Langsung ke konten utama

Percepatan Ilahi dan Kepribadian Manusia Kerajaan (MKS #45)

Khotbah ini membahas Kejadian 17 sebagai titik percepatan ilahi dalam kehidupan Abraham dan keturunannya. Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah Yang Mahakuasa untuk menegaskan bahwa Dialah yang memberikan daya kehidupan, bukan upaya manusia seperti yang dilakukan Abraham melalui Ismael. Pembicara menekankan pentingnya hidup tidak bercela, yang diartikan sebagai penyelarasan kepribadian manusia dengan kebenaran ilahi melalui peran Roh Kudus. Abraham dipanggil untuk melepaskan beban masa lalu, termasuk pengaruh Terah dan Lot, agar ia dapat menerima pemulihan potensi untuk menentukan jati diri keturunannya. Melalui proses penyunatan spiritual, setiap individu diajak untuk menanggalkan kehendak bebas yang egois demi menggenapi rencana agung Tuhan di bumi. Pesan ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti mengalami transformasi karakter yang mendalam untuk memancarkan kemuliaan Kristus.

Ibadah JMD Bandung 05 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 45

Berikut adalah catatan mengenai Percepatan Ilahi dan Kepribadian Manusia Kerajaan berdasarkan pembahasan Kejadian 17:

1. Kejadian 17 sebagai Titik Percepatan (Acceleration)

Kejadian 17 merupakan momen percepatan yang dilakukan Allah dalam hidup Abraham saat ia berusia 99 tahun. Pada titik ini, Allah menyatakan diri-Nya sebagai El Shaddai (Allah Yang Maha Kuasa), yang juga diartikan sebagai "Allah Payudara Ibu". Istilah ini bermakna bahwa Allah memberikan nutrisi, kekuatan, dan sifat-sifat hidup-Nya ke dalam manusia agar mereka diperanakkan oleh Allah secara rohani,.

2. Hidup Tidak Bercela di Hadapan Allah

Allah memerintahkan Abraham untuk hidup di hadapan-Nya dengan tidak bercela.

  • Definisi Cela: Cela bukan sekadar perilaku buruk, melainkan kondisi hidup yang tidak berkesesuaian dengan rencana agung Allah.
  • Penyelidikan Hati: Tuhan terus menyelidiki hati—termasuk pikiran, perasaan, dan kemauan—untuk memastikan tidak ada niat atau imajinasi yang menyimpang dari kebenaran-Nya.
  • Kasus Ismail: Kelahiran Ismail (hasil gagasan Sarai) dianggap sebagai "cela" karena menggunakan upaya manusia (ikhtiar) dan kelaziman hidup masa itu untuk mewujudkan janji Allah. Hal ini menciptakan dualisme dalam hidup Abraham yang menghambat percepatan janji Tuhan.

3. Pembersihan "Bagasi" dan Masa Lalu

Untuk mencapai tujuan Tuhan, Abraham harus menyelesaikan masalah terkait Lot dan Ismail:

  • Lot sebagai Beban: Lot dianggap sebagai "kelebihan bagasi" karena ia membawa misi kakeknya, Terah, bukan panggilan murni dari Tuhan. Percepatan terjadi setelah Abraham benar-benar lepas dari pengaruh Lot dan impian masa lalu keluarganya.
  • Penolakan Terhadap Ismail: Allah menegaskan bahwa perjanjian-Nya bukan melalui Ismail, melainkan melalui Ishak yang akan dilahirkan oleh Sarah. Abraham tidak dibenarkan untuk memperanakkan Ismail sebagai ahli waris janji.

4. Perubahan Kepribadian (Identity Transformation)

Allah mengubah kepribadian Abraham agar sesuai dengan rencana agung-Nya di bumi.

  • Perubahan Nama: Nama Abram (bapa satu bangsa) diubah menjadi Abraham (bapa sejumlah besar bangsa). Sarai juga diubah menjadi Sarah.
  • Peran Roh Kudus: Kepribadian yang tepat dibangun oleh Roh Kebenaran (Aleteia) yang memimpin manusia ke dalam seluruh kebenaran,. Firman Allah harus menjadi pribadi dalam diri manusia, mengubah jiwa dan tubuh agar menjadi serupa dengan Kristus,,.

