Langsung ke konten utama

KUASA untuk MENGUBAHKAN



POWER TO CHANGE

By Ps.Ir. Yappy Widjaya

Maz 127:1-5
(Psa 127:1)  Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

(Psa 127:2)  Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

(Psa 127:3)  Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

(Psa 127:4)  Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

(Psa 127:5)  Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Hidup kita akan diukur oleh Tuhan. Sebab itu kita harus tau pasti dimensi dan ukuran Tuhan, hal-hal yang lebih besar dari ukuran kita. Oleh sebab itu tidak ada dalih untuk mengatakan tidak bisa atau tidak mampu. Semua yang telah dinyatakan oleh Tuhan di rumah rohani ini jauh melebihi kemampuan kita dan diri kita. Kita tidak boleh takut untuk masuk ke masa yang akan datang, sebab Ia sudah ada di masa yang akan datang.
Tuhan mengukur
1)      Bait Suci, gereja secara korporat
2)      Mezbah
3)      Diri kita pribadi
Kita harus melihat kepada segala hal yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Tidak mungkin Ia memerintahkan hal yang tidak kita mampu, tanpa Dia mampukan lebih dulu. Ia memberikan kapasitas dan kemampuan menurut ukuranNya, ketika Ia memberikan firmanNya. Kadang diri kita yang memperlemah, memperkecil diri kita berdasarkan pengalaman kita, ukuran kita. Kadang kita malas dan tidak mau mencoba. Tuhan tau persis kapasitas hidup kita. Sebelum Ia memberikan hal-hal yang besar dalam hidup kita, Dia siapkan dulu segalanya. Dia ubahkan hidup kita sehingga kita mampu menggenapkan dan menyelesaikannya.
Kis 19. Ketika Paulus berjumpa pertama kali dengan murid-murid Apolos di Efesus. Murid-murid yang berjumlah 12 orang itu belum memiliki kapasitas apa-apa, bahkan mereka belum dibaptis oleh Roh Kudus. Mereka jauh tertinggal dari kegerakan yang terjadi saat itu. Mereka hanya dibaptis dengan baptisan Yohanes atau baptisan pertobatan saja. Dengan cepat mereka masuk ke dalam kebenaran yang disampaikan Paulus. Mereka bisa merasakan dalam rohnya untuk masuk kepada kegerakan yang sekarang. Saat itu juga Roh Kudus dicurahkan kepada mereka dan mereka memberikan dirinya untuk dibentuk oleh Paulus. Selama dua tahun mereka belajar mengenai firman Kerajaan dan kapasitas mereka menjadi luarbiasa, sehingga seluruh penduduk Asia mendengar firman.



Ada rumah,  ada pengorbanan dan  ada pintu gerbang

Saudara dibangun dan dibentuk di rumah rohani. Saudara di disiplin, dibentuk dan diarahkan. Jika saudara belum terbentuk artinya saudara belum memberi diri saudara. Kapasitas roh saudara harus ditingkatkan di rumah rohani. Tugas orangtua juga untuk melatih anak-anak, mendisiplin mereka, membangun mereka supaya memiliki karakter dan etika dan budipekerti. Mereka harus memiliki moral yang tinggi, nilai-nilai yang luhur, memiliki ketrampilan.
Para pemimpin di rumah rohani harus menjadikan saudara tampil beda, disiplin, tidak korupsi waktu dan uang, tidak menjadi munafik. Jika saudara adalah pengusaha, saudara dilatih untuk memperhatikan karyawannya, menjadi leader. Saudara diperlengkapi dan diberikan banyak firman, dilatih; semua untuk bisa berdampak di sekitar saudara, berdampak kepada lingkungan dan berdampak kepada kota. Jangan jadi pemimpin di gereja saja, tapi di luar tertindas. Saudara harus membawa keluar apa yang saudara dapatkan di rumah – mentalitas, budaya, standar – keluar sana. Semua harus dibangun dengan tepat, akurat dan benar. Semua supaya saudara bisa berada di gerbang kota. Ada musuh-musuh yang akan diletakkan Tuhan ke gerbang kota. Saudara akan jadi pemenangan. Itulah ending kita, sebagai pemenang.
Di dalam rumah harus bisa mengalami hadirat Tuhan, memiliki ikat-janji. Semua dimulai di dalam rumah, tapi tidak berakhir di dalam rumah. Berikan ruang untuk bekerja sama dengan Tuhan sehingga Ia bisa mewujudkan rencanaNya di kota, di pintu gerbang kota. Kita harus lebih solid lagi dalam rumah rohani, bisa bergerak AS ONE. Harus lebih tangguh, lebih solid lagi bekerja sama dalam rumah rohani. Jangan hidup egois walau pun hidupmu dan keluargamu makin baik, makin sejahtera dan makin diberkati. Kita ini ONE HOUSE dengan jemaat di Bandung, Medan, Losari, Bangka dan seterusnya. Kita memiliki panggilan yang sama, minum dari sumber air yang sama. Kita harus makin kuat dan makin solid bekerja sama, As One. Utamakan ketaatan dalam rumah. Ada penyediaan roti yang fresh di rumah, ada benih yang murni. Ada perlengkapan dan persediaan di rumah sehingga semua bersedia untuk ditempatkan di mana pun. Ketika Daud maju berperang melawan Goliath, raja Saul bertanya: Anak siapakah engkau? Saul tau siapa ayahnya Daud, tapi Saul ingin mengetahui siapa yang mendidiknya, siapa bapa rohani dan siapa pemimpin rohaninya?  Dimana ia dididik dan dibentuk?
Ketika ada masalah dengan seorang anak berandalan, kita akan bertanya: anak siapa itu? Siapa bapaknya? 

