Langsung ke konten utama

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room

Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14

 


Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi.

Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat mengenali dan memahami apa yang Tuhan sedang kerjakan. Contohnya adalah Musa yang mengimpartasikan Roh hikmat kepada Yosua, menggarisbawahi bahwa kapasitas rohani kita akan menentukan sejauh mana kita dapat menerima "warisan rohani”  dari para pendahulu kita atau pemahaman awal tentang rencana Tuhan di depan.

 

Poin kunci pertama dalam khotbah ini adalah konsep bahwa Tuhan sedang memanggil kembali umat-Nya yang murtad dan mengumpulkan mereka ke Sion. Kutipan dari Yeremia 3:14, "Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion," menegaskan bahwa Tuhan memiliki inisiatif dalam memulihkan umat-Nya dan membawa mereka ke tempat yang telah Ia persiapkan. Ini bukan hanya tentang kembali ke sebuah bangunan gereja, melainkan kembali ke sebuah dimensi rohani – kepada tujuan pinciptaan Tuhan -  dimana Tuhan bertahta.

 

Dr. Jonathan David menjelaskan bahwa Sion adalah pola untuk pembangunan kota. Kota-kota perlu memiliki dimensi Sion untuk menghindari kehancuran. Pembangunan Sion mencakup pembangunan kembali masyarakat, komunitas, dan orang-orang di lingkungan kita, khususnya mereka yang memiliki pengaruh atau dapat dipengaruhi. Pembangunan ini bukanlah upaya manusia, tetapi pekerjaan Ilahi yang membutuhkan orang-orang strategis yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang dibangkitkan dari berbagai latar belakang, status sosial, dan ideologi, dan mereka akan diubahkan menjadi anak-anak Allah yang hidup. Tuhan melatih mereka di daerah masing-masing sebelum mengumpulkan mereka menjadi satu tim strategis.

 

Para pemimpin strategis ini akan diurapi dan diberikan Roh Tuhan, yang akan membawa perubahan dalam roh mereka dan memanifestasikan karakter Allah. Mereka akan menjadi alat baru di tangan Tuhan, membawa gerakan signifikan di bumi. Dr. Jonathan David mengambil contoh Ishak, yang diberikan mandat kerajaan untuk mengizinkan Tuhan membawa masuk orang-orang-Nya. Orang-orang strategis ini akan menjadi gembala, tentara, atau pemimpin di berbagai domain. Tuhan akan mengumpulkan mereka dari utara, selatan, barat, dan timur, untuk dibawa ke Sion.

 

Setiap orang yang dipanggil akan memiliki pola pikir strategis. Perubahan akan terjadi pada pikiran, sikap, dan tindakan mereka. Tuhan sendiri yang akan mengambil, memilih, dan mengangkat orang-orang ini, sama seperti Ia tidak memilih anak pertama Isai sebagai raja. Dr. Jonathan David menekankan bahwa Tuhan melihat lebih dari yang bisa kita lihat dan Ia memilih orang-orang yang mungkin tersembunyi dari pandangan kita. Ia memberikan contoh Samuel yang melewatkan anak-anak Isai sampai yang terakhir, anak gembala yang berbau domba, Daud, yang kemudian diurapi menjadi raja.

 

Tuhan mencari orang-orang yang saleh dan benar, dan akan menempatkan mereka di setiap domain untuk memimpin. Kekuasaan kegelapan akan berakhir, dan Tuhan akan mengutus para pemimpin untuk menjamah orang-orang strategis di gereja. Dikatakan bahwa Tuhan akan membawa umat-Nya ke Sion, kota Allah yang hidup, tempat pertemuan dengan Allah, tempat berjuta-juta malaikat, tempat Yesus sebagai pengantara, tempat darah-Nya berbicara, dan tempat kediaman kudus-Nya. Sion adalah basis operasional Tuhan, tempat tongkat pemerintahan-Nya diulurkan dan tempat Kerajaan Allah termanifestasi secara penuh. Di Sion, umat akan merelakan diri untuk maju di hari kuasa-Nya.

