Langsung ke konten utama

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)


Khotbah Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan. Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya.



Berikut adalah catatan lengkap berdasarkan sesi pengajaran Dr. Tunde Bakare mengenai "Gunung Politik Pemerintahan":

1. Prinsip Pola Ilahi (Cetak Biru)

Segala sesuatu yang dibangun untuk Tuhan harus mengikuti pola atau cetak biru yang diberikan-Nya di atas gunung.

  • Musa: Menerima pola Kemah Suci di puncak gunung (Keluaran 25:9, 40).
  • Daud: Menerima rancangan Bait Suci yang ditulis oleh Roh Allah di dalam hatinya, kemudian ia membeli Gunung Moria sebagai lokasinya.
  • Gereja: Berbeda dengan Musa dan Daud, gereja tidak memiliki pola tertulis melainkan memiliki patron manusia yaitu para rasul dan nabi sebagai fondasi. Tanpa fondasi kerasulan dan kenabian, gereja hanya akan menghasilkan petobat, bukan murid yang mampu menjalankan misi.

2. Realita Tantangan: Dominasi Babel

Dr. Bakare menjelaskan bahwa saat ini, ketujuh gunung budaya (termasuk politik) didominasi oleh Babel, "ibu dari segala pelacur".

  • Babel duduk di atas "banyak air" yang melambangkan bangsa-bangsa, rakyat banyak, dan kaum bahasa.
  • Babel "mabuk oleh darah orang-orang kudus," yang berarti musuh menggunakan hidup dan jerih payah umat Tuhan untuk membangun kerajaannya sendiri.
  • Di gunung politik, terdapat "preman-preman" yang bersatu untuk menjarah bangsa. Seseorang harus benar-benar matang, kuat, dan memiliki karakter yang teruji sebelum masuk ke gunung ini agar tidak dimakan mentah-mentah atau tercemar oleh sistemnya.

3. Strategi Penaklukan Gunung

Untuk menggulingkan Babel dari gunung-gunung tersebut, Tuhan memberikan strategi melalui kitab Mikha dan Yehezkiel:

  • Tujuh Gembala dan Delapan Pemimpin: Berdasarkan Mikha 5, Tuhan akan membangkitkan tujuh gembala yang kuat untuk membongkar pekerjaan Babel, dan delapan pemimpin (pangeran) yang belajar dari mereka untuk ditempatkan secara strategis.
  • Bernubuat kepada Gunung: Umat Tuhan dipanggil untuk bernubuat kepada gunung-gunung, bukit-bukit, sungai, dan lembah di wilayah mereka (Yehezkiel 36). Tujuannya adalah agar gunung-gunung tersebut "bertunas kembali" dan menghasilkan buah bagi umat-Nya.
  • Menjadi Raja Gunung: Melalui ujian iman, seseorang dapat naik posisi menjadi "raja dari gunung" dan mulai menyampaikan firman nubuatan untuk membebaskan bangsanya.

4. Hakikat Pemerintahan dan Kedaulatan

  • Tujuan Pemerintahan: Pemerintahan yang benar diletakkan di atas bahu Kristus dan bertujuan untuk kesejahteraan serta keamanan rakyat. Segala sesuatu yang kurang dari itu dianggap sebagai agenda setan.
  • Kedaulatan: Kedaulatan suatu bangsa berada di tangan Tuhan dan rakyat, bukan di tangan penguasa semata. Mengabaikan hak pilih atau dipilih berarti menjadi bagian dari musuh bangsa.
  • Warisan Bangsa: Tuhan telah memberikan warisan dan sumber daya kepada setiap bangsa di bumi (Ulangan 32:7-8). Masalah utama yang membedakan negara maju dan berkembang bukanlah sumber daya, melainkan kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia.

5. Mandat bagi Orang Percaya

  • Melawan Penindasan: Orang percaya harus memiliki roh yang menolak penindasan dan berani bersuara bagi mereka yang lemah.
  • Karakter yang Sempurna: Sebelum terlibat dalam politik, seseorang harus menjadi "Israel sejati yang tidak ada tipu daya di dalamnya".
  • Doa Strategis: Kita diperintahkan mendoakan para penguasa agar tercipta kedamaian sebagai fondasi pertumbuhan. Namun, ada kalanya doa juga dipanjatkan agar penguasa yang jahat dan menindas disingkirkan oleh Tuhan.
  • Pengabdian Total: Dr. Bakare menekankan pentingnya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, seperti pengalamannya kembali ke Nigeria meskipun harus meninggalkan kenyamanan di Amerika demi menjalankan tugas kenabiannya.

Catatan ini menunjukkan bahwa penguasaan "Gunung Politik" memerlukan kombinasi antara ketaatan pada pola ilahi, keberanian nubuatan, dan integritas karakter untuk membebaskan bangsa dari penindasan.

Q&A Page

1. Bagaimana strategi "tujuh gembala dan delapan pemimpin" diterapkan?

Strategi "tujuh gembala dan delapan pemimpin" merupakan rancangan strategis yang diambil dari kitab Mikha 5 untuk menggulingkan dominasi sistem "Babel" di atas gunung-gunung budaya, termasuk gunung politik.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai penerapan strategi tersebut berdasarkan sumber:

1. Membangkitkan Tujuh Gembala yang Kuat

Tuhan akan membangkitkan tujuh gembala yang memiliki kekuatan rohani untuk menghadapi "Asyur" atau sistem penindasan yang masuk ke wilayah umat Tuhan.

  • Peran: Setiap gembala bertugas untuk menyerang, membongkar, dan menghancurkan pekerjaan Babel di atas tujuh gunung budaya.
  • Tujuan: Menghentikan operasi musuh yang selama ini menjarah bangsa dan "mabuk oleh darah orang kudus" (menggunakan hidup umat Tuhan untuk membangun kerajaan dunia).

2. Menyiapkan Delapan Pemimpin (Pangeran)

Bersamaan dengan tujuh gembala, Tuhan membangkitkan delapan pemimpin atau pangeran manusia.

  • Proses Belajar: Delapan pemimpin ini harus belajar dari ketujuh gembala tersebut. Mereka dibentuk melalui proses pemuridan agar memiliki karakter yang teruji dan tidak tercemar oleh sistem dunia.
  • Penempatan Strategis: Setelah belajar, kedelapan pemimpin ini akan ditempatkan secara strategis di berbagai posisi di dalam gunung-gunung budaya tersebut.

3. Eksekusi Nubuatan kepada Gunung-Gunung

Strategi ini tidak hanya berhenti pada penempatan orang, tetapi juga melibatkan tindakan nubuatan yang aktif.

  • Bernubuat: Umat Tuhan diperintahkan untuk berdiri di hadapan gunung-gunung, bukit-bukit, sungai, dan lembah untuk menyampaikan firman Tuhan.
  • Memulihkan Produktivitas: Tujuan dari nubuatan ini adalah agar gunung-gunung yang sebelumnya dikuasai musuh mulai "bertunas kembali" dan menghasilkan buah (kesejahteraan) bagi umat Tuhan.
  • Menyingkirkan Penindasan: Strategi ini diterapkan untuk menghentikan penindasan, di mana hukum dan keadilan sering kali diperkosa oleh pejabat tinggi yang saling melindungi.

4. Membawa Transformasi Pemerintahan

Hasil akhir dari penerapan strategi ini adalah pergeseran kekuasaan dari Babel kepada umat Tuhan yang memiliki hikmat dan integritas.

  • Kesejahteraan Rakyat: Strategi ini bertujuan untuk memastikan fungsi pemerintahan kembali pada tujuan aslinya, yaitu kesejahteraan dan keamanan rakyat.
  • Kepemimpinan yang Benar: Perbedaan antara negara maju dan berkembang terletak pada kepemimpinannya; melalui strategi ini, diharapkan muncul pemimpin yang menggunakan sumber daya bangsa demi kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Secara ringkas, strategi ini diterapkan dengan cara membesarkan gembala-gembala yang kuat untuk meruntuhkan struktur yang lama, lalu mencetak pemimpin-pemimpin baru melalui pemuridan untuk mengambil alih posisi strategis di gunung pemerintahan melalui doa dan nubuatan yang konsisten.


2. Apa yang dimaksud dengan menjadi 'raja dari gunung'?

Berdasarkan khotbah tersebut, menjadi 'raja dari gunung' (king of the mountain) adalah sebuah posisi otoritas rohani dan kepemimpinan yang dicapai setelah seseorang melewati ujian iman yang berat. Istilah ini merujuk pada kitab Habakuk 3:17-19 dalam versi The Message (MSG).

Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai maknanya menurut sumber tersebut:

  • Hasil dari Ujian Iman: Seseorang menjadi 'raja dari gunung' ketika ia tetap teguh di dalam Tuhan meskipun situasi di sekitarnya tampak gagal, seperti saat pohon ara tidak berbunga, pohon zaitun tidak berbuah, atau ketika uang habis.
  • Otoritas Nubuatan: Menjadi raja gunung berarti memiliki kapasitas untuk bernubuat kepada gunung-gunung, bukit-bukit, sungai, dan lembah di wilayah kekuasaan Anda. Seseorang dalam posisi ini berdiri dan menyatakan firman Tuhan untuk mengubah keadaan wilayahnya.
  • Kematangan Karakter: Untuk menduduki posisi ini di gunung politik atau budaya, seseorang harus matang sempurna, kuat, dan utuh secara karakter. Hal ini penting agar saat muncul di puncak gunung, musuh (sistem Babel) tidak menemukan celah untuk mencemari atau "memakan mentah-mentah" orang tersebut.
  • Misi Pembebasan: Sebagai 'raja dari gunung', tujuannya adalah untuk mengusir pengaruh Babel dan memastikan gunung-gunung tersebut mulai "bertunas kembali" serta menghasilkan buah demi kesejahteraan dan keamanan rakyat.
  • Melawan Penindasan: Posisi ini menuntut seseorang untuk membawa roh yang menolak penindasan dan berani bersuara untuk membebaskan mereka yang lemah di wilayahnya.

Secara ringkas, menjadi 'raja dari gunung' bukan sekadar tentang posisi jabatan, melainkan tentang otoritas yang lahir dari integritas dan ketaatan kepada Tuhan, yang digunakan untuk membawa transformasi nyata bagi bangsa.

3. Bagaimana cara bernubuat kepada gunung untuk memulihkan produktivitas bangsa?

Bernubuat kepada gunung untuk memulihkan produktivitas bangsa melibatkan langkah-langkah strategis dan spiritual sebagai berikut:

1. Menetapkan Otoritas sebagai "Raja dari Gunung"

Sebelum bernubuat, seseorang harus mencapai posisi otoritas rohani yang disebut "raja dari gunung". Posisi ini diraih setelah seseorang melewati ujian iman yang berat—tetap teguh meskipun keadaan ekonomi atau situasi di sekitarnya tampak gagal. Hanya orang yang telah matang, kuat, dan memiliki karakter tanpa tipu daya yang mampu berdiri di puncak gunung tanpa dicemari oleh sistem dunia.

2. Berbicara Langsung kepada Gunung dan Elemen Wilayah

Bernubuat bukan sekadar berdoa secara umum, melainkan menyampaikan firman Tuhan secara spesifik kepada struktur kekuasaan dan wilayah geografis. Berdasarkan Yehezkiel 36, Anda diperintahkan untuk:

  • Menyebut nama wilayah secara spesifik, baik itu kota, negara bagian, maupun bangsa.
  • Berbicara kepada elemen fisik dan sistemik: Tidak hanya kepada "gunung" (pemerintahan), tetapi juga kepada bukit-bukit, alur-sungai, lembah-lembah, reruntuhan, dan kota-kota yang telah ditinggalkan.

3. Memerintahkan Pemulihan Produktivitas (Bertunas Kembali)

Inti dari nubuatan ini adalah memerintahkan gunung-gunung budaya tersebut untuk "bertunas kembali" dan menghasilkan buah bagi umat Tuhan.

  • Deklarasikan bahwa gunung-gunung tersebut akan menjadi tanah yang subur dan mulai menghasilkan sumber daya yang selama ini tertahan atau dijarah.
  • Gunakan nubuatan untuk mengusir "Babel" (sistem pelacuran/korupsi) dan para "preman politik" yang selama ini menjarah kekayaan bangsa.

4. Menerapkan Strategi "Tujuh Gembala dan Delapan Pemimpin"

Nubuatan harus didukung dengan strategi penempatan orang yang tepat:

  • Membangkitkan tujuh gembala yang kuat untuk membongkar pekerjaan Babel di tujuh gunung budaya.
  • Mempersiapkan delapan pemimpin (pangeran) yang belajar dari para gembala tersebut untuk ditempatkan secara strategis di posisi pemerintahan.
  • Tujuannya adalah menggeser penguasa yang fasik karena saat orang benar berada dalam otoritas, rakyat akan bersukacita.

5. Menegaskan Tujuan Pemerintahan yang Benar

Dalam nubuatan Anda, tegaskan kembali pola ilahi bahwa tujuan pemerintahan adalah kesejahteraan dan keamanan rakyat.

