Langsung ke konten utama

Mengaktifkan dan Melepaskan Generasi dalam konteks Transfer Warisan - Part 3 (UR #232)


THE UPPER ROOM 232 - 12 Mei 2026

Artikel ini berisi catatan khotbah Dr. Tunde Bakare pada konferensi ISAAC 2025 yang membahas tentang pengaktifan generasi spiritual untuk menerima dan meneruskan warisan rohani. Beliau menekankan perbedaan krusial antara legacy (pusaka) dan inheritance (warisan harta), di mana legacy dianggap lebih utama karena merupakan fondasi yang menghasilkan nilai-nilai berkelanjutan. Melalui studi kasus kehidupan Ishak, teks ini mengajarkan pentingnya ketaatan, ketekunan dalam menghadapi tantangan, serta kedewasaan spiritual agar seseorang tidak sekadar menjadi budak dari miliknya sendiri. Pesan utamanya adalah bahwa transformasi karakter dan penyertaan Tuhan akan memicu kelimpahan yang membuat musuh sekalipun mengakui kedaulatan ilahi. Strategi ini bertujuan membekali jemaat untuk menduduki posisi berpengaruh di berbagai gunung budaya melalui integritas dan hikmat. Terakhir, ditekankan bahwa belas kasihan Tuhan adalah kunci utama yang membebaskan individu dari keterpurukan masa lalu untuk mencapai takdir yang gemilang.

DR. Tunde Bakare, Mengaktifkan Pelepasan Generasi Surga Terbuka

Berikut adalah catatan dari sesi pengajaran Dr. Tunde Bakare pada ISC 2025 berjudul "Mengaktifkan dan Melepaskan Generasi Surga Terbuka untuk Transfer Legacy dalam Mengejar Warisan Mereka":

1. Pendahuluan dan Pentingnya Ketaatan

  • Mum Helen menekankan bahwa generasi saat ini telah menggenggam firman yang disampaikan selama bertahun-tahun dan mulai mewujudkannya dalam tindakan nyata.
  • Kita berada di masa penuaian dan kedewasaan di mana hasil-hasil nyata mulai terlihat di berbagai bangsa.
  • Pesan utamanya adalah kita tidak butuh pewahyuan baru, melainkan ketaatan untuk mempraktekkan apa yang sudah Tuhan sampaikan.
  • Kemitraan ikat janji (seperti antara Dr. Tunde Bakare dan Dr. Jonathan David) sangat penting untuk membawa pelayanan ke tingkat berikutnya.

2. Kedewasaan sebagai Syarat Mewarisi

  • Berdasarkan Galatia 3:26-29, semua orang beriman adalah keturunan Abraham dan ahli waris janji Allah.
  • Namun, menurut Galatia 4:1-2, selama ahli waris belum dewasa (akil balig), ia tidak berbeda dengan budak, meskipun ia adalah tuan atas segala sesuatu.
  • Kedewasaan bukan berdasarkan usia, melainkan kasih karunia yang memberikan penafsiran akurat dan penerapan firman yang tepat.
  • Tanda kedewasaan adalah kemampuan untuk berpikir dan memahami terlebih dahulu sebelum berbicara, bukan sebaliknya.

3. Ringkasan Empat Poin Utama (Recap)

Dr. Bakare merangkum poin-poin penting dari sesi sebelumnya:

  1. Pengaktifan dan Pelepasan: Tidak ada gunanya diaktifkan jika tidak dilepaskan untuk menyelesaikan tugas Tuhan di bumi. Aktivator sejatinya adalah Allah, namun Dia memakai manusia sebagai saluran suara-Nya.
  2. Firman Profetik Sederhana: Kehadiran Tuhan ("Aku menyertaimu") adalah kunci yang memerintahkan terjadinya mujizat.
  3. Transfer Khusus: Transfer legacy tidak diperuntukkan bagi semua orang, melainkan khusus bagi generasi surga terbuka yang tekun mendengarkan dan menaati Tuhan.
  4. Prioritas Penugasan: Fokus utama adalah menjadi murid bagi bangsa-bangsa dengan menargetkan tujuh gunung budaya.

