Langsung ke konten utama

HIDUP YANG KEKAL

Pagi ini saya belajar bahwa hidup yang kekal itu tidak tergantung di mana kita berada. Malahan sorga bukan tempat yang bisa dikatakan tempat yang ideal di mana kita hidup dalam kekekalan, sebab dikatakan bumi dan sorga bisa berlalu, tetapi perkataan-Ku tinggal tetap (Mat 24:35).  Sorga-sorga dan bumi diciptakan oleh Firman atau perkataan Tuhan.

Apa artinya ini? Tuhan bukan hanya menyediakan sorga buat hidup kita, tetapi  Sorga hanya lah sebagian dari apa yang Tuhan sudah sediakan. IA menyediakan semua dan segala sesuatu demi kita bisa masuk kepada hidup yang kekal. Tujuan penebusan Yesus Kristus yang diutus Bapa bukan hanya sorga, dan sorga bukanlah hidup yang kekal itu. Sorga adalah tempat bukan kehidupan.


gbr: www.biblestudytools.com


In the beginning God created the heavens and the earth (Genesis 1:1 NKJV).

Sungguh luarbiasa dikatakan "heavens and the earth" diciptakan pada waktu yang bersamaan dengan keadaan yang serupa, dengan usia yang sama. Oleh sebab itu jika sorga berlalu dan lenyap maka bumi pun akan lenyap, secara bersamaan, tidak sendiri-sendiri.

Ada bukti yang kuat yang dikatakan Alkitab bahwa sorga itu bukan tempat yang ideal, sebab sepertiga dari jumlah malaikat telah memberontak dan jatuh dalam dosa menjadi iblis.

Jika saja sorga bukan tempat yang ideal, bagaimana bumi? Bagaimana planet-planet yang lain? Dari sini kita tau, sesungguhnya tidak ada tempat yang namanya "safe heaven".  Jadi di mana tempat yang ideal sebenarnya?

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Matius 24:35 

Jadi satu-satunya tempat yang ideal dan yang kekal adalah tinggal dalam perkataan Tuhan.  

Yesus - sebagai Anak Manusia - walau pun harus turun ke dunia orang mati dan turun ke neraka, tapi sebenarnya Ia tinggal dalam perkataan Tuhan.

Dengan selamat IA melalui jalan yang belum pernah diinjak kaki-NYA  (Yesaya 41:3).

Jadi apakah dapat dikatakan bahwa kita yang hidup sekarang atau pun yang sekarang hidup ini adalah hidup dalam kesia-siaan? Mereka yang telah berada terlebih dulu dalam tempat penantian ke sorga (hades) hidup dalam kesia-siaan? Bisa jadi. Memperoleh sorga tidak berarti telah menjalani kehidupan yang tidak sia-sia. Sorga hanyalah sebagian dari hidup yang kekal itu. Sebagian besar orang bisa dikatakan sebagian dari umur hidupnya dijalankan dalam kesia-siaan.

Jawab Yakub kepada Firaun: "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing." Kejadian 47:9

Yakub menyimpulkan dan mengatakan bahwa hidupnya selama 130 tahun itu kebanyakan ia melakukan hal-hal yang sia-sia: sedikit saja dan buruk adanya.

Pengkhotbah 6:12a Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? 

Penulis kitab Pengkhotbah adalah Salomo. Tuhan tau persis jawaban atas pertanyaan daripada orang yang paling berhikmat dan paling kaya yang pernah hidup ini dan tidak akan ada lagi yang seperti dia.

Menurut Pengkhotbah apa yang dicari dan semua yang didapat oleh manusia termasuk kesenangan itu adalah kesia-siaan dan usahanya dengan berjerih-payah seperti usaha menjaring angin.

Pengkhotbah 2:11 Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari. 

Memang manusia dan bahkan seluruh makhluk didesain Tuhan untuk hidup sia-sia.

Roma 8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah  dinyatakan. 8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya. 

Pengkhotbah 2:1  Aku berkata dalam hati: "Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itu pun sia-sia."

Hanya Tuhan sendiri yang sanggup memerdekakan hidup manusia dari kesia-siaan kepada hidup dalam kekekalan. Tuhan bekerja sesuai dengan rencana-Nya untuk memerdekakan manusia dan seluruh makhluk dari keterbatasannya.

Ia akan menjadikan anak-anak manusia yang sudah ditetapkan-Nya, dipanggilan-Nya dan dipilih-Nya untuk menjadi anak-anak Allah. Pada waktunya anak-anak Allah ini akan dinyatakan dalam kemuliaannya.

Tuhan telah datang dalam rupa Anak Manusia. Ia pada mulanya adalah Firman. Dan Firman itu telah datang dan diam di antara kita. Firman yang telah menjadi manusia.

Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.  

Yohanes 1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 

Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Ia datang untuk memberikan hidup dan hidup yang berkelimpahan. 

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yohanes 10:10b

Hidup yang berkelimpahan itu berbicara mengenai kebenaran, kuasa dan kasih karunia oleh Roh Kudus bagi orang yang menerima-Nya. 

Yohanes 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Hidup yang berkelimpahan itu melampaui segala keterbatasan dan kelemahan dalam tubuh ragawi yang terbatas ini. 

