Langsung ke konten utama

Mengaktifkan dan Melepaskan Generasi dalam konteks Transfer Warisan - Part 2 (UR #231)


THE UPPER ROOM 231 - 05 Mei 2026

Catatan khotbah dari Dr. Tunde Bakare yang berfokus pada pentingnya membangun karakter ilahi dan menyadari kehadiran Tuhan sebagai kunci utama kesuksesan spiritual. Penulis menekankan bahwa transfer warisan rohani atau legacy tidak diberikan kepada semua orang, melainkan hanya kepada generasi surga terbuka yang hidup dalam ketaatan penuh. Melalui contoh tokoh Alkitab seperti Daud dan Musa, beliau menjelaskan bahwa ketaatan terhadap suara Tuhan akan mendatangkan berkat yang mengejar orang percaya, bukan sebaliknya. Selain aspek spiritual, terdapat teguran keras terhadap kemalasan, di mana beliau mendorong disiplin kerja keras dan tanggung jawab sebagai wujud nyata iman. Secara keseluruhan, materi ini mengajak individu untuk mengenali tugas spesifik mereka di berbagai bidang kehidupan demi membawa dampak yang berkelanjutan. Penulis menutup dengan mengingatkan bahwa pengurapan tanpa integritas hanya akan berujung pada kegagalan.

ISC 2025 - BAGIAN 2, DR. Tunde Bakare, Mengaktifkan Pelepasan Generasi Surga Terbuka


Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah Dr. Tunde Bakare mengenai "Mengaktifkan Pelepasan Generasi Surga Terbuka untuk Transfer Legacy dalam Mengejar Warisan Mereka":

1. Karakter vs. Reputasi

  • Reputasi adalah bagaimana orang lain melihat Anda, sedangkan karakter adalah bagaimana Tuhan melihat Anda.
  • Pembawa hadirat Tuhan yang dipenuhi roh takut akan Tuhan tidak akan jatuh oleh godaan seberat apa pun.
  • Banyak orang menghancurkan karakter mereka di balik layar demi menjaga reputasi, namun Yesus hanya memikirkan apa yang dikatakan Bapa-Nya.

2. Kehadiran Tuhan: Rahasia Terbesar Tokoh Alkitab

  • Musa: Kehadiran Tuhan adalah rahasianya dalam menghadapi penyihir Mesir dan memimpin bangsa pemberontak.
  • Daud: Poin terpenting dalam CV Daud adalah "Tuhan menyertai dia" (1 Samuel 16:18).
  • Yesus: Rahasia kesembuhan dan mukjizat yang dilakukan-Nya adalah karena "Allah menyertai Dia" (Kisah Para Rasul 10:38).

3. Lima Titik Kritis (Critical Points)

  1. Mengaktifkan dan Melepaskan: Dibutuhkan figur bapa atau mentor untuk mengaktifkan dan melepaskan Anda.
  2. Kehadiran Tuhan: Jangan pernah dilepaskan tanpa membawa hadirat Tuhan.
  3. Generasi Surga Terbuka: Transfer warisan ini bukan untuk sembarang orang, melainkan khusus bagi mereka yang memiliki "surga terbuka".
  4. Penugasan (Assignment): Sebelum berpikir tentang transfer warisan, Anda harus memahami dengan jelas apa penugasan atau gunung yang ditetapkan Tuhan bagi Anda.
  5. Transfer Legacy: Melibatkan pengenalan akan identitas sebagai "anak yang diperanakkan" (membawa benih) dan memiliki karakter yang ilahi.

4. Mengenal Generasi Surga Terbuka

  • Definisi: Mereka yang dengan tekun mendengarkan suara Tuhan dan menaati perintah-perintah-Nya (Ulangan 28:1-2).
  • Surga Terbuka: Merupakan upah bagi mereka yang mengasihi dan menaati Tuhan. Di bawah surga terbuka, Tuhan memberikan hujan pada masanya dan memberkati segala pekerjaan tangan kita.
  • Surga Tertutup: Kebalikan dari ketaatan adalah pemberontakan yang menyebabkan "langit menjadi tembaga dan tanah menjadi besi", di mana doa sulit menembus dan usaha tidak membuahkan hasil.

