Langsung ke konten utama

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.


Act 18:1  Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Di Korintus, Paulus mempunyai misi utama untuk memuridkan orang-orang percaya di sana dan membangun basis penginjilan / basis apostolik. Jadi dalam hal ini Paulus masih merintis, masih pontang-panting dengan dukungan seadanya dan dengan rekan-rekan kerja yang berganti-ganti. Mula-mula dengan Barnabas, lalu dengan Silas, karena Barnabas lebih membela keponakannya (ikatan darah-daging). Kemudian bergabung Timotius yang menjadi anak rohaninya Paulus.

Di Korintus inilah Paulus berjumpa dengan Akwila dan Priskila, istrinya. (ay2).

Paulus menginap di rumah mereka dan bekerja bersama-sama dengan pasangan suami-istri itu mengerjakan kemah, karena mereka memiliki profesi yang sama sebagai tukang kemah. (ay3).

Paulus melakukan itu sambil memberitakan injil setiap hari Sabat di rumah ibadat kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani (ay4).

Silas dan Timotius kemudian menyusul, bergabung kembali dengan Paulus ke Korintus. Mereka datang dari Filipi, Makedonia membawa persembahan dari jemaat Filipi, Makedonia untuk misi Paulus (ay5).

Ada 3 hal yang menjadi tantangan dihadapi Paulus dalam mengemban dalam penginjilan / gospel
1. Penolakan
2. Membangun jaringan kerja untuk memenangkan kota
3. Biaya perjalanan misi dan beban penghidupan

Act 18:5  Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.

Act 18:6  Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."

1. Penolakan
Paulus datang ke Korintus dengan beban yang tidak ringan. Sedikit banyak ia masih dibayangi masalah yang terjadi di Athena. Penolakan merupakan masalah terbesar dari sebuah misi. Ada beberapa hal yang biasanya menyebabkan penolakan:

a. Misi tidak sesuai dengan visi Tuhan. Walau pun tidak ada jaminan tidak ada masalah dan tidak ada jaminan keberhasilan misi, jika memang sudah sesuai visi Tuhan.

b. Di luar panggilan Tuhan atau kasih-karunia Tuhan.
 Di Korintus inilah Paulus mendapatkan konfirmasi atas panggilan dan kasih-karunianya,  setelah mengalami penolakan untuk kesekian kalinya. Katanya: “Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."

c. Tidak ada persiapan yang cukup dari sisi misionaris atau dari sisi penerima injil / target audience.

2. Membangun jaringan kerja untuk memenangkan kota
Sasaran setiap misi adalah minimal bagi kota yang didatangi. Jangan memperkecil lagi minimum targetnya, karena gereja terkait erat dengan kota dan bangsa. Mengapa?

Lihat dan pelajarimengenai “gereja Lot” yang egoistis. Gereja Lot tidak pernah bersyafaat bagi keluarganya dan bagi Sodom-Gomora. Akibatnya Sodom-Gomora dibinasakan Tuhan. Gereja Lot memiliki kuasa dan mampu berdampak, tapi tidak bisa berfungsi. Mereka adalah gereja yang statis dan hanya melayani diri sendiri. Gereja Lot penuh dengan ‘self’: self-sufficient (Job 20:22), self-confident (Provebs 14:16), self-seeking (Rom 2:8), self-condemned (Titus 3:9-11) and mostly  full of extortion and self-indulgence (Mat 23:25). Gereja Lot hanya menghasilkan generasi yang amoral dan menghasilkan bangsa yang tidak disukai Tuhan (bangsa Moab). Balak bin Zipor, Raja Moab menyuruh Beleam bin Peor mengutuki bangsa Israel dengan sumpah-serapah.

Tujuan Paulus sama dengan tujuan Yesus. Dalam setiap misinya, dia harus menyiapkan gereja yang berdampak dan mempengaruhi kota dan orang-orang yang ada di kota itu. Dengan demikian gereja bisa menghadirkan Tuhan di kota itu.

(Matthew 9:35)  Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Mat 11:20  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Jika kita harus punya  kerinduan melakukan mandat dari Yesus, maka level minimum targetnya adalah kota. Jangan hanya sebuah gereja. Jika targetnya  hanya sebuah gereja biarlah mereka yang ada di kota yang sama melayani di gereja lokal.

Pembicara jangan berpikir suara-Nya yang disampaikan akan memantul kembali ke dalam dari empat dinding gereja. Kita berbicara mengenai alam spiritual dan kuasa Firman yang keluar dari mulut Bapa sorgawi dan peperangan melawan musuh-musuh di angkasa, penguasa kota. Dengan firman-Nya yang berotoritas dan berkuasa, perkataan Roh dan hidup, tidak ada batasan natural sanggup membatasi. Firman yang dilepaskan di kota itu akan bekerja sampai tuntas dan kehendak Tuhan tergenapi, sebab pelaksana firman-Nya kuat.

