Langsung ke konten utama

Wisdom, Knowledge and Skill for Spiritual Succession (UR #239)

THE UPPER ROOM 239 – 7 Juli 2026
SUKSESI KEPEMIMPINAN (Bagian 2)
DR. JONATHAN DAVID

Wisdom, Knowledge and Skill 

Artikel ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David yang berfokus pada pentingnya hikmat, pengetahuan, dan keterampilan dalam membangun kepemimpinan spiritual serta warisan iman yang berkelanjutan. Beliau membedakan antara pemahaman duniawi dan dimensi ilahi, di mana hikmat dipandang sebagai perspektif Tuhan dan pengetahuan sebagai kebenaran wahyu untuk implementasi yang akurat. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus menjadi prototipe atau benih yang dibentuk melalui proses bertahun-tahun agar dapat menghasilkan murid, bukan sekadar memberikan berkat sementara kepada jemaat. Lebih lanjut, dijelaskan mengenai misteri benih yang memiliki kecerdasan internal untuk tumbuh hingga mencapai kedewasaan penuh dalam Kerajaan Allah. Melalui konsep Pelayanan Lima Jawatan, jemaat didorong untuk tidak hidup dalam ilusi agama melainkan berfungsi secara maksimal sesuai kapasitas ilahi mereka. Secara keseluruhan, materi ini mengajak para pemimpin untuk beralih dari sekadar menjadi pembuat khotbah ("tukang roti") menjadi penabur benih yang mampu mencetak generasi penerus yang tangguh.


07 07 2026 DR. JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 2)


Catatan Lengkap: Suksesi Kepemimpinan Spiritual (Bagian 2)

1. Fondasi Pembangunan Warisan: Tri-Elemen Hikmat, Pengetahuan, dan Keterampilan

Dengarlah! Suksesi kepemimpinan bukan tentang karisma yang dangkal atau struktur organisasi yang rapuh. Tanpa pembangunan struktur internal yang kokoh melalui tiga elemen ilahi ini, kepemimpinanmu hanyalah kebodohan yang menunggu waktu untuk runtuh. Keberlanjutan sebuah mandat menuntut seorang pemimpin menjadi arsitek teologis yang mampu membangun secara spiritual sekaligus praktis. Jika engkau hanya membangun di alam natural, engkau sekuler; jika engkau hanya di alam spiritual tanpa implementasi, engkau tidak relevan.

Elemen

Definisi Wahyu

Dampak Strategis

Hikmat

Pikiran Tuhan tentang urusan manusia; kemampuan menerjemahkan perspektif kekal ke dalam realitas natural.

Memungkinkan pemimpin melihat melalui mata Tuhan dan membangun struktur yang tidak dapat dihancurkan oleh bumi.

Pengetahuan

Highways of Information Sang Putra; aliran pewahyuan yang menghubungkan pemimpin dengan apa yang didengar dan dilihat Bapa (Yohanes 5:19).

Memberikan akurasi implementasi; memastikan setiap langkah didorong oleh data rahasia dari surga, bukan sekadar statistik manusia.

Keterampilan

Kemampuan teknis yang dikembangkan secara sengaja untuk mengelola sumber daya dan melaksanakan tugas di bumi.

Menjamin posisi sebagai pengelola yang setia; meminimalkan "biaya kebodohan" dan memastikan efisiensi operasional mandat.

Simpan saja definisi "Hikmat" dan "Pengetahuan" versi kamus Oxford di rak bukumu, karena Oxford belum lahir baru! Dalam Kerajaan Allah, hikmat bukanlah sekadar penerapan pengetahuan manusia; ia adalah dimensi rohani yang bersumber dari Allah (1 Korintus 2). Mengandalkan kecerdasan mental alami atau filsafat dunia hanya akan membatasi pergerakan spiritual dan membuatmu keluar dari jalur takdir. Pengetahuan dunia datang dari mata dan telinga natural, tetapi Pengetahuan Sang Putra datang melalui jalan raya pewahyuan yang membuat engkau mampu bertindak persis seperti Bapa bertindak.

