Langsung ke konten utama

HUKUM TAURAT DAN KUK PERHAMBAAN

<<<< Arti  Hukum Taurat >>>>

Salah satu tujuan hukum Taurat adalah untuk melindung benih  perempuan itu menjadi benih Kristus (Kej 3:15) dan untuk membantu orang-orang untuk mengetahui siapa Mesias itu, berdasarkan dari garis keturunan-Nya.


gbr: charismanews.com
Roma 7:1-6

Pada bagian ini Paulus belum menekankan arti dari hukum Taurat itu sendiri. Setelah itu barulah Paulus menjelaskannya. Tetapi yang kita akan bahas di sini penekanannya adalah betapa pentingnya bahwa kita telah dibebaskan dari hukum Taurat.

Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa *hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup*?  Rom 7:1

Sebab seorang* isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup*. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.  Rom 7:2

Jadi selama suaminya hidup ia dianggap *berzinah*, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.  Rom 7:3

Sebab itu, saudara-saudaraku, *kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus*, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, *agar kita berbuah bagi Allah*.  Rom 7:4

Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh *hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut*.  Rom 7:5

Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang *mengurung kita*, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru *menurut Roh* dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.  Rom 7:6

Paulus pada bagian ini menjelaskan karakteristik hukum Taurat dan kondisi kita:

1. Hukum itu mengikat dan berkuasa selama kita hidup. Hal itu diibaratkan seperti hubungan suami-istri, bahwa si istri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup.

2. Hukum itu “sakral”. Dan barangsiapa melakukan pelanggaran dari hukum itu adalah tindakan zinah. Berarti itu adalah dosa dan kekejian.

3. Hukum itu bekerja di dalam daging, bekerja dalam anggota-anggota tubuh; melalui hawa nafsu dosa dan berbuah maut.

4. Hukum Taurat itu disebut pula sebagai hukum dosa dan hukum maut berdasarkan akibat yang ditimbulkannya (Roma 8:2).

5. Kita tidak bisa berbuah dan tidak bisa melayani Tuhan jika hukum itu masih mengurung kita. Tapi bersyukur kita telah mati bagi hukum Taurat sehingga hukum Taurat itu tidak berdaya.

Saya kira kita sudah mengerti bahwa hukum itu sudah ada dan terkandung di dalam “Buah Pengetahuan Yang Baik dan Jahat”. Jadi hukum itu berlaku dan mengurung kita sejak manusia jatuh dalam dosa.

Dan sangat menarik sekali apa yang dikatakan Paulus di Roma 7:14; bahwa hukum Taurat itu adalah rohani (spiritual). Ini masih terkait dengan “kesakralan” hukum Taurat. Sakral menurut KBBI itu “suci”; tetapi menurut hemat sy sakral itu artinya tidak boleh satu kali pun dilanggar. Itu sebabnya Paulus mengatakan hukum Taurat itu mengurung kita.

Lalu mengapa Tuhan menurunkan hukum Taurat (melalui Musa bagi bangsa Israel), apa tujuannya?

1. Hukum Taurat untuk memperjelas hukum, aturan dan memperjelas pelanggaran dan hukuman, sampai Yesus datang untuk menggenapi semua tuntutan hukum Taurat.

2. Tujuan hukum Taurat adalah untuk melindung benih  perempuan itu menjadi benih Kristus (Kej 3:15) dan untuk membantu orang-orang untuk mengetahui siapa Mesias itu, berdasarkan dari garis keturunan-Nya.

Paulus melanjutkan, bahwa kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, kita sekarang dalam keadaan baru. Keadaan baru ini dikatakan menurut Roh. 

Mengapa dikatakan demikian?
1. Messias yang disebut juga Kristus itu sudah menggenapi tuntutan hukum Taurat. Yesus tidak melakukan pelanggaran, tapi IA menanggung semua  pelanggaran, dosa dan maut.

Yesus adalah satu-satunya orang yang menggenapi hukum Taurat.

2. Di Roma 8:2 dia menjelaskan:
Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.  Rom 8:2

3. Di bawah hukum kita tidak bisa menjadi serupa dengan Kristus. Itu tidak mungkin baginya, karena tidak menerima benih Kristus. Menerima benih Kristus berarti dilahirkan kembali dari Roh. Yoh 3:6.

