Langsung ke konten utama

Mengaktivasi Firman yang Diperkatakan dengan Memperkatakan Firman Kehidupan

Pengantar

Khotbah ini, yang disampaikan oleh Dr. Jonathan David, berfokus pada pentingnya mengaktifkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sekadar mengetahui atau mendengar Firman, melainkan menerapkannya dan membiarkannya menjadi bagian integral dari keberadaan kita. Khotbah ini menekankan bahwa Firman Tuhan adalah hidup, aktif, dan memiliki kuasa untuk mengubah, menyembuhkan, dan membangkitkan.

Ini adalah  RINGKASAN khotbah yang mencakup seluruh poin utama dan memberikan gambaran yang mendalam tentang isi khotbah tersebut. Semoga ringkasan ini bermanfaat!


Poin-Poin Utama

1. Firman Allah itu Hidup dan Kuat

Dr. Jonathan David membuka khotbah dengan mengutip Ibrani 4:12, yang menyatakan bahwa Firman Allah itu hidup dan kuat, lebih tajam dari pedang bermata dua. Firman ini mampu menembus jiwa, roh, sendi-sendi, dan sumsum, serta mampu membedakan pikiran dan pertimbangan hati. Ini berarti Firman bukan sekadar kata-kata di atas kertas, melainkan kekuatan yang aktif dan dinamis yang mampu mengubah manusia dari dalam.

  • Perubahan Supranatural: Khotbah ini menekankan bahwa akan ada perubahan supranatural, kebangkitan gereja yang kuat dalam beberapa bulan mendatang. Ini akan terjadi ketika umat Tuhan memiliki kepercayaan penuh pada Firman-Nya, karena hidup kita bergantung pada Firman tersebut.

  • Firman sebagai Hidup: Roh Tuhan menunjukkan bahwa Firman Allah itu hidup, memberikan kehidupan, dan pertumbuhan. Firman itu hidup dalam diri kita karena Firman itu sendiri hidup.

  • Firman yang Aktif: Firman Allah tidak diam atau pasif, tetapi aktif dan terlibat dalam kehidupan kita. Firman mampu menciptakan materi untuk mujizat, menciptakan tubuh baru, pikiran baru, dan dunia baru.

  • Firman yang Tajam dan Efektif: Firman Allah sangat tajam dan efektif, bekerja dalam diri kita dengan presisi dan akurasi. Firman juga tidak berkompromi, membedakan antara iman dan bukan iman.

  • Firman sebagai Penilai: Firman Allah adalah hakim terakhir atas hati nurani kita. Jika hati kita lebih besar, kita akan melakukan apa yang benar di mata Tuhan, sehingga Dia berkenan. Firman menilai, mengevaluasi, dan memegang standar.

2. Firman Allah Memberikan Penerangan dan Pembersihan

  • Menyetujui Niat Hati: Firman Allah menimbang setiap niat hati, dan menyediakan perkenanan Tuhan sepanjang hidup kita.

  • Menerangi Jalan: Firman Allah menerangi jalan kita, tidak ada yang tersembunyi dari terangnya.

  • Membersihkan: Firman Allah membersihkan kita, membuat kita murni dan tidak bercela di hadapan-Nya. Kita dipanggil untuk berjalan di hadapan Tuhan dengan tidak bercela.

3. Firman Kerajaan dan Anak-Anak Kerajaan

Khotbah ini membahas tentang firman Kerajaan dan anak-anak Kerajaan berdasarkan perumpamaan dalam Matius 13:3-8 dan 13:40.

  • Perumpamaan Penabur: Firman Kerajaan diumpamakan seperti benih yang jatuh di berbagai jenis tanah, menggambarkan respons manusia yang berbeda-beda terhadap Firman. Sebagian benih jatuh di pinggir jalan, di tanah berbatu, di tengah semak duri, dan di tanah yang baik. Hanya benih yang jatuh di tanah yang baik yang berbuah.

  • Anak-Anak Kerajaan: Dalam perumpamaan tentang gandum dan ilalang, ada anak-anak Kerajaan (gandum) dan anak-anak dunia (ilalang). Pada akhir zaman, ilalang akan dikumpulkan dan dibakar, sementara anak-anak Kerajaan akan bersinar seperti matahari.

  • Akhir Zaman: Yang dimaksud dengan akhir zaman bukanlah akhir dunia, tetapi akhir dari zaman dosa, dan dimulainya zaman anak-anak Bapa.

