Langsung ke konten utama

REALITA KERAJAAN


BAGAIMANA KITA MENGALAMI REALITA KERAJAAN?

By Ps. Djonny Tambunan              23-Aug-2015

Ada banyak orang tidak menyadari bahwa realita Kerajaan itu bisa terjadi di dalam hidupnya. Seringkali kita menjadi tidak mengerti dan tidak memahaminya  oleh karena konsep tentang Kerajaan itu masih kabur dalam diri kita atau kita sama sekali tidak mengerti tentang konsep kerajaan itu.

Hari ini saya mau membagikan dan mengajarkan kepada saudara di tempat ini untuk bisa mengalami realita atau kenyataan Kerajaan itu.

Kerajaan itu bukan untuk orang yang lemah, letih dan lesu. Mereka yang seperti itu tidak akan mendapatkan realita kerajaan dalam hidupnya.
Kerajaan itu untuk orang-orang yang optimis, bergairah, semangat dan memiliki roh yang menyala-nyala. Sebab, Kerajaan bukan hanya untuk diwarisi, tapi untuk menakhlukkan, berperang menghadapi tantantang, menghadapi persoalan, menghadapi musuh  (menakhlukan dominasi-dominisasi).

Kerajaan itu membutuhkan orang-orang yang semangat di dalam Tuhan.

Mat 25
Di sini ada 2 perumpamaan.
Pertama, perumpamaan gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh.
Yang kedua, perumpamaan tentang talenta.



Perumpamaan  Kerajaan Sorga itu seperti sepuluh gadis yang mengambil pelitanya dan PERGI MENYONGSONG Mempelai Laki-laki.
Jadi kita harus hidup dalam posisi seperti itu supaya kita bisa mengalami realita Kerajaan. Harus seperti 10 gadis itu. Tapi ternyata hanya 5 gadis dari 10 gadis yang berhasil. Namun bagaimana pun saudara harus alami realita. Jadi ada yang gagal, ada yang berhasil. Saudara harus berhasil.

(Mat 25:14)  "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Jadi hal kerajaan sorga demikian juga. Saudara harus menjadi orang kepercayaan Tuhan. Yang dipercayakan bukan hanya uang, tapi lebih lagi kepada saudara diberikan karakter, Roh Kudus dan Firman.  Semua yang dipercayakan oleh Tuhan kepada hidup saudara harus dipertanggung-jawabkan. Dia menuntut hasilnya. Kalo saudara mau mengalami realitas Kerajaan, saudara harus bisa dipercaya oleh Tuhan.

(Mat 25:2)  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

(Mat 25:3)  Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,

(Mat 25:4)  sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

(Mat 25:5)  Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

(Mat 25:6)  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

(Mat 25:7)  Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

(Mat 25:8)  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

(Mat 25:9)  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

(Mat 25:10)  Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

(Mat 25:11)  Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!

(Mat 25:12)  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

(Mat 25:13)  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."



1. Ukurannya adalah waktu yang tepat.
Realita kerajaan diukur dengan waktu yang tepat. Jadi saudara harus siap setiap saat. Saudara tidak akan dikenal oleh kerajaannya, oleh karena saudara tidak datang tepat pada waktunya. Ini bukan soal pertobatan terima Tuhan Yesus, tapi ini mengenai masuk ke garis akhir / mencapai garis akhir. Kau tidak bisa berlambat-lambat. Untuk hal yang demikian Tuhan tidak menerapkan sifatNya yang panjang sabar. Dia mempunyai batas waktu, dan saudara harus tepat datang pada waktunya, jangan mengulur waktu. Kita harus membenahi diri kita dan harus siap dalam setiap kondisi. Janngan mengulur waktu. Jangan berdagang dulu, jangan tunggu menikah dulu dan alasan yang legal lainnya baru pikirkan kerajaan. Pikirkan tentang kerajaan mulai hari ini, bagaimana realita kerajaan itu terjadi dalam hidup saudara mulai dari hari ini.