Bahasan ini pasti banyak meninggalkan pertanyaan. Misalkan, <<<< 1. jika kita telah dibebaskan dari hukum dosa dan hukum, mengapa kita masih bisa berbuat dosa? >>>>

Kita dibebaskan dari *hukum* dosa dan hukum maut, artinya kita  tidak lagi ada di bawah hukum Taurat.

Kristus adalah penutup atau penggenap dari hukum Taurat.
For Christ is the end of the law for righteousness to every one that believeth.  Rom 10:4

Hanya kepada yang percaya saja, maka ia terbebas dari hukum Taurat. Percaya artinya beriman kepada Yesus Kristus.

Masih dari uraian di atas faktor-faktor ini jelas tetap berlaku:
1. Hukum Taurat itu tetap berlaku selama-lamanya, karena sifatnya rohani Mat 5:18;
2. Selama kita masih dalam tubuh kita masih bisa dicobai dan memiliki kelemahan; melalui panca indra kita. Hanya saja kita roh kita tidak bisa diacak-acak musuh, karena Roh yang ada di dalam kita jauh lebih besar dari yang ada di luar;
3. Kita masih memiliki kehendak bebas walau pun tidak tunduk lagi di bawah hukum Taurat, melainkan tunduk di bawah hukum Roh dan Iman.
4. Kita mengikuti Perjanjian Baru yang berdasarkan kasih dan anugerah.

<<<< 2. Apakah artinya kita telah dibebaskan? >>>>
Kita telah diberikan kuasa untuk menolak keinginan daging kita. Kita telah dipindahkan dari kuasa kegelapan kepada kuasa terang-Nya yang ajaib. Kita telah dipindahkan dari siklus kematian dan kekalahan (cycle of death and defeat) kepada siklus kehidupan dan kemenangan (cycle of life).

Selama kita bertindak menurut Roh, kita bersih, karena hukum yang berlaku atas kita adalah hukum Roh dan Iman. (Gal 5:18,  2 Kor 3:6).

Sebenarnya tidak pas disebutkan hukum Roh dan Iman seperti dijelaskan 2 Kor 3:6, yang ada hanyalah perjanjian baru yang bukan terdiri dari hukum (yang tertulis, yang mematikan) tapi dari Roh yang menghidupkan. Singkatnya Roh dan iman ini bekerja sama dalam kebenaran (Gal 5:5).

Kita bisa melihat penjelasan yang detail untuk mendapatkan pengertian yang tepat mengenai
1. Cycle of Defeat di link ini

Breaking the Cycle of Death & Defeat

2. Cycle of life di link ini
Living in the Fulness of Life

<<<< 3. Bagaimana kita bisa sungguh-sungguh mereka >>>>

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.  Gal 5:1

Ketika kita hidup dalam pimpinan Roh, maka kita pasti terus berada dalam siklus kehidupan di dalam Kerajaan Tuhan. Kita menjadi lebih dari pemenang (Roma 8:37).

Mari miliki passion untuk mencari terlebih dulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Maka seluruh keinginan (desire) dan kebutuhan kita akan terpuaskan oleh-Nya. Ketika kita hidup dan berjalan dalam Roh, bergaul karib dan dalam keintiman, semua menjadi mungkin. (Mat 6:33, Yoh 15:17, Gal 5:16,25).






<<<<< Bagaimana mungkin kita dikenakan lagi kuk perhambaan? >>>>

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.  Gal 5:1

Ketika kita berhenti dari perjalanan rohani, arti kata hidup kita tidak lagi dipimpin oleh Roh Kudus, maka berarti kita dikenakan lagi kuk perhambaan. Koq bisa? Apa maksudnya?

1. Bangsa Israel gagal menjadi Kerajaan Imam.

Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."  Exo 19:6

Mengapa? Mereka tidak mau masuk pada Perjanjian Baru. Mereka percaya kepada Mesias, tapi tidak percaya kepada Kristus. Mereka terhenti perjalanan rohaninya pada hukum Taurat.

2. Demikian pula semua anak-anak Abraham yang terhitung dilahirkan dari daging, mereka terhenti pada hukum Taurat.
Mereka mencari kebenaran sendiri dengan mendirikan agama-agama.

Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.  Rom 10:3

Ini juga bisa terjadi pada orang-orang Kristen. hanya ingin mendengar khotbah yang sesuai dengan keadaannya, sesuai dengan seleranya, ingin mendirikan kebenaran sendiri. Mereka berani bayar mahal pembicara-pembicara beken hanya untuk menentramkan hati, menyenangkan dan menipu hati mereka sendiri.

3. Jangan sampai kita ditolak seperti Esau, karena tidak menghargai benih ilahi, bahkan untuk memperbaiki kesalahan ia tidak beroleh kesempatan. Ibr 12:17.

Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.  Heb 12:17

Esau tidak menghargai benih ilahi. Ia menghargai hak kesulungan hanya untuk menerima berkat-berkat jasmani / materi, tapi bukan untuk menjadi penerus generasi / pembawa benih ilahi. Bagi Tuhan ini adalah hal yang serius,
sehingga Tuhan berkata: Aku mengasihi Yakub, tapi Aku MEMBENCI ESAU.

4. Banyak orang Kristen terhenti perjalanan rohaninya pada hukum anugerah dan hukum kasih. Mereka telah memperoleh anugerah keselamatan, namun terhenti pada berkat-berkat dan perlindungan. Mereka hanya ingin hidup di zona nyaman. Betul, mereka memelihara kekudusan, tapi kebenaran dan anugerah yang mereka miliki hanya untuk diri sendiri. Mereka hidup seperti Lot, orang benar itu. Mereka memiliki benih Kristus tapi tidak bertumbuh dan tidak berbuah. 

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.  Mat 13:22

Jenis orang Kristen seperti ini tidak layak bagi Kerajaan-Nya.
Karena Kerajaaan Allah itu diumpakan dengan benih. Kita telah menerima benih Kristus atau benih Kerajaan.

Hati-hati. kita boleh mengalami penderitaan apa pun atau kesenangan apa pun, tapi jangan sampai perjalanan rohani kita terhenti. Hanya mau menerima kasih karunia, tapi tidak mau yang ga enak, memiliki motive yang berbeda.

Ada 3 jenis orang Kristen
1. orang kristen dengan tanah subur; mudah di-akses oleh Tuhan
2. orang Kristen yang tadi diantara semak duri, mudah diakses oleh dunia
3. orang kristen pinggir jalan, mudah diakses (dimakan) oleh iblis

Ini semua mengenai orang percaya / orang Kristen, karena Yesus bicara mengenai perumpamaan Kerajaan Sorga

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Joh 3:16

Yoh 3:16 bukan hanya bicara mengenai keselamatan, tapi tujuan utamanya adalah hidup yang kekal. Tubuh pasti mati, tetapi benih tidak akan pernah mati, melainkan hidup kekal.

<<<< Benih yang kekal adalah benih Kerajaan, benih Kristus >>>>

Intinya begini.

Kekristenan atau Kerajaan Allah itu mulai dari Kejadian sampai Wahyu semua bicara mengenai benih.
Coba lihat Kej 3:15: permusuhan antara benih/keturunan perempuan dan benih/keturuan ular.  Permusuhan dan peperangan itu berlangsung selamanya dari Kejadian sampai Wahyu. Setan selalu mengejar mau menghancurkan benih / keturunan perempuan (gereja).

Tapi kita lihat di Wahyu kepastian kemenangan ada di tangan Tuhan. Dia pegang kontrol. Dia pegang kendali.

Di Wahyu 12 perempuan (gereja) yang melahirkan Anak laki-laki di tunggui oleh si naga, ular tua itu: tapi Anak itu lalu dirampas dan dibawa ke Tahta  dan perempuan itu dilindungi.

Jadi Kekristenan / Kerajaan Sorga itu bicara mengenai benih ilahi & keturunannya.

Kita bukan saja sudah dimerdekakan dari akibat hukum Taurat yang harusnya kita tanggung, tapi juga kita telah menerima benih Kristus. Kita harus menjagai benih ilahi yang ada pada kita. Kita sudah menerima benih Kristus / Kerajaan.

Yesus sendiri menerima benih dari Abraham, – yang menerima benih perjanjian- diteruskan oleh Ishak, Yakub....Yehuda.... Daud....dst.  Dari perjalanan dari generasi ke generasi ini semua hendak dihancurkan baik benih mau pun garis keturunan (lineage).

