Langsung ke konten utama

KEBENARAN TERKINI

PRESENT TRUTH
Alkitab itu kebenaran yang lama. Ayat-ayatnya, prinsip-prinsip kebenarannya dan pola-polanya kita pakai dan kita hidupi dengan pewahyuan segar (fresh revelation) dari sorga. Itulah yang dibagikan kepada jemaat bukan yang tertulis. Tidak perlu ke gereja kalo hanya membagikan pesan yang tertulis. Kita bukan generasi 'ada tertulis' tapi generasi penggenap!!!



Gereja harus mengalami banyak reformasi mental untuk gereja menjadi jawaban bagi jemaat, bagi keluarganya, bagi kota-kota dan bagi bangsa-bangsa.

Langkah awal daripada itu gereja-gereja lokal harus mengalami restorasi Firman, sebab segala sesuatu dimulai dari dan oleh Firman. Firman harus kembali ke rumahNya.

Gereja bukan melulu terus berputar-putar seperti gereja padang gurun, tidak memiliki kapasitas untuk masuk ke Tanah Perjanjian. Karena fokus gereja padang gurun hanya pada kebutuhannya sendiri, dan/atau kepada urusannya sendiri (gereja Martha),  fokus kepada kekudusan dan kebenaran sendiri (gereja Lot) tanpa bisa berpengaruh atau berdampak (no influence, no impact and powerless), dll. 


Banyak gereja kebingungan minggu ini tema khotbah nya apa ya? Minggu-minggu ke depannya apa lagi? Coba bikin jadwalnya. Coba tema yang cocok apa ya? Ini dekat paskah, pasti tema-nya soal kematian dan kebangkitan Yesus. 

Kebingungan tidak akan ada jika tiap harinya orang terhubung dengan sumber utama, bergaul intim dengan Firman itu sendiri.

Tuhan sedang dan sudah me-restorasi ke-lima jawatan pelayanan: Nabi, rasul, gembala, penginjil, guru. 

Gereja-gereja lokal tidak akan bisa mengarahkan dirinya kepada tujuan dan rencanaNya tanpa seluruh perlengkapan yang Tuhan sediakan. 

Gereja mula-mula di Kisah Para Rasul contohnya.
Kisah Para Rasul 2:42  Mereka bertekun dalam *pengajaran rasul-rasul* dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Tugas para rasul adalah untuk memastikan jemaat menerima firman dari doktrin yang murni, implementasi dan aplikasi dari firman Tuhan. Mereka men-download langsung dari sorga. Fresh and pure doctrines. Fresh word flows from God's mouth which is the present truth. 

Bukan hanya dari Alkitab (waktu itu PB malah belum ada). Alkitab itu kebenaran yang dulu. Ayat-ayatnya, prinsip-prinsip kebenaran dan pola-polanya kita pakai dan kita hidupi dengan pewahyuan segar (fresh revelation) dari sorga. Itulah yang dibagikan kepada jemaat bukan yang tertulis. Kita harus menjadi generasi "penggenap firman (fulfilment)" bukan lagi generasi "ada tertulis". Hati-hati dengan apa yang disebut "ada tertulis", karena iblis pun fasih. 

Yang menjadikan firman yang tertulis itu hidup karena selaras dengan kehendakNya dan arahanNya (directive instructions) *saat ini* disampaikan menjadi *"present truth" oleh sebab Roh-Nya berbicara.

Itulah firman-Nya yang berkuasa dengan otoritas penuh. Firman-Nya yang memberikan hidup dan mengubahkan kehidupan banyak orang yang merespon-Nya.

*Touching God is our passion*
*Changing life is our priority*

Yohanes 6:63  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. *Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.*

Yohanes 6:68  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: *"Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;*

Bukan maksudnya sy menggurui. It's just came out and flowed like that. And keep on flowing....Juga bukan untuk menghakimi gereja-gereja siapa pun. Kita dulu mungkin lebih parah keadaan nya.

Di sini *present truth* yang jadi fokusnya, supaya pelayanan injil Kerajaan (gospel) tidak sia-sia, tidak menjaring angin.

Fokusnya bukan masalah denominasi atau kepercayaan apa yang kita anut. Kita tidak bisa pilih-pilih firman. Tidak bisa firman-Nya di cocok-cocokin dengan musim, dengan trend, dengan kebutuhan, dengan mood, dengan selera, dengan pendengar. Firman-Nya bukan untuk digoreng-goreng (manipulated) dan ditujukan untuk mengkritik orang, sekelompok orang, denominasi tertentu.

Kalo kita sengaja goreng-goreng firman, memanipulasi firman untuk diri sendiri atau untuk golongan atau untuk alasan apa pun tapi demi keuntungan sendiri; itu namanya jualan firman. Kita bukan hambaNya lagi, tapi salesmen dan tukang tipu.

Itulah mungkin apa yang dimaksud dengan para pembuat kejahatan dalam KerajaanNya. Bukannya kita disambut dengan baik oleh Tuhan, malah diusir. Di sanalah akan ada ratapan dan kertak gigi dalam kegelapan buta.

Ini peringatan buat saya dan Anda. Buat kita semuanya. Buat gereja-gereja yang suka mempermainkan jemaat Tuhan, terutama para pemimpin nya.

Yohanes 6:63  Rohlah yang memberi hidup, *daging sama sekali tidak berguna.* Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Jadi kalo kita memanipulasi firman itu karena timbul dari kedagingan kita. Daging dan segala sesuatu yang fana bukan bagian dari KerajaanNya. Semua itu akan dibakar habis dalam tungku api yang kekal.

Tuhan sedang dan sudah me-restorasi ke-lima jawatan pelayanan: Nabi, rasul, gembala, penginjil, guru. Gereja-gereja lokal tidak akan bisa mengarahkan dirinya kepada tujuan dan rencanaNya tanpa seluruh perlengkapan yang Tuhan sediakan.

Oleh pengajaran para rasul dan bapa rohani (mentor), kami menekankan kesatuan (As One) iman, visi, destiny, one voice, one Spirit, one agenda (agendaNya), one Lord.  

Semua dimensi itu harus terus-menerus di setarakan naik (ascending) pada level di mana Tuhan berada (kerinduan Tuhan) lewat pengajaran nabi dan rasul-Nya dan bapa rohani yang menjadi mentor (model) kehidupan.

Yeah. He is calling us from beyond! From the future, from the abundance, from the inhabitants of God's people and angels, from the Throne of the Father and the Throne of the Lamb of God! He is the alpha and the omega. We are in between. We've started from Him and moving towards Him. Amen, amen, amen. Hallelujah! 

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...