5. Prinsip Kerja Keras dan Ketaatan

  • Disiplin Kerja: Surga terbuka tidak didapat dengan kemalasan. Prinsipnya adalah kerja keras, tekun, dan bijaksana (2 Tesalonika 3:10).
  • Janji Tuhan: Jika hidup menurut ketetapan Tuhan, akan ada kelimpahan luar biasa (menghabiskan  hasil panen lama karena datangnya yang baru) dan keamanan dari musuh (Imamat 26:3-10).
  • Pelayanan Pastoral: Gereja harus berhenti mendukung orang malas melalui bantuan kesejahteraan yang terus-menerus; sebaliknya, berikan mereka alat atau sumber daya untuk bekerja.

6. Penugasan di "Gunung Budaya"

  • Setiap orang memiliki "gunung" yang telah ditunjukkan Tuhan (Matius 28:16).
  • Mandat orang percaya adalah mengamankan ketujuh gunung budaya agar tidak dikuasai iblis.
  • Anda harus menjadi "raja" di gunung tersebut agar kata-kata Anda memiliki pengaruh.

7. Nubuatan Musim Terobosan

  • Tuhan menjanjikan terobosan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kuartal terakhir tahun 2025 bagi mereka yang berkecimpung di dunia perdagangan dan ekonomi.
  • Dukacita akan diubah menjadi sukacita, dan air mata menjadi tawa.
  • Penting untuk tetap bersyukur dalam segala hal, bahkan di tengah badai dan musibah, karena ucapan syukur adalah kehendak Allah.


FAQPage

Mengapa karakter lebih penting daripada pengurapan menurut Dr. Tunde?

Menurut Dr. Tunde Bakare, karakter lebih penting daripada pengurapan karena beberapa alasan fundamental yang berkaitan dengan stabilitas spiritual dan integritas di hadapan Tuhan:

  • Stabilitas Spiritual: Dr. Tunde menegaskan bahwa pengurapan tanpa karakter tidak akan menghasilkan stabilitas. Ia memberikan contoh Simson, yang memiliki pengurapan besar namun tidak memiliki stabilitas karena kurangnya karakter.
  • Mengalahkan Iblis: Iblis sendiri dulunya adalah sosok yang diurapi, sehingga seseorang tidak bisa membuatnya terkesan hanya dengan pengurapan. Namun, seseorang dapat mengalahkan Iblis dengan memiliki karakter yang ilahi.
  • Ketahanan Terhadap Godaan: Jika seseorang benar-benar membawa hadirat Tuhan dan dipenuhi dengan roh takut akan Tuhan (karakter), maka godaan seberat apa pun tidak akan mampu membuatnya jatuh, gagal, atau goyah, baik secara terbuka maupun tersembunyi.
  • Inti dari Pandangan Tuhan: Karakter didefinisikan sebagai bagaimana Tuhan melihat diri Anda, sementara reputasi hanyalah bagaimana orang lain melihat Anda. Dr. Tunde menekankan bahwa banyak orang menjaga reputasi tetapi menghancurkan karakter mereka di balik layar, berbeda dengan Yesus yang hanya mementingkan apa yang dikatakan Bapa-Nya.
  • Kualifikasi untuk Warisan: Dalam proses pemilihan Daud, Tuhan menolak saudara-saudaranya karena Ia melihat hati (karakter) bukan fisik. Tuhan mencari orang yang berkenan di hati-Nya untuk melakukan segala kehendak-Nya.

Secara ringkas, sementara pengurapan memberikan kuasa, karakter memberikan integritas dan daya tahan yang memungkinkan seseorang untuk tetap tegak dan benar-benar mewarisi janji-janji Tuhan tanpa menghancurkan dirinya sendiri.


Bagaimana konsep 'generasi surga terbuka' memengaruhi keberhasilan dalam pekerjaan?