  • Malaikat akan Mengumpulkan: Anak Manusia akan menyuruh malaikat untuk mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan.

  • Orang Benar Bercahaya: Pada waktu itu, orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

4. Dimensi Profetik

Khotbah ini memperkenalkan konsep "Dimensi Profetik," yang akan dibahas lebih lanjut di masa depan. Selain dimensi Roh dan dimensi Firman yang sudah dibahas, dimensi profetik akan melengkapi pemahaman kita tentang bagaimana Tuhan berbicara dan bekerja dalam kehidupan kita.

  • Realitas Firman Nubuat: Ini adalah waktu di mana firman-firman nubuat, janji, dan mimpi yang belum tergenapi akan menjadi realita.

  • Firman Berkualitas: Kita harus mengambil firman yang Tuhan janjikan dan berikan, serta menjadikannya firman yang berkualitas, firman Kerajaan yang datang dari Sang Raja segala raja.

  • Orang Benar Bersinar: Waktu bagi orang-orang benar sedang dimulai, dan mereka akan bersukacita serta bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa.

5. Tanggung Jawab Terhadap Kualitas Firman

  • Penabur dan Pendengar: Penabur bertanggung jawab terhadap kualitas Firman yang disampaikan, sementara pendengar bertanggung jawab terhadap kualitas hatinya.

  • Kuasa untuk Menaklukkan: Firman Kerajaan membawa pemerintahan Tuhan untuk menaklukkan semua pertentangan.

  • Kuasa untuk Perubahan: Firman Kerajaan memberi kita kuasa untuk alami perubahan. Kehidupan yang tidak berubah tidak membawa kemuliaan bagi Tuhan. Kuasa dari kehidupan yang diubahkan adalah kuasa untuk mengubahkan kehidupan.

  • Kuasa untuk Menang: Firman Kerajaan memberi kita kuasa untuk menang. Kita seharusnya telah menerima kasih karunia demi kasih karunia dan kebenaran demi kebenaran, sehingga kita diposisikan dengan benar.

6. Penglihatan dan Kedatangan Kristus

  • Penglihatan tentang Perahu: Papa mendapatkan penglihatan tentang banyak perahu di laut yang membentangkan layarnya tetapi tidak bisa menyeberang karena layarnya salah posisi. Kita harus menurunkan layar dan menaikkannya kembali ke posisi yang benar.

  • Pencurahan Terakhir: Roh Kudus akan mencurahkan pencurahan terakhir serentak di bangsa-bangsa.

  • Kedatangan Kristus: Yesus akan datang dengan orang-orang kudus-Nya. Kita harus hidup sepanjang mungkin sebab kita akan diubahkan dalam sekejap mata dan dibawa naik dalam kemuliaan-Nya.

  • Firman Kerajaan yang Penting: Firman Kerajaan sangat penting dan Tuhan sudah memberikan Injil Kerajaan pada gereja-Nya, meskipun kita mungkin belum sepenuhnya memahami apa itu firman Kerajaan.

  • Kuasa untuk Menaklukkan: Firman Kerajaan memberikan kita kuasa untuk menaklukkan kekuatiran, dunia, dan kekayaan. Firman Kerajaan datang dari Sang Raja, sehingga firman-Nya hidup, aktif, dan lebih tajam dari pedang bermata dua.

7. Firman Kerajaan Membentuk Anak-Anak Kerajaan

  • Kesempatan Luar Biasa: Firman memberikan kita kesempatan luar biasa untuk menavigasikan hidup.

  • Impartasi Roh Kudus dan Pewahyuan: Tuhan memberikan impartasi Roh Kudus dan pewahyuan Roh Allah, sehingga kita semakin dekat dengan-Nya.

  • Upgrade dan Update: Anak-anak Kerajaan akan segera meng-upgrade dan meng-update hidupnya dalam semua yang Tuhan sedang katakan dan kerjakan, sehingga kita memenuhi syarat untuk mewarisi Kerajaan Bapa.

8. Mengaktivasi Firman dengan Memperkatakan Kehidupan

  • Analogi Kartu Kredit: Kita harus mengaktivasi Firman seperti kita mengaktivasi kartu kredit setelah disetujui oleh bank.

  • Yesaya 6:5-7: Kita perlu mengalami pembersihan bibir oleh bara dari mezbah, sehingga kesalahan kita dihapus dan dosa diampuni.

