Langsung ke konten utama

Proses Menjadi Keturunan Abraham (MKS #43)


Khotbah ini mengeksplorasi konsep keturunan Abraham bukan berdasarkan garis darah, melainkan melalui iman yang hidup dan perbuatan nyata. Ditekankan bahwa menjadi pewaris janji Allah memerlukan hubungan intim dengan Roh Kudus serta penanggalan pemahaman manusiawi yang sering kali membatasi kuasa Tuhan. Melalui contoh kehidupan Abraham, Sarah, dan Ismail, khotbah ini menguraikan pentingnya proses penyunatan rohani atau perubahan kepribadian agar selaras dengan dimensi ilahi. Fokus utamanya adalah bagaimana setiap orang percaya dapat menjadi berkat bagi dunia dengan mengikuti pola ketaatan yang sama seperti bapa orang beriman. Akhirnya, papa mendorong jemaat untuk hidup dalam kebenaran Allah yang melampaui logika dunia demi menggenapi rencana agung-Nya.


Berikut adalah poin-poin penting beserta penjelasannya:

  • Mewarisi Dunia, Bukan Sekadar Bumi

    • Janji Allah kepada Abraham bukan hanya tentang memiliki tempat secara fisik (bumi), melainkan mewarisi dunia, yang berarti mencakup seluruh sistem kehidupan di atas bumi 

  • Karakteristik Keturunan Abraham Sejati

    • Hidup oleh Iman, Bukan Sekadar Memiliki Iman: Menjadi keturunan Abraham tidak ditentukan oleh garis lahiriah (seperti Ismail atau Esau), melainkan mereka yang mengekspresikan iman melalui tindakan dan perbuatan nyata sehari-hari.

    • Diperhitungkan sebagai Kebenaran melalui Respon Hidup: Keturunan Abraham adalah mereka yang memiliki sikap hati dan respon yang sepenuhnya mempercayai janji Allah melampaui fakta-fakta lahiriah yang mustahil (seperti kondisi Abraham yang mandul/mati pucuk).

    • Tidak Membangun Kebenaran Berdasarkan Pengertian Sendiri: Pdp. Djonny memperingatkan agar jemaat tidak berjalan dengan kerajinan atau keaktifan rohani yang didasarkan pada definisi kebenaran sendiri (seperti orang Farisi), melainkan harus tunduk pada ketetapan dan kebenaran Allah.

    • Memiliki Benih Allah yang Sama melalui Hubungan Intim: Keturunan Abraham rohani lahir karena ada proses penanaman benih/sperma ilahi (firman) melalui hubungan intim rohani dengan Allah.

  • Dampak Menjadi Keturunan Abraham 

    • Ketika seseorang diproses dengan pola yang sama seperti Abraham, Allah tidak hanya memberkati pribadinya dan membuat namanya masyhur, tetapi menjadikannya sebagai sumber berkat bagi kaum di muka bumi.

  • Teguran Allah di Kejadian 17: "Hiduplah Tanpa Cela"

    • Pp. Djonny menyoroti jeda waktu 13 tahun antara Kejadian 16 dan 17. Allah menegur Abraham karena melihat ada "celah" atau kontaminasi pikiran ketika Abraham menuruti strategi Sarah untuk mendapatkan Ismail melalui Hagar. Itu adalah strategi manusia, bukan kuasa murni Allah.

  • Prinsip Rumah Rohani dan Penyunatan

    • Penyunatan sebagai Pengubahan Kepribadian: Penyunatan di hari kedelapan melambangkan awal kepribadian yang baru, di mana dimensi ilahi yang ada pada bapa rohani mulai ditanamkan pada jemaat.

    • Ketegasan terhadap Komunitas Rumah: Orang yang tidak mau diubah kepribadiannya atau menolak dimensi ilahi tersebut harus dilenyapkan dari rumah rohani karena mereka tidak pernah benar-benar menjadi bagian dari rumah itu.


Pendalaman

Bagaimana cara hidup dari iman dan bukan sekadar memilikinya?