 

Khotbah ini menegaskan bahwa pembangunan Sion akan berdampak pada penyataan Kerajaan Allah melalui gereja. Sion bukan hanya tempat peristirahatan Allah, melainkan juga tempat Ia bekerja dengan dahsyat dan mengeksekusi pemerintahan-Nya. Sion adalah jalan raya dari surga dan pintu masuk bagi surga untuk menginvasi bumi.

 

Dr. Jonathan David membandingkan Sion dengan Gunung Sinai. Di Sinai, umat Tuhan terikat hukum dan merasa puas, tetapi Tuhan harus menghakimi mereka. Di Sion, darah Yesus berbicara lebih kuat dari darah Habel. Darah Habel menuntut pembalasan, sedangkan darah Yesus berbicara untuk membawa kehidupan. Darah-Nya menghancurkan kuasa dosa, sakit-penyakit, dan maut.

 

Terdapat 10 ciri Sion yang dijelaskan, dan yang ke-12 adalah Tuhan sebagai api yang menghanguskan, datang untuk menghakimi bumi. Dr. David juga mengingatkan agar umat Tuhan tidak menolak Dia yang berfirman, karena jika mereka yang menolak firman di bumi tidak luput, apalagi kita yang berpaling dari firman di surga. Tuhan akan menggoncangkan bumi dan langit agar yang tidak tergoncangkan tetap. Oleh karena itu, kita harus mengucap syukur dan beribadah dengan hormat dan takut, sebab Allah adalah api yang menghanguskan.

 

Ada banyak kegoncangan, karena Tuhan ingin agar umat-Nya menjadi tak tergoncangkan, tak bisa dihentikan, dan tak bisa dibatasi dalam sumber daya finansial. Rencana besar Tuhan adalah memulihkan gereja-Nya, membawa masuk Sion, dan membawa masuk penyataan kerajaan-Nya. Dengan 10 ciri Sion yang telah diberikan, kita telah menerima Kerajaan yang tidak tergoncangkan dan akan tinggal tetap.

 

Khotbah ini mengingatkan bahwa kita tidak boleh berperang sendirian, dan bahwa kita harus memiliki orang-orang strategis di sekitar kita. Tuhan juga akan membawa umat-Nya ke Sion, bukan hanya sebagai tempat bagi umat, tetapi juga untuk pelayanan pilihan. Mereka yang selama ini berjalan sendiri akan menemukan persekutuan apostolik dan menjadi bagian dari tim yang saling membimbing dan melindungi. Tuhan sedang membuka hati umat-Nya agar memiliki gembala yang sesuai dengan hati-Nya.

 

Sion adalah tempat rekonstruksi kehidupan, tempat tinggal Tuhan, tempat Ia bekerja dengan perkasa, tempat persembunyian umat-Nya. Dia adalah pembangun dan pembuat kota Sion. Tuhan akan memberikan gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Nya, sama seperti Ia memberikan orang-orang terbaik kepada Yesus, bahkan Yudas Iskariot. Tuhan akan menertawakan tipu daya musuh dan membentengi umat-Nya.

 

Tuhan akan memberikan gembala yang sesuai dengan hati-Nya, yang akan membuat hati umat-Nya semakin mencintai penyataan Kerajaan Allah dan memiliki kemampuan mengenali Kristus dalam setiap orang. Roh Kudus akan memampukan umat-Nya untuk membedakan roh, keluar dari kebusukan dunia. Tuhan sedang membangkitkan orang-orang baik, dan kita harus memiliki hati yang sesuai dengan hati Tuhan.

 

Gembala yang baik akan menggembalakan umat dengan pengetahuan, pengertian, dan hikmat. Tuhan akan menyatakan umat-Nya sebagai orang dewasa yang bisa mewarisi dan menerima dari Bapa. Tidak ada lagi yang mengingat tabut perjanjian, karena Tuhan telah berpindah dari bayangan ke perwujudan yang nyata, yang adalah kebangkitan Yesus. Kebangkitan ini adalah kemuliaan Bapa yang membangkitkan Yesus.

