Langsung ke konten utama

ANDA ORANG PERCAYA?


Maz 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

gbr: youtube.com

Daud pernah hampir tergelincir (Maz 73:2) dan bahkan telah melakukan dosa. Namun pada dasarnya Daud adalah orang yang takut akan Tuhan, sehingga ia tidak pernah lagi melakukan kesalahan yang sama.

Di Maz 127 Daud mengerti bagaimana harusnya ia membangun hidup Salomo. 

Ziarah artinya ascent, menaik, mengalami upgrade. 

"Bait" sama dengan gereja yang telah menjadi rumah Tuhan. Itulah kehidupan kita yang harus dibangun. Itulah yang dibangun oleh Yakub.

Kebanyakan orang Kristen mengaku sebagai orang percaya.
Mudah menjadi orang percaya. Menerima tawaran anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus, bertobat, menangis, bersaksi telah bertemu Tuhan, lalu dibaptis menyatakan iman kita; maka jadilah kita sebagai orang percaya.

Tidak cukup menjadi orang percaya – harus menjadi Gereja.
Tidaklah cukup menjadi orang percaya. Setiap orang percaya harus dibangun dan berdiam di dalam rumah rohani, rumah Tuhan, gereja secara spiritual.
Ketika Daud merenungkan kebaikan, pimpinan dan berkat-berkat Tuhan, maka Tuhan memberikan passion kepada Daud untuk masuk dan tinggal dalam rumah-Nya. Ini terlihat seperti di Mazmur 23.

Dengan kematian-Nya kita menjadi orang percaya yang telah menerima keselamatan. Namun hanya dengan kuasa kebangkitan-NYA kita bisa bangkit dan membangun diri menjadi serupa dengan Kristus. selah

Oleh sebab itu Bapa telah memberikan pemberian yang terbesar dalam hidup kita yaitu Roh Kudus; supaya kita diperlengkapi, diajar, diarahkan, dibangun menjadi putra-putraNya yang sejati.

Anak dilahirkan, tetapi PUTRA diberikan (Yes 9:6a).

Bapa TIDAK memberikan bayi Yesus buat kita, tetapi DIA MEMBERIKAN PUTRA-NYA YANG TUNGGGAL

Sebagai bayi YESUS tidak membawa kemuliaan Bapa, tetapi Dia menanggalkan-Nya, mengosongkan diri-Nya. Tetapi ketika Firman menyadi nyata, Dia membawa kemuliaan yang ada di sorga.

Yoh 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Yesus Kristus harus kembali kepada Bapa untuk menyiapkan (to prepare) tempat tinggal (mansions, bait) Yoh 14:2.  Ini bukan rumah-rumah yang akan kita tempati kelak di sorga, karena hanya ada 1 rumah, yaitu rumah Bapa (in My Father's house). Bapa merumahi kita semua, bukan sebagai orang percaya, tetapi sebagai putra-putra-NYA. selah

Di dalam kerajaan Thailand tidak semua orang yang dilahirkan di Thailand itu tinggal di rumah raja; hanya anak-anak dan putra-putra raja yang berhak tinggal di istana.

ORANG PERCAYA BAGAIKAN DOMBA-DOMBA
Orang percaya itu bagaikan domba-domba yang lemah, yang digembalakan, dibawa ke padang rumput yang hijau. Mereka tidak punya keberanian dan kekuatan untuk mencari padang rumput sendiri. Sebab itu kawanan domba selalu mencari berkat-berkat, selalu menuntut kepada gembalanya. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi domba akan keluar dari kandangnya, lari dari kawanannya dan mudah-mudahan tidak tersesat.

Kawanan domba harus terus dijagai dan dilindungi oleh gembalanya dengan gada dan tongkat karena selalu terancam. Domba-domba masih terus bergumul dengan keselamatan mereka.

Domba-domba tidak pernah berani menghadapi musuh, sebab mereka adalah kawanan yang lemah. Banyak domba mudah tersesat dan keluar dari kawanan dan harus dicari oleh gembalanya.  Tetapi bagaimana pun kawanan domba-domba yang sisa akan selalu kembali ke kandang, sebab BAGAIMANA PUN JUGA DOMBA-DOMBA TINGGAL DI KANDANG, BUKAN DI RUMAH.

GAMBARAN GEREJA LOKAL YANG SEPERTI KANDANG DOMBA
Selama punya 4 kaki, domba akan tetap domba yang terus berpindah kandang, terus mencari berkat, terus menuntut gembalanya. Sementara kumpulan jemaat gereja yang demikian adanya, terus berputar-putar seperti gereja padang gurun.
Gembalanya terus kelimpungan menghadapi tuntutan domba-dombanya. Gembalanya terus berusaha menghibur jemaatnya dengan "gada dan tongkatnya."

