran.
  4. Pengertian yang Mendalam (Insight): Berkaitan dengan kedalaman kebenaran.
  5. Intuisi: Berkaitan dengan Roh Kebenaran dan fungsi hati nurani untuk melakukan apa yang menyenangkan Tuhan.
  6. Ketidakmungkinan Salah (Infallibility): Berkaitan dengan kesinambungan kebenaran; firman Tuhan tidak akan gugur dan terus maju secara progresif.
  7. Ketidakberubahan (Immutability): Berkaitan dengan kebenaran yang tidak berubah; Tuhan tetap sama kemarin, hari ini, dan selamanya.
  8. Kecerdasan: Berkaitan dengan mengumpulkan dan ketajaman dalam membedakan kebenaran.
  9. Pengaruh: Berkaitan dengan perubahan hidup karena menjadi model atau teladan dari firman-Nya.
  10. Dampak: Berkaitan dengan perubahan hidup orang lain karena pengaruh firman Tuhan dalam hidup kita.

4. Fungsi Pewahyuan dalam Gereja dan Kehidupan

  • Fondasi Gereja: Gereja tidak dapat dibangun di atas saran, mitos, atau ideologi manusia, melainkan harus di atas pewahyuan akan Kristus.
  • Kemenangan atas Neraka: Jika seseorang dibangun oleh pewahyuan, pintu gerbang neraka tidak akan dapat mengalahkannya; sebaliknya, ia akan menjadi alat perang Tuhan untuk menghancurkan musuh.
  • Akses ke Kuasa: Melalui Roh Kudus, kita menerima akses kepada kuasa untuk menegakkan otoritas dan mengusir musuh dari wilayah kita.

5. Peperangan Rohani dan Benteng Pikiran

  • Peperangan kita bukan melawan darah dan daging, melainkan di dalam roh.
  • Benteng (Strongholds): Adalah pola pikir yang memenjarakan area tertentu dalam hidup (seperti keuangan atau emosi) sehingga tidak bisa maju.
  • Spekulasi: Pikiran yang tidak memiliki dasar kebenaran yang harus dihancurkan oleh roh pewahyuan.
  • Analogi Lalat Buah: Iblis sering kali menanamkan benih kontaminasi (keraguan) seperti lalat buah yang menyengat buah. Kita harus menjaga dan membungkus "buah" atau karakter kita agar tidak membusuk akibat serangan si jahat.

6. Dimensi Surgawi

  • Dunia nyata merupakan replika dari apa yang ada di surga; ketika Kerajaan Allah datang, hal-hal dari dunia roh mengambil wujud di dunia nyata.
  • Malaikat melayani orang percaya dan dapat bermanifestasi dalam wujud manusia untuk sementara waktu.
  • Aliran pewahyuan memungkinkan kita untuk melihat apa yang tidak dapat dilihat secara lahiriah.


Bagaimana cara menghancurkan benteng pikiran menurut pengajaran ini?

Berdasarkan pengajaran Dr. Jonathan David, benteng pikiran (strongholds) didefinisikan sebagai pola pikir yang memenjarakan area tertentu dalam hidup seseorang—seperti keuangan atau emosi—sehingga area tersebut tidak dapat mengalami kemajuan.

Berikut adalah langkah-langkah dan cara menghancurkan benteng pikiran menurut pengajaran ini:

  • Menggunakan Senjata Rohani, Bukan Duniawi: Peperangan melawan benteng pikiran tidak dilakukan menurut daging, karena senjata yang digunakan harus memiliki kuasa ilahi untuk meruntuhkan benteng tersebut. Pewahyuan berada di dimensi yang melampaui darah dan daging.
  • Membangun Hidup di Atas Pewahyuan: Jika hidup seseorang dibangun di atas pewahyuan, maka pintu gerbang neraka tidak akan berkuasa. Dengan pewahyuan, Tuhan memberikan kuasa kepada orang percaya untuk menjadi "alat perang-Nya" guna menghancurkan musuh.
  • Mengikat dan Memeteraikan dengan Darah Anak Domba: Benteng pikiran harus disingkirkan dengan cara diikat dan dimeteraikan oleh darah Anak Domba serta oleh kuasa Roh Kudus. Hal ini bertujuan agar spekulasi yang tidak memiliki dasar kebenaran menjadi sia-sia.
  • Menawan Setiap Pikiran: Proses penghancuran melibatkan upaya untuk meruntuhkan argumen dan segala kesombongan yang meninggi melawan pengenalan akan Allah, serta menawan setiap pikiran untuk taat kepada Kristus.
  • Penyatuan dengan Roh Pikiran Kristus: Roh dari pikiran manusia harus diubah sifat dasarnya dan mulai bergabung dengan Roh Pikiran Kristus. Ketika terang pewahyuan datang, maka kegelapan (benteng) harus lenyap.
  • Menjaga "Buah" Hidup dari Kontaminasi: Pengajaran ini memberikan analogi "lalat buah" sebagai iblis yang menanamkan benih keraguan atau kontaminasi. Menghancurkan benteng juga berarti tahu cara menjaga dan mempertahankan apa yang telah diterima di dalam Kristus agar tidak dirusak oleh pencuri (iblis).
  • Mengandalkan Roh Kudus dan Roh Pertobatan: Diperlukan Roh Pertobatan untuk memperbarui diri dan Roh Pewahyuan untuk memberikan informasi dari atas sehingga keputusan menjadi jelas dan kegelapan tidak dapat menghancurkan kita.

Singkatnya, penghancuran benteng dilakukan melalui kombinasi antara penerimaan wahyu ilahi, penggunaan otoritas rohani (darah Yesus dan kuasa Roh), serta pendisiplinan pikiran untuk tunduk sepenuhnya kepada kebenaran Kristus.


Bagaimana Roh Pewahyuan membantu kita mengalahkan kuasa kegelapan?

Roh Pewahyuan membantu kita mengalahkan kuasa kegelapan melalui beberapa cara mendasar yang memberikan keunggulan rohani bagi orang percaya:

  • Menjadi Dasar yang Tak Terkalahkan: Gereja dan kehidupan orang percaya yang dibangun di atas pewahyuan akan Kristus tidak akan dapat dikalahkan oleh pintu gerbang maut atau neraka,. Jika hidup seseorang dibangun oleh pewahyuan, kuasa kegelapan tidak akan dapat menjamahnya.
  • Memberikan Kuasa sebagai Alat Perang Tuhan: Roh Pewahyuan mengubah posisi kita dari yang diserang menjadi penyerang. Tuhan memberikan kuasa kepada mereka yang hidup dalam pewahyuan untuk menjadi alat perang-Nya, sehingga musuh akan melarikan diri ke tujuh arah. Melalui Roh Kudus, kita memiliki akses kepada kuasa untuk menegakkan otoritas dan mengusir musuh dari wilayah kita.
  • Menghancurkan Benteng Pikiran dan Spekulasi: Senjata peperangan kita bukanlah senjata duniawi, melainkan memiliki kuasa ilahi melalui pewahyuan untuk meruntuhkan benteng-benteng pikiran, argumen, dan kesombongan yang melawan pengenalan akan Allah. Pewahyuan menghentikan "spekulasi" atau pikiran yang tidak memiliki dasar kebenaran yang sering digunakan iblis untuk memenjarakan area kehidupan seseorang,,.
  • Membuka Mata terhadap Dimensi Roh: Aliran pewahyuan memungkinkan kita untuk melihat apa yang tidak dapat dilihat secara lahiriah. Ini membantu kita mendeteksi kehadiran musuh—seperti "pencuri yang kotor" atau roh jahat—sehingga kita tidak terjebak dan justru dapat menangkapnya. Ketika terang pewahyuan datang, kegelapan harus lenyap.
  • Memberikan Keunggulan Informasi dari Atas: Roh Pewahyuan memberi kita keunggulan (edge) karena informasi yang kita terima berasal langsung dari Allah Bapa melalui Roh Kudus, bukan dari pendapat manusia,. Dengan informasi dari atas, keputusan kita menjadi jelas sehingga kegelapan tidak dapat menghancurkan kita.
  • Melindungi dari Kontaminasi (Analogi Lalat Buah): Pengajaran ini menjelaskan bahwa iblis bertindak seperti "lalat buah" yang mencoba menanamkan benih kontaminasi agar karakter atau "buah" hidup kita membusuk. Roh Pewahyuan memberikan pengertian untuk menjaga dan mempertahankan apa yang telah diterima di dalam Kristus agar tidak dicuri atau dibinasakan oleh iblis.

