Langsung ke konten utama

Pujian Bagi Gereja Kekasih Tuhan (Preparing the Bride #27)


Kid 4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead. 2  Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada. 3  Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu. 4  Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya. 5  Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. 6  Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.

7  Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.

Kidung Agung, khususnya pasal empat, ayat 1-7, melambangkan karakteristik gereja yang diinginkan oleh Tuhan. Khotbah tersebut membandingkan kecantikan fisik mempelai wanita dalam Kidung Agung dengan kualitas rohani gereja, menyoroti pentingnya ketaatan, cinta murni, keseimbangan antara kasih kepada Tuhan dan sesama, serta kerinduan untuk posisi rohani yang lebih tinggi di mana pengorbanan diterima dengan harum oleh Allah. Ditekankan bahwa iman adalah dasar bagi kecantikan rohani ini dan bahwa Tuhan melihat gereja-Nya sebagai indah dan tanpa cela. Khotbah diakhiri dengan doa agar jemaat dapat mencerminkan karakteristik ini dan mendengar pujian dari Tuhan.


Pengajaran ini melanjutkan pembahasan dari Kitab Kidung Agung, yang dianggap begitu dalam dan luas dalam mengungkapkan apa yang terjadi pada gereja Tuhan di masa depan. Tujuannya adalah untuk memahami karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan menjadi kekasih-Nya, agar jemaat dapat menggenapinya dalam hidup.

Pertemuan antara gembala (mewakili Kristus/Tuhan) dan gadis Sunem (mewakili gereja) dibahas, khususnya dari Kidung Agung 4. Gembala mendatangi gadis Sunem di istana, dan bukannya menguatkan, dia memberikan pujian. Pujian-pujian awal mencakup matanya, rambutnya, giginya, bibirnya, mulutnya, pelipisnya, dan lehernya.

Fokus utama pengajaran ini adalah pada Kidung Agung 4 ayat 5 dan 6.

5  Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. 6  Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.


Pujian Gembala terhadap Payudara Gadis Sunem (Kidung Agung 4:5)

Ayat 5 adalah perkataan gembala kepada gadis Sunem: "Seperti dua anak rusa buah dadamu payudara seperti anak kembar Kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung".

Ungkapan ini memiliki arti rohani yang luar biasa, bukan bersifat pornografi. Tuhan memuji kecantikan gereja-Nya

Payudara ini digambarkan bagaikan dua anak rusa kembar yang sedang makan rumput di tengah bunga bakung. Payudara pada seorang gadis menunjukkan kedewasaan, serupa dengan makna gigi pada orang dewasa. Kepujian ini dari gembala kepada gadis Sunem adalah kepujian Tuhan terhadap saudara sebagai gereja-Nya.

Yang dimaksud adalah karakter dan sifat payudara itu bagi gembala (bagi Tuhan) seperti anak rusa, bukan bentuk fisiknya. Gadis Sunem pernah menyebut dirinya sebagai bunga bakung. Anak rusa yang makan rumput di antara bunga bakung menunjukkan keserasian dan keindahan. Rusa ini tidak merusak bunga bakung. Payudara gadis Sunem (karakter gereja) tidak merusak diri gadis Sunem sendiri (pribadi gereja).

Arti Rohani dari "Payudara seperti Dua Anak Rusa Kembar yang Tengah Makan Rumput di Tengah Bunga Bakung"

Ungkapan ini memiliki beberapa makna spiritual:

  1. Penambah Gairah Cinta (Penambah Gairah Cinta Tuhan)

Payudara gadis Sunem digambarkan sebagai penambah gairah cinta sang kekasih (gembala/Tuhan). Ini berarti gereja (saudara) menambah gairah cinta Tuhan.

Tuhan sudah mengasihi saudara (Yohanes 3:16), itu sebabnya saudara menjadi orang percaya. Namun, Kidung Agung 4:5 berbicara tentang penambah gairah cinta Tuhan setelah saudara percaya. Hal yang membuat cinta Tuhan makin menyala ("birahi" dalam konteks cinta murni) adalah ketika Ia melihat sesuatu dalam hidup saudara.

  1. Ekspresi Cinta Murni kepada Kristus (Ketaatan pada Perintah)

Payudara seperti anak rusa itu adalah ekspresi cinta saudara kepada Kristus.

Caranya adalah dengan memegang perintah-Nya dan melakukannya (Yohanes 14:21). Barangsiapa memegang perintah Tuhan dan melakukannya, ia mengasihi Tuhan. Cinta yang membuat Kristus bergairah adalah cinta yang saudara lakukan melalui ketaatan.

