Langsung ke konten utama

Upper Room 33 – DR. Jonathan David


Hak Kesulungan  - bagian 2

(Your Spiritual Birthright part 2) 18-01-2022

Pengantar – Ps. Cyrus

 

Umat Tuhan harus bangkit menjadi suara bagi orang di sekitar kita. Bagi negeri kita. Iman timbul dari perkataan. Ini harus jadi realita. Hidup di bawah sorga terbuka. Ini menjadi bagian hak kesulungan kita. Tuhan menjanjikan banyak hal kepada kita untuk berkontribusi bagi Tubuh Kristus.

Ketika kita dengarkan firman, kita miliki telinga seorang murid, memiliki roh yang membedakan, yang memiliki pengertian dan terhubung dengan frekuensi sorga. Miliki langkah yang sama dan buka hati kita untuk lebih diselaraskan.

 

Pp Jonathan.

3. Hak kesulungan untuk menerima penuaian yang penuh.

Kita harus hidup terhubung. Saya akan datang dan memberikan upah. Itu transfer warisan. Kita tidak menunggu tua dan mentransfer warisan. Kadang Tuhan harus menambahkan kehidupanmu untuk berbicara. Ada tuaian yang penuh.

Kis 20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan (warisan) bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

33  Aku tidak menginginkan perak, atau emas, atau pakaian siapa pun. 34  Kamu sendiri tahu bahwa tangan ini* melayani keperluanku dan mereka yang bersama-sama dengan aku. 35  Dalam segala hal, aku telah menunjukkan kepadamu bahwa dengan bekerja keras seperti cara ini, kita harus menolong yang lemah dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, bahwa Ia sendiri berkata, ‘Lebih berbahagia memberi daripada menerima.’"

Saya butuh kasih karunia untuk menerima warisan ketika menjadi dewasa rohani. Jangan kehilangan kesulungan yang merupakan tempat kehormatanmu.

Gal 4:1 Yang kumaksud, selama ahli waris itu masih anak-anak, ia tidak ada bedanya dengan budak walaupun ia adalah pemilik segala sesuatu. 2  Ia berada di bawah kuasa pengawas dan pengurus rumah tangga sampai waktu yang telah ditetapkan oleh ayahnya.

Seharusnya kita jadi anak-anak yang progres, terus bertumbuh dan berkembang, bisa berbicara. Ada sesuatu yang sudah terbangun. Ini anak yang natural.

Bapa yang memilih kita dan Dia yang membuka hatimu. Jangan mencari bapa rohanimu. Anak-anak dalam perwalian dan pengawasan sampai waktu yang ditentukan, supaya mereka memiliki dinamika kehidupan. Pendidikan kita harus kualitas raja. Kau harus dididik sebelum bekerja. Ada banyak pekerjaan dari Bapa. Pengawas dan perwalian harus tau bagaimana melatih sesuai tujuan. Untuk menjadi juara dan dilatih berbeda. Tuhan menetapkan waktunya dan menentukan pelatihnya untuk terjadinya suksesi sehingga terjadi transfer warisan.

Waktu rohani adalah kunci kepada warisan rohani.

Kis 2:1 Ketika hari Pentakosta* tiba, mereka semua bersama-sama berada di tempat yang sama.

Artinya kau sampai kedewasaan penuh. Anak bungsu ambil warisan, ambil semuanya dan berakhir di kandang babi.  Hati-hati dengan mentalitas babi. Jangan kehilangan apa yang Tuhan berikan kepada kita supaya kita jadi tim sukses Tuhan. Hak kesulungan untuk menerima akses pengenalan, hidup kudus, mendapatkan tuain penuh dan mempercepat warisan.

4. Hak kesulungan makan dari Pohon Kehidupan.

 

Why 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 2  Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

3  Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, 4  dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

Tidak ada bayangan dan tidak ada yang tersembunyi di sungai air kehidupan. Semua jernih seperti kristal.

Adalah hal yang luarbiasa bila kau makan dari Pohon Kehidupan. Hanya ada 1 pohon kehidupan. Pohon itu berbuah 12x. Setiap bulan berbuah.  Tidak lagi ada kutuk. Tidak ada lagi malam.

5. Hak kesulungan kita adalah untuk memasuki kota Allah.

Sion adalah kota Allah yang hidup.

Why 22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Hak untuk memasuki pintu kota, hak untuk bermitra dengan Dia.