  • Yesaya 49:2: Mulut kita dibuat menjadi pedang yang tajam dan kita dilindungi di dalam naungan tangan-Nya.

  • Yesaya 55:11: Firman yang keluar dari mulut Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya.

  • Yesaya 59:21: Roh Tuhan dan Firman-Nya tidak akan meninggalkan mulut kita dan keturunan kita sampai selama-lamanya.

  • 2 Korintus 3:6: Kita menjadi pelayan-pelayan dari perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum tertulis, tetapi dari Roh yang menghidupkan.

  • 2 Korintus 4:2, 13: Kita menolak perbuatan tersembunyi yang memalukan, menyatakan kebenaran, dan menyerahkan diri untuk dipertimbangkan di hadapan Allah. Kita percaya dan berkata-kata sesuai iman yang kita miliki.

  • Kuasa Firman: Firman Tuhan memiliki kuasa untuk mengangkat mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang keras. Tuhan mengubahkan mereka dengan kuasa Roh-Nya.

  • Melihat Kemuliaan Tuhan: Sekarang kita dapat melihat keselamatan di saat kita melihat ke Sorga. Kita didudukkan bersama Kristus jauh lebih tinggi dari kuasa roh jahat.

9. Cara Mengaktivasi Firman yang Diperkatakan

  1. Perkatakan Seluruh Pesan Firman Kehidupan:

    • Kita harus memberitakan seluruh firman hidup kepada orang banyak. Firman itu adalah firman yang memberikan kehidupan.

  2. Berkata-kata dalam Nama-Nya:

    • Kita merepresentasikan Tuhan ketika berbicara. Iblis akan mendengarkan karena nama kita menyatu dengan Kristus.

    • Kita tidak boleh mengkompromikan kebenaran atau mundur.

  3. Jangan Berhenti Berkata-kata:

    • Firman Tuhan tidak akan berbohong. Jika kita membungkam suara kita, kita akan pergi untuk selamanya.

    • Jangan izinkan firman dipenjarakan dalam hati atau pikiran. Jangan biarkan gangguan menjauhkan kita dari menggenapi firman.

    • Kita harus mentaati firman, menginternalisasikannya, mendeklarasikan ketetapan-Nya. Kita harus memiliki firman yang merdeka.

  4. Berkata-katalah Setiap Hari dan dari Sejak Pagi Hari Sekali:

    • Kita harus berkata-kata sebelum fajar menyingsing.

    • Kita harus mengaktifkan firman melalui perkataan kehidupan.

    • Kita harus mengizinkan firman nyata setiap hari.

    • Kita harus berbicara dengan lidah seorang murid.

  5. Berkata-katalah untuk Memenuhi Yerusalem dengan Doktrin yang Akurat:

    • Firman harus bertumbuh dengan perkasa dalam diri kita.

    • Kita harus mengizinkan Tuhan untuk berbicara kepada kita.

    • Tidak ada doktrin yang tidak akurat. Iblis tahu siapa Yesus, dan siapa Paulus.

  6. Berkata-katalah sebagai Seorang Saksi:

    • Kita harus menjadi saksi yang melihat secara langsung.

    • Kita harus memberitakan apa yang Tuhan sedang kerjakan.

  7. Berkata-katalah dan Roh Kudus akan Mengkonfirmasinya:

    • Roh Kudus bersaksi dalam hati kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.

  8. Ada Harga yang Harus Dibayar untuk Berbicara:

    • Kita harus bersiap menghadapi tantangan dan kesulitan.

  9. Perkatakan Apa yang Tuhan Perkatakan pada Kita:

    • Kita harus lebih taat kepada Allah daripada manusia.

  10. Perkatakanlah dan Beritakanlah Kristus Saja:

    • Kita harus memberitakan Yesus kepada orang lain.

10. Firman Menjadi Manusia dan Kemuliaan Tuhan

  • Yohanes 1:1-5: Firman adalah Allah, segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Di dalam Firman ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia.

  • Yohanes 1:14: Firman menjadi manusia, dan kita melihat kemuliaan-Nya.

  • Yohanes 1:16-18: Kita menerima kasih karunia demi kasih karunia dari kepenuhan-Nya. Yesus menyatakan Bapa kepada kita.

11. Karunia dan Porsi dari Tuhan

  • Karunia Perorangan dan Korporat: Kita menerima berkat secara individu dan korporat.

