Langsung ke konten utama

BAGAIMANA HARUS HIDUP AKURAT

BAGAIMANA HARUS HIDUP AKURAT DALAM PATRON TUHAN

Ketidakakuratan akan ada korban seperti Uza. Sebaliknya dampak ketaatan kita kepada Tuhan akan lahir bangsa Tuhan.



Wahyu 11:1
Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Ada 3 hal yang diukur:
  1. Bait suci
  2. Mezbah
  3. Orang yang beribadah di dalamnya.

Bait Suci masih terus ada pada Wah 21-22, walau pun iblis telah dihukum Tuhan.
Bait Suci menggambarkan kehidupan rohani kita dan hubungan kita dengan Tuhan. Ukuran hidup kita harus sama dengan ukuran Tuhan. Ukuran hidup kita harus tepat, akurat dan presisi seperti yang dikehendaki Tuhan.  Ketika Musa diperintahkan Tuhan membangun tabernakel itu ukurannya harus akurat, detil, tidak boleh meleset. Bahkan bahan-bahan dari tabernakel itu: warnanya, kain, benangnya, bahannya dari kulit lumba-lumba dan sebagainya. Semua bentuk, ukuran dan warna harus sesuai dengan ketetapan Tuhan. Jika kita ingin menjadi Bait Suci kita harus membangun hidup kita dengan ukurannya dan seleranya Tuhan, bukan dengan selera, ukuran, keinginan sendiri.

Daud memiliki kerinduan memindahkan Tabut Allah ke Yerusalem, karena Tabut belum ada di Bait Suci. Tabut yang berisi 10 hukum dalam 2 tablet. Tabut Allah telah dirampas musuh dan diletakkan di kuil Dagon.  Tapi apa yang terjadi, patung-patung mereka yang tinggi besar itu jatuh hancur berantakan. Daud kemudian ingin membawa kembali tabut ke Yerusalem, kota Daud, tapi caranya tidak tepat. Dia taruh tabut dalam sebuah gerobak. Dan di tarik lembu. Tapi ini cara yang salah. Ini cara yang biasa dilakukan oleh orang Filistin. Niat baik tidak cukup. Caranya harus benar. Dia pakai cara Filistin, karena dia pernah tinggal lama di Gat, wilayah orang Filistin, tempat kelahiran Goliath. Gat adalah pusat militer orang Filistin. Daud lari dari kejaran Saul ke Gat. Jadi Daud telah terkontaminasi, dia memakai cara orang Filistin.
 
1 Sam 6:7 Oleh sebab itu ambillah dan siapkanlah sebuah kereta baru dengan dua ekor lembu yang menyusui, yang belum pernah kena kuk, pasanglah kedua lembu itu pada kereta, tetapi bawalah anak-anaknya kembali ke rumah, supaya jangan mengikutinya lagi.

Apa yang terjadi ketika tabut dipindahkan dengan cara orang Filistin?

Tabut itu hampir terjatuh dari kereta.

2 Sam 6 2:-7
Uza mati, karena tangannya diulurkan kepada tabut Allah itu untuk menahan tabut Allah itu tergelincir.  Tidak boleh seorang pun memegang tabut kecuai imam besar. Niatnya baik, tapi melanggar hukum Tuhan.  

Ada hukum-hukum Tuhan, ketetapan Tuhan, patron Tuhan; walau pun niat saudara baik, tapi tanpa kompromi Tuhan membunuh Uza karena melanggar hukum Tuhan. Kita tidak bisa menurunkan standar Tuhan.

2 Sam 6:10-12

2Sa 6:10  Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.

2Sa 6:11  Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

2Sa 6:12  Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.


Daud tidak jadi membawa tabut itu ke Kota Daud, tapi dipindahkan ke rumah Obed-Edom, orang Gat. Selama 3 bulan tabut itu di simpan di rumah Obed-Edom, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Ketika tabut itu ada di rumah Obed-Edom, mereka diberkati, padahal Edom itu sudah terkutuk.

Bagaimana cara memindahkan tabut itu tanpa menyentuhnya? Walau pun motivasinya baik, mereka harus menggunakan cara Tuhan. Hukum tetap hukum yang harus ditaati dengan akurat. Mereka diajar untuk akurat.
 
Kita harus hidup akurat sehingga bisa menjadi model buat gereja-gereja di luar sana.
Banyak yang beranggapan persepuluhan itu menurut hukum Taurat. Yang pertama memberikan perpuluhan adalah Abram. Yang menerima hukum Taurat adalah Musa.

Perpuluhan pertama itu wajib menurut hukum dan ketetapan Tuhan. Perpuluhan kedua itu merupakan persembahan khusus, persembahan korban untuk tujuan Tuhan. Persembahan itu ucapan syukur.  

Jadi bagaimana tabut itu harus dipindahkan? Harus akurat. Caranya harus akurat.
Tuhan tidak memberikan waktu kepada Uza. Tuhan langsung membunuhnya.

Mal 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Perpuluhan pertama adalah milik Tuhan, yang wajib dikembalikan, supaya ada persediaan makanan, terselenggaranya firman Tuhan di rumah Tuhan.

