Langsung ke konten utama

GEREJA KERAJAAN - Session 2

Kau harus menjadi generasi yang siap untuk Final Day (hari Tuhan). Ini peristiwa harus terjadi, hal-hal yang mengerikan terjadi, saudara harus selamat. Jangan jadikan Yesus hanya Juru Selamat untuk masuk sorga saja, tapi juga dalam perjalanan hidup ini. Orang harus bertahan sampai pada Final Day.


Apa tanda-tanda kesudahan dunia? Kapan itu akan terjadi?  Yesus lebih banyak memberikan tanda-tanda.

Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!  Mat 24:4

Kesesatan pada saat itu merajalela. Di tandai dengan deru perang. Point paling penting tentang penyesatan adalah pada destiny. Kalo destiny berbeda, maka rumah tangga akan cekcok. Setan tau bagaimana menghancurkan sebuah bangsa. Dia mulai dari kelompok kecil. Dari pertentangan-pertentangan kecil saja. Saudara harus pahami ini berbahaya buat kita.  Namun dikatakan, jangan kamu gelisah, sebab semua itu harus terjadi. Di Wahyu dijelaskan hal-hal yang harus segera terjadi, di sini dikatakan harus terjadi. Jadi Mat 24 adalah agenda yang sudah dicatat oleh Tuhan, tapi waspada sehingga saudara tidak menjadi korbannya. Kepalsuan itu menyesatkan.  Saudara harus memproduksi yang asli, yang benar, yang menghasilkan iman, sehingga saudara tau itu palsu.

Jemaat yang dibangun oleh rasul Paulus, yaitu jemaat Efesus, 30 tahun kemudian ternyata masih hebat. Mereka dibangun dari keasliannya, sehingga mereka bisa punya perangkat untuk melakukan test terhadap rasul-rasul palsu. Paulus adalah rasul asli, yang hidup bersama-sama dengan mereka, melakukan mujizat bersama-sama. Firman tersebar ke seluruh Asia. Itu menunjukkan mereka sebagai ‘pabrik’ firman. Jadi ketika mereka disodorkan produk dengan kemasan yang sama, mereka tidak terkesima dan bisa mendapati ciri-ciri bahwa itu palsu. 

Yesus memberitahukan tanda-tanda akan berakhirnya dunia yang kacau ini, bukan dunia yang akan datang. Kadangkala dalam menjalani hidup ini, bangkit pikiran palsu, perasaan palsu dan dalam penderitaan kita berteriak. Iman tidak bisa dibangkitkan dengan cara demikian. Apakah orang-orang semacam itu bisa bertahan? Tidak. Tetapi Yesus mengatakan: tetapi siapa yang bertahan akan selamat.

Jangan katakan kepalsuan itu datang dari luar ke dalam. Terkadang kau memproduksi yang palsunya. Sering sekali kita mengatakan ini jalan Tuhan, padahal itu jalan pikiran kita sendiri. Tuhan mengatakan jalanKu sejauh tinggi langit dari bumi dengan jalanmu. RancanganKu dan rancanganmu, sejauh tinggi langit dari bumi.

Tadi mengenai dengan tanda deru perang. Lalu ada pula bangsa bangkit melawan bangsa. Di negara kita semua merasa sedang berjuang melawan demokrasi untuk rakyat. Itu adalah bentuk kepalsuan. Bagaimana melawan / menghadapi kepalsuan ini? Yesus mengatakan “barangsiapa menang”, artinya kita harus memiliki kapasitas yang bisa mengatasi kepalsuan. Maka di Wahyu dikatakan kepada ketujuh gereja: setiap gereja punya masalah, naiklah ke level yang baru, di mana ada kehidupan yang tidak punya masalah.  

Jadi sangat penting sekali, kau meng-upgrade dirimu. Jadi bagaimana bisa selamat menghadapi bencana yang akan terjadi di hari-hari mendatang? Kau harus menjadi generasi yang siap untuk Final Day (hari Tuhan). Ini peristiwa harus terjadi, hal-hal yang mengerikan terjadi, saudara harus selamat. Jangan jadikan Yesus hanya Juru Selamat untuk masuk sorga saja, tapi juga dalam perjalanan hidup ini.  Kau harus dapat melihat perjalanan menuju ke sana. Tidak ada jalan lain, saya dan kau harus tetap hidup menurut jalan Tuhan, taati Tuhan.

Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."  Gen 18:19

Ayat ini biarlah  menjadi visi kita bersama, sebab ada agenda yang sangat mengerikan sekali.

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.  Mat 24:7

Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.  Mat 24:8

Mengapa kelaparan itu terjadi? Karena orang hidup dalam ego. Itu adalah permulaan penderitaan menjelang jaman baru. Tapi Tuhan mengatakan itu harus terjadi.

Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.  Mat 24:13

Orang harus bertahan sampai pada Final Day. Ada rumusnya untuk dapat bertahan.

Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,  Mat 24:9

Apakah saudara siap untuk disiksa dan mati karena nama Tuhan? Apakah saudara menyesal mengikut Yesus? Jika kita mati karena nama Tuhan, kita akan dibangkitkan! Yesus berkata: Jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tapi tidak berkuasa atas jiwa.

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.  Mat 10:28

Ya, jika kau mati secara lahiriah karena nama Yesus, maka kau akan mengalami kebangkitan pertama.
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:  Rev 2:12

Pedang tajam bermata dua dikatakan rasul Paulus di Ibrani memisahkan antara jiwa dan roh. Mana yang menghasilkan (output) produk jiwa, mana yang outputnya roh? 

Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.  Rev 2:13

Ada gereja yang pusatnya di tahta Iblis. Saudara gerejanya di mana? Di Tahta Tuhan. Tapi saudara harus tau, jemaat Pergamus hidup di seputar tahta Iblis. Apa yang terjadi pada Antipas, bisa terjadi dalam hidup saudara. Antipas dibunuh, karena tidak mau menyangkal imannya. Ia berpegang pada nama Tuhan, sehingga disebut saksi yang setia. Apa yang Tuhan ingin tunjukkan kepada jemaat Pergamus? Jika saudara mengalami keadaan seperti mereka, bukankah saudara kabur? Saudara berdoa: Tuhan lindungi kami. Tuhan lindungi kami. Ternyata Antipas tidak dilindungi oleh Tuhan dan mati. Lalu apa yang ingin Tuhan buktikan? Kenapa Tuhan membiarkan Antipas disiksa dan mengalami aniaya di hadapan jemaat Pergamus? Yang luarbiasa adalah walau pun iblis duduk di tahta, ia tidak bisa menyentuh Antipas, karena Antipas memiliki roh yang unstopable.  Yesus sudah menjamin, jangan takut kepada yang bisa membunuh tubuh. Ini yang harus dimiliki oleh gereja: bukan hanya iman yang tidak menyangkal, tapi memiliki karakter ilahi Allah.

Karakter ilahi Allah tidak bisa dibunuh. Habel mati dibunuh, lalu digantikan oleh Set. Pengganti Set adalah Enos. Lalu diteruskan oleh Henokh, yang memiliki kasih karunia bisa hidup berjalan dengan Tuhan. Terus dan terus akan ada yang meneruskan karakter ilahi Allah dalam diri seseorang itu. Lalu ada Metusalah yang hidup dengan kasih karunia panjang umur (969tahun), ada Lamekh yang bisa melihat hari depan, yang melihat bahwa semua itu Tuhan bisa hentikan. Semua memang dalam kontrol Tuhan, tetapi Tuhan menginginkan orang-orang memiliki karakter ilahi-Nya. Kita harus bisa melihat itu. Meskipun kita tidak setia, Allah tetap setia (jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."  2Ti 2:13).

