Langsung ke konten utama

BERKAT ROHANI DAN KAPASITAS ROH


Berkat sorgawi yang terbesar adalah Roh dan Firman-Nya yang menjawab segala kebutuhan kita lewat anugerah dan kasih-karunianya, bukan dengan kekuatan kita sendiri.

Kita harus percaya bahwa diberkati itu bukan masalah uang. Tidak ada kaitannya dengan uang. Tuhan hanya memberikan kekuatan supaya kita bisa memperoleh kekayaan, namun bukan berarti jika kita kaya berarti Tuhan memberkati atau berkenan kepada kita. Tuhan hanya memberikan berkat rohani. Berkat rohani dengan kuasa dan kasih karunia Tuhan, bisa menjadi materi. Tapi materi tidak bisa menjadi sesuatu yang rohani. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi tidak bisa memberikan sukacita atau damai sejahtera. Uang bisa dikonversi menjadi materi lainnya bukan hal yang spiritual.

YAKUB BERGUMUL UNTUK MENDAPATKAN BERKAT

*Kebanyakan orang menyangka ia sedang bergumul dengan (Firman) Tuhan, padahal sebenarnya dia sedang bergumul dengan pikirannya sendiri.*  Kita sering memakai akal-budi kita, sudut pandang, persepsi kita tentang suatu perkara spiritual, stigma, pola pikir, pengalaman, budaya dan lain sebagainya menjadi acuan dan menggunakannya untuk kepentingan sendiri. Itu bukanlah hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus, sebab itu artinya kita sudah diseret kepada area kedagingan -  dengan mengandalkan pikiran dan akal budi melawan dosa dan keinginan daging. Di area kedagingan kita tidak akan menang. Peperangan kita melawan musuh-musuh di udara bukan di area kedagingan.

Sebaliknya, bergaul dan bergumul dengan (Firman)Tuhan itu baik seperti Yakub bergumul dengan Tuhan. Dan Yakub  menang sebab kekuatannya - sendi pangkal pahanya - sudah dihantam malaikat. Yakub menyerahkan kekuatannya dengan memohonkan berkat. *Yakub melawan (bergumul, bukan memukul) bukan untuk menang - tujuannya dia mau menghabiskan kekuatannya sendiri dan menukarkan kekuatannya dengan berkat sorgawi.* Itu sebabnya ia pantang menyerah dan bergumul (bukan memukul)  dengan malaikat dari malam sampai pagi menjelang.


Cara apa pun sudah dilakoni Yakub. Sejak dalam kandungan ia sudah mendengar firman Tuhan yang disampaikan kepada mami Ribka. Ia mendorong tumit Esau supaya keluar lebih dulu menjadi yang sulung. Setelah dewasa, ia menyiasati Esau, kakaknya untuk mendapatkan hak kesulungan dan berarti mendapatkan warisan. Ia bersekongkol dengan maminya dan menipu Ishak, ayahnya untuk mendapatkan berkat. Dalam ketakutan akan dibunuh Esau, ia pergi sambil mengemban tugas untuk mencari seorang istri yang akan menjagai benih ilahi (benih Kristus dan benih Kerajaan) yang diterima dari Abraham dan Ishak. Dengan kekuatannya ia mencari harta kekayaan. Yakub ditipu pamannya, Laban. Tuhan melindunginya demi janjiNya kepada Abaraham dan Ishak. Yakub lari dari rumah Laban beserta anak-anak dan istri-istrinya dan kekayaannya.  Keluar dari Padan-Aram, ketakutan akan Esau kembali menghantui Yakub. Akhirnya Yakub menyadari ia tidak bisa lari terus. Ia berdoa memohon Tuhan melepaskannya dari tangan Esau. Doa Yakub seperti formalitas saja untuk mengurangi kesesakan hatinya; sebab Tuhan sudah berjanji kepadanya dan pula sudah dijumpainya bala tentara Allah di Mahanaim (Kej 32:1-2,7).

Cara-cara seperti yang Yakub kerjakan juga kita kerjakan - yaitu dengan memakai cara dan kekuatan kita sendiri. Apakah bisa kita sampai pada kesadaran yang sama dengan Yakub bahwa kita tidak bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri dan terus berusaha dan berlari?

Satu hal lagi yang luarbiasa dari Yakub adalah dia tidak pernah hidup dalam kekuatiran.