Untuk memuaskan domba-dombanya, ia mulai membagi domba-dombanya ke dalam kelompok-kelompok. Ada kelompok sekolah minggu, anak remaja, single, pasutri, lansia, dlsb. Untuk mengatasi banyaknya keluhan dan tuntutan dari domba-domba, gembala membuka pelayanan konsultasi, dlsb. Semua dilakukan untuk memanage gerejanya menjadi lebih baik. Tidak menyadari bahwa gerejanya sudah mirip gereja kandang.

Karena terlalu sibuk menyiapkan materi untuk khotbah, ia membuat persiapan yang lebih baik. Ia membuat daftar thema untuk beberapa bulan ke depan; bahkan setahun penuh. Thema-themanya disesuaikan dengan hari-hari besar keagamaan - Natal - Tahun Baru - Jum'at Agung - Paskah, dst. Mungkin karena jemaatnya kebanyakan orang Tiong Hoa, pada waktu Imlek ia juga menyiapkan thema khusus Imlek. Saking pusingnya, kadang ia bertanya kepada jemaat yang sudah senior, kepada kepala seksi-seksi, tentang thema yang harus dia berikan kepada seluruh jemaat. Atas saran mereka, ia masukkan unsur2 yang lebih banyak humornya, lucunya buat kaum remaja, pemuda-pemudi; walau pun thema khotbahnya sama.

Akhirnya karena beratnya tekanan yang bertubi-tubi selama bertahun-tahun, banyaknya perselisihan di antara pengurus gereja dan majelis, dan  belum lagi urusan keluarganya sendiri, sang gembala meninggal dengan tenang alias mati muda.
Itukah gereja yang Tuhan inginkan?

MENJADI GEREJA YANG SIAP DIBANGUN
Daud mengalami upgrade ketika ia berpindah dari kandang dan masuk ke dalam rumah Tuhan. Ketika kakinya sudah dipotong dari 4 menjadi 2, ia menjadi anak dalam rumah.
Daud mulai mengalami rest, tidak lagi dikejar-kejar musuh, tidak lagi pernah dijarah seperti yang terjadi di Ziklag. Daud sampai pada kesadaran bahwa tidak selamanya ia menjadi domba. Maka saat itu ia berseru bahwa ia akan diam (rest) dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Gereja harus bertransformasi menjadi rumah Tuhan, di mana Tuhan selalu hadir.

ORANG PERCAYA VS GEREJA (DOMBA-DOMBA VS ANAK2 DALAM RUMAH)


ORANG PERCAYA (DOMBA-DOMBA)
1. Orang percaya dilahirkan dalam Kerajaan
2. Orang percaya hanya percaya kepada Tuhan. 
Percaya Tuhan sebagai gembala, bukan/tidak percaya kepada manusia sebagai gembala (Atau belum tentu percaya kepada Anak Manusia Maz 23).
3. Hidup sebagai domba, tinggal di padang rumput dan di kandang.
4. Hanya bisa menikmati berkat Tuhan, bukan berkat Bapa.
5. Sangat lemah mudah diserang. Mudah tersesat.
6. Bergereja hanya rutinitas seperti Gereja padang gurun
7. Karena tidak hidup dalam rumah, maka tidak terbangun menurut pola rumah Tuhan
8. Orang percaya banyak menuntut. Belum / tidak alami upgrade dan update oleh karena sikap menuntutnya itu.
9. Tidak memiliki hati yang berkorban, cenderung ego sentris.
10. Tidak memiliki mentor / bapa rohani  /rumah rohani, seperti Lot setelah berpisah dari Abraham. Walau pun Lot itu orang benar di mata Tuhan, tapi tidak terbangun hidupnya, malah berakhir dengan kesia-siaan.
11. Tidak mengetahui destiny/takdir yang  Tuhan telah tetapkan buat hidup nya; jadi tidak memiliki / mengejar destiny nya.
12. Oleh karena itu tidak bisa mencapai destiny/takdir yang Tuhan tetapkan / tidak bisa sampai pada garis akhir.
13. Tidak bisa menjadi mempelai wanita; tidak bisa menyatu dengan Kristus.
14. Tidak bisa menjadi alat Tuhan yang efektif, karena perabot tersedia selalu dalam rumah untuk tujuan Tuhan bagi pekerjaan yang baik.

