Langsung ke konten utama

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)


Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham. Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17, pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total.


Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46":

1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah

  • Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara tentang bagaimana Allah sendiri melakukan percepatan terhadap Abraham karena Allah menemukan hati yang tepat untuk rencana agung-Nya.
  • Definisi Memberkati (Barak): Kata "Barak" berarti Allah "menekuk lutut-Nya" untuk melayani manusia, guna menjadikan kehidupan ciptaan-Nya sesuai dengan ukuran dan standar yang Dia kehendaki.
  • Syarat Hidup Tak Bercela: Allah menuntut Abraham (dan kita) untuk hidup "tidak bercela" atau "sempurna" (Tamyim), yang berarti utuh, lengkap, dan seluruhnya sesuai ukuran Tuhan, bukan ukuran manusia.

2. Penyebab Perlambatan: Masalah Ismael

  • Masa Penantian yang Lama: Ada jarak 24 tahun sejak Abraham dipanggil pada usia 75 tahun hingga penampakan Allah di usia 99 tahun.
  • Kehadiran Ismael sebagai Kendala: Ismael (lahir saat Abraham usia 86 tahun) menjadi penyebab perlambatan rencana Allah.
  • Asal-Usul Ismael: Ismael adalah hasil ide Sarai dan kandungan Hagar (budak Mesir), namun menggunakan benih Abraham. Ini adalah produk usaha manusiawi, bukan rencana ilahi.
  • Perbedaan Benih: Ismael berasal dari benih "Abram" (pribadi lama), sedangkan Allah menghendaki keturunan dari pribadi yang telah diubah menjadi "Abraham".

3. Transformasi Identitas: Dari Abram menjadi Abraham

  • Perubahan Kepribadian: Nama dalam bahasa Ibrani berkaitan erat dengan hubungan seseorang dengan Tuhan. Allah mengubah nama Abram menjadi Abraham karena ia telah ditetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
  • Ciptaan Baru: Transformasi ini selaras dengan 2 Korintus 5:17 mengenai menjadi "ciptaan baru" di dalam Kristus.
  • Hubungan dengan Melkisedek: Dalam Kejadian 14, Melkisedek memberkati "Abraham-nya Allah yang Maha Tinggi". Berkat ini berkaitan dengan rencana agung Allah sebagai pemilik (possessor) langit dan bumi.

4. Makna Spiritual dari Perjanjian Sunat

  • Tanda Perjanjian: Sunat fisik adalah tanda perjanjian yang kekal dalam daging, namun maknanya adalah sunat batiniah.
  • Gereja sebagai Bangsa Tuhan: Orang yang tidak disunat (tidak masuk dalam perjanjian) akan dilenyapkan dari bangsanya. Bangsa yang dimaksud saat ini adalah Gereja Tuhan.
  • Sistem Pembapaan: Sunat berbicara tentang pembentukan diri oleh Tuhan melalui seorang Bapa Rohani. Contohnya adalah Rasul Paulus yang menyunatkan Timotius untuk menjadikannya anak yang sah dalam iman demi penggenapan rencana Allah.

5. Kelahiran Ishak dan Peran Perkataan Profetik

  • Transformasi Sarai menjadi Sara: Percepatan terjadi ketika Abraham melepaskan perkataan (firman) yang mengubah nama Sarai menjadi Sara (ibu bangsa-bangsa).
  • Firman sebagai "Dikte": Firman Tuhan yang keluar dari mulut hamba-Nya harus diterima secara akurat seperti sebuah dikte (dictate), tanpa negosiasi atau pengurangan makna.
  • Ishak sebagai Anak Perjanjian: Meskipun secara lahiriah rahim Sara sudah tertutup dan Abraham sudah sangat tua, Allah berkuasa untuk mewujudkan (perform) janji-Nya.
  • Memperanakkan Ishak vs Ismael: Allah menolak permohonan Abraham agar Ismael hidup di hadapan-Nya. Abraham harus belajar untuk "memperanakkan" Ishak—yaitu mentransfer dimensi ilahi yang baru, bukan sekadar meneruskan ambisi atau sistem lama (seperti sistem Terah).