Pemimpin harus menjadi sosok yang versatile (serbaguna). Keterampilan adalah kemampuan yang diasah—seperti ketajaman finansial atau kemampuan mengajar—untuk mendukung panggilan dasar. Seorang nabi yang tidak bisa mengajar adalah kegagalan strategis; setelah bernubuat tentang masa depan, ia harus mampu mengajari umat cara mencapainya. Jangan membayar "biaya kebodohan"! Di dunia ini, orang bodoh membayar $25 hanya agar seseorang datang menyalakan saklar lampu karena mereka tidak tahu di mana masalahnya. Mereka membayar mahal untuk kebodohan mereka sendiri. Seorang pemimpin harus memiliki keterampilan yang tajam agar tidak dimanfaatkan oleh "teknisi-teknisi" dunia yang mencari keuntungan dari ketidaktahuanmu.

2. Rekonstruksi Paradigma Pelayanan Lima Jawatan: Melengkapi vs Membajak

Kegagalan suksesi berakar pada salah urus fungsi karunia jawatan (Efesus 4:11-13). Kristus memberikan Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, dan Pengajar bukan untuk memanjakan jemaat, melainkan untuk membangun kapasitas mereka. Namun, apa yang kita lihat hari ini? Pelayanan telah "dibajak"!

Gereja dipenuhi oleh orang-orang dengan "mulut besar dan bokong besar"—mereka hanya duduk, menghisap semua berkat, dan menjadi konsumen yang gemuk namun lumpuh. Mereka memposisikan diri sebagai pasien rumah sakit yang selalu ingin "diberkati" namun tidak pernah mau "dibangun." Ini adalah tragedi! Lima Jawatan ada untuk melatih orang kudus agar menjadi praktisi, bukan sekadar penonton.

Gunakan model "Dokter dan Dokter Magang."

  • Lima Jawatan (Dokter Ahli) melatih orang kudus (Dokter Magang).
  • Tujuannya bukan agar dokter magang itu pergi dan memulai "rumah sakit" sendiri yang terpisah, melainkan agar mereka diperlengkapi untuk meneruskan jalur pelayanan yang sudah dimulai oleh Tuhan melalui Lima Jawatan tersebut.
  • Peralatan pelayanan diberikan agar ada kesinambungan mandat, bukan fragmentasi pelayanan.

Berhentilah hanya menjadi gereja yang "memberkati." Jemaat yang hanya diberkati akan tetap menjadi bayi rohani yang cengeng. Jemaat yang "dibangun" akan menjadi nabi dan pemimpin yang memiliki otoritas yang sama dengan mentor mereka. Tujuan akhirnya jelas: kesatuan iman dan pencapaian kedewasaan penuh yang setara dengan kepenuhan Kristus.

3. Mandat Pemuridan: Multiplikasi Tangan dan Kaki Kerajaan

Tugas utamamu bukanlah mengumpulkan massa, melainkan "menjadikan orang" (man-making). Fokus kepemimpinan harus bergeser dari keanggotaan tradisional menuju pemuridan radikal sesuai Matius 28:19-20.

Waspadalah terhadap perbedaan antara "Massage" (Pijat) dengan "Message" (Pesan):

  • "Massage" (Pijat): Pelayanan yang hanya memuaskan emosi, membuat jemaat merasa nyaman dan segar sejenak tanpa ada tuntutan ketaatan. Ini adalah ilusi agama yang memanjakan kedagingan.
  • "Message" (Pesan): Instruksi ilahi yang menuntut perubahan hidup dan ketaatan total. Pemimpin harus memastikan perintah yang ia terima dari Tuhan menjadi perintah yang dijalankan oleh murid-muridnya.

Strategi "Multiplikasi Tangan dan Kaki" berarti menghasilkan replika fungsional dari dirimu. Jika engkau memuridkan dengan benar, apa yang Tuhan perintahkan padamu di satu lokasi akan dilakukan oleh murid-muridmu di berbagai belahan dunia. Ini adalah serangan serentak terhadap kerajaan kegelapan dari berbagai sudut bangsa.

