Langsung ke konten utama

Pujian Bagi Gereja Kekasih Tuhan (Preparing the Bride #27)


Kid 4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead. 2  Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada. 3  Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu. 4  Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya. 5  Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. 6  Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.

7  Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.

Kidung Agung, khususnya pasal empat, ayat 1-7, melambangkan karakteristik gereja yang diinginkan oleh Tuhan. Khotbah tersebut membandingkan kecantikan fisik mempelai wanita dalam Kidung Agung dengan kualitas rohani gereja, menyoroti pentingnya ketaatan, cinta murni, keseimbangan antara kasih kepada Tuhan dan sesama, serta kerinduan untuk posisi rohani yang lebih tinggi di mana pengorbanan diterima dengan harum oleh Allah. Ditekankan bahwa iman adalah dasar bagi kecantikan rohani ini dan bahwa Tuhan melihat gereja-Nya sebagai indah dan tanpa cela. Khotbah diakhiri dengan doa agar jemaat dapat mencerminkan karakteristik ini dan mendengar pujian dari Tuhan.


Pengajaran ini melanjutkan pembahasan dari Kitab Kidung Agung, yang dianggap begitu dalam dan luas dalam mengungkapkan apa yang terjadi pada gereja Tuhan di masa depan. Tujuannya adalah untuk memahami karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan menjadi kekasih-Nya, agar jemaat dapat menggenapinya dalam hidup.

Pertemuan antara gembala (mewakili Kristus/Tuhan) dan gadis Sunem (mewakili gereja) dibahas, khususnya dari Kidung Agung 4. Gembala mendatangi gadis Sunem di istana, dan bukannya menguatkan, dia memberikan pujian. Pujian-pujian awal mencakup matanya, rambutnya, giginya, bibirnya, mulutnya, pelipisnya, dan lehernya.

Fokus utama pengajaran ini adalah pada Kidung Agung 4 ayat 5 dan 6.

5  Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. 6  Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.


Pujian Gembala terhadap Payudara Gadis Sunem (Kidung Agung 4:5)

Ayat 5 adalah perkataan gembala kepada gadis Sunem: "Seperti dua anak rusa buah dadamu payudara seperti anak kembar Kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung".

Ungkapan ini memiliki arti rohani yang luar biasa, bukan bersifat pornografi. Tuhan memuji kecantikan gereja-Nya

Payudara ini digambarkan bagaikan dua anak rusa kembar yang sedang makan rumput di tengah bunga bakung. Payudara pada seorang gadis menunjukkan kedewasaan, serupa dengan makna gigi pada orang dewasa. Kepujian ini dari gembala kepada gadis Sunem adalah kepujian Tuhan terhadap saudara sebagai gereja-Nya.

Yang dimaksud adalah karakter dan sifat payudara itu bagi gembala (bagi Tuhan) seperti anak rusa, bukan bentuk fisiknya. Gadis Sunem pernah menyebut dirinya sebagai bunga bakung. Anak rusa yang makan rumput di antara bunga bakung menunjukkan keserasian dan keindahan. Rusa ini tidak merusak bunga bakung. Payudara gadis Sunem (karakter gereja) tidak merusak diri gadis Sunem sendiri (pribadi gereja).

Arti Rohani dari "Payudara seperti Dua Anak Rusa Kembar yang Tengah Makan Rumput di Tengah Bunga Bakung"

Ungkapan ini memiliki beberapa makna spiritual:

  1. Penambah Gairah Cinta (Penambah Gairah Cinta Tuhan)

Payudara gadis Sunem digambarkan sebagai penambah gairah cinta sang kekasih (gembala/Tuhan). Ini berarti gereja (saudara) menambah gairah cinta Tuhan.

Tuhan sudah mengasihi saudara (Yohanes 3:16), itu sebabnya saudara menjadi orang percaya. Namun, Kidung Agung 4:5 berbicara tentang penambah gairah cinta Tuhan setelah saudara percaya. Hal yang membuat cinta Tuhan makin menyala ("birahi" dalam konteks cinta murni) adalah ketika Ia melihat sesuatu dalam hidup saudara.

  1. Ekspresi Cinta Murni kepada Kristus (Ketaatan pada Perintah)

Payudara seperti anak rusa itu adalah ekspresi cinta saudara kepada Kristus.

Caranya adalah dengan memegang perintah-Nya dan melakukannya (Yohanes 14:21). Barangsiapa memegang perintah Tuhan dan melakukannya, ia mengasihi Tuhan. Cinta yang membuat Kristus bergairah adalah cinta yang saudara lakukan melalui ketaatan.

