Langsung ke konten utama

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.


Act 18:1  Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Di Korintus, Paulus mempunyai misi utama untuk memuridkan orang-orang percaya di sana dan membangun basis penginjilan / basis apostolik. Jadi dalam hal ini Paulus masih merintis, masih pontang-panting dengan dukungan seadanya dan dengan rekan-rekan kerja yang berganti-ganti. Mula-mula dengan Barnabas, lalu dengan Silas, karena Barnabas lebih membela keponakannya (ikatan darah-daging). Kemudian bergabung Timotius yang menjadi anak rohaninya Paulus.

Di Korintus inilah Paulus berjumpa dengan Akwila dan Priskila, istrinya. (ay2).

Paulus menginap di rumah mereka dan bekerja bersama-sama dengan pasangan suami-istri itu mengerjakan kemah, karena mereka memiliki profesi yang sama sebagai tukang kemah. (ay3).

Paulus melakukan itu sambil memberitakan injil setiap hari Sabat di rumah ibadat kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani (ay4).

Silas dan Timotius kemudian menyusul, bergabung kembali dengan Paulus ke Korintus. Mereka datang dari Filipi, Makedonia membawa persembahan dari jemaat Filipi, Makedonia untuk misi Paulus (ay5).

Ada 3 hal yang menjadi tantangan dihadapi Paulus dalam mengemban dalam penginjilan / gospel
1. Penolakan
2. Membangun jaringan kerja untuk memenangkan kota
3. Biaya perjalanan misi dan beban penghidupan

Act 18:5  Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.

Act 18:6  Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."

1. Penolakan
Paulus datang ke Korintus dengan beban yang tidak ringan. Sedikit banyak ia masih dibayangi masalah yang terjadi di Athena. Penolakan merupakan masalah terbesar dari sebuah misi. Ada beberapa hal yang biasanya menyebabkan penolakan:

a. Misi tidak sesuai dengan visi Tuhan. Walau pun tidak ada jaminan tidak ada masalah dan tidak ada jaminan keberhasilan misi, jika memang sudah sesuai visi Tuhan.

b. Di luar panggilan Tuhan atau kasih-karunia Tuhan.
 Di Korintus inilah Paulus mendapatkan konfirmasi atas panggilan dan kasih-karunianya,  setelah mengalami penolakan untuk kesekian kalinya. Katanya: “Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."

c. Tidak ada persiapan yang cukup dari sisi misionaris atau dari sisi penerima injil / target audience.

2. Membangun jaringan kerja untuk memenangkan kota
Sasaran setiap misi adalah minimal bagi kota yang didatangi. Jangan memperkecil lagi minimum targetnya, karena gereja terkait erat dengan kota dan bangsa. Mengapa?

Lihat dan pelajarimengenai “gereja Lot” yang egoistis. Gereja Lot tidak pernah bersyafaat bagi keluarganya dan bagi Sodom-Gomora. Akibatnya Sodom-Gomora dibinasakan Tuhan. Gereja Lot memiliki kuasa dan mampu berdampak, tapi tidak bisa berfungsi. Mereka adalah gereja yang statis dan hanya melayani diri sendiri. Gereja Lot penuh dengan ‘self’: self-sufficient (Job 20:22), self-confident (Provebs 14:16), self-seeking (Rom 2:8), self-condemned (Titus 3:9-11) and mostly  full of extortion and self-indulgence (Mat 23:25). Gereja Lot hanya menghasilkan generasi yang amoral dan menghasilkan bangsa yang tidak disukai Tuhan (bangsa Moab). Balak bin Zipor, Raja Moab menyuruh Beleam bin Peor mengutuki bangsa Israel dengan sumpah-serapah.

Tujuan Paulus sama dengan tujuan Yesus. Dalam setiap misinya, dia harus menyiapkan gereja yang berdampak dan mempengaruhi kota dan orang-orang yang ada di kota itu. Dengan demikian gereja bisa menghadirkan Tuhan di kota itu.

(Matthew 9:35)  Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Mat 11:20  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Jika kita harus punya  kerinduan melakukan mandat dari Yesus, maka level minimum targetnya adalah kota. Jangan hanya sebuah gereja. Jika targetnya  hanya sebuah gereja biarlah mereka yang ada di kota yang sama melayani di gereja lokal.

Pembicara jangan berpikir suara-Nya yang disampaikan akan memantul kembali ke dalam dari empat dinding gereja. Kita berbicara mengenai alam spiritual dan kuasa Firman yang keluar dari mulut Bapa sorgawi dan peperangan melawan musuh-musuh di angkasa, penguasa kota. Dengan firman-Nya yang berotoritas dan berkuasa, perkataan Roh dan hidup, tidak ada batasan natural sanggup membatasi. Firman yang dilepaskan di kota itu akan bekerja sampai tuntas dan kehendak Tuhan tergenapi, sebab pelaksana firman-Nya kuat.

Joe 2:11  Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. 

Seberapa pun yang hadir dalam pertemuan itu. Kita tidak membawa pesan dan firman yang lemah. Kita membawa serta seluruh sorga mendukung misi, sebab itu bukanlah misi kita. Peperangan itu milik Tuhan. Kita hanyalah alat di tangan Tuhan. Hasilnya bukan tanggung-jawab kita. Jika terjadi tuaian besar, sukacita kita adalah sukacita sorga, kesedihan kita adalah karena Dia. Bukan karena kita harus kecewa dengan tiada respon pendengar, tiada hasil, yang ada malah penolakan dan penolakan.

Oleh karena itu sebelum berangkat dan sebelum tiba di kota itu, harus ada TIM PEMENANG. Tim Pemenang tujuannya untuk meningkatkan pengurapan korporat dan mengejar destiny, yaitu tim yang terlatih, berfungsi, bersinergi, bermitra dengan Tuhan.

Mereka adalah  jaringan kekuatan yang mendukung, yaitu para pendoa syafaat yang maju berperang bersama Panglima Tentara Sorga dan bala tentara sorga – memukul mundur musuh dan  menghadirkan hadirat Tuhan, sehingga merobah atmosfir menjadi kondusif bagi penginjilan. Mintalah melalui pastor senior atau gembala di gereja lokal tersebut mempersiapkan diri mereka juga, karena merekalah yang terus ada di kota itu itu me-representasikan kehadiran Tuhan  di sana.

Dua pihak bersatu dalam satu tujuan dan satu misi menjadi AS ONE akan sangat dahsyat hasilnya.

Tugas penginjil adalah mempersiapkan, mendengar apa yang hendak Tuhan katakan pada kota dan bangsa itu dan melihat apa yang Tuhan lakukan di sorga, sehingga kita juga melakukannya. Tugas penginjil bukan hanya khotbah, tapi membawa pesan-pesan yang sudah dihidupi, dengan kebenaran yang tak terbantahkan dan doktrin yang tak terkalahkan (infallible words). Penginjil akan membawa pesan-pesan yang sudah matang dan hanya perlu dikonfirmasikan dengan satu kekuatan dengan jemaat di sana dan mendeklarasikan firman itu bersama-sama (As One). 

Jangan pergi sebelum kau memiliki kelengkapan senjata Allah ini. Level air kehidupan dalam roh kita harus maksimal, sehingga kita bisa mengalirkan air kehidupan itu dengan limpahnya kepada kota itu. Tuhan memberi dengan  berkelimpahan, demikian juga kita harus memberi dari kelimpahan itu. Bukan dengan kuat gagahku (sebenarnya itu kelemahan), tapi oleh RohMu. Sasarannya adalah bagaimana jemaat lokal bisa menaikkan level air roh mereka, melatih mereka secara singkat dan langsung, mengarahkan agar mereka memiliki passion yang sama.

Jangan pergi tanpa keyakinan Tuhan di sisi kita, sebab kita pergi ke garis depan medan peperangan. Peran utama pembicara adalah untuk menjadi pahlawan, bukan sebagai pengkhotbah biasa-biasa. Jika perlu, bawalah berberapa orang yang terhubung denganmu, mereka yang kau didik dan perlengkapi sedemikian rupa. Mereka adalah seperti anak-anak panah pilihan, di tangan pahlawan,  yang siap dilepaskan di garis depan medan peperangan. Mereka adalah orang-orang bagian dari Tim Pemenang.

(Psalms 127:4)  Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

3. Biaya perjalanan misi dan beban penghidupan

(Romans 15:26)  Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.

(Romans 15:27)  Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.

Di setiap kota yang dikunjunginya, Paulus selalu membangun basis apostolik. Caranya ialah dengan meletakkan dasar (fondasi) daripada basis itu.  Ia adalah arsitek yang hebat.

Pada waktu di Filipi, Makedonia, Paulus juga sudah meletakkan fondasi itu. Ia membangun hubungan yang terhormat (honorable alliance) dengan orang-orang yang terhormat di kota itu. Demikian juga saat berada di Korintus ini; sehingga kita melihat Makedonia dan Akhaya memutuskan untuk mengambil bagian dalam pelayanan dengan harta duniawi mereka.

Kita lihat pola dari misi Paulus.
1. Dia meninggalkan Silas dan Timotius di Makedonia; sementara Paulus sendiri sudah berada di Korintus (Kis 18:5).
2. Act 19:1  Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Dst.

Paulus tidak serta-merta meninggalkan kota itu tanpa follow-up untuk memastikan keterhubungan-nya (honorable alliance) sebagai rasul dengan jemaat di kota itu.

Tujuan Paulus mendirikan basis apostolik bagi penginjilan adalah:
(Ephesians 2:19)  Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

(Ephesians 2:20)  yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Paulus memastikan aplikasi dari firman Tuhan sesuai dengan pola bangunan rohani (Bait Suci) yang benar sesuai dengan blueprint dari sorga.

Tujuan Paulus dengan meletakan fondasi bangunan gereja yang benar supaya:
(Ephesians 2:21)  Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan
.
Ini berbicara pertumbuhan jemaat secara korporat, yang saling bersinergi sebagai Satu Kesatuan gereja korporat (as one) dalam  Tubuh Kristus dengan tujuan, arah dan agenda yang sama. Memberikan pemahaman apa yang menjadi tujuan gereja dan apa yang menjadi prioritas Tuhan atas kota dan bangsa saat ini.

(Ephesians 2:22)  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Ini berbicara mengenai pembangun tubuh rohani secara individual, memiliki landasan iman yang benar, yang kuat; dipersiapkan menjadi anggota jemaat yang tahan-uji, sebagai pemenang.

Secara singkat, Paulus bertujuan untuk membangun STRUKTUR OPERASI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan dan pertumbuhan yang efektif. Ini adalah sistem pendukung operasi dan chain of command yang efektif dalam lingkup gereja secara korporat.

Dengan menyadari apa yang harus menjadi passion dan prioritas, dan melakukannya dengan roh yang unggul, jemaat akan terbangun secara efektif untuk mencapai destiny korporat. 

Dengan demikian segala biaya perjalanan misi-nya tidaklah menjadi bagian utama pelayanannya. Namun Paulus tidak mau menggantungkan hidupnya – yaitu kebutuhan pokoknya – kepada orang lain.

(1 Corinthians 9:14)  Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

(1 Corinthians 9:15)  Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!

(1 Corinthians 9:18)  Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

(1 Corinthians 9:19)  Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Dengan tidak menggunakan haknya sebagai pemberita injil, Paulus mendapat keuntungan berlipat-lipat:
1.  Kemegahannya (dan martabatnya) tidak dapat diusik-usik orang lain yang mengaku sebagai donor atau sponsor;
2. Dia menjadi bebas – bebas ke mana saja, kapan saja, sesuai arahan Roh Kudus tanpa harus berdebat dengan penyumbang dana; sehingga dia bisa memenangkan orang sebanyak mungkin.
3. Dia mendapatkan upah yang jauh lebih besar dan berharga dari Bapa sorgawi.

(Titus 3:13)  Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa.

(Titus 3:14)  Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

(Proverbs 12:9)  Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.


Pertanyaannya: mengapa gereja terkait erat dengan kota dan bangsa?

Ya betul kita memberikan pengaruh dan dampak dari yang kecil dulu, seperti keluarga, lingkungan, dst. tapi kita harus "set our mind".....bagi kota dan bangsa, sehingga kita juga membangun diri dengan kapasitas yang cukup untuk berdampak, menerangi, berpengaruh buat kota dan bangsa. Jadi ini bicara mengenai pentingnya masalah kapasitas roh kita.

Tujuan/target Paulus sama dengan tujuan Yesus. Dalam setiap misinya, dia harus menyiapkan gereja yang berdampak dan mempengaruhi kota dan orang-orang yang ada di kota itu. Dengan demikian gereja bisa menghadirkan Tuhan di kota itu. (Matthew 9:35) Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Mat 11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Jadi sasaran Yesus tidak pernah pribadi...kecuali bagi orang-orang strategis seperti perempuan Samaria dan orang gila di Gerasa. Mereka dimerdekakan dan dijadikan Yesus sebagai co-worker-NYA, itu pun juga bagi tujuan pembebasan kota Samaria dan Dekapolis.

Sekali lagi sy merujuk pada 'gereja Lot' untuk membuktikan keterkaitan gereja dengan kota dan bangsa. Di sini kita bisa belajar, bagaimana dampak dari gereja yang kudus dan benar, tapi hidup bagi dirinya sendiri..... hasilnya: MENGERIKAN

Gereja Lot tidak pernah bersyafaat bagi keluarganya dan bagi KOTA Sodom-Gomora. Akibatnya Sodom-Gomora dibinasakan Tuhan.



Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...