Langsung ke konten utama

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)


Khotbah Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan. Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya.



Berikut adalah catatan lengkap berdasarkan sesi pengajaran Dr. Tunde Bakare mengenai "Gunung Politik Pemerintahan":

1. Prinsip Pola Ilahi (Cetak Biru)

Segala sesuatu yang dibangun untuk Tuhan harus mengikuti pola atau cetak biru yang diberikan-Nya di atas gunung.

  • Musa: Menerima pola Kemah Suci di puncak gunung (Keluaran 25:9, 40).
  • Daud: Menerima rancangan Bait Suci yang ditulis oleh Roh Allah di dalam hatinya, kemudian ia membeli Gunung Moria sebagai lokasinya.
  • Gereja: Berbeda dengan Musa dan Daud, gereja tidak memiliki pola tertulis melainkan memiliki patron manusia yaitu para rasul dan nabi sebagai fondasi. Tanpa fondasi kerasulan dan kenabian, gereja hanya akan menghasilkan petobat, bukan murid yang mampu menjalankan misi.

2. Realita Tantangan: Dominasi Babel

Dr. Bakare menjelaskan bahwa saat ini, ketujuh gunung budaya (termasuk politik) didominasi oleh Babel, "ibu dari segala pelacur".

  • Babel duduk di atas "banyak air" yang melambangkan bangsa-bangsa, rakyat banyak, dan kaum bahasa.
  • Babel "mabuk oleh darah orang-orang kudus," yang berarti musuh menggunakan hidup dan jerih payah umat Tuhan untuk membangun kerajaannya sendiri.
  • Di gunung politik, terdapat "preman-preman" yang bersatu untuk menjarah bangsa. Seseorang harus benar-benar matang, kuat, dan memiliki karakter yang teruji sebelum masuk ke gunung ini agar tidak dimakan mentah-mentah atau tercemar oleh sistemnya.

3. Strategi Penaklukan Gunung

Untuk menggulingkan Babel dari gunung-gunung tersebut, Tuhan memberikan strategi melalui kitab Mikha dan Yehezkiel:

  • Tujuh Gembala dan Delapan Pemimpin: Berdasarkan Mikha 5, Tuhan akan membangkitkan tujuh gembala yang kuat untuk membongkar pekerjaan Babel, dan delapan pemimpin (pangeran) yang belajar dari mereka untuk ditempatkan secara strategis.
  • Bernubuat kepada Gunung: Umat Tuhan dipanggil untuk bernubuat kepada gunung-gunung, bukit-bukit, sungai, dan lembah di wilayah mereka (Yehezkiel 36). Tujuannya adalah agar gunung-gunung tersebut "bertunas kembali" dan menghasilkan buah bagi umat-Nya.
  • Menjadi Raja Gunung: Melalui ujian iman, seseorang dapat naik posisi menjadi "raja dari gunung" dan mulai menyampaikan firman nubuatan untuk membebaskan bangsanya.

4. Hakikat Pemerintahan dan Kedaulatan

  • Tujuan Pemerintahan: Pemerintahan yang benar diletakkan di atas bahu Kristus dan bertujuan untuk kesejahteraan serta keamanan rakyat. Segala sesuatu yang kurang dari itu dianggap sebagai agenda setan.
  • Kedaulatan: Kedaulatan suatu bangsa berada di tangan Tuhan dan rakyat, bukan di tangan penguasa semata. Mengabaikan hak pilih atau dipilih berarti menjadi bagian dari musuh bangsa.
  • Warisan Bangsa: Tuhan telah memberikan warisan dan sumber daya kepada setiap bangsa di bumi (Ulangan 32:7-8). Masalah utama yang membedakan negara maju dan berkembang bukanlah sumber daya, melainkan kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia.

5. Mandat bagi Orang Percaya

  • Melawan Penindasan: Orang percaya harus memiliki roh yang menolak penindasan dan berani bersuara bagi mereka yang lemah.
  • Karakter yang Sempurna: Sebelum terlibat dalam politik, seseorang harus menjadi "Israel sejati yang tidak ada tipu daya di dalamnya".
  • Doa Strategis: Kita diperintahkan mendoakan para penguasa agar tercipta kedamaian sebagai fondasi pertumbuhan. Namun, ada kalanya doa juga dipanjatkan agar penguasa yang jahat dan menindas disingkirkan oleh Tuhan.
  • Pengabdian Total: Dr. Bakare menekankan pentingnya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, seperti pengalamannya kembali ke Nigeria meskipun harus meninggalkan kenyamanan di Amerika demi menjalankan tugas kenabiannya.

