Langsung ke konten utama

Manusia Kehilangan TERITORI

Manusia ditempatkan di Taman Eden. Salah satu teritori manusia pertama yang ditetapkan Allah adalah Taman Eden.

Kej 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Yang terhilang karena skandal pemberontakan di Taman Firdaus adalah:

kehilangan akses kepada Pohon Kehidupan dan Firman, kehilangan persekutuan, kehilangan kemuliaan, kehilangan figure Imam dan keimamatan Melkisedek, kehilangan  tempat perjumpaan dengan Tuhan, kehilangan teritori, kehilangan arah dan tujuan hidup,  kehilangan gairah untuk menanti-nantikan Tuhan, kehilangan damai sejahtera dan sukacita, kehilangan penyediaan dan berkat-berkat, kehilangan pekerjaan, kehilangan tuan dan majikan yang adalah Tuhan sendiri.

Di Taman Eden ada jaminan pemenuhan segala kebutuhan manusia dengan mengusahakan dan memelihara taman itu. Tapi setelah manusia dihalau dari Taman Eden banyak hal yang terhilang, termasuk kehilangan teritori itu sendiri.

 Kej 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

 

 

1.       Hilangnya Persekutuan.

Kehilangan terbesar adalah hilangnya PERSEKUTUAN dengan Allah.

Kej 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Dia adalah Yesus yang berjejak dan berjalan dengan bunyi langkah di dalam taman itu. 

Kita kehilangan persekutuan dengan Firman. Tempat persekutuan itu sebenarnya bukan di Taman Eden, tapi tempat persekutuan itu ada di dalam roh manusia. Karena Allah adalah Roh, kita harus bersekutu dengan Dia di dalam roh dan kebenaran.  Manusia dalam keadaan berdosa mengalami kematian roh, yang tidak bisa lagi berhubungan dan bersekutu secara intim dengan Allah.

Ini yang pertama terhilang dan hal yang pertama-tama harus dipulihkan. Itu sebabnya Yesus mengatakan tidak mungkin orang sampai kepada Bapa di dalam Kerajaan-Nya, tanpa rohnya dilahirkan kembali.

Yoh 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Untuk MERESTORASI HUBUNGAN dan PERSEKUTUAN ini Bapa mengutus Yesus.  Hanya lewat pengorbanan Yesus dan salib-Nya membuat PERDAMAIAN itu terjadi. Itu sebabnya Yesus katakan:  hanya mereka yang menyangkal dirinya, mau memikul salibnya dan mengikuti-Nya setiap hari yang layak bagi-Nya dan menjadi murid-Nya.

Menyangkal diri berarti kita harus mengutamakan PERSEKUTUAN dengan-Nya daripada sibuk mengurus urusan yang lain, termasuk mencari nafkah, mengurus keluarga dan melayani Tuhan (sikap Marta versus Maria).

 

2.       Kehilangan Imam Dan Keimamatan Melkisedek.

Dia adalah Melkisedek (Ibr 5:10), raja salem yang membawa roti dan anggur.

Ibr 5:10  dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

Kej 14:18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.

Kita kehilangan imam, raja Salem, dan kita kehilangan damai sejahtera (syalom).

Kita juga kehilangan KEIMAMATAN MELKISEDEK.

Bagaimana Allah merestorasi hal ini dalam hidup kita? Melkisedek harus mendatangi hidup kita.

1Ptr 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Setiap orang  percaya harus meresponi PANGGILAN Allah lewat Putra-Nya, sehingga layak menjadi TERPILIH, menjadi imam-imam di dalam Kerajaan-Nya, bersedia dipisahkan dan dikuduskan menjadi umat dan melayani hanya kepada Raja segala raja, bukan kepada dewa mamon dan segala semaraknya.

Meresponi panggilan berarti MERESPONI SETIAP FIRMAN YANG MENDATANGI. Melkisedek membawa roti dan anggur. Roti melambangkan makanan yang diperlukan bagi roh dan jiwa kita. Anggur melambangkan Roh Kudus.

Kej 14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Abraham bapa orang BERIMAN menyerahkan PEMELIHARAAN HIDUPNYA, DAMAI SEJAHTERANYA, KETAKUTAN dan KEKHAWATIRANNYA atas semua MUSUH lewat KEIMAMATAN MELKISEDEK.

Ibr 7:2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Pemberian perpuluhan Abraham sebagai lambang menundukkan diri dan menghormati TUHAN menurut keimamatan Melkisedek, raja damai sejahtera,  berlaku terus sebagai bukti iman mempercayakan dan menyerahkan serta menyandarkan hidupnya kepada Allah El Shadai.

