Langsung ke konten utama

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)


Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi.

Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47

Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, transformasi jati diri, dan mekanisme percepatan:

I. Konsep Percepatan dalam Rencana Tuhan

  • Definisi: Percepatan adalah tindakan Allah untuk mewujudkan rencana-Nya dengan cepat tanpa melanggar hukum-hukum yang telah Dia tetapkan sendiri.
  • Faktor Penentu: Percepatan sangat bergantung pada respon manusia yang benar dan akurat. Respon ini tidak didasarkan pada pemikiran manusia, melainkan pada pengenalan akan Tuhan dan apa yang Dia katakan.
  • Titik Kritis: Manusia dapat melakukan "perlambatan" jika tidak memberikan respon yang tepat terhadap apa yang Tuhan kerjakan.

II. Transformasi Jati Diri (Manusia Lama ke Manusia Baru)

  • Proses Melucuti: Allah bekerja melalui Roh Kudus dan Firman untuk melucuti atau menanggalkan kepribadian lama (manusia lama) yang menuju kebinasaan oleh nafsu yang menyesatkan.
  • Mekanisme Perubahan:
    • Dimulai dari dalam roh, kemudian harus mencapai pikiran/jiwa untuk pembaruan pola pikir.
    • Melibatkan proses "menanggalkan" manusia lama dan "mengenakan" manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sejati.
  • Peran Bapa Rohani: Allah menggunakan figur Bapa Rohani sebagai instrumen untuk membantu seseorang menanggalkan manusia lama dan mengenakan kepribadian yang sesuai dengan takdir Tuhan.

III. Makna Sunat dan Pemberian Nama

  • Pola Hukum Tuhan: Sunat pada hari kedelapan adalah ketentuan kekal dan pola hukum Tuhan.
  • Identitas Baru: Sunat dimaknai sebagai saat di mana nama atau kepribadian yang Tuhan inginkan (takdir) dianugerahkan kepada seseorang.
  • Dampak pada Keturunan: Abraham memastikan keturunannya (seperti Ishak) hidup dalam jalur ini agar janji Tuhan digenapi dari generasi ke generasi.

IV. Hubungan Intim (Yada) dan Penyingkapan Rencana

  • Tingkat Hubungan: Istilah Yada merujuk pada hubungan intim yang legal dan tidak berdosa di mata Tuhan (selevel persetubuhan yang sah).
  • Penghapusan Misteri: Dalam hubungan ini, Allah tidak menyembunyikan rencana-Nya. Tidak ada lagi misteri; semua pewahyuan disingkapkan karena Allah mendapati manusia tersebut hidup dalam takdir-Nya.
  • Sidang Musyawarah Tuhan: Hubungan intim membawa manusia pada posisi dipercaya untuk terlibat dalam sidang musyawarah Tuhan mengenai nasib bangsa-bangsa.

V. Benih Ilahi dan Kuasa Firman

  • Penanaman Benih: Allah memasukkan benih asli-Nya ke dalam kehidupan manusia yang intim dengan-Nya. Benih ini menghasilkan sifat, karakter, dan dimensi ilahi pada keturunan rohani.
  • Firman di Mulut: Firman Tuhan harus diproses oleh Roh Kudus hingga menjadi nyata dalam diri seseorang dan keluar melalui mulut dengan kualitas yang sama seperti perkataan Allah.
  • Potensi Supranatural: Melalui kuasa firman di mulut, manusia dapat membentuk realitas dan jati diri orang lain (seperti Abraham terhadap Sara) sesuai dengan takdir yang ditetapkan Allah.

VI. Dampak terhadap Pergerakan Allah

  • Kunjungan Ilahi: Perubahan jati diri dari "manusia lama" (Sarai) menjadi "manusia baru" (Sarah) mengubah cara Allah bergerak. Tuhan tercatat mengunjungi (visited) Sarah, tetapi tidak pernah mengunjungi Sarai.
  • Penyediaan vs. Interaksi: Selama seseorang tetap dalam jati diri lama, Tuhan mungkin hanya memberikan penyediaan umum (kasih karunia), tetapi perubahan jati diri memicu kunjungan dan interaksi ilahi yang spesifik.
  • Keakuratan Waktu: Waktu Tuhan bukanlah kalender manusia, melainkan terjadi ketika semua ketentuan transformasi jati diri telah terpenuhi.

Q&A Page

Apa makna 'percepatan' dalam rencana Tuhan bagi keturunan Abraham?

