Langsung ke konten utama

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

THE UPPER ROOM 238 – 30 Juni 2026
SUKSESI KEPEMIMPINAN (Bagian 1)
DR. JONATHAN DAVID

Manusia yang Tak Terhentikan, Pekerjaan yang Tak Tergoyahkan.

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan." Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2, dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi.

30 06 2026, DR. JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 1)

Berikut adalah catatan dari khotbah Dr. Jonathan David mengenai Suksesi Kepemimpinan (Bagian 1) dengan tema utama "Manusia yang Tak Terhentikan, Pekerjaan yang Tak Tergoyahkan":

1. Memahami Penghalang Kemajuan

Banyak orang terhenti dalam perjalanan hidup dan pelayanan mereka karena berbagai alasan:

  • Keadaan dan Lingkungan: Faktor eksternal seringkali menghentikan langkah seseorang,.
  • Pola Pikir: Ideologi dalam pikiran bisa menjadi alat musuh untuk mengacaukan tujuan,.
  • Kurangnya Sumber Daya dan Pembimbingan: Tanpa sumber daya yang cukup atau orang yang membentuk "bahan mentah" menjadi tajam, seseorang sulit maju,.
  • Pergaulan dan Aliansi yang Salah: Orang-orang di sekitar (pasangan, anak, atau rekan) dapat mengacaukan takdir ilahi. Contohnya: Abraham terhenti karena Lot, Elisa karena Gehazi, dan Barnabas karena Yohanes Markus.
  • Intervensi Tuhan atau Iblis: Tuhan menghentikan mereka yang belum siap (seperti Yakub yang harus diubah sifatnya) agar tidak menghancurkan diri sendiri, sementara iblis menghalangi akses ke wilayah baru.
  • Kurangnya Hasrat: Banyak yang tidak "mati-matian" menginginkan kemajuan dan hanya menjalani hidup dengan santai.

2. Karakteristik Generasi yang Tak Terhentikan

Generasi yang "Tak Terhentikan" memiliki kualitas sebagai berikut:

  • Tidak tergoyahkan dan tidak dapat direbut dari perjalanannya.
  • Fokus penuh dan tidak dapat dialihkan perhatiannya dari tujuan ilahi.
  • Tidak akan menggagalkan (mengaborsi) destiny profetik dalam hidupnya.
  • Menjadi pondasi pekerjaan yang kuat: Jika orangnya kuat dan utuh, maka pekerjaan/gereja yang dipimpinnya akan menjadi tak tergoyahkan dan tidak rentan terhadap serangan musuh.

3. Visi Generasi Baru dari Tuhan

Dr. Jonathan David membagikan penglihatan tentang generasi yang sedang dibangkitkan Tuhan:

  • Murni dan Tak Tercemar: Mereka diambil langsung dari bumi oleh tangan Tuhan agar tidak tercemar oleh denominasi, ajaran palsu, atau hal-hal duniawi.
  • Dibentuk oleh Tangan Tuhan: Mereka menerima nutrisi dan pembentukan langsung dari Tuhan, bukan dari struktur gereja yang lemah.
  • Kualitas Terbaik: Tuhan mencari yang terbaik, bukan hanya "bahan buangan" dunia atau orang-orang yang tidak memiliki karakter.

4. Hakikat Gereja Sejati

  • Bukan Soal Angka: Keselamatan memang untuk semua orang, tetapi gereja hanya untuk mereka yang ingin menyelesaikan perjalanan bersama Yesus.
  • Komunitas Eksklusif: Gereja seharusnya terdiri dari orang-orang terbaik yang siap mengorbankan nyawa, bukan sekadar kumpulan orang banyak yang menambah masalah dan tekanan bagi pendeta.
  • Fokus pada Kehidupan: Gereja bukan rumah sakit bagi orang lumpuh secara rohani, melainkan tempat pembentukan pasukan.

5. Strategi Suksesi Kepemimpinan

Suksesi harus dipikirkan sejak hari pertama seorang pemimpin menjabat.

