Langsung ke konten utama

FIRMAN YANG MEMBANGUN MENJADI DIMENSI-DIMENSI ROH

INTRODUKSI
Kita sudah mendengar dan mendapatkan begitu banyak firman. Firman itu harus memerdekakan dan membangun hidup kita.  Firman yang sudah kita hidupi dan lakukan itu akan menjadi dimensi-dimensi yang terbangun dalam hidup kita. Tanpa terbangunnya dimensi-dimensi itu kita hanya akan memahami sebagian daripada firman dan dari sudut pandang tertentu saja.

=====================================
MELIHAT SUARA
=====================================


gbr: pinterest.com

Lalu aku berpaling untuk MELIHAT SUARA yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Wah 1:12

 Then I turned to SEE THE VOICE that SPOKE WITH ME. And having turned I saw seven golden lampstands (NKJV).

Kita sudah mendengarkan dan mendapatkan begitu banyak firman Tuhan. Tetapi berapa banyak FT itu BERBICARA DENGAN kita? Hanya FT yang berbicara dengan kita yang akan menjadi kebenaran yang memerdekakan.

Mendengar Firman Tuhan bisa ada 2 kemungkinan:
1. menjadi pengetahuan (hanya kata orang)
2. memerdekakan dan membangun hidup kita

Pengetahuan FT bukanlah materi untuk membangun hidup kita. FT harus kita dapatkan dimensinya: mengenal-Nya sebagai Pribadi, pengertian akan tujuan-Nya dan kuasa-Nya.

Yohanes dapat MELIHAT SUARA yang sedang BERBICARA DENGAN-nya. Ia dengan jelas bisa menangkap dimensi dari Firman yang berbicara dengannya.

Berbicara dengannya bukan berbicara kepadanya.  Ada perbedaan di sini. Jika berbicara dengannya berarti ada hubungan dan keterkaitan  yang sangat dekat antara Pribadi yang berbicara dengan Yohanes sebagai lawan bicara-Nya.

Hanya dengan menangkap dan mengenal dimensi-dimensi Firman maka kita bisa bukan hanya mendengar, tapi juga melihat firman itu sebagai Pribadi. Apa yang kita lihat dan dengar itulah yang kita dapatkan.

Iman tumbuh dari pendengaran. Itu benar.  Itu yang menjadi dasar, menjadi ukuran awal, ukuran standar. Tetapi ukuran Tuhan berbicara mengenai kelimpahan. Dengan mendengar dan milihat Firman yang berbicara - kita mendapatkan ukuran yang sesungguhnya. Ukuran yang kita pakai itu yang akan diukurkan Tuhan kepada kita.

======= UKURANNYA MINYAK (HUBUNGAN), BUKAN LAMPUNYA  =======

Tujuh kaki dian dari emas melambangkan ketujuh jemaat. Pada kaki dian itu terdapat lampu-lampu berisi minyak, bukan lilin. Sepuluh gadis bodoh dan gadis bijak semua membawa lampu yang berisi minyak. Tetapi ukurannya bukan pada lampu, tetapi pada berapa minyak yang dibawa. Terang yang kita bawa mungkin sama dengan terang yang dibawa orang lain, tetapi hubungan dengan Roh Kudus menjadi kunci. Kekurangan minyak karena kita menggunakan standar atau ukuran kita sendiri dan itu akan membawa kita ke tempat gelap di mana ada ratapan dan kertak gigi.

Minyak menggambarkan hubungan kita dengan Roh Kudus. Kita tidak bisa hanya memanfaatkan Roh Kudus dan menafikkan hubungan kita dengan Roh Kudus. Kita tidak bisa hanya bicara hubungan kita dengan Bapa dan dengan Putra. Bapa sedang sibuk bekerja di dunia ini. Sang Putra sedang duduk di Tahta.  Saat ini kita selalu terhubung dengan Roh Kudus sebagai perantara antara kita dengan Bapa dan Sang Putra.

Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia,   berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Wahyu 1:13

======= == RUMAH YANG TERBANGUN  MENJADI BAIT SUCI =========

Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. 2 KOR 6:16b
Jika hubungan kita dengan Roh Kudus terganggu maka hubungan dengan Bapa dan Sang Putra otomatis terganggu. Jadi sekarang kita berbicara mengenai rumah. Tubuh kita adalah rumah bagi Roh Kudus. Tubuh kita harus menjadi Bait Suci-Nya. Hanya jika kita memiliki standar dan ukuran sebagai Bait Suci maka kita akan dapat juga merumahi Bapa dan Putra. Bapa dan Putra hanya akan berdiam di Bait Suci, bukan dengan ukuran tubuh kita secara jasmani.  Maka kita dituntut untuk mati secara kedagingan, membongkar tubuh jasmani kita dan mengenakan Bait Suci menjadi ukurannya. Mengenakan berarti mengaplikasikan - conform with - selaras dengan ukuran Bait Suci.
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Yoh 14:23

-----------------------------
DIMENSI-DIMENSI ROH
-----------------------------
Firman yang sudah kita hidupi dan lakukan itu akan menjadi dimensi-dimensi  roh yang terbangun dalam hidup kita. Tanpa terbangunnya dimensi-dimensi itu kita hanya akan memahami sebagian daripada firman dan dari sudut pandang tertentu saja.

Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. Kol 2:9

Inilah yang dimaksudkan "secara jasmaniah" pada Kol 2:9. Sebab tanpa dimensi-dimensi itu terbangun tidak mungkin Allah bisa mengisi dan memenuhi hidup kita, sebab Dia ingin memenuhi hidup kita menjadi bagian dari hidup-Nya.

Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Efesus 1:23

-----------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimana kita memulai MEMBANGUN DIMENSI-DIMENSI KEHIDUPAN?
-----------------------------------------------------------------------------------------
Bukan kita yang memulai. Yesus setelah kebangkitannya harus kembali kepada Bapa dan Dialah yang memulai membangun dimensi-dimensi itu di sorga buat hidup kita.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Yoh 14:2
Jadi sekali lagi kita bicara mengenai dimensi-dimensi adalah bicara  mengenai rumah dan bagaimana merumahi Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Yoh 14:3

Yesus tidak sedang bicara mengenai kematian apalagi soal kiamat. Dia selalu berbicara mengenai kehidupan yang berkelimpahan. Yesus sedang menjelaskan ciptaan baru, dimensi-dimensi yang harus menjadi bagian hidup kita. Kehidupan-Nya harus menjadi kehidupan kita. Dan kehidupan kita harus membawa kehidupan-Nya di bumi ini, bukan hanya di sorga kelak.

Dimensi-dimensi  yang Tuhan Yesus SUDAH sediakan adalah jawaban dari setiap kebutuhan yang
kita hadapi.

========= PEMBERIAN TERBAIK DAN  BAHAYANYA  =============

Pemberian TUHAN terbaik dalam rumah adalah Roh Kudus. Tetapi dosa yang tidak dapat diampuni juga karena menghujat Roh Kudus.

Ada hubungan yang spesial antara Roh Kudus dengan kita yang telah menerima Roh Kudus.

Hubungan ini dimungkinkan oleh karena Bapa telah menugaskan Roh Kudus secara ekslusive kepada setiap pribadi yang beriman kepada Yesus Kristus untuk membangun hidup kita.

Mengapa kita diberikan Roh Kudus?

Apabila Engkau mengirim roh-Mu,  mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. Maz 104:30

Roh Kudus adalah zat Allah sendiri. Roh-Nya sendiri yang dikirimkan-Nya kepada kita. Dengan mengirimkan Roh-Nya kita menjadi ciptaan yang baru. Jadi secara spiritual kita adalah makhluk yang berasal dari sorga, dari Roh Bapa yang kekal. Maka tidak heran kita disebut sebagai anak-anak Allah.  Dengan adanya anak-anak Allah di seluruh bumi, maka tampak kemuliaan Allah di permukaan bumi ini. Dengan demikian muka bumi diperbarui, pada akhirnya permukaan bumi ini akan menjadi sama sekali baru.

================== BAHAYANYA ====================
Sangat berbahaya bila mengenal dan mengoperasikan Roh Kudus tanpa hubungan yang akurat dengan Roh Kudus dan tidak mengenal konsep hubungan dalam rumah rohani dan Bait Suci.

Tanpa hubungan yang akurat, orang selalu mengharapkan berkat,  hidup dari berkat, menggunakan karunia-karunia atau talenta-talenta dengan menafikkan hubungan dengan Roh Kudus dan hidup dalam rumah rohani dengan akurat.

Tanpa hubungan yang akurat; kita memanfaatkan kuasa Roh Kudus untuk mengusir setan, membuat mujizat-mujizat dan seterusnya; padahal semua perbuatan baik itu harus selaras dengan tujuan dan kehendak Tuhan.

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! Matius 7:22-23

----- BERKAT DAN BERKAT -----

Kita boleh saling memberkati, tetapi jangan selalu meminta berkat, apalagi hidup dari berkat. 

Hidup dari berkat berarti kau sudah meminta bagianmu dari Bapa sebagai mana si bungsu meminta warisan bagiannya kepada bapanya. Dia membatasi pemberian bapa dengan menggunakan ukurannya sendiri. Si bungsu sadar ukurannya adalah apa yang menjadi bagiannya. Dia tidak mungkin bisa meminta bagian bapa. Tetapi jika kita membangun hubungan yang akurat dengan bapa di dalam rumah, menjadi putranya yang sejati, maka semua yang bapa miliki adalah milik kita juga. Bapa akan menggunakan ukuran-Nya, bukan lagi ukuran kita. Sebab ukuran yang kita pakai itu juga yang akan diukurkan atau dikenai kepada kita.

Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Luk 15:31

Si sulung walaupun selalu berada di rumah bersama bapanya, ia gagal membangun hubungan yang akurat dengan bapanya. Ia tidak merasa sebagai seorang putra, tetapi seorang pelayan yang selayaknya mendapatkan upah atau berkat-berkat. Ukurannya malah lebih kecil daripada ukuran si bungsu. Si sulung memakai ukuran seorang hamba/pelayan, bukan ukuran seorang anak.

Hal itu menunjukkan, seharusnya bukan secara fisik kita membangun hubungan dengan Bapa, tetapi secara spiritual melalui Roh Kudus. 

Milikilah roh yang  murni seperti anak kecil. Tetapi bertumbuhlah secara akurat sehingga bisa menjadi putraNya yang sejati. 

Anak-anak dilahirkan dalam kerajaanNya, tetapi putra-putra sejati hanya dihasilkan di dalam rumah.

Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.  Mat 13:41


Hiduplah dari satu kemenangan kepada kemenangan; dari satu kemuliaan kepada kemuliaan.

----- POLA RUMAH -----

Kita memerlukan seorang bapa rohani di dalam rumah, seorang yang menjadi mentor. Abraham menjadi bapa rohani bagi Ishak dan Yakub karena mereka pernah tinggal dalam satu rumah. 

Bapa rohani akan melindungimu, melindungi kehidupan spiritualmu dan membuat kau bertumbuh, dibangun dan diperlengkapi sebagai putra-putra sejati di dalam Kerajaan Tuhan.

Bapa rohani membawa warisan rohani yaitu benih-benih Kristus yang telah memprosesnya dan siap menghasilkan buah-buahnya yaitu putra-putra sejati terbaik.

Putra-putra terbaik seumpama anak-anak panah dalam tabung di tangan pahlawan yang dibawa ke pintu gerbang untuk menghadapi musuh. Hanya putra sejati yang berguna bagi Kerajaan Tuhan.

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. Maz 127:4-5

========== DASAR PELAYANAN LAZARUS =================
Pelayanan yang dilakukan oleh Lazarus kepada orang kaya itu  bukanlah pelayanan yang serampangan. Dia telah membangun hidupnya terlebih dahulu. Dia melayani bukan karena mendapatkan sesuatu dari si orang kaya.

Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lukas 16:23

Lazarus duduk di pangkuan Abraham. Ini berbicara kehidupan spiritual Lazarus yang telah dibangun menurut patron Tuhan membangun,  sehingga Lazarus memiliki dimensi-dimensi kehidupan yang sama dengan dimensi-dimensi  yang dimiliki oleh Abraham. 

Yang kita bicarakan di sini adalah dimensi-dimensi roh yan harus terbangun. 

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.  Yoh 4:24


Amin.
====================================================================

Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...