Langsung ke konten utama

MENJADI SAKSI KRISTUS

Menjadi saksi Kristus bukan untuk menyaksikan bagaimana hidup kita diberkati. Itu masalah picisan yang juga orang dunia alami. Bukan soal diri kita tapi soal Kristus.


gbr: slideshare.com



Matius 28:17-19  _Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi *beberapa orang ragu-ragu.*_   _Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus_


Mengapa Bapa memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita dan mengutus kita? Karena Bapa sudah memberikan kepercayaan-Nya dan sudah menetapkan, memanggil dan memilih kita menjadi milik kepunyaan-Nya. Sama sekali bukan karena performance (prestasi) kehidupan spiritual kita.



PENCURAHAN ROH

Yesus menerima Roh Kudus dari Bapa dan Ia mencurahkan-Nya, pertama-tama kepada yang 120 orang yang berkumpul di loteng Yerusalem, pada saat perayaan Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:33). Tuhan Yesus hanya mencurahkan Roh Kudus kepada mereka yang memiliki ketetapan hati untuk  menanti-nantikan penggenapan Firman-Nya. 


Banyak orang Yahudi telah tersebar di antara bangsa-bangsa. Banyak orang saleh dari golongan mereka yang berada di Yerusalem pada waktu itu untuk datang beribadah dan merayakan Pentakosta dari banyak negeri lain. Mereka setiap tahun melakukan ibadah dan telah berkorban waktu dan harta untuk bisa ke Yerusalem. Tetapi mereka tidak menetapkan hatinya kepada janji-janji Tuhan, melainkan mengikuti kecenderungan hatinya sendiri. Mereka tidak seketika itu juga menerima Roh Kudus, termasuk mereka yang telah menyaksikan kenaikan Yesus  kembali ke sorga.

Hanya mereka yang memiliki ketetapan hati untuk menggenapkan firman yang akan menerima Roh Kudus, bukan semua orang menerima curahan Roh Kudus. Tuhan memberikan yang paling berharga hanya kepada anak-anak-Nya. Mutiara tidak akan diberikan kepada babi. Ini prinsip Bapa.

Roh Kudus turun disertai bunyi dan tiupan angin yang keras dan nampak lidah-lidah nyala api hinggap kepada 120 orang percaya yang sedang duduk. Mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Ketika 120 orang itu menerima Roh Kudus sedemikian, ini yang terjadi.

Kisah Para Rasul 2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: *2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab,*  kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." *2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 2:13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."*

Roh Kudus selalu bekerja sama dengan Firman. Logos adalah firman yang kita baca, dengar dan yang kita lihat dari para pelaku firman.  *Roh Kudus dan Firman selalu menjadi satu paket "logos"* ketika mendatangi hidup kita. *Namun logos itu belumlah menjadi rhema bagi hidup kita.*

Ketika kita sudah menerima Roh Kudus, Ia tidak dapat langsung memenuhi hidup kita. *Logos harus membenahi hidup kita.* Ia memberikan petunjuk, nasehat, menyegarkan, memberikan kekuatan dan penghiburan, tapi logos juga harus diberi ruang gerak untuk bekerja: membersihkan dan menyelaraskan untuk kita dapat "move on" dan mengalami peningkatkan (increase); upgrade dan update kehidupan kerohanian kita. Kemana arahnya? Kepada Bapa.

Tuhan Yesus telah menyediakan sebuah tempat di alam sorga tempat perjumpaan, tempat perlindungan dan persediaan. Namun tempat itu juga adalah tempat yang dekat dengan Tahta Bapa dan Tahta Anak Domba. Tempat kediaman di mana orang-orang kudus berada.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku  di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kisah Para Rasul 1:8

KUASA DAN KARYA ROH KUDUS *MEMENUHI DAN BEKERJA* DALAM HIDUP KITA
Kuasa ini harus bekerja dulu dalam hidup kita, membereskan hidup kita sebelum kita layak diutus. Roh Kudus harus memenuhi hidup kita, memimpin hidup kita, menguasai hidup kita dan seterusnya.

Di utus bukan sekedar memberikan kesaksian bagaimana Tuhan bekerja atas hidup kita; tapi apa dan bagaimana menjadi saksi-KU dari mana tempat kita berada sampai ke ujung bumi. *Di utus artinya menjadi sumber anugerah bagi orang lain.* 

*Logos adalah paket yang pertama dan utama yang harus kita cari dan kita kejar setiap hari. Di waktu-waktu yang paling berharga - waktu perjumpaan dengan Tuhan kita secara pribadi di tempat yang sudah DIA sediakan.*

TAHAPAN-TAHAPAN ROH KUDUS

*Roh Kudus bukan hanya menjamah dan mengisi hidup kita, Dia juga memimpin, menguasai, Roh Tuhan ada pada kita, lalu Dia mamateraikan dan mengobah hidup dan karakter kita makin menyerupai Kristus.* 


MEMBUANG SEMUA BEBAN DAN MENGOSONGKAN DIRI KITA

*Logos harus memenuhi hidup kita dengan membuang semua beban masa lalu dan mengarahkan diri kepada destiny.*  Tidak cukup kita dibersihkan dari dosa dan itu hanya darah Yesus yang sanggup dan sudah selesai. Tapi kita juga harus membuang semua beban dan masalah, kepedihan, kekecewaan, sakit hati, dendam, kenangan suka dan duka dan sebagainya. 

*Apa pun namanya itu harus dibersihkan oleh logos yang mendatangi hidup kita sampai pada kedalaman sehingga ROH KUDUS DAPAT MEMENUHI SELURUH KEBERADAAN HIDUP KITA.* 

DIPIMPIN OLEH ROH

Ada harga yang harus dibayar supaya logos memenuhi hidup kita. Kita hanya bisa memuji dan menyanyikan pujian dari logos yang memenuhi hidup kita. Itulah pujian yang sejati yang melimpah dari kehidupan logos yang ada di dalam kita. Itu artinya *hidup kita sudah dipimpin oleh Roh Kudus jika kita mau membayar harganya.* 


ROH KUDUS MENGUASAI HIDUP

Lalu apa yang masih menghambat pada tahapan berikutnya untuk Roh Kudus dapat menguasai hidup kita? EGO kita.

Murid-murid tiap-tiap hari bersama-sama Yesus dan menerima firman yang disampaikan, tapi mereka belum menghargai apa yang diberikan Yesus. Keduabelas murid masih mencari "nasi padang" dan meninggalkan Yesus di daerah Samaria. Tidak ada seorang murid pun menyertai Yesus - karena mereka hendak memenuhi "selera mereka" sendiri. Yang satu ingin makan empal, yang lain ayam bakar dan seterusnya sesuai selera yang mereka tunjuk dan pilih - karena toh bendahara Yudas juga ikut bersama mereka sebagai juru bayar.   Sementara itu Yesus sedang memenuhi "selera Bapa" yaitu makanan yang lain. Makanan yang lain bagi Yesus adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Betapa ego menahan kita dari tahapan Roh Kudus untuk menguasai hidup kita. Masih banyak harga yang harus kita bayar dan sekarang kita mulai dituntut untuk mengorbankan ego kita, cita-cita kita, agenda kita dan tujuan hidup kita. Semua itu demi kita sampai kepada Bapa di seputar Tahta; supaya kita bisa menjadi seperti Yohanes yang mendengar "Naiklah ke mari..." (Wahyu 4:1)
Para saksi Yesus Kritus juga mendengar suara yang sama "Naiklah kemari!" (Wahyu 11:12).

Bersambung....

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...