  • Membangun Putra Sejati: Suksesi bukan sekadar berbagi tanggung jawab (struktur), tetapi berbagi kehidupan, mimpi, dan warisan (legacy) dengan "anak-anak dewasa" di dalam rumah,,.
  • Pola Bapak dan Anak: Pemimpin harus membangun orang-orang berdampingan dengan mereka agar mengetahui seluk-beluk pekerjaan sebelum menyerahkan tongkat estafet.
  • Hambatan Berpikir Suksesi: Banyak pendeta sulit memikirkan suksesi karena:
    1. Belum menemukan putra sejati.
    2. Takut mimpi dan warisannya dihancurkan.
    3. Khawatir kesalahan penerus membahayakan pekerjaan.
    4. Percaya hanya mereka yang bisa melakukan pekerjaan dengan benar.
    5. Mengetahui pekerjaan itu adalah harapan masa depan mereka.

6. Enam Prinsip Suksesi (Berdasarkan Pengkhotbah 2)

  1. Meneruskan Warisan: Suksesi berarti melanjutkan tujuan awal, bukan mengubah arah sepenuhnya.
  2. Diingat dan Dihormati: Melalui keberhasilan anak-anaknya, seorang bapa akan dihormati dan diingat.
  3. Tak Terhindarkan: Setiap pemimpin harus meninggalkan pekerjaannya di bumi; suksesi pasti terjadi.
  4. Pilihan yang Hati-hati: Pemimpin harus memilih penerus dengan bijak, bukan menyerahkannya pada nasib atau keberuntungan.
  5. Keberlanjutan vs Tersisihkan: Tanpa memilih suksesi dan bereproduksi, seorang pemimpin akan digantikan dan dilupakan dalam sejarah,.
  6. Dibangun dengan Hikmat: Suksesi harus dijalankan oleh mereka yang mengetahui jalan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan.

7. Definisi Hikmat dalam Kepemimpinan

  • Hikmat adalah pikiran Tuhan tentang urusan manusia yang diterjemahkan untuk dilakukan di bumi.
  • Hikmat membantu membangun di dunia nyata apa yang telah Tuhan bangun di dalam roh.
  • Hikmat adalah kemampuan melihat gambaran keseluruhan dari kepingan puzzle pertama.

Q&A Page

1. Jelaskan lebih lanjut tentang karakteristik generasi yang tak terhentikan.

Karakteristik generasi yang tak terhentikan (unstoppable generation) mencakup kualitas spiritual, mental, dan formasi khusus yang dikerjakan langsung oleh Tuhan. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai karakteristik tersebut:

1. Keteguhan dan Fokus yang Mutlak

Generasi ini didefinisikan sebagai orang-orang yang tidak dapat digoyahkan dan tidak dapat direbut dari jalur yang telah ditetapkan. Karakteristik utamanya meliputi:

  • Fokus penuh: Perhatian mereka tidak dapat dialihkan dari tujuan ilahi.
  • Ketahanan dalam perjalanan: Mereka tidak dapat dipaksa keluar dari perjalanan rohani mereka dan memiliki komitmen untuk menyelesaikan takdir ilahi.
  • Keutuhan diri: Mereka tidak akan menggagalkan atau "mengaborsi" takdir profetik yang telah Tuhan lahirkan di dalam roh mereka.

2. Kemurnian dari Pencemaran Luar

Tuhan sedang membangkitkan generasi baru yang murni dan tidak tercemar oleh sistem manusia. Berdasarkan penglihatan Dr. Jonathan David, generasi ini memiliki ciri:

  • Bebas dari pengaruh denominasi: Mereka diambil dari bumi oleh tangan Tuhan agar tidak tercemar oleh struktur atau tradisi denominasi.
  • Bebas dari ajaran palsu: Mereka tidak akan berkompromi dengan ajaran sesat atau hal-hal duniawi.
  • Tidak tunduk pada tawaran dunia: Mereka menolak apa yang ditawarkan iblis di dunia ini.

3. Formasi Langsung dari Tangan Tuhan

Karakteristik unik generasi ini adalah proses pembentukannya yang bersifat langsung:

  • Nutrisi Ilahi: Mereka menerima nutrisi dan asuhan langsung dari tangan Tuhan sendiri, bukan melalui perantara yang lemah.
  • Dipoles oleh Tuhan: Hidup mereka dikerjakan, dibentuk, dan dipoles oleh tangan Tuhan untuk menjadi instrumen yang tajam.
  • Kualitas Terbaik: Generasi ini bukanlah "bahan buangan" dunia atau orang-orang yang hanya memiliki sedikit karakter. Tuhan mencari dan membentuk mereka yang terbaik untuk dipersembahkan kepada-Nya.

