Langsung ke konten utama

Church of the Future



GEREJA MASA DEPAN 

Mat 16:13-17
(Mat 16:13)  Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"

(Mat 16:14)  Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."

(Mat 16:15)  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"

(Mat 16:16)  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

(Mat 16:17)  Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

GMD adalah gereja yang disiapkan Tuhan sendiri, yang tidak pernah lapuk, tidak tergoyahkan. Gereja yang tidak tergoncangkan dan alam maut tidak menguasainya. Menjadi keyakinan dalam diri para pemimpin bahwa itulah yang sedang kita bangun bersama-sama Tuhan. Dengan berpegang teguh apa yang Yesus katakan.
Kami punya mimpi untuk gereja masa depan, setiap kali kami melihat saudara pribadi-demi pribadi.
GMD bukan diawang-awang sana. Tapi patronnya sudah ada di dalam Kis Para Rasul. Namanya gereja masa depan, jadi bisa memberikan masa depan bagi kota dan bangsanya.
Dikatakan gereja yang  Tuhan bangun adalah gereja yang dibangun di atas batu karang. Yesus tetap sama, dulu, sekarang dan selamanya. Demikian pula gerejaNya.
Pendapat orang  tentang Yesus itu juga pendapat orang tentang gereja.

Gereja tidak boleh dibangun atas pendapat orang atau pribadi tokoh-tokoh yang besar.

Banyak pendapat orang tentang gereja.
Pengakuan Petrus tentang pribadi Yesus tidak ada hubungannya dengan pelayanan. T uhan tidak ingin membangun gerejaNya dari unsur-unsur dunia ini.
Simon Petrus mempunyai bahan dasar yang Tuhan taruhkan untuk membangun gereja. Petrus terus mengalami progress dalam pengenalan akan Bapa.

Diawali dengan Yoh1
(Joh 1:40)  Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

(Joh 1:41)  Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."

(Joh 1:42)  Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Ini perkenalan pertama Simon dengan Yesus. Sejak itu Simon mengikuti Yesus. Itu pewahyuan pertama. Dia belum sepenuh hati dan belum sepenuhnya taat, masih bersikap sebagai nelayan.
(Joh 6:67)  Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"

(Joh 6:68)  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

(Joh 6:69)  dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

Ini pengakuan Petrus. Pengenalannya akan Yesus semakin bertambah:

 thou art that Christ, the Son of the living God.”

Simon mendapat pewahyuan langsung dari Bapa di sorga. Keyakinan Petrus dengan penyataan Bapa sama adanya. Saat itu Simon Petrus terhubung langsung dari sorga. Pengakuannya bukan dari darah dan daging, tapi dari sorga.

GMD harus dibangun dari pewahyuan dari Bapa tentang pribadi Yesus.

Tidak boleh dibangun atas dasar keinginan dan pendapat manusia atau berdasarkan tokoh-tokoh besar dan para nabi. Gereja dan Kristus tidak boleh ada perbedaan. Kita harus mengenal Kristus. Bukan mengenal Kristus dari pembacaan Alkitab secara pengetahuan; tapi berdasarkan apa yang Tuhan nyatakan.
Gereja saat ini terfokus pada aktivitas, pelayanan dan program. Mereka disibukkan untuk mempertahankan jumlah jemaat. Jemaat tidak dibangun akan pengenalan akan Tuhan , akan Kristus. Mereka hanya senang dan diberkati di dalam gereja, tapi babak belur di luar sana.
Saudara percaya ada Kristus dalam hidupmu, Tuhan bekerja dalam hidup saudara? Tapi seringkali kita tidak bertumbuh akan pengenalan akan Tuhan. Christ in you.

(Act 2:31)  Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

(Act 2:32)  Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

(Act 2:33)  Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

(Act 2:34)  Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:

(Act 2:35)  Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.