 

Gembala Kerajaan akan memberi makan kawanan domba dengan makanan yang tepat dan strategis. Pengetahuan pewahyuan harus diterima dari para gembala yang dibangkitkan oleh Allah. Umat Tuhan akan menjadi pembawa hadirat-Nya. Gereja yang kita bangun adalah tempat tinggal Allah menjadi nyata. Kita tidak lagi membutuhkan tabut perjanjian, sebab kita telah menjadi pembawa hadirat-Nya. Kita membawa kemuliaan-Nya yang tersembunyi di dalam diri kita. Tuhan sedang membuka pintu untuk mengenal hadirat-Nya secara intim. Kita sedang diajari untuk meresponi hadirat Allah. Kesadaran akan Allah sedang dibangun di dalam hidup kita.

 

Di hari-hari Tuhan membangkitkan gembala-gembala, Tuhan juga membangkitkan orang-orang yang menjadi pembawa hadirat-Nya. Kita tidak lagi membutuhkan tabut perjanjian karena kita memiliki realita manifestasi kehadiran Allah, yang bukan bersifat lahiriah tetapi supranatural. Tuhan akan menegakkan kekuasaan pemerintahan-Nya melalui umat-Nya di Sion. Mereka akan menyebutnya Takhta Tuhan dan mencerminkan pemerintahan Allah secara akurat. Umat Tuhan akan mempengaruhi bangsa dan menjamah mereka dengan sumber daya dari surga. Bangsa-bangsa akan datang dan mempelajari jalan-jalan-Nya dan Tuhan akan menempatkan hadirat dan nama-Nya di sana.

 

Ada kemurnian dan pembersihan dari dosa. Tuhan akan menegakkan pemerintahan-Nya di dalam dan melalui umat-Nya. Kita akan terbebas dari ketakutan dan datang ke tempat di mana Tuhan berada dekat dengan kita. Pemerintahan Allah akan dimodelkan secara akurat, umat akan melihat pemerintahan dan peningkatannya. Tuhan akan memakai umat-Nya untuk membawa hadirat, peraturan, dan pemerintahan-Nya. Mereka akan menjadi pemberi pengaruh dengan jangkauan teritorial.

 

Tuhan akan menghancurkan dinding pemisah, sehingga kita bisa menjadi satu. Yehuda dan Israel akan bergabung bersama, gereja akan dipersatukan, tidak terpisah oleh politik, kesehatan, atau finansial. Kita harus bersiap untuk apa yang akan terjadi, karena akan ada kekurangan makanan dan kebutuhan pokok. Kita harus siap menjadi orang yang dapat membantu sesama, bukannya bergantung pada sistem dunia.

 

Tuhan akan menghancurkan dinding pemisah ideologi yang selama ini memisahkan kita. Kita harus memiliki keragaman dalam kesatuan dan tidak berprasangka terhadap siapapun. Ketika Sion terbentuk, semua bangsa akan berkumpul di sana dan Yehuda dan Israel akan berjalan bersama di tanah pusaka. Tuhan tidak akan berhenti di tengah jalan, ia akan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

 

Kota-kota akan diubah oleh kedatangan Tuhan ke bumi. Tuhan menghancurkan tembok ras, bahasa, dan status ekonomi, juga tembok pemisah antar denominasi gereja. Kita akan menemukan ketenangan dari kebenaran yang diajarkan, dan setiap tipu daya akan hancur. Tuhan akan mengangkat gembala yang sesuai dengan hati-Nya, yang akan menggembalakan kita dengan pengetahuan dan pengertian.

 

Tuhan sedang membangkitkan setiap pria dan wanita untuk membawa pertumbuhan, pemulihan, dan iman pada mujizat. Yehuda dan Israel akan menjadi satu. Tuhan sedang membangun kembali Sion untuk merekonstruksi kota.