6. Warisan bagi Keturunan Abraham

  • Ikat Janji Roh Kudus: Berdasarkan Yesaya 59:21, Roh Tuhan dan firman-Nya tidak akan meninggalkan mulut kita dan mulut keturunan kita sampai selama-lamanya.
  • Pewaris Sah: Jika kita diakui oleh Tuhan sebagai keturunan Abraham (melalui proses sunat batiniah dan ketaatan), maka kita adalah pewaris dan pemilik dari semua yang dijanjikan Allah kepada Abraham.

Q&A Page

Bagaimana cara melakukan sunat batiniah sesuai ajaran tersebut?

Sunat batiniah bukanlah tindakan fisik, melainkan sebuah proses rohani yang melibatkan pembentukan diri dan hubungan dalam "rumah Tuhan." Berikut adalah langkah-langkah dan cara melakukannya sesuai dengan ajaran tersebut:

  • Menempatkan Diri di Bawah Pembapaan Rohani: Sunat batiniah dipahami sebagai proses pembentukan diri oleh Tuhan melalui perantara seorang Bapa Rohani. Sama seperti Rasul Paulus menyunatkan Timotius untuk menjadikannya anak yang sah dalam iman, Anda perlu terhubung dengan seorang bapa rohani yang diutus Tuhan untuk membimbing hidup Anda.
  • Hidup dalam "Rumah" dan Ketaatan: Melakukan sunat batiniah berarti Anda berkomitmen untuk hidup dalam sebuah "rumah" (komunitas rohani/gereja) dan tunduk dalam ketaatan. Sumber menyebutkan bahwa orang yang tidak mau "disunat" atau menolak pembentukan ini akan "dilenyapkan dari bangsanya," yang dalam konteks Perjanjian Baru berarti tidak terdata atau tidak dianggap sebagai bagian dari Gereja Tuhan yang sejati.
  • Menerima Firman Tuhan sebagai "Dikte": Anda harus merespons firman Tuhan yang disampaikan melalui hamba-Nya dengan benar dan akurat. Firman ini dianggap sebagai "dikte" (dictate), artinya Anda tidak boleh menegosiasikan, melemahkan, atau mengubah maksud firman tersebut sesuai ide sendiri, melainkan harus melaksanakannya tepat seperti yang difirmankan.
  • Mengalami Transformasi Kepribadian: Sunat batiniah bertujuan untuk mengubah kepribadian lama (seperti "Abram") menjadi kepribadian baru yang ditetapkan Tuhan ("Abraham"). Anda harus bersedia melepaskan identitas lama atau sistem kehidupan lama (seperti "sistem Terah") agar dimensi ilahi dapat terbangun di dalam diri Anda.
  • Hidup Tidak Bercela (Tamyim): Anda dituntut untuk membenahi hidup sesuai ukuran Tuhan, bukan ukuran manusia. Hal ini disebut sebagai hidup "tidak bercela" atau Tamyim, yang berarti menjadi utuh, lengkap, dan sempurna di hadapan Allah agar rencana percepatan ilahi dapat terjadi dalam hidup Anda.
  • Merespons Secara Akurat dalam Roh: Proses ini membutuhkan respon yang benar dan akurat dalam batin terhadap setiap penyingkapan atau pewahyuan yang diberikan. Tanpa respon yang tepat, rencana dan janji-janji Allah dalam hidup Anda tidak akan terlaksana sepenuhnya.

Secara ringkas, sunat batiniah dilakukan dengan berserah pada proses pembentukan oleh Tuhan melalui otoritas rohani (Bapa Rohani), hidup dalam ketaatan penuh di dalam komunitas iman, dan membiarkan firman Tuhan mengubah identitas serta karakter Anda menjadi manusia baru yang sesuai dengan standar Kerajaan Sorga.