4. Menguasai Gunung dan Mengusir "Babi"

  • Jika umat Tuhan tidak bangkit menjadi "raja di gunung" (berdasarkan Habakuk 3:17-19), maka "babi-babi" (digambarkan sebagai politisi korup atau pengaruh buruk) akan terus menggerogoti sumber daya di gunung ekonomi, politik, dan pendidikan.
  • Belajar dari kisah orang Gerasa dalam Markus 5, seseorang tidak bisa menjadi raja di gunung jika masih terikat oleh "isu-isu mati" (kuburan) atau masa lalu.
  • Pembebasan dan transformasi akan membawa perubahan besar bagi suatu bangsa, di mana Tuhan akan mendatangkan orang-orang yang tepat ke dalam kekuasaan.

5. Perbedaan Warisan (Inheritance) dan Pusaka (Legacy)

Dr. Bakare memberikan definisi kritis pada poin kelima:

  • Warisan (Inheritance): Praktik menerima hak milik pribadi, gelar, hak istimewa, atau kewajiban (termasuk utang) setelah kematian seseorang atau dibagikan saat masih hidup.
  • Pusaka (Legacy): Sesuatu yang lebih mendalam yang menghasilkan hal-hal yang kemudian diwariskan kepada orang lain.
  • Contoh Abraham (Kejadian 25): Abraham memberikan "pemberian" (inheritance) kepada anak-anak selirnya, tetapi memberikan "segala miliknya" (legacy) kepada Ishak.
  • Tanpa legacy (seperti prinsip ketaatan dan cara menghasilkan kekayaan), sebuah warisan fisik akan cepat habis atau disia-siakan karena penerimanya tidak "dibangun" secara karakter.

6. Fase Pertumbuhan dan Kesuksesan Ishak (Kejadian 26)

Ishak memanfaatkan legacy ketaatan dari ayahnya melalui tiga fase multiplikasi:

  1. Gerar: Menabur di tengah kelaparan dan mendapat hasil 100 kali lipat karena ketaatan, bukan sekadar keberuntungan.
  2. Rehobot: Terus menggali sumur baru meskipun disabotase oleh musuh, hingga Tuhan memberikan kelonggaran.
  3. Bersyeba: Tempat di mana Tuhan menampakkan diri dan musuh-musuh datang untuk mencari perdamaian karena melihat penyertaan Tuhan.

  • Ishak menghormati legacy ayahnya dengan tetap menggunakan nama-nama sumur yang diberikan oleh Abraham.
  • Kesimpulan: Balas dendam terbaik dalam hidup adalah keberhasilan. Jika jalan hidup kita memperkenan Tuhan, Dia akan membuat musuh-musuh kita berdamai dengan kita.

FAQPage

Bagaimana cara membangun karakter agar tidak menyia-nyiakan warisan fisik?

Membangun karakter agar tidak menyia-nyiakan warisan fisik (inheritance) dilakukan dengan berfokus pada pembangunan pusaka rohani (legacy) dan mencapai kedewasaan. Tanpa karakter dan prinsip yang kuat, sebuah warisan fisik akan cepat habis karena penerimanya tidak memahami bagaimana kekayaan tersebut dihasilkan.

Berikut adalah poin-poin penting dalam membangun karakter tersebut:

  • Mengejar Kedewasaan Melalui Pola Pikir: Seorang ahli waris yang belum dewasa (akil balig) tidak berbeda dengan budak, meskipun ia adalah tuan atas segala sesuatu. Karakter dewasa dibangun dengan belajar untuk berpikir dan memahami terlebih dahulu sebelum berbicara, bukan sebaliknya. Tanpa kedewasaan, seseorang hanya akan mengejar "bayangan" dan meninggalkan hal-hal yang esensial.
  • Mengutamakan Legacy daripada Inheritance: Anda harus lebih menghargai legacy (prinsip, cara hidup, dan ketaatan) karena legacy-lah yang menghasilkan hal-hal yang kemudian diwariskan. Contohnya, Abraham memberikan "pemberian" (inheritance) kepada anak-anak selirnya, namun memberikan "segala miliknya" (legacy prinsip ketaatan) kepada Ishak.
  • Ketaatan yang Tekun: Karakter dibangun melalui ketaatan untuk mempraktekkan firman Tuhan dalam situasi nyata, termasuk saat menghadapi tantangan atau kelaparan. Ishak menjadi sangat makmur bukan karena keberuntungan, tetapi karena ia taat untuk tetap tinggal di Gerar dan menabur di tengah masa sulit sesuai instruksi Tuhan.
  • Kegigihan dan Ketekunan (Persistence): Jangan mudah menyerah saat menghadapi sabotase atau konflik. Karakter Ishak terlihat ketika ia terus menggali sumur baru meskipun sumur-sumur sebelumnya direbut atau ditutup oleh musuh. Ia tidak membuang waktu untuk bertengkar secara sia-sia, melainkan terus produktif hingga mencapai tempat yang luas (Rehobot).
  • Menghormati Sumber dan Pendahulu: Jangan menjadi generasi yang sombong dengan mencoba menghapus jejak masa lalu demi terlihat penting. Ishak menunjukkan karakter yang kuat dengan tetap menggunakan nama-nama sumur yang diberikan ayahnya, yang menunjukkan rasa hormat dan pengakuan terhadap pondasi yang telah diletakkan generasi sebelumnya.
  • Melepaskan Penderitaan Masa Lalu: Anda tidak dapat mengelola masa depan jika masih terikat pada isu-isu masa lalu atau penderitaan lama. Seperti Yusuf yang menamai anaknya Manasye ("Allah membuatku melupakan kesusahan"), karakter yang sehat memerlukan kemampuan untuk melupakan penderitaan agar bisa beranak cucu dan produktif di masa depan.

