Langsung ke konten utama

The Final Eve: Church as God's Beloved (Preparing the Bride - Session 19)

Khotbah ini berfokus pada karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan sebagai "kekasih-Nya", menggunakan perumpamaan dari Kitab Kidung Agung, khususnya kisah wanita Sunem (Sulam/Sulamite) dan perjalanannya. Papa Djonny menekankan pentingnya kerinduan yang mendalam dan terus-menerus untuk mencari Tuhan, seperti yang digambarkan oleh pencarian sang gadis terhadap kekasihnya di kota. Khotbah ini juga menyoroti pentingnya ketaatan kepada pemimpin rohani dan bahaya cinta atau kasih yang tidak tulus yang didasarkan pada nafsu atau berkat materi, berbeda dengan cinta sejati kepada Tuhan yang didasarkan pada pengenalan akan diri-Nya. Akhirnya, ditegaskan bahwa gereja yang menjadi kekasih Tuhan akan memiliki prinsip hidup yang teguh dan hanya mencari Kerajaan Allah serta kebenaran-Nya.




Gereja sebagai Kekasih Tuhan

Tuhan memiliki harapan agar gereja menjadi kekasih-Nya.

Harapan Tuhan ini diharapkan terwujud dalam kehidupan setiap orang percaya.

Gereja yang diharapkan Tuhan memiliki karakteristik khusus.


Hawa yang Terakhir dan Gadis Sulam/Sunem

Pembahasan melanjutkan topik "Hawa yang terakhir", yang diidentifikasikan dengan karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan.

Narasi dari Kidung Agung pasal 3 digunakan sebagai perumpamaan, berfokus pada gadis Sulam atau Sunem.

Gadis ini digambarkan sebagai seseorang yang dicobai dengan dahsyat, tetapi tetap teguh.

Kid 3:1  Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 2  Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 3  Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?" 4  Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.




Kerinduan yang Besar untuk Mencari dan Menemukan Tuhan

Kidung Agung 3:1-4 melukiskan gadis itu mencari kekasihnya di atas ranjang, di kota, di jalan-jalan, dan di lapangan-lapangan. Ini menggambarkan kerinduan yang luar biasa untuk mencari Tuhan.

Hati yang selalu ingin mencari Tuhan meskipun Dia belum datang kembali ke bumi adalah hati yang luar biasa dan diharapkan Tuhan ada dan tumbuh dalam diri orang percaya.

Mazmur 130:6 dikutip: "Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi". Ini adalah prinsip Ilahi atau hukum Tuhan.

Yeremia 29:12-14 menyatakan prinsip dan hukum Tuhan: "apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaku maka aku akan mendengarkan kamu apabila kamu mencari aku kamu akan menemukan aku apabila kamu menanyakan aku dengan segenap hati aku akan memberi kamu menemukan aku".

Jika seseorang tidak memiliki kerinduan besar untuk mencari Tuhan lewat jiwa dan pikiran, akan sulit mengalami hadirat-Nya. Datang ke gereja atau tempat doa hanya karena rutinitas akan menimbulkan kesulitan mengalami hadirat Tuhan.

Mencari Tuhan harus datang dari inisiatif proaktif dari orang percaya. Jika tidak mencari, Tuhan akan susah ditemui.

Maria Magdalena dijadikan tokoh Alkitab yang sangat merindukan dan mencari Tuhan. Yohanes 20:11-16 menceritakan bagaimana Maria Magdalena menangis di dekat kubur Yesus, mencari-Nya, dan akhirnya menemukan Dia. Kisah Maria Magdalena membuktikan prinsip Yeremia 29:12-14.

"Mencari Tuhan" bukan berarti Tuhan tidak ada, melainkan menunjukkan karakter hidup yang terus terbangun.

Meskipun si gadis desa tidak tahu situasi kota, semangat dan karakternya untuk selalu mencari dan mendapatkan kekasihnya (Tuhan) tetap melekat kuat. Kerinduan dan ketetapan hati ini harus dipelihara agar menjadi kuat.


Bertanya kepada Penjaga (Pemimpin)

Si gadis bertanya kepada peronda-peronda kota apakah mereka melihat kekasihnya.

Secara alegoris, peronda-peronda atau penjaga ini adalah pemimpin-pemimpin gereja.