Dalam rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, makna "percepatan" merujuk pada tindakan Allah untuk mewujudkan segala rencana-Nya dengan cepat tanpa melanggar hukum-hukum yang telah Dia tetapkan sendiri. Berdasarkan sumber yang tersedia, berikut adalah poin-poin utama mengenai makna dan mekanisme percepatan tersebut:

  • Transformasi Jati Diri sebagai Titik Awal: Percepatan dimulai ketika Allah mengerjakan perubahan pada kepribadian atau jati diri seseorang, sebagaimana Abram diubah menjadi Abraham. Proses ini melibatkan Roh Kudus dan Firman untuk melucuti "manusia lama" dan mengenakan "manusia baru" yang sesuai dengan takdir Tuhan.
  • Respon yang Akurat: Percepatan dalam rencana agung Tuhan sangat bergantung pada respon manusia yang benar dan akurat. Respon ini tidak didasarkan pada pemikiran manusiawi, melainkan pada pengenalan akan Tuhan dan apa yang Dia katakan. Jika responnya lambat atau tidak tepat, manusia justru bisa melakukan "perlambatan" terhadap apa yang ingin Tuhan kerjakan.
  • Ikat Janji Melalui Penyunatan: Kejadian 17 mencatat tentang perintah sunat sebagai bentuk ikat janji yang membawa percepatan. Sunat dimaknai sebagai saat di mana nama atau kepribadian yang Tuhan inginkan (takdir) diberikan kepada seseorang. Penyunatan pada hari kedelapan menjadi pola hukum Tuhan agar seseorang layak disebut sebagai generasi keturunan Abraham.
  • Perubahan Gerakan Allah: Ketika jati diri seseorang berubah dari "manusia lama" menjadi "manusia baru", hal itu akan mengubah pergerakan Allah dalam hidup orang tersebut. Sebagai contoh, Tuhan tidak pernah mengunjungi "Sarai", tetapi setelah jati dirinya dipulihkan menjadi "Sarah", Tuhan mengunjungi (visited) dia untuk menggenapi janji-Nya.
  • Kelangsungan Melalui Keturunan: Percepatan ini bertujuan agar janji Tuhan digenapi bukan hanya pada masa Abraham, tetapi terus berlanjut melalui keturunan demi keturunan yang hidup menurut jalan Tuhan. Abraham dipercaya karena ia memiliki potensi untuk memerintahkan anak-anak dan keturunannya agar tetap hidup dalam kebenaran dan keadilan.
  • Hubungan yang Mendalam (Yada): Percepatan terjadi dalam tingkat hubungan yang sangat dalam, di mana Tuhan "mengenal" (yada) Abraham secara intim. Dalam hubungan ini, tidak ada lagi misteri atau rahasia; Tuhan mengungkapkan rencana-Nya karena Ia mendapati manusia tersebut hidup dalam takdir-Nya.

Secara keseluruhan, percepatan bukan sekadar tentang waktu yang singkat, melainkan tentang pemulihan identitas yang memungkinkan benih ilahi bekerja secara maksimal dalam diri manusia untuk menggenapi rencana-Nya.


Bagaimana Roh Kudus mengubah jati diri manusia lama?

Roh Kudus bekerja untuk mengubah jati diri seseorang dari manusia lama melalui proses transformasi yang mendalam dan sistematis. Berikut adalah cara Roh Kudus melakukan perubahan tersebut:

  • Melucuti dan Menanggalkan Kepribadian Lama: Allah bekerja melalui Roh Kudus dan firman-Nya untuk melucuti atau menanggalkan kepribadian lama (manusia lama) yang menuju kebinasaan oleh nafsu yang menyesatkan,. Proses ini digambarkan seperti menanggalkan pakaian lama yang sudah tidak layak pakai.
  • Dimulai dari Roh ke Pikiran: Pekerjaan Allah dalam mengubah jati diri dimulai dari dalam roh manusia. Dari roh, pembaruan tersebut kemudian harus mencapai pikiran (jiwa), sehingga seluruh pola pikir dan cara pandang seseorang diperbaharui sesuai dengan kehendak Allah,,.
  • Proses Melalui Penerimaan Firman: Roh Kudus memproses jati diri seseorang ketika orang tersebut menerima dan menyambut firman Tuhan,. Firman tersebut bukan hanya dipahami di dalam batin atau pikiran, tetapi dibiarkan diproses oleh Roh Kudus hingga firman itu "menjadi nyata" dalam diri orang tersebut dan keluar melalui perkataan mulut yang berkualitas sama dengan perkataan Allah,.
  • Mengenakan Manusia Baru yang Telah Diciptakan: Setelah melucuti manusia lama, Roh Kudus menolong seseorang untuk mengenakan manusia baru. Manusia baru ini adalah jati diri yang telah diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
  • Peran Bapa Rohani: Dalam proses ini, Allah seringkali tidak bekerja sendirian, melainkan juga menggunakan Bapa Rohani sebagai instrumen-Nya,. Bapa rohani berperan membantu seseorang menanggalkan manusia lama dan memberikan pengajaran yang menuntun pada kepribadian yang sesuai dengan takdir Tuhan.
  • Memberikan Jati Diri sebagai Anak Allah: Melalui pekerjaan Roh Kudus, seseorang diberi hak dan jati diri yang baru sebagai anak-anak Allah. Sebagai anak Allah, orang tersebut menerima "benih ilahi" yang menghasilkan sifat-sifat dan karakter Allah (seperti kasih karunia dan kebenaran) dalam kehidupannya,,.