5. Pemulihan Potensi Ilahi

Kejadian 17 menunjukkan pemulihan potensi manusia yang pernah hilang pada masa Adam:

  • Kuasa Menamai: Seperti Adam memberi nama pada Hawa dan binatang, Abraham diberikan otoritas untuk memanggil Sarai dengan nama "Sarah" sebelum Allah sendiri memanggilnya demikian.
  • Transmisi Kepribadian: Melalui perkataan yang lahir dari kepribadian yang benar (aleteia), manusia kerajaan memiliki potensi untuk mentransmisikan pribadi Allah kepada orang lain dan mengubah hidup mereka.

6. Sunat sebagai Tanda Perjanjian Kekal

Allah memerintahkan sunat sebagai tanda ikat janji yang kekal dalam daging.

  • Makna Spiritual: Sunat melambangkan pemberian jati diri atau kepribadian yang sesuai dengan kehendak Tuhan,.
  • Hubungan Bapa-Anak Rohani: Sunat juga berkaitan dengan kapasitas seorang bapa rohani untuk membangun kepribadian anak-anak rohaninya (seperti Paulus menyunat Timotius melalui pengajaran dan cara hidupnya).

Kesimpulan

Percepatan ilahi mensyaratkan manusia untuk meninggalkan kebenaran diri sendiri (seperti ide Sarai) dan tunduk sepenuhnya pada kebenaran Allah. Dengan memiliki kepribadian yang telah diubah oleh Roh Kudus, keturunan Abraham menjadi penggenap rencana agung Allah di bumi.


Q&A Page

Di Kej 17 apa saja cela yang Allah temukan masih ada di dalam diri Abram dan Sarai?

Hubungan antara Abraham, Sarah, dan Ishak dalam rencana agung Tuhan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk mewujudkan percepatan ilahi dan transmisi kepribadian Kerajaan.

Berikut adalah penjelasan mengenai hubungan tersebut:

1. Perubahan Identitas Abraham dan Sarah

Dalam rencana agung-Nya, Tuhan tidak hanya menjanjikan keturunan, tetapi juga mengubah kepribadian mereka agar sesuai dengan standar Kerajaan.

  • Abraham: Namanya diubah dari Abram menjadi Abraham karena ia ditetapkan menjadi "bapa sejumlah besar bangsa". Ia harus hidup "tidak bercela" di hadapan Allah, yang berarti seluruh pikiran dan kemauannya harus selaras dengan kebenaran Allah.
  • Sarah: Namanya diubah dari Sarai menjadi Sarah. Ia ditetapkan menjadi "ibu bangsa-bangsa" dan dari rahimnyalah raja-raja akan lahir.

2. Ishak sebagai Pewaris Tunggal Perjanjian Kekal

Hubungan ini ditegaskan oleh Allah dengan membedakan antara Ishak dan Ismail. Meskipun Abraham menyayangi Ismail, Allah dengan tegas menyatakan bahwa ikat janji kekal-Nya hanya akan diadakan dengan Ishak.

  • Penolakan terhadap "Ikhtiar" Manusia: Ismail adalah hasil dari gagasan Sarai (upaya manusiawi). Namun, rencana agung Tuhan mensyaratkan keturunan yang lahir murni dari janji dan kuasa Allah melalui Sarah.
  • Keturunan yang "Diperanakkan" Allah: Ishak dipandang sebagai anak yang diperanakkan oleh Allah melalui Abraham dan Sarah. Hal ini melambangkan bagaimana Allah memberikan nutrisi dan sifat-sifat hidup-Nya ke dalam manusia melalui peran-Nya sebagai El Shaddai (Allah Payudara Ibu).

3. Pemulihan Potensi Ilahi melalui Abraham kepada Sarah

Dalam hubungan ini, Abraham diberikan otoritas untuk memulihkan potensi yang pernah hilang pada masa Adam.

