Langsung ke konten utama

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)


Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi.

Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47

Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, transformasi jati diri, dan mekanisme percepatan:

I. Konsep Percepatan dalam Rencana Tuhan

  • Definisi: Percepatan adalah tindakan Allah untuk mewujudkan rencana-Nya dengan cepat tanpa melanggar hukum-hukum yang telah Dia tetapkan sendiri.
  • Faktor Penentu: Percepatan sangat bergantung pada respon manusia yang benar dan akurat. Respon ini tidak didasarkan pada pemikiran manusia, melainkan pada pengenalan akan Tuhan dan apa yang Dia katakan.
  • Titik Kritis: Manusia dapat melakukan "perlambatan" jika tidak memberikan respon yang tepat terhadap apa yang Tuhan kerjakan.

II. Transformasi Jati Diri (Manusia Lama ke Manusia Baru)

  • Proses Melucuti: Allah bekerja melalui Roh Kudus dan Firman untuk melucuti atau menanggalkan kepribadian lama (manusia lama) yang menuju kebinasaan oleh nafsu yang menyesatkan.
  • Mekanisme Perubahan:
    • Dimulai dari dalam roh, kemudian harus mencapai pikiran/jiwa untuk pembaruan pola pikir.
    • Melibatkan proses "menanggalkan" manusia lama dan "mengenakan" manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sejati.
  • Peran Bapa Rohani: Allah menggunakan figur Bapa Rohani sebagai instrumen untuk membantu seseorang menanggalkan manusia lama dan mengenakan kepribadian yang sesuai dengan takdir Tuhan.

III. Makna Sunat dan Pemberian Nama

  • Pola Hukum Tuhan: Sunat pada hari kedelapan adalah ketentuan kekal dan pola hukum Tuhan.
  • Identitas Baru: Sunat dimaknai sebagai saat di mana nama atau kepribadian yang Tuhan inginkan (takdir) dianugerahkan kepada seseorang.
  • Dampak pada Keturunan: Abraham memastikan keturunannya (seperti Ishak) hidup dalam jalur ini agar janji Tuhan digenapi dari generasi ke generasi.

IV. Hubungan Intim (Yada) dan Penyingkapan Rencana

  • Tingkat Hubungan: Istilah Yada merujuk pada hubungan intim yang legal dan tidak berdosa di mata Tuhan (selevel persetubuhan yang sah).
  • Penghapusan Misteri: Dalam hubungan ini, Allah tidak menyembunyikan rencana-Nya. Tidak ada lagi misteri; semua pewahyuan disingkapkan karena Allah mendapati manusia tersebut hidup dalam takdir-Nya.
  • Sidang Musyawarah Tuhan: Hubungan intim membawa manusia pada posisi dipercaya untuk terlibat dalam sidang musyawarah Tuhan mengenai nasib bangsa-bangsa.

V. Benih Ilahi dan Kuasa Firman

  • Penanaman Benih: Allah memasukkan benih asli-Nya ke dalam kehidupan manusia yang intim dengan-Nya. Benih ini menghasilkan sifat, karakter, dan dimensi ilahi pada keturunan rohani.
  • Firman di Mulut: Firman Tuhan harus diproses oleh Roh Kudus hingga menjadi nyata dalam diri seseorang dan keluar melalui mulut dengan kualitas yang sama seperti perkataan Allah.
  • Potensi Supranatural: Melalui kuasa firman di mulut, manusia dapat membentuk realitas dan jati diri orang lain (seperti Abraham terhadap Sara) sesuai dengan takdir yang ditetapkan Allah.

VI. Dampak terhadap Pergerakan Allah

  • Kunjungan Ilahi: Perubahan jati diri dari "manusia lama" (Sarai) menjadi "manusia baru" (Sarah) mengubah cara Allah bergerak. Tuhan tercatat mengunjungi (visited) Sarah, tetapi tidak pernah mengunjungi Sarai.
  • Penyediaan vs. Interaksi: Selama seseorang tetap dalam jati diri lama, Tuhan mungkin hanya memberikan penyediaan umum (kasih karunia), tetapi perubahan jati diri memicu kunjungan dan interaksi ilahi yang spesifik.
  • Keakuratan Waktu: Waktu Tuhan bukanlah kalender manusia, melainkan terjadi ketika semua ketentuan transformasi jati diri telah terpenuhi.

Q&A Page

Apa makna 'percepatan' dalam rencana Tuhan bagi keturunan Abraham?

