Langsung ke konten utama

PAULUS DI ROMA

KPR 28:17-22


Gambar: jw.org
Setelah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan akhirnya Paulus tiba di Roma. Tapi barangkali karena agenda, birokrasi dan protokol kerajaan, Paulus tidak bisa langsung di hadapkan kepada kaisar.  Sementara itu statusnya adalah tahanan rumah dengan dikawal oleh seorang penjaga kerajaan.

Walau pun statusnya seorang tahanan, Paulus diijinkan untuk dijumpai oleh orang-orang. Itu sebabnya Paulus tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memberitakan injil Kerajaan Allah kepada bangsa Yahudi yang ada di Roma.

Ia memulai dengan memanggil  orang-orang Yahudi terkemuka untuk berkumpul. Paulus menjelaskan situasi yang sedang dihadapinya. Paulus menjelaskan bahwa oleh karena *Tuhan mempunyai pengharapan yang besar kepada bangsa Israel* seperti yang sedang ia beritakan dan kerjakan.

Atas penyampaian Paulus, respon mereka tidaklah begitu menggembirakan. Mereka mengaku hanya mendengar sedikit dan karena itu hanya mengerti sedikit. Mereka sebagian bersikap netral dengan mengatakan tidak mendengar tentang apa-apa yang jahat mengenai Paulus.

Dan sebagian mendengar bahwa ada sebuah sekte (mahzab) yang baru dari agama Yahudi. Dan mereka ingin mengetahui lebih lanjut dari Paulus,  apa pendapatnya  tentang sekte yang mendapat perlawanan di mana-mana ini.

_Act 28:22  Tetapi kami ingin mendengar dari engkau, *bagaimana pikiranmu*, sebab *tentang mazhab ini* kami tahu, bahwa di mana-manapun ia mendapat perlawanan."_

Pada saat ini jemaat Roma masih sedikit. Sebagian sudah meninggalkan Roma karena diusir oleh kaisar Kaludius (KPR 18:2). Itu sebabnya Tuhan mengutus Paulus ke Roma, tapi bukan untuk mendirikan jemaat, tapi lebih untuk memperkuat mereka. Roma adalah salah satu kota yang dituju Tuhan untuk menjadi target pemberitaan Injil Kerajaan Allah.  

Ada hal yang menarik apa yang mereka katakan di ayat 22: *Bagaimana pikiranmu?*
Kelihatannya:
1)  orang-orang Yahudi di Roma sangat *mengutamakan akal sehat (common sense), intelektualitas dan pikiran mereka.*
2) Mereka juga *orang-orang yang terbuka* dan mau mendengarkan penjelasan hal-hal yang baru dalam hal ini mahzab / sekte baru menurut istilah mereka.
3) Mereka mau mendatangi Paulus yang belum tentu mereka kenal, artinya mereka cukup *mempunyai kerendahan hati*. Kemungkinan mereka telah mendengar tentang Paulus dari saudara-saudara yang lain.

_Act 28:21  Akan tetapi mereka berkata kepadanya: "Kami tidak menerima surat-surat dari Yudea tentang engkau dan juga tidak seorangpun *dari saudara-saudara kita datang memberitakan apa-apa yang jahat mengenai engkau*._

Nah, jadi mereka memiliki 1 kekurangan dan 2 kelebihan; ini merupakan awal yang baik bagi Paulus untuk lebih membukakan pikiran mereka dengan hikmat dan kuasa firmanNya.

*Hal-Hal Yang Harus Selalu Menjadi Poin-Poin Refleksi Diri Dan Pertobatan Kita.*

AKAL SEHAT DAN PERJALANAN ROHANI

Perjalanan rohani kita bukanlah untuk perform atau gagah-gagahan. Tapi perjalanan kita adalah untuk menjadi seperti Kristus. Jadi *perjalanan rohani kita bukan untuk perform tapi untuk menjadi.*

Dan Yesus telah melalui salibNya. Kita juga menuju salib dan kita harus melaluinya. *Perjalanan rohani kita adalah perjalanan menuju salib. Dan itu bukanlah hal yang bagus menurut intelektualitas dan akal sehat kita.*

*Tujuan daripada semua itu adalah supaya hanya kehidupan Kristus yang beroperasi dan terekspresi melalui hidup kita.*

KETERBUKAAN

*Keterbukaan* adalah hal yang bagus untuk bisa menerima bukan hanya sekedar hidup kita dikoreksi, tapi *supaya hidup kita dibangun dan dibentuk ulang. Mezbah yang lama kita harus dirobohkan dan dibangun ulang.*

KERENDAHAN HATI

*Kerendahan hati* diperlukan bukan hanya untuk datang kepada Tuhan. Tapi juga bagaimana dengan kerendahan hati kita belajar satu dengan yang lainnya. Apalagi belajar dari seseorang seperti rasul Paulus yang sudah terbukti mengabdikan dirinya hanya kepada Tuhan.

Kerendahan hati membuat kita memahami tujuan Tuhan dan rencana Tuhan. Membuat kita bisa masuk dalam rencanaNya itu. *Bagaimana kita terlibat dalam rencana dan pekerjaan Tuhan, tergantung bukan dari seberapa banyak firman yang kita pahami, tapi seberapa banyak firman yang kita hidupi.*

KEBINGUNGAN KARENA TIDAK MEMAHAMI KEKEKALAN

Mungkin terkadang tidak paham, terutama apa yang terjadi dengan hidup kita, dengan keluarga kita; dalam kebingungan Tuhan ingin kita lebih dalam lagi dan lebih dekat lagi kepadaNya. *Kita sering terpaku dengan ukuran dan penglihatan yang natural. Itu yang membuat kita kehilangan* apa yang seharusnya Tuhan bangun dalam hidup kita. *Tuhan selalu ingin membangun sesuatu dalam hidup kita yaitu yang nilainya kekal / kekekalan.*

Ecc 3:11  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, *bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati* mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

*Jangan hanya menantikan berkat dan mujizat, tapi terutama nantikan supaya Ia memberikan kekekalan dalam hati kita.*

*Pekerjaan Tuhan yang ajaib adalah membangun kekekalan dalam hati kita.* Bukan mujizat-Nya itu sendiri.

Lebih mudah bagiNya menjadikan anak-anak Abraham dari batu-batu daripada membangun kekekalan di dalam hati kita.

_Mat 3:9  Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: *Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!*_

KAIN DAN HABEL

Sifat tinggi hati sebaliknya akan menjauhkan kita dari Tuhan. Kain mengetahui apa yang baik, apa yang disukai Tuhan; tapi tidak melakukannya. Habel tidak beda dari Kain,  sama-sama mendengar dan mengetahui dari Adam/Hawa apa yang baik, apa yang disukai Tuhan dan dia melakukannya.

*Tujuan akhir spirit Kain (spirit Babel) adalah hidup dalam faktor lahiriah / natural dan meniadakan faktor Roh / faktor Tuhan.* Kain takut mati, takut dibunuh karena merasa dikejar-kejar oleh apa yang baik dan benar yang berasal dari Tuhan. Maka ia lari dari hadapan Tuhan. *Yang ditentangnya ialah cara dan jalan-jalan Tuhan.*

API KEGERAKAN YANG DIBAWA PAULUS KE ROMA

Penjelasan saya juga ingin menekankan apa yang dibawa oleh Paulus ke Roma, masih merupakan hal yang awam atau asing di telinga orang-orang Yahudi di Roma, bahkan bagi para pemukanya. *Paulus sedang membawa kegerakan yang dahsyat, kegerakan sekarang, kegerakan Yesus Kristus atau kegerakan Kerajaan*.

Orang-orang Yahudi di Roma pada waktu itu adalah orang-orang yang masih tinggal di zona nyaman mereka.  Bahkan sebagian mereka masih ada di dalam dimensi perjanjian lama dan tidak atau belum beralih kepada perjanjian baru.

*Mereka masih ada dalam kegerakan yang lama. Dimensi yang lama.*

Tuhan Yesus pernah berkata: “Di rumah Bapa Ku banyaklah tempat tinggal…..
Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada”.

*Banyak gereja yang masih berada di tempatnya berada (comfort zone), bukan di tempat-Nya Tuhan Yesus Kristus berada.*

Mereka masih nyaman dengan tempat yang dulu, yang menjadi ingat-ingatan, kesuksesan mereka, mujizat-mujizat yang mereka alami, berkat-berkat Tuhan, kegerakan  lama yang mereka alami, dst. *Mereka masih hidup terikat di masa lalu.* Itu adalah gereja Terah yang terus mengingat-ingat kematian anaknya, Haran. Terah mati di Haran. Ia tidak sanggup / mampu melanjutkan perjalanan rohaninya bersama Abram, yang mengikuti panggilan Tuhan.

*”Gereja Terah” kehilangan panggilannya, kasih karunia-Nya dan anugerah-Nya, karena tidak bisa mengikuti ke mana Tuhan berada. Mereka kehilangan seluruh destiny-nya.*

Mereka mungkin mengalami mujizat dan berkat-berkat, tetapi tidak ada nilai-nilai kekekalan yang bisa Tuhan bangun dalam hidup mereka. Kehilangan yang tragis!

Tuhan berada dan berjalan di tengah-tengah kaki dian. Kaki dian adalah gerejaNya. Bukan berarti Tuhan berada di mana gerejaNya berada. Gereja harus mengikuti irama Tuhan bergerak, menyelaraskan diri dan mengikuti dengan (conform with) standarNya Tuhan.

Ia bisa menyingkirkan kaki dian itu kalo kita tidak bertobat. Di hadapan Tuhan, tanpa kaki dian, kita bukan gereja lagi (Wahyu 2:5).

_Rev 2:5  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan *Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.*_

*Kaki Dian adalah pengakuan dan pandangan Tuhan terhadap gereja.* Kalo Tuhan menyebut gereja, berarti memiliki standar Tuhan; yaitu ketika Tuhan Yesus dapat bergerak bebas di tengah-tengah jemaat. Jadi jangan membuat sembarang rencana dan acara di gereja, fokusnya haruslah apa yang menjadi tujuan dan kehendak Bapa. Yesus harus menjadi poros.

*Gereja harus memperhatikan kegerakan Tuhan.* Jika tiang api atau tiang awan bergerak, maka jemaat harus bergerak. *Jika tidak, maka gereja menjadi gereja yang irrelevant. Dunia harus melihat gereja sebagai gereja yang dibutuhkan pada masanya atau gereja yang hadir dan relevant, bagi kota dan bangsanya.* Dunia sudah mulai bisa melihat seberkas cahaya; contoh Ahok sebagai gereja yang dibutuhkan dan relevant pada masa ini.

*Ketika Firaun yang tidak mengenal Yusuf bangkit di Mesir, umat Tuhan harus bersiap untuk memasuki kegerakan Tuhan.* Oknum-oknum yang licik telah memanfaatkan faktor ras, agama dan politik kedaerahan. Seringkali dari bangkitnya sekumpulan umat yang mewarisi roh yang berbeda, merupakan tanda bagi bangkitnya umat Tuhan; yang dapat melepaskan dimensi profetik dengan intensitas doa yang kuat.  *Ini adalah tanda sedang terjadi akselerasi dari kuasa firman yang sedang menuju pada titik penggenapannya. Umat Tuhan akan bertambah banyak dan bermultiplikasi di negeri.*

Act 7:17  Tetapi *makin dekat genapnya janji* yang diberikan Allah kepada Abraham, *makin bertambah banyaklah bangsa itu di Mesir*,

Act 7:18  sampai bangkit seorang raja lain memerintah tanah Mesir, seorang yang tidak mengenal Yusuf.

Act 7:19  Raja itu  *mempergunakan tipu daya* terhadap bangsa kita dan menganiaya nenek moyang kita serta menyuruh membuang bayi mereka, supaya bangsa kita itu jangan berkembang.

Kita akan melihat perobahan demi perobahan dalam iklim politik di hari-hari mendatang. Tuhan ada di Tahta-Nya!

Dengan cara yang tidak disangka-sangka, banyak orang akan bangkit dalam kebenaran untuk mengambil tongkat estafet dan menyelesaikan pertandingan.

*Kami gerejaMu meminta intervensi Tuhan, intervensi dari SION, dengan melepaskan Roh Kebangkitan dan melepaskan kuasa untuk menang (power to prevail) bagi gereja-gereja khususnya di Indonesia.* Gereja-gereja bangkit dalam kuasa dan kemenangan, untuk mencapai destiny / garis akhir dari panggilan yang ditetapkan Tuhan kepadanya.

*Angin-angin perubahan itu akan menjangkau setiap kota dan mempengaruhi setiap domain kehidupan!*

*Kami lepaskan anugerah untuk memerintah (grace to govern),  yang akan membawa bangsa ini kepada ketaatan dalam Kristus Yesus! *

Rom 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ini waktunya untuk bangkit dan bicara. Waktunya untuk berdoa, berkhotbah dan  bernubuat sampai terjadinya kebangkitan roh dan reformasi gereja secara nyata.

Amin.






KEKEKALAN

Kekekalan adalah nilai-nilai ilahi atau karakter ilahi. Tuhan telah menaruhkan benih kekekalan itu menjadi suatu keinginan mendalam akan hal yang lebih daripada hal-hal duniawi / natural / material atau kemanusiaan.

Nilai-nilai ini hanya bisa kita dapatkan dalam perjalanan rohani kita, bukan dengan pengetahuan dan iman yang mati. Ini adalah bagian karunia dari rahasia Kerajaan Sorga.

Kita harus dapat menyelami rencana Tuhan dan misteri firmanNya, melihat apa yang Dia sediakan dan kerjakan sehingga kita dapat mengambil nilai-nilai kekekalan-Nya itu, sedikit demi sedikit menumbuhkan karakter ilahi dalam diri kita. Ini adalah proses yang panjang, melelahkan, tidak masuk akal, paradoks kehidupan, menyakitkan dan memerlukan banyak pengorbanan. 

Proses ini bukan sebuah siklus, tapi sebuah proses akumulasi seperti dikatakan di Mat 13:12.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi 1 , sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya


Hidup kita  Bukan Untuk Mengejar Janji-janji-Nya, Melainkan Menjadi saksi-Nya

Nilai-nilai yang kekal ini tidak akan terbakar oleh api.
Semua itu ada dalam ketetapan dan hukum-hukum Tuhan.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...