Perpuluhan kedua untuk store house Tuhan, rumah Tuhan, bukan untuk store house gereja. Dalam hal ini kita harus akurat.

Ketidakakuratan akan ada korban seperti Uza. Sebaliknya dampak ketaatan kita kepada Tuhan akan lahir bangsa Tuhan.

Korban mungkin tidak berarti mati secara fisik, tapi mati dari rencana Tuhan. Mati dari kehendak Tuhan. Mati dari ketetapan Tuhan, mati dari takdir / destiny Tuhan.

Uza menjadi korban karena ketidakakuratan Daud.

Perpuluhan kedua yang telah dikumpulkan saudara-saudara telah mencapai bangsa-bangsa melalui papa JD. Papa Djonny tidak melihat jumlah, tapi melihat keakuratan.

Lupakan Indonesia baru kalo gereja tidak akurat menurut hukum-hukum Tuhan.

Kej 26:1-4
Gen 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.

Gen 26:2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.

Gen 26:3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.

Gen 26:4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,

Tuhan melarang Ishak pergi ke Mesir, tapi diam di negeri Filistin di Gerar sebagai orang asing. Lalu Tuhan mengingatkan kembali ikrar sumpahNya kepada Abraham.

Itu karena Abraham telah 1)mendengar suara Tuhan, 2) memelihara kewajibannya 3) menurut segala perintah, 4)ketetapan dan 5)hukum Tuhan. Ada 5 hal Abraham hidup secara akurat, sehingga sumpah Tuhan dan ikrar Tuhan terjadi pada generasi berikutnya.

Sebuah bangsa harus ada hukum. Identitas dan jatidiri bangsa itu tergantung dari hukum yang ditegakkan.

Kej 14:20
dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Abram pertamakali dicatat dalam Alkitab memberikan persepuluhan kepada Imam Besar Melkisedek. Kita melakukan storehouse supaya tujuan Tuhan terjadi pada hidup kita. Persepuluhan dasarnya hukum. Hukum itu dasarnya bukan suka atau tidak suka. Tapi suka atau tidak harus ikut.

Mal 3:8-10
Mal 3:8  Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu (NKJV robbed = merampoki) Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

Mal 3:9  Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Mal 3:10  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Ay9. Kutuk pertama di Taman Eden. Ular dikutuk. Tanah dikutuk. Berkaitan dengan penghidupan.
Ay8. Menipu = rob = merampok Tuhan.
Ay10. Persembahan persepuluhan = tithes = jamak
1) Persembahan perpuluhan 2) persembahan khusus
Tingkap langit terbuka. 

Korban Saul Yang Melanggar Hukum Tuhan

1 Sam 13:1-13 Hanya imam yang berhak mempersembahkan korban.
Ay8-9. Saul tidak taat, hidup tidak akurat terhadap hukum-hukum Tuhan. Ia melakukan korban bakaran, karena rakyat mulai meninggalkan dia, sebab ketakutan terhadap keadaan, pasukan Filistin begitu besar jumlahnya dan rakyat mulai berserak-serak sebab takut dan gemetar.

Kata Samuel, Saul telah melakukan perbuatan bodoh, karena sedianya Tuhan akan mengokohkan kerajaannya. Akhirnya Saul mati, demikian juga Yonatan anaknya. Tinggal Mefiboset, tapi timpang. Ketidakakuratan menuntut korban. Generasi berikutnya tidak bisa menjalankan perintah dan tujuan Tuhan.

Kesalahan Saul Berikutnya

1 Sam 15:1-23 Saul tidak taat pada perintah Tuhan. Tuhan berkata: Saul tidak taat, berbalik dari Tuhan dan tidak melaksanakan firman Tuhan. Kalo kita tidak akurat, melaksanakan perintah Tuhan hanya sebagian, maka kita sama sekali tidak melakukan perintah Tuhan. Saul berdalih-dalih dengan menyalahkan rakyatnya. Tuhan menolak Saul.

Jangan kompromi, hanya melakukan sebagian ketaatan. Ketaatan sebagian itu bukan ketaatan, tapi pemberontakan.

Kontradiksi Saul Dengan Daud

Kis 13:22
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Dosa Daud dengan mengambil istri Uria dengan cara licik lebih besar dari Saul.
Kesalahan Saul didasarkan kepada : ketidakakuratan dan tidak sabar.   Tapi Saul tidak pernah menyesal, tidak bertobat, selalu berdalih-dalih, dan menyalahkan rakyat.
Tapi Daud punya hati yang hancur ketika ditegur nabi Natan. Daud tidak berdalih, tidak bela diri, tapi menyesal dengan hancur hati.

Miliki hati yang lembut, yang mau bertobat, mana yang tidak benar, tidak akurat, kembali kepada jalan Tuhan dan hukum-hukum Tuhan.

Maz 119 Daud diselaraskan hidupnya dengan hukum-hukum Tuhan dan peringatan-peringatan Tuhan.


Sermon notes ps.Yappy 11-Juni-2017


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...