Perbandingan Strategis:

  • Keanggotaan Gereja Tradisional: Hanya tersedia hari Minggu; sisa waktunya (Senin-Sabtu) mereka gunakan untuk melayani Firaun dan membangun karier pribadi menggunakan berkat yang engkau berikan. Engkau sedang membangun kerajaan yang salah!
  • Pemuridan Kerajaan: Individu yang dilatih sebagai perpanjangan tangan pemimpin; hidup mereka sepenuhnya tersedia untuk agenda Kerajaan 24/7. Mereka tidak hanya "merasa segar," mereka "siap bertempur."

4. Analisis Detail: 6 Dimensi Misteri Benih

Suksesi bukan tentang memindahkan aset organisasi, melainkan transfer kehidupan. Tuhan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentukmu menjadi sebuah prototipe sebelum reproduksi massal terjadi.

4.1. Pembentukan Benih

Tantangan dan penderitaanmu bukanlah akhir; itu adalah proses pencetakan. Tuhan sedang membentuk benih yang unik di dalam dirimu agar layak ditanamkan ke dalam orang lain.

4.2. Kehidupan Mandiri

Kehidupan ada di dalam benih (life in the seed), bukan pada tanah atau lingkungan. Benih ilahi yang berkualitas akan tumbuh di mana pun ia ditanam, bahkan di padang gurun yang paling kering sekalipun.

4.3. Kondisi Tepat untuk Bertunas

Benih membutuhkan atmosfer atmosferik: Pelayanan Roh dan Firman, serta hadirat Tuhan yang melimpah seperti hujan. Firman profetik yang segar akan menyebabkan "bayi" rohani melonjak di dalam rahim jemaat, memicu ledakan pertumbuhan.

4.4. Kecerdasan Internal

Ada kecerdasan luar biasa di dalam benih. Ia tahu bahwa ia tidak boleh menumbuhkan batang sebelum akarnya mengamankan sumber daya. Akar akan masuk sangat dalam dan mengirimkan "sinyal ke markas besar" bahwa persediaan air telah aman untuk 200 hingga 400 tahun ke depan. Begitu garis suplai sumber daya ini diamankan di tempat tersembunyi (akar), barulah batang akan tumbuh menjulang tinggi hingga 60 meter. Pertumbuhanmu di masa depan bergantung pada kedalaman akarmu di masa kini.

4.5. Menjadi Pohon & Kehilangan Identitas

Untuk menghasilkan suksesi, benih harus mati. Ia kehilangan identitas aslinya sebagai benih tunggal untuk menjadi pohon yang menyembunyikan siklus hidupnya di dalam buah. Fokusnya bukan lagi pada penampilan "benih tunggal," melainkan pada keberlanjutan kehidupan.

4.6. Membawa Masa Depan

Satu benih membawa potensi seluruh kebun buah. Masa depan bangsa-bangsa tersembunyi di dalam benih yang engkau bawa hari ini.

Peringatan Keras: Pilihlah, apakah engkau seorang "Tukang Roti" atau "Penabur"? Tukang roti menggiling benih menjadi tepung untuk memberikan roti (kenyamanan sesaat) yang akan habis dimakan. Menurut tafsir Yusuf, tukang roti itu kehilangan kepalanya! Jika engkau hanya melayani kebutuhan emosional jemaat tanpa menanamkan benih, engkau akan kehilangan akal sehat karena tekanan yang luar biasa. Seorang Penabur menanam benih untuk menghasilkan panen permanen yang melipatgandakan kehidupan.

5. Eskalasi Multiplikasi: Perjalanan Menuju Kepenuhan Putra-Putra Bapa

Perjalanan suksesi adalah eskalasi dari sekadar "melihat" hingga "mewarisi." Berdasarkan Matius 13, terdapat tingkat pertumbuhan yang menentukan otoritasmu:

  • 30 Kali Lipat: Terjadi saat Lahir Baru. Engkau baru mampu "melihat" Kerajaan.
  • 60 Kali Lipat: Dicapai melalui ketaatan melakukan kehendak Allah. Engkau mulai "masuk" dan beroperasi di dalam Kerajaan.
  • 100 Kali Lipat: Inilah status sebagai "Putra-Putra Bapa." Mereka adalah individu yang telah mengizinkan Tuhan menyingkirkan semua "batu sandungan" dan "pelanggaran hukum" dari dalam hati mereka. Mereka bukan sekadar putra kerajaan yang mengibarkan bendera di pinggir jalan; mereka adalah putra mahkota yang berada di dalam mobil kerajaan bersama Sang Raja.

Level 100 kali lipat adalah tentang perwujudan gambaran ilahi yang sempurna. Mereka akan bersinar seperti matahari siang dan menerima seluruh warisan (inheritance) penuh milik Bapa. Ingatlah penegasan profetik untuk masa depan: "Firman yang keluar dari mulut Allah menciptakan gerakan manusia di bumi." Ini bukan lagi tentang program gereja, melainkan tentang mobilisasi massa yang dipicu oleh suara Tuhan.

6. Deklarasi Prophetic: Komitmen Terhadap Takdir Ilahi

Dengarlah, masa penahanan di Babel telah berakhir! Kebohongan agama tidak akan lagi menahan kita. Masa depan bangsa-bangsa bergantung pada benih yang kita tanam dan muridkan hari ini. Kita tidak hidup untuk hal-hal duniawi yang remeh; kita hidup untuk menyelesaikan perlombaan.

Deklarasi Komitmen:

  • Kami mendeklarasikan bahwa kami akan tetap setia pada jalur takdir ilahi, tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan, memusatkan pandangan kami seperti batu hingga garis akhir.
  • Mata kami melihat hal-hal yang lebih besar; kami melihat masa depan yang telah Tuhan siapkan dan kami tidak akan goyah.
  • Lutut kami tidak akan lemah; tangan kami menjadi kuat untuk menerobos setiap rintangan dan menghancurkan setiap barikade musuh.
  • Kami adalah "Penghancur Besi" di tangan Tuhan (Daniel 2:45), yang bangkit untuk membinasakan kuasa kegelapan dan membebaskan bangsa-bangsa dari perbudakan.
  • Kami menolak segala rasa sakit, penderitaan, dan ilusi duniawi. Kami bangkit sebagai generasi 100 kali lipat yang bersinar semakin terang seperti matahari siang, membawa kepenuhan Bapa ke seluruh bumi.

Masa depan telah tiba. Firman telah dilepaskan. Gerakan manusia sedang terjadi. Suksesi ini tidak akan terhentikan! Amin.

Q&A Page

1. Jelaskan konsep 'Misteri Benih' dalam pembentukan seorang pemimpin spiritual.

Misteri Benih (Mystery of the Seed) dalam pembentukan seorang pemimpin spiritual adalah sebuah konsep rohani yang menjelaskan bagaimana Tuhan memproses kehidupan seseorang agar dapat menghasilkan suksesi kepemimpinan yang berkesinambungan.

Berdasarkan materi yang disampaikan, konsep ini mencakup enam dimensi utama:

1. Pembentukan Benih (Formation of the Seed)

Tuhan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentuk kehidupan seorang manusia sebelum kehidupan tersebut layak ditanamkan ke dalam diri orang lain sebagai benih. Semua tantangan, benturan, dan proses yang dialami calon pemimpin bukanlah takdir akhir, melainkan persiapan untuk menjadikan mereka sebagai prototipe (teladan hidup) yang dapat mereproduksi kehidupan Kristus. Untuk itu, seorang pemimpin harus didorong untuk hidup dalam kapasitas maksimalnya, bukan sekadar melakukan rutinitas agama yang minimal.

2. Kehidupan yang Mandiri di Dalam Benih (The Seed Has Life in Itself)

Kehidupan benih berada di dalam benih itu sendiri, terlepas dari kondisi lingkungannya. Benih spiritual ini sangat kuat sehingga tetap dapat bertumbuh sekalipun ditanam di tanah kering atau padang gurun. Pemimpin rohani sejati harus bertindak sebagai penabur yang menanamkan benih kehidupan ini ke dalam hati orang lain. Hal ini berbeda dengan "tukang roti" yang hanya mengolah benih menjadi tepung atau roti khotbah untuk memuaskan kebutuhan emosional sesaat tanpa benar-benar mengubah kehidupan jemaat.