4. Menjadi Pelindung bagi Pekerjaan Tuhan

Generasi yang tak terhentikan memiliki dampak langsung pada stabilitas gereja atau pekerjaan yang mereka pimpin:

  • Pondasi yang tak tergoyahkan: Karena orangnya kuat dan utuh, maka pekerjaan yang mereka lakukan menjadi tak tergoyahkan dan tidak rentan terhadap serangan musuh.
  • Mampu mengatasi tekanan: Mereka adalah "orang terakhir yang tetap berdiri" saat menghadapi tekanan atau serangan neraka, sehingga gereja yang mereka pimpin tidak mudah runtuh oleh masalah internal maupun eksternal.
  • Teruji dan terbukti: Mereka adalah generasi yang layak diambil oleh Tuhan karena telah melewati ujian waktu dan kesetiaan.

Secara singkat, karakteristik generasi ini bukan berfokus pada jumlah atau statistik, melainkan pada kualitas kehidupan dan kedewasaan rohani yang memungkinkan mereka untuk menyelesaikan perjalanan bersama Yesus hingga tuntas.

2. Apa perbedaan antara gereja rumah sakit dan pasukan?

Dr. Jonathan David menjelaskan perbedaan mendasar antara gereja yang berfungsi sebagai "rumah sakit" dan gereja yang berfungsi sebagai "pasukan" sebagai berikut:

  • Gereja sebagai Rumah Sakit:

    • Menerima semua kondisi: Gereja jenis ini menerima orang-orang yang "lumpuh, buta, cacat," serta mereka yang sedang "sekarat".
    • Fokus pada Pelayanan Dasar: Gereja ini menyediakan fasilitas seperti "tabung oksigen, tempat tidur gratis, dan makanan gratis" bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
    • Sifatnya Terbuka dan Inklusif: Gereja rumah sakit cenderung menerima siapa saja, termasuk kelompok yang dianggap "terburuk", "orang banyak", hingga "yang baik, yang buruk, dan yang jelek" tanpa kualifikasi khusus.
  • Gereja sebagai Pasukan:

    • Seleksi Kualitas: Berbeda dengan rumah sakit, pembentukan pasukan hanya memilih yang terbaik saja. Sebagai contoh, dari 5.000 orang, mungkin hanya 500 orang terbaik yang diambil, sementara sisanya disuruh pulang.
    • Komunitas Eksklusif: Gereja model pasukan adalah sebuah komunitas eksklusif yang terdiri dari orang-orang yang siap mengorbankan nyawa satu sama lain, bukan orang yang justru saling membebani atau mengambil nyawa sesamanya.
    • Fokus pada Tujuan (Destiny): Gereja ini bukan untuk semua orang, melainkan hanya untuk mereka yang ingin menyelesaikan perjalanan yang telah dimulai Allah bersama Yesus.
    • Kekuatan dan Ketangguhan: Pasukan dibangun agar menjadi tak tergoyahkan dan mampu menghadapi serangan musuh atau "serangan neraka" karena setiap anggotanya telah teruji dan memiliki karakter yang kuat.

Secara ringkas, perbedaannya terletak pada tujuan keberadaannya: rumah sakit berfokus pada pemulihan bagi yang lemah, sedangkan pasukan berfokus pada mobilisasi yang terbaik untuk menyelesaikan takdir ilahi. Dr. Jonathan David menegaskan bahwa gereja seharusnya tidak terobsesi dengan jumlah (angka), melainkan pada kualitas orang-orang yang siap berperang sebagai satu pasukan.


3. Bagaimana cara menemukan bapa rohani atau putra sejati?

Menemukan bapa rohani atau putra sejati bukanlah sekadar mencari posisi organisasi, melainkan membangun hubungan yang didasarkan pada berbagi kehidupan, mimpi, dan takdir ilahi,.