Dari Rumah Ke Kota

Perjalanan kita dimulai di dalam rumah dan dibawa ke kota. Kita tidak sendirian. Tuhan memberikan dan menyiapkan sehingga kita memiliki power of insipiration, power of influence dan power to change. Semua disiapkan di dalam rumah, supaya bisa bersama-sama Tuhan pergi ke kota. Jika bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia; jika bukan Tuhan yang mengawal kota akan sia-sia.
Kota akan terpengaruh oleh kehidupan kita. Manusia rohani kita akan memiliki dampak. Itu yang terjadi di Muar. Kota Muar bukanlah destiny pariwisata, tapi 40 lebih bangsa datang ke sana. Kota terdampak dan terpengaruh. Atmosfir kota berobah karena ada rumah rohani sudah terbangun.
Ketika Tuhan mendapati rumah rohani terbangun di sebuah kota, maka kota itu akan terlindungi oleh sebab Tuhanlah yang mengawal kota. Di pintu gerbang duduk tua-tua (gereja yang sudah dewasa dan matang secara rohani, yang memiliki otoritas untuk menentukan siapa yang boleh masuk atau tidak. Apa yang boleh masuk atau tidak.
Yang disunat dalam rumah rohani oleh bapa rohani adalah kehidupan lama kita,pikiran kita, agenda kita, sehingga kita hanya hidup untuk tujuan Tuhan. Itu yang terjadi di rumah Abraham. Apa yang Tuhan akan lakukan terhadap Sodom-Gomora, Tuhan sampaikan dulu kepada Abraham.  Jangan ada diantara kita yang memberontak kepada Roh Kudus. Yang tidak taat kepada Roh Kudus. Roh akan menyentuh roh. Firman bekerja sehingga hidup kita diubahkan.
Kis 2:14 power of influence, power of insipiration dan power to change bekerja
(Act 2:14)  Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

(Act 2:37)  Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

(Act 2:41)  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Perkataan Petrus bukan lagi perkataan manusia, tapi perkataan yang berasal dari Firman dan Roh.
Begitu juga perkataan Samuel. Perkataannya sampai kepada Dan dan Bersyeba. Perkataannya bukan lagi perkataan manusia, tapi perkataan Tuhan.
Begitu juga perkataan dalam rumah rohani. Itu sebabnya jangan abaikan perkataan yang kau dapat di dalam rumah rohani. Taati dan beri dirimu menerimanya. Ini kunci utama dalam rumah rohani. Perkataan dalam rumah rohani juga adalah perkataan Firman. Jangan terus bergumul dan ragu atau memiliki banyak keberatan. Jika demikian sulit hidupmu akan terbentuk. Semua dimulai dari rumah. Taati dan hidupi. Selaraskan hidupmu kepada perkataan Firman.
(Act 2:42)  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Pengajaran Para Rasul

 
Mereka bertekun dalam pengajaran dan doktrin para rasul, bukan pengajaran Tuhan secara langsung. Tapi perkataan dan pengajaran rasul-rasul itu sama dengan perkataan Tuhan. Baptisan bukan bagian dari budaya Yahudi. Itu adalah jalan yang baru, cara yang baru. Itu yang harus saudara tempuh. Tinggalkan jalan yang lama dan hidup yang lama, tempuh jalan hidup yang baru. Mereka membangun hati dan pikiran mereka. Menghapus pikiran mereka dan membangun pikiran AS ONE dalam rumah rohani. Itu gaya hidup yang baru, gaya hidup pertobatan. Selama ini kita egois. Setelah dalam rumah kita harus tunjukkan dan miliki jalan yang baru, mentalitas baru, cara pikir baru, nilai-nilai yang benar, ketekunan yang baru, gaya hidup yang baru.
Ada orang-orang yang tiba-tiba memutuskan keluar dari rumah rohani, itu karena mereka belum pernah menempuh jalan hidup yang baru. Banyak orang tidak lagi berzinah, tidak lagi korupsi, tidak lagi memakai narkoba, tapi belum tentu mereka sudah menempuh jalan yang baru.
Kami para pemimpin sedang dilatih terus dengan budaya yang baru, mentalitas yang baru, jalan yang baru. Kami harus menampilkan jalan yang baru dan hidup yang baru. Itu sebagian terlihat dalam acara pernikahan Ira dan Kaleb yang lalu. Lihat tarian India yang ditampil, betapa mereka semua  sudah menyingkirkan egosentrisme mereka. Mereka semua lakukan itu dengan mengorbankan waktu, tenaga dan materi, tanpa dibayar sepeserpun.
(Act 2:43)  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