Musuh yang terbesar adalah EGO MANUSIA dan ketaatan memberikan perpuluhan adalah bukti iman dan ketetapan hati dalam menjadikan Allah sebagai TUAN damai sejahtera. Kita menetapkan diri memilih bergantung kepada Allah dan bukan dewa mamon dalam memenuhi segala kebutuhan hidup ini, maka kita akan dipelihara oleh damai sejahtera yang dari Kristus, bukan dari dunia ini.

 

3.     Kehilangan tempat dan kesempatan perjumpaan dengan Tuhan. Kehilangan tempat persekutuan.

Manusia tidak tahu lagi bagaimana dan di mana harus menyembah Allah, kehilangan orientasi. Mereka sudah dibingungkan oleh musuh di mana beda letak Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan baik dan jahat?

Yoh 4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22  Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Manusia menyembah apa yang tidak mereka kenal dan menyembah oknum tuhan di gunung, bukit dan goa. Yesus jelas mengatakan: 24  “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

 

4.       Kehilangan Hidup Yang Kekal

Kej 3:22  Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Hawa memutuskan untuk makan buah Pohon Pengetahuan sebab kelihatan baik. Itu menurut keinginan mata.  Baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya. Itu menjawab keinginan dagingnya. Juga ia ingin mendapatkan pengertian menjadi seperti Allah. Itu adalah keangkuhan hidup yang diajarkan malaikat pemberontak.

Kej 3:6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik [keinginan mata] untuk dimakan  dan sedap kelihatannya [keinginan daging], lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian [keangkuhan hidup]. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Perhatikan: walau pun dalam keadaan berdosa, tapi jika seseorang memakan buah pohon kehidupan, maka ia akan hidup selamanya. Yesus adalah pohon kehidupan. Barangsiapa  makan dari pohon kehidupan yang diberikan Kristus, ia memiliki karakter yang sama dengan Kristus.

Ams 11:30  Hasil orang benar adalah pohon kehidupan...

Why 2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

 

5.       Kehilangan Akses Kepada Pohon Kehidupan.

Manusia kehilangan persekutuan dengan Tuhan, dengan Firman. Tidak lagi bebas bertemu muka dengan muka. Tempat perjumpaan itu telah terhalang; dihalangi oleh Pohon Pengetahuan yang baik dan yang jahat di dalam hati manusia.

Kej 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Firman sekarang bersaing dengan pengetahuan yang baik dan yang jahat di dalam hati manusia. Tidak mudah lagi bagi roh manusia untuk beroleh pengertian dan kesadaran hati nurani, tanpa dimurnikan hatinya pertama-tama oleh darah Yesus. Dia adalah Pohon Kehidupan. Dia berotortias membuka akses dan menutup untuk mengambil buah dari Pohon Kehidupan.

Ibr 12:24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

 

6.       Kehilangan Sungai-Sungai Emas dan Batu Permata.

Kej 2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Kej 2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.

Manusia kehilangan kualitas emas, nilai-nilai hidup ini, kehidupan yang berarti, arti kehidupan dan hal-hal yang berharga dalam hidup ini. Manusia kehilangan arah dan tujuan hidupnya.

Mal 3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

Manusia mencemari hidupnya dengan hal-hal yang tidak patut, yang membuang waktu dengan banyak melakukan hal-hal yang sia-sia dan bodoh, oleh karena tidak memahami rencana dan tujuan Allah menciptakannya, dilahirkan ke dunia ini dan menjadikannya sebagai umat-Nya.

                                                             

7.       Kehilangan Mata Air  Sumber Kehidupan.

Kej 2:13  Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14  Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Gihon, Tigris dan Efrat adalah sungai-sungai yang memiliki mata air dan alirannya mengelilingi seluruh Taman Eden. Sungai-sungai itu mengalir sampai ke Istana Salomo, ke daerah Kush, ke Mesopotamia.

Mata air berbanding terbalik dengan air mata. 

Air mata melambangkan maut, aib, duka, noda, kekecewaan, peperangan, pencobaan, kekalahan, kesalahan, bencana, penyesalan, kepahitan, kegetiran.

Mata air adalah sumber kehidupan, sumber berkat yang mendatangkan keselamatan, damai sejahtera dan sukacita, yang menumbuhkan tanaman Tuhan dan mengairi kebun-kebun anggur, delima dan buah-buahan yang lezat.   Mata air mengaliri taman-taman raja menumbuhkan bunga pacar, narwastu,  kunyit, tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu, beserta pelbagai rempah yang terpilih (kidung 4:13-15).

Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Kejadian 49:22

Yakub memberkati dan bernubuat tentang Yusuf. Ia seperti pohon buah-buahan yang ditanam dekat mata air. Walau pun kehidupan Yusuf secara fakta, membaca kisah lika-liku hidup Yusuf membuat  hati orang pedih, sedih dan berlinang air mata, namun Allah Yakub menolongnya dan Allah El Shadai mengurapinya dengan berkat buah dada dan kandungan.

