Langsung ke konten utama

KUASA untuk MENGUBAHKAN



POWER TO CHANGE

By Ps.Ir. Yappy Widjaya

Maz 127:1-5
(Psa 127:1)  Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

(Psa 127:2)  Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

(Psa 127:3)  Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

(Psa 127:4)  Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

(Psa 127:5)  Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Hidup kita akan diukur oleh Tuhan. Sebab itu kita harus tau pasti dimensi dan ukuran Tuhan, hal-hal yang lebih besar dari ukuran kita. Oleh sebab itu tidak ada dalih untuk mengatakan tidak bisa atau tidak mampu. Semua yang telah dinyatakan oleh Tuhan di rumah rohani ini jauh melebihi kemampuan kita dan diri kita. Kita tidak boleh takut untuk masuk ke masa yang akan datang, sebab Ia sudah ada di masa yang akan datang.
Tuhan mengukur
1)      Bait Suci, gereja secara korporat
2)      Mezbah
3)      Diri kita pribadi
Kita harus melihat kepada segala hal yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Tidak mungkin Ia memerintahkan hal yang tidak kita mampu, tanpa Dia mampukan lebih dulu. Ia memberikan kapasitas dan kemampuan menurut ukuranNya, ketika Ia memberikan firmanNya. Kadang diri kita yang memperlemah, memperkecil diri kita berdasarkan pengalaman kita, ukuran kita. Kadang kita malas dan tidak mau mencoba. Tuhan tau persis kapasitas hidup kita. Sebelum Ia memberikan hal-hal yang besar dalam hidup kita, Dia siapkan dulu segalanya. Dia ubahkan hidup kita sehingga kita mampu menggenapkan dan menyelesaikannya.
Kis 19. Ketika Paulus berjumpa pertama kali dengan murid-murid Apolos di Efesus. Murid-murid yang berjumlah 12 orang itu belum memiliki kapasitas apa-apa, bahkan mereka belum dibaptis oleh Roh Kudus. Mereka jauh tertinggal dari kegerakan yang terjadi saat itu. Mereka hanya dibaptis dengan baptisan Yohanes atau baptisan pertobatan saja. Dengan cepat mereka masuk ke dalam kebenaran yang disampaikan Paulus. Mereka bisa merasakan dalam rohnya untuk masuk kepada kegerakan yang sekarang. Saat itu juga Roh Kudus dicurahkan kepada mereka dan mereka memberikan dirinya untuk dibentuk oleh Paulus. Selama dua tahun mereka belajar mengenai firman Kerajaan dan kapasitas mereka menjadi luarbiasa, sehingga seluruh penduduk Asia mendengar firman.



Ada rumah,  ada pengorbanan dan  ada pintu gerbang

Saudara dibangun dan dibentuk di rumah rohani. Saudara di disiplin, dibentuk dan diarahkan. Jika saudara belum terbentuk artinya saudara belum memberi diri saudara. Kapasitas roh saudara harus ditingkatkan di rumah rohani. Tugas orangtua juga untuk melatih anak-anak, mendisiplin mereka, membangun mereka supaya memiliki karakter dan etika dan budipekerti. Mereka harus memiliki moral yang tinggi, nilai-nilai yang luhur, memiliki ketrampilan.
Para pemimpin di rumah rohani harus menjadikan saudara tampil beda, disiplin, tidak korupsi waktu dan uang, tidak menjadi munafik. Jika saudara adalah pengusaha, saudara dilatih untuk memperhatikan karyawannya, menjadi leader. Saudara diperlengkapi dan diberikan banyak firman, dilatih; semua untuk bisa berdampak di sekitar saudara, berdampak kepada lingkungan dan berdampak kepada kota. Jangan jadi pemimpin di gereja saja, tapi di luar tertindas. Saudara harus membawa keluar apa yang saudara dapatkan di rumah – mentalitas, budaya, standar – keluar sana. Semua harus dibangun dengan tepat, akurat dan benar. Semua supaya saudara bisa berada di gerbang kota. Ada musuh-musuh yang akan diletakkan Tuhan ke gerbang kota. Saudara akan jadi pemenangan. Itulah ending kita, sebagai pemenang.
Di dalam rumah harus bisa mengalami hadirat Tuhan, memiliki ikat-janji. Semua dimulai di dalam rumah, tapi tidak berakhir di dalam rumah. Berikan ruang untuk bekerja sama dengan Tuhan sehingga Ia bisa mewujudkan rencanaNya di kota, di pintu gerbang kota. Kita harus lebih solid lagi dalam rumah rohani, bisa bergerak AS ONE. Harus lebih tangguh, lebih solid lagi bekerja sama dalam rumah rohani. Jangan hidup egois walau pun hidupmu dan keluargamu makin baik, makin sejahtera dan makin diberkati. Kita ini ONE HOUSE dengan jemaat di Bandung, Medan, Losari, Bangka dan seterusnya. Kita memiliki panggilan yang sama, minum dari sumber air yang sama. Kita harus makin kuat dan makin solid bekerja sama, As One. Utamakan ketaatan dalam rumah. Ada penyediaan roti yang fresh di rumah, ada benih yang murni. Ada perlengkapan dan persediaan di rumah sehingga semua bersedia untuk ditempatkan di mana pun. Ketika Daud maju berperang melawan Goliath, raja Saul bertanya: Anak siapakah engkau? Saul tau siapa ayahnya Daud, tapi Saul ingin mengetahui siapa yang mendidiknya, siapa bapa rohani dan siapa pemimpin rohaninya?  Dimana ia dididik dan dibentuk?
Ketika ada masalah dengan seorang anak berandalan, kita akan bertanya: anak siapa itu? Siapa bapaknya? 