Anak rusa adalah gambaran dari kedamaian, kemurnian, ketulusan cinta hati, jiwa, akal budi, serta kasih yang murni. Ini adalah cinta tulus tanpa embel-embel.

Ketaatan dan cinta saudara kepada Tuhan seperti payudara itu adalah murni dan tulus, dilakukan bukan untuk mengharapkan berkat, perlindungan, atau penjagaan. Jika motivasinya seperti itu, itu merusak "bunga bakung"-nya. Ini menambah gairah cinta Tuhan pada hidup saudara.

Amsal 5:18-19, yang berbicara tentang istri yang memuaskan suami dengan buah dadanya, secara spiritual diterapkan pada gereja yang memuaskan Kristus, membuat-Nya senantiasa bergairah karena cintanya.

  1. Gambar Kasih Allah (El Shaddai)

Kata "Almighty God" (Mahakuasa) dalam Kejadian 17:1 (El Shaddai) berakar dari kata yang berhubungan dengan payudara seorang ibu. Ini menunjukkan bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya seperti payudara ibu untuk membangun dan mematangkan (mendewasakan) saudara.

Kasih Allah (El Shaddai) adalah kasih yang tidak didasarkan pada perbuatan baik manusia.

Seperti bayi yang baru lahir menginginkan susu murni untuk bertumbuh (1 Petrus 2:2), saudara minum (menerima) kasih Allah sebagai dasar untuk bertumbuh. Payudara Allah (El Shaddai) adalah kasih untuk membangun. 

Yesaya 66:10-11 dan Yesaya 60:16 menggambarkan gereja (Yerusalem) menyusu dan minum susu bangsa-bangsa/kerajaan. Ini diartikan sebagai menerima kasih dan nourishment dari Allah lewat "payudara"-Nya (keselamatan, kekayaan rohani).

Jadi, payudara adalah ekspresi kasih Allah yang membangkitkan gairah Kristus (sebagai mempelai laki-laki) ketika terpancar dari hidup gereja.

  1. Keberimbangan (Twins)

Payudara digambarkan sebagai "dua anak rusa kembar". "Kembar" berarti berimbang. Ini merujuk pada perlunya keseimbangan dalam ketaatan, seperti antara mengetahui dan melakukan perintah Tuhan (Yohanes 14:21).

Keseimbangan juga terlihat antara iman dan perbuatan (Yakobus 2:17-26). Iman tanpa perbuatan adalah mati; iman ditunjukkan melalui perbuatan. Setan pun tahu firman Tuhan tetapi tidak hidup di dalamnya, hidupnya tidak berimbang.

Keseimbangan yang paling utama adalah antara kasih kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, dan kasih kepada sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 22:37-40). Seluruh hukum Taurat tergantung pada kedua hukum ini.

Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama adalah seperti dua kembar yang menciptakan keserasian dan keindahan di mata Tuhan. Payudara saudara menunjukkan keberimbangan dalam hidup.

  1. Ketaatan Tanpa Merusak Pribadi (Makan Rumput di Tengah Bunga Bakung)

Anak rusa (ketaatan/cinta) makan rumput, tidak merusak bunga bakung (kepribadian saudara). Ini berarti ketaatan dan cinta saudara kepada Tuhan tidak merusak kepribadian saudara. Motivasi ketaatan tidak boleh didasarkan pada ketakutan dihukum, keinginan dilindungi, atau kekhawatiran materi. Motivasi seperti itu merusak "bunga bakung".

Ketaatan haruslah ekspresi cinta murni.

Rumput yang dimakan disediakan oleh Gembala (Tuhan). Ini adalah doktrin dan pengajaran ("Firman Rema") yang dicerna dan menjadi keyakinan, tetapi tidak merusak diri. Bunga bakung melambangkan kepribadian saudara yang telah didandani oleh Tuhan, tanpa upaya manusia (Lukas 12:27-30).

Allah memandang keserasian dan keindahan cinta gereja-Nya yang berimbang kepada Allah dan sesama manusia, serta ketaatan yang tidak dirusak oleh motivasi kekhawatiran. Posisi rohani ini indah di mata Tuhan.

Keinginan Gadis Sunem untuk Pergi ke Gunung Mur dan Bukit Kemenyan (Kidung Agung 4:6)

Ayat 6 adalah perkataan gadis Sunem kepada kekasihnya: "sebelum angin senja berhembus dan bayang-bayang menghilang Aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan".

Gadis Sunem merasa tertindas dan ingin pergi dari tempatnya saat itu (istana).

Frasa "sebelum fajar menyingsing dan bayang-bayang menghilang" (terjemahan lain dari King James Version) berarti sepanjang malam dan siang. Ini menunjukkan kerinduan yang konstan.

