Langsung ke konten utama

KUASA untuk MENGUBAHKAN



POWER TO CHANGE

By Ps.Ir. Yappy Widjaya

Maz 127:1-5
(Psa 127:1)  Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

(Psa 127:2)  Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

(Psa 127:3)  Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

(Psa 127:4)  Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

(Psa 127:5)  Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Hidup kita akan diukur oleh Tuhan. Sebab itu kita harus tau pasti dimensi dan ukuran Tuhan, hal-hal yang lebih besar dari ukuran kita. Oleh sebab itu tidak ada dalih untuk mengatakan tidak bisa atau tidak mampu. Semua yang telah dinyatakan oleh Tuhan di rumah rohani ini jauh melebihi kemampuan kita dan diri kita. Kita tidak boleh takut untuk masuk ke masa yang akan datang, sebab Ia sudah ada di masa yang akan datang.
Tuhan mengukur
1)      Bait Suci, gereja secara korporat
2)      Mezbah
3)      Diri kita pribadi
Kita harus melihat kepada segala hal yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Tidak mungkin Ia memerintahkan hal yang tidak kita mampu, tanpa Dia mampukan lebih dulu. Ia memberikan kapasitas dan kemampuan menurut ukuranNya, ketika Ia memberikan firmanNya. Kadang diri kita yang memperlemah, memperkecil diri kita berdasarkan pengalaman kita, ukuran kita. Kadang kita malas dan tidak mau mencoba. Tuhan tau persis kapasitas hidup kita. Sebelum Ia memberikan hal-hal yang besar dalam hidup kita, Dia siapkan dulu segalanya. Dia ubahkan hidup kita sehingga kita mampu menggenapkan dan menyelesaikannya.
Kis 19. Ketika Paulus berjumpa pertama kali dengan murid-murid Apolos di Efesus. Murid-murid yang berjumlah 12 orang itu belum memiliki kapasitas apa-apa, bahkan mereka belum dibaptis oleh Roh Kudus. Mereka jauh tertinggal dari kegerakan yang terjadi saat itu. Mereka hanya dibaptis dengan baptisan Yohanes atau baptisan pertobatan saja. Dengan cepat mereka masuk ke dalam kebenaran yang disampaikan Paulus. Mereka bisa merasakan dalam rohnya untuk masuk kepada kegerakan yang sekarang. Saat itu juga Roh Kudus dicurahkan kepada mereka dan mereka memberikan dirinya untuk dibentuk oleh Paulus. Selama dua tahun mereka belajar mengenai firman Kerajaan dan kapasitas mereka menjadi luarbiasa, sehingga seluruh penduduk Asia mendengar firman.



Ada rumah,  ada pengorbanan dan  ada pintu gerbang

Saudara dibangun dan dibentuk di rumah rohani. Saudara di disiplin, dibentuk dan diarahkan. Jika saudara belum terbentuk artinya saudara belum memberi diri saudara. Kapasitas roh saudara harus ditingkatkan di rumah rohani. Tugas orangtua juga untuk melatih anak-anak, mendisiplin mereka, membangun mereka supaya memiliki karakter dan etika dan budipekerti. Mereka harus memiliki moral yang tinggi, nilai-nilai yang luhur, memiliki ketrampilan.
Para pemimpin di rumah rohani harus menjadikan saudara tampil beda, disiplin, tidak korupsi waktu dan uang, tidak menjadi munafik. Jika saudara adalah pengusaha, saudara dilatih untuk memperhatikan karyawannya, menjadi leader. Saudara diperlengkapi dan diberikan banyak firman, dilatih; semua untuk bisa berdampak di sekitar saudara, berdampak kepada lingkungan dan berdampak kepada kota. Jangan jadi pemimpin di gereja saja, tapi di luar tertindas. Saudara harus membawa keluar apa yang saudara dapatkan di rumah – mentalitas, budaya, standar – keluar sana. Semua harus dibangun dengan tepat, akurat dan benar. Semua supaya saudara bisa berada di gerbang kota. Ada musuh-musuh yang akan diletakkan Tuhan ke gerbang kota. Saudara akan jadi pemenangan. Itulah ending kita, sebagai pemenang.
Di dalam rumah harus bisa mengalami hadirat Tuhan, memiliki ikat-janji. Semua dimulai di dalam rumah, tapi tidak berakhir di dalam rumah. Berikan ruang untuk bekerja sama dengan Tuhan sehingga Ia bisa mewujudkan rencanaNya di kota, di pintu gerbang kota. Kita harus lebih solid lagi dalam rumah rohani, bisa bergerak AS ONE. Harus lebih tangguh, lebih solid lagi bekerja sama dalam rumah rohani. Jangan hidup egois walau pun hidupmu dan keluargamu makin baik, makin sejahtera dan makin diberkati. Kita ini ONE HOUSE dengan jemaat di Bandung, Medan, Losari, Bangka dan seterusnya. Kita memiliki panggilan yang sama, minum dari sumber air yang sama. Kita harus makin kuat dan makin solid bekerja sama, As One. Utamakan ketaatan dalam rumah. Ada penyediaan roti yang fresh di rumah, ada benih yang murni. Ada perlengkapan dan persediaan di rumah sehingga semua bersedia untuk ditempatkan di mana pun. Ketika Daud maju berperang melawan Goliath, raja Saul bertanya: Anak siapakah engkau? Saul tau siapa ayahnya Daud, tapi Saul ingin mengetahui siapa yang mendidiknya, siapa bapa rohani dan siapa pemimpin rohaninya?  Dimana ia dididik dan dibentuk?
Ketika ada masalah dengan seorang anak berandalan, kita akan bertanya: anak siapa itu? Siapa bapaknya? 