Terima nabi dan terima upahnya untuk membangun bumi yang baru dan sorga yang baru. Hidup seperti ini harus terus berlangsung. Kita bisa mempraktekkan kasih bersama orang-orang kudus (Ef 3). Dia memiliki dimensi-dimensi. Tubuh itu juga bisa kita pakai menyeberang ke alam lain. Tubuh rohani bisa membawa kau ke sorga. Sebelum ke sorga kau harus miliki tubuh rohani. Tubuh jasmani ini seperti penjara bagi kita. Tidak sembarang orang masuk ke Pohon Kehidupan. Semua dijaga. Hanya yang berkenan bisa masuk. Roh kematian yang dibawa Kain itu terus berkuasa. Tuhan berikan saya kemampuan memelihara posisi rohani bagi kehormatan bermitra dengan Allah. Tuhan terus perhatikan kau supaya rencana-Nya dinyatakan dalam hidupmu.

1 kor 3:10  Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

12  Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,

13  sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

14  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

15  Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

16   Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Saya bekerja keras membangun fondasi. Jangan rusak fondasi itu membangun Kristus dalam dirimu, sebagai batu penjuru, ukuran apa pun. Hati-hati kau membangun di atasnya.  Fondasinya Yesus sendiri. Ini sangat sulit. Kalau kau tidak ikuti kau akan terhilang. Ada pertumbuhan seperti tumor /kanker. Itu bukan yang Tuhan inginkan. Sebagai pastor perhatikan yang dibangun. Pekerjaan bapa rohani itu sangat sulit. Tanpa fondasi tidak ada suksesi.  Semua material yang kita terima itu harus diuji dengan api. Pastikan fondasinya itu bagus. Pastikan fondasinya Kristus. jika tidak, akan hancur.

1Kor 3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

Ini tanda-tanda bahaya.

5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

6  Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

7  Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

8  Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya.

 

Setiap orang yang membangun memiliki kasih karunia yang berbeda. Perpecahan dan pertentangan karena orang membangun tidak benar.  Semakin dewasa orang dan makin sukses sebenarannya makin berbahaya atau menjadi berkat. Mereka punya pengaruh. Jangan meniru orang-orang hebat, tapi mereka harus dibangun. Setiap bangunan dan pekerjaan harus diuji. Kita bicara tentang membangun, tentang fondasi dan batu penjuru. Tidak sembarang orang bisa membangun. Dimensi bapa harus ada pada tiap jemaat.

6. Hak kesulungan untuk minum dari sungai kehidupan.

Bangun gereja seperti Kristus. membuat sorga tetap terbuka dan neraka tetap tertutup. Membuat atmosfir tetap bersih. Gereja yang bisa menjangkau sorga. Ini bukan hanya memberkati, tapi membawa perobahan. Itulah kehormatan dari Tuhan.

Why 22:1 Kemudian, malaikat itu menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang bening seperti kristal, mengalir dari takhta Allah dan Anak Domba

Why 22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata, "Marilah!" Biarlah orang yang mendengar ini berkata, "Marilah!" Biarlah orang yang haus datang; biarlah orang yang bersedia mengambil air kehidupan secara cuma-cuma."

Musuh tidak bisa merampas ini dari kami. Ini kehormatan yang Tuhan berikan, karena Roh Tuhan ada pada kami. Kami tidak mengambilnya dari dunia, tapi dari Tuhan. Dia memeteraikannya dan tidak menahannya. Perkataan-Nya mengubah kami dan hidup kami, hati kami dan pikiran kami tertanam konsep-konsep Mu.

PENJABARAN PS. CYRUS

 

Ef  3: 16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17  sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

18  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19  dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

20  Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21  bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

 

Ef 3 supaya kita menjadi pola kehidupan. Orang yang membawa firman, memberikan warisan. Pewahyuan bisa menjadi realita. Membawanya ke dalam hati kita dengan pengertian.

1.       Dia berikan hak kepada warisan kita.

 

Gal 4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;

 

Gal 4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 7  Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

Ay 1 bicara tentang anak yang belum dewasa.  Jadi ada proses. Tanpa proses tidak ada kemajuan. Harus ada pewahyuan siapa bapa kita. Menjadi dewasa harus ada pewahyuan. Jangan lagi mencari orang lain menjadi bapa kita. Tapi jadilah dewasa.

 

Pewahyuan pertama:  Allah itu Bapa dan kita adalah anak-Nya. Ketika kita jadi anak-Nya, kita menjadi saudara orang lain yang memiliki Bapa yang sama. Jangan ikuti seorang hamba Tuhan, tapi ikuti Allah dari hamba Tuhan itu. Benih yang sama terlahir dan menghasilkan yang sama. Ketika kita melihat Bapa yang sama kita jadi anak-anaknya. Kekristenan bukan secara lahiriah, karena lahir dari orangtua beragama Kristen, tapi terima benih dan pewahyuan yang sama dan  yang menjadikan kita sebagai anak oleh Roh Adopsi dan bertumbuh menjadi dewasa.

 

Ini adalah panggilan. Terima pewahyuan yang sama. Roh yang sama yang mengadopsi bapa rohani, mengadopsi roh kita.  Itu melahirkan Kristus dalam roh kita. Pewahyuan yang sama bekerja di dalam kita. Dan kita juga memanggil Dia, Abba Bapa. Kedewasaan itu akan membentuk kita menjadi orang yang kuat. Ada banyak hal yang tidak perlu lagi diberitahukan dan diajarkan karena kita menerima Roh pengertian.

                                                                                                                                         

Rm 8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

 

Rom 8:15 bukan roh perbudakan, tapi Roh Adopsi. Kita membawa DNA Bapa. Membawa hak kesulungan. Jangan sampai terhilang. Hanya tumbuhlah menjadi dewasa dan terima warisan dari bapa rohani. Roh adopsi menjadikan kita anak dan memproses kita sampai kita mengenal Bapa, memanggil-Nya ya Abba, ya Bapa.

 

Jangan berteriak, jangan menangis, tapi panggillah Bapa. Terus bertumbuh dalam kebenaran, pengertian, bertumbuh akan kasih karunia dan dalam hikmat sehingga kita memperoleh perkenanan Bapa:  “Inilah Anak-Ku yang Ku kasihi. Kepada-Nyalah  berkenan.”

 

                                                                        

2.       Dia mau memberi kita makan dari Pohon Kehidupan bukan pohon Pengetahuan.  Dia tidak lagi menaruh Pohon Kehidupan di taman, tapi di hati manusia.  Ini upgrade yang hendak diaplikasikan kepada kita.  Ketika kau mendedikasikan hidupmu bagi Tuhan kau akan menjadi seperti pohon yang tumbuh di tepian aliran sungai. Harapanmu dipulihkan, cara pandangmu dipulihkan, karena masih banyak hal yang belum konkrit menjadi realita.  Ketika cara pandang kita dipulihkan secara rohani dan jasmani, maka kita akan melihat kita adalah pohon. Buah dan daun kehidupan kita akan menjadi kesembuhan bagi orang lain, bagi gereja, dan bagi bangsa-bangsa. Ada pohon kesembuhan bagi bangsa-bangsa di Muar karena ada pohon kehidupan, yaitu kehidupan papa. Itu menjadi hak kesulungan kita untuk makan dari pohon kehidupan, karena ini untuk memproduksi kehidupan. Apa pun di sekitar kita memproduksi kematian, tapi kita harus memproduksi kehidupan yang melimpah. Memproduksi jawaban, solusi, memproduksi anak-anak dengan mentalitas Kerajaan. Itu terjadi kalo kita terhubung dengan akarnya yakni Kristus. Buahnya adalah manifestasi Kristus dari dalam kehidupan kita.  Ini bukan kehidupan yang terbatas tapi kehidupan yang berkelimpahan dari Allah.  Itu sebabnya kita harus makan dari pohon kehidupan.

 

 

Impresi dan pesan yang saya dapatkan:

1.       Tidak mudah untuk mendapatkan pewahyuan tentang hak kesulungan kecuali seorang bapa rohani sendiri membukakannya kepada anak-anak dalam rumah, bahwa tersedia hal-hal yang sudah dibukakan Tuhan dan tadinya masih merupakan misteri dan malahan mustahil diakses.

 

Misalkan akses kepada Pohon Kehidupan itu dijaga oleh beberapa kerub dengan pedang yang menyala-nyala untuk menghalau manusia datang.

 

Kej 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

 

Dan sebelumnya Alkitab memberitahukan kita alasan Tuhan mengapa hal itu harus dilakukan. Tuhan tidak mau manusia hidup selamanya  dalam keadaan berdosa dan hanya mengandalkan pengetahuan baik dan jahat, tapi terputus hubungannya dengan Allah. Itu bukan tujuan Allah menciptakan manusia dan bumi ini.