Ibrani 13:17 menekankan untuk menaati dan tunduk kepada pemimpin karena mereka berjaga-jaga atas jiwa orang percaya. Ketaatan ini hendaknya dilakukan dengan gembira.

Ibr 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Sumber mengkritik orang yang menolak pemimpin karena tidak sesuai dengan gambaran ideal mereka.

Ketaatan Yesus kepada Yusuf, meskipun bukan ayah biologisnya, dijadikan contoh pentingnya menghormati orang tua/pemimpin (Matius pasal 5).

Nabi Yeremia juga mengangkat penjaga (Yeremia 6:17), dan Tuhan mengkonfirmasi bahwa pemimpin datang dari Tuhan, bukan kebetulan. Pemimpin diproses dan diasah oleh Allah.

Yer 6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!

Menghargai pemimpin adalah kebiasaan orang Ibrani yang ditiru si gadis. Menolak atau tidak menghargai pemimpin yang diangkat Tuhan adalah hal yang diperingatkan (Yeremia 6:17).


Prinsip Tidak Membangkitkan Cinta Sebelum Diingininya

Kid 2:7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Kid 3:5 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Si gadis menyumpahi putri-putri Yerusalem (para ratu, para selir dan gadis-gadis) agar tidak membangkitkan atau menggerakkan cinta sebelum diingininya. Ini adalah penegasan prinsip hidupnya, dikatakan dua kali dalam Kidung Agung (Kidung 2:7 dan Kidung 3:5).

"Kasih yang tidak diinginkan" atau "cinta yang palsu" adalah cinta yang terjadi bukan dari kemurnian dan ketulusan hati, melainkan disebabkan nafsu daging.

Putri-putri Yerusalem digambarkan memiliki andil dalam membuat si gadis Sunem nyaris menerima pinangan Raja Salomo; mereka membangkitkan cinta berdasarkan nafsu.

Sebaliknya, si gadis Sunem memiliki prinsip kebenaran yang teguh mengenai hubungan cinta dengan kekasihnya (Sang Gembala).

Kijang dan rusa betina di Padang (yang dipakai untuk bersumpah) adalah makhluk yang tulus, berhati, tidak mengganggu, dan mengekspresikan kemurnian dan ketulusan cinta. Ini mewakili karakter Sang Kekasih (Kristus).

Cinta sejati Kristus kepada gereja-Nya didasarkan pada keinginan bersama tanpa gangguan, seperti hubungan antara si gadis dan Gembala. Prinsip ini harus disiapkan sebelum menghadapi pencobaan.


Putri-putri Yerusalem (Gereja yang Tidak Diharapkan)

Putri-putri Yerusalem secara alegoris mewakili gereja yang tidak memiliki karakteristik yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya.

Mereka bergairah karena merasa diberkati atau jemaat merasa diberkati. Cinta mereka kepada Tuhan didasarkan pada berkat-berkat yang diterima, bukan pada Tuhan itu sendiri.

Ini dikontraskan dengan Rasul Paulus dan sahabat-sahabatnya yang tetap mengasihi dan melayani Tuhan meskipun kekurangan.

Mereka digambarkan bisa membangkitkan menggerakkan cinta sebelum diingini. Contohnya adalah khotbah yang mendorong orang untuk melayani atau menyerahkan hidup karena diberkati.

Hati mereka mengejar keuntungan yang haram, meskipun mulut penuh kata cinta kasih (seperti Yehezkiel 33:31). Mereka berbeda di bibir dan di hati, tidak seperti si gadis.

Yeh 33:31 Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.

Mencintai Tuhan karena berkat membuat orang hanya menjadi "umat Tuhan" dan tidak menjadi "kekasih Tuhan". Hubungan yang didasarkan pada keuntungan cenderung kandas ketika berhadapan dengan kenyataan hidup.


Cinta Sejati kepada Tuhan

Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Berdasarkan Matius 22:37, cinta sejati kepada Tuhan adalah mengasihi-Nya dengan segenap hati (kardia), jiwa (pikiran, perasaan, kehendak), dan akal budi (mind). Kasih ini adalah kasih Agape.

Bahaya terbesar ada pada pikiran, yang sering mengacaukan kemurnian hati dan cinta. Pikiran dapat menggerakkan cinta, baik yang murni maupun yang palsu.