Dari Rumah Ke Kota

Perjalanan kita dimulai di dalam rumah dan dibawa ke kota. Kita tidak sendirian. Tuhan memberikan dan menyiapkan sehingga kita memiliki power of insipiration, power of influence dan power to change. Semua disiapkan di dalam rumah, supaya bisa bersama-sama Tuhan pergi ke kota. Jika bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia; jika bukan Tuhan yang mengawal kota akan sia-sia.
Kota akan terpengaruh oleh kehidupan kita. Manusia rohani kita akan memiliki dampak. Itu yang terjadi di Muar. Kota Muar bukanlah destiny pariwisata, tapi 40 lebih bangsa datang ke sana. Kota terdampak dan terpengaruh. Atmosfir kota berobah karena ada rumah rohani sudah terbangun.
Ketika Tuhan mendapati rumah rohani terbangun di sebuah kota, maka kota itu akan terlindungi oleh sebab Tuhanlah yang mengawal kota. Di pintu gerbang duduk tua-tua (gereja yang sudah dewasa dan matang secara rohani, yang memiliki otoritas untuk menentukan siapa yang boleh masuk atau tidak. Apa yang boleh masuk atau tidak.
Yang disunat dalam rumah rohani oleh bapa rohani adalah kehidupan lama kita,pikiran kita, agenda kita, sehingga kita hanya hidup untuk tujuan Tuhan. Itu yang terjadi di rumah Abraham. Apa yang Tuhan akan lakukan terhadap Sodom-Gomora, Tuhan sampaikan dulu kepada Abraham.  Jangan ada diantara kita yang memberontak kepada Roh Kudus. Yang tidak taat kepada Roh Kudus. Roh akan menyentuh roh. Firman bekerja sehingga hidup kita diubahkan.
Kis 2:14 power of influence, power of insipiration dan power to change bekerja
(Act 2:14)  Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

(Act 2:37)  Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

(Act 2:41)  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Perkataan Petrus bukan lagi perkataan manusia, tapi perkataan yang berasal dari Firman dan Roh.
Begitu juga perkataan Samuel. Perkataannya sampai kepada Dan dan Bersyeba. Perkataannya bukan lagi perkataan manusia, tapi perkataan Tuhan.
Begitu juga perkataan dalam rumah rohani. Itu sebabnya jangan abaikan perkataan yang kau dapat di dalam rumah rohani. Taati dan beri dirimu menerimanya. Ini kunci utama dalam rumah rohani. Perkataan dalam rumah rohani juga adalah perkataan Firman. Jangan terus bergumul dan ragu atau memiliki banyak keberatan. Jika demikian sulit hidupmu akan terbentuk. Semua dimulai dari rumah. Taati dan hidupi. Selaraskan hidupmu kepada perkataan Firman.
(Act 2:42)  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Pengajaran Para Rasul

 
Mereka bertekun dalam pengajaran dan doktrin para rasul, bukan pengajaran Tuhan secara langsung. Tapi perkataan dan pengajaran rasul-rasul itu sama dengan perkataan Tuhan. Baptisan bukan bagian dari budaya Yahudi. Itu adalah jalan yang baru, cara yang baru. Itu yang harus saudara tempuh. Tinggalkan jalan yang lama dan hidup yang lama, tempuh jalan hidup yang baru. Mereka membangun hati dan pikiran mereka. Menghapus pikiran mereka dan membangun pikiran AS ONE dalam rumah rohani. Itu gaya hidup yang baru, gaya hidup pertobatan. Selama ini kita egois. Setelah dalam rumah kita harus tunjukkan dan miliki jalan yang baru, mentalitas baru, cara pikir baru, nilai-nilai yang benar, ketekunan yang baru, gaya hidup yang baru.
Ada orang-orang yang tiba-tiba memutuskan keluar dari rumah rohani, itu karena mereka belum pernah menempuh jalan hidup yang baru. Banyak orang tidak lagi berzinah, tidak lagi korupsi, tidak lagi memakai narkoba, tapi belum tentu mereka sudah menempuh jalan yang baru.
Kami para pemimpin sedang dilatih terus dengan budaya yang baru, mentalitas yang baru, jalan yang baru. Kami harus menampilkan jalan yang baru dan hidup yang baru. Itu sebagian terlihat dalam acara pernikahan Ira dan Kaleb yang lalu. Lihat tarian India yang ditampil, betapa mereka semua  sudah menyingkirkan egosentrisme mereka. Mereka semua lakukan itu dengan mengorbankan waktu, tenaga dan materi, tanpa dibayar sepeserpun.
(Act 2:43)  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