 

Kej 3:22  Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

 

2.       Karya Kristus yang mendamaikan manusia dengan Allah dan diri-Nya menyebabkan kita mendapatkan kembali sebuah kehidupan yang “baru”, yang memang telah dirancang Allah sejak semula bagi  manusia. Yesus telah meluruskan kembali dari apa yang telah terputus:

sehingga kita bisa mengakses kembali kehidupan yang selaras dengan kehendak Sang Khalik.

 

Ini adalah warisan langsung dari Yesus Kristus buat kita yang terpanggil dan terpilih sebagai anak-anak Allah. Kita tidak boleh salah merespon, berpikir dan bertindak rendahan seperti Esau.

 

Hak kesulungan ditranser sebagai warisan (legacy) oleh seorang sumber anugerah dan bapa rohani di dalam rumah-rumah rohani. Kristus Yesus adalah sumber anugerah utama darimana hak kesulungan ini bisa diwariskan kembali dari generasi pada generasi disertai dengan kemuliaan dan semua harta rohani yang diterima Yesus dari Bapa. Tujuan utama dari transfer hak kesulungan ini adalah supaya Kristus termanifestasi dari setiap anak-anak Tuhan, menjadi saksi Kristus yang utuh, bukan sekedar ditunjuk sebagai saksi.

 

 

3.       Supaya kita mendapatkan KONFIRMASI  (CONFIRM) atas hak kesulungan ini maka hidup kita harus SELARAS (CONFORM) sebagai anak-anak Allah, bukan anak-anak dunia. Maka konfirmasi itu akan kita terima dengan penetapan dan berhak sebagai ahli waris.

 

 

4.       Maka pertama-tama kita harus dapat MENGENAL DIA DENGAN BENAR.  Dengan POWER OF KNOWING kita akan semakin diselaraskan. Roh Kudus bekerja mulai dari roh, menyetel (tune up dan tune in) frekuensi roh kita dengan frekuensi sorgawi. Kita memerlukan penerimaan yang akurat bukan sembarang mendengar apa kata orang, sampai kita dapat mendengar pewahyuan dari tangan pertama lewat Roh Kudus sendiri dari firman yang kita.  

 

 

5.       Setiap firman yang kita dengar harus mengalami proses internal di dalam bukan hanya sampai pada roh, tapi juga harus memproses pikiran dan emosi kita, sehingga semua itu harus diselaraskan dengan maksud dan tujuan firman, maka kita akan bisa mengendapkan, menanam dan menyimpan rhema firman di dalam batin dan hati kita sebagai kebenaran yang kita percayai dan kita pegang kuat sebagai firman iman. 

 

6.       Ini adalah proses yang harus dilewati, tidak bisa pola dan kekayaan yang ada di dalam rumah rohani itu terbentuk begitu saja secara otomatis karena kita ada di dalam sebuah rumah rohani. Penerapan dari setiap firman iman lah yang akan membentuk pribadi jemaat sesuai dengan pola Tuhan. Hakekatnya sama saja dengan iman tanpa perbuatan adalah mati. Jangan merasa aman dan menerima begitu saja (take it for granted) bahwa kita akan mencapai destiny bersama hanya karena setia beribadah dalam sebuah rumah rohani. Si sulung pun selalu ada bersama ayahnya di rumah dan setia melayani.  Dan ingat selain si sulung, ada pula Esau yang mengancam untuk membunuh karena berkat dari hak kesulungan.

 

7.       Mata kita harus terbuka melihat perspektif rumah rohani dari segala sudut, bahkan dari dasar yang terdalam di tanah di mana tunggul Isai berasal.  Jika secara jasmani kita memandang, maka tidak ada yang namanya rumah rohani Daud. Ada gontok-gontokan, ada perkosaan, ada pembunuhan, ada perebutan kekuasaan, pembangkangan dan pemberontakan. Namun dalam keadaan seperti itu secara luarbiasa  biasa tahta kerajaan yang Daud persiapkan tidak bisa digoyahkan. Dan walau pun Salomo tidak berhasil mengikuti jejak langkah Daud dan hanya sukses membangun Bait Allah, tapi kasih setia Allah tidak pernah lepas dari rumah Daud.  Daud telah dibangun sedemikian rupa dari dasar yang paling dalam, sehingga dikatakan dia sebagai tunggul Isai.   Dan dari tunggul yang sama, Mesias dimunculkan. Tunggul adalah tempat di mana keluar tunas-tunas tanaman yang baru.

 

Yes 11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

 

 

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...