(Act 2:44)  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

(Act 2:45)  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

(Act 2:46)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

(Act 2:47)  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Ini yang harus terjadi di rumah rohani kita. Awalnya 120 orang. Bertambah lagi 3000 orang. Dan terus Tuhan tambahkan jumlah mereka tiap-tiap hari. Inilah power to change.  Saudara harus bersedia dilatih di rumah rohani. Di luar sana banyak orang yang menyukai kebenaran, walau pun sebagian besar tersembunyi. Biasanya yang tertampilkan adalah orang-orang yang hidupnya jelek. Banyak orang benar diluar sana: pemulung, sopir taxi, dlsb. Ubahkan komunitas kita dan kemudian orang-orang di luar sana.

Ukuran-ukuran Power to Change:

1.       Buat hidup saudara disukai. Bukan dengan cara kompromi.  Lebih banyak orang yang menyukai hidup kita daripada yang membenci kita. Ada aniaya, tapi lebih banyak yang menyukai hidup kita. Kita harus menolak kecurangan, seperti menyontek; tapi tunjukkan bahwa kita membuka diri supaya mereka maju. Kita harus meng-edukasi mereka dan membangun hidup mereka. Lakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh dan tidak bersungut-sungut.
2.       Kis 5:11. Ditakuti atau disegani. Itu akan memberikan dorongan seseorang untuk bertobat. Kita ditakuti karena memiliki kebenaran.

3.       Dipercaya. Kis 6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Hidup kita harus dipercaya sehingga bisa mengobah hidup orang.

4.       Dihormati. Kis 5:13  Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.
Karena hidup benar yang saudara bangun, nilai-nilai dan standar yang kita bangun membuat kita sangat dihormati. Ini yang harus terjadi dalam hidup kita. Miliki martabat, keberanian, hidup teguh, tidak egois, banyak menolong; walau pun tidak punya uang atau rumah mewa atau mobil mewah.

Murid, Bukan hanya Gereja atau Orang Kristen

5.      Diakui sebagai murid-murid Tuhan. Bukan oleh gereja atau oleh orang Kristen. Saulus mengakui mereka adalah murid-murid Tuhan. Orang yang mengabdi, melayani Tuhan. (Act 9:1)  Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar.

Belajar terus firman kebenaran, sehingga ini menjadi milik kita. Kita menjadi seperti anak panah dalam tabung seorang pahlawan.

Siapa musuh di pintu gerbang yang harus kita tahklukkan?
Mat 10:34-39 (Mat 10:36)  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Musuh kita adalah mereka adalah orang-orang yang hidup secara daging, secara lahiriah, secara duniawi.
Saudara harus menang, tidak terpengaruh, tidak terhambat, tidak menguasai, memerintah hidup saudara sehingga saudara terhenti dari perjalanan hidup rohani saudara. Bangun hidupmu secara rohani. Jangan terpengaruh familiar spirit atau roh kelaziman. Itu adalah roh jahat / demonic. Terah kehilangan Haran, anaknya yang dikasihi yang meninggal. Ia begitu rupa terkenang dan menjadi terikat di kota Haran. Matilah Terah di kota Haran, secara rohani.
Yohanes Markus ikut dalam pelayanan penginjilan dengan Paulus dan Barnabas. Yohanes Markus keponakan Barnabas. Paulus menolak untuk Yohanes Markus ikut terus, karena ia pernah meninggalkan mereka. Barnabas lebih memilih keponakannya dan meninggalkan Paulus. Sejak itu nama Barnabas tidak pernah lagi disebut-sebut, setelah Kis15 ini.
Siapa musuh terbesar kita?
Ego kita itu musuh kita yang utama yang harus kita taklukkan. Kepentingan, selera, ambisi dst. Ketika Yosua berperang melawan Yerikho, Akhan mencuri jarahan. Barang-barang dari emas dan perak, dia lihat dan dia ambil daripada dibakar. Akhan dan familinya dilembar batu pada saat itu juga.





Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...