Keintiman dan Persatuan dengan Kristus

Si gadis ingin membawa kekasihnya ke rumah Ibunya, ke kamar orang yang melahirkannya. Ini melambangkan keintiman, pernikahan, dan kemanunggalan (persatuan) dengan Kristus.

Keinginan untuk membawa ke "kamar orang yang melahirkan aku" menunjukkan kerinduan yang lebih dalam lagi, bukan sekadar hubungan biasa, melainkan keintiman mendambahkan penggenapan rencana Tuhan yang abadi. Ini tempat di mana ia merasa dimengerti.

Keintiman dalam pernikahan adalah puncak, dan ini mendambahkan keintiman dalam hubungan dengan Tuhan.


Hidup Suci dan Saleh sebagai Wujud Kerinduan

Memiliki kerinduan yang besar untuk berjumpa dengan Tuhan akan mendorong orang percaya untuk hidup suci dan saleh (kudus dan godliness).

"Godliness" adalah kehidupan di mana ada pengabdian dan penyembahan kepada Tuhan.

Sikap ini merupakan sikap menantikan dan mempercepat (hastening) kedatangan Tuhan. Mempercepat kedatangan Tuhan berarti memiliki spirit kerinduan yang besar untuk berjumpa dengan-Nya muka dengan muka.


Kontras dengan Prinsip Dunia dan Salomo

Salomo melambangkan prinsip dunia yang berusaha memikat si gadis dengan kemegahan (pakaian indah). Salomo "mendandani" si gadis secara fisik.

Prinsip Salomo bertolak belakang dengan prinsip Tuhan. Tuhan "mendandani" (memproses dan membangun) bagian dalam: passion, kesetiaan, iman, kerinduan, dan keteguhan.

Perumpamaan bunga bakung di ladang (Matius 6:28-29) menunjukkan bahwa dandanan Tuhan jauh melebihi kemegahan Salomo.

Mat 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Orang percaya diharapkan hidup berbanding terbalik atau berlawanan dengan dunia.


Kekhawatiran dan Hawa Nafsu Dunia

Matius 6:25-33 berbicara tentang kekhawatiran akan hidup, makanan, minuman, dan pakaian. Kekhawatiran ini berpusat pada jiwa (psuche) dan pikiran. Pakaian juga melambangkan status sosial.

Yesus mengajarkan untuk tidak khawatir karena Bapa di surga tahu kebutuhan kita dan memelihara ciptaan-Nya (burung, bunga).

1Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.17  Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

1 Yohanes 2:15-17 memperingatkan jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Mengasihi dunia berarti kasih akan Bapa tidak ada. Segala sesuatu di dunia (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukan berasal dari Bapa. Keinginan mata dan keangkuhan hidup terutama digerakkan oleh pikiran dan jiwa.

Dunia dan keinginannya sedang lenyap, tetapi melakukan kehendak Allah tetap hidup selamanya. Keteguhan datang dari keinginan untuk berjumpa dengan Kekasih (Tuhan).


Mencari Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya

Mat 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Matius 6:32 menyatakan bahwa segala hal duniawi (makanan, pakaian, dll.) dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Matius 6:33 memberikan solusi: Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Mencari Kerajaan Allah berarti membiarkan pemerintahan Allah berkuasa dalam diri. Kebenaran-Nya juga harus ditemukan dan diekspos dalam hidup.

Jika ini dilakukan, "semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Ini berarti Tuhan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan duniawi bagi mereka yang memiliki Kerajaan Surga dan kebenaran-Nya. Hal ini memungkinkan keteguhan.

Si gadis Sunem bisa tetap teguh karena Tuhan menjamin hal-hal lain (kebutuhan) bagi mereka yang berfokus pada-Nya.


Karakteristik Gereja Kekasih Tuhan yang Diharapkan

Selalu memiliki kerinduan dan cinta kepada Tuhan.

Mencari pengenalan akan Tuhan lebih lagi, melebihi berkat.

Tetap teguh dalam berbagai keadaan, bahkan saat diserang bujukan duniawi (seperti putri-putri Yerusalem dan Salomo).

Prioritas utamanya adalah Tuhan sebagai Kekasih, bukan hanya sebagai Juru Selamat, Anak Domba Allah, atau Imam Besar.

Berada dalam posisi di mana ia bisa berdiri teguh dan tidak tergoyahkan.

Semoga catatan ini memberikan pemahaman yang komprehensif dan memberkati Anda.





Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...