Dengan membangun karakter melalui ketaatan, kedewasaan, dan penghormatan terhadap prinsip (legacy), Anda tidak hanya akan mempertahankan warisan fisik yang diterima, tetapi juga mampu melipatgandakannya.

Bagaimana cara membedakan antara warisan fisik dan pusaka rohani?

Dr. Tunde Bakare menjelaskan perbedaan mendasar antara warisan fisik (inheritance) dan pusaka rohani (legacy) sebagai berikut:

1. Definisi Dasar

  • Warisan Fisik (Inheritance): Merupakan praktik penerimaan hak milik pribadi, gelar, hak istimewa, serta hak dan kewajiban (termasuk utang) yang biasanya diterima setelah kematian seseorang atau dibagikan selagi pewaris masih hidup.
  • Pusaka Rohani (Legacy): Memiliki makna yang jauh lebih mendalam dan kuat daripada sekadar warisan fisik. Legacy adalah sesuatu yang menghasilkan hal-hal yang nantinya diwariskan kepada orang lain.

2. Karakteristik Utama

  • Sumber vs. Hasil: Jika harus memilih, Dr. Bakare memilih legacy karena legacy-lah yang menjadi "mesin" atau penyebab lahirnya aset-aset fisik yang diwariskan.
  • Risiko Penyalahgunaan: Warisan fisik (inheritance) sering kali disia-siakan oleh penerimanya jika mereka tidak memiliki legacy yang kuat. Hal ini terjadi karena mereka tidak memahami proses atau cara bagaimana warisan tersebut dihasilkan.
  • Membangun Orang vs. Memberi Barang: Warisan fisik berupa benda atau properti yang diberikan kepada anak yang tidak "dibangun" karakternya akan habis terjual atau lenyap. Sebaliknya, legacy berfokus pada pembangunan manusia melalui prinsip-prinsip hidup.

3. Contoh Alkitabiah (Abraham, Ishak, dan Ismael)

Sumber tersebut menggunakan kisah Abraham untuk memperjelas perbedaan ini:

  • Pemberian (Inheritance): Kepada anak-anak dari gundik-gundiknya, Abraham hanya memberikan "pemberian" atau aset fisik saja.
  • Segala Miliknya (Legacy): Kepada Ishak, Abraham memberikan "segala miliknya". Dr. Bakare menafsirkan ini sebagai transfer legacy yang mencakup prinsip ketaatan kepada Allah.
  • Dampak Nyata: Karena Ishak memiliki legacy ketaatan dari ayahnya, ia mampu menabur di tengah kelaparan dan tetap makmur, sementara mereka yang hanya menerima warisan fisik cenderung kehilangan apa yang mereka miliki dalam waktu singkat.

4. Fokus Pertumbuhan

  • Inheritance sering kali menjadi fokus bagi orang yang tidak dewasa yang hanya mengejar "bayangan".
  • Legacy membutuhkan ketaatan dan kedewasaan untuk mempraktekkan firman Tuhan, yang pada akhirnya akan menyebabkan penerimanya secara otomatis mampu mengejar dan mengelola warisan fisik mereka dengan benar.

Singkatnya, warisan fisik adalah apa yang Anda tinggalkan UNTUK seseorang, sedangkan pusaka rohani adalah apa yang Anda tinggalkan DI DALAM diri seseorang yang memungkinkan mereka untuk terus menghasilkan dan melipatgandakan apa yang telah ada.