(Act 2:44)  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

(Act 2:45)  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

(Act 2:46)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

(Act 2:47)  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Ini yang harus terjadi di rumah rohani kita. Awalnya 120 orang. Bertambah lagi 3000 orang. Dan terus Tuhan tambahkan jumlah mereka tiap-tiap hari. Inilah power to change.  Saudara harus bersedia dilatih di rumah rohani. Di luar sana banyak orang yang menyukai kebenaran, walau pun sebagian besar tersembunyi. Biasanya yang tertampilkan adalah orang-orang yang hidupnya jelek. Banyak orang benar diluar sana: pemulung, sopir taxi, dlsb. Ubahkan komunitas kita dan kemudian orang-orang di luar sana.

Ukuran-ukuran Power to Change:

1.       Buat hidup saudara disukai. Bukan dengan cara kompromi.  Lebih banyak orang yang menyukai hidup kita daripada yang membenci kita. Ada aniaya, tapi lebih banyak yang menyukai hidup kita. Kita harus menolak kecurangan, seperti menyontek; tapi tunjukkan bahwa kita membuka diri supaya mereka maju. Kita harus meng-edukasi mereka dan membangun hidup mereka. Lakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh dan tidak bersungut-sungut.
2.       Kis 5:11. Ditakuti atau disegani. Itu akan memberikan dorongan seseorang untuk bertobat. Kita ditakuti karena memiliki kebenaran.

3.       Dipercaya. Kis 6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Hidup kita harus dipercaya sehingga bisa mengobah hidup orang.

4.       Dihormati. Kis 5:13  Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.
Karena hidup benar yang saudara bangun, nilai-nilai dan standar yang kita bangun membuat kita sangat dihormati. Ini yang harus terjadi dalam hidup kita. Miliki martabat, keberanian, hidup teguh, tidak egois, banyak menolong; walau pun tidak punya uang atau rumah mewa atau mobil mewah.

Murid, Bukan hanya Gereja atau Orang Kristen

5.      Diakui sebagai murid-murid Tuhan. Bukan oleh gereja atau oleh orang Kristen. Saulus mengakui mereka adalah murid-murid Tuhan. Orang yang mengabdi, melayani Tuhan. (Act 9:1)  Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar.

Belajar terus firman kebenaran, sehingga ini menjadi milik kita. Kita menjadi seperti anak panah dalam tabung seorang pahlawan.

Siapa musuh di pintu gerbang yang harus kita tahklukkan?
Mat 10:34-39 (Mat 10:36)  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Musuh kita adalah mereka adalah orang-orang yang hidup secara daging, secara lahiriah, secara duniawi.
Saudara harus menang, tidak terpengaruh, tidak terhambat, tidak menguasai, memerintah hidup saudara sehingga saudara terhenti dari perjalanan hidup rohani saudara. Bangun hidupmu secara rohani. Jangan terpengaruh familiar spirit atau roh kelaziman. Itu adalah roh jahat / demonic. Terah kehilangan Haran, anaknya yang dikasihi yang meninggal. Ia begitu rupa terkenang dan menjadi terikat di kota Haran. Matilah Terah di kota Haran, secara rohani.
Yohanes Markus ikut dalam pelayanan penginjilan dengan Paulus dan Barnabas. Yohanes Markus keponakan Barnabas. Paulus menolak untuk Yohanes Markus ikut terus, karena ia pernah meninggalkan mereka. Barnabas lebih memilih keponakannya dan meninggalkan Paulus. Sejak itu nama Barnabas tidak pernah lagi disebut-sebut, setelah Kis15 ini.
Siapa musuh terbesar kita?
Ego kita itu musuh kita yang utama yang harus kita taklukkan. Kepentingan, selera, ambisi dst. Ketika Yosua berperang melawan Yerikho, Akhan mencuri jarahan. Barang-barang dari emas dan perak, dia lihat dan dia ambil daripada dibakar. Akhan dan familinya dilembar batu pada saat itu juga.





Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...