Dalam rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, makna "percepatan" merujuk pada tindakan Allah untuk mewujudkan segala rencana-Nya dengan cepat tanpa melanggar hukum-hukum yang telah Dia tetapkan sendiri. Berdasarkan sumber yang tersedia, berikut adalah poin-poin utama mengenai makna dan mekanisme percepatan tersebut:

  • Transformasi Jati Diri sebagai Titik Awal: Percepatan dimulai ketika Allah mengerjakan perubahan pada kepribadian atau jati diri seseorang, sebagaimana Abram diubah menjadi Abraham. Proses ini melibatkan Roh Kudus dan Firman untuk melucuti "manusia lama" dan mengenakan "manusia baru" yang sesuai dengan takdir Tuhan.
  • Respon yang Akurat: Percepatan dalam rencana agung Tuhan sangat bergantung pada respon manusia yang benar dan akurat. Respon ini tidak didasarkan pada pemikiran manusiawi, melainkan pada pengenalan akan Tuhan dan apa yang Dia katakan. Jika responnya lambat atau tidak tepat, manusia justru bisa melakukan "perlambatan" terhadap apa yang ingin Tuhan kerjakan.
  • Ikat Janji Melalui Penyunatan: Kejadian 17 mencatat tentang perintah sunat sebagai bentuk ikat janji yang membawa percepatan. Sunat dimaknai sebagai saat di mana nama atau kepribadian yang Tuhan inginkan (takdir) diberikan kepada seseorang. Penyunatan pada hari kedelapan menjadi pola hukum Tuhan agar seseorang layak disebut sebagai generasi keturunan Abraham.
  • Perubahan Gerakan Allah: Ketika jati diri seseorang berubah dari "manusia lama" menjadi "manusia baru", hal itu akan mengubah pergerakan Allah dalam hidup orang tersebut. Sebagai contoh, Tuhan tidak pernah mengunjungi "Sarai", tetapi setelah jati dirinya dipulihkan menjadi "Sarah", Tuhan mengunjungi (visited) dia untuk menggenapi janji-Nya.
  • Kelangsungan Melalui Keturunan: Percepatan ini bertujuan agar janji Tuhan digenapi bukan hanya pada masa Abraham, tetapi terus berlanjut melalui keturunan demi keturunan yang hidup menurut jalan Tuhan. Abraham dipercaya karena ia memiliki potensi untuk memerintahkan anak-anak dan keturunannya agar tetap hidup dalam kebenaran dan keadilan.
  • Hubungan yang Mendalam (Yada): Percepatan terjadi dalam tingkat hubungan yang sangat dalam, di mana Tuhan "mengenal" (yada) Abraham secara intim. Dalam hubungan ini, tidak ada lagi misteri atau rahasia; Tuhan mengungkapkan rencana-Nya karena Ia mendapati manusia tersebut hidup dalam takdir-Nya.

Secara keseluruhan, percepatan bukan sekadar tentang waktu yang singkat, melainkan tentang pemulihan identitas yang memungkinkan benih ilahi bekerja secara maksimal dalam diri manusia untuk menggenapi rencana-Nya.


Bagaimana Roh Kudus mengubah jati diri manusia lama?

Roh Kudus bekerja untuk mengubah jati diri seseorang dari manusia lama melalui proses transformasi yang mendalam dan sistematis. Berikut adalah cara Roh Kudus melakukan perubahan tersebut:

  • Melucuti dan Menanggalkan Kepribadian Lama: Allah bekerja melalui Roh Kudus dan firman-Nya untuk melucuti atau menanggalkan kepribadian lama (manusia lama) yang menuju kebinasaan oleh nafsu yang menyesatkan,. Proses ini digambarkan seperti menanggalkan pakaian lama yang sudah tidak layak pakai.
  • Dimulai dari Roh ke Pikiran: Pekerjaan Allah dalam mengubah jati diri dimulai dari dalam roh manusia. Dari roh, pembaruan tersebut kemudian harus mencapai pikiran (jiwa), sehingga seluruh pola pikir dan cara pandang seseorang diperbaharui sesuai dengan kehendak Allah,,.
  • Proses Melalui Penerimaan Firman: Roh Kudus memproses jati diri seseorang ketika orang tersebut menerima dan menyambut firman Tuhan,. Firman tersebut bukan hanya dipahami di dalam batin atau pikiran, tetapi dibiarkan diproses oleh Roh Kudus hingga firman itu "menjadi nyata" dalam diri orang tersebut dan keluar melalui perkataan mulut yang berkualitas sama dengan perkataan Allah,.
  • Mengenakan Manusia Baru yang Telah Diciptakan: Setelah melucuti manusia lama, Roh Kudus menolong seseorang untuk mengenakan manusia baru. Manusia baru ini adalah jati diri yang telah diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
  • Peran Bapa Rohani: Dalam proses ini, Allah seringkali tidak bekerja sendirian, melainkan juga menggunakan Bapa Rohani sebagai instrumen-Nya,. Bapa rohani berperan membantu seseorang menanggalkan manusia lama dan memberikan pengajaran yang menuntun pada kepribadian yang sesuai dengan takdir Tuhan.
  • Memberikan Jati Diri sebagai Anak Allah: Melalui pekerjaan Roh Kudus, seseorang diberi hak dan jati diri yang baru sebagai anak-anak Allah. Sebagai anak Allah, orang tersebut menerima "benih ilahi" yang menghasilkan sifat-sifat dan karakter Allah (seperti kasih karunia dan kebenaran) dalam kehidupannya,,.