Apa saja tiga fase multiplikasi yang dialami oleh Ishak?

Ishak mengalami tiga fase multiplikasi dan peningkatan setelah ia memanfaatkan legacy ketaatan yang diterima dari ayahnya, terutama di masa kelaparan. Berikut adalah ketiga fase tersebut:

  1. Fase Pertama: Gerar (Ketaatan di Tengah Kelaparan) Dalam fase ini, Ishak memilih untuk taat pada instruksi Tuhan agar tidak pergi ke Mesir dan tetap tinggal di Gerar meskipun sedang terjadi kelaparan. Karena ketaatannya, Ishak menabur di tanah tersebut dan menerima hasil seratus kali lipat dalam tahun yang sama. Hal ini membuatnya menjadi sangat kaya dan makmur hingga menimbulkan kecemburuan di antara orang Filistin.

  2. Fase Kedua: Rehobot (Kelonggaran dan Produktivitas) Fase ini terjadi setelah Ishak menghadapi berbagai sabotase dan pertengkaran terkait sumur-sumur yang ia gali (sumur Esek dan Sitna). Ishak tidak berhenti produktif; ia pindah dan menggali sumur lain yang tidak lagi dipersoalkan oleh musuhnya. Ia menamai sumur itu Rehobot, yang melambangkan bahwa Tuhan telah memberikan kelonggaran sehingga ia dapat beranak cucu dan berkembang di negeri tersebut.

  3. Fase Ketiga: Bersyeba (Manifestasi Kehadiran Tuhan dan Perdamaian) Ini adalah fase tertinggi di mana Ishak terus maju hingga mencapai Bersyeba. Di tempat ini, Tuhan menampakkan diri kepadanya untuk meneguhkan janji-Nya. Karakter dan keberhasilan Ishak di fase ini sangat meyakinkan sehingga musuh-musuhnya (seperti Abimelekh) datang untuk mencari perdamaian dan mengikat perjanjian dengannya karena mereka melihat dengan jelas bahwa Tuhan menyertai Ishak. Di Bersyeba, ia membangun mezbah dan tetap produktif dengan terus menggali sumur.

Ketiga fase ini menunjukkan perkembangan Ishak dari sekadar menaati firman (Gerar), mendapatkan ruang untuk berkembang (Rehobot), hingga mencapai titik di mana musuh pun mengakui penyertaan Tuhan dalam hidupnya (Bersyeba).

Apa makna sumur Rehobot bagi pertumbuhan rohani kita?

Sumur Rehobot memiliki makna rohani yang mendalam sebagai fase kedua dalam tiga tahap multiplikasi dan peningkatan yang dialami oleh Ishak.

Berikut adalah makna sumur Rehobot bagi pertumbuhan rohani kita:

  • Pemberian Kelonggaran dari Tuhan: Nama Rehobot berarti "kelonggaran". Secara rohani, ini melambangkan saat di mana Tuhan memberikan ruang dan kebebasan kepada kita setelah melalui masa-masa tekanan, pertengkaran, dan sabotase (yang digambarkan melalui sumur Esek dan Sitna).
  • Fase untuk Beranak Cucu (Produktivitas): Rehobot adalah tempat di mana Ishak berkata, "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini". Ini melambangkan masa pertumbuhan rohani di mana kita mulai membuahkan hasil yang nyata dan berlipat ganda karena tidak ada lagi gangguan dari musuh.
  • Hasil dari Ketekunan yang Pantang Menyerah: Makna Rehobot tidak bisa dipisahkan dari proses pencapaiannya. Ishak mencapai Rehobot karena ia terus menggali sumur baru meskipun sumur sebelumnya direbut atau dipersoalkan. Bagi pertumbuhan rohani, ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh membuang peluru atau energi untuk bertengkar secara sia-sia, melainkan harus terus produktif hingga Tuhan memberikan tempat yang luas.
  • Melepaskan Penderitaan Masa Lalu untuk Masa Depan: Dr. Tunde Bakare menghubungkan pengalaman Rehobot dengan kisah Yusuf yang memiliki anak bernama Manasye dan Efraim. Maknanya adalah kita harus mencapai titik di mana kita melupakan kesusahan dan penderitaan masa lalu agar dapat benar-benar beranak cucu. Jika seseorang tidak melupakan penderitaan masa lalu, hal itu akan menyiksa dan menghancurkan masa depannya.
  • Tahap Menuju Manifestasi Tuhan yang Lebih Besar: Meskipun Rehobot adalah tempat kelonggaran, ia bukanlah tujuan akhir. Rehobot merupakan jembatan pertumbuhan menuju Bersyeba, tempat di mana Tuhan menampakkan diri secara langsung dan musuh-musuh akhirnya datang untuk mencari perdamaian.