Berikut adalah penjelasan mengenai cara menemukan dan mengenali mereka menurut perspektif Dr. Jonathan David:

1. Cara Menemukan Putra Sejati

Menemukan putra sejati seringkali sulit karena banyak orang datang ke gereja dengan agenda atau mimpi mereka sendiri, bukan untuk mendukung mimpi pemimpinnya,. Untuk menemukannya, Anda perlu memperhatikan kriteria berikut:

  • Berbagi Hidup, Bukan Sekadar Tanggung Jawab: Putra sejati adalah mereka yang tidak hanya berbagi tanggung jawab (seperti memimpin kelompok sel atau musik), tetapi berbagi hidup, mimpi, dan warisan (legacy) dengan Anda,.
  • Berlari di Perlombaan yang Sama: Banyak orang berada di "pekan olahraga" yang sama (satu gereja), tetapi mereka berlari di perlombaan yang berbeda; putra sejati haruslah orang yang berlari di perlombaan yang sama dengan Anda dan berkomitmen menyelesaikan perjalanan bersama.
  • Kedewasaan Rohani: Mereka bukan sekadar jemaat atau pelayan, melainkan anak-anak yang dewasa di dalam rumah yang siap untuk tidak hanya memanggil Anda "bapa" sebagai sapaan, tetapi benar-benar menjadi anak secara rohani,.
  • Kesetiaan yang Teruji: Putra sejati adalah mereka yang bersedia mati bersama Anda dalam menyelesaikan perjalanan rohani dan telah teruji oleh waktu serta kesetiaan dalam menghadapi tekanan,.
  • Pilihan yang Hati-hati: Anda tidak boleh menyerahkan suksesi atau masa depan pekerjaan kepada keberuntungan; Anda harus memilih orang dengan hati-hati berdasarkan hikmat, bukan sekadar faktor kebetulan.

2. Cara Menemukan Bapa Rohani

Menemukan bapa rohani melibatkan pengenalan akan seseorang yang mampu mereproduksi kehidupan ilahinya ke dalam diri Anda:

  • Membangun Secara Berdampingan: Seorang bapa rohani akan membangun Anda berdampingan dengan dirinya agar Anda mengetahui seluk-beluk pekerjaan Tuhan secara mendalam sebelum diberikan tanggung jawab besar.
  • Memiliki Jalan yang Sama: Carilah seseorang yang menempuh perjalanan yang sama; apa yang telah ia atasi dalam peperangan rohaninya akan menjadi kekuatan bagi Anda untuk mengalahkan musuh yang sama di masa depan,.
  • Hubungan Berdasarkan Takdir (Destiny): Hubungan dengan bapa rohani diibaratkan seperti hubungan suami-istri yang terikat oleh takdir, bukan seperti hubungan sekretaris yang hanya didasarkan pada transaksi atau uang dan bisa pergi kapan saja.
  • Memberikan Warisan dan Perlindungan: Seorang bapa sejati akan memberikan perlindungan melalui hikmat dan pengajarannya, memastikan bahwa Anda tidak hanya menerima tugas, tetapi juga menerima urapan dan kekuatan untuk berhasil.

3. Prinsip Utama dalam Hubungan Ini

  • Reproduksi Kehidupan: Suksesi dan hubungan bapa-anak rohani hanya terjadi jika ada reproduksi kehidupan yang sama; jika tidak, Anda akan tersisihkan dalam sejarah.
  • Koneksi Melalui Hikmat: Hubungan ini harus dibangun dengan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan; hikmat membantu Anda melihat gambaran keseluruhan dari kepingan pertama sebuah puzzle dalam hubungan tersebut,.
  • Keselarasan Rohani: Pastikan ada keselarasan dalam Tuhan yang sama, ikat janji yang sama, janji yang sama, dan perjalanan menuju warisan yang sama.

Singkatnya, menemukan bapa atau putra sejati memerlukan kepekaan untuk melihat melampaui kemampuan teknis, dan lebih fokus pada kesatuan roh dan komitmen untuk menyelesaikan takdir Tuhan bersama-sama.

4. Apa langkah awal membangun gereja dengan pola pasukan?

Membangun gereja dengan pola pasukan membutuhkan perubahan paradigma yang mendasar dibandingkan dengan model gereja konvensional. Berikut adalah langkah-langkah awal untuk memulainya:

1. Melakukan Seleksi Kualitas (Memilih yang Terbaik)

Langkah awal yang paling krusial dalam membentuk pasukan adalah memilih yang terbaik, bukan mengumpulkan orang sebanyak-banyaknya.

