Langsung ke konten utama

Persiapan Kedatangan Tuhan (#12)

SATE 12 Juni 2025


BACA dan RENUNGKAN

Ibrani 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

 NKJV 15 For we do not have a High Priest who cannot SYMPATHIZE with our weaknesses, but was in ALL POINTS tempted as we are, yet without sin.

 Matius 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." 42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" 43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. 44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

 Lukas 4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Lukas 4:14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

 

### 1. Tetapi dia telah dicobai dalam SETIAP ASPEK kehidupan manusia, tetapi tidak berdosa. Apakah Yesus juga DICOBAI dalam setiap perbuatan daging seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21? Bagaimana Yesus menghadapi PENCOBAAN untuk memenuhi keinginan dagingNya, tubuh dan jiwaNya? Apakah Yesus itu tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, apakah Dia kebal terhadap dosa?

*#Ya, Ia dicobai dalam SETIAP ASPEK perbuatan daging (Galatia 5:19-21)?*

Galatia 5:19-21 berbicara tentang "perbuatan daging"  yang mencakup percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala (lebih mengasihi dunia), sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya. Penting untuk dipahami bahwa "dicobai dalam segala aspek dan merasakan kelemahan" (Ibrani 4:15) tidak berarti Yesus secara aktif melakukan atau terlibat dalam perbuatan dosa tersebut melainkan BERSIMPATI (turut merasakan) atas pencobaan yang kita alami.

Dia juga menghadapi godaan yang  berakar pada keinginan-keinginan manusiawi tersebut sebab Yesus adalah manusia sejati.  Meskipun Yesus tidak pernah melakukan percabulan, Dia mungkin mengalami godaan hawa nafsu atau keinginan fisik yang, jika tidak dikendalikan, dapat mengarah pada percabulan. Dia mungkin mengalami godaan untuk mencari kemuliaan diri sendiri, godaan untuk marah secara emosional semata, godaan untuk kenyamanan fisik, dan sebagainya. Titik kuncinya adalah bahwa Dia mengalami godaan-godaan ini *tanpa pernah menyerah pada dosa*.

#*Bagaimana Yesus menghadapi pencobaan untuk memenuhi keinginan daging-Nya, tubuh dan jiwa-Nya?*

Yesus menghadapi pencobaan dengan KETETAPAN HATI untuk taat sepenuhnya kepada Bapa dan ketergantungan pada Roh Kudus.   Yesus selalu bersama Roh Kudus dalam menghadapi pencobaan (Lukas 4:1)  dan di mana pun  Ia mengandalkan Roh Kudus (Lukas 4:14).  Kuasa Roh Kudus adalah faktor kunci dalam kemampuan Yesus untuk menahan godaan.

Secara praktis, Yesus menghadapi keinginan daging-Nya dengan: *Ketetapan hati, prioritas pada kehendak Bapa seperti pergumulan di Getsemani, keinginan Yesus untuk melakukan kehendak Bapa melebihi keinginan untuk menghindari penderitaan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana Dia bergumul dalam doa untuk tetap setia pada kehendak Bapa. Juga Yesus menguasai pengetahuan akan Firman Allah: pada pencobaan di padang gurun (Matius 4), Yesus menjawab Iblis dengan “ada tertulis”.  Sebagai manusia sejati, Yesus tekun berdoa dan bersekutu dengan Bapa.

*#Apakah Yesus itu tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, apakah Dia kebal terhadap dosa?*

 Umumnya orang memandang * Yesus tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, karena implikasi dari doktrin inkarnasi (bukan reinkarnasi) dan keilahian-Nya.  Meskipun Dia dicobai secara riil, Dia tidak memiliki natur dosa yang menurun dari Adam (dari buah Pengetahuan Baik dan Jahat). Karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia, Dia tidak memiliki kecenderungan bawaan untuk berdosa. Namun, pencobaan yang dialami-Nya adalah nyata dan intens, bukan sekadar “kesaksian” pura-pura.  Inti ada anggapan bahwa kesempurnaan-Nya sebagai Anak Allah memastikan Dia tidak akan pernah berdosa.  

Tapi walau pun Dia adalah inkarnasi dari Firman (Allah sejati), dalam bentuk inkarnasi-Nya Dia secara sukarela membatasi diri-Nya (mengosongkan diri-Nya dari keilahian-Nya).  Dalam keberadaan-Nya itu Dia sangat bisa berdosa, tetapi secara *moral* Dia memilih untuk tidak melakukannya (Ibrani 4:15).  Dia tidak kebal dalam artian tidak merasakan godaan, tetapi Dia kebal dalam artian tidak pernah tunduk pada godaan tersebut. Keilahian-Nya terjadi adalah faktor Roh Kudus memberikan Dia kekuatan untuk menolak dosa.

 

## 2. Pencobaan apakah yang Yesus hadapi di TAMAN GETSEMANI? Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Pernyataan Yesus yang sangat jujur ini, membuktikan apa tentang diri Yesus? Berapa kali Dia berdoa kepada Bapa di taman Getsemani? Apa isi doa PERMOHONAN Yesus kepada Bapa? Apakah Yesus sedang mencoba menegosiasi Bapa untuk mengubah RENCANA dan KEHENDAK Nya?

 *#Pencobaan apakah yang Yesus hadapi di Taman Getsemani?* Pencobaan utama yang dihadapi Yesus di Getsemani bukanlah pencobaan dosa moral biasa melainkan untuk menghindari penderitaan salib: penderitaan emosi dan fisik yang mengerikan, lebih dari itu adalah penderitaan spiritual yang tak terbayangkan: menanggung dosa seluruh umat manusia dan mengalami keterpisahan dari Bapa.

*#Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Pernyataan Yesus yang sangat jujur ini, membuktikan apa tentang diri Yesus?*

Pernyataan ini membuktikan: kemanusiaan-Nya yang penuh: sebagai manusia sejati, dengan emosi dan perasaan yang dalam dan murni. Dia merasakan kesedihan, ketakutan, dan penderitaan jiwa yang luar biasa, sama seperti manusia lainnya. Dia tidak menyembunyikan perasaan-Nya.

 *#Berapa kali Dia berdoa kepada Bapa di taman Getsemani?*   Menurut Matius 26, Yesus berdoa sebanyak **tiga kali** di taman Getsemani, dengan isi doa yang serupa.

*#Apa isi doa PERMOHONAN Yesus kepada Bapa?*     Isi doa permohonan Yesus adalah: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39). "Cawan" di sini melambangkan penderitaan yang mengerikan dan kematian yang harus Dia alami, termasuk menanggung murka Allah atas dosa.

 

*#Apakah Yesus sedang mencoba menegosiasi Bapa untuk mengubah RENCANA dan KEHENDAK-Nya?*    Bukan bernegosiasi untuk mencoba mengubah pikiran Bapa atau mencari alterntif, sebab Yesus pernah berkata: untuk itulah Aku datang. Sebaliknya, ini adalah sebuah *permohonan yang tulus dari sisi kemanusiaan-Nya*, yang sepenuhnya tunduk pada kedaulatan dan kehendak Bapa. Yesus menyatakan keinginan manusiawi-Nya untuk menghindari penderitaan, tetapi dengan tegas mengakhirinya dengan penyerahan diri total pada kehendak Bapa. Ini menunjukkan pergumulan nyata dalam kemanusiaan-Nya, tetapi akhirnya dimenangkan oleh ketaatan-Nya. Dia sekarang siap  menerima dan menggenapi rencana tersebut.

 

### 3. Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. Yesus sebagai Anak Manusia mempunyai KEINGINAN. Dari doa-Nya, apa yang menjadi KEINGINAN Yesus? Apa yang menjadi KEHENDAK atau KEINGINAN Bapa? Apakah Yesus TAHU apa yang menjadi KEHENDAK Bapa? Apa ARTINYA ketika Yesus berkata, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki?

*#Apa yang menjadi KEINGINAN Yesus (sebagai Anak Manusia)?* Sebagai Anak Manusia,  Yesus menyatakan keinginan-Nya lewat  doa-Nya, *menghindari penderitaan yang akan datang*, yaitu cawan penderitaan dan kematian di kayu salib. Ini adalah keinginan yang alami dan manusiawi untuk menghindari rasa sakit dan kesengsaraan yang luar biasa.

*#Apa yang menjadi KEHENDAK atau KEINGINAN Bapa?* Kehendak Bapa agar Yesus **meminum cawan penderitaan itu**, yaitu mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Ini adalah bagian rencana keselamatan Allah.

*#Apakah Yesus TAHU apa yang menjadi KEHENDAK Bapa?*   Ya, Yesus tahu persis apa yang menjadi kehendak Bapa. Dia telah berulang kali memberitahu murid-murid-Nya tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya (misalnya Matius 16:21, 17:22-23, 20:17-19). Doa di Getsemani bukan tentang kurangnya pengetahuan, melainkan tentang perjuangan internal antara keinginan manusiawi-Nya dan penyerahan total kepada kehendak Bapa.

*#Apa ARTINYA ketika Yesus berkata, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki?*  Yesus di sini menegaskan bahwa kehendak Bapa adalah yang terutama  dan harus dipatuhi, bahkan jika itu paling bertentangan dengan keinginan manusiawi-Nya sendiri. Itu menunjukkan ketaatan sempurna Yesus. Dia dengan rela tunduk pada rencana Bapa, meskipun itu berarti penderitaan yang tak terhingga. Ini perjuangan nyata sebagai manusia. Pilihan untuk taat itu riil, bukan otomatis.    

### 4. Apakah mungkin bagi Yesus untuk tidak melakukan kehendak Bapa dan tidak jadi mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib? Apakah Bapa memaksa dan mengharuskan Yesus untuk memenuhi rencana-Nya untuk menebus dosa manusia? Apa yang membuat Yesus akhirnya rela mengorbankan nyawa-Nya, apa yang menjadi KETETAPAN HATI Yesus?

*#Apakah mungkin bagi Yesus untuk tidak melakukan kehendak Bapa dan tidak jadi mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib?*  Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus memiliki kebebasan (kehendak bebas) untuk memilih. Jika Dia tidak memiliki kebebasan itu, pencobaan-Nya tidak akan berarti apa-apa. Secara *kapasitas* Dia bisa menolak, secara *karakter*  Dia tidak akan melakukannya.

*#Apakah Bapa memaksa dan mengharuskan Yesus untuk memenuhi rencana-Nya untuk menebus dosa manusia?* Hubungan antara Bapa dan Anak adalah hubungan kasih dan kesatuan yang sempurna. Jadi, tidak ada paksaan dalam pengertian bahwa salah satu pihak tidak menginginkannya. Sebaliknya, ada kesepakatan (ketetapan, perjanjian) ilahi antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebelum penciptaan, di mana Anak dengan rela setuju untuk menjadi Penebus.

*#Apa yang membuat Yesus akhirnya rela mengorbankan nyawa-Nya, apa yang menjadi KETETAPAN HATI Yesus?*  Ketaatan Yesus adalah ketaatan yang berdasarkan kasih dan kesatuan kehendak dengan Bapa, bukan karena paksaan. *Kasih-Nya yang sempurna kepada Bapa membuat-Nya ingin melakukan kehendak Bapa di atas segalanya dan kasih-Nya kepada manusia (Yoh 3:16). Ketaatan adalah ekspresi kasih, menjadi bagian dari motivasi-Nya pada rencana keselamatan dan penebusan.

### 5. FAKTOR apa yang membuat Yesus bisa MENANG atas PENCOBAAN dan atas iblis? (Lukas 4:1 dan 14)

Lukas 4:1 dan 4:14 secara eksplisit menyebutkan faktor kunci yang membuat Yesus bisa menang atas pencobaan dan atas Iblis: karena Ia dipenuni dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga Ia memiliki otoritas  “dalam Kuasa Roh” (Lukas 4:14). Ketetapan hati-Nya untuk selalu  taat kepada Bapa adalah fondasi kemenangan-Nya. Juga faktor Firman Allah menjadi senjata untuk menangkis serangan Iblis. Pengetahuan dan aplikasi Firman (power of knowledge) adalah kunci kemenangan dan keperkasaan. Yesus memiliki pemahaman yang jelas tentang misi-Nya untuk menebus dosa manusia. Tujuan (destiny) yang jelas ini memberikan fokus dan ketekunan dalam menghadapi setiap rintangan.

Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...