Langsung ke konten utama

Gal 5:16-18 Hidup dipimpin Roh




Hidup menurut daging atau Roh

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

gbr : slideplayer.com


Keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh. Kita harus beroperasi dalam roh. Keinginan dan kecenderungan hati harus dikontrol oleh keinginan roh.
Pujian dan penyembahan dilakukan bukan untuk pemanasan tapi untuk Pribadi-Nya, melalui dan oleh Roh Kudus untuk berbicara dan menyatakan pewahyuan. Kita harus siap untuk Tuhan. Roh kita harus tertuju kepada Tuhan.

Roh kudus datang, turun, memenuhi dan memimpin. Keinginan daging adalah nature manusia duniawi, tapi seperti keinginan binatang untuk memenuhi keinginannya. Selama keinginannya terpenuhi ia menjadi jinak, tapi sebaliknya ia akan jadi buas. Jangan tertipu. Tidak bisa kita hidup demikian. Kita harus memutuskan dipimpin oleh roh atau oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan hati. Beri diri artinya memberi tempat kepada Roh Kudus.

Ini  hasil dan tanda-tanda yang akan terjadi jika kita dipimpin oleh Roh Kudus:

        Memimpin supaya kita tidak hidup di bawah tekanan hukum Taurat.
Kita harus diarahkan oleh Roh, dipimpin oleh Roh. Kita harus memberi diri, memberi tempat kepada Roh, sehingga tidak dikendalikan oleh jiwa (tubuh, pancaindera, kenyamanan, dst.). Keputusan ada ditangan kita. Kita tidak bisa meminta RK memimpin, melainkan memberi diri dipimpin oleh RK. Yesus menjadi model. Sebagai manusia sejati Ia memiliki kehendak dan memberi keputusan dan ketetapan untuk dipimpin oleh Roh. Tidak dikuasai tubuh dengan kelemahan dan keterbatasan tubuh manusia.  Tapi kita akan mengalami pelemahan kehendak sendiri. Yesus dilahirkan dengan keadaan daging yang sama bisa dikuasai oleh dosa, tapi Ia menyerahkan semuanya kepada pimpinan Roh Kudus. Tidak dikuasai oleh perasaan dan kehendak, tidak dipengaruhi oleh keadaan dan apa yang Dia lihat.

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu  dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Mat 26:39
Mat 26:39  Doa Yesus di taman Getsemani. Dia berdoa seperti ini 3x, seperti juga di ayat 42 dan, Yesus punya kehendak supaya cawan ini berlalu. Tapi bukan seperti yang Ku kehendaki.... Ketiga kali Yesus sempat membangunkan murid-murid supaya berdoa dan berjaga-jaga.
Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Matius 26:42
Yesus punya kehendak, supaya cawan penderitaan ini berlalu. Tapi Yesus tau bahwa kehendak Bapa berbeda....Bapa menghendaki Dia meminum cawan itu.   Kadang kita  tidak menyadari, atau pura-pura tidak tau atau mengeraskan hati bahwa kita tau kehendak Bapa berbeda.

Mungkin kita sudah tau kehendak bapa rohani dan para pemimpin, tapi kita abaikan. Mungkin Roh Kudus sudah mengingatkan juga, tapi tetap kita abaikan.
Salib itu bukan perintah Bapa, melainkan kehendak Bapa. Kehendak itu bebas dilakukan atau tidak. Itu bukan perintah. Selama 1 jam Yesus berdoa seperti itu; namun akhirnya Dia menyerahkan kepada kehendak Bapa. Hal ini dilakukan untuk:

Pertama, menyatakan bahwa Roh Kudus bekerja dan memimpin hidup-Nya dan Yesus mau mentaatinya.  Yesus memberi diri-Nya dipimpin oleh Roh Kudus.

Kedua, ini menunjukkan bahwa Dia sebagai manusia, yang bisa berbeda kehendaknya dengan kehendak Allah.  Sebagaimana manusia umumnya kehendak manusia berbeda dengan kehendak Bapa. Jadi Yesus berdoa, membuktikan bahwa Dia adalah Anak Manusia, sama seperti kita.

Ketiga, untuk memberi jalan kepada saudara, sehingga Roh Kudus juga akan mengerjakan hal yang sama dalam diri kita.


Ketika kita menghadapi situasi-situasi, maka kita sering meniru doa Yesus. Bedanya adalah Yesus tau kehendak Bapa, tapi kita belum tau kehendak Bapa. Walau pun kadang kita tau, kita tidak sediakan dan berikan diri kita untuk dipimpin oleh Roh.
Yang pertama kita harus tau kehendak Bapa dan kedua adalah bersedia untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Jika kita, berarti kita sedang menipu diri sendiri dan Roh Kudus.
Kita harus upgrade dari dipenuhi oleh Roh Kudus menjadi dipimpin oleh Roh Kudus. Itu hanya bisa jika kita mematikan kedagingan dan hidup dalam roh. Bagaimana caranya mematikan kedagingan yang mempunyai kehendaknya sendiri? Tidak ada jalan lain, memberi diri kepada Roh Kudus, untuk dipimpin oleh Roh Kudus.  Dan berkata tidak kepada keinginan daging.


Melalui doa Yesus ini di Taman Getsemani – IA memperoleh kemenangan – bukan waktu Ia di salib, sebab IA sudah mematikan keinginan daging. Pada saat di salib Ia melakukan keinginan Roh.  Yesus sudah mematikan keinginan daging-Nya. Sudah tidak ada lagi pertentangan. Betul-betul keinginan roh yang menguasai-Nya.

Gal 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Hal yang sama, kita harus melalui Getsemani kita. Roh Kudus harus menguasai hidup saudara sehingga tidak lagi berat melakukan hukum-hukum, perintah-perintah dan kehendak Allah.
Apa yang menyebabkan hukum Allah itu berat? Karena belum memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus. Mengapa Maria bisa berkata: jadi padaku seperti apa yang kau katakan? Yusuf dan Maria tiap tahun menabung dan berusaha untuk selalu pergi ke Yerusalem untuk memenuhi hukum-hukum Tuhan. Ini yang menjadi contoh dan model bagi Yesus untuk taat memberi diri kepada kehendak Bapa.


Di sungai Yordan Yesus dibaptis, lalu Roh Kudus memimpin Yesus untuk di bawa ke padang gurun dan berpuasa 40 hari lamanya. 40 itu 4 x 10. Empat itu empat penjuru angin.  10 itu melambangkan hukum Tuhan.   Selama 40 hari Yesus diuji untuk mentaati hukum-hukum Tuhan, mematikan kehendak daging-Nya.

Roh Kudus akan memimpinmu untuk mematikan kehendak daging,
Yang paling fatal dalam hidup kita adalah kehendak daging. Tidak boleh keputusan kita di area daging – salah atau tidak; boleh atau tidak dan seterusnya.  Kita harus beroperasi di area roh.
Dalam rumah ada aturan, ada budaya, ada patron/pola, ada kepemimpinan, ada seorang bapa rohani. Semua yang kita hidupi dalam rumah akan membawa kita hidup dipimpin oleh roh.

        Roh Pengorbanan akan muncul dalam diri kita.
Filipi 2:5-8 Yesus mengosongkan diri-Nya sendiri.

Filipi 2:5-8

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Inilah model Yesus yang harus kita tiru dan ikuti supaya kita bisa melakukan apa yang Paulus katakan  pada ayat Filipi 2:1-4 .

Filipi 2:1-4 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Yesus dapat melakukannya sebab IA hidup dalam rumah selama 30 tahun lamanya bersama Yusuf dan Maria. Kita bisa melakukan apa yang Yesus lakukan – menaruh pikiran dan perasaan yang sama dengan Yesus – sebab IA juga manusia sejati. Yesus  belajar ketaatan dalam rumah.
Selama hidup saudara dalam rumah, taruhlah pikiran dan perasaan yang sama dengan Yesus Kristus.
Roh Kudus sangat berperan dalam hidup Yesus.
Roh Kudus memimpin ke padang gurun.
Roh Kudus mengangkat Yesus ke sorga.
Roh Kudus mendudukkan Yesus di sebelah kanan Allah Bapa.
Jika Yesus saja bergantung kepada Roh Kudus, terlebih lagi kita harus berserah kepada Roh Kudus. Ketaatan mutlak kepada Bapa harus dipresentasikan. Ini harus kita tunjukkan juga kepada bapa rohani, sumber anugerah. Semua tindakan Dia dipengaruhi oleh Roh Kudus.
Kita juga harus taat mutlak kepada Allah.


Roh Kudus melemahkan kehendak dan keinginan, membangkitkan ketaatan dan memunculkan roh pengorbanan. Ini menunjukkan kita dipimpin oleh Roh Kudus. Yesus taat sampai mati bahkan mati di atas kayu salib.
Seringkali kita merasa terpaksa melakukan sebuah pengorbanan, demi menunjukkan ketaatan kita. Tapi kita lihat Roh Kudus dapat membangkitkan ketaatan walau pun mereka baru pada tahap dipenuhi oleh Roh Kudus. Tidak ada keterpaksaan atau merasa rugi dan merasa kehilangan. Ini berbeda dengan konsep dari dunia ini.

Kis 2:44  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.

Di sini 3000 orang ini disebut orang percaya, yang hidup dalam satu kesatuan. Mereka saat itu di Kis 2, belum dipenuhi Roh Kudus. Baru 120 orang dipenuhi Roh Kudus. Mereka yang pertama-tama menerima Roh Kudus adalah mereka yang telah menetapkan dan memberi diri untuk menerima janji Bapa akan Roh Kudus. Mereka telah menetapkan hatinya mentaati pesan Yesus dan mereka berkumpul selama 10 harinya sebelum Roh Kudus datang, dicurahkan dan memenuhi hidup mereka.

Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Kisah Para Rasul 4:24
Kis 4:24 Tadinya ke 3000 orang itu disebut orang percaya, sekarang mereka disebut teman-teman para rasul.
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus , lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Kisah Para Rasul 4:31
Sekarang mereka dipenuhi oleh Roh Kudus dan mereka mengalami upgrade untuk dipimpin oleh Roh Kudus, mereka memberitakan firman dengan berani.

Kis 4:34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
Kis 4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus

Roh Kudus sekarang memenuhi hidup mereka dan membawa mereka dipimpin oleh Roh Kudus.
Muncul roh pengorbanan di antara mereka, termasuk seorang bernama Barnabas, seorang anak penghiburan.

Ay 32,35-37, ada kematian daging dalam hidup mereka, menjadi mau berkorban.
Barnabas menjual milik kepunyaannya dan meletakkan hasilnya di bawah kaki para rasul.
Roh pengorbanan tidak bicara cukup atau tidak cukup, sebab ada yang mengorbankan milikinya dan bertambah kaya, tapi ada yang berhemat tapi berkekurangan.

Ciri orang yang memiliki roh pengorbanan adalah:

        Ketaatan lebih berharga daripada dirinya sendiri. Contoh Paulus. Taat bukan sebatas kemampuan. Ada yang mempertahankan diri,  tidak mau dikotak-katik gaya hidupnya, kenyamanannya. Bahkan ketaatan lebih berharga dari namanya, dari reputasi, dari keluarga, dari teman-teman, dari persaudaraan, dst.
        Orang lain dalam rumah lebih penting dari dirinya sendiri. Dia tidak memikirkan dirinya sendiri. Yesus tidak memikirkan diri-Nya dan penderitaan-Nya: Ia masih melayani si penjahat, juga Ia masih pedulikan Maria, lalu minta pengampunan kepada Bapa buat orang-orang yang menyalibkan-Nya.

Pengorbanan yang dikehendaki bukan korban yang sia-sia tapi yang berarti bagi Allah. Ketika ada pengorbanan Allah menciumnya sebagai bau-bauan yang harum seperti ketika Nuh mempersembahkan korban setelah air bah surut. Dan Allah merobah kutuk menjadi berkat.  Sorga dan bumi mengalami perobahan.

        Roh Kudus memberikan arah, menunjukkan jalan dan mengajar kepada kita, termasuk hal-hal yang akan datang.

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Yohanes 16:13

Memberikan arah = guide = direct ; hodegeo (yunani 3594 )= menuntun = menunjukkan jalan.
Yoh 16:13  Ia memimpin dengan cara memberikan arah, menunjukkan jalan bagaimana firman logos itu menjadi kebenaran dalam hidupmu, menjadi kehidupan, menjadi perbuatan, keputusan dan tindakan.

Kenapa kita banyak tidak tau bagaimana firman logos itu menjadi kebenaran? Kebanyakan hanya jadi pengetahuan. Semua itu tergantung kepada:

a. responmu terhadap Roh Kudus.

b. Jangan memilih-milih firman atau mengutip-ngutip firman, sebab kau tidak tau yang menjadi kebutuhanmu. Ijinkan Roh Kudus membawa firman dalam hidupmu, yaitu firman yang datang dalam rumah rohani. Itu saja yang harus kau cari. Penyingkapan dari firman itu. Buat keputusan untuk mentaati apa yang kau dapat dari rumah rohani, dari bapa rohani.  Jangan cari-cari firman yang sesuai dengan kebutuhanmu. Ijinkan Roh Kudus membawa firman dalam hidupmu di dalam rumah.

Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Firman itu telah menjadi manusia , dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14

Firman itu menjadi manusia.... semua yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.
Sejak firman diproses dalam dirimu, firman itu menjadi daging, menjadi manusia, maka Yesus bukan lagi anak tunggal, tapi menjadi sulung di antara banyak saudara. 

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Telah lahir saudara-saudara Yesus, yang menuruti dan menggenapi perkataan-Nya, melakukan perintah dan kehendak Bapa. Ia yang memulainya. Ia yang memprosesnya. Ia menunjukkan jalan, kebenaran dan hidup. Ia menjadi yang sulung, karena terutama Ia dipimpin oleh Roh Kudus.


RANGKUMAN

Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang   dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Wahyu 14:1

Sion adalah gereja yang tidak biasa (unusual church). Inilah gereja yang Tuhan kehendaki, gereja yang dipimpin oleh Roh Kudus. Terlebih dari gereja yang dipenuhi oleh Roh Kudus, tapi juga dipimpin Roh Kudus.
Wahyu 14:1 Gereja ini adalah gereja yang dipimpin oleh Roh Kudus. 144000 = 12 x 12 x 1000.
12 = angka rasuli, angka pemerintahan Allah
1000 = potensi  yang maksimal
Ini  menggambarkan kehidupan orang-orang yang hidup menurut ketetapan Tuhan, hidup secara rasuli, selalu dipimpin Roh Kudus. Dahi bicara mengenai pikiran dan nama berbicara mengenai karakter / kepribadian.
Hidup secara rasuli, dipimpin oleh Roh Kudus. Tertulis = pikiran; nama-Nya = karakter ; dahi = termaterai

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama , menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus Filipi 2:5

Wahyu 14:4-5
14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Ayat 4: tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan = keluar dari sistem dunia, mematikan keinginan daging. Keluar dari babel dari segala sistem penilaian, sistem sukses, ambisi dst. Mereka tidak mau mencemari dirinya. Mereka  mengikuti Anak Domba ke mana saja Dia pergi = dipimpin oleh Roh Kudus.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...