Langsung ke konten utama

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.


Act 18:1  Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Di Korintus, Paulus mempunyai misi utama untuk memuridkan orang-orang percaya di sana dan membangun basis penginjilan / basis apostolik. Jadi dalam hal ini Paulus masih merintis, masih pontang-panting dengan dukungan seadanya dan dengan rekan-rekan kerja yang berganti-ganti. Mula-mula dengan Barnabas, lalu dengan Silas, karena Barnabas lebih membela keponakannya (ikatan darah-daging). Kemudian bergabung Timotius yang menjadi anak rohaninya Paulus.

Di Korintus inilah Paulus berjumpa dengan Akwila dan Priskila, istrinya. (ay2).

Paulus menginap di rumah mereka dan bekerja bersama-sama dengan pasangan suami-istri itu mengerjakan kemah, karena mereka memiliki profesi yang sama sebagai tukang kemah. (ay3).

Paulus melakukan itu sambil memberitakan injil setiap hari Sabat di rumah ibadat kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani (ay4).

Silas dan Timotius kemudian menyusul, bergabung kembali dengan Paulus ke Korintus. Mereka datang dari Filipi, Makedonia membawa persembahan dari jemaat Filipi, Makedonia untuk misi Paulus (ay5).

Ada 3 hal yang menjadi tantangan dihadapi Paulus dalam mengemban dalam penginjilan / gospel
1. Penolakan
2. Membangun jaringan kerja untuk memenangkan kota
3. Biaya perjalanan misi dan beban penghidupan

Act 18:5  Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.

Act 18:6  Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."

1. Penolakan
Paulus datang ke Korintus dengan beban yang tidak ringan. Sedikit banyak ia masih dibayangi masalah yang terjadi di Athena. Penolakan merupakan masalah terbesar dari sebuah misi. Ada beberapa hal yang biasanya menyebabkan penolakan:

a. Misi tidak sesuai dengan visi Tuhan. Walau pun tidak ada jaminan tidak ada masalah dan tidak ada jaminan keberhasilan misi, jika memang sudah sesuai visi Tuhan.

b. Di luar panggilan Tuhan atau kasih-karunia Tuhan.
 Di Korintus inilah Paulus mendapatkan konfirmasi atas panggilan dan kasih-karunianya,  setelah mengalami penolakan untuk kesekian kalinya. Katanya: “Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."

c. Tidak ada persiapan yang cukup dari sisi misionaris atau dari sisi penerima injil / target audience.

2. Membangun jaringan kerja untuk memenangkan kota
Sasaran setiap misi adalah minimal bagi kota yang didatangi. Jangan memperkecil lagi minimum targetnya, karena gereja terkait erat dengan kota dan bangsa. Mengapa?

Lihat dan pelajarimengenai “gereja Lot” yang egoistis. Gereja Lot tidak pernah bersyafaat bagi keluarganya dan bagi Sodom-Gomora. Akibatnya Sodom-Gomora dibinasakan Tuhan. Gereja Lot memiliki kuasa dan mampu berdampak, tapi tidak bisa berfungsi. Mereka adalah gereja yang statis dan hanya melayani diri sendiri. Gereja Lot penuh dengan ‘self’: self-sufficient (Job 20:22), self-confident (Provebs 14:16), self-seeking (Rom 2:8), self-condemned (Titus 3:9-11) and mostly  full of extortion and self-indulgence (Mat 23:25). Gereja Lot hanya menghasilkan generasi yang amoral dan menghasilkan bangsa yang tidak disukai Tuhan (bangsa Moab). Balak bin Zipor, Raja Moab menyuruh Beleam bin Peor mengutuki bangsa Israel dengan sumpah-serapah.

Tujuan Paulus sama dengan tujuan Yesus. Dalam setiap misinya, dia harus menyiapkan gereja yang berdampak dan mempengaruhi kota dan orang-orang yang ada di kota itu. Dengan demikian gereja bisa menghadirkan Tuhan di kota itu.

(Matthew 9:35)  Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Mat 11:20  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Jika kita harus punya  kerinduan melakukan mandat dari Yesus, maka level minimum targetnya adalah kota. Jangan hanya sebuah gereja. Jika targetnya  hanya sebuah gereja biarlah mereka yang ada di kota yang sama melayani di gereja lokal.

Pembicara jangan berpikir suara-Nya yang disampaikan akan memantul kembali ke dalam dari empat dinding gereja. Kita berbicara mengenai alam spiritual dan kuasa Firman yang keluar dari mulut Bapa sorgawi dan peperangan melawan musuh-musuh di angkasa, penguasa kota. Dengan firman-Nya yang berotoritas dan berkuasa, perkataan Roh dan hidup, tidak ada batasan natural sanggup membatasi. Firman yang dilepaskan di kota itu akan bekerja sampai tuntas dan kehendak Tuhan tergenapi, sebab pelaksana firman-Nya kuat.

Joe 2:11  Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. 

Seberapa pun yang hadir dalam pertemuan itu. Kita tidak membawa pesan dan firman yang lemah. Kita membawa serta seluruh sorga mendukung misi, sebab itu bukanlah misi kita. Peperangan itu milik Tuhan. Kita hanyalah alat di tangan Tuhan. Hasilnya bukan tanggung-jawab kita. Jika terjadi tuaian besar, sukacita kita adalah sukacita sorga, kesedihan kita adalah karena Dia. Bukan karena kita harus kecewa dengan tiada respon pendengar, tiada hasil, yang ada malah penolakan dan penolakan.

Oleh karena itu sebelum berangkat dan sebelum tiba di kota itu, harus ada TIM PEMENANG. Tim Pemenang tujuannya untuk meningkatkan pengurapan korporat dan mengejar destiny, yaitu tim yang terlatih, berfungsi, bersinergi, bermitra dengan Tuhan.

Mereka adalah  jaringan kekuatan yang mendukung, yaitu para pendoa syafaat yang maju berperang bersama Panglima Tentara Sorga dan bala tentara sorga – memukul mundur musuh dan  menghadirkan hadirat Tuhan, sehingga merobah atmosfir menjadi kondusif bagi penginjilan. Mintalah melalui pastor senior atau gembala di gereja lokal tersebut mempersiapkan diri mereka juga, karena merekalah yang terus ada di kota itu itu me-representasikan kehadiran Tuhan  di sana.

Dua pihak bersatu dalam satu tujuan dan satu misi menjadi AS ONE akan sangat dahsyat hasilnya.

Tugas penginjil adalah mempersiapkan, mendengar apa yang hendak Tuhan katakan pada kota dan bangsa itu dan melihat apa yang Tuhan lakukan di sorga, sehingga kita juga melakukannya. Tugas penginjil bukan hanya khotbah, tapi membawa pesan-pesan yang sudah dihidupi, dengan kebenaran yang tak terbantahkan dan doktrin yang tak terkalahkan (infallible words). Penginjil akan membawa pesan-pesan yang sudah matang dan hanya perlu dikonfirmasikan dengan satu kekuatan dengan jemaat di sana dan mendeklarasikan firman itu bersama-sama (As One). 

Jangan pergi sebelum kau memiliki kelengkapan senjata Allah ini. Level air kehidupan dalam roh kita harus maksimal, sehingga kita bisa mengalirkan air kehidupan itu dengan limpahnya kepada kota itu. Tuhan memberi dengan  berkelimpahan, demikian juga kita harus memberi dari kelimpahan itu. Bukan dengan kuat gagahku (sebenarnya itu kelemahan), tapi oleh RohMu. Sasarannya adalah bagaimana jemaat lokal bisa menaikkan level air roh mereka, melatih mereka secara singkat dan langsung, mengarahkan agar mereka memiliki passion yang sama.

Jangan pergi tanpa keyakinan Tuhan di sisi kita, sebab kita pergi ke garis depan medan peperangan. Peran utama pembicara adalah untuk menjadi pahlawan, bukan sebagai pengkhotbah biasa-biasa. Jika perlu, bawalah berberapa orang yang terhubung denganmu, mereka yang kau didik dan perlengkapi sedemikian rupa. Mereka adalah seperti anak-anak panah pilihan, di tangan pahlawan,  yang siap dilepaskan di garis depan medan peperangan. Mereka adalah orang-orang bagian dari Tim Pemenang.

(Psalms 127:4)  Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

3. Biaya perjalanan misi dan beban penghidupan

(Romans 15:26)  Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.

(Romans 15:27)  Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.

Di setiap kota yang dikunjunginya, Paulus selalu membangun basis apostolik. Caranya ialah dengan meletakkan dasar (fondasi) daripada basis itu.  Ia adalah arsitek yang hebat.

Pada waktu di Filipi, Makedonia, Paulus juga sudah meletakkan fondasi itu. Ia membangun hubungan yang terhormat (honorable alliance) dengan orang-orang yang terhormat di kota itu. Demikian juga saat berada di Korintus ini; sehingga kita melihat Makedonia dan Akhaya memutuskan untuk mengambil bagian dalam pelayanan dengan harta duniawi mereka.

Kita lihat pola dari misi Paulus.
1. Dia meninggalkan Silas dan Timotius di Makedonia; sementara Paulus sendiri sudah berada di Korintus (Kis 18:5).
2. Act 19:1  Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Dst.

Paulus tidak serta-merta meninggalkan kota itu tanpa follow-up untuk memastikan keterhubungan-nya (honorable alliance) sebagai rasul dengan jemaat di kota itu.

Tujuan Paulus mendirikan basis apostolik bagi penginjilan adalah:
(Ephesians 2:19)  Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

(Ephesians 2:20)  yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Paulus memastikan aplikasi dari firman Tuhan sesuai dengan pola bangunan rohani (Bait Suci) yang benar sesuai dengan blueprint dari sorga.

Tujuan Paulus dengan meletakan fondasi bangunan gereja yang benar supaya:
(Ephesians 2:21)  Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan
.
Ini berbicara pertumbuhan jemaat secara korporat, yang saling bersinergi sebagai Satu Kesatuan gereja korporat (as one) dalam  Tubuh Kristus dengan tujuan, arah dan agenda yang sama. Memberikan pemahaman apa yang menjadi tujuan gereja dan apa yang menjadi prioritas Tuhan atas kota dan bangsa saat ini.

(Ephesians 2:22)  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Ini berbicara mengenai pembangun tubuh rohani secara individual, memiliki landasan iman yang benar, yang kuat; dipersiapkan menjadi anggota jemaat yang tahan-uji, sebagai pemenang.

Secara singkat, Paulus bertujuan untuk membangun STRUKTUR OPERASI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan dan pertumbuhan yang efektif. Ini adalah sistem pendukung operasi dan chain of command yang efektif dalam lingkup gereja secara korporat.

Dengan menyadari apa yang harus menjadi passion dan prioritas, dan melakukannya dengan roh yang unggul, jemaat akan terbangun secara efektif untuk mencapai destiny korporat. 

Dengan demikian segala biaya perjalanan misi-nya tidaklah menjadi bagian utama pelayanannya. Namun Paulus tidak mau menggantungkan hidupnya – yaitu kebutuhan pokoknya – kepada orang lain.

(1 Corinthians 9:14)  Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

(1 Corinthians 9:15)  Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!

(1 Corinthians 9:18)  Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

(1 Corinthians 9:19)  Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Dengan tidak menggunakan haknya sebagai pemberita injil, Paulus mendapat keuntungan berlipat-lipat:
1.  Kemegahannya (dan martabatnya) tidak dapat diusik-usik orang lain yang mengaku sebagai donor atau sponsor;
2. Dia menjadi bebas – bebas ke mana saja, kapan saja, sesuai arahan Roh Kudus tanpa harus berdebat dengan penyumbang dana; sehingga dia bisa memenangkan orang sebanyak mungkin.
3. Dia mendapatkan upah yang jauh lebih besar dan berharga dari Bapa sorgawi.

(Titus 3:13)  Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa.

(Titus 3:14)  Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

(Proverbs 12:9)  Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.


Pertanyaannya: mengapa gereja terkait erat dengan kota dan bangsa?

Ya betul kita memberikan pengaruh dan dampak dari yang kecil dulu, seperti keluarga, lingkungan, dst. tapi kita harus "set our mind".....bagi kota dan bangsa, sehingga kita juga membangun diri dengan kapasitas yang cukup untuk berdampak, menerangi, berpengaruh buat kota dan bangsa. Jadi ini bicara mengenai pentingnya masalah kapasitas roh kita.

Tujuan/target Paulus sama dengan tujuan Yesus. Dalam setiap misinya, dia harus menyiapkan gereja yang berdampak dan mempengaruhi kota dan orang-orang yang ada di kota itu. Dengan demikian gereja bisa menghadirkan Tuhan di kota itu. (Matthew 9:35) Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Mat 11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Jadi sasaran Yesus tidak pernah pribadi...kecuali bagi orang-orang strategis seperti perempuan Samaria dan orang gila di Gerasa. Mereka dimerdekakan dan dijadikan Yesus sebagai co-worker-NYA, itu pun juga bagi tujuan pembebasan kota Samaria dan Dekapolis.

Sekali lagi sy merujuk pada 'gereja Lot' untuk membuktikan keterkaitan gereja dengan kota dan bangsa. Di sini kita bisa belajar, bagaimana dampak dari gereja yang kudus dan benar, tapi hidup bagi dirinya sendiri..... hasilnya: MENGERIKAN

Gereja Lot tidak pernah bersyafaat bagi keluarganya dan bagi KOTA Sodom-Gomora. Akibatnya Sodom-Gomora dibinasakan Tuhan.



Postingan populer dari blog ini

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN Kejadian 8:1 * Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya? Gbr:  Trinity Lutheran Church Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah. Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan mem...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

Upper Room 4 - DR. Jonathan David

 15-06-2021 - Catatan Input Pendahuluan  Di sini kita membayar harga dan memberi perhatian, bukan sekedar mendapat pelajaran Firman. Mulai lebih dalam menconfigurasi hidup kita. Percaya Tuhan saat ini, hal yang supranatural pasti terjadi. Jangan punya kebiasaan buruk, pikiran dan emosi yang buruk. Pada masa krisis ini gereja harus bangkit. Tune freq suara kita. sesuatu yang didepositkan, yang fresh akan masuk dalam hidup kita. Kita berdiri di hadapan Tuhan. Kita mendesak di dalam roh. Bapa kami meminta sesuatu yang urgent untuk menangkap apa yang ada dalam hatimu. Bukan di hati kami. Biar frekuensi sorga terjadi, apa yang belum pernah terjadi. Intensitas dari sorga biar kami rasakan saat ini. Aktivitas dalam roh terjadi saat ini. Biar intensitas itu masuk dalam roh dan menawan hati kami saat ini. Dia yang memulai, Dia menguasai dan Dia yang mengakhiri. Biar tanah hati kita jadi subur ketika kita dengar firmannya datang dari hadirat Tuhan. Dia selaraskan hidup kita. Kita me...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Akar dari Krisis Spiritualitas Modern

Banyak orang salah memahami bahwa iman itu hanya soal sorga dan neraka. Pemikiran seperti itu hanyalah manifestasi dari buah Pengetahuan Baik dan Jahat . Padahal di Taman Eden ada hal yang jauh lebih utama, yakni Pohon Kehidupan yang justru diabaikan manusia (Adam dan Hawa). Memahami iman hanya sebagai "tiket ke sorga" atau "penghindar neraka" merupakan bentuk bineristik (hitam-putih) yang sangat khas dari Buah Pengetahuan Baik dan Jahat. Berikut adalah beberapa poin refleksi yang memperkuat pandangan ini: ​ 1. Jebakan Moralitas vs. Kehidupan ​Buah Pengetahuan Baik dan Jahat menciptakan sistem moralitas, sedangkan Pohon Kehidupan menawarkan vitalitas (kehidupan) Ilahi. ​ Sistem Moralitas (Babel): Fokus pada "Apa yang boleh dan tidak boleh?" atau "Bagaimana supaya selamat?". Ini adalah sistem transaksional yang berpusat pada diri sendiri (self-centered). Contoh lain yang gamblang adalah soal halal dan haram atau soal disunat dan tidak disunat...

Duta-duta Kerajaan Sorga

KEWARGAAN SORGA (Php 3:20)   Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nama kita tercatat di sorga. Kita harus bersuka-cita bukan karena hal-hal yang natural, bukan karena berkat atau rejeki nomplok, tapi kita bersuka-cita karena hal-hal yang dari sorga dan yang spiritual.

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Takdir Ilahi (MKS28)

Pesan penting dari khotbah Pdt. Djonny dalam sesi "Manusia Kerajaan Sorga 28" (1 Maret 2026) berfokus pada panggilan Allah kepada orang percaya untuk keluar dari pengaruh lama dan masuk ke dalam takdir ilahi, mengambil contoh dari kehidupan Abraham. Berikut adalah poin-poin utama pesan yang disampaikan:  *Satu Kesatuan Langit dan Bumi:* Pdt. Djonny menjelaskan bahwa pada mulanya, langit (surga) dan bumi diciptakan sebagai satu kesatuan alam ilahi, bukan dua tempat yang terpisah secara total [10:23]. Pemisahan terjadi karena pemberontakan iblis, dan rencana agung Allah adalah menyatukan kembali keduanya dalam "Langit Baru dan Bumi Baru" yang dipenuhi kebenaran [14:56].  *Panggilan untuk Keluar dari Pengaruh Biologis (Rumah Bapa):* Sebagaimana Abraham dipanggil keluar dari Ur-Kasdim dan rumah ayahnya (Terah), orang percaya dipanggil untuk keluar dari pembentukan, harapan, dan pengaruh masa lalu keluarga yang tidak akurat di hadapan Tuhan [31:21].    * Beliau menekanka...