Apa yang dimiliki Antipas bukan kesetiaan yang biasa-biasa, tapi dia memiliki karakter ilahi. Itu sebabnya ia tidak bisa dihentikan. Itu juga yang terjadi pada Ayub. Menjauhi kejahatan, saleh, jujur adalah sifat-sifat ilahi yang dimiliki Ayub. Kalau kau memiliki unsur-unsur Allah ini, kau termasuk dalam Mat 24:13.  Ketika Tuhan datang kedua kalinya dengan Kerajaan 1000 tahunnya, mereka termasuk saksi-saksi kedatangan-Nya. Itu artinya saksi-Ku. Apa yang terjadi pada Antipas,membuat jemaat Pergamus dikuatkan. Mereka melihat ia memiliki roh unstopable. Iblis bisa membunuh, tapi takutlah kepada Dia yang bisa membunuh sampai pada kekekalan, sampai kepada kebinasaan.
Kesimpulannya ayat 9 itu ada supaya kau mengalami ayat 13. Ketika semua itu berakhir dan Injil Kerajaan diberitakan di seluruh dunia, maka dunia lama berakhir akan muncul dunia yang baru, yang disebut Kerajaan 1000 tahun. Jika kau mati pada masa menuju Kerajaan 1000 tahun dengan roh unstopable, tidak akan ada yang bisa menghentikanmu.  Kau akan mengalami kebangkitan pertama. 

Dalam keadaan seperti itu akan ada efek-efek sampingan sebagai berikut:

dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.  Mat 24:10

Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.  Mat 24:11

Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.  Mat 24:12

Kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Ini termasuk kasih yang kepada Tuhan. Mereka tidak kehilangan kasih, tapi meninggalkan kasih yang mula-mula. Kasih mereka menjadi dingin. Jemaat Efesus berorientasi kepada pekerjaan Tuhan, padahal kasih itu adalah karakter Tuhan. Ini perobahan hidup yang sangat berbahaya. 

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.  Rev 2:4

Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.  Rev 2:5

Betapa dalamnya engkau telah jatuh! Kenapa? Ketika karakter ilahi itu sudah tidak lagi sama dengan ukuran Tuhan, maka artinya kau telah jatuh.

Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.  Rev 14:1

Tertulis di dahi mereka, dari pikirannya, nama Anak Domba dan nama Bapa. Nama itu artinya pribadi, artinya seluruh karakter ilahi itu ada pada mereka.

Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.  Rev 11:1

Apa yang diukur? Bait Suci, Mezbah dan orang-orang, pribadi-pribadi yang beribadah. Kalian akan diukur, kasih kalian akan diukur. Ukuran kasih jemaat di Efesus sudah amat jauh berkurang, kualitasnya berkurang drastis.  Kasih mereka menjadi dingin, sama seperti yang dikatakan di Mat 24. Semua apa yang dikatakan dalam Mat 24 ini, targetnya adalah gereja.

Ketika gereja mendengar ada perang di Bosnia, di Afganistan, di Afrika, di Amerika Latin dan seterusnya….. Deru-deru perang itu yang kau dengar…hanya mendengar kabar-kabar perang. Lalu kebodohan gereja adalah….

Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.  Mat 24:6

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.  Mat 24:7

Mulai muncul di dalam dirimu, perang-perang itu bukan di negaraku. Apa faedahnya bagiku. Itu sebenarnya serangan pada dirimu…gairahmu merosot. Walau pun perang itu tidak terjadi di depanmu…serangan itu buat saudara. Saya tidak minta kau dengan emosi mengumpulkan beras, mengumpulkan pakaian bekas, dst. Ayat ini hanya berbicara tentang gereja. Apa yang dibawa generasi terakhir? Injil KerajaanNya dan injil ini akan diberitakan ke seluruh dunia, menjadi kesaksian bagi semua bangsa. Sesudah itu barulah tiba akhirnya. Semua akan berakhir. Kalian hanya akan mendengar deru-deru perang, tapi itu serangan si jahat adalah menyerang hidupmu.  Jadi berbahagialah mereka yang ada di negera peperangan, karena semuanya itu bukan menyerang mereka.

Yesus mengatakan kepada murid-muridNya, tidak terjadi pada dirimu. Yang pertama adalah kita harus lepas dari faktor lahiriah. Alkitab mengatakan, kau akan MENDENGAR…… kerusuhan, bencana, peperangan…. Sekarang apa reaksimu?  Bukan beras, bukan pakaian bekas, bukan uang…..yang akan menyudahinya. Yesus tegaskan:: hanya Injil Kerajaan ini…. Kalo kau mengasihi Somalia, kau mengasihi Sudan, kau mengasihi Nigeria dan mereka-mereka yang menghadapi peperangan di depan matanya…. Apa reaksimu? Hanya Injil Kerajaan. Hanya itu jalan Tuhan, bukan jalan pikiranmu. Musuh Tuhan selama ini adalah jalan pikiranmu. Apa yang terjadi dengan Rohingya? Kirim bala bantuan ke sana? Bukan. Injil Kerajaan. Apakah kau memiliki kapasitas untuk membawa Injil Kerajaan? Harusnya demikian.