Dari Rumah Ke Kota

Perjalanan kita dimulai di dalam rumah dan dibawa ke kota. Kita tidak sendirian. Tuhan memberikan dan menyiapkan sehingga kita memiliki power of insipiration, power of influence dan power to change. Semua disiapkan di dalam rumah, supaya bisa bersama-sama Tuhan pergi ke kota. Jika bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia; jika bukan Tuhan yang mengawal kota akan sia-sia.
Kota akan terpengaruh oleh kehidupan kita. Manusia rohani kita akan memiliki dampak. Itu yang terjadi di Muar. Kota Muar bukanlah destiny pariwisata, tapi 40 lebih bangsa datang ke sana. Kota terdampak dan terpengaruh. Atmosfir kota berobah karena ada rumah rohani sudah terbangun.
Ketika Tuhan mendapati rumah rohani terbangun di sebuah kota, maka kota itu akan terlindungi oleh sebab Tuhanlah yang mengawal kota. Di pintu gerbang duduk tua-tua (gereja yang sudah dewasa dan matang secara rohani, yang memiliki otoritas untuk menentukan siapa yang boleh masuk atau tidak. Apa yang boleh masuk atau tidak.
Yang disunat dalam rumah rohani oleh bapa rohani adalah kehidupan lama kita,pikiran kita, agenda kita, sehingga kita hanya hidup untuk tujuan Tuhan. Itu yang terjadi di rumah Abraham. Apa yang Tuhan akan lakukan terhadap Sodom-Gomora, Tuhan sampaikan dulu kepada Abraham.  Jangan ada diantara kita yang memberontak kepada Roh Kudus. Yang tidak taat kepada Roh Kudus. Roh akan menyentuh roh. Firman bekerja sehingga hidup kita diubahkan.
Kis 2:14 power of influence, power of insipiration dan power to change bekerja
(Act 2:14)  Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

(Act 2:37)  Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

(Act 2:41)  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Perkataan Petrus bukan lagi perkataan manusia, tapi perkataan yang berasal dari Firman dan Roh.
Begitu juga perkataan Samuel. Perkataannya sampai kepada Dan dan Bersyeba. Perkataannya bukan lagi perkataan manusia, tapi perkataan Tuhan.
Begitu juga perkataan dalam rumah rohani. Itu sebabnya jangan abaikan perkataan yang kau dapat di dalam rumah rohani. Taati dan beri dirimu menerimanya. Ini kunci utama dalam rumah rohani. Perkataan dalam rumah rohani juga adalah perkataan Firman. Jangan terus bergumul dan ragu atau memiliki banyak keberatan. Jika demikian sulit hidupmu akan terbentuk. Semua dimulai dari rumah. Taati dan hidupi. Selaraskan hidupmu kepada perkataan Firman.
(Act 2:42)  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Pengajaran Para Rasul

 
Mereka bertekun dalam pengajaran dan doktrin para rasul, bukan pengajaran Tuhan secara langsung. Tapi perkataan dan pengajaran rasul-rasul itu sama dengan perkataan Tuhan. Baptisan bukan bagian dari budaya Yahudi. Itu adalah jalan yang baru, cara yang baru. Itu yang harus saudara tempuh. Tinggalkan jalan yang lama dan hidup yang lama, tempuh jalan hidup yang baru. Mereka membangun hati dan pikiran mereka. Menghapus pikiran mereka dan membangun pikiran AS ONE dalam rumah rohani. Itu gaya hidup yang baru, gaya hidup pertobatan. Selama ini kita egois. Setelah dalam rumah kita harus tunjukkan dan miliki jalan yang baru, mentalitas baru, cara pikir baru, nilai-nilai yang benar, ketekunan yang baru, gaya hidup yang baru.
Ada orang-orang yang tiba-tiba memutuskan keluar dari rumah rohani, itu karena mereka belum pernah menempuh jalan hidup yang baru. Banyak orang tidak lagi berzinah, tidak lagi korupsi, tidak lagi memakai narkoba, tapi belum tentu mereka sudah menempuh jalan yang baru.
Kami para pemimpin sedang dilatih terus dengan budaya yang baru, mentalitas yang baru, jalan yang baru. Kami harus menampilkan jalan yang baru dan hidup yang baru. Itu sebagian terlihat dalam acara pernikahan Ira dan Kaleb yang lalu. Lihat tarian India yang ditampil, betapa mereka semua  sudah menyingkirkan egosentrisme mereka. Mereka semua lakukan itu dengan mengorbankan waktu, tenaga dan materi, tanpa dibayar sepeserpun.
(Act 2:43)  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