Konsep generasi surga terbuka memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap keberhasilan dalam pekerjaan karena hal tersebut merupakan upah bagi mereka yang mengasihi dan menaati Tuhan secara tekun,. Berikut adalah beberapa cara konsep ini memengaruhi keberhasilan kerja menurut sumber tersebut:

  • Pemberkatan Segala Pekerjaan Tangan: Ketika surga terbuka, Tuhan berjanji untuk membuka "perbendaharaan-Nya yang melimpah" guna memberikan hujan pada masanya dan memberkati segala pekerjaan tangan seseorang. Hal ini mengakibatkan seseorang memiliki kapasitas untuk memberi pinjaman kepada banyak bangsa tanpa perlu meminjam.
  • Posisi Keunggulan dan Pengaruh: Generasi ini ditempatkan oleh Tuhan sebagai kepala dan bukan ekor, serta akan terus naik dan bukan turun dalam karier atau bisnis mereka. Untuk mencapai tingkat pengaruh ini, seseorang harus menjadi "raja" di gunung tempat ia ditugaskan, seperti gunung perdagangan atau ekonomi, agar kata-katanya memiliki nilai tambah dan otoritas,.
  • Kelimpahan yang Melampaui Kapasitas: Ketaatan membawa berkat yang "mengejar" individu tersebut, sehingga ia tidak perlu mengejar berkat itu sendiri,. Dampak nyatanya adalah adanya siklus hasil panen yang baru menggantikan yang lama, di mana keberhasilan datang begitu cepat sehingga seseorang harus mengeluarkan hasil lama untuk menyimpan hasil baru yang lebih besar,.
  • Disiplin Kerja Keras dan Hikmat: Konsep surga terbuka tidak mendukung kemalasan; sebaliknya, hal ini mendorong disiplin kerja keras, ketekunan, dan hikmat. Tuhan memberkati apa yang dikerjakan secara nyata, bukan sekadar kutipan ayat atau kata-kata tanpa tindakan, sesuai dengan prinsip bahwa jika seseorang tidak bekerja, ia tidak boleh makan,.
  • Terobosan di Masa Sulit: Bagi mereka yang bergelut di dunia ekonomi, generasi surga terbuka dijanjikan akan mengalami musim terobosan yang belum pernah terjadi sebelumnya (diprediksi pada kuartal terakhir tahun 2025), di mana dukacita diubah menjadi sukacita dan ratapan menjadi tarian syukur,.
  • Perlindungan dan Keamanan Usaha: Selain keberhasilan finansial, ketaatan memastikan adanya keamanan di dalam negeri, sehingga usaha dan pekerjaan dapat berjalan dengan aman tanpa gangguan dari "binatang buas" atau musuh yang merusak.

Secara keseluruhan, keberhasilan dalam pekerjaan bagi generasi surga terbuka bukan hanya soal usaha manusia, melainkan hasil dari hadirat Tuhan yang menyertai dan ketaatan penuh terhadap arahan ilahi,.


Bagaimana cara menjadi raja di gunung budaya yang ditunjuk?

Berdasarkan penjelasan Dr. Tunde Bakare dalam sumber tersebut, menjadi raja di gunung budaya yang telah ditunjuk bukan sekadar tentang meraih jabatan atau kekuasaan duniawi, melainkan sebuah posisi otoritas spiritual dan pengaruh yang nyata.

Berikut adalah langkah-langkah dan prinsip untuk mencapainya:

1. Mengenali Gunung yang Ditunjuk Tuhan

Langkah pertama adalah memahami dengan jelas penugasan spesifik Anda. Dr. Tunde menekankan bahwa setiap orang memiliki "gunung yang telah ditunjukkan" oleh Tuhan. Anda tidak bisa sembarangan mendaki gunung; jika Anda mendaki gunung yang salah, Anda mungkin akan turun tanpa hasil apa pun. Keberhasilan dimulai dengan mengenali domain atau area budaya mana (seperti ekonomi, perdagangan, atau pendidikan) yang telah ditetapkan bagi Anda.

2. Menjadