Langsung ke konten utama

Tentang KEGONCANGAN

Allah menggoncangkan supaya tinggal apa yang tidak tergoncangkan. Kesombongan manusia dihancurkan dan kerendahan hati datang. Mereka harus memberikan pertanggung-jawaban. Dalam 1 hari saja semua bisa hilang. 1 bangsa bisa dilahirkan dalam semalam. 

 

Ibr 12:25 AYT Pastikanlah supaya jangan kamu menolak Dia yang berbicara. Karena jika mereka yang menolak Dia yang memberi peringatan dari bumi saja tidak dapat melepaskan diri, maka kita pun tidak akan dapat melepaskan diri dari Dia yang memberi peringatan dari surga. 26  Dulu, suara-Nya mengguncang bumi, tetapi sekarang Ia berjanji, "Namun, sekali lagi Aku tidak hanya akan mengguncangkan bumi, tetapi juga surga."* {Kutipan #/i_AYT Hag 2:6. } 27  Ungkapan "sekali lagi" menunjukkan tentang pemusnahan hal-hal yang dapat digoyahkan, yaitu semua yang sudah diciptakan, supaya hal-hal yang tidak digoyahkan dapat tinggal tetap. 28 Karena itu, setelah kita menerima kerajaan yang tidak tergoyahkan, marilah kita menunjukkan rasa syukur dengan mempersembahkan ibadah yang layak kepada Allah, yang disertai rasa hormat dan penuh kekaguman, Ibr 12:29 sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

 

Kau harus pulihkan teman-temanmu. Jangan ada yang menyombongkan diri. Pencapaian manusia itu hanya seperti sampah, sebab hanya Allah yang membangun. Singkirkan material lama. Jangan renovasi, tapi ganti dengan yang baru. Pastikan yang kau pegang itu tidak tergoncangkan. Tuhan akan izinkan masalah dan penyakit. Orang-orang harus sampai kepada KESADARAN. Semua digoncangkan. Bangsa-bangsa digoncangkan. 

Tuhan tidak mau kau memegang yang masih tergoncangkan. Saya terus membangunkan batu fondasi dari Batu Penjuru yang mengukur kau dari Firman Tuhan. Akan tersisi dari Kerajaan yang tidak tergoncangkan.

Yang tidak tergoncangkan adalah kualitas sorga.

 

Setiap mahluk sedang mengerang menantikan anak-anak Allah dinyatakan. Mereka alami pelapukan, penurunan, kesia-siaan. Kau harus menangkap benih yang murni. 

 Kis 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. 31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Allah sekarang memberitakan kepada manusia. Ini bukan penginjilan. Negara-negara sekarang dikonfrontasi. Semua manusia di mana pun harus bertobat. Kau harus berobah, mental, cara pandang dan aspek hidupmu, spy kau selaras cocok dengan Tuhan. Kau tidak punya alasan untuk terhenti.

Mengapa Tuhan memberikan kebenaran-Nya, pewahyuan-Nya terus menerus bagaikan hujan dan air yang terus mengalir? Supaya kita MELIHAT kebenaran-Nya. Melihat siapa Dia yang dulu, sekarang dan yang akan datang? DIA tidak pernah berubah, tapi kita harus berubah, supaya kita MELIHAT dengan BERBEDA. Melihat dari perspektif yang berbeda, maka persepsi yang kita terima akan berbeda.

Mengapa ada pewahyuan pertama tentang siklus badai ekonomi dunia 2019-2039?* Lalu mengapa ada pewahyuan tentang 2 dekade sorga terbuka (sorga terbuka, ketajaman profetik, keakuratan pewahyuan, posisi rohani yang strategis, dan demonstsrasi Roh Kudus)?** Mengapa ada sapi gemuk, sapi kurus, sapi berdarah, sapi mati dan keadaan dunia terus memburuk dan makin kacau? Kedua macam pewahyuan yang kontras itu adalah gambaran dunia dan sorga. Apakah yang jelek untuk dunia dan yang baik untuk gereja? Mana yang kau pilih? Siklus badai ekonomi atau 2 dekade sorga terbuka? Tidak, kita tidak bisa memilih keduanya.

Pagi ini ketika saya berdoa tentang firman-Nya dan pewahyuan-Nya ini, Tuhan ingin saya MELIHAT perbedaan antara PIKIRAN TUHAN dan MANUSIA. Rencana Tuhan dan manusia. Jangan memilih, tapi POSISIKAN dirimu. Karena pilihanmu bisa salah atau percuma. Bila pilihanmu benar, belum tentu kau bisa mengalami apa yang kau pilih.  Maka janganlah memilih, tapi POSISIKAN DIRIMU DI TEMPAT YANG TEPAT. Di mana itu? Di mana Tuhan berada di situ HARUSNYA KITA BERADA.

Yoh 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Jangan sibuk melayani seperti Marta, tapi ambillah posisi Maria MENDENGARKAN. Jangan sibuk menimbang-nimbang apa yang baik dan tidak, walau pun itu sudah diwahyukan di hadapan kita. Walau pun fakta-fakta rohani itu sudah dinyatakan kepada kita sebagai Gereja-Nya, jangan sibuk berpikir. Kita hanya perlu berada bersama Dia yang dulu, yang sekarang dan yang akan datang.

Ketika orang-orang di dalam rumah terkena Covid-19, semua ingin sembuh dan mereka yang terdampak Covid-19 ingin cepat-cepat dipulihkan; itu dari sisi manusiawi, tapi biarlah kita MELIHAT ada sesuatu yang lebih baik yang Tuhan sediakan. Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan buat mereka yang mengasihi Dia. Itu yang harus kita cari, bukan sibuk dan dipusingkan keadaan, penyakit dan kesusahan.  Dia ingin kita melihat itu. Dia ingin kita melihat-Nya lebih jelas lagi. Maka naiklah, bergeserlah, mendekatlah dan pandanglah Tuhan. Dengar apa yang dikatakan-Nya lebih jelas lagi.

Baik pikiran dan kemauan, Dia lah yang akan menginspirasikan-Nya kepada kita. Lihat besarnya perbedaan, tingginya perbedaan itu. Antara siklus badai ekonomi dengan apa yang disediakan-Nya dalam 2 dekade sorga terbuka. Ia ingin kita melihat dan bukan memilih.  Ia ingin kita mengerti, bukan perbedaannya, tapi itulah perbedaan antara pikiran kita dan pikiran Tuhan, sejauh tingginya bumi dari langit.  Ia ingin kita MENGERTI KASIH SAYANG-NYA, KASIH SETIA-NYA, KASIH KARUNIA-NYA yang dulu, yang sekarang dan yang akan datang itu TETAP SAMA. Aku-lah DIA. Aku lah KASIH.

Tidak usah bangga dengan pewahyuan-pewahyuan yang Dia anugerahkan, tapi KASIHI LAH DIA lebih lagi sebagaimana Dia adanya. Keberadaan kita bukanlah untuk berkat-berkat-Nya, bukan untuk mujizat-Nya, bukan untuk pewahyuan-Nya; tapi untuk kita ada BERSAMA DIA di mana IA BERADA di situlah kita ada. Kemana Anak Domba itu pergi, ke situ lah kita pergi.

Tuhan sedang membangun rumah-Nya. Dari kemah Daud menjadi Bait Kudus. Kuduslah sebab Dia kudus. Ia sedang menggoncangkan yang tidak tetap supaya tinggal apa yang tetap. Dia menggugah setiap kemah-Nya, Dia goncangkan kemah-Nya supaya BANGKIT DAN MENYADARI apa yang kurang, apa yang harus dipersiapkan, apa yang harus dibangun. Bangkit dan datang kepada-Nya sebab MAUT sedang mendatangi untuk terakhir kali pada jam yang terakhir ini.

Mrk 14:37 AYT Kemudian, Ia datang kembali dan mendapati murid-murid-Nya sedang tidur, dan Ia berkata kepada Petrus, "Simon, mengapa kamu tidur? Tidak bisakah kamu berjaga-jaga selama satu jam?

Tuhan ingin membangun kembali KEMAH DAUD yang runtuh menjadi BAIT SUCI, gereja masa depan. Maka berdoa dan berjaga-jagalah SELALU satu jam terakhir zaman ini. Tuhan ingin kita datang berdoa bersama dengan Dia di tempat di mana Dia ada.

Mrk 14:38 TB Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Berdoalah MENURUT ROH, bukan menurut daging. Kekuatan doamu harus dari Roh, bersama Roh Kudus, bukan kekuatan daging yang lemah.

Mrk 14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Indikasi mereka yang akan jatuh ke dalam pencobaan adalah mata mereka sudah berat dan tidak dapat merespon perkataan Tuhan, sekali pun mereka sepelemparan batu saja jauhnya dari Tuhan. 

Merespon itu dari kesadaran hati nurani, dari bagian hati yang terdalam bukan dari pikiran di jiwa kita. Dengan pikiran kita sendiri, kita menentang kebenaran-Nya, merasa lebih pintar dari Tuhan. Jika kita adalah manusia duniawi kita, manusia insani, tidak dapat menerima kebenaran yang dari Roh.

1Kor 2:14  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Kita mahluk spiritual, tapi juga mahluk duniawi karena kita masih hidup di dunia ini. Manusia duniawi bukan hanya mereka yang belum mengenal Allah. Selama kita bernafas kita tetap manusia duniawi, yang harus menyadari KELEMAHAN JIWA kita. Itu sebabnya dikatakan tidak ada manusia sempurna, selain Yesus yang adalah Firman yang menjadi manusia. Saya berikan rumus: Kesadaran Hati nurani + Kodrat Ilahi dari Roh Kudus = kekuatan dahsyat untuk menang atas manusia jiwani / manusia duniawi kita, bahkan kita bisa mengalahkan Allah. 

Bagaimana cara Yakub mengalahkan Allah dan manusia? Yakub telah mengalahkan Allah dan manusia duniawinya. 

Bagaimana dia mengalahkan manusia? Dia tau bagaimana menundukkan manusia duniawinya, dirinya sendiri? Yakub MENYADARI kelemahannya sebagai manusia duniawi, manusia jiwaninya. Maka  dia LEPASKAN pribadinya (ego, self), harga dirinya (pride). Dia tau apa yang diperolehnya dari dunia (rumah Laban), 2 istri, anak-anak dan seluruh harta bendanya tidak cukup, tidak bisa mengalahkan takutnya kepada Esau.  Bagaimana Yakub mengalahkan Tuhan?  Di sungai Yabok dia memegang erat dan tidak melepaskan Malaikat itu sampai pagi menjelang, sebelum Ia mengakui bahwa Dia adalah Allah-nya Yakub. Bukan hanya Allah Abraham dan Allah Ishak.

Kita harus selalu melekat pada Tuhan dan tidak melepaskan-Nya sampai terjadi perobahan jati diri kita, dari penipu (menipu diri sendiri, menipu orang lain, Yakub menipu Esau dan ayahnya) menjadi Israel (pangeran Allah). Maka mendekat dan mendekatlah untuk menutup jarak itu yang adalah kekurangan kita.

Why 17:12 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.

Why 18:10 berdiri jauh-jauh karena takut terhadap siksaannya, dan menangis, "Celaka! Celakalah, kota yang besar, Babel, kota yang kuat itu! Sebab, dalam satu jam saja penghakimanmu sudah datang!"

Yesus bersama murid-murid di Taman Getsemani. Satu jam lamanya Yesus berdoa sebelum orang yang menyerahkan Dia kepada pemerintahan dunia itu datang, sementara murid-murid-Nya tertidur.

Kemah-kemah-Nya sedang tertidur dan harus digoncangkan Tuhan supaya bersiap-siap, sebab dalam satu jam saja masa penghakiman itu segera datang! Papa Jonathan menyatakan di SOS tahun 2019 lalu, bahwa Tuhan akan menggocangkan setiap bangsa dan setiap orang di bumi. Saya melihat agenda di tahun 2019. Konferensi SOS ini diselenggarakan pada 25-30 November 2019, dan SEGERA itu terjadi, Covid-19 datang! Bangsa-bangsa dan setiap orang di bumi ini digoncangkan Tuhan. Bukan Tuhan yang menyebabkan Covid-19. Tapi Covid-19 adalah gambaran adanya kuasa kegelapan yang menyebar ke seluruh bumi, tanpa memandang bangsa, suku, ras, agama, budaya, iklim atau cuaca. Kita tidak tau virus Covid-19 ini hasil rekayasa manusia di laboratorium atau bukan, tapi kuasa kegelapan itu muncul dari jurang maut yang tidak kelihatan dasarnya (bottomless pit  of hell, Wahyu 9:2)

 

Papa Jonathan di atas mengatakan: Saya terus membangunkan batu fondasi dari Batu Penjuru yang mengukur kau dari Firman Tuhan.

Waktunya kemah-kemah Tuhan bangkit dan mendekatkan diri kepada Kristus Yesus. Jangan ada jarak. Apa itu jarak?  Perbedaan, ketidaksesuian, kesenjangan, ketidakcocokan.

Malaikat mengambil tongkat pengukur dan memeriksa Gereja-gereja untuk melihat apakah mereka tidak sejalan dengan Firman-Nya.

Why 11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

BANYAK GEREJA AKAN JATUH dan banyak di antaranya akan terluka. Akan ada KEBANGKITAN DAN PENGUNGKAPAN KESALAHAN dalam beberapa waktu mendatang. Apa yang tampak sangat kecil perbedaannya di awal membangun telah menjadi sangat jauh dari awalnya. Ini gereja-gereja yang tidak memakai Yesus Kristus sebagai batu penjuru. Ini adalah kesalahan para tukang bangunan yang ceroboh. Tidak memanfaatkan pengajaran para rasul dan tidak mengenali rasul-rasul yang dianugerahkan Tuhan dalam 5 jawatan pelayanan. Tidak ada kasih karunia mengalir, tidak ada impartasi mengalir. Hanya dari seorang rasul, seorang sumber anugerah, yang daripada mulutnya keluar FIRMAN KASIH KARUNIA dan daripada pribadinya mengalir impartasi roh, dan memberikan warisan harta rohani.

Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan [warisan]  bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Kis 20:32

Perbedaan dan jarak itu tidak dapat dilihat dengan pikiran dan manajemen gereja yang terbaik sekali pun di dunia ini! Sekali pun mereka melihat, mereka tidak akan menanggap dengan tepat, sebab mata mereka telah berat, seperti mata murid-murid. Tembok-tembok denominasi telah berusaha menutupi perbedaan jarak itu, demikian juga para ahli teologi dengan teorinya yang Alkitabiah!

Tuhan sangat prihatin dengan perbedaan yang muncul dari dinding yang tidak diukur dari batu penjuru. Lihat bagaimana tembok itu bersandar dan perhatikan tembok itu runtuh karena sekarang beratnya di atas dan memberi tekanan besar pada fondasinya.

Perhatikan bangunan setiap dinding; pastikan dindingnya lurus, jika tidak maka akan jatuh. Tembok-tembok yang ada yang telah dibangun di atas fondasi Tuhan runtuh dan manusia akan segera menemukan betapa mengerikannya kehancuran yang datang dari kesalahan kecil! Paulus mengatakan perhatikan bagaimana caramu membangun di atas fondasi yang telah diletakkan!

Keretakan adalah awal, kehancuran dan keruntuhan adalah hasil dari ketidakpedulian ukuran kebenaran yang dipakai untuk membangun. Lot membuat celah Mesir dan membuat jarak denga Abraham. Dia tetap orang benar. Tapi semua keturunannya runtuh menjadi bangsa Amon dan Moab. Tidak ada kasih karunia dan impartasi mengalir kepada generasi selanjutnya!

Lihat distorsi (celah sempit) yang dibuatnya ketika di Mesir dan jarak antara tanah Kanaan dan lembah Sodom; perhatikan mereka jatuh dengan keras seperti tiang garam yang jatuh.

Lihat percampuran yang dibuat oleh Salomo.  Betapa pun agungnya dan megahnya BANGUNAN Bait Suci, percampuran itu tidak boleh ada. Seluruh dunia mengagumi hikmat yang dimiliki Salomo. Tapi sebelum membangun Bait Suci, Salomo mengambil anak Firaun menjadi istrinya. Percampuran bahan bangunan tidak boleh ada dari awalnya.

1Raj 9:16  —  Sebab Firaun, raja Mesir, telah maju berperang dan merebut Gezer, lalu membakarnya dan membunuh orang-orang Kanaan yang diam di kota itu. Kemudian diberikannya kota itu sebagai hadiah kawin kepada anaknya, isteri Salomo,

1Raj 11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.

Ibr 11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

Bahkan Musa sekali pun hanya disebut saja sebagai anak dari putri Firaun, dia menolaknya! Dari awal Musa telah menunjukkan sikap: Dia bukan pangeran Mesir! Maka Allah berkenan menampakkan diri-Nya di hadapan Musa dalam semak-semak duri yang tidak terbakar api. Itu adalah representasi Pribadi Kristus, yang mengenakan semak duri, namun ada api Roh Kudus menaungi-Nya! Ia turut merasakan penderitaan bangsa Israel di Mesir dengan cara yang kudus dan murni. Ia ingat perjanjian-Nya dengan Abraham  tentang keturunannya, pengorbanan Ishak dan kasih-Nya kepada Israel.

Dengan ikat-janji-Nya Tuhan bertindak, dengan kasih karunia-Nya Ia menjagai dan membangun kita. Jangan menolak kasih karunia itu, sekecil apa pun anggapanmu!  Jangan remehkan pemberian-Nya. Kelima jawatan itu pemberian-Nya untuk membangun. Pertama-tama Dia serahkan kepada ahli pembangunan yakni para rasul.