Singkatnya, Roh Kudus mengubah jati diri dengan cara melucuti manusia lama yang berdosa dan memproses firman Tuhan dalam roh dan pikiran hingga seseorang sepenuhnya mengenakan manusia baru yang sesuai dengan takdir ilahi-Nya,,.


Apa kaitan antara hubungan yang intim dengan rencana Tuhan?

Berdasarkan sumber yang tersedia, hubungan yang intim antara manusia dengan Tuhan memiliki kaitan yang sangat mendasar dan krusial dalam penggenapan rencana-Nya. Berikut adalah poin-poin penjelasannya:

  • Penyingkapan Rahasia dan Rencana Allah: Ketika seseorang berada dalam tingkat hubungan yang intim, Tuhan tidak akan menyembunyikan apa yang hendak Dia lakukan. Hubungan yang mendalam ini membuat tidak ada lagi misteri atau rahasia mengenai langkah-langkah Tuhan dalam perjalanan hidup seseorang; segala pewahyuan disingkapkan karena Tuhan mendapati orang tersebut hidup sesuai takdir-Nya.
  • Tingkat Hubungan "Yada": Hubungan  yang intim ini diistilahkan Ibrani Yada, yang berarti Tuhan "mengenal" atau memiliki kedekatan yang sangat dalam dengan manusia, selevel dengan hubungan yang legal dan tidak berdosa di mata Tuhan. Tingkat hubungan inilah yang menjadi dasar bagi Abraham untuk dilibatkan dalam sidang musyawarah Tuhan dalam menentukan nasib bangsa-bangsa.
  • Keberhasilan Rencana Agung: Hubungan yang intim memastikan bahwa rencana Tuhan tidak gagal. Jika Tuhan menyembunyikan rencana-Nya dari orang yang telah dipilih-Nya, maka rencana tersebut bisa terhambat. Melalui hubungan ini, Tuhan dapat memberikan instruksi yang akurat agar rencana-Nya terwujud melalui keturunan demi keturunan.
  • Penanaman "Benih Ilahi": Dalam hubungan yang intim, Tuhan memasukkan benih asli-Nya ke dalam kehidupan manusia. Benih ini kemudian akan menghasilkan sifat-sifat dan karakter Allah dalam diri orang tersebut dan keturunannya, sehingga mereka hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan dan melakukan keadilan serta kebenaran.
  • Mengubah Pergerakan Allah: Hubungan yang intim, yang didahului oleh pemulihan jati diri, akan mengubah cara Tuhan bergerak dan mengunjungi seseorang. Sebagai contoh, Tuhan "mengunjungi" (visited) Sarah karena hubungan dan jati dirinya telah dipulihkan, berbeda dengan saat ia masih bernama Sarai di mana tidak tercatat adanya kunjungan serupa dari Tuhan.
  • Respon yang Akurat terhadap Rencana: Kedekatan dan pengenalan akan Tuhan memungkinkan manusia untuk memberikan respon yang benar dan akurat terhadap firman-Nya. Respon yang didasarkan pada pengenalan akan Tuhan inilah yang memicu terjadinya percepatan dalam penggenapan rencana agung Allah, alih-alih melakukan perlambatan karena ketidaktahuan atau pemikiran manusiawi semata.

Bagaimana hubungan intim mengubah pergerakan Allah dalam hidup kita?

Hubungan intim dengan Tuhan—yang digambarkan dengan istilah Ibrani yada—mengubah pergerakan Allah dalam hidup kita melalui beberapa cara mendasar:

  • Mengubah Kunjungan Allah dari Penyediaan Umum menjadi Interaksi Spesifik: Perubahan jati diri melalui hubungan intim akan mengubah cara Tuhan bergerak dan mengunjungi hidup seseorang. Sumber memberikan perbandingan bahwa Allah "mengunjungi" (visited) Sarah setelah jati dirinya dipulihkan, namun tidak ada catatan bahwa Allah pernah mengunjungi "Sarai" meskipun ia telah lama bersama Abraham. Selama seseorang masih hidup dalam jati diri "manusia lama", Tuhan mungkin hanya memberikan penyediaan umum melalui kasih karunia, tetapi kunjungan yang mendalam menuntut jati diri yang baru.
  • Pe Misteri dalam Rencana Allah: Dalam tingkat hubungan yang intim, Allah tidak lagi memandang manusia sebagai orang asing, melainkan sebagai "kekasih" atau mitra yang dipercaya. Hal ini mengakibatkan tidak ada lagi misteri atau rahasia mengenai apa yang akan Allah lakukan; Dia akan menyingkapkan pewahyuan dan rencana-Nya secara terbuka, sebagaimana Dia melibatkan Abraham dalam sidang musyawarah-Nya sebelum menghancurkan Sodom dan Gomora.
  • Aktivasi Potensi Supranatural dan "Benih Ilahi": Hubungan yang intim memungkinkan Allah memasukkan benih asli-Nya ke dalam kehidupan manusia. Benih ini bukan sekadar pengetahuan, melainkan kemampuan supranatural yang hanya dimiliki Allah (kasih karunia) yang kemudian mewujudkan sifat, karakter, dan kuasa firman dalam diri orang tersebut. Ketika firman itu menjadi nyata dalam diri manusia melalui proses Roh Kudus, perkataan yang keluar dari mulut orang tersebut akan memiliki kualitas yang sama dengan perkataan Allah, yang mampu membentuk realitas sesuai takdir Tuhan.
  • Pengenalan yang Bersifat Legal dan Mendalam (Yada): Hubungan intim atau yada memiliki makna yang setara dengan hubungan "persetubuhan" dalam konteks legal dan tidak berdosa di mata Tuhan. Tingkat hubungan ini memastikan bahwa manusia tidak memanfaatkan Tuhan hanya untuk ambisi pribadi atau kepuasan diri sendiri, melainkan hidup dalam keselarasan dengan jalan-jalan-Nya.
  • Keakuratan Waktu Tuhan: Pergerakan Allah menjadi sangat akurat ketika syarat-syarat hubungan intim terpenuhi. Waktu yang ditetapkan Allah bukanlah berdasarkan kalender manusia, melainkan terjadi apabila semua ketentuan dan transformasi jati diri telah tergenapi dalam hidup seseorang.

Secara keseluruhan, hubungan intim berfungsi sebagai katalis yang mengubah status kita dari sekadar pengikut menjadi mitra kepercayaan Tuhan, yang memicu kunjungan ilahi dan penggenapan janji-janji-Nya secara tepat waktu.

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Membuang Cela Masa Lalu, Hidup Tanpa Noda (MKS #44)

Khotbah ini mengulas perjalanan iman Abraham dalam upayanya hidup tanpa cela di hadapan Allah berdasarkan Kejadian 17:1 .  Meskipun Abraham taat, ia masih membawa pola pikir duniawi yang diwarisi dari ayahnya, Terah, terutama melalui keterikatannya pada Lot dan Ismail . Kehadiran Lot dianggap sebagai bentuk kontaminasi spiritual karena Abraham belum sepenuhnya melepaskan keterikatan keluarga untuk mengikuti rencana murni Tuhan. Pp Djonny menekankan pentingnya kemitraan yang kudus dengan Roh Kudus agar manusia tidak menyimpang dari tujuan ilahi. Melalui kisah ini, jemaat diajak untuk membenahi hati dan memastikan bahwa hikmat Allah , bukan ambisi manusia, yang menuntun langkah hidup mereka. Akhirnya, pesan utama adalah tentang pemurnian diri dari segala cela agar penggenapan janji Tuhan dapat terwujud sepenuhnya. Ibadah JMD Bandung 28 Juni 2026 - Ps. Djonny Tambunan - Manusia Kerajaan Sorga 44 Berikut adalah catatan lengkap berdasarkan materi khotbah: 1. Jalan Hikmat Allah...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

The Limitless Spirit: Authority and Leadership in the Last Days (UR #228)

THE UPPER ROOM 228 - 14 April 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 4 ) Ini pengajaran  Dr. Jonathan David yang berfokus pada pemberdayaan pemimpin gereja melalui otoritas rohani dan bimbingan Roh Kudus . Beliau membedah berbagai alasan mengapa individu berhenti mengikuti pemimpin, seperti hilangnya kedisiplinan, ketersinggungan hati, hingga perubahan sifat dasar roh seseorang. Strategi kepemimpinan yang ditekankan mencakup pentingnya menjaga kesatuan, mengambil otoritas atas kegelapan, serta menjauhi akar kepahitan agar pelayanan tetap murni. Melalui analogi militer dan referensi Alkitab, jemaat didorong untuk hidup dalam dimensi nubuatan dan hikmat guna menghadapi tantangan zaman. Khotbah diakhiri dengan doa pengurapan yang kuat untuk melepaskan kasih karunia finansial serta kekuatan supranatural bagi kemajuan kerajaan Tuhan. Keseluruhan pesan bertujuan membekali para pengikut Kristus agar mampu mempertahankan kemenangan rohani dan memperluas pengaruh mereka secara global. B...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...