GEREJA / ANAK DALAM RUMAH /MURID
1. Anak dilahirkan di dalam rumah rohani
2. Sangat suka firman; selalu ingin susu yang murni dan yang rohani, 1 Pet 2:2.
1 Petrus 2:2  Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan.
3. Percaya kepada bapa rohani /mentor yang menjadi anugerah bagi hidupnya, selain percaya kepada Tuhan.  Percaya kepada Yesus sebagai Anak Manusia.
Yohanes 14:1-2  "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
4. Anak tidak bisa menuntut karena tidak memiliki hak.  Anak tidak berhak memilih bapa.  Anak bungsu hanya bisa meminta warisan bagiannya, tidak bisa menuntut bagian / milik bapanya.
5.  Hanya anak yang bisa menikmati apa yang dimiliki / bagian bapa / semua yang tersedia di dalam rumah. Si sulung merasa dirinya sebagai hamba yang hanya berhak atas upah, tidak bisa menikmati apa yang ada di dalam rumah.
Luk 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Yang tersedia dalam rumah: perlindungan, firman yang murni, kekuatan dan semua berkat rohani(efesus 2).
7. Rela, menyediakan diri disunat (didisiplin, ditegur,dihajar) oleh bapa dalam rumah (bapa rohani/mentor)

BAYI YESUS
Kelahiran Yesus yang telah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya oleh para nabi, telah membuat takut penguasa dan raja-raja bumi ini, terutama Herodes.

Bayi Yesus merupakan ancaman musuh-musuh Tuhan di dunia ini.

Seorang bayi yang baru lahir dalam Alkitab bahasa Yunani (Strong's Concordance) disebut brephos. Bahasa Inggris: babes.

Jadi jika Anda dilahirkan ke dalam rumah – sebagai gereja- walau pun masih brephos, Anda adalah ancaman bagi musuh Tuhan / si jahat. Anda bukan lagi domba yang lemah. Bandingkan dengan orang percaya / domba yang selalu merasa terancam.

Rumah memiliki fondasi, tembok, pagar dan atap, yang merupakan perlindungan.

Jadi jika Anda dilahirkan ke dalam rumah, walau pun masih brephos, Anda adalah ancaman bagi musuh Tuhan.

Ada pula istilah NEPIOS / NEPION seperti di Mat 21:16
Lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu (nepion, nepios) Engkau telah menyediakan puji-pujian?

Nepios adalah orang-orang yang ada dalam rumah rohani,  tapi tidak bertumbuh sebagaimana mestinya; karena itu mereka masih memerlukan susu (Ibrani 5:11-14).
Ibrani 5:11-12  Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

Walau pun demikian mereka, Nepios tau bagaimana memuji-muji Allah.  Level mereka bahkan lebih tinggi daripada para imam di hadapan Tuhan. Sebab mereka adalah anak-anak dalam rumah dan Tuhan menyediakan puji-pujian.

Dalam membangun orang percaya menjadi gereja, dari Mazmur 23 harus beralih ke Mazmur 127.

Mazmur 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Domba hanya mengkonsumsi tidak bisa memberi. Selalu membutuhkan perlindungan karena domba lemah tidak berdaya. Tetapi seorang anak bisa bertumbuh dan upgrade menjadi anak panah di tangan pahlawan.

Mazmur 127:3-4  Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

Jika ada anak spiritual (brephos) yang dilahirkan di dalam gereja, itu merupakan suatu upah bagi pastor/pemimpin. Brephos bukan lagi domba/sekedar beliver.

Jadi believer dilahirkan dalam Kerajaan, lalu dilahirkan di rumah Tuhan, menjadi gereja.

Seorang anak tumbuh / dibangun menjadi putra. Mereka seperti anak-anak panah, lalu menjadi anak-anak panah pilihan.  Sang bapa dalam rumah bukan lagi sekedar pastor. Dia tidak lagi ngurusin yang ecek-ecek. Pastor sekarang menjadi pahlawan bagi Kerajaan Tuhan.

Mazmur 127:5  Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Anak-anak panah pilihan adalah orang-orang strategis.

Di Kisah Para Rasul 6, terpilih 7 orang pelayan meja (diaken), yaitu 7 orang yang memiliki reputasi baik dan penuh Roh dan berhikmat termasuk mereka adalah Stefanus dan Filipus. Mereka tadinya cuma pelayan meja, sekarang menjadi orang-orang strategis.

Hanya dalam rumah ada REST. Ada damai sejahtera. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran. Tidak ada pertentangan antara rohmu dan Firman. Tidak ada benih lain lagi.  Rumah terjaga dan terkawal Maz 127.

Tuhan melakukan proses dari orang dunia menjadi milik Bapa. Mereka dilahirkan baru, lalu dibangun di dalam rumah. Menjadi milik Yesus.
Yohanes 17:6,9,10,   Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
Yohanes17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. Ini adalah rumah Tuhan!

Jadi milik kepunyaan Yesus Kristus adalah hanya mereka yang ada dalam rumah.




Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...