Saya tekankan di sesi ini. Kamu hanya akan mendengar. Kau tidak akan mengalami perang. Itu justru berbahaya…ngeri sekali. Kau merasa aman di Indonesia, negeri aman damai, gemah ripah tentrem loh jinawi… Kau tidak bereaksi ketika mendengar deru-deru perang.

Yohanes dikuasai oleh Roh dan naik ke level ini. Dia melihat jemaat Filipus bermasalah, jemaat Pergamus bermasalah….. pesannya “barangsiapa menang…, barangsiapa menang…). Ke gereja yang lain dia juga melihat masalah lain. Lalu tiba-tiba pintu sorga terbuka dan ada suara yang pernah dia dengar mengatakan: naiklah kemari. Dia naik ke level yang lebih tinggi lagi. Dan di situ dia tidak menemukan masalah, tidak ada masalah.  Jika saudara mau hidup di alam yang tepat, saudara harus naik ke level yang lebih tinggi. Ini bukan misteri. Pikiranmu selama ini yang misterius, sehingga tidak dibukakan hal ini. Bahasanya jelas, naiklah ke mari…

Lalu Yohanes meneruskan perjalanannya dan melihat 24 tua-tua yang duduk di tahta. Lalu dia melihat Dia yang duduk di atas tahta memegang gulungan kitab yang di meterai.  Yohanes sangat sedih dan menangis.

Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.  Rev 5:1

Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"  Rev 5:2

Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.  Rev 5:3

Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.  Rev 5:4

Ini situasi yang imposible. Apakah anda ingin masuk pada situasi seperti ini, masuk ke alam sorga, tapi semuanya adalah misteri? Jika semua menjadi misteri tidak mungkin kita melanjutkan perjalanan kita. Tidak mungkin kita bisa mempersiapkan sesuatu, sebab kita tidak tau apa yang mau kita bangun.

Agenda di Wahyu 5 ini amat mengerikan. Misteri ini harus terbuka, supaya aku bisa membangun hidupku.  Daniel telah melihat penglihatan-penglihatan yang sama (pasal 11) dan Bapa meminta Daniel untuk menuliskan penglihatan-penglihatannya dan lalu memeteraikannya. Kalo manusia yang telah memeteraikan ketetapan-ketetapan Bapa itu, maka harus manusia juga yang membuka meterai itu.

Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."  Rev 5:5

Hanya Anak Domba yang layak membuka gulungan kitab itu. Yang menyebut Anak Domba pertamakali adalah Yohanes Pembaptis, dia menunjuk kepada Anak Manusia. Itu sebabnya Anak Manusia itu bisa membukanya. Misteri ini sudah dibukakan. Semua ini adalah ketetapan Bapa. Jika saudara baca Wahyu 5,6,7 dan 8; itu tidak dimaksudkan untuk gerejaNya, tapi supaya mereka bisa melihat itu.

Kasih yang menjadi dingin adalah hal yang berbahaya bagi saudara. Jika saudara memiliki karakter-karakter Tuhan, saudara adalah harta yang terpendam bagi Dia. Saudara seperti mutiara buat Dia. Natanael adalah contohnya. Yesus melihat ada yang berharga pada Natanael. Yesus ketika pergi ke Betsaida. Kota Betsaida adalah salah satu kota yang dikecam oleh Yesus (Lukas 10:13). Betsaida adalah kota Andreas dan Simon Petrus, juga Filipus.

"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.  Luk 10:13,,

Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"  Joh 1:43

Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.  Joh 1:44

Walau pun kau tinggal di sebuah kota dan berdoa untuk kota tersebut, masalahnya adalah kau tidak bisa memenangkan kota tersebut, malahan kota itu dikecam. Tidak cukup kau hidup seperti Simon dan Andreas. Mereka disebut para rasul, tidak cukup. Simon Petrus tidak pernah dipanggil Tuhan untuk memenangkan kota Betsaida.