  • Nyatakan bahwa segala bentuk penindasan harus berakhir karena keuntungan dari hasil tanah adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk para politisi atau penguasa.
  • Berdoa agar Tuhan menyingkirkan penguasa yang jahat dan membangkitkan pemimpin yang menggunakan sumber daya untuk kepentingan rakyat.

6. Keteguhan dalam Menyampaikan Pesan

Jangan takut bahwa firman yang Anda sampaikan akan gagal., karena firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia. Seperti pengalaman Dr. Bakare saat bernubuat mengenai kegagalan masa jabatan ketiga seorang presiden di Nigeria melalui tanda hujan, ketaatan pada instruksi Tuhan yang spesifik adalah kunci keberhasilan nubuatan.


4. Jelaskan peran 'patron manusia' dalam membangun fondasi gereja dan misi.

Berdasarkan input dari Dr. Bakare, patron manusia memiliki peran yang sangat krusial dalam membangun fondasi gereja karena, tidak seperti Kemah Suci Musa atau Bait Suci Daud yang memiliki cetak biru tertulis, gereja tidak memiliki pola tertulis,.

Berikut adalah peran spesifik patron manusia dalam membangun fondasi gereja menurut sumber tersebut:

  • Sebagai Pola atau Cetak Biru Hidup: Karena tidak ada instruksi tertulis yang mendetail seperti di era Perjanjian Lama, Tuhan memberikan para rasul dan nabi sebagai patron manusia agar gereja dapat dibangun dengan tepat. Para rasul ini bertindak sebagai pola hidup yang dapat dilihat dan diikuti oleh jemaat.
  • Fondasi untuk Melahirkan Murid, Bukan Sekadar Petobat: Tanpa fondasi kerasulan dan kenabian dari patron manusia, sebuah gereja mungkin bisa mengumpulkan kerumunan besar atau jemaat yang pandai bernyanyi, namun hanya akan menghasilkan petobat yang tidak pernah menjadi murid. Patron manusia memastikan jemaat bertumbuh menjadi murid yang sanggup menjalankan misi.
  • Menjadi Teladan bagi Kawanan Domba: Para patron manusia (seperti rasul Paulus, Timotius, dan Titus) dipanggil untuk menjadi teladan atau contoh nyata bagi orang lain. Mereka yang dibesarkan melalui kekuatan apostolik ini kemudian menjadi patron bagi generasi berikutnya.
  • Pola bagi Dunia: Patron manusia digambarkan sebagai "para bapa dan anak yang berdiri dengan akurat" yang berfungsi sebagai pola bagi dunia. Mereka adalah manusia yang telah teruji dan terbukti kualitasnya sehingga mampu menguasai berbagai "gunung" atau bidang kehidupan.

Secara ringkas, peran patron manusia adalah memastikan gereja tidak hanya berjalan sebagai organisasi formal, melainkan sebagai organisme yang memiliki fondasi kepemimpinan yang kuat dan pola yang akurat untuk mengubah dunia,.


Postingan populer dari blog ini

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Membangun Rumah Perbendaharaan Tuhan

How to Live as a Storehouse Tujuan rumah perbendaharaan Tuhan supaya ada makanan Tuhan . Makanan Tuhan beda dengan makanan saudara . Makanan Tuhan ialah  melakukan pekerjaanNya dan menyelesaikannya. Bagaimana kau bersikap ketika memberikan persembahan. Itu yang lebih penting.  Bangunlah dulu perkenanan Tuhan dalam hidupmu. Bangun hidupmu sebagai rumah Tuhan terlebih dulu, bangun sebagai storehouse. Sebab hal yang sering mengganggu adalah masalah uang. Apa pun kondisi segala sesuatu untuk Tuhan itu tidak pernah boleh diubah. Itu tidak pernah diubah oleh kondisi hidup, karena Tuhan tidak pernah dikondisikan. Kewajiban saudara tidak pernah diubah walau pun krisis ekonomi terjadi. Jangan sekali-sekali kau mengubahnya. Ketetapan itu adalah sebuah hukum. Jika kau melanggar itu berarti kau akan dihukum. Ps.DjonnyTambunan_28Feb2016 Jangan berharap berkat, berharaplah akan perkenanan Tuhan.   Ini adalah prinsip untuk hidup sebagai Rumah Perbendaharaan Tuhan. Ruma...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...