Gereja pertama-tama dibangun oleh pengajaran para rasul, bukan pengajaran orang lain! Bukan oleh para gembala atau pendeta, bukan oleh para penginjil.  Mereka yang hanya menjadi ahli teologi, dan bukan dari hidup berjalan bersama Tuhan, hanya menjadi tukang-tukang cat dan tukang tambal dempul, yang menutupi keretakan demi keretakan bangunan.  Yang harus meletakkan DASAR PENGAJARAN [doktrin] adalah SEORANG RASUL TUHAN.

1Kor 3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

Orang-orang yang meletakkan tembok [doktrin] Gereja memang meletakkan ajaran yang salah yang selama bertahun-tahun telah menjadi semakin jauh dari kebenaran. Oh, seberapa jauh sebuah Gereja TELAH MELEWATKKAN TANDA KECIL ini? Mereka melewatkan patok dari BATU PENJURU itu yang dipasang oleh seorang rasul! Mereka lebih bermegah dengan denominasinya. Pada waktunya, bukankah MELEWATKAN TANDA KECIL itu akan menjadi GAP LEBAR?  Inilah sebabnya mengapa penting untuk memulai PADA FOUNDASI ​​YANG TEPAT. Tidak akan ada kekuatan yang mengikat antara dinding-dinding dengan batu penjuru akan membuat bangunan roboh dan hancur.

Jadi ini tentang perbedaan, tentang jarak. Martha hanya berjarak beberapa langkah dari Maria dan Yesus berada, tapi lihat perbedaannya seperti yang dikatakan Yesus:  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Luk 10:42

Bukan Martha tidak mendengar kata-kata Yesus, tapi dia sama sekali tidak bisa menangkapnya dan mengertinya. Ia mengukur secara salah apa yang dilakukan Maria dengan berdiam diri di kaki Yesus. Matanya melihat secara salah, tidak seperti Yesus memandang. Apa yang tidak akan diambil dari Maria? Kerajaan-Nya dan keselamatannya. Hak waris atas Kerajaan-Nya dan keselamatan itu akan tetap pada Maria, menjadi milikinya dan Ia menjadi milik Tuhan selama-lamanya (Kis 4:12).

Yesus maju ke depan untuk berdoa mencurahkan isi hati-Nya kepada Bapa di Taman Getsemani, kira-kira 1 jam sebelum Ia ditangkap. Namun lihat, murid-murid tidak siap, tidak mendengar dan merespon apa yang  Yesus katakan untuk berjaga-jaga! Mereka tidak peduli apa yang Yesus katakan dan tetap tertidur.

Lot membuat jarak cukup jauh dari Abraham. Lihat apa yang terjadi kemudian!

Musa tidak mau disebut anak dari putri Firaun, tetapi Salomo mengambil seorang istri dari putri  Firaun! Lihat apa yang terjadi pada Salomo di masa tuanya! Bandingkan dengan Musa di akhir hidupnya. Ini terjadi dari jarak perbedaan yang dibuat oleh Musa dan Salomo.

Bukan jarak atau retakan akan membuat kegoncangan, tapi jarak memperparah kerusakan akibat  adanya goncangan yang Tuhan buat! Karena tidak ada perlindungan, tidak ada kekuatan, tidak ada ikatan roh dan ikat-janji dengan Tuhan.  

Bukan dari iblis atau jemaat gereja yang berulah, sehigga terjadi kegoncangan, tapi Tuhan sendiri yang sengaja membuat kegoncangan. Jangan salahkan jemaat! Para pemimpin adalah tukang bangunan, harus memperhatikan titik yang sering tidak dianggap penting, seperti tukang-tukang bangunan yang telah membuang batu penjuru!

Kis 4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan  —  yaitu kamu sendiri  — , namun ia telah menjadi batu penjuru.

Batu bicara tentang Kerajaan Allah.

Luk 20:18 Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."

Dan 2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."

Apa yang dibangun manusia secara natural, menggunakan unsur-unsur dunia akan hancur remuk, bahkan yang kelihatan mulia seperti emas sekali pun. Siapa yang menyebabkan kehancuran? Tuhan sendiri, bukan faktor lain, bukan faktor manusia, karena dari mulanya manusia berbuat semaunya, menurut pikirannya sendiri.

Dunia alami pelapukan, penurunan, kesia-siaan. Kau harus menangkap benih yang murni, bukan benih yang bercampur dengan faktor manusia dan filosofi dunia.  Jangan meninggikan dirimu dan menganggap dirimu menjadi batu penjuru – yang adalah Kristus. Ukurannya adalah Kristus, bukan manusia. Amin.

 

 * Lihat artike terkait tentang Siklus badai ekonomi dunia: DI SINI

** Lihat artike terkati tentang Dua dekade Sorga Terbuka

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...