Langsung ke konten utama

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN

Kejadian 8:1 *Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.

Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya?


Gbr: Trinity Lutheran Church


Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah.

Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Ayat 21, *Allah berfirman dalam hati-Nya…. Artinya IA mengingatkan diri-Nya sendiri*  ketika  Tuhan mencium persembahan yang harum itu.  Apa yang Tuhan ingat? IA ingat persembahan Habel. IA ingat bagaimana darah Habel berteriak dari tanah.  Tuhan ingat bagaimana IA turun ke bumi dan bercakap-cakap dengan Adam. IA ingat ketika berjalan-jalan di Taman Eden bersama-sama dengan Adam ketika hari petang.  IA ingat akan rencana kekekalan-Nya. Setelah mengingat-ingat akan hal-hal itu timbullah KASIH-NYA yang kekal kepada buatan tangan-Nya sendiri. Semua itu mengubahkan pikiran dan pandangan-Nya sendiri,  sehingga IA berkata:  : "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya…”

Abraham belum mempersembahkan korban seperti yang diminta Tuhan... supaya mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal.  Walau pun Ishak belum diapa-apakan….* Tuhan ingat….Anak-Nya yang tunggal*, sehingga Tuhan menerima persembahan Abraham sebagai kebenaran.
Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah,  dan *engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku*.  Kejadian 22:12

Salah seorang penyamun yang bersama-sama Yesus di atas kayu salib hanya minta Yesus untuk mengingatnya:"Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Lukas 23:42

Apa jawaban Yesus untuk merespon permintaannya untuk mengingat dia?

Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus Lukas 23:43

*Seolah-olah Yesus berkata, jangan takut, kamu tinggal terima beres saja!*

Jemaat Efesus adalah jemaat yang luarbiasa. Oleh mereka semua orang di Asia kecil telah mendengar Injil. Tapi di kitab Wahyu Tuhan mencela  mereka.

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Wahyu 2:4

Tuhan sangat menghargai ingat-ingatan kita terhadap Dia, terhadap perjumpaan pertama dengan-Nya.



*Bagaimana kita bisa membuat Tuhan selalu mengingat-ingatkan diri-Nya dan mengingat keberadaan saudara dan saya? Kita harus dapat menjamah hati Tuhan. Kita harus memiliki gambar dan rupa Allah sesuai dengan tujuan dan rencana kekekalan Allah. *

Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia  menurut gambar dan rupa Kita…

Tuhan bermaksud menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.  Tetapi iblis mengintervensi rencana Tuhan.

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, MENURUT GAMBAR ALLAH diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Di Kej 1:27 Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya…. Ini BARU SEPARUH JALAN dari rencana Allah.  Manusia belum dijadikan Tuhan menurut gambar dan rupa Kita…

Kejadian 9:6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia , *sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.*

*Gambar = likeness, image = kemiripan secara bentuk; Gambar Allah ini mengandung kesamaan secara: fisik ilahi (memiliki telinga, mata, mulut), roh, kemuliaan, kekekalan.*

*Rupa = likeness, manner  = kemiripan secara karakter dan sifat*

Iblis mengintervensi rencana Tuhan di Taman Edan dan menghilangkan kemuliaan dan kekekalan yang merupakan bagian dari gambar yang Tuhan berikan ketika Allah membuat manusia. 

Sebagai mahkluk ciptaan baru kita telah dilahirkan kembali menurut gambar-Nya, tapi kita belum selesai dijadikan oleh Roh Kudus supaya mengambil RUPA Yesus Kristus.

2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan  dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka *kita diubah menjadi SERUPA DENGAN GAMBAR-NYA*, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Kemuliaan = doxa  =  makhluk sorgawi yang mulia

PANGGILAN KEPADA SETIAP ORANG PERCAYA ADALAH SUPAYA MENJADI SERUPA DENGAN ANAK-NYA.

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula *untuk menjadi SERUPA dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.* 

Bapa menginginkan SEKARANG supaya kita menjadi SERUPA dengan GAMBAR Anak-NYA. to be CONFORMED to the IMAGE of His Son. Rencana Allah boleh saja telah diintervensi oleh setan, tapi Firman Nya tidak akan gagal. Bapa melanjutkan kasih setiaNya, sehingga walaupun Adam pertama gagal, maka Yesus Kristus orang Nazareth itu berhasil melaksanakan kehendak Bapa! Itu karena Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia. Firman tidak pernah gagal! Yesus melanjutkan tujuan daripada penciptaan. Sekarang Roh Kudus melaksanakan apa yang Yesus Kristus mulai dan selesaikan yaitu menampilkan dan menyatakan RUPA ALLAH kepada mereka yang percaya kepada Nya. 


For those whom He FOREKNEW He also PREDESTINED to be CONFORMED to the image of His Son, so that He might be the FIRSTBORN among many brothers and sisters.
For those whom He predestined, He also called; and those whom He called, He also JUSTIFIED; and those whom He justified, HE ALSO GLORIFIED!

Kita tidak akan sanggup menjadi serupa tanpa pertolongan Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi *kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.*

Karya Yesus Kristus menyebabkan Roh Kudus turun ke atas kita dan kuasa Roh Kudus lah yang akan menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Tuhan.

*Kita harus mengijinkan dan memberikan ruang gerak yang sebebas-bebasnya buat Roh Kudus sehingga karyaNYA nyata atas hidup kita hingga kita diubahkan.*


Ketika Tuhan melihat orang-orang percaya sudah menjadi serupa dengan Anak-Nya, kita tinggal terima beres saja. Tuhan akan mengingat kita yang sedang diombang-ambingkan  oleh keadaan pada akhir zaman ini. Bersyukurlah kita ada di dalam bahtera Nuh, yaitu di dalam rencana kekekalan Tuhan.  

Dia akan segera mengeksekusi bagian terakhir dari rencana-Nya. 



"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”  Matius 24:7


Semua itu bukan karena kita yang berusaha dengan kekuatan kita, tapi Tuhan dengan segala kedaulatan dan kekuasaan-Nya sendiri akan bertindak menurut rencana-Nya, keputusan-Nya, menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya! Dia akan memulihkan segala sesuatu sebelum kedatangan Anak Manusia untuk kedua kalinya.



Kita harus selalu hadir di dalam hadirat Tuhan, menghampiri tahta-Nya, jika kita ingin Dia selalu mengingat-ingat keberadaan kita dan mendapatkan pertolongan kita pada waktu kesesakan. Mungkin kita sedang terombang-ambing, dalam kebingungan, dalam kesakitan, dalam penderitaan, dalam ujian dan pencobaan, dalam kelemahan, dalam keputus-asaan.  Dia sanggup mengubahkan keadaan, memulihkan dan menyembuhkan kita menjadi sesuai dengan gambar dan rupa-Nya.



Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ibrani 4:16


Amin.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...