Singkatnya, Roh Pewahyuan memberikan kemampuan untuk mengetahui melalui roh, yang melampaui kemampuan akal budi lahiriah, sehingga kita dapat berjalan dalam terang dan kemenangan total atas setiap pekerjaan musuh.


Mengapa pengenalan akan Allah memerlukan pewahyuan, bukan sekadar logika?

Pengenalan akan Allah memerlukan pewahyuan (revelasi) karena logika manusia memiliki batasan yang tidak dapat menjangkau dimensi ilahi. Berikut adalah alasan-alasan utamanya:

  • Kebenaran Tidak Dapat Ditemukan dengan Cara Lain: Roh pewahyuan didefinisikan sebagai kemampuan untuk menemukan kebenaran yang tidak mungkin ditemukan dengan cara lain selain melalui Bapa dan Roh Kudus. Dr. Jonathan David menegaskan bahwa pewahyuan menyangkut penemuan kebenaran yang tidak dapat diterima manusia kecuali melalui cara Allah.
  • Keterbatasan "Daging dan Darah" (Logika Manusia): Pengetahuan sejati tentang siapa Allah tidak berasal dari manusia atau "daging dan darah". Dalam Matius 16, ketika orang-orang menggunakan logika dan opini mereka untuk menebak identitas Yesus, mereka hanya sampai pada dugaan bahwa Ia adalah Yohanes Pembaptis atau Elia. Namun, pengenalan Petrus bahwa Yesus adalah "Mesias, Anak Allah yang hidup" datang langsung dari Bapa di sorga, bukan dari saran atau ideologi manusia.
  • Melampaui Akal Budi Lahiriah: Roh Kudus membawa komunikasi kebenaran yang mendalam yang tidak dapat ditemukan oleh akal budi lahiriah. Logika manusia sering kali terbatas pada apa yang terlihat, sedangkan pewahyuan memungkinkan seseorang untuk "mengetahui melalui roh" dan melihat hal-hal dalam dimensi yang melampaui darah dan daging.
  • Menghindari Penyesatan dan Opini: Jika pengenalan akan Allah hanya didasarkan pada logika, maka yang dihasilkan hanyalah opini, mitos, atau saran manusia yang bisa saja salah. Sumber menyebutkan bahwa emosi dan penafsiran manusia bisa keliru, sehingga diperlukan informasi "dari atas" agar keputusan dan pengenalan kita menjadi jelas dan tidak dapat dihancurkan oleh kegelapan.
  • Dasar Pembangunan Gereja dan Hidup: Gereja tidak dapat dibangun di atas ideologi atau mitos manusia; ia harus dibangun di atas pewahyuan akan Kristus. Hanya melalui pewahyuan inilah seseorang menerima kuasa dan otoritas yang tidak dapat dikalahkan oleh pintu gerbang neraka.

Singkatnya, pewahyuan diperlukan karena ia memberikan keunggulan (edge) informasi yang berasal dari sumber ilahi, yang memungkinkan manusia untuk mengetahui apa yang tidak dapat dijangkau oleh kecerdasan alami atau logika semata.

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...