 

Manifestasi akhir adalah Allah sebagai Bapa, Ia akan menempatkan kita di tengah-tengah anak-anak-Nya dan memberikan negeri yang indah, kita akan memanggil Dia Bapa dan tidak akan berpaling. Kita adalah warisan dari putra-putra Allah. Ketika putra-putra Allah dimanifestasikan, kerajaan Allah akan diperlihatkan. Tidak ada lagi pemisahan atau perpecahan dalam tubuh Kristus.

 

Tuhan akan menggenapi apa yang telah Ia mulai, membangun gereja diatas pilar-pilar Sion. Kerajaan Allah akan termanifestasi dalam kepenuhan-Nya. Tuhan sedang mengajar kita untuk kedatangan-Nya yang kedua, bagaimana hidup dan bagaimana mendekat pada-Nya tanpa rasa takut. Tuhan akan mengejar kita sampai Ia menemukan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam hidup kita. Kemuliaan Kristus akan termanifestasi dalam hidup kita dan pengharapan akan kemuliaan-Nya menjadi nyata.

 

Biarlah Roh Tuhan menginsafkan hati kita, supaya kita bisa membangun rumah dengan benar. Kita bisa memulihkan kembali kota, dan kota demi kota bisa kita ambil alih. Tuhan akan memberikan patron yang jelas, dan bahan material yang berkualitas. Tuhan membuat bejana kehormatan yang berbeda, ada untuk kehormatan dan ada untuk mempermalukan. Tuhan sedang memberikan kesempatan untuk membuat itu menjadi sangat baik, kuat dan benar. Di hari yang akan datang kita akan dihakimi bukan atas yang kita ketahui, tapi dari apa yang telah menjadi.

 

Roh Kudus akan menyatakan kepada kita semua yang telah Allah berikan. Kita tidak perlu bergumul untuk menerima nubuatan. Setiap hari akan menjadi hari pertempuran, tapi kita juga akan memiliki kemenangan. Semua penyakit dapat kita taklukkan. Terima dimensi anugerah dari Roh Kudus, anugerah kesembuhan, mujizat, pekerjaan mujizat, tanda-tanda, dan kuasa di dalam nama Yesus. Semuanya akan menjadi supranatural. Gereja yang tidak biasa akan menjadi Sion-Nya Tuhan. Tuhan ingin kita membuat patron rumah yang sesuai di seluruh dunia, karena Tuhan akan pulang ke rumah. Tuhan akan membangun gereja-Nya dan akan memenuhi gereja-Nya.

 

Kemuliaan yang akan datang lebih besar dari yang sebelumnya. Kita dalam masa transisi untuk menjadi firman yang menjadi manusia, kemuliaan yang Tuhan miliki di Sorga akan tetap termanifestasi di bumi. Gembala yang baru akan diposisikan di tempat strategis untuk mempraktekkan dan memodelkan kebenaran.

 

Terimalah karunia membedakan roh, firman pengetahuan, pengertian, hikmat, karunia profetik, bernubuat, berbahasa roh, penafsiran. Kita akan melihat Kerajaan Allah termanifestasi. Gereja kita akan berubah. Malaikat akan mengukur Sion, kota Allah yang hidup.

 

Roh Allah melakukan pekerjaan yang baru di gereja, dan mereka akan menjadi lebih responsif. Sama seperti Allah memilih Daud, kita akan dikenali diantara banyak orang. Sejak hari pentahbisan, manifestasi kuasa Allah akan terus datang setiap hari. Tuhan akan membangkitkan kita menjadi pembangun bangsa, pengambil alih kota, pembunuh raksasa. Kita akan bangkit melampaui semua keterbatasan. Tuhan dengan Roh-Nya melihat dan mengamati kita, dan membawa kita keluar dari mentalitas goa kepada mentalitas peperangan.

Untuk melihat khotbah  lengkap klik Link di sini.

Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...