Hidup dari iman bukan sekadar memilikinya melibatkan transisi dari keyakinan batin menjadi ekspresi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah langkah-langkah dan prinsip untuk hidup dari iman:

  • Menjadikan Iman sebagai Ekspresi Perbuatan: Hidup dari iman berarti keseharian dan tindakan seseorang merupakan ekspresi dari iman Abraham,. Sumber tersebut menekankan bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman saja. Iman harus disertai dengan tindakan nyata, seperti contoh Rahab yang bertindak menolong pengintai karena ia percaya pada Allah Israel.
  • Mempercayai Firman di Atas Fakta Lahiriah: Hidup dari iman berarti Anda lebih mempercayai apa yang Tuhan katakan daripada fakta-fakta lahiriah di sekitar Anda,. Abraham memberikan teladan dengan tetap berharap dan percaya pada janji Tuhan tentang keturunan, meskipun secara fisik ia sudah sangat tua dan Sara mandul,. Ia tidak bimbang, melainkan diperkuat dalam imannya dengan keyakinan penuh bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah Ia janjikan,,.
  • Tidak Menggunakan Hikmat atau Strategi Manusia: Hidup dari iman berarti tidak mencoba menggenapi firman Tuhan dengan usaha atau strategi sendiri. Papa menyoroti kesalahan Sara yang mencoba menggunakan Hagar untuk mendapatkan anak; hal ini dianggap sebagai upaya manusia untuk mewujudkan rencana Allah tanpa mengandalkan kuasa-Nya sepenuhnya,,.
  • Tidak Bersandar pada Pengertian Sendiri: Penting untuk tidak berjalan menurut pengertian sendiri atau membangun kebenaran menurut diri sendiri,. Banyak orang giat dalam kegiatan agama (seperti puasa atau persembahan) namun tidak mengerti proses atau hukum-hukum Allah, sehingga mereka tidak takluk pada kebenaran Allah,. Hidup dari iman menuntut seseorang untuk bersandar sepenuhnya pada Tuhan dengan segenap hati dan bukan pada logika pribadi.
  • Menerima Penanaman "Benih Allah": Hidup dari iman melibatkan proses di mana benih (firman) Allah ditanamkan oleh Roh-Nya ke dalam batin sehingga firman tersebut menjadi bagian dari kepribadian Anda,. Ini digambarkan seperti hubungan intim di mana Allah menaruh benih-Nya untuk menghasilkan keturunan yang memiliki dimensi-dimensi ilahi,.
  • Mengikuti Proses dalam Rumah Rohani: Hidup dari iman sering kali dijalani dalam konteks "rumah rohani" di bawah bimbingan seorang bapa rohani,. Di sana, seseorang mengalami proses "penyunatan" yang berarti perubahan kepribadian dari manusia lama menjadi pribadi baru yang hidup dari dimensi ilahi Allah,.

Secara ringkas, hidup dari iman adalah proses yang proaktif, di mana seseorang merespons panggilan Tuhan dengan sikap hati yang tepat, mengakui kebenaran-Nya, dan membiarkan kuasa Allah bekerja sepenuhnya untuk mewujudkan rencana-Nya melalui hidup mereka.


Apa arti 'dimensi ilahi' dalam konteks menjadi keturunan Abraham sejati?

Dalam konteks menjadi keturunan Abraham sejati, "dimensi ilahi" merujuk pada kepribadian atau sifat-sifat Allah yang ditanamkan ke dalam diri manusia melalui firman-Nya (sebagai benih). Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai makna tersebut berdasarkan sumber yang tersedia:

  • Penanaman Benih (Sperma) Allah: Dimensi ilahi diperoleh ketika Allah menanamkan benih atau "sperma" ilahi-Nya ke dalam batin seseorang melalui hubungan intim yang rohani,,. Proses ini mengakibatkan firman Tuhan bukan sekadar menjadi pengetahuan, melainkan menjadi bagian dari diri dan kepribadian orang tersebut sehingga ia memiliki kepribadian yang sama dengan Allah.
  • Transmisi (impartasi) melalui Bapa Rohani: Dimensi ilahi ini mengalir dalam konteks "rumah rohani". Apa yang telah menjadi dimensi kehidupan pada seorang bapa rohani (seperti Abraham) diteruskan dan dihidupi oleh keturunan rohaninya,. Menjadi keturunan Abraham sejati berarti memiliki dimensi Allah yang sama dengan yang pernah hidup pada diri Abraham.
  • Perubahan Kepribadian melalui "Penyunatan": Untuk hidup dalam dimensi ilahi, seseorang harus melalui proses penyunatan rohani, yaitu penanggalan kepribadian lama (manusia duniawi) untuk digantikan dengan kepribadian baru yang berasal dari Allah. Jika seseorang tidak mau diubah kepribadiannya untuk hidup dari dimensi ilahi ini, ia dianggap mengingkari perjanjian dan bukan merupakan bagian dari "rumah" tersebut.
  • Hidup yang Melampaui Kemampuan Manusia: Memiliki dimensi ilahi memungkinkan seseorang untuk mengalami hal-hal yang melampaui impian, kesanggupan, dan harapan manusiawi, sebagaimana Abraham yang tetap percaya pada janji Allah meskipun secara fisik tidak ada dasar untuk berharap,.
  • Tujuan Menjadi Berkat: Dimensi ilahi ditanamkan agar keturunan Abraham dapat melakukan kebenaran dan keadilan, sehingga mereka tidak hanya diberkati, tetapi "menjadi berkat" bagi semua kaum di muka bumi,. Kehadiran mereka di setiap zaman merupakan bagian dari proses Allah untuk menggenapkan rencana agung-Nya mengenai langit baru dan bumi baru,.