  • Otoritas Menamai: Seperti Adam menamai binatang-binatang, Allah memerintahkan Abraham untuk memanggil Sarai dengan nama baru, yaitu Sarah.
  • Transmisi Kepribadian: Melalui perkataan Abraham yang didasari oleh kepribadian yang sudah benar (aleteia), ia membangun dimensi ilahi dalam diri Sarah sesuai keinginan Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan suami-istri dalam rencana Tuhan berfungsi untuk saling mentransmisikan pribadi Allah.

4. Sunat sebagai Tanda Keanggotaan Keluarga Kerajaan

Allah memerintahkan sunat bagi Abraham, Ishak (pada usia 8 hari), dan seluruh laki-laki dalam rumah mereka sebagai tanda ikat janji yang kekal.

  • Sunat ini melambangkan pemberian jati diri atau kepribadian yang Tuhan inginkan bagi keturunan Abraham secara turun-temurun.
  • Ishak menjadi model pertama anak yang menerima tanda perjanjian ini sejak dini, menunjukkan bahwa rencana agung Tuhan harus diteruskan melalui pembangunan kepribadian yang sesuai dengan firman-Nya.

Secara keseluruhan, Abraham dan Sarah dipersatukan dalam perubahan identitas yang radikal untuk melahirkan Ishak, bukan sekadar sebagai anak biologis, melainkan sebagai pembawa estafet rencana agung Allah yang akan melahirkan raja-raja dan bangsa-bangsa yang berjalan dalam kebenaran.


Walaupun Abram dan Sarai sudah taat mengikuti panggilan Tuhan dalam Kejadian 12:1 untuk keluar dari Ur Kasdim, Allah mengetahui ada cela di dalam hati mereka: mereka belum sepenuhnya lepas dari keterikatan asal, masih ada keraguan dan ketidaksabaran, serta cara yang mereka ambil untuk "mewujudkan" janji Tuhan ternyata masih sama dengan pola kebiasaan dan cara mendidik yang diajarkan oleh bapanya di Ur Kasdim.

-Apa saja cela yang Allah lihat di dalam hati mereka?

-Mengapa cara yang diambil itu masih sama dengan cara bapanya mendidik Abram?

-Dan apa dampak dari langkah tersebut? Jelaskanlah!

Berikut adalah penjelasan mengenai cela yang ditemukan Allah dalam diri Abram dan Sarai, alasan di balik tindakan mereka, serta dampak yang ditimbulkannya:

1. Cela yang Dilihat Allah dalam Hati Mereka

Meskipun telah mengikuti panggilan Tuhan, Allah masih mendapati kondisi hidup Abram yang belum sepenuhnya berpadanan dengan rencana-Nya pada usia 99 tahun. Cela tersebut meliputi:

  • Kelebihan "Bagasi" (Lot): Abram belum sepenuhnya bersih dari rumah ayahnya karena ia membawa Lot. Lot dianggap sebagai "kelebihan bagasi" yang membawa misi dan impian kakeknya (Terah), bukan murni panggilan Allah.
  • Dualisme dan Keterikatan Masa Lalu: Masih ada pengaruh dari masa lalu (Terah) yang tersisa, sehingga terjadi dualisme dalam hidup Abram yang menghambat kepatuhan total kepada Tuhan.
  • Penggunaan "Ikhtiar" Manusia: Adanya cela berupa penggunaan ikhtiar atau upaya manusia untuk mewujudkan janji Tuhan, yang dimanifestasikan melalui hubungan Abram dengan Hagar.
  • Pergeseran Hati: Selama 13 tahun setelah kelahiran Ismail, Allah melihat adanya pergeseran pikiran, perasaan, dan kemauan dalam diri Abram akibat ide Sarai, yang membuat fokusnya tidak lagi sepenuhnya tertuju pada janji murni Allah.