Kej 28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, 28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.  28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

CARA YAKUB

Ini adalah cara Yakub menyatakan bahwa Allah harus menyertainya dan menyediakan apa yang diperlukankan selama dalam melaksanakan apa yang diperintahkan ayahnya. Perintah itu adalah demi mendapatkan seorang istri dan meneruskan benih suatu bangsa - seperti yang Allah janjikan kepada Abraham dan Ishak. Yakub tidak mau dipusingkan dengan kehidupan sehari-hari. Ini adalah hal yang luarbiasa. Namun dalam kenyataannya - Yakub masih memakai kekuatannya dalam berbagai hal termasuk memilih calon istrinya. Tuhan memberikan Lea baginya yang bisa menghasilkan banyak anak, tapi Yakub sudah terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Rahel. Rahel hanya mampu melahirkan 2 orang anak bagi Yakub (Yusuf dan Benyamin) dan meninggal setelah melahirkan Benyamin. Sikap ini adalah suatu kelemahan namun bukan dosa. Tuhan masih mengijinkan kehendak bebas berlaku atas kita.


Hosea 12:3 Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah.12:4 Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya: 12:5 --yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya--


Dalam pergumulan itu Yakub menangis dan memohon belas kasihan kepada El-Betel yang menjumpainya sebelumnya (Hosea 12:4). Berkat sorgawi yang terbesar adalah Roh dan Firman-Nya yang menjawab segala kebutuhan kita lewat anugerah dan kasih-karunianya, bukan dengan kekuatan kita sendiri. Dan Yakub tidak mau sampai ia kehilangan berkat itu.


KOMITMEN YAKUB

Dan Yakub juga memberikan komitmen tentang rumah Tuhan dan persepuluhan kepada Tuhan.
Tugu yang didirikannya akan menjadi rumah Tuhan dan Betel artinya rumah Tuhan. Dia juga akan memberikan persepuluhan ke dalam rumah Tuhan untuk meneguhkan dirinya dan janjinya bahwa ia tidak mengabdi kepada mammon atas segala berkat yang diterima dari Tuhan.

Berarti Yakub mengikrarkan diri atau mendeklarasikan bahwa ia hanya akan mengabdi kepada Tuhan saja. Memberikan perpuluhan berarti jaminan kita tidak akan ditipu oleh kekayaan. Juga ia tidak akan bisa diimingi-imingi oleh tawaran investasi yang tidak masuk akal.

INTI MASALAHNYA

Sebenarnya komitmen Yakub sudah sesuai dengan kehendak Tuhan. Namun, Yakub adalah seorang pemuda (menurut ukuran waktu itu) yang masih menggunakan caranya sendiri dan dengan kekuatannya dan kegagahannya sendiri.

Jika kita sudah mengetahui pilihan yang sebenarnya yang sesuai dengan kehendak Tuhan (cara Tuhan); dan memilih alternative (cara lain, yang sebenarnya bukan pilihan) maka kita memilih menjadi seorang pecundang!

Tidak terpatok usia, memilih cara alternative itu sama artinya belum dewasa secara rohani.


CARA TUHAN

Kita harus berkomitmen dan mendeklarasikan menyalibkan kedagingan dan mematikan keinginan sendiri dan cara-cara sendiri (merendahkan dan mengosongkan diri) dan membiarkan Tuhan melalui Roh Kudus-Nya bekerja dan memimpin hidup kita. Tuhan ingin membawa kita ke Betel, membangun dan menjadikan  kita sebagai rumahNya, sebab hanya di rumahNya segala berkat itu mengalir.


TUHAN TELAH MEMBERIKAN BERKATNYA

Roh dan Firman Tuhan adalah terang dan minyak bagi kehidupan kita. Tuhan TELAH mengalirkan segala berkat-Nya dari SORGA ke BUMI, di alam sorgawi (heavenly places, Efesus 1:3).

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Efesus 1:3 TB

Blessed be the God and Father of our Lord Jesus Christ, who has blessed us with every spiritual blessing in the heavenly places in Christ. (Eph 1:3 NKJV)


Terjemahan NKJV lebih tepat, di alam sorgawi, bukan di dalam sorga.