  • Porsi dari Tuhan: Tuhan memiliki porsi bagi setiap kita, kita melayani tubuh-Nya, Kristus, bangsa-bangsa, dan umat Tuhan dengan kekuatan dan kemampuan kita.

  • Porsi Ganda: Kita akan menerima porsi ganda dari Tuhan ketika kita melayani dan mengalir dalam pengurapan-Nya.

  • Keturunan Diberkati: Keturunan kita akan dikenal di antara bangsa-bangsa, dan orang lain akan mengetahui bahwa kita adalah keturunan yang diberkati Tuhan.

12. Tanda-tanda Pengurapan

  • Identitas Kita: Kita akan memiliki identitas yang jelas sebagai anak-anak Tuhan.

  • Yesaya 62:1-2: Sion akan menjadi tempat kebenaran, dan bangsa-bangsa akan melihat kemuliaan kita.

13. Mujizat Firman Menjadi Manusia

  • Kesadaran akan Tuhan: Firman menciptakan kesadaran yang besar akan Tuhan.

  • Melepaskan Kasih dan Belas Kasihan: Firman melepaskan kasih dan belas kasihan Tuhan.

  • Menyelaraskan Diri dengan Tuhan: Firman menyelaraskan kita dalam hubungan dengan Tuhan.

  • Menginspirasi Keyakinan: Firman menginspirasi keyakinan kita kepada Tuhan.

  • Menerangi Hati Nurani: Firman menerangi hati nurani kita.

  • Keyakinan akan Tuhan: Firman membawa keyakinan yang lebih dalam akan Tuhan.

  • Penyerahan Diri: Firman memampukan kita untuk menyerahkan diri kepada pembersihan dari Allah.

  • Pengakuan Manusia: Firman memampukan kita untuk menyetujui pengakuan manusia.

  • Pilihan yang Tepat: Firman memampukan kita untuk membuat pilihan yang tepat dalam Tuhan.

14. Impartasi dan Proses Pemulihan

  • Konsep Kebenaran: Kita harus menerima konsep kebenaran.

  • Roh Kebenaran: Kita harus menerima Roh Kebenaran.

  • Frekuensi Roh: Kita harus menerima frekuensi Roh.

  • Hikmat untuk Melaksanakan: Kita harus menerima hikmat untuk melaksanakan.

  • Kebenaran dan Kedurhakaan: Kita harus waspada terhadap penyesatan dan dusta yang mungkin terjadi.

15. Langkah-Langkah yang Harus Diambil

  • Terima Konsep Kebenaran: Kita harus memahami konsep kebenaran dari sudut pandang Tuhan, bukan dari sudut pandang kita sendiri.

  • Terima Roh Kebenaran: Kita harus menerima Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran, yang akan menuntun kita kepada segala kebenaran.

  • Terima Frekuensi Roh-Nya: Kita harus mengizinkan Roh Kudus untuk berbicara kepada kita dan menggerakkan hati kita.

  • Menerima Hikmat: Kita harus menerima hikmat untuk bertindak dan melaksanakan Firman Tuhan.

  • Membuat Pilihan yang Tepat: Kita harus membuat pilihan yang tepat yang didasarkan pada Firman dan bukan pada perasaan atau keinginan daging.

  • Memberitakan dan Menyatakan Firman Kristus: Kita harus memberitakan dan menyatakan Firman Kristus kepada semua orang.

  • Mentaati Tuhan: Kita harus dengan gairah mentaati Allah dan mempraktekkan Firman-Nya.

  • Memperkatakan dan Menerapkan: Kita harus memperkatakan Firman dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kesimpulan

Khotbah ini mengakhiri dengan penekanan bahwa Tuhan ingin memanifestasikan diri-Nya dalam hidup kita melalui Firman-Nya. Kita harus mengaktifkan Firman yang telah diperkatakan dengan memperkatakan kehidupan, sehingga mujizat dapat terjadi. Dr. Jonathan David mengajak semua pendengar untuk terus menggali Firman, menerima pewahyuan, dan membiarkan Firman itu mengubah dan memulihkan kehidupan kita. Dengan demikian, kita akan menjadi bagian dari pekerjaan Tuhan dalam memulihkan dan mentransformasi bangsa-bangsa.


Untuk mendapatkan PDF dokumen selengkapnya klik Link ini.

 

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...