2. Mengapa Cara Tersebut Sama dengan Cara Bapanya (Terah)?

Cara yang diambil oleh Abram dan Sarai masih mencerminkan pola pendidikan Terah karena:

  • Pola Keberhasilan Manusiawi: Terah membawa keturunannya keluar dari Ur Kasdim dengan inisiatif sendiri agar mereka berhasil di negeri baru, namun tanpa menerima panggilan atau petunjuk Tuhan.
  • Mengikuti "Kelaziman Hidup": Saat Sarai menyodorkan Hagar, ia menggunakan "kelaziman hidup" atau standar legal pada masa itu untuk mendapatkan anak. Ini menunjukkan bahwa mereka masih bersandar pada akal budi dan budaya duniawi (seperti yang diajarkan di Ur Kasdim) daripada pada kebenaran Allah yang murni (Aleteia).
  • Membangun Kebenaran Sendiri: Mereka berusaha mendirikan "kebenaran menurut diri sendiri" (seperti ambisi Terah) karena kurangnya pengertian yang benar akan cara kerja Allah, sehingga mereka tidak sepenuhnya takluk pada kebenaran-Nya.

3. Dampak dari Langkah Tersebut

Langkah-langkah yang didasari oleh cara manusiawi ini membawa dampak yang signifikan:

  • Penghambat Percepatan Janji: Janji Tuhan menjadi tersendat-sendat dan terkendala karena kondisi Abram yang masih bercela di hadapan-Nya.
  • Lahirnya Ismail yang Bukan Anak Perjanjian: Dampak nyata dari ikhtiar ini adalah lahirnya Ismail. Allah dengan tegas menyatakan bahwa Ismail bukanlah pewaris perjanjian kekal, melainkan Ishak-lah yang akan lahir dari Sarah.
  • Munculnya Musuh Bangsa Tuhan: Keturunan yang lahir dari pola pikir duniawi (seperti Lot) akhirnya melahirkan bangsa Amon dan Moab, yang dalam sejarah Alkitab menjadi musuh bangsa umat Tuhan.
  • Perlunya Perubahan Kepribadian yang Radikal: Karena Sarai (nama lama) merupakan bentukan campuran antara Abraham dan Terah, Allah harus mengubah identitas mereka secara total menjadi Abraham dan Sarah agar mereka memiliki kepribadian yang sesuai dengan rencana agung Tuhan.
  • Pemutusan Hubungan dengan Masa Lalu: Allah harus menunggu hingga Lot (simbol impian Terah) benar-benar "lenyap" dari hati dan perjalanan hidup Abraham sebelum melakukan percepatan ilahi yang sesungguhnya.

Tindakan apa saja yang Tuhan lakukan untuk mempercepat penggenapan firman dan menutup celah di dalam diri Abraham, serta bagaimana respon ketaatan Abraham setelah mendengar firman Tuhan itu? Jelaskan berdasarkan Kejadian 17.

Berdasarkan Kejadian 17, Tuhan melakukan langkah-langkah percepatan ilahi untuk menyelaraskan hidup Abraham dengan rencana-Nya dan menghapus "cela" yang masih menghambat penggenapan janji-Nya. Berikut adalah rincian tindakan Tuhan dan respons ketaatan Abraham:

Tindakan Tuhan untuk Mempercepat Penggenapan Firman

  1. Memperkenalkan Diri sebagai El Shaddai: Allah menyatakan diri sebagai El Shaddai (Allah Yang Maha Kuasa atau "Allah Payudara Ibu") untuk menegaskan bahwa Dialah yang akan memberi nutrisi, kekuatan, dan sifat-sifat hidup-Nya ke dalam Abraham agar ia "diperanakkan" oleh Allah, bukan lagi oleh tradisi atau kekuatan manusia.
  2. Perintah Hidup Tidak Bercela: Allah menuntut Abraham hidup tidak bercela, yang berarti membersihkan "bagasi" masa lalu seperti pengaruh Lot (impian Terah) dan keterikatan pada Ismail (hasil ikhtiar manusia).
  3. Mengubah Kepribadian (Identitas): Tuhan mengubah nama Abram menjadi Abraham (Bapa sejumlah besar bangsa) dan Sarai menjadi Sarah. Perubahan nama ini adalah tindakan mengubah kepribadian mereka agar sesuai dengan rencana agung Tuhan di bumi.
  4. Menetapkan Ishak sebagai Ahli Waris Janji: Allah dengan tegas menolak usulan Abraham agar Ismail menjadi pewaris janji dan menetapkan bahwa Ishak yang akan lahir dari Sarah-lah pembawa janji kekal.
  5. Memulihkan Potensi Ilahi: Tuhan memberikan otoritas kepada Abraham untuk memanggil Sarai dengan nama baru (Sarah), sebuah tindakan yang memulihkan potensi Adamic untuk membangun dimensi ilahi dan mentransmisikan kepribadian Allah melalui perkataan.
  6. Menetapkan Tanda Sunat: Allah memerintahkan sunat sebagai tanda ikat janji yang kekal dalam daging, yang melambangkan pemberian jati diri atau kepribadian yang diinginkan Tuhan bagi keturunan Abraham secara turun-temurun.

Respon Ketaatan Abraham

Setelah mendengar firman Tuhan di Kejadian 17, Abraham menunjukkan respon ketaatan yang akurat dan segera:

  • Sujud Menyembah: Abraham merespon kehadiran dan firman Allah dengan sujud sebagai bentuk penaklukan diri sepenuhnya terhadap otoritas Tuhan.
  • Menerima Perubahan Identitas: Abraham segera mengenakan identitas barunya dan mulai memanggil istrinya dengan nama Sarah sesuai instruksi Tuhan, melepaskan pengaruh "Sarai" yang merupakan campuran masa lalu.
  • Melaksanakan Sunat Segera: Abraham tidak menunda perintah sunat; ia menyunat dirinya sendiri, Ismail anaknya, dan seluruh laki-laki dalam rumah tangganya pada hari itu juga.
  • Penyelarasan Nama Anak: Abraham taat memberikan nama Ishak kepada anak yang lahir dari Sarah, sesuai dengan instruksi yang diberikan Allah sebelumnya.
  • Melepaskan Harapan pada Ismail: Meskipun awalnya sempat meminta agar Ismail diperkenankan hidup di hadapan Allah, Abraham akhirnya tunduk pada ketetapan Allah bahwa ikat janji kekal hanya diadakan dengan Ishak.

Melalui tindakan Tuhan dan respon ketaatan Abraham ini, segala kendala dalam hidup Abraham tersingkap dan "cela" dihapuskan, sehingga rencana agung Allah dapat mengalami percepatan penggenapan.



Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Membuang Cela Masa Lalu, Hidup Tanpa Noda (MKS #44)

Khotbah ini mengulas perjalanan iman Abraham dalam upayanya hidup tanpa cela di hadapan Allah berdasarkan Kejadian 17:1 .  Meskipun Abraham taat, ia masih membawa pola pikir duniawi yang diwarisi dari ayahnya, Terah, terutama melalui keterikatannya pada Lot dan Ismail . Kehadiran Lot dianggap sebagai bentuk kontaminasi spiritual karena Abraham belum sepenuhnya melepaskan keterikatan keluarga untuk mengikuti rencana murni Tuhan. Pp Djonny menekankan pentingnya kemitraan yang kudus dengan Roh Kudus agar manusia tidak menyimpang dari tujuan ilahi. Melalui kisah ini, jemaat diajak untuk membenahi hati dan memastikan bahwa hikmat Allah , bukan ambisi manusia, yang menuntun langkah hidup mereka. Akhirnya, pesan utama adalah tentang pemurnian diri dari segala cela agar penggenapan janji Tuhan dapat terwujud sepenuhnya. Ibadah JMD Bandung 28 Juni 2026 - Ps. Djonny Tambunan - Manusia Kerajaan Sorga 44 Berikut adalah catatan lengkap berdasarkan materi khotbah: 1. Jalan Hikmat Allah...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...