(Act 2:36)  Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Petrus mengembangkan pewahyuan tentang Kristus dari apa yang dikatakan oleh Daud. Darimana Petrus dapatkan semua itu? Ia terus terhubung dengan Bapa dan mendapatkan pewahyuan dari Bapa.
Kita pun dapat memperoleh pewahyuan dari Bapa. Petrus adalah gambaran GMD yang terus-menerus menerima pewahyuan dari sorga, yang tidak akan tergoncangkan. Kita bisa terhubung dengan Tuhan dan alami pengenalan yang semakin bertambah. Kita makin mengenali Kristus yang ada dalam pribadi kita. Ada 
Roh Kristus tinggal dalamku. Allah yang hidup, yang luarbiasa sehingga kita tidak tergoncangkan oleh masalah, oleh pergumulan dan oleh apa pun.
Gereja harus dibangun di atas batu karang. Batu karang dibangun atas tekanan demi tekanan. Terus menerus mengalami gelombang demi gelombang. Tapi tidak pernah tergoncangkan. Batu karang yang kuat, yang teguh dan tidak tergoncangkan. Siapa yang mendengarkan perkataanKu dan melakukannya, ia sama dengan orang yang membangun rumahnya di atas batu karang.

GMD terdiri dari orang-orang yang membangun dirinya demikian; melakukan keyakinan yang Tuhan sudah taruhkan dalam hatimu.  Kita mengenal Yesus sebagai Juru Selamat bukan karena perkataan pendeta atau pembacaan Alkitab, tapi harus melalui pengalaman hidupmu. Tapi jangan sampai di situ saja; mengenal Yesus sebagai Juru Selamat saja atau sebagai penyembuh saja. Kau mungkin alami kesembuhan demi kesembuhan, tapi jangan berhenti disitu saja. Kau alami Tuhan sebagai penolong yang menyediakan keperluanmu, kau berikan persembahan. Mungkin kau tidak pernah minta, tapi Tuhan berikan apa yang menjadi keinginan dalam hatimu. Tapi jangan berhenti di situ. Kau harus terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dari satu pewahyuan kepada pewahyuan lainnya.

Christ in you harus terus bertambah-tambah.

Seberapa besar Kristus dalam dirimu?

Kristus dalam dirimu bertumbuh karena firman. Petrus mengalami progress.  Simon telah diperkenalkan dengan Yesus oleh Andreas, saudaranya. Tapi itu belum menjadi pewahyuan secara pribadi dalam hidupnya. Kemudian terjadilah peristiwa ini:

(Luk 5:1)  Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

(Luk 5:2)  Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

(Luk 5:3)  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

(Luk 5:4)  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

(Luk 5:5)  Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

(Luk 5:6)  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

(Luk 5:7)  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

(Luk 5:8)  Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

(Luk 5:9)  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

(Luk 5:10)  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Banyak orang Kristen yang belum pernah mengalami pewahyuan serupa ini, sehingga mereka mudah goyah, mudah tersinggung oleh khotbah pendeta, oleh pendapat orang, dlsb.

GMD harus memiliki ketaatan perkataan Tuhan seperti yang Simon lakukan (Luk 5:5); sehingga melalui ketaatan itu kita akan bergerak melalui hal-hal yang supranatural, bukan karena hal-hal yang natural.

Hal yang natural yang kelihatan tidaklah membuat kita taat. Karena telah sepanjang malam mereka menjala ikan dengan hasil nihil. Yesus adalah tukang kayu, mereka adalah nelayaan yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Dan secara natural waktu itu sudah siang, bukan malam, bukan waktu yang tepat untuk menjala ikan. Tapi karena Tuhan yang mengatakannya maka Petrus melakukannya. Itulah ketaatan yang harus menjadi ciri ketaatan. Itulah ciri GMD. Tidak bergerak berdasarkan hal-hal natural, tapi berdasarkan hal-hal yang supranatural.

Pengenalan Simon akan Yesus meningkat. Sekarang dia melihat Yesus sebagai Tuhan. Dia juga makin mengenal akan dirinya: aku seorang berdosa (Luk 5:8).