Singkatnya, Roh Kudus mengubah jati diri dengan cara melucuti manusia lama yang berdosa dan memproses firman Tuhan dalam roh dan pikiran hingga seseorang sepenuhnya mengenakan manusia baru yang sesuai dengan takdir ilahi-Nya,,.


Apa kaitan antara hubungan yang intim dengan rencana Tuhan?

Berdasarkan sumber yang tersedia, hubungan yang intim antara manusia dengan Tuhan memiliki kaitan yang sangat mendasar dan krusial dalam penggenapan rencana-Nya. Berikut adalah poin-poin penjelasannya:

  • Penyingkapan Rahasia dan Rencana Allah: Ketika seseorang berada dalam tingkat hubungan yang intim, Tuhan tidak akan menyembunyikan apa yang hendak Dia lakukan. Hubungan yang mendalam ini membuat tidak ada lagi misteri atau rahasia mengenai langkah-langkah Tuhan dalam perjalanan hidup seseorang; segala pewahyuan disingkapkan karena Tuhan mendapati orang tersebut hidup sesuai takdir-Nya.
  • Tingkat Hubungan "Yada": Hubungan  yang intim ini diistilahkan Ibrani Yada, yang berarti Tuhan "mengenal" atau memiliki kedekatan yang sangat dalam dengan manusia, selevel dengan hubungan yang legal dan tidak berdosa di mata Tuhan. Tingkat hubungan inilah yang menjadi dasar bagi Abraham untuk dilibatkan dalam sidang musyawarah Tuhan dalam menentukan nasib bangsa-bangsa.
  • Keberhasilan Rencana Agung: Hubungan yang intim memastikan bahwa rencana Tuhan tidak gagal. Jika Tuhan menyembunyikan rencana-Nya dari orang yang telah dipilih-Nya, maka rencana tersebut bisa terhambat. Melalui hubungan ini, Tuhan dapat memberikan instruksi yang akurat agar rencana-Nya terwujud melalui keturunan demi keturunan.
  • Penanaman "Benih Ilahi": Dalam hubungan yang intim, Tuhan memasukkan benih asli-Nya ke dalam kehidupan manusia. Benih ini kemudian akan menghasilkan sifat-sifat dan karakter Allah dalam diri orang tersebut dan keturunannya, sehingga mereka hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan dan melakukan keadilan serta kebenaran.
  • Mengubah Pergerakan Allah: Hubungan yang intim, yang didahului oleh pemulihan jati diri, akan mengubah cara Tuhan bergerak dan mengunjungi seseorang. Sebagai contoh, Tuhan "mengunjungi" (visited) Sarah karena hubungan dan jati dirinya telah dipulihkan, berbeda dengan saat ia masih bernama Sarai di mana tidak tercatat adanya kunjungan serupa dari Tuhan.
  • Respon yang Akurat terhadap Rencana: Kedekatan dan pengenalan akan Tuhan memungkinkan manusia untuk memberikan respon yang benar dan akurat terhadap firman-Nya. Respon yang didasarkan pada pengenalan akan Tuhan inilah yang memicu terjadinya percepatan dalam penggenapan rencana agung Allah, alih-alih melakukan perlambatan karena ketidaktahuan atau pemikiran manusiawi semata.

Bagaimana hubungan intim mengubah pergerakan Allah dalam hidup kita?