Anak rusa adalah gambaran dari kedamaian, kemurnian, ketulusan cinta hati, jiwa, akal budi, serta kasih yang murni. Ini adalah cinta tulus tanpa embel-embel.

Ketaatan dan cinta saudara kepada Tuhan seperti payudara itu adalah murni dan tulus, dilakukan bukan untuk mengharapkan berkat, perlindungan, atau penjagaan. Jika motivasinya seperti itu, itu merusak "bunga bakung"-nya. Ini menambah gairah cinta Tuhan pada hidup saudara.

Amsal 5:18-19, yang berbicara tentang istri yang memuaskan suami dengan buah dadanya, secara spiritual diterapkan pada gereja yang memuaskan Kristus, membuat-Nya senantiasa bergairah karena cintanya.

  1. Gambar Kasih Allah (El Shaddai)

Kata "Almighty God" (Mahakuasa) dalam Kejadian 17:1 (El Shaddai) berakar dari kata yang berhubungan dengan payudara seorang ibu. Ini menunjukkan bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya seperti payudara ibu untuk membangun dan mematangkan (mendewasakan) saudara.

Kasih Allah (El Shaddai) adalah kasih yang tidak didasarkan pada perbuatan baik manusia.

Seperti bayi yang baru lahir menginginkan susu murni untuk bertumbuh (1 Petrus 2:2), saudara minum (menerima) kasih Allah sebagai dasar untuk bertumbuh. Payudara Allah (El Shaddai) adalah kasih untuk membangun. 

Yesaya 66:10-11 dan Yesaya 60:16 menggambarkan gereja (Yerusalem) menyusu dan minum susu bangsa-bangsa/kerajaan. Ini diartikan sebagai menerima kasih dan nourishment dari Allah lewat "payudara"-Nya (keselamatan, kekayaan rohani).

Jadi, payudara adalah ekspresi kasih Allah yang membangkitkan gairah Kristus (sebagai mempelai laki-laki) ketika terpancar dari hidup gereja.

  1. Keberimbangan (Twins)

Payudara digambarkan sebagai "dua anak rusa kembar". "Kembar" berarti berimbang. Ini merujuk pada perlunya keseimbangan dalam ketaatan, seperti antara mengetahui dan melakukan perintah Tuhan (Yohanes 14:21).

Keseimbangan juga terlihat antara iman dan perbuatan (Yakobus 2:17-26). Iman tanpa perbuatan adalah mati; iman ditunjukkan melalui perbuatan. Setan pun tahu firman Tuhan tetapi tidak hidup di dalamnya, hidupnya tidak berimbang.

Keseimbangan yang paling utama adalah antara kasih kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, dan kasih kepada sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 22:37-40). Seluruh hukum Taurat tergantung pada kedua hukum ini.

Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama adalah seperti dua kembar yang menciptakan keserasian dan keindahan di mata Tuhan. Payudara saudara menunjukkan keberimbangan dalam hidup.

  1. Ketaatan Tanpa Merusak Pribadi (Makan Rumput di Tengah Bunga Bakung)

Anak rusa (ketaatan/cinta) makan rumput, tidak merusak bunga bakung (kepribadian saudara). Ini berarti ketaatan dan cinta saudara kepada Tuhan tidak merusak kepribadian saudara. Motivasi ketaatan tidak boleh didasarkan pada ketakutan dihukum, keinginan dilindungi, atau kekhawatiran materi. Motivasi seperti itu merusak "bunga bakung".

Ketaatan haruslah ekspresi cinta murni.

Rumput yang dimakan disediakan oleh Gembala (Tuhan). Ini adalah doktrin dan pengajaran ("Firman Rema") yang dicerna dan menjadi keyakinan, tetapi tidak merusak diri. Bunga bakung melambangkan kepribadian saudara yang telah didandani oleh Tuhan, tanpa upaya manusia (Lukas 12:27-30).

Allah memandang keserasian dan keindahan cinta gereja-Nya yang berimbang kepada Allah dan sesama manusia, serta ketaatan yang tidak dirusak oleh motivasi kekhawatiran. Posisi rohani ini indah di mata Tuhan.

Keinginan Gadis Sunem untuk Pergi ke Gunung Mur dan Bukit Kemenyan (Kidung Agung 4:6)

Ayat 6 adalah perkataan gadis Sunem kepada kekasihnya: "sebelum angin senja berhembus dan bayang-bayang menghilang Aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan".

Gadis Sunem merasa tertindas dan ingin pergi dari tempatnya saat itu (istana).

Frasa "sebelum fajar menyingsing dan bayang-bayang menghilang" (terjemahan lain dari King James Version) berarti sepanjang malam dan siang. Ini menunjukkan kerinduan yang konstan.