(Act 2:44)  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

(Act 2:45)  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

(Act 2:46)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

(Act 2:47)  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Ini yang harus terjadi di rumah rohani kita. Awalnya 120 orang. Bertambah lagi 3000 orang. Dan terus Tuhan tambahkan jumlah mereka tiap-tiap hari. Inilah power to change.  Saudara harus bersedia dilatih di rumah rohani. Di luar sana banyak orang yang menyukai kebenaran, walau pun sebagian besar tersembunyi. Biasanya yang tertampilkan adalah orang-orang yang hidupnya jelek. Banyak orang benar diluar sana: pemulung, sopir taxi, dlsb. Ubahkan komunitas kita dan kemudian orang-orang di luar sana.

Ukuran-ukuran Power to Change:

1.       Buat hidup saudara disukai. Bukan dengan cara kompromi.  Lebih banyak orang yang menyukai hidup kita daripada yang membenci kita. Ada aniaya, tapi lebih banyak yang menyukai hidup kita. Kita harus menolak kecurangan, seperti menyontek; tapi tunjukkan bahwa kita membuka diri supaya mereka maju. Kita harus meng-edukasi mereka dan membangun hidup mereka. Lakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh dan tidak bersungut-sungut.
2.       Kis 5:11. Ditakuti atau disegani. Itu akan memberikan dorongan seseorang untuk bertobat. Kita ditakuti karena memiliki kebenaran.

3.       Dipercaya. Kis 6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Hidup kita harus dipercaya sehingga bisa mengobah hidup orang.

4.       Dihormati. Kis 5:13  Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.
Karena hidup benar yang saudara bangun, nilai-nilai dan standar yang kita bangun membuat kita sangat dihormati. Ini yang harus terjadi dalam hidup kita. Miliki martabat, keberanian, hidup teguh, tidak egois, banyak menolong; walau pun tidak punya uang atau rumah mewa atau mobil mewah.

Murid, Bukan hanya Gereja atau Orang Kristen

5.      Diakui sebagai murid-murid Tuhan. Bukan oleh gereja atau oleh orang Kristen. Saulus mengakui mereka adalah murid-murid Tuhan. Orang yang mengabdi, melayani Tuhan. (Act 9:1)  Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar.

Belajar terus firman kebenaran, sehingga ini menjadi milik kita. Kita menjadi seperti anak panah dalam tabung seorang pahlawan.

Siapa musuh di pintu gerbang yang harus kita tahklukkan?
Mat 10:34-39 (Mat 10:36)  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Musuh kita adalah mereka adalah orang-orang yang hidup secara daging, secara lahiriah, secara duniawi.
Saudara harus menang, tidak terpengaruh, tidak terhambat, tidak menguasai, memerintah hidup saudara sehingga saudara terhenti dari perjalanan hidup rohani saudara. Bangun hidupmu secara rohani. Jangan terpengaruh familiar spirit atau roh kelaziman. Itu adalah roh jahat / demonic. Terah kehilangan Haran, anaknya yang dikasihi yang meninggal. Ia begitu rupa terkenang dan menjadi terikat di kota Haran. Matilah Terah di kota Haran, secara rohani.
Yohanes Markus ikut dalam pelayanan penginjilan dengan Paulus dan Barnabas. Yohanes Markus keponakan Barnabas. Paulus menolak untuk Yohanes Markus ikut terus, karena ia pernah meninggalkan mereka. Barnabas lebih memilih keponakannya dan meninggalkan Paulus. Sejak itu nama Barnabas tidak pernah lagi disebut-sebut, setelah Kis15 ini.
Siapa musuh terbesar kita?
Ego kita itu musuh kita yang utama yang harus kita taklukkan. Kepentingan, selera, ambisi dst. Ketika Yosua berperang melawan Yerikho, Akhan mencuri jarahan. Barang-barang dari emas dan perak, dia lihat dan dia ambil daripada dibakar. Akhan dan familinya dilembar batu pada saat itu juga.





Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...