Bagaimana membedakan firman sebagai dikte dengan ide manusia?

Perbedaan antara firman sebagai dikte dari Tuhan dengan ide manusia dapat dilihat dari beberapa aspek utama berikut:

  • Tingkat Akurasi dalam Penerimaan: Firman sebagai dikte berarti apa yang didengar harus dilakukan dan diterima dengan akurat dan tepat, tanpa mengubahnya menjadi kesimpulan atau ringkasan menurut pemikiran sendiri. Sebaliknya, ide manusia muncul ketika seseorang mencoba menerjemahkan maksud Tuhan menurut bahasanya sendiri atau hanya mengambil poin-poin yang disukai (cuplik-cuplik).
  • Sifat Otoritas (Diktator vs. Negosiasi): Firman Tuhan bersifat seperti seorang "diktator", yang berarti firman tersebut tidak membutuhkan rapat, perundingan, atau negosiasi untuk dilaksanakan. Jika itu adalah ide manusia, biasanya akan ada upaya untuk menegosiasi, melemahkan, atau menyesuaikan maksud firman tersebut agar sesuai dengan kenyamanan atau logika manusiawi.
  • Asal-Usul dan Prosesnya: Firman sebagai dikte adalah suara Tuhan yang asli yang telah diproses oleh Allah dari dalam roh dan batin, lalu dilepaskan melalui mulut hamba-Nya (Bapa Rohani). Sementara itu, ide manusia sering kali berasal dari pengetahuan belaka, cara berpikir manusiawi, atau pengaruh sistem lama (seperti "sistem Terah") yang tidak mengandung dimensi ilahi.
  • Hasil yang Dilahirkan (Ishak vs. Ismael):
    • Ide Manusia menghasilkan "Ismael", yaitu sesuatu yang lahir dari usaha dan rencana manusiawi (seperti saran Sarai kepada Abraham), yang pada akhirnya justru menjadi penghambat atau perlambatan bagi rencana agung Tuhan.
    • Firman sebagai Dikte menghasilkan "Ishak", yaitu anak perjanjian yang mustahil secara lahiriah tetapi diwujudkan sepenuhnya oleh kuasa Allah (perform) melalui respon yang benar dan akurat terhadap firman-Nya.
  • Respon Batin: Menerima firman sebagai dikte menuntut respon yang benar dan akurat meskipun secara fisik terlihat tidak mungkin (seperti Abraham yang sudah tua). Ide manusia cenderung mencari jalan keluar yang masuk akal secara daging, seperti menggunakan Hagar karena Sarai mandul, yang merupakan produk sistem kehidupan yang tidak sesuai dengan ukuran Tuhan.

Secara ringkas, firman sebagai dikte adalah perintah mutlak yang harus dilakukan tepat sesuai instruksi Tuhan melalui otoritas rohani, sedangkan ide manusia adalah modifikasi atau inisiatif pribadi yang sering kali mengatasnamakan kerohanian namun sebenarnya berasal dari ambisi diri sendiri.


Apa contoh konkret merespon firman Tuhan secara akurat saat ini?

Merespon firman Tuhan secara akurat saat ini bukan hanya soal ketaatan umum, melainkan tentang ketepatan dalam menangkap dan melaksanakan maksud Tuhan tanpa modifikasi manusiawi. Berikut adalah contoh-contoh konkretnya:

  • Menerima Firman sebagai "Dikte", Bukan Kesimpulan: Respon yang akurat diibaratkan seperti seorang anak sekolah yang sedang mengikuti pelajaran dikte. Contoh konkretnya adalah ketika Anda mendengar firman melalui hamba Tuhan atau bapa rohani, Anda melakukannya tepat sesuai instruksi tersebut, bukan malah membuat ringkasan atau mengambil poin-poin yang hanya sesuai dengan logika Anda sendiri. Firman tersebut harus dianggap sebagai "diktat" hidup yang tidak boleh dinegosiasikan atau diperlemah maksudnya.
  • Tunduk pada Proses "Sunat Batiniah" dalam Pembapaan: Merespon secara akurat berarti menempatkan diri dalam sebuah "rumah rohani" dan bersedia dibentuk oleh seorang bapa rohani. Contohnya adalah seperti Timotius yang bersedia disunat oleh Paulus agar ia menjadi anak yang sah dalam iman untuk menggenapkan rencana Allah. Respon akurat di sini adalah ketaatan untuk tetap tinggal dan diproses dalam otoritas rohani, bukan malah "kabur" atau keluar dari rumah rohani saat menghadapi tantangan.
  • Melepaskan "Ismael" (Ide Manusiawi) demi "Ishak" (Janji Allah): Seringkali manusia memiliki rencana yang terlihat rohani namun sebenarnya berasal dari usaha sendiri (Ismael). Respon akurat berarti berani berkata "tidak" pada ambisi pribadi atau sistem lama (seperti sistem Terah) meskipun itu tampak menjanjikan, dan memilih untuk menunggu serta "memperanakkan" apa yang benar-benar berasal dari janji Tuhan (Ishak). Ini termasuk bagi para pemimpin gereja untuk tidak memaksakan keturunan biologis mereka menjadi penerus pelayanan jika itu bukan ketetapan Tuhan.
  • Mempercayai Kuasa Allah untuk Mewujudkan (Perform) Firman-Nya: Ketika firman Tuhan terasa mustahil secara lahiriah—seperti Abraham yang berusia 100 tahun dan rahim Sara yang sudah tertutup—respon yang akurat adalah memiliki keyakinan penuh bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakannya (perform). Contoh konkretnya adalah tetap berharap dan bertindak berdasarkan firman Tuhan meskipun kondisi ekonomi, kesehatan, atau situasi fisik Anda menunjukkan hal yang sebaliknya.
  • Mengubah Identitas dan Perkataan: Abraham merespon secara akurat dengan mulai memanggil Sarai dengan nama baru, yaitu Sara (ibu bangsa-bangsa), sesuai perintah Tuhan. Saat ini, respon akurat berarti Anda mulai menyelaraskan perkataan mulut Anda dengan apa yang Tuhan katakan tentang identitas dan masa depan Anda, bukan lagi berbicara berdasarkan kegagalan atau masa lalu Anda ("Abram").
  • Menjadikan Firman Bagian dari Kehidupan, Bukan Sekadar Pengetahuan: Respon yang akurat adalah memastikan firman yang didengar diproses dari dalam roh dan batin hingga keluar melalui mulut sebagai kehidupan yang nyata. Contohnya, Anda tidak sekadar mengutip ayat-ayat Alkitab secara "cuplik-cuplik" atau sebagai pengetahuan belaka, tetapi firman itu menjadi bagian dari karakter dan tindakan sehari-hari Anda.

Secara keseluruhan, respon akurat adalah tentang hidup tidak bercela (Tamyim)—yaitu hidup yang utuh, lengkap, dan seutuhnya sesuai dengan ukuran dan standar Tuhan, bukan menurut ukuran manusia.


Bagaimana hubungan antara ketaatan dan percepatan ilahi dalam hidup?

Hubungan antara ketaatan dan percepatan ilahi adalah sebuah keselarasan di mana percepatan terjadi ketika Tuhan menemukan hati manusia yang memberikan respon yang benar dan akurat terhadap rencana-Nya.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai hubungan tersebut:

  • Ketaatan sebagai Respon yang Akurat: Percepatan ilahi (seperti yang dialami Abraham) menuntut manusia untuk memberikan respon yang benar dan akurat karena Allah menciptakan manusia dengan kehendak bebas. Tanpa respon yang tepat, rencana dan janji Allah tidak akan terlaksana sepenuhnya dalam hidup seseorang.
  • Hidup Menurut Ukuran Tuhan (Tamyim): Syarat untuk masuk dalam percepatan ilahi adalah hidup "tidak bercela" atau sempurna (Tamyim). Hal ini berarti ketaatan untuk membenahi hidup, menjadi utuh, dan lengkap sesuai dengan standar serta ukuran Tuhan, bukan menurut ukuran manusia sendiri.
  • Firman sebagai "Dikte": Ketaatan dalam percepatan ilahi berarti menerima firman Tuhan sebagai dikte (dictate), yaitu apa yang didengar harus dilakukan dengan akurat tanpa negosiasi, pelemahan makna, atau mengubahnya menjadi ide sendiri. Firman ini bersifat mutlak dan harus dilaksanakan tepat seperti yang difirmankan agar membuahkan hasil.
  • Menanggalkan "Ismael" (Ide Manusiawi): Perlambatan rencana Allah sering kali disebabkan oleh kehadiran "Ismael", yaitu hasil dari ide dan usaha manusiawi. Ketaatan berarti bersedia melepaskan sistem kehidupan lama (seperti sistem Terah) dan ambisi pribadi demi "memperanakkan Ishak" atau apa yang benar-benar berasal dari janji Allah.
  • Ketaatan dalam Pembapaan Rohani: Percepatan berhubungan erat dengan sunat batiniah, yaitu tanda ketaatan seseorang untuk hidup dalam sebuah "rumah rohani" dan bersedia dibentuk oleh seorang bapa rohani. Orang yang tidak mau tunduk dalam pembentukan ini atau "kabur" dari ketaatan dianggap tidak memenuhi ketentuan sebagai bagian dari Gereja Tuhan.
  • Kepercayaan pada Kuasa Mewujudkan (Perform): Hubungan ketaatan ini mencakup keyakinan penuh bahwa Allah berkuasa untuk mewujudkan (perform) janji-Nya, bahkan ketika situasi fisik terlihat mustahil (seperti kondisi Abraham dan Sara yang sudah tua). Ketaatan adalah tetap percaya dan bertindak berdasarkan firman Tuhan, bukan berdasarkan keterbatasan manusiawi.

Singkatnya, percepatan adalah tindakan Allah (Barak) di mana Ia melayani manusia untuk menjadikannya ciptaan yang sesuai dengan tujuan semula, namun percepatan ini hanya bisa terwujud melalui ketaatan manusia untuk merespon secara akurat setiap firman dan pembentukan yang Tuhan berikan.

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Membuang Cela Masa Lalu, Hidup Tanpa Noda (MKS #44)

Khotbah ini mengulas perjalanan iman Abraham dalam upayanya hidup tanpa cela di hadapan Allah berdasarkan Kejadian 17:1 .  Meskipun Abraham taat, ia masih membawa pola pikir duniawi yang diwarisi dari ayahnya, Terah, terutama melalui keterikatannya pada Lot dan Ismail . Kehadiran Lot dianggap sebagai bentuk kontaminasi spiritual karena Abraham belum sepenuhnya melepaskan keterikatan keluarga untuk mengikuti rencana murni Tuhan. Pp Djonny menekankan pentingnya kemitraan yang kudus dengan Roh Kudus agar manusia tidak menyimpang dari tujuan ilahi. Melalui kisah ini, jemaat diajak untuk membenahi hati dan memastikan bahwa hikmat Allah , bukan ambisi manusia, yang menuntun langkah hidup mereka. Akhirnya, pesan utama adalah tentang pemurnian diri dari segala cela agar penggenapan janji Tuhan dapat terwujud sepenuhnya. Ibadah JMD Bandung 28 Juni 2026 - Ps. Djonny Tambunan - Manusia Kerajaan Sorga 44 Berikut adalah catatan lengkap berdasarkan materi khotbah: 1. Jalan Hikmat Allah...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...