Kej 49:25 oleh Allah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh Allah Yang Mahakuasa (El Shadai), yang akan memberkati engkau dengan berkat dari langit di atas, dengan berkat samudera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan.

Yusuf memberkati Israel dan seluruh penjuru dunia.

 

8.       Kehilangan Gairah. Hati Yang Menanti-Nantikan Tuhan Terhilang.

Tidak lagi manusia menantikan kedatangan Tuhan setiap harinya. Hanya seminggu sekali orang mencari, mengharap kedatangan Tuhan.  Kehilangan waktu bersekutu.

Ps. Tunde Bakare mengatakan Adam pertama tidak pernah bersyukur. Ucapan Syukur adalah tidak pernah dia ucapkan kepada Tuhan untuk apa yang Tuhan telah perbuat. Ia menyalahkan Tuhan karena memberikannya seorang wanita.

Di hari-hari yang terakhir manusia menjadi tidak tahu berterima kasih. Salah satu hal yang terjadi di akhir zaman adalah tentang rasa syukur ini. Setiap kali kita memandang kepada Tuhan Yesus, Ia selalu berkata: “Aku bersyukur, Bapa. Aku bersyukur, Tuhan!” Di hari-hari yang terakhir manusia menjadi tidak tahu bersyukur.

Manusia tidak lagi  memiliki passion atau gairah terhadap buah dada Tuhan, Allah El Shadai. Hati nurani manusia menjadi dingin, membeku oleh karena dosa.

Kej 4:25 Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya." 26  Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.

Setelah 3 generasi berlalu, lahir Enos dan pada waktu itulah orang mulai memanggil nama Tuhan.

Kej 4:6  Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 7  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

Gairah dan hati yang menanti-nantikan Tuhan tidak otomatis walau pun orang telah mengalami lahir baru. Kadang-kadang, tapi berkali-kali orang itu menganggap Tuhan  seperti musuhnya. Ia marah kepada Tuhan karena himpitan hidup ini. Muka yang muram dan murung  bukan menggambarkan gairah kepada Tuhan. Kain memasang muka yang murung, karena hatinya panas.

Yoh 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 25  Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." 26  Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Pertama-tama Yesus harus datang ke dalam hati kita sebagai Mesias. Ia akan memberikan Firman-Nya seperti air yang hidup. Firman-Nya yang kita responi itu telah menggali sumur Abraham yang sudah ditimbun musuh, sehingga mulai timbul iman di dalam hati kita.

Yoh 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Jangan mendoakan berkat-berkat untuk hidup ini, tapi doakanlah Firman, nantikan Firman itu sampai kita mendengar perkataan-Nya, Firman yang hidup. Lihat baik-baik dan kenallah Dia yang sedang berkata-kata kepadamu. Doakan hatimu, minum air hidup dari sumber mata air yang tidak tercemar. Hati kita akan menjadi sumur dari air hidup yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yan kekal.

 

9.       Kehilangan Pekerjaan Mengusahakan Taman.

Harusnya ada campur tangan Tuhan dalam usaha dan pekerjaan manusia. Kita harus menerima hikmat dan kekuatan untuk menciptakan kekayaan, tapi sekarang manusia harus berpeluh dan berkeluh-kesah untuk mencari makanan dan kebutuhannya.

Kej 3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

 

10.   Kehilangan Tuan Dan Majikan Yang Adalah Allah Sendiri.

Sekarang ada 2 tuan: Tuhan dan dewa mamon.

Mat 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

 

11.   Keluar dari Taman Eden Masuk ke Sistem Dunia (marketplace) / Babel.

Sekarang manusia harus menghadapi tuan yang bengis dan sistem dunia yang kejam.  Susah izin ke konferensi dan church camp,karena cutinya habis.   Harus kejar target dan kejar uang,  kecuali kau menjadi seperti Yusuf, menjadi orang ke-2 di Mesir.  Dunia ini kejam dan jahat, tidak kenal belas kasihan, kecuali kau menjadi Daniel, atau Sadrakh, Mesakh, Abednego, maka kau menang.

Marketplace digerakkan oleh:

(1)    dewa mamon

Karir / pekerjaan / bisnis selalu dikaitkan dengan uang. Ini spirit.  Paulus diseret ke pasar/marketplace dan menghadap ke penguasa.

(2) tradisi / adat istiadat

(3) penguasa / politik

(4) pembesar / hakim / jaksa

(5) polisi / tentara

Besar sekali kekuatan marketplace.

        Kis 16:19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. 20  Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, 21  dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." 22  Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...