Filipus ketika dipanggil Tuhan, ia langsung ikut. Filipus bukan pepesan kosong. Ia adalah orang yang selalu menanti-nantikan Tuhan. Inilah manifestasi atau wujud dari karakter Tuhan. Mengapa Yesus harus pergi ke Galilea dan ke Betsaida? Tidak lain, untuk menemukan orang milik kepunyaan-Nya. Tidak ada yang kebetulan dari Tuhan.

Banyak hamba-hamba Tuhan mengatakan kepada khalayak “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju”; dan mereka mengambil contoh seperti Saulus. Ini penyesatan yang luarbiasa. Saulus itu adalah mutiara yang hilang, harta yang terpendam, bagi Tuhan. Tapi dia banyak membunuh orang? Ya. Ia membunuh dalam “ketulusan”, dan dia merasa perbuatannya itu benar.  Dia tidak bertindak ilegal, dia minta surat dari Majelis Yahudi untuk mendakwa dan menangkap mereka. Dia tidak membunuh mereka (secara langsung dengan tangannya).  Paulus berharga di mata Tuhan, milik kepunyaanNya. Tetapi orang-orang yang keluar dari gereja, mereka bukan milik kepunyaan-Nya. Jadi salah sama sekali membandingkan mereka dengan Saulus. Mereka harus bertobat, baru datang kembali ke gereja. Bertobat di luar dulu, sebab gereja adalah tempat orang-orang pilihan Tuhan, orang-orang milik kepunyaan Tuhan.

Paulus adalah milik kepunyaan Tuhan dari awal. Ia sama seperti Filipus dan Natanael.

Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."  2Ti 2:19


Hanya dengan ucapan Yesus saja “ikutlah Aku!” maka Filipus mengikuti Yesus. Kalo tidak berisi firman-Nya, Filipus tidak akan ‘kontak’ dengan ajakan Yesus. Karena gelombang firman dan karakter Allah itu sama. Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan firman itu adalah unsur-Nya Allah.  

Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."  Joh 1:45

Ternyata Filipus tidak kosong, dia menyimpan firman dari Musa dan dari para nabi yang lain. Dia menanti-nantikan penggenapan dari firmanNya itu sama seperti Semeon yang telah tua dan Hana yang tua (Lukas 2:34-38).

Natanael tidak mengatakan “kami bertemu”, tapi “kami telah menemukan Dia”. Ini luarbiasa sekali, karena itu artinya selama ini ia hidup dalam pencarian. Dia memiliki passion. Apakah anda memiliki passion? Filipus selalu mencari selama Dia belum menemukan siapa yang namanya Messias seperti yang dikatakan oleh Musa dan nabi-nabi lain. Itu yang menjadi doa dan topik hidupnya Filipus. 

Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"  Joh 1:46

Keterangan tambahan “Yesus, anak Yusuf, dari Nazaret”  adalah hasil pengamatan Filipus, karena dia juga tinggal di Galilea. Pada waktu itu pekerjaan sebagai tukang kayu masih jarang di sana, sehingga fakta itu terekam dengan baik oleh Filipus. Tetapi keterangan itu sangat mengganggu Natanael, karena dia tau persis Messias itu tidak mungkin lahir di Nazaret.

Karena tidak ingin berdebat, maka Filipus mengajak langsung Natanael untuk menjumpai Yesus. Bagaimana pun Tuhan sangat menghargai pencarian itu. Dan Ia datang ke Betsaida, Galilea untuk mendapatkan milik kepunyaan-Nya.

Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.  1Co 15:1

Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.  1Co 15:2

Yang dimaksudkan “diselamatkan” pada ayat 2, bukan diselamatkan dari neraka, tapi diselamatkan dari keadaan yang buruk, suatu kegagalan; sebab kita hanya diselamatkan oleh iman percaya kepada Yesus.