Jika kita taat, semakin jelas kita mengenal diri kita dan mengenal tujuan hidup kita. Itulah GMD.
Gereja masa lampau tidak bisa menjadi solusi, karena tidak dibangun di atas dasar perkataan Tuhan yang diperkatakan Tuhan sekarang ini (kebenaran masa kini). Gereja masa lampau hidup dari kebenaran yang Tuhan katakan di waktu lampau. Ketika gereja tidak bisa menjadi solusi, ia akan termanifestasi.

Gereja adalah garam dunia dan terang dunia. Gereja harus menyinari dunia dan menjadi solusi. Yang lain boleh tergoncangkan, kita tidak boleh tergoncangkan. Banyak orang yang tidak punya pengharapan, putus-asa, khawatir dan ketakutan. GMD harus bisa menjadi harapan dan memberikan masa depan bagi mereka yang tidak memiliki masa depan. Bagaimana caranya? Kau harus bisa membuktikan bahwa kau memiliki masa depan.

Lihat gereja mula-mula.

(Act 2:41)  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

(Act 2:42)  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

(Act 2:43)  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

(Act 2:44)  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

(Act 2:45)  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

(Act 2:46)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

(Act 2:47)  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Baptisan menguburkan masalalu dan bangkit kembali, berbalik 180 derajat untuk masuk kepada masa depan. Mereka bertekun dalam pengajaran dan persekutuan. GMD hidup dalam firman. Rasul-rasul terhubung dengan sorga  dan menyampaikannya pada jemaat. Mereka hidup berdasarkan perkataan Tuhan. Tiap jemaat harus bisa mendengar perkataan Tuhan. Kau harus dapat membuat pilihan dan keputusan berdasarkan perkataan Tuhan, bukan berdasarkan trend dan keadaan dunia ini. Jika kita tidak berbeda dengan apa yang dipikirkan dunia, maka kita tidak akan dapat bertahan. JIka gereja berlaku seperti apa yang dunia lakukan, maka itu adalah gereja masa lampau. JIka gereja hidup berdasarkan hal-hal yang natural, maka ia akan digoncangkan dan akan berakhir.

Jemaat GMD menyadari masa depan mereka ada di dalam gereja, di dalam rumah rohani. Itu sebabnya jemaat mula-mula rela menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya. Hidup mereka bukan bergantung kepada harta lagi, bukan juga mereka lakukan itu dengan pamrih.

 Gereja masa lampau sudah kehilangan kemampuan untuk menang dari masalah yang diciptakan setan di dunia ini. Oleh karena itu tidak bisa memberikan solusi lagi. GMD mememiliki kemampuan bersinar dan bercahaya.

(Isa 60:1)  Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

(Isa 60:2)  Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

(Isa 60:3)  Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Gereja harus mempunyai kemampuan bersinar dan bangkit. Gereja sudah memiliki terang itu. Tapi gereja masih tertutup oleh 4 temboknya. Gereja tidak boleh hanya jago kandang. Di gereja baik-baik, penuh kasih, meresponi firman dengan luarbiasa; tapi di luar sana babak belur.

Terang dan kemuliaan Tuhan sudah datang. GMD melatih saudara untuk mempengaruhi dan berdampak di luar sana. Di sekolah, di dunia bisnis bisa tampil beda, menonjol, menjadi the best, menjadi contoh.  GMD harus bangkit menjadi terang. Menerangi kegelapan ini. Gereja harus bangkit dan melepaskan terangnya. Ketika Sion mulai menyinari terangnya, maka bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
Kau harus mengupgrade dan mengupdate dirimu dengan berbagai hal: kemampuan berbisnis, skil computer, mahir berbahasa Inggris dst sehingga kau bisa berdampak di luar sana.

Gereja harus terus terhubung dengan aliran pewahyuan dan makin mengenal Kristus yang ada di dalam dirimu.