"Gunung mur dan bukit kemenyan" adalah gambaran tempat yang tinggi, luhur, gambaran tentang Surga atau tempat kediaman Allah. Gunung mur dan bukit kemenyan secara spiritual melambangkan posisi rohani yang luhur. Di tempat ini, bau-bauan mur dan kemenyan disukai dan berkenan kepada Tuhan. Bau ini adalah campuran utama aroma minyak urapan dan korban ukupan.

Ini adalah posisi rohani pengorbanan bagi Allah yang disukai-Nya. Aroma pengorbanan saudara seperti bau harum yang dicium oleh Tuhan.

Contoh pengorbanan yang harum bagi Allah: korban Nuh (Kejadian 8:20-21), persembahan Jemaat Filipi kepada Paulus (Filipi 4:18), pengorbanan Yesus (Efesus 5:2).

Gunung Mur dan Bukit Kemenyan juga dikaitkan dengan pengorbanan Abraham di Gunung Moria dan pengorbanan Kristus di Bukit Golgota (di mana mur digunakan untuk pemakaman-Nya, Yohanes 19:39-40).

Ini adalah keinginan untuk meningkatkan posisi rohani ("upgrade aku Tuhan") ke suatu tempat di mana iblis dan dunia tidak bisa menjangkau lagi. Ini adalah kerinduan besar (seperti kerinduan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:1-8) untuk meninggalkan "kemah" tubuh duniawi ini dan menetap pada Tuhan di tempat kediaman sorgawi. Kerinduan ini (passion) untuk di-upgrade adalah salah satu karakteristik yang dipuji oleh Tuhan.

Tanggapan Gembala: Engkau Cantik Sekali, Tidak Ada Cacat Cela (Kidung Agung 4:7)

Ayat 7 adalah tanggapan gembala (Tuhan) kepada gadis Sunem (gereja): "Engkau cantik sekali manisku tak ada cacat celah padamu".

Ini adalah pujian Tuhan kepada gereja yang memiliki karakter-karakter yang diinginkan-Nya: mata rohani yang melihat, pribadi yang didandani Tuhan, cinta murni yang diekspresikan dalam ketaatan berimbang, dan kerinduan besar untuk posisi rohani yang lebih tinggi.

Tuhan mendapati gereja-Nya tanpa cacat cela, sesuai dengan ukuran-Nya sebagai kekasih. Kecantikan ini bukan hasil upaya manusia, melainkan pekerjaan Tuhan dalam hidup. 

Tuhan berjanji menjadikan Israel (gereja) istri-Nya dalam keadilan, kebenaran, kasih setia, dan kesetiaan (Hosea 2:18-19). Kristus mengasihi jemaat dan menguduskannya dengan memandikannya melalui air, yaitu Firman Rema (Efesus 5:25-27).

Dimandikan ("dibersihkan") setiap hari dengan Firman Rema membuat jemaat ditempatkan di hadapan-Nya dengan cemerlang, tanpa cacat atau kerut. Ini adalah perbuatan Tuhan yang membuat saudara cantik dan tanpa cacat cela. Kecantikan dan ketidakbercelaan ini membuat Tuhan birahi (memiliki cinta tambahan yang menyala-nyala) kepada gereja-Nya.

Tuhan melihat hati, sikap, karakter, kesetiaan, dan iman gadis Sunem (gereja) itu cantik.

Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus (Rhema) (Roma 10:17). Iman ini adalah pemberian Allah yang menjadikan saudara cantik dalam pemandangan Tuhan. Iman adalah dasar hidup yang membuat saudara melihat hal-hal kekal dan berpegang teguh di dunia yang sementara. Iman yang besar, seperti iman perempuan Kanaan (Matius 15:21-28), dipuji oleh Yesus dan menyebabkan mujizat terjadi.

Karena iman, saudara tidak akan pernah kecewa meskipun janji Tuhan belum tergenapi di dunia ini, sebab saudara telah melihatnya tergenapi dalam pandangan kekekalan Allah.

Tuhan mendapati saudara cantik dan tanpa cacat cela karena iman saudara.

Keseluruhan pengajaran ini mengajak jemaat untuk memiliki karakteristik yang membuat mereka indah dan berkenan di mata Tuhan: kasih murni yang diwujudkan dalam ketaatan berimbang (kepada Tuhan dan sesama) tanpa motivasi yang keliru, serta kerinduan yang terus-menerus untuk mencapai posisi rohani yang lebih tinggi bersama Tuhan, yang semuanya dikerjakan oleh Tuhan melalui Firman-Nya dan menghasilkan iman. Ini adalah posisi rohani rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan orang yang mengalaminya.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...