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,  1Co 15:3

bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;  1Co 15:4

bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.  1Co 15:5

Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.  1Co 15:6

Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.  1Co 15:7

Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.  1Co 15:8

Ada hal yang menjadi “misteri” dari ayat-ayat di atas, yaitu ayat 5. Mengapa? Sebab Yesus yang telah dibangkitkan menampakkan diri kepada 12 murid-Nya. Menurut saudara ini Matias, bukan, sebab belum ada proses penggantian (yang terjadinya di Kisah Para Rasul, paling tidak masih 50 hari lagi baru pemilihan pengganti Yudas.). Bukankah Yudas sudah mati?! Jadi di mana Yesus menampakkan diri kepada Yudas?  Paulus tidak pernah menuliskan hal yang salah. Ini bukan kesalahan.

Ada lagi hal yang “misteri” dari tulisan Paulus di Ibr 11.

Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,  Heb 11:17

Kenapa dikatakan anaknya yang tunggal? Karena Tuhan hanya mengakui Ishak, betul? Jika Ishak mati dibunuh, bisakah Abraham mengangkat Ismael sebagai penggantinya? Tidak bisa sebab tidak diakui oleh Tuhan. Sebab Tuhan mengatakan dari Ishak saja yang disebut keturunanmu.

walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."  Heb 11:18

Jadi tidak ada jalan lain, kecuali jalan Tuhan.


Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.  Heb 11:19

Adakah yang janggal di sini? Abraham berpikir Allah bekuasa membangkitkan orang mati. Tapi contohnya mana? Ini pikiran Abraham, bukan pikiran Tuhan. Jika Ishak mati, maka tidak ada lagi janji keturunannya.

Orang berpikir, itu iman Abraham, bukan! Itu jalan pikiran Abraham. Dan Tuhan tidak menjalani jalan itu, sebab dikatakan sejauh langit dari bumi beda jalanKu dari jalanmu. Jadi yang benar adalah dengan iman Abraham taat. Allah tidak melakukan seperti apa yang dipikirkan Abraham. Ia bukan orang super. Ditunjukkan kepada kita tentang kelemahan-kelemahan Abraham, itu untuk menolongmu. Dengan adanya faktor Allah, seperti Abraham, kau bisa menjadi super.

Kita kembali ke Yoh 1 mengenai mutiara dan harta terpendam. 

Natanael ini berasal dari Kana, Galilea (Yoh 21:2).  Mujizat pertama terjadi di Kana. Mujizat kedua juga terjadi di Kana. Itu semua karena Natanael.

Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"  Joh 1:47

Tanpa pembicaraan apa pun Yesus sudah mengenal Natanael. Ini yang ditanyakan Natanael: Guru, bagaimana Engkau mengenal aku?

Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."  Joh 1:48

Sebelum …..Filipus bertemu dengan Natanael, Yesus telah melihat engkau. Tidak ada hubungannya dengan Filipus. Jadi tugasnya Yesus ke Galilea adalah melaksanakan perintah Bapa, dan itu tidak ada sedikit pun upaya manusia. Kalo Simon dibawa oleh Andreas, jadi ada unsur manusianya, maka Simon harus mengalami proses lebih jauh lagi.

Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"  Joh 1:49

Langsung Natanael memanggil Yesus: Rabi! Artinya dia mau belajar daripada-Nya (Nikodemus juga memanggil Yesus: Rabi). “Engkau Anak Allah, Engkau Raja”, itu yang dipahami Natanael.  Apa yang dimiliki Natanael juga dimiliki Filipus. Perbedaannya adalah dia sudah meniliti, bahwa Messias tidak akan datang dari Nazaret.

Kenyataannya (secara kasat mata) Dia datang dari Nazaret dan itu yang dipahami oleh kebanyakan orang Israel, sehingga Pontius Pilatus pun memasang INRI ketika Yesus disalibkan: Yesus dari Nazaret, Raja orang Israel. Orang Farisi juga tidak mengakui hal ini: Apa ada sesuatu yang baik dari Galilea? Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"  Joh 6:42

Ini yang menjadi persoalan tentang asal-usul. Orang tidak percaya bahwa di daerahnya ada orang benar. Kau harus menjadi orang benar. Kita melihat kenapa Sodom-Gomora tidak diselamatkan padahal ada Lot, orang benar. Karena Lot tidak berperan,tidak berdampak. Simon terus jadi Simon, makanya Betsaida dikecam oleh Yesus. Kita berpikir tidak ada panggilan hidup saya yang berkaitan dengan kota. Hei…firman yang mendatangi hidupmu itu bukan untukmu, tapi untuk tujuan Tuhan, untuk kepentingan Dia.

Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."  Joh 1:50

Apa yang dilihat Natanael? Dia melihat Yesus sebagai Rabi, sebagai Anak Allah, dan sebagai Raja.  Yesus menjanjikan dia akan melihat hal-hal yang lebih besar: lebih besar dari Raja Israel, sebagai Raja segala raja. Kalo roh Natanael kosong, maka tidak mungkin ia bisa menjamah dimensi ke-allah-an Yesus. Pertanyaannya: dimensi ke-allah-an Yesus yang mana?

Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Yesus berkata itu adalah firman. Firman mendatangi Natanael dan dia percaya? Apa yang dijamah Natanael? Saudara mau tau? Natanael menjamah dimensi yang disebut kemahatahuan Allah. Natanael memiliki kapasitas. Dan ketika tadi dia berbicara dengan Yesus, dia juga dalam pencarian.

Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.  Mat 2:23

Perhatikan ini: firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. Di mana firmannya?
Sampai rambutmu rontok semua TIDAK akan ada kau temukan di PL firmannya itu. Natanael sudah mempelajarinya dari kitab-kitab yang lebih ORI dari kita punya. Tidak dijumpai firman yang mengatakan Ia akan disebut orang Nazaret.
Natanael selalu melakukan doa dan meditasi di bawah pohon ara. Dia mencari dan mencari, menantikan Messias.

Mengapa Mat 3:23 mengatakan Ia harus tinggal di Nazaret, tidak kembali lagi ke Bethlehem, kota asal usul Daud. Nazaret adalah kota yang jahat. Dan firman Tuhan mengatakan: supaya genaplah firman. Apa firman yang digenapi, bahwa Dia disebut orang Nazaret?  Natanael juga tidak mendapatkan jawabannya. Dia hanya tau tidak mungkin Yesus lahir di Nazaret. Alkitab punya Natanael itu ORI, bukan terjemahan. Tidak ada ayatnya di PL yang mengatakan supaya Ia akan disebut orang Nazaret.
Jadi maksudnya firman mana yang harus digenapi?

Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.  1Pe 2:4

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.  1Pe 2:5

Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."  1Pe 2:6

Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."  1Pe 2:7

Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.  1Pe 2:8

Dikatakan Yesus harus menjadi batu hidup, batu pilihan, batu penjuru yang mahal, juga batu yang dibuang; tetapi Yesus juga harus menjadi batu sandungan. 

Maka genaplah firman Tuhan. Kalo Yesus disebut orang Nazaret, maka akan banyak orang tersandung. Itu seperti firman Tuhan yang menggantung terus. Kita menganggap jika firman Tuhan itu digenapi akan menjadi berkat, tidak, Dia juga harus menyandung orang. Kita yang sering mengatakan, harus ada dasar firman Tuhannya; yang ini engga ada. Berarti supaya genaplah firman supaya Ia menjadi batu sandungan bagi orang banyak oleh karena Ia disebut sebagai orang Nazaret.

Ketika Pontius Pilatus menyuruh menulis INRI di kayu salib, yang artinya Yesus
Orang Nazaret Raja Orang Israel, marahlah banyak orang. Apakah mereka bertobat dan percaya Yesus? Tidak, justru mereka marah dan tersandung.

Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."  Joh 1:51

Natanael memiliki isi dan dia hidup dalam pencarian.  Itu sebabnya Natanael itu seperti mutiara bagi Bapa di sorga, seperti harta terpendam.

Kalo kau tidak berisi, kau bukan harta terpendam. Tapi jika kau berisi, kau akan melihat sorga terbuka. Kau akan melihat malaikat-mailaikat naik dan turun.

Mujizat pertama terjadi di Kana. Mujizat kedua juga terjadi di Kana. Kotanya Natanael. Itu semua karena Natanael.
Setelah Yesus dari Sikhar, Samaria, Dia kembali lagi ke Kana di Galilea. Ada seorang pegawai istana, anaknya sakit. Dia datang dari kota Kapernaum. Dia telah berjalan kurang-lebih 7 jam lamanya menemui Yesus.

Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.  Joh 4:46

Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.  Joh 4:47

Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."  Joh 4:48

"Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."  Ini seperti yang diucapkan Yesus kepada Thomas setelah kebangkitan-Nya. Pegawai ini tidak memiliki iman, walau pun ia sudah berjalan jauh dari Kapernaum ke kota Kana di mana Yesus berada saat itu.

Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."  Joh 4:49

Dia mengatakan supaya Yesus datang. Dia mencoba menentukan jalan Yesus. Tetapi apa yang Yesus lakukan….

Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.  Joh 4:50

Barulah orang itu percaya perkataan Yesus.

Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.  Joh 4:51

Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."  Joh 4:52

Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.  Joh 4:53

Ternyata ia baru percaya setelah mendapatkan bukti bahwa anaknya sembuh. Seperti Yesus melakukan malpraktek, karena Ia menyembuhkan tanpa dasar iman. Apa yang menjadi dasar Yesus? Itu karena apa yang diucapkannya kepada Natanael.

Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.  Joh 4:54
Di mana itu? Di kota Kana, kota Natanael. Apa keistimewaan Natanael? Ia menggali firman, ia menantikan Messias, ia berdoa dan melakukan meditasi di bawah pohon ara, lalu Yesus melihatnya. Dan Natanael menjadi percaya oleh karena Yesus berkata Ia telah melihatnya di bawah pohon ara. Lalu Natanael menjadi percaya dan berkata: Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel.  Engkau Messias itu. Apa arti semuanya itu buat kita? Ia langsung percaya. Bukankah artinya Natanael sudah punya iman, bahkan sebelum ia bertemu dan melihat Yesus. Bukankah Natanael sudah punya kapasitas roh? Ia gunakan semua kapasitas roh dan sekarang ia menjamah dan menerima dimensi kemahatahuan dari keilahian Yesus.

Ketika itu kau jamah tidak ada yang menjadi misteri. Tidak ada yang menjadi batu sandungan. Yesus berkata, ini anugerah buat engkau. Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar. Kau akan melihat tentang Aku. Kau akan melihat bagaimana perjamuan di Kana.

Siapa yang mendesak Yesus untuk melakukan mujizat di Kana? Maria, ibunya. Tapi apakah Yesus melakukan permintaan ibunya? Tidak. Itu sebabnya Dia selalu memanggil ibu-Nya “perempuan” (woman).  Dia ingin menyetir Yesus, tapi Maria terus belajar menjadi lebih bijak.  Yesus hanya disetir oleh Bapa. Kemudian terjadi mujizat, anggur yang terbaik. Kota Kana, Galilea bisa melihat sorga terbuka. Malaikat Allah naik turun. Mujizat-mujizat terjadi di sana. Tapi di Betsaida tidak terjadi apa-apa. 

Di Kana, Yesus menyembuhkan anak pegawai istana di Kapernaum yang jaraknya kira-kira 32KM. Anak itu disembuhkan bukan karena iman pegawai istana, jika ya Yesus akan berkata “Jadilah sesuai dengan imanmu”.  Tetapi mengapa mujizat ini bisa terjadi? Karena Natanael telah membuka pintu sorga. Sorga terbuka atas kota Kana.

Hidup saudara bisa menjadi kunci gerbang sorga yang ada di kota dan yang ada di bangsamu. Malaikat Allah naik turun, terjadi interaksi sorga dan bumi.  Apa yang Yesus lepaskan di Kana? Firman. Ketika Dia dapatkan orang yang menjadi kunci, sorga terbuka kapan saja. Ketika firman dilepaskan (di kota itu) maka terjadi mujizat. Pegawai istana itu akhirnya percaya, ia dan seluruh keluarganya. Bukan hanya mujizat, tapi membawa orang-orang menjadi percaya. Kota Kana menjamah kota Kapernaum.  Kota menjamah kota.

Akhirnya, yang paling penting bukan apa yang bisa kau lakukan untuk Tuhan; tapi yang paling berharga dan paling penting bagi Tuhan adalah dirimu, pribadimu. Amin.






Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...