Berapa banyak bayi mati oleh Herodes? Berapa banyak ibu dan ayah menangisi kematian anak-anaknya di jaman itu?
Sama seperti ketika zaman saat-saat kelahiran Musa, terulang kembali.

Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.  Jer 31:15

Jadi setiap kita tidak boleh gagal memahami betapa berharganya benih yang kita terima.

Jangan seperti Esau. Jika pemahaman ini sudah dibukakan, lebih mudah kita memahami cara kerja Tuhan, bahwa semua terkait dengan benih dan iblis selalu mengincar benih itu.

Demi untuk menjagai kemurnian benih dari pencemaran,  maka Abraham mengatur pernikahan Ishak. Dan Ishak mengatur pernikahan Yakub. Mereka DIATUR dan DIJODOHKAN demi untuk menjagai benih ilahi.

Semua hukum termasuk hukum Taurat adalah untuk melindungi benih ilahi dari pencemaran akan dunia ini, dari kedurhakaan dan kemerosotan (corruptible).

Perjanjian Lama  dan Perjanjian Baru juga sama tujuannya yaitu untk melindungi benih ilahi dan keturunannya.

Kaitkan semua firman yang kita dapat dengan benih ilahi, maka kita akan mudah mengerti.

Kerajaan Sorga diumpakan sebagai orang yang menaburkan benih di ladang. Jika kita gagal mengerti perumpaan pertama mengenai Kerajaan Sorga ini, maka kita akan gagal memahami banyak hal lainnya. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan di Mat 13:19.

Matius 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Markus 4:13
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

<<< Benih macam apa yang kita bawa sekarang? >>>
Kepada kita sudah diberikan benih yang murni, yang sudah terbukti unggul dan terbukti sudah menang dan tidak dapat dihentikan (unstopable). Yesus sendiri adalah benih itu. Bapa memberikan kita benih Kristus, yaitu Roh Kudus. Roh yang sama yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati. Kita bukan lagi membawa benih perempuan itu (Hawa). Benih perempuan itu masih mengandung kutuk, dosa dan maut; dan semua itu sudah ditanggung akibatnya oleh Yesus lewat sengsara-Nya sampai mati di atas kayu salib.

Benih ini harus ditumbuh-kembangkan dan dibangun di rumah rohani dengan arahan bapa rohani sampai rupa dan karakter Kristus benar-benar terbentuk di dalammu. Ada bapa rohani di dalam rumah, seperti Abraham kepada Ishak; seperti Ishak kepada Yakub; seperti Musa kepada Yosua;  seperti Naomi kepada Ruth; seperti Mordekhai kepada Ester; seperti Elia kepada Elisa; seperti Isai kepada Daud; seperti Paulus kepada Timotius; dan masih banyak lagi.


Bapa terimakasih Kau begitu baik dan bermurah hati kepada kami semua. Kau bukakan banyak hal dan terutama hal-hal yang mendasar; pengertian yang mendasar; bahwa betapa berharganya benih KerajaanMu. Bapa adalah pemilik benih dan ladang itu. Kami ingin menjagainya, menumbuhkannya, membangunnya; sehingga rupa Kristus terbentuk di dalam kami. Sebab Bapa akan menuntut tuaian, hasil; yaitu kami sebagai saudara-saudara Yesus, yang Tunggal di antara banyak saudara.

Karakter Kristus terbentuk dalam kami, sehingga kami menjadi gereja yang membawa benih sampai Anak Laki-laki itu dilahirkan dan dibawa kepada Tahta Bapa di sorga untuk memerintah bersama Yesus Kristus untuk selamanya.

KerajaanMu dan Pemerintahan Mu akan menjadi nyata di muka bumi ini. Kami mau menghormati hukum-hukum Mu dan perjanjian-perjanjianMu yang adalah untuk melindungi kami sebagai carrier benih ilahi dan membawa kesaksian Kristus kemana pun Anak Domba pergi dan berada.

Kami menjadi berharga di mataMU karena benih itu; oleh sebab itu kami pasti dilindungi dan diberkati olehMu tanpa kami meminta. Kami mendapat pertolongan oleh seluruh kekuatan dan back up dari Sion.

Terimakasih Bapa atas segalanya. Haleluyah, kami berdoa dalam nama Yesus Kristus. Amin


Postingan populer dari blog ini

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...