Hubungan intim dengan Tuhan—yang digambarkan dengan istilah Ibrani yada—mengubah pergerakan Allah dalam hidup kita melalui beberapa cara mendasar:

  • Mengubah Kunjungan Allah dari Penyediaan Umum menjadi Interaksi Spesifik: Perubahan jati diri melalui hubungan intim akan mengubah cara Tuhan bergerak dan mengunjungi hidup seseorang. Sumber memberikan perbandingan bahwa Allah "mengunjungi" (visited) Sarah setelah jati dirinya dipulihkan, namun tidak ada catatan bahwa Allah pernah mengunjungi "Sarai" meskipun ia telah lama bersama Abraham. Selama seseorang masih hidup dalam jati diri "manusia lama", Tuhan mungkin hanya memberikan penyediaan umum melalui kasih karunia, tetapi kunjungan yang mendalam menuntut jati diri yang baru.
  • Pe Misteri dalam Rencana Allah: Dalam tingkat hubungan yang intim, Allah tidak lagi memandang manusia sebagai orang asing, melainkan sebagai "kekasih" atau mitra yang dipercaya. Hal ini mengakibatkan tidak ada lagi misteri atau rahasia mengenai apa yang akan Allah lakukan; Dia akan menyingkapkan pewahyuan dan rencana-Nya secara terbuka, sebagaimana Dia melibatkan Abraham dalam sidang musyawarah-Nya sebelum menghancurkan Sodom dan Gomora.
  • Aktivasi Potensi Supranatural dan "Benih Ilahi": Hubungan yang intim memungkinkan Allah memasukkan benih asli-Nya ke dalam kehidupan manusia. Benih ini bukan sekadar pengetahuan, melainkan kemampuan supranatural yang hanya dimiliki Allah (kasih karunia) yang kemudian mewujudkan sifat, karakter, dan kuasa firman dalam diri orang tersebut. Ketika firman itu menjadi nyata dalam diri manusia melalui proses Roh Kudus, perkataan yang keluar dari mulut orang tersebut akan memiliki kualitas yang sama dengan perkataan Allah, yang mampu membentuk realitas sesuai takdir Tuhan.
  • Pengenalan yang Bersifat Legal dan Mendalam (Yada): Hubungan intim atau yada memiliki makna yang setara dengan hubungan "persetubuhan" dalam konteks legal dan tidak berdosa di mata Tuhan. Tingkat hubungan ini memastikan bahwa manusia tidak memanfaatkan Tuhan hanya untuk ambisi pribadi atau kepuasan diri sendiri, melainkan hidup dalam keselarasan dengan jalan-jalan-Nya.
  • Keakuratan Waktu Tuhan: Pergerakan Allah menjadi sangat akurat ketika syarat-syarat hubungan intim terpenuhi. Waktu yang ditetapkan Allah bukanlah berdasarkan kalender manusia, melainkan terjadi apabila semua ketentuan dan transformasi jati diri telah tergenapi dalam hidup seseorang.

Secara keseluruhan, hubungan intim berfungsi sebagai katalis yang mengubah status kita dari sekadar pengikut menjadi mitra kepercayaan Tuhan, yang memicu kunjungan ilahi dan penggenapan janji-janji-Nya secara tepat waktu.

Postingan populer dari blog ini

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

AGENDA MANUSIA ATAU KEHENDAK TUHAN - BAGIAN PERTAMA

TANTANGAN IMAN KITA: BEYOND THE FLESH ( COMMITED TO WALK IN GOD’S WAY) BAGIAN PERTAMA Kebanyakan kita sering meluputkan kehendak Tuhan dan menjalankan apa yang baik dan benar menurut pikiran dan hikmat manusia. Ketika hendak mengadakan misi  penginjilan kita membuat komite dan menggalang dana untuk tercapainya misi tersebut. Ketika Tuhan hendak memberikan makan kepada 5000 orang kita menggalang pengumpulan dana untuk itu. Hal ini juga terjadi pada  Filipus (Yoh 6:6). Yoh 6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak diperbuat-Nya. Filipus meluputkan kehendak Tuhan dengan pikirannya sendiri. Tuhan memiliki segala sumber dan caraNya sendiri. Namun kita memakai pikiran kita dengan cara kita. Kita kehilangan jalan Tuhan seluruhnya ketika mulai menggunakan asumsi-asumsi dalam mengerjakan tujuan-tujuan Tuhan, daripada secara total berkomitmen untuk melakukan kehendakNya dan berjalan di jalanNya. Jangan sampai kita m...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...