Tuhan menciptakan sorga-sorga dan bumi. Di bumi Ia TELAH menyediakan segala berkat-Nya dan menempatkan manusia di Taman Eden. Semua kekayaan dan kebutuhan manusia dan bangsa-bangsa telah tersedia di sana. Taman Eden adalah salah satu alam sorgawi (heavenly places). Kita tinggal mengambilnya. Namun apa yang terjadi? Kegelapan kembali menguasai hidup manusia ketika jatuh dalam dosa. Hidup manusia menjadi susah dan harus berusaha dengan berpeluh menggali dan mendapatkan kekayaan itu.



Gbr: poetrybydeborahann.files.wordpress.com


Tuhan sekarang sedang membangun "heavenly places"-Nya untuk menjadi tempat tinggal-Nya selama-lamanya. Dia sedang membangun alam-sorgawi-Nya itu di dalam diri manusia. Itulah tujuan (ultimate purpose) dari rencana Tuhan yang besar itu. Maut dan Kerajaan Maut akan dibinasakan (1 Kor 15:26). Sakit penyakit tidak mendapatkan tempat. Manusia milik Kristus akan hidup bersama Tuhan selamanya. Kita tidak akan menjadi malaikat, tapi seperti malaikat. Dan tidak ada satu kuasa pun bisa menyerang dan menang.

Kita adalah rumah Tuhan. Untuk menjadi "heavenly places"-Nya kita harus bersedia dibangun menurut selera-Nya Tuhan. Tiap rumah itu unik - tapi alamat-Nya sama yaitu "heavenly places".

Rumah megah dan mewah tanpa listrik adalah kesia-siaan. Kita sudah dipanggil dan ditebus dari dosa dan hidup yang sia-sia. Orang percaya tanpa kehidupan Roh Kudus (dunamos = dinamika = dinamo) bagai rumah tanpa listrik dan penerangan. Tuhan telah mengalirkan kekayaan itu kepada orang-orang milik kepunyaan-Nya. Tanpa penerangan orang tidak bisa mengambil dan menggunakan apa yang sudah tersedia di dalam rumah, di dalam dirinya sendiri. Tanpa melihat dalam terang orang tidak bisa mengetahui apa yang ada dan tersedia dalam rumah. Janda dari seorang nabi yang takut akan Tuhan tidak mengetahui apa yang tersedia yang diwariskan oleh sang nabi (dipercaya dia adalah Obaja). Si janda hanya mengetahui ada buli-buli minyak. Dia tidak tau apa yang harus diperbuatnya dengan buli-buli dan itu hanya teronggok saja. Para penagih hutang sedang mendatangi rumahnya dan akan mengambil anak-anaknya sebagai penebus hutang seperti yang disampaikannya kepada nabi Elisa. Dia adalah janda yang percaya dan taat akan perkataan nabi - karena perkataan nabi berasal dari Tuhan. Dan janda itu berserta keluarganya mampu mengatasi hutang-hutangnya dan hidup dari sisa minyak yang mengalir.

Dalam hidup sehari-hari kita harus mempunyai minyak yang selalu mengalir sampai penuh sesuai dengan kapasitas (roh) yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Minta Tuhan untuk memperbesar kapasitas rohmu, supaya kita mendapatkan minyak yang sebanyak-banyaknya. Manfaatkan segala waktu yang ada, sediakan diri, sediakan waktu bersekutu dengan Tuhan tiap-tiap pagi dan petang. Tuhan menyukai saat-saat itu seperti waktu Ia berjalan-jalan di Taman Eden dan menjumpai Adam dan bercakap-cakap dengannya. Jadi kita kita sebagai rumah Tuhan, heavenly places-Nya Tuhan. Masalah dari 5 gadis bodoh itu adalah masalah waktu. Mereka ke-10 gadis itu menerima pewahyuan Firman yang sama, bahwa Mempelai Pria akan segera datang. Mereka sama-sama telah bersiap-siap menanti dan menyambut Sang Mempelai Pria. Mereka sama-sama kelelahan dan sama-sama tertidur. Mereka sama-sama mempunyai minyak dan bisa mendapatkan minyak lebih, tapi tidak untuk saat itu. Gadis-gadis bodoh hanya kekurangan waktu dan pintu telah ditutup. Mereka ditolak karena pintu telah ditutup. Setiap hal ada waktunya. Mari kita tiap-tiap hari mencari kehadiran Tuhan selama masih ada waktu.

Amin.


Postingan populer dari blog ini

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...