(Mat 25:12)  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

Itu sebabnya dalam hidup saudara harus terbangun dan tersedia sesuatu yang merupakan ciri yang dapat dikenali oleh Tuhan.Karakter saudara harus dikenal Tuhan dan melekat pada hidup saudara. Beragam kondisi dan keadaan tidak boleh mengubah karaktermu. Kau harus mempunyai ciri yang tetap bisa dikenali oleh Tuhan. Jangan sampai kau didiskualifikasi, tersingkir. Jangan mengulur waktu.  Jika Tuhan bilang beri persembahan, beri persembahan hari ini. Sebaliknya jika kau harus berubah, berubalah hari ini. Jangan ulur-ulur waktu, sebab ini mengenai realita kerajaan buat hidup saudara.

(Mat 25:13)  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
Apa yang dijaga? Jaga rohmu, jaga jiwamu, jaga karaktermu, jaga dirimu, jaga tubuhmu, jaga kondisimu, tidur cukup.  Supaya dengan menjaga semuanya itu kita bisa mencapai garis akhir. Serahkanlah tubuhmu dipakai sebagai alat oleh Tuhan.

Jadi penting menjaga tubuh kita. Jangan makan apa saja yang kau sukai dan apa yang menarik. Ini bukan persoalan makanan. Tapi itu juga soal ego saudara. O..apa yang ku mau aku makan, harus terlakssana. Jangan egomu membuat kau seperti itu. Kau harus alami realita kerajaan. Kalo hari ini Tuhan memberikan firmanNya segera hidupi. Saudara tidak tau waktunya. Kasihi diri saudara melakukan  segala sesuatu. Maka Tuhan lebih mengenal kau. Pada waktu usia lanjut pun Tuhan mengenal engkau. Realita kerajaan akan ada dalam hidup saudara. Pemerintahnya akan ada dalam hidup saudara dan akan mengatur seluruh gerak hidup saudara.

2. Jadilah bijaksana.

Jangan jadi bodoh. Ada 5 gadis yang bijak, ada 5 gadis bodoh. Hidup ini pilihan. Kerinduannya sama, buat menyambut mempelai dan menyambut kerajaan. Tapi kerinduan tidak cukup, harus bijaksana. Bagaimana menjadi orang yang bijaksana?

(Mat 7:24)  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Membangun di atas batu lebih sulit. Terlebih batu karang. Itu kerja ekstra. Ada harga lebih yang harus dibayar. Orang yang mau membayar lebih demi segala sesuatu nilai-nilai Tuhan, akan mendapatkan realita kerajaan.

Kekuatan rumah itu adalah batu karang (mengandalkan batu karang), bukan kekuatan rumah itu lagi ketika badai dan hujan datang. Jadi hiduplah seperti orang bijaksana itu, mendengarkan perkataan Tuhan dan melakukannya. Lakukan setiap perkataan Tuhan percayai dan  lakukan. Lakukan dalam pikiran dan perasaan. Jangan pikiran dan perasaan yang mengatur, sebaliknya biarkan Firman mengatur pikiran dan perasaan.

Sepuluh gadis menunggu sampai tengah malam. Malam artinya dunia ini gelap. Dunia berupaya menggelapkan hidup kita. Tetapi mereka tidak terpengaruh, sebab memiliki pelita. Pelita bukan untuk menerangi seluruh dunia, tapi hanya untuk menerangi mereka sendiri. Bisa melangkah dengan benar, berjalan dengan benar. Karena ada pelita Roh Kudus dalam hidup saudara, yaitu firman, yang membuat kita bijak. Maz 119:5 Firman itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Ini bukan hidupl yang egois, tapi untuk melindungi diri saudara. RK mendatangi untuk menyingkapkan apa yang ada pada diri saudara, itu seperti pelita. Setiap firman yang diberikan RK itu menerangi hidup saudara. RK itu bukan hantu (ghost) tapi Holy Ghost atau Roh Suci. RK menyatakan kebenaran.

(Joh 16:13)  Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roh Kudus mendatangi hidup saudara; Ia mau menerangi dirimu dengan kebenaran. Menyingkapkan diri saudara segala sesuatu yang tersembunyi. Ia tidak pernah mendakwa, tapi ia menginsyafkan.  Ia coba memimpin hidup saudara kepada kebenaran. Saudara harus merespon, sebab Ia datang dengan firman. Beda firman, beda kebenaran. Kebenaran itu sudah jadi realita yaitu firman yang telah kau hidupi. Itu yang membuat engkau bisa melangkah dengan benar.