Secara singkat, dimensi ilahi adalah kehidupan Allah sendiri yang termanifestasi dalam karakter dan tindakan nyata manusia, yang membedakan keturunan Abraham sejati dari mereka yang hanya memiliki hubungan lahiriah atau sekadar pengakuan iman saja.


Mengapa kita tidak boleh menggunakan strategi manusia untuk menggenapi janji-Nya?

Kita tidak boleh menggunakan strategi manusia untuk menggenapi janji Tuhan karena hal itu menunjukkan kurangnya kepercayaan pada kuasa Allah dan dapat menghambat proses rohani kita. Berikut adalah alasan-alasan utamanya:

  • Allah Tidak Membutuhkan Hikmat Manusia: Menggunakan strategi atau usaha sendiri untuk mewujudkan janji Tuhan seolah-olah menyatakan bahwa Allah membutuhkan hikmat manusia untuk melaksanakan firman-Nya. Sumber tersebut menegaskan bahwa Allah sepenuhnya berkuasa dan mampu menggenapkan apa yang telah Ia janjikan tanpa bantuan strategi manusia.
  • Strategi Manusia Adalah Bentuk Ketidakpercayaan: Upaya untuk "menolong" penggenapan firman Tuhan sering kali muncul karena seseorang lebih melihat pada fakta-fakta lahiriah daripada janji Tuhan. Sebagai contoh, strategi Sarah menggunakan Hagar untuk mendapatkan anak dianggap sebagai tindakan yang tidak mempercayai kuasa Allah sepenuhnya dan mencoba menterjemahkan firman Tuhan menurut pemikiran manusia.
  • Menimbulkan "Kontaminasi" dalam Hati: Menggunakan ide atau prinsip sendiri dianggap sebagai kontaminasi atau celah dalam hati dan pikiran. Hal ini dapat membuat seseorang hidup dengan "bercela" di hadapan Allah, yang berpotensi merusak atau memperpanjang perjalanan menuju penggenapan rencana agung Tuhan.
  • Membangun Kebenaran Sendiri: Ketika seseorang giat melakukan aktivitas keagamaan (seperti puasa atau persembahan) namun menggunakan pengertiannya sendiri tanpa memahami proses atau hukum Allah, mereka sebenarnya sedang mencoba mendirikan kebenaran mereka sendiri. Akibatnya, mereka tidak takluk pada kebenaran Allah dan tindakan tersebut tidak diperhitungkan sebagai kebenaran karena tidak berasal dari ekspresi iman.
  • Ketergantungan Total seperti Bayi: Tuhan menginginkan kita memiliki ketergantungan yang murni seperti seorang bayi yang hanya menerima air susu dari ibunya. Strategi manusia menghalangi sikap bersandar sepenuhnya kepada Tuhan dengan segenap hati, yang merupakan syarat utama untuk hidup dari iman.

Singkatnya, janji Allah harus diterima dengan iman dan keyakinan penuh bahwa Ia sendiri yang akan mewujudkannya, bukan melalui manipulasi atau strategi manusiawi yang didasarkan pada logika dunia.

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Siklus Profetik Tuhan - Dr. Jonathan David

Memahami Siklus Profetik Pesan ini mengajak kita untuk mengenal dan percaya pada rencana masa depan yang telah Tuhan tetapkan, dan hidup dengan Roh Kudus sebagai penuntun dan jaminan warisan kita. Dengan memahami siklus profetik ini, kita dapat berjalan dalam rencana dan tujuan Allah, mengalami akselerasi dan kemenangan di berbagai bidang kehidupan kita. Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat- Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. – Yeremia 8:7 (ITB) Ringkasan: Pengetahuan Masa Depan Allah: Tuhan memiliki pengetahuan penuh tentang masa depan, rencana, dan tujuan-Nya. Pengetahuan ini tidak berubah dan menjadi dasar bagi tindakan-Nya. Keputusan dan Penetapan Allah: Tuhan memutuskan jalannya masa depan, termasuk jalan hidup umat-Nya, dan menetapkan rencana tersebut sejak kekekalan. Pelaksanaan Rencana Allah: Tuhan membawa umat-Nya masuk ke dalam jalan yang telah ditentukan, dan...