Secara singkat, Rehobot adalah simbol kedewasaan karakter yang memilih untuk terus bergerak maju dalam ketaatan hingga Tuhan sendiri yang menyediakan ruang bagi kita untuk berkembang tanpa gangguan.


Apa arti sumur Bersyeba dalam tahapan pertumbuhan Ishak?

Bersyeba merupakan fase ketiga dan tertinggi dalam tahapan pertumbuhan, multiplikasi, serta peningkatan yang dialami oleh Ishak.

Berikut adalah makna mendalam dari sumur Bersyeba dalam perjalanan Ishak:

  • Tempat Manifestasi dan Peneguhan Tuhan: Bersyeba adalah titik di mana Tuhan menampakkan diri secara langsung kepada Ishak pada malam hari. Di sana, Tuhan meneguhkan janji-Nya dengan berfirman, "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau...".
  • Puncak dari Karakter dan Kesuksesan: Bersyeba melambangkan tingkat keberhasilan yang begitu nyata sehingga musuh-musuh akhirnya datang untuk mencari perdamaian. Jika di Rehobot musuh hanya berhenti mengganggu, di Bersyeba para pemimpin seperti Abimelekh dan kepala pasukannya mengakui secara terbuka bahwa Tuhan menyertai Ishak.
  • Tempat Perjanjian dan Sumpah Setia: Nama Bersyeba berkaitan dengan sumpah setia atau perjanjian (ikat janji) yang diadakan antara Ishak dan musuh-musuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa ketika jalan hidup seseorang memperkenan Tuhan, Ia sanggup membuat musuh-musuhnya menjadi orang yang mengharapkan kebaikan baginya.
  • Simbol Keberlanjutan Legacy: Di Bersyeba, Ishak tidak berhenti produktif; ia mendirikan mezbah, memanggil nama Tuhan, memasang kemah, dan hamba-hambanya kembali menggali sumur di situ. Ini menunjukkan bahwa apa yang membawanya ke puncak (produktifitas dan ketaatan) tetap ia lakukan untuk menopangnya di sana.
  • Balas Dendam Terbaik: Dr. Tunde Bakare menjelaskan bahwa pencapaian di Bersyeba adalah bentuk "balas dendam terbaik", yaitu melalui keberhasilan nyata yang memaksa musuh untuk menghormati posisi kita.

Singkatnya, Bersyeba adalah fase di mana ketaatan terhadap legacy (pusaka rohani) menghasilkan pengakuan publik dan kedamaian total, di mana penyertaan Tuhan tidak lagi hanya dirasakan secara pribadi tetapi dilihat oleh semua orang.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...

Yesus's Foreknowledge and Free Will

Saat Teduh 11 Feb 2025 Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak bahwa Dia akan menderita, akan mati, akan bangkit pada hari yang ketiga dan akan naik ke sorga, artinya Dia sudah tahu apa yang harus terjadi. Dia juga sudah tahu  apa yang harus terjadi pada dirinya Yudas, pada dirinya Petrus. Jadi Yesus sudah tahu apa yang terjadi di hari-hari depannya Dia. Yesus akan menderita dan akan mati, Dia sudah tahu. Berarti apa yang Yesus ketahui dari sini? Dia tahu bahwa itu adalah KUASA daripada KEHENDAK DIRINYA, KEPUTUSANNYA untuk RELA menderita dan mati. Yesus memiliki KEHENDAK BEBAS sama seperti kita memiliki kehendak bebas untuk memutuskan dan melakukan TEPAT seperti yang Bapa kehendaki.  Bukankah Dia berdoa di taman Getsemani, kalau boleh cawan ini berlalu daripadaKu. Itu berbicara tentang KEHENDAK. Berarti apa PORSINYA Yesus bahwa Dia tahu Dia akan menderita dan mati? Porsi Dia adalah itu KEHENDAK Saya. Bapa tidak bisa berbuat apa-apa kalau Yesus akhirnya ...