  • Kualitas di atas kuantitas: Berbeda dengan model "rumah sakit" yang menerima semua orang dalam kondisi apa pun, pola pasukan mengharuskan pemimpin untuk memilih orang-orang yang memiliki kapasitas dan karakter terbaik.
  • Prinsip Penyaringan: Seperti Gideon yang menyaring 32.000 orang menjadi hanya 300 orang melalui pengujian tertentu, gereja pasukan harus berani menyaring jemaat untuk menemukan mereka yang benar-benar siap berperang,.

2. Mengubah Pola Pikir tentang Hakikat Gereja

Pemimpin harus menetapkan batasan yang jelas bahwa gereja bukan untuk semua orang.

  • Gereja untuk "Finisher": Tegaskan bahwa sementara keselamatan tersedia bagi semua orang, gereja hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin menyelesaikan perjalanan yang telah dimulai Allah bersama Yesus.
  • Komunitas Eksklusif: Bangun kesadaran bahwa gereja adalah komunitas eksklusif di mana anggotanya siap mengorbankan nyawa satu sama lain, bukan kelompok yang justru saling membebani atau mengambil nyawa sesamanya.

3. Membangun Hubungan "Bapa dan Anak" (Putra Sejati)

Pola pasukan tidak dibangun di atas struktur organisasi yang hanya berbagi tanggung jawab, melainkan di atas hubungan kehidupan.

  • Berbagi Hidup dan Takdir: Langkah awal suksesi dan penguatan pasukan adalah menemukan "putra sejati"—orang-orang yang tidak hanya memegang posisi jabatan (seperti penatua atau diaken), tetapi berbagi mimpi, takdir, dan warisan (legacy) yang sama dengan pemimpinnya,.
  • Membangun Berdampingan: Libatkan orang-orang ini untuk bekerja berdampingan dengan pemimpin agar mereka mengetahui seluk-beluk pekerjaan Tuhan secara mendalam.

4. Kembali ke Pola Kerasulan (Kitab Kisah Para Rasul)

Gereja harus berhenti mengikuti teori pertumbuhan gereja modern yang terobsesi pada angka dan mulai kembali ke pola-pola dalam Kitab Kisah Para Rasul,.

  • Gereja sebagai Kekuatan Tangguh: Dengan membangun sesuai pola Alkitab, gereja akan menjadi kekuatan yang tangguh dan memiliki pengaruh yang kuat, bahkan mampu memengaruhi pemerintahan melalui doa syafaat dan otoritas rohani,.
  • Fokus pada Keutuhan Pemimpin: Karena kekuatan pekerjaan bergantung pada pemimpinnya, pemimpin harus memastikan dirinya "tak terhentikan" agar gereja yang dibangun menjadi "tak tergoyahkan",.

5. Menggunakan Hikmat, Pengetahuan, dan Keterampilan

Pekerjaan pasukan harus dibangun dengan strategi yang jelas, bukan sekadar kebetulan.

  • Penerjemahan Pikiran Tuhan: Gunakan hikmat untuk menerjemahkan apa yang Tuhan bangun di dalam roh ke dalam realitas dunia nyata.
  • Melihat Gambaran Keseluruhan: Seorang pemimpin pasukan harus memiliki kemampuan untuk melihat gambaran akhir dari kepingan puzzle pertama yang ia kerjakan.

5. Apa tantangan utama saat mengubah gereja menjadi pola pasukan?

Mengubah gereja dari pola "rumah sakit" menjadi pola pasukan memiliki tantangan utama yang berkaitan dengan pergeseran paradigma dari kuantitas ke kualitas, serta tuntutan komitmen yang sangat tinggi. Berikut adalah tantangan-tantangan utamanya berdasarkan sumber:

1. Keharusan Melakukan Seleksi yang Ketat

Tantangan terbesar adalah menerima kenyataan bahwa gereja bukan untuk semua orang. Berbeda dengan rumah sakit yang menerima orang lumpuh, buta, dan sekarat, sebuah pasukan hanya memilih yang terbaik. Pemimpin harus berani menyaring orang, bahkan jika itu berarti menyuruh pulang sebagian besar jemaat (seperti contoh Gideon yang menyaring jemaat dari ribuan menjadi hanya ratusan).