Orang di luar tidak bisa membedakan mana yang benar. Bahkan mereka melegalkan hal-hal yang salah seolah-olah dosa itu legal. Itulah kekelaman dunia. Tapi saudara tidak dikuasai kekelaman dunia, karena saudara mempunyai RK yang memimpin saudara kepada kebenaran. Firman yang dia bawa jika saudara merespon dengan benar dan bukan dengan pikiran dan perasaan; karena pikiran dan perasaan bisa membuat kita gagal. Tapi dengan pimpinan RK akan membawa saudara kepada kebenaran. RK mengarahkan saudara dan memimpin saudara sehingga firman yang saudara terima itu menjadi daging, menjadi nyata, menjadi kebenaran.

Kita menghadapai kekelaman dan kegelapan dunia. Ini bukan soal cahaya tapi soal kehidupan yang gelap. Sulit menjumpai orang yang bisa dipercaya, tapi orang yang dipimpin Roh Kudus bisa dipercayai.
Kabar gembiranya begini. 10 gadis itu menantikan dan menyongsong mempelai.

(Mat 25:6)  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

(Mat 25:7)  Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Jangan saudara berpikir Mempelai Laki-laki tidak mengalami kegelapan. Dia juga mengalami kegelapan, tapi yang menyertai Dia lebih banyak lagi pelita. Itulah ciri orang-orang yang dipimpin Roh Kudus. Mereka akan berjalan bersama-sama dengan saudara. Kerajaan sorga itu akan berjalan bersama-sama dalam hidup saudara. Jadi, jangan khawatir menghadapi kegelapan selama saudara memiliki pelita Roh Kudus.

Jangan biarkan Roh Kudus tetap menjadi Roh tapi jadikan Ia menjadi pelita yang menerangi jalan saudara dan menerangi langkah-langkah hidup saudara. Dia memimpin saudara. Itu yang disebut mengalami realita hidup kerajaan.

Jangan bodoh. Jangan sembarangan membangun. Hiduplah dengan teliti dari firman Tuhan. Apakah ini sudah cukup Tuhan?  Apa yang Tuhan katakan harus jadi kenyataan. Jangan ada satu pun yang ditinggalkan dan dibiarkan gugur.  Setiap firman diteliti dan harus tergenapi dalam hidup saudara. 

4. Miliki Passion yang kuat. Gadis bijak membawa pelita dan juga membawa persediaan minyak. Artinya mereka persiapkan untuk jangka waktu cukup panjang.     Gadis bijak memiliki passion atau kerinduan yang dalam untuk sampai pada garis akhir sehingga mereka memberikan ruang dan tempat kepemimpinan bagi RK yang lebih banyak lagi. Bisa dikatakan RK mengambil alih seluruh hidup mereka, sebab mereka tidak tau kapan waktunya.

Target mereka adalah Sang Mempelai, berjalan bersama Sang Mempelai karena keadaan yang gelap; berjalan bersama Sang Mempelai sampai pada garis akhir.

Fungsi Roh Kudus sebagai pelita mengeluarkan hal-hal yang buruk dalam hidup saudara. Dengan pelita saudara bisa tau apa yang kurang dalam diri saudara. Tapi Roh Kudus ingin membawa saudara kepada tempat yang lebih tinggi lagi. Ia ingin diberi tempat yang lebih luas lagi supaya dapat mengendalikan rohmu dan mengambil alih rohmu. Hidup saudara harus diambil- alih oleh Roh Kudus.

Tapi apa yang terjadi? Respon roh saudara itu lemah. Seringkali saudara membangkang, tidak setuju dengan apa yang pp Djonny sampaikan.  Bagaimana saudara bisa dipimpin Roh Kudus? Saudara harus membuat notes supaya bisa mengenal Firman lebih lagi. Hidup dalam ketaatan dan bukan hidup sembarangan. Upgrade hidup saudara selama masih punya nafas. Pakai standar Tuhan dalam rumah Tuhan. Itu yang saya pakai, bukan standar saya atau standar saudara. Jadi Tuhan memberkati hidup saudara, jika saudara didisiplin.  Setiap notes yang saudara kirim, pasti saya baca untuk mengukur spirit saudara. Gadis yang bijak ini hebatnya bisa mengukur, bahwa minyak ini harus cukup sampai dengan fajar menyingsing.

5. Kita tidak bisa hidup sembarangan. Itu seperti gadis-gadis yang bodoh yang tidak akan mengalami realita kerajaan.  Bahkan supporter sepakbola menyiapkan diri sebaik-baiknya dan dengan penuh semangat. Upgrade hidup saudara menjadi orang yang bijaksana. Upgrade juga dalam hal teknologi, komputer, komunikasi. Jangan rendah hati dengan berpura-pura. Itu rendah diri yang artinya juga keakuan.

6.  Berjaga-jagalah walau pun ada banyak kelemahan.  10 gadis tertidur. Bukan berarti mati, tapi walau pun dalam kondisi lemah kita tetap terjaga. Kita memiliki pelita sehingga tetap terlindung. Tengah malam tanpa pelita berbahaya karena binatang buas, karena kriminalitas. Target dunia adalah gerejaNya, yaitu saudara. 10 gadis tertidur, seolah-olah hidup kita sudah dikuasai dunia. Mengantuk disebabkan adanya zat yang keluar dari otak kita; menyelubunginya.

5 gadis yang bijak punya kelemahan juga. Beruntung kita memiliki pelita. Jadi jangan lihat kelemahanmu. Jangan berkutat dengan kelemahanmu. Perlindungan. Waktu tengah malam terdengar suara orang berseru. Dunia akan berkata, mereka gadis-gadis yang tidak benar. Gadis-gadis = gereja. Mempelai laki-laki = Tuhan. Saudara mempunyai banyak kelemahan, tapi bukan berarti saudara tidak maju. Ada perlindungan.

7.  Apa yang membuat saudara tetap siap sampai pada waktunya?
(Mat 25:8)  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

(Mat 25:9)  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

(Mat 25:10)  Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

a. Saudara fokus ingin berjalan bersama Mempelai laki-laki, Kristus. Ingin berjumpa dengan Mempelasi Laki-laki.
b. Saudara memiliki kerinduan yang kuat / passion.
c. Saudara memiliki hikmat untuk mencapai itu.
d. Saudara memiliki nilai-nilai yang berharga / nilai-nilai kerajaan/karakter.
Apa yang harusnya jadi fokus? Apa yang harus jadi kerinduan? Apa yang berharga buat hidup saudara? Kalo fokusmu cari nafkah, kau akan beralih dari stres ke stres, dari  kekhawatiran ke khawatiran.  Mengalami realita kerajaan bukan berarti semua menghormati kalian. Orang memperhatikan fokus hidup saudara. Saudara berbeda, nilai-nilai hidup saudara berbeda sekali.  

8.  Kita akan berjalan bersama-sama dengan Mempelai Laki-laki. Pasti, segala jerih-payahmu tidak akan sia-sia. Kau akan berjalan bersama Dia bukan sebagai Yesus yang terlahir. Bukan sebagai Yesus yang disalib. Bukan sebagai Yesus yang telah bangkit. Bukan dengan Yesus yang telah menyembuhkan orang, melakukan mujizat dsb. Tapi kita akan berjalan dengan Yesus sebagai Raja segala Raja, sebagai Mempelai Pria. Itu sebabnya saudara harus masuk kepada realita Kerajaan Sorga.

9. Tuhan untuk semua umat manusia, tapi KerajaanNya tidak untuk semua umat manusia. Lima gadis bodoh kembali lagi, tapi pintu sudah ditutup.  Akan ada pintu-pintu kerajaan yang ditutup hanya bagi mereka yang memerlukan Tuhan. Tapi hanya kepada mereka yang menyiapkan dirinya untuk Kerajaan Sorga. Diberikan kunci pintu-pintu kerajaan artinya kehidupan yang dibangun oleh Tuhan seperti kunci. Dimana dan kapan saja saudara ‘action’ maka sorga akan terbuka.   Firman kerajaan bukan untuk memberkati hidup saudara, tapi untuk memenuhi kebutuhan Tuhan.

10.  Persiapkan diri menjadi Mempelai Wanita
(Rev 19:6)  Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

(Rev 19:7)  Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Ef 5:22 Gereja adalah mempelai wanita.

Kau harus mempersiapkan diri dari 5 gadis bijak menjadi mempelai. PengantinNya telah siap sedia. Kau akan disatukan Putra dan Gereja. Bukan jalan mengiringi Mempelai Pria.
Titik final realita kerajaan adalah Gereja menjadi Mempelai Wanita.
Gadis-gadis menunggu dan tertidur. Tidak cukup memenuhi syarat menjadi Mempelai. 5 gadis bersiap bukan untuk menikah, tapi menyongsong. Masih ada perjalanan rohani. Kau butuh perjalanan rohani bersama-sama Mempelai Pria sehingga tau bagaimana mengubah pakaian saudara.

(Rev 19:8)  Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Kristus telah siap, tapi kau belum siap. Kita harus berjalan bersama-sama dengan Kristus sehingga aku bisa membenahi hidupku, jatidiriku, sifatku, karakter, sehingga tadinya aku berpakaian yang layak sebagai tamu, menjadi layak berpakaian sebagai Mempelai Wanita.

Mat 22
Undangan-undangan yang pertama tidak layak, karena mereka menolak. Jika kau berpendapat sulit untuk mencapai realita sorga, tamatlah saudara.
Yang penting dalam kerajaan adalah pakaian. Sebab pakaian itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus. Lenan halus hanya untuk para bangsawan, kerajaan. Lambang perbuatan-perbuatan yang benar, bukan perbuatan-perbuatan yang baik.

(Mat 25:6)  Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Selama kau berjalan bersama Kristus harus kau ganti pakaian itu. Sebab ada hari di mana menjadi titik final.

Tanggalkan pakaian-pakaian yang lama, meskipun itu pakaian rohani sampai suatu saat pakaian rohani itu menjadi pakaian Mempelai Wanita.

Catatan tambahan :

  1. Ketika kira-kira jam 12 malam orang mengabarkan Mempelai Laki-laki datang.  Tengah malam menggambarkan keadaan yang  tidak menyenangkan bagi kebanyakan orang. Ketika orang terlelap tidur, dalam keadaan lemah dan sebagian lagi sedang terlena oleh tipu daya dunia ini, oleh kekayaan, hedonisme, tertawan oleh kesusahan dan  terhimpit oleh keadaan, terlilit oleh kekhawatiran, lemah iman percaya,dlsb.  Justru pada saat-saat KRITIS seperti inilah kita sangat  membutuhkan KRISTUS.  Sebab pada TITIK KULMINASI  inilah  PERJALANAN ROHANI SESUNGGUHNYA dimulai.
 Sebagian  orang tereliminasi. Mereka tidak memenuhi kualifikasi standarnya Kerajaan seperti yang disebutkan pada 10 poin di atas.

  1. Sekarang fokus kita  pada 5 gadis bijak, setelah 5 gadis  terdiskualifikasi. Mereka menyongsong Mempelai Pria dan kelompok-kelompok orang yang menyertainya. Dari berbagai penjuru datang berkelompok  yang berkualitas 5 gadis bijak.  Mereka adalah orang-orang yang telah selesai diproses secara personal oleh Tuhan dan menjadi gereja Tuhan. Semakin mendekati rombongan Mempelai, keadaan menjadi semakin terang, karena mereka semua membawa pelitanya masing-masing. Di dalam perjalanan menyongosong Mempelai inilah seiring dengan bertambahnya terang; mereka  bisa melihat makin jelas kekurangan mereka masing-masing. Dan mereka terus-menerus mengganti pakaian mereka. Mereka makin diubahkan dan makin disempurnakan sesuai  dengan tuntutan Kerajaan dan tuntunan Roh Kudus dan FirmanNya. Mereka tadinya adalah orang-orang percaya yang dibenarkan, menjadi orang-orang benar.
  1. Kita harus menyadari hanya bermodalkan kekudusan saja tidak cukup bagi orang percaya untuk dapat memenuhi syarat masuk dalam Perjamuan Kawin Anak Domba. Kekudusan masih berkaitan ‘ketelanjangan’ seperti bayi rohani. Paling banter pakai popok dan bukan pakaian yang layak untuk hadir dalam perjamuan itu. 
  1. Minyak ekstra yang dibawa oleh 5 gadis bijak hanya dapat diperoleh  dan disiapkan seperti yang disebutkan pada poin 7 di atas.


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...