Kristus sudah bertindak mengerjakan sesuatu dalam hidupmu. Kau harus menjadi saksi dari apa yang sudah KRistus lakukan dalam dirimu, sehingga mereka tertarik akan nilai-nilai yang kau bawa. Pada prinsip-prinsip yang kau lakukan, kebenaran yang kau lakukan, karena kau hidup dalam hukum-hukum Tuhan, caramu bekerja, caramu sekolah, kejujuranmu, kesalehanmu; itulah yang akan dilihat banyak orang dan menarik banyak orang.  Apa yang sudah kita alami, kita hidupi, yang sudah menjadi pewahyuan dalam hidup kita itu yang kita bagikan.

Yairus kepala rumah ibadat. Ia gambaran gereja masa lampau. Ia memiliki kebutuhan. Ia mengatur Yesus bagaimana metodenya untuk menyembuhkan anaknya. Itu gereja masa lampau. Ada anak-anak rohani, tapi hampir mati, sekarat. Pemimpinnya hanya minta berkat dan mujizat, tapi coba mengatur Tuhan, dengan cara-cara yang biasa mereka lakukan; sesuai dengan pikiran mereka.  Tapi akhirnya anaknya mati. Namun ada perkataan Tuhan yang bisa menolong gereja masa lampau: “Jangan takut, percaya saja!” Markus 5:36

Perempuan yang mengalami pendarahan 12 tahun lamanya adalah gambaran greja masa depan. Ia bertindak berdasarkan apa yang sudah didengarnya mengenai Yesus. Ia menciptakan masa depannya sendiri, ia menciptakan caranya sendiri. Ia sudah diproses 12 tahun lamanya, kegagalan demi kegagalan. Keadaannya makin buruk. Secara natural ia sudah tidak memiliki masa depan. Ia tidak bisa punya anak. Tidak ada yang mau menikahinya, wajahnya pucat, hartanya sudah habis. Ia juga tidak boleh masuk ke dalam bait Allah, karena ia dianggap najis. Namun berita-berita tentang Yesus itu menjadi benih di dalam dirinya, sehingga membangkitkan iman dalam dirinya; menjadi perkataan Tuhan dalam hidupnya.
Jadi perempuan  (gereja) itu bergerak, menghampiri Yesus dan menjamah jubahNya sehingga ia menjadi sembuh. Yesus baginya adalah Yesus masa depan; masa depan hidupnya. Oleh karena itu gereja harus terus diupdate dan diupgrade. Tinggalkan pola lama, pola Yairus. Ia hidup dalam dunia spiritual, tapi spriritual agamawi. Perempuan itu hidup secara murni, bertindak atas dasar perkataan Tuhan, meraih masa depannya.

Gereja masa lampau tidak bisa memberikan solusi. Gereja masa depan dapat memberikan pengharapan kepada dunia, bisa melakukan pegeseran dalam roh.

Tindakan-tindakannya berdasarkan hal-hal yang spiritual, menyentuh alam roh, terjadi di alam roh, kemudian terjadi di alam nyata.

Apa yang kemudian terjadi? Dia bisa mengobahkan keadaan, mengobahkan orang-orang, mengubahkan kota dan bangsa.

(Mat 14:34)  Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.

(Mat 14:35)  Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.

(Mat 14:36)  Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Wanita itu telah memulai sesuatu yang baru. Sebelumnya tidak pernah terjadi, mujizat kesembuhan itu sekarang bisa terjadi juga pada semua orang yang menjamah jubah Yesus. Setiap orang di Genezaret mendapatkan kesembuhan, oleh karena tindakan perempuan itu.

Biarkan terang Tuhan yang sudah terbit atas kita itu bersinar, sehingga orang-orang datang kepada terang dan kemuliaan Tuhan itu. Terima perkataan Tuhan, terima pewahyuan dari sorga sehingga kita bangkit dan bertumbuh dalam pengenal akan Kristus.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...