3. Bertunas pada Kondisi yang Tepat (Sprouting under Right Conditions)

Meskipun memiliki kehidupan di dalamnya, benih rohani memerlukan kondisi atmosfer spiritual yang tepat agar dapat bertunas dan aktif, yaitu:

  • Beroperasi di bawah pelayanan Roh dan firman.
  • Berada di dalam atmosfer yang dipenuhi sesak / pekat (thick) oleh hadirat Tuhan yang melimpah.
  • Disampaikannya firman profetik/kenabian yang segar, yang mampu menggoncang dan membangkitkan kehidupan rohani di dalam diri pendengarnya.

4. Kecerdasan Kehidupan di Dalam Benih (Intelligence of Life in the Seed)

Benih memiliki kecerdasan internal untuk tumbuh ke bawah terlebih dahulu guna membangun sistem akar yang kuat dan mencari sumber air, sebelum batangnya tumbuh ke atas. Proses pertumbuhan ke bawah ini sering kali tidak terlihat dari luar dan membutuhkan waktu lama. Namun, fondasi akar yang dalam ini sangat penting agar ketika pohon tersebut tumbuh tinggi menjulang, ia tidak mudah tumbang oleh tiupan angin. Karena itu, masa-masa di mana "tidak terlihat hasil" tidak boleh diremehkan, sebab saat itulah Tuhan sedang memperdalam akar kepemimpinan di dalam tanah.

5. Benih Tumbuh Menjadi Pohon (The Seed Becomes a Tree)

Saat bertumbuh menjadi pohon, benih akan kehilangan identitas aslinya. Namun, ia menyembunyikan siklus hidupnya di dalam buah yang dihasilkannya. Di dalam buah tersebut terdapat benih-benih baru yang identik untuk memastikan keberlanjutan kehidupan rohani dari generasi ke generasi. Fokus utama Tuhan bukanlah sekadar keindahan karunia atau buah luar ruangan, melainkan benih reproduktif di dalam buah tersebut agar kehidupan Kristus terus berlipat ganda.

6. Benih Membawa Seluruh Masa Depan (The Seed Carries the Whole Future)

Satu benih tunggal memiliki potensi untuk memunculkan seluruh kebun buah di masa depan. Dalam konteks suksesi rohani, tugas utama seorang pemimpin atau gembala bukanlah sekadar mengumpulkan massa atau memberikan berkat eksternal, melainkan menabur benih rohani dan memuridkan generasi penerus yang akan membawa serta meneruskan warisan (legacy) serta panggilan ilahi tersebut.


Postingan populer dari blog ini

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

AGENDA MANUSIA ATAU KEHENDAK TUHAN - BAGIAN PERTAMA

TANTANGAN IMAN KITA: BEYOND THE FLESH ( COMMITED TO WALK IN GOD’S WAY) BAGIAN PERTAMA Kebanyakan kita sering meluputkan kehendak Tuhan dan menjalankan apa yang baik dan benar menurut pikiran dan hikmat manusia. Ketika hendak mengadakan misi  penginjilan kita membuat komite dan menggalang dana untuk tercapainya misi tersebut. Ketika Tuhan hendak memberikan makan kepada 5000 orang kita menggalang pengumpulan dana untuk itu. Hal ini juga terjadi pada  Filipus (Yoh 6:6). Yoh 6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak diperbuat-Nya. Filipus meluputkan kehendak Tuhan dengan pikirannya sendiri. Tuhan memiliki segala sumber dan caraNya sendiri. Namun kita memakai pikiran kita dengan cara kita. Kita kehilangan jalan Tuhan seluruhnya ketika mulai menggunakan asumsi-asumsi dalam mengerjakan tujuan-tujuan Tuhan, daripada secara total berkomitmen untuk melakukan kehendakNya dan berjalan di jalanNya. Jangan sampai kita m...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...