Syarat untuk masuk dan mengalami hidup yang kekal di bumi ini adalah ketika tidak ada satu pun yang menjadi penghalang hubungan antara kita dan Tuhan. Yakub masih menggunakan kekuatannya dan pengertiannya sendiri ketika sudah mengalami hidup di bawah sorga yang tebuka. Setelah menjadi Israel, dimasa tuanya ia juga masih menyisakan 'favoritisme' kepada Rahel dan anak-anaknya (Yusuf dan Benyamin).Hal itu dihancurkan Tuhan dengan kematian Rahel ketika melahirkan Benyamin. Dan Yehuda meluluhkan hati Yakub dengan perkataannya yang seperti singa yang mengaum sebelum Israel dan keluarganya berangkat ke Mesir, sehingga Yakub keluar dari kesia-sian hidup dan masuk kepada hidup yang kekal. Maka ia dapat menjawab dengan tepat kepada Firaun mengenai "usianya" dan hidupnya.

Ketika kita hidup dalam perkataan-Nya, menurut dan taat akan Firman-Nya maka kita hidup dari kepenuhan-Nya yang melimpah-limpah dengan kasih karunia demi kasih karunia.

Murid-murid-Nya menyadari apa yang dibawa oleh Yesus dari sorga ke dunia ini.

Yohanes 6:68  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Perkataan Yesus memberikan hidup yang kekal. Mengapa? Sebab Ia adalah Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa. Dia mengetahui segala rahasia dan kepenuhan ke-Allah-an, walau pun saat itu Dia mengosongkan diri-Nya dari ke-Allah-an dan ke-muliaan-Nya; tetap Ia adalah Firman yang menjadi manusia. Yesus hidup dalam dimensi-dimensi yang dimiliki Bapa (pangkuan Bapa) sehingga Ia dapat menyatakan Bapa di dalam diri-Nya.

Hanya hidup dalam firman-Nya maka kita hidup di luar kesia-siaan. Hidup dalam kelimpahan. Hidup dalam kemenangan. Hidup dalam kemerdekaan sepenuhnya. Hidup yang penuh arti. Hidup  dan kepenuhan sebagai ciptaan baru dari Yesus Kristus, melakukan pekerjaan baik yang Tuhan sudah siapkan sejak sebelum bumi dijadikan. Bukan pekerjaan menjaring angin, bukan berjerih-payah, tapi pekerjaan baik yang memuliakan nama Tuhan di bumi ini.

Bukan oleh kuat dan gagah kami, tapi oleh Roh-Mu Tuhan. Engkau yang telah menetapkan kami menjadi milik-Mu. Kau menetapkan pula langkah-langkah kami. Kau telah memeteraikan kami dengan Roh-Mu yang kudus, menjadi jaminan supaya kami berhasil. Sungguh besar rencana-Mu. Sungguh besar karya-Mu Yesus.

Sungguh mulia dan agung hati-Mu Tuhan. Engkau terus bekerja mengalirkan kasih karunia-Mu. Dengan kasih setia-Mu Kau terus membangun kami, memperbesar kapasitas kami yang terbatas ini. Tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Kau menjadikan kami yang mustahil bisa menerima-Mu dalam keterbatasan kami, dalam keadaan kami yang natural. Kau menjadikan yang mustahil menjadi natural bagi hidup kami. Kami yang terbatas Kau jadikan kami tidak terbatas. Kau jadikan kami sebagai ciptaan baru yang tidak terbatas.

Perkataan-Mu adalah perkataan yang hidup dan kekal. Sebab itu ketika kami hidup dalam perkataan-Mu, Kau membawa kami, Kau membungkus kami dalam kekekalan-Mu.

Kau adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Bawalah kami agar tidak keluar dari kebenaran dan jalan-jalan-Mu agar kami hidup bersama-Mu. Dengan pengertian dan pemahaman akan kebenaran-Mu kami dapat mengekspresikan iman kami, kami dapat melakukan perkataan-Mu. Kami dapat memanifestasikan iman yang bekerja sesuai dengan kehendak dan rancangan Bapa.  Kami bisa mengerjakan apa yang Kau perintahkan dan apa yang Kau kehendaki kami lakukan.

O...selalu indah tinggal di dalam persekutuan dengan-Mu. Sungguh indah hidup di hadapan-Mu, hidup bersama-Mu, hidup dalam perkataan-Mu, hidup dalam kemuliaan, hidup karena kasih-Mu. Terimakasih Tuhan, kami dipenuhi dengan minyak yang baru dan kami dapat mengecap dan merasakan anggur yang baru. Karena kami diberikan kuasa untuk menikmati kelimpahan hidup.

Engkau Tuhan, telah membuka sorga dan tingkap-tingkap langit. Terimakasih kami boleh hidup di bawah sorga yang terbuka. Terimaksih Engkau juga sudah memberikan kepada kami, kemuliaan-Mu yang Kau miliki sejak sebelum dunia dijadikan. Dapat kami rasakan kebaikan-Mu. Dapat kami alami kasih-Mu. Kami mengalami kemenangan demi kemenangan. Kami masuk ke dalam kemuliaan kepada kemuliaan. Kami keluar dari kesia-siaan hidup dan masuk ke dalam kekekalan-Mu.

Terimakasih Bapa di dalam nama Yesus Kristus. Amin.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...