2. Mengatasi Obsesi terhadap Jumlah (Angka)

Banyak pendeta terjebak dalam kebanggaan akan jumlah jemaat yang besar demi status, seperti "burung merak yang angkuh". Membangun pola pasukan menantang pemimpin untuk:

  • Tidak terpengaruh oleh jumlah: Fokus pada kualitas 250 orang yang militan lebih penting daripada 10.000 orang yang hanya menjadi kerumunan.
  • Menghadapi risiko kehilangan orang: Pemimpin harus siap jika orang-orang yang tidak tahan dengan standar pasukan memutuskan untuk pergi ke gereja lain.

3. Sulitnya Menemukan "Putra Sejati"

Membangun pasukan membutuhkan suksesi dan hubungan yang mendalam, namun sulit menemukan orang yang tepat karena:

  • Agenda pribadi jemaat: Kebanyakan orang datang ke gereja untuk mewujudkan mimpi mereka sendiri atau agar kebutuhan mereka dilayani, bukan untuk berbagi beban dan mimpi pemimpin.
  • Komitmen "Paruh Waktu": Jemaat seringkali hanya terlibat secara paruh waktu karena masih terikat dengan dunia mereka sendiri, sementara pola pasukan menuntut keterlibatan penuh dalam takdir ilahi.
  • Ketidaksiapan untuk "Mati": Menjadi pasukan berarti siap mengorbankan nyawa dan menyelesaikan perjalanan bersama, sebuah level pengabdian yang jarang ditemukan.

4. Ketakutan Pemimpin akan Kerusakan Pekerjaan

Ada tantangan internal dalam diri pemimpin untuk melepaskan kendali dan mempercayai orang lain:

  • Ketakutan akan kehancuran warisan: Pemimpin sering takut bahwa orang yang tidak berpengalaman akan menghancurkan mimpi dan warisan (legacy) yang telah dibangun bertahun-tahun.
  • Kurangnya kepercayaan pada kemampuan orang lain: Banyak pemimpin merasa hanya mereka yang bisa melakukan pekerjaan dengan benar, sehingga sulit bagi mereka untuk benar-benar melatih dan mempercayai "pasukan" tersebut.

5. Kerentanan terhadap Serangan dan Perpecahan

Selama proses perubahan, gereja seringkali berada dalam posisi rentan:

  • Masalah internal yang kecil bisa menjadi besar: Jika jemaat tidak memiliki mentalitas pasukan yang utuh, satu desas-desus atau satu orang yang meninggalkan gereja dapat memecah belah seluruh jemaat.
  • Tuntutan kekuatan pemimpin: Kekuatan sebuah pasukan sangat bergantung pada kekuatan pemimpinnya sebagai "orang terakhir yang tetap berdiri". Jika pemimpin lemah secara emosional atau spiritual, seluruh struktur pasukan akan goyah.

Secara ringkas, tantangan utamanya adalah keberanian untuk menjadi eksklusif demi mencapai kualitas "tak terhentikan," yang seringkali bertentangan dengan prinsip pertumbuhan gereja modern yang mengutamakan kenyamanan jemaat dan angka statistik.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

Yesus dan Rahasia Kerajaan Sorga

Saat Teduh 4 Feb 2025 BACA dan RENUNGKAN Matius 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan (kiasan, perbandingan, METAFORA)?" 11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan mata...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

KETEGUHAN HATI DANIEL (Daniel's Steadfastness)

Saat Teduh 13 Feb 2025 Daniel tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. Mereka tinggal di Babel, dimana segala sesuatu seperti makanan dan minuman untuk orang-orang istimewa termasuk untuk raja, itu dipersembahkan dulu kepada dewa lalu kemudian di dalam makanan itu juga ada darah dan apabila makanan itu dimakan maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari dewa-dewa Babel. Itu yang terjadi dan ini menajiskan, itu najis di MATA Tuhan. Mereka itu adalah tawanan, hidup di negeri orang asing, mereka itu kehilangan hak hidup sebenarnya, tetapi sekarang atas anugerah Tuhan mereka terpilih karena Nebukadnezar mencari orang-orang untuk melayani di kalangan raja dari orang-orang hebat. Apa yang sudah ada sebelum Daniel dan kawan-kawannya dipilih? KETETAPAN HATI. Daniel BERKETETAPAN HATI untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja. Ini penting untuk kita BANGUN di dalam diri kita. Kebanyakan orang di dalam gereja adalah SESUDAH masuk ke dalam ...