Catatan ini menunjukkan bahwa penguasaan "Gunung Politik" memerlukan kombinasi antara ketaatan pada pola ilahi, keberanian nubuatan, dan integritas karakter untuk membebaskan bangsa dari penindasan.

Q&A Page

1. Bagaimana strategi "tujuh gembala dan delapan pemimpin" diterapkan?

Strategi "tujuh gembala dan delapan pemimpin" merupakan rancangan strategis yang diambil dari kitab Mikha 5 untuk menggulingkan dominasi sistem "Babel" di atas gunung-gunung budaya, termasuk gunung politik.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai penerapan strategi tersebut berdasarkan sumber:

1. Membangkitkan Tujuh Gembala yang Kuat

Tuhan akan membangkitkan tujuh gembala yang memiliki kekuatan rohani untuk menghadapi "Asyur" atau sistem penindasan yang masuk ke wilayah umat Tuhan.

  • Peran: Setiap gembala bertugas untuk menyerang, membongkar, dan menghancurkan pekerjaan Babel di atas tujuh gunung budaya.
  • Tujuan: Menghentikan operasi musuh yang selama ini menjarah bangsa dan "mabuk oleh darah orang kudus" (menggunakan hidup umat Tuhan untuk membangun kerajaan dunia).

2. Menyiapkan Delapan Pemimpin (Pangeran)

Bersamaan dengan tujuh gembala, Tuhan membangkitkan delapan pemimpin atau pangeran manusia.

  • Proses Belajar: Delapan pemimpin ini harus belajar dari ketujuh gembala tersebut. Mereka dibentuk melalui proses pemuridan agar memiliki karakter yang teruji dan tidak tercemar oleh sistem dunia.
  • Penempatan Strategis: Setelah belajar, kedelapan pemimpin ini akan ditempatkan secara strategis di berbagai posisi di dalam gunung-gunung budaya tersebut.

3. Eksekusi Nubuatan kepada Gunung-Gunung

Strategi ini tidak hanya berhenti pada penempatan orang, tetapi juga melibatkan tindakan nubuatan yang aktif.

  • Bernubuat: Umat Tuhan diperintahkan untuk berdiri di hadapan gunung-gunung, bukit-bukit, sungai, dan lembah untuk menyampaikan firman Tuhan.
  • Memulihkan Produktivitas: Tujuan dari nubuatan ini adalah agar gunung-gunung yang sebelumnya dikuasai musuh mulai "bertunas kembali" dan menghasilkan buah (kesejahteraan) bagi umat Tuhan.
  • Menyingkirkan Penindasan: Strategi ini diterapkan untuk menghentikan penindasan, di mana hukum dan keadilan sering kali diperkosa oleh pejabat tinggi yang saling melindungi.

4. Membawa Transformasi Pemerintahan

Hasil akhir dari penerapan strategi ini adalah pergeseran kekuasaan dari Babel kepada umat Tuhan yang memiliki hikmat dan integritas.

  • Kesejahteraan Rakyat: Strategi ini bertujuan untuk memastikan fungsi pemerintahan kembali pada tujuan aslinya, yaitu kesejahteraan dan keamanan rakyat.
  • Kepemimpinan yang Benar: Perbedaan antara negara maju dan berkembang terletak pada kepemimpinannya; melalui strategi ini, diharapkan muncul pemimpin yang menggunakan sumber daya bangsa demi kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Secara ringkas, strategi ini diterapkan dengan cara membesarkan gembala-gembala yang kuat untuk meruntuhkan struktur yang lama, lalu mencetak pemimpin-pemimpin baru melalui pemuridan untuk mengambil alih posisi strategis di gunung pemerintahan melalui doa dan nubuatan yang konsisten.


2. Apa yang dimaksud dengan menjadi 'raja dari gunung'?

Berdasarkan khotbah tersebut, menjadi 'raja dari gunung' (king of the mountain) adalah sebuah posisi otoritas rohani dan kepemimpinan yang dicapai setelah seseorang melewati ujian iman yang berat. Istilah ini merujuk pada kitab Habakuk 3:17-19 dalam versi The Message (MSG).

Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai maknanya menurut sumber tersebut:

  • Hasil dari Ujian Iman: Seseorang menjadi 'raja dari gunung' ketika ia tetap teguh di dalam Tuhan meskipun situasi di sekitarnya tampak gagal, seperti saat pohon ara tidak berbunga, pohon zaitun tidak berbuah, atau ketika uang habis.
  • Otoritas Nubuatan: Menjadi raja gunung berarti memiliki kapasitas untuk bernubuat kepada gunung-gunung, bukit-bukit, sungai, dan lembah di wilayah kekuasaan Anda. Seseorang dalam posisi ini berdiri dan menyatakan firman Tuhan untuk mengubah keadaan wilayahnya.
  • Kematangan Karakter: Untuk menduduki posisi ini di gunung politik atau budaya, seseorang harus matang sempurna, kuat, dan utuh secara karakter. Hal ini penting agar saat muncul di puncak gunung, musuh (sistem Babel) tidak menemukan celah untuk mencemari atau "memakan mentah-mentah" orang tersebut.
  • Misi Pembebasan: Sebagai 'raja dari gunung', tujuannya adalah untuk mengusir pengaruh Babel dan memastikan gunung-gunung tersebut mulai "bertunas kembali" serta menghasilkan buah demi kesejahteraan dan keamanan rakyat.
  • Melawan Penindasan: Posisi ini menuntut seseorang untuk membawa roh yang menolak penindasan dan berani bersuara untuk membebaskan mereka yang lemah di wilayahnya.

Secara ringkas, menjadi 'raja dari gunung' bukan sekadar tentang posisi jabatan, melainkan tentang otoritas yang lahir dari integritas dan ketaatan kepada Tuhan, yang digunakan untuk membawa transformasi nyata bagi bangsa.

3. Bagaimana cara bernubuat kepada gunung untuk memulihkan produktivitas bangsa?

Bernubuat kepada gunung untuk memulihkan produktivitas bangsa melibatkan langkah-langkah strategis dan spiritual sebagai berikut:

1. Menetapkan Otoritas sebagai "Raja dari Gunung"

Sebelum bernubuat, seseorang harus mencapai posisi otoritas rohani yang disebut "raja dari gunung". Posisi ini diraih setelah seseorang melewati ujian iman yang berat—tetap teguh meskipun keadaan ekonomi atau situasi di sekitarnya tampak gagal. Hanya orang yang telah matang, kuat, dan memiliki karakter tanpa tipu daya yang mampu berdiri di puncak gunung tanpa dicemari oleh sistem dunia.

2. Berbicara Langsung kepada Gunung dan Elemen Wilayah

Bernubuat bukan sekadar berdoa secara umum, melainkan menyampaikan firman Tuhan secara spesifik kepada struktur kekuasaan dan wilayah geografis. Berdasarkan Yehezkiel 36, Anda diperintahkan untuk:

  • Menyebut nama wilayah secara spesifik, baik itu kota, negara bagian, maupun bangsa.
  • Berbicara kepada elemen fisik dan sistemik: Tidak hanya kepada "gunung" (pemerintahan), tetapi juga kepada bukit-bukit, alur-sungai, lembah-lembah, reruntuhan, dan kota-kota yang telah ditinggalkan.

3. Memerintahkan Pemulihan Produktivitas (Bertunas Kembali)

Inti dari nubuatan ini adalah memerintahkan gunung-gunung budaya tersebut untuk "bertunas kembali" dan menghasilkan buah bagi umat Tuhan.

  • Deklarasikan bahwa gunung-gunung tersebut akan menjadi tanah yang subur dan mulai menghasilkan sumber daya yang selama ini tertahan atau dijarah.
  • Gunakan nubuatan untuk mengusir "Babel" (sistem pelacuran/korupsi) dan para "preman politik" yang selama ini menjarah kekayaan bangsa.

4. Menerapkan Strategi "Tujuh Gembala dan Delapan Pemimpin"

Nubuatan harus didukung dengan strategi penempatan orang yang tepat:

  • Membangkitkan tujuh gembala yang kuat untuk membongkar pekerjaan Babel di tujuh gunung budaya.
  • Mempersiapkan delapan pemimpin (pangeran) yang belajar dari para gembala tersebut untuk ditempatkan secara strategis di posisi pemerintahan.
  • Tujuannya adalah menggeser penguasa yang fasik karena saat orang benar berada dalam otoritas, rakyat akan bersukacita.

5. Menegaskan Tujuan Pemerintahan yang Benar

Dalam nubuatan Anda, tegaskan kembali pola ilahi bahwa tujuan pemerintahan adalah kesejahteraan dan keamanan rakyat.

  • Nyatakan bahwa segala bentuk penindasan harus berakhir karena keuntungan dari hasil tanah adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk para politisi atau penguasa.
  • Berdoa agar Tuhan menyingkirkan penguasa yang jahat dan membangkitkan pemimpin yang menggunakan sumber daya untuk kepentingan rakyat.

6. Keteguhan dalam Menyampaikan Pesan

Jangan takut bahwa firman yang Anda sampaikan akan gagal., karena firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia. Seperti pengalaman Dr. Bakare saat bernubuat mengenai kegagalan masa jabatan ketiga seorang presiden di Nigeria melalui tanda hujan, ketaatan pada instruksi Tuhan yang spesifik adalah kunci keberhasilan nubuatan.


4. Jelaskan peran 'patron manusia' dalam membangun fondasi gereja dan misi.

Berdasarkan input dari Dr. Bakare, patron manusia memiliki peran yang sangat krusial dalam membangun fondasi gereja karena, tidak seperti Kemah Suci Musa atau Bait Suci Daud yang memiliki cetak biru tertulis, gereja tidak memiliki pola tertulis,.

Berikut adalah peran spesifik patron manusia dalam membangun fondasi gereja menurut sumber tersebut:

  • Sebagai Pola atau Cetak Biru Hidup: Karena tidak ada instruksi tertulis yang mendetail seperti di era Perjanjian Lama, Tuhan memberikan para rasul dan nabi sebagai patron manusia agar gereja dapat dibangun dengan tepat. Para rasul ini bertindak sebagai pola hidup yang dapat dilihat dan diikuti oleh jemaat.
  • Fondasi untuk Melahirkan Murid, Bukan Sekadar Petobat: Tanpa fondasi kerasulan dan kenabian dari patron manusia, sebuah gereja mungkin bisa mengumpulkan kerumunan besar atau jemaat yang pandai bernyanyi, namun hanya akan menghasilkan petobat yang tidak pernah menjadi murid. Patron manusia memastikan jemaat bertumbuh menjadi murid yang sanggup menjalankan misi.
  • Menjadi Teladan bagi Kawanan Domba: Para patron manusia (seperti rasul Paulus, Timotius, dan Titus) dipanggil untuk menjadi teladan atau contoh nyata bagi orang lain. Mereka yang dibesarkan melalui kekuatan apostolik ini kemudian menjadi patron bagi generasi berikutnya.
  • Pola bagi Dunia: Patron manusia digambarkan sebagai "para bapa dan anak yang berdiri dengan akurat" yang berfungsi sebagai pola bagi dunia. Mereka adalah manusia yang telah teruji dan terbukti kualitasnya sehingga mampu menguasai berbagai "gunung" atau bidang kehidupan.

Secara ringkas, peran patron manusia adalah memastikan gereja tidak hanya berjalan sebagai organisasi formal, melainkan sebagai organisme yang memiliki fondasi kepemimpinan yang kuat dan pola yang akurat untuk mengubah dunia,.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

Yesus dan Rahasia Kerajaan Sorga

Saat Teduh 4 Feb 2025 BACA dan RENUNGKAN Matius 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan (kiasan, perbandingan, METAFORA)?" 11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan mata...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

KETEGUHAN HATI DANIEL (Daniel's Steadfastness)

Saat Teduh 13 Feb 2025 Daniel tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. Mereka tinggal di Babel, dimana segala sesuatu seperti makanan dan minuman untuk orang-orang istimewa termasuk untuk raja, itu dipersembahkan dulu kepada dewa lalu kemudian di dalam makanan itu juga ada darah dan apabila makanan itu dimakan maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari dewa-dewa Babel. Itu yang terjadi dan ini menajiskan, itu najis di MATA Tuhan. Mereka itu adalah tawanan, hidup di negeri orang asing, mereka itu kehilangan hak hidup sebenarnya, tetapi sekarang atas anugerah Tuhan mereka terpilih karena Nebukadnezar mencari orang-orang untuk melayani di kalangan raja dari orang-orang hebat. Apa yang sudah ada sebelum Daniel dan kawan-kawannya dipilih? KETETAPAN HATI. Daniel BERKETETAPAN HATI untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja. Ini penting untuk kita BANGUN di dalam diri kita. Kebanyakan orang di dalam gereja adalah SESUDAH masuk ke dalam ...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...