"Gunung mur dan bukit kemenyan" adalah gambaran tempat yang tinggi, luhur, gambaran tentang Surga atau tempat kediaman Allah. Gunung mur dan bukit kemenyan secara spiritual melambangkan posisi rohani yang luhur. Di tempat ini, bau-bauan mur dan kemenyan disukai dan berkenan kepada Tuhan. Bau ini adalah campuran utama aroma minyak urapan dan korban ukupan.

Ini adalah posisi rohani pengorbanan bagi Allah yang disukai-Nya. Aroma pengorbanan saudara seperti bau harum yang dicium oleh Tuhan.

Contoh pengorbanan yang harum bagi Allah: korban Nuh (Kejadian 8:20-21), persembahan Jemaat Filipi kepada Paulus (Filipi 4:18), pengorbanan Yesus (Efesus 5:2).

Gunung Mur dan Bukit Kemenyan juga dikaitkan dengan pengorbanan Abraham di Gunung Moria dan pengorbanan Kristus di Bukit Golgota (di mana mur digunakan untuk pemakaman-Nya, Yohanes 19:39-40).

Ini adalah keinginan untuk meningkatkan posisi rohani ("upgrade aku Tuhan") ke suatu tempat di mana iblis dan dunia tidak bisa menjangkau lagi. Ini adalah kerinduan besar (seperti kerinduan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:1-8) untuk meninggalkan "kemah" tubuh duniawi ini dan menetap pada Tuhan di tempat kediaman sorgawi. Kerinduan ini (passion) untuk di-upgrade adalah salah satu karakteristik yang dipuji oleh Tuhan.

Tanggapan Gembala: Engkau Cantik Sekali, Tidak Ada Cacat Cela (Kidung Agung 4:7)

Ayat 7 adalah tanggapan gembala (Tuhan) kepada gadis Sunem (gereja): "Engkau cantik sekali manisku tak ada cacat celah padamu".

Ini adalah pujian Tuhan kepada gereja yang memiliki karakter-karakter yang diinginkan-Nya: mata rohani yang melihat, pribadi yang didandani Tuhan, cinta murni yang diekspresikan dalam ketaatan berimbang, dan kerinduan besar untuk posisi rohani yang lebih tinggi.

Tuhan mendapati gereja-Nya tanpa cacat cela, sesuai dengan ukuran-Nya sebagai kekasih. Kecantikan ini bukan hasil upaya manusia, melainkan pekerjaan Tuhan dalam hidup. 

Tuhan berjanji menjadikan Israel (gereja) istri-Nya dalam keadilan, kebenaran, kasih setia, dan kesetiaan (Hosea 2:18-19). Kristus mengasihi jemaat dan menguduskannya dengan memandikannya melalui air, yaitu Firman Rema (Efesus 5:25-27).

Dimandikan ("dibersihkan") setiap hari dengan Firman Rema membuat jemaat ditempatkan di hadapan-Nya dengan cemerlang, tanpa cacat atau kerut. Ini adalah perbuatan Tuhan yang membuat saudara cantik dan tanpa cacat cela. Kecantikan dan ketidakbercelaan ini membuat Tuhan birahi (memiliki cinta tambahan yang menyala-nyala) kepada gereja-Nya.

Tuhan melihat hati, sikap, karakter, kesetiaan, dan iman gadis Sunem (gereja) itu cantik.

Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus (Rhema) (Roma 10:17). Iman ini adalah pemberian Allah yang menjadikan saudara cantik dalam pemandangan Tuhan. Iman adalah dasar hidup yang membuat saudara melihat hal-hal kekal dan berpegang teguh di dunia yang sementara. Iman yang besar, seperti iman perempuan Kanaan (Matius 15:21-28), dipuji oleh Yesus dan menyebabkan mujizat terjadi.

Karena iman, saudara tidak akan pernah kecewa meskipun janji Tuhan belum tergenapi di dunia ini, sebab saudara telah melihatnya tergenapi dalam pandangan kekekalan Allah.

Tuhan mendapati saudara cantik dan tanpa cacat cela karena iman saudara.

Keseluruhan pengajaran ini mengajak jemaat untuk memiliki karakteristik yang membuat mereka indah dan berkenan di mata Tuhan: kasih murni yang diwujudkan dalam ketaatan berimbang (kepada Tuhan dan sesama) tanpa motivasi yang keliru, serta kerinduan yang terus-menerus untuk mencapai posisi rohani yang lebih tinggi bersama Tuhan, yang semuanya dikerjakan oleh Tuhan melalui Firman-Nya dan menghasilkan iman. Ini adalah posisi rohani rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan orang yang mengalaminya.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...