Joe 2:11  Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. 

Seberapa pun yang hadir dalam pertemuan itu. Kita tidak membawa pesan dan firman yang lemah. Kita membawa serta seluruh sorga mendukung misi, sebab itu bukanlah misi kita. Peperangan itu milik Tuhan. Kita hanyalah alat di tangan Tuhan. Hasilnya bukan tanggung-jawab kita. Jika terjadi tuaian besar, sukacita kita adalah sukacita sorga, kesedihan kita adalah karena Dia. Bukan karena kita harus kecewa dengan tiada respon pendengar, tiada hasil, yang ada malah penolakan dan penolakan.

Oleh karena itu sebelum berangkat dan sebelum tiba di kota itu, harus ada TIM PEMENANG. Tim Pemenang tujuannya untuk meningkatkan pengurapan korporat dan mengejar destiny, yaitu tim yang terlatih, berfungsi, bersinergi, bermitra dengan Tuhan.

Mereka adalah  jaringan kekuatan yang mendukung, yaitu para pendoa syafaat yang maju berperang bersama Panglima Tentara Sorga dan bala tentara sorga – memukul mundur musuh dan  menghadirkan hadirat Tuhan, sehingga merobah atmosfir menjadi kondusif bagi penginjilan. Mintalah melalui pastor senior atau gembala di gereja lokal tersebut mempersiapkan diri mereka juga, karena merekalah yang terus ada di kota itu itu me-representasikan kehadiran Tuhan  di sana.

Dua pihak bersatu dalam satu tujuan dan satu misi menjadi AS ONE akan sangat dahsyat hasilnya.

Tugas penginjil adalah mempersiapkan, mendengar apa yang hendak Tuhan katakan pada kota dan bangsa itu dan melihat apa yang Tuhan lakukan di sorga, sehingga kita juga melakukannya. Tugas penginjil bukan hanya khotbah, tapi membawa pesan-pesan yang sudah dihidupi, dengan kebenaran yang tak terbantahkan dan doktrin yang tak terkalahkan (infallible words). Penginjil akan membawa pesan-pesan yang sudah matang dan hanya perlu dikonfirmasikan dengan satu kekuatan dengan jemaat di sana dan mendeklarasikan firman itu bersama-sama (As One). 

Jangan pergi sebelum kau memiliki kelengkapan senjata Allah ini. Level air kehidupan dalam roh kita harus maksimal, sehingga kita bisa mengalirkan air kehidupan itu dengan limpahnya kepada kota itu. Tuhan memberi dengan  berkelimpahan, demikian juga kita harus memberi dari kelimpahan itu. Bukan dengan kuat gagahku (sebenarnya itu kelemahan), tapi oleh RohMu. Sasarannya adalah bagaimana jemaat lokal bisa menaikkan level air roh mereka, melatih mereka secara singkat dan langsung, mengarahkan agar mereka memiliki passion yang sama.

Jangan pergi tanpa keyakinan Tuhan di sisi kita, sebab kita pergi ke garis depan medan peperangan. Peran utama pembicara adalah untuk menjadi pahlawan, bukan sebagai pengkhotbah biasa-biasa. Jika perlu, bawalah berberapa orang yang terhubung denganmu, mereka yang kau didik dan perlengkapi sedemikian rupa. Mereka adalah seperti anak-anak panah pilihan, di tangan pahlawan,  yang siap dilepaskan di garis depan medan peperangan. Mereka adalah orang-orang bagian dari Tim Pemenang.

(Psalms 127:4)  Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

3. Biaya perjalanan misi dan beban penghidupan

(Romans 15:26)  Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.

(Romans 15:27)  Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.

Di setiap kota yang dikunjunginya, Paulus selalu membangun basis apostolik. Caranya ialah dengan meletakkan dasar (fondasi) daripada basis itu.  Ia adalah arsitek yang hebat.

Pada waktu di Filipi, Makedonia, Paulus juga sudah meletakkan fondasi itu. Ia membangun hubungan yang terhormat (honorable alliance) dengan orang-orang yang terhormat di kota itu. Demikian juga saat berada di Korintus ini; sehingga kita melihat Makedonia dan Akhaya memutuskan untuk mengambil bagian dalam pelayanan dengan harta duniawi mereka.

Kita lihat pola dari misi Paulus.
1. Dia meninggalkan Silas dan Timotius di Makedonia; sementara Paulus sendiri sudah berada di Korintus (Kis 18:5).
2. Act 19:1  Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Dst.

Paulus tidak serta-merta meninggalkan kota itu tanpa follow-up untuk memastikan keterhubungan-nya (honorable alliance) sebagai rasul dengan jemaat di kota itu.

Tujuan Paulus mendirikan basis apostolik bagi penginjilan adalah:
(Ephesians 2:19)  Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

(Ephesians 2:20)  yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Paulus memastikan aplikasi dari firman Tuhan sesuai dengan pola bangunan rohani (Bait Suci) yang benar sesuai dengan blueprint dari sorga.

Tujuan Paulus dengan meletakan fondasi bangunan gereja yang benar supaya:
(Ephesians 2:21)  Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan
.
Ini berbicara pertumbuhan jemaat secara korporat, yang saling bersinergi sebagai Satu Kesatuan gereja korporat (as one) dalam  Tubuh Kristus dengan tujuan, arah dan agenda yang sama. Memberikan pemahaman apa yang menjadi tujuan gereja dan apa yang menjadi prioritas Tuhan atas kota dan bangsa saat ini.

(Ephesians 2:22)  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Ini berbicara mengenai pembangun tubuh rohani secara individual, memiliki landasan iman yang benar, yang kuat; dipersiapkan menjadi anggota jemaat yang tahan-uji, sebagai pemenang.

Secara singkat, Paulus bertujuan untuk membangun STRUKTUR OPERASI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan dan pertumbuhan yang efektif. Ini adalah sistem pendukung operasi dan chain of command yang efektif dalam lingkup gereja secara korporat.

Dengan menyadari apa yang harus menjadi passion dan prioritas, dan melakukannya dengan roh yang unggul, jemaat akan terbangun secara efektif untuk mencapai destiny korporat. 

Dengan demikian segala biaya perjalanan misi-nya tidaklah menjadi bagian utama pelayanannya. Namun Paulus tidak mau menggantungkan hidupnya – yaitu kebutuhan pokoknya – kepada orang lain.

(1 Corinthians 9:14)  Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

(1 Corinthians 9:15)  Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!

(1 Corinthians 9:18)  Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

(1 Corinthians 9:19)  Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Dengan tidak menggunakan haknya sebagai pemberita injil, Paulus mendapat keuntungan berlipat-lipat:
1.  Kemegahannya (dan martabatnya) tidak dapat diusik-usik orang lain yang mengaku sebagai donor atau sponsor;
2. Dia menjadi bebas – bebas ke mana saja, kapan saja, sesuai arahan Roh Kudus tanpa harus berdebat dengan penyumbang dana; sehingga dia bisa memenangkan orang sebanyak mungkin.
3. Dia mendapatkan upah yang jauh lebih besar dan berharga dari Bapa sorgawi.

(Titus 3:13)  Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa.

(Titus 3:14)  Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

(Proverbs 12:9)  Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.


Pertanyaannya: mengapa gereja terkait erat dengan kota dan bangsa?

Ya betul kita memberikan pengaruh dan dampak dari yang kecil dulu, seperti keluarga, lingkungan, dst. tapi kita harus "set our mind".....bagi kota dan bangsa, sehingga kita juga membangun diri dengan kapasitas yang cukup untuk berdampak, menerangi, berpengaruh buat kota dan bangsa. Jadi ini bicara mengenai pentingnya masalah kapasitas roh kita.

Tujuan/target Paulus sama dengan tujuan Yesus. Dalam setiap misinya, dia harus menyiapkan gereja yang berdampak dan mempengaruhi kota dan orang-orang yang ada di kota itu. Dengan demikian gereja bisa menghadirkan Tuhan di kota itu. (Matthew 9:35) Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Mat 11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Jadi sasaran Yesus tidak pernah pribadi...kecuali bagi orang-orang strategis seperti perempuan Samaria dan orang gila di Gerasa. Mereka dimerdekakan dan dijadikan Yesus sebagai co-worker-NYA, itu pun juga bagi tujuan pembebasan kota Samaria dan Dekapolis.

Sekali lagi sy merujuk pada 'gereja Lot' untuk membuktikan keterkaitan gereja dengan kota dan bangsa. Di sini kita bisa belajar, bagaimana dampak dari gereja yang kudus dan benar, tapi hidup bagi dirinya sendiri..... hasilnya: MENGERIKAN

Gereja Lot tidak pernah bersyafaat bagi keluarganya dan bagi KOTA Sodom-Gomora. Akibatnya Sodom-Gomora dibinasakan Tuhan.



Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...