Langsung ke konten utama

MEMAHAMI YESUS SEUTUHNYA

Mat 13:10  Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"

Mat 13:11  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.


Kepada kita sebagai murid-murid-NYA, Tuhan memberikan kita rahasia Kerajaan Sorga. Anugerah ini haruslah kita hargai dengan amat tinggi, sebab tidak semua orang bisa mengenal Yesus sebagaimana kita yang sudah dianugerahkan-NYA.

Jadi sesungguhnya Tuhan itu diskriminatif! Bagi sebagian orang di gereja, firman Tuhan itu masih merupakan misteri. Kenapa murid-murid diberikan karunia itu? Karena mereka dipilih dan mereka menyambut pilihan Tuhan itu. Artinya mereka tidak bisa hidup sembarangan lagi. Firman yang kita dengar harus kita responi dengan akurat, harus ada komitmen dan akuntabilitas atas kebenaran yang dapatkan dari Bapa sorgawi.

Isa 55:6  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Kita harus bertanggung-jawab atas setiap kesempatan yang Tuhan anugerahkan: ibadah, komsel, konferensi, dan lain sebagainya. Jika kita tidak disiplin kita bukanlah murid Yesus. Jangan pernah berpikir jika kita hidup semaunya sendiri, Tuhan akan terus menganugerahi firmanNya, karunia rahasia Kerajaan Sorga. Bagi mereka yang mencari kebenaran dan hidup benar, maka misteri itu tidak ada lagi. Perkataan Tuhan akan menjadi jelas, tidak ada lagi kebingungan.

Tuhan pernah berkata, jangan berikan mutiara kepada babi atau barang berharga kepada anjing. Harta sorgawi itu tidak akan diberikan kepada orang yang tidak bisa menghargai.

Yang disebut murid itu adalah mereka yang memberikan dirinya untuk diajar, dibimbing, diarahkan dan taat kepada gurunya. Dia rela kehilangan kebebasannya.

Daud pernah diremehkan saudara-saudaranya dan orangtuanya. Tapi Tuhan memperhatikan hatinya. Ia orang yang haus akan isi hati Tuhan, haus untuk mengenal mendalam ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum Tuhan.

Mat 13:12  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang duduk di tepi jalan di Yerikho. Walau pun begitu, dia tidak memiliki mental miskin. Dia memiliki “sesuatu”. Dia memikirkan hal-hal besar. Dia berani untuk mempunyai mimpi besar, terbebas dari keadaannya dan berdampak kepada orang-orang.

Kita harus bebas dari kondisi kita, tidak terbelenggu keadaan atau status kita. Tidak bergantung dari hal-hal lahiriah. Tetap fokus pada rencana yang Tuhan sudah tetapkan. Suatu saat Tuhan akan membawa kita untuk bisa menjadi berkat. Kita tidak boleh menghalangi pikiran kita untuk dapat menerima firman yang segar, sehingga menjadi benih kehidupan kita. Benih itu membangkitkan iman dan menyuarakan kebenaran firman itu.

Bartimeus memiliki benih firman. Terbukti ia bisa memahami Yesus adalah anak Daud yang dijanjikan untuk menduduki Tahta Daud dan akan memerintah sebagai Raja segala raja untuk selamanya. Sedangkan orang-orang mengenal Yesus hanya sebagai anak Yusuf, tukang kayu. Bartimeus memiliki suatu benih yang sangat berharga, sehingga ketika ia mendeklarasikan: Yesus Anak Daud…. Maka langkah kaki Yesus terhenti dan menoleh. Siapa yang memiliki, kepadanya akan ditambahkan hingga berkelimpah. Bartimeus bisa mengkaitkan benih firman itu, bahwa Yesus adalah Anak Daud. Maka Yesus bertanya: Apa yang kau ingin Ku perbuat bagimu? Ini luarbiasa. Bartimeus disembuhkan sesuai iman dan permintaannya.

Wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun juga hanya memiliki benih firman. Apa yang dia dengar tentang Yesus yang menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, mencelikkan orang buta, orang lumpuh berjalan.  Dengan benih firman itu dan dengan imannya, ia menciptakan ‘teknologi’ yang mengubahkan seluruh hidupnya.

Kita tidak boleh menjadi ‘pepesan kosong’ tapi kita harus memiliki sesuatu.

Anugerah dan karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah akan membawa kita kepada pengenalan akan Yesus secara seutuhnya. Ketika Yesus lewat di depan mereka, kepada murid-muridnya, Yohanes Pembaptis memberitahukan:  Inilah Anak Domba Allah!  Dan mereka langsung mengikut Yesus tanpa pernah kembali kepada Yohanes Pembaptis. Mereka langsung terkonek dengan perkataan Anak Domba Allah itu. Bagaimana bisa? Yohanes yang telah mengajari mereka, bahwa Yesaya pernah mengatakan mengenai Anak Domba yang dibawa ke pembantaian, yang bulunya digunting di depan banyak orang, ia kelu, tidak membuka mulutnya  (Yes 53:7).
Andreas dan temannya telah memiliki sesuatu, karena pada waktu itu Yesus belum melakukan mujizat, belum melayani.

Joh 1:40  Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Andreas ini murid Yohanes Pembaptis, tapi Simon Petrus bukan. Andreas telah mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah, tapi tidak bagi Simon Petrus. Oleh karena itu, ketika Yesus menyatakan bahwa Ia akan menanggung banyak penderitaan di Yerusalem, dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga, Simon Petrus malahan ingin menghalangi Yesus untuk melakukan ketetapan Bapa.

Joh 6:22  Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.

Respon Petrus beda dengan Andreas. Petrus belum memahami bahwa Yesus adalah Anak Domba yang harus disembelih. 

Joh 1:41  Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."

Andreas tidak hanya memahami Yesus sebagai Anak Domba Allah, tapi juga sebagai Messias (Kristus).  Kepadanya Tuhan menambah-nambahkan pemahaman dan keyakinannya akan Messias.   

Joh 1:42  Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Di sini Yesus sedang membangkitkan dan membuat penyataan profetik mengenai Simon. Melalui hidupnya, rencana Tuhan akan berdirinya gereja, salah satunya adalah melalui Simon (Matius 16:18).

Tanpa pemahaman seutuhnya kita akan melakukan banyak kesalahan dan menghalang-halangi ketetapan dan tujuan Bapa seperti Petrus lakukan.

Mat 16:22  Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."

Mat 16:23  Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Kita harus waspada orang-orang seperti Simon, dalam rumah rohani, juga dapat menghalang-halangi jalan Tuhan. Barulah setelah pencurahan Roh Kudus Simon berubah total. Dia yang terkemudian menjadi yang terdahulu, karena dia yang bertobat belakangan menjadi yang terkemuka.

Joh 1:43  Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"

Joh 1:44  Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.

Ketika bertemu dengan Filipus di Galilea, Yesus mengajak Yesus mengikuti Dia, dan Filipus langsung mengikut Yesus. Mengapa demikian? Karena Filipus memiliki sesuatu. Apa yang ada pada Filipus?
Joh 1:45  Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Filipus memiliki firman Tuhan dari kitab Musa.

Deu 18:15  Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Deu 18:18  seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Deu 18:19  Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

Inilah yang telah dikatakan Filipus kepada Natanael di Yoh 1:45.
Benih firman Tuhan yang disampaikan Musa ini ada pada Filipus. Tidak ada kebingungan, tidak ada lagi misteri bagi Filipus. Yesus dari Nazaret, anak Yusuf itulah nabi yang dimaksudkan Musa.  Ini yang menjadikan Filipus langsung mengikut Yesus ketika diajak. Namun, apakah Filipus pernah meneliti tentang Yesus? Ya, berarti Filipus sudah mengamat-amati Yesus dan mengetahui Yesus anak Yusuf. Dan dia dapat mengaitkannya dengan firman yang Musa sampaikan. Mengapa? Karena dia percaya bahwa Yesus adalah nabi yang akan datang yang disebutkan itu. Ia memiliki benih firman dalam hatinya. Bukan pepesan kosong.

Joh 1:46  Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Joh 1:47  Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Joh 1:48  Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Murid-murid Yesus memiliki sesuatu dalam hidupnya. Natanael lebih lagi. Filipus berkata "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Nazaret itu kota yang jahat, yang dibangun dengan darah. Apa yang Natanael miliki? Ia banyak memiliki banyak firman tentang Messias. Dia berkomentar: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
Ia tau Messias bukan dari Nazaret, tapi dari Betlehem. Ia pegang kitab Mikha dan kitab Yesaya. Ia orang Yahudi asli. Nama Natanael adalah nama orang Yahudi yang umum sejak jaman PB.  Yesus berpendapat: Natanael adalah orang Israel yang sejati. Tidak ada dusta, tapi apa yang dikatakannya berasal dari imannya. Ia mengetahui Messias bukan dari Nazaret, tapi dari Betlehem di tanah Yudea. Berarti pemahaman Natanael akan Messias lebih baik dari Filipus dan Andreas, sebab ia lebih banyak memiliki firman Tuhan.

Joh 1:50  Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."

Joh 1:51  Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

 “Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Ini penyataan Yesus kepada Natanael.  Sorga akan terbuka dan ia akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik, sama seperti yang dialami Yakub.

Hidup di bawah sorga yang terbuka dengan pelayanan para malaikat, jauh melebihi pengalaman mengusir setan, mengalami mujizat, lebih dari bernubuat, dlsb. Sebab akan banyak penyingkapan rahasia Kerajaan Allah, yaitu hidup di dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dari Roh Kudus; kepada hidup kita, menjadi identitas hidup kita. Dan itu adalah kehidupan dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lain. Hidup yang berkelimpahan berkat sorga. Yang membuat kita naik dari satu level kepada level berikutnya.

Natanael mendapat perhatian khusus dari Tuhan, karena ia memiliki dasar dan firman Tuhan.  Dikatakan bahwa, Tuhan mengenal siapa kita dan mengenal milik kepunyaanNya. Tidak mungkin dalam satu kali perjumpaan, Filipus, Andreas dan Natanael langsung mengikuti Yesus, tanpa ada perhatian dari Tuhan akan siapa kita dan siapa yang menjadi milik kepunyaanNya.

Kualitas-kualitas apa dan sikap-sikap yang harus saudara punyai:
1. Hati yang lembut, mudah dibentuk dan diajar, mudah berubah.
Mat 5:5  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
2. Hati yang haus dan lapar akan kebenaran. Siapa yang menciptakan kehausan? Dengan cara mendengar ulang khotbah, merenungkan, membuat notesnya.
Mat 5:6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

3. Telinga rohani yang tajam, tidak tumpul. Mendengar dan memperhatikannya dengan akurat. Luk 8:18  Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

Segera respon dan mentaatinya.

Heb 5:11  Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

Heb 5:12  Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

Lidia merespon firman yang disampaikan Paulus di Tiatira. Ia sekeluarga memberi dirinya dibaptis, menjadi penggenap rencana Tuhan dan menjadi penerus benih. Dia memberikan rumahnya bagi Tuhan, jadi pintu masuk Tuhan di Eropah. Ia menjadi anak rohani Paulus dan penggenap firman Tuhan, ia menangkap apa yang Tuhan taruh dalam hidup rasul Paulus. Lidia memiliki telinga seorang murid.

Yes 50:4b Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

4. Karakter seorang hamba yang baik dan jujur. Ia setia, loyal mengikuti firman dan bertanggung jawab untuk memultiplikasikan benih firman dan apa  pun yang Tuhan berikan. Menyadari bahwa apa yang Tuhan berikan itu adalah Tuhan yang percayakan kepada kita sebagai talenta yang harus dilipatgandakan.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.

Pastikan kau bukanlah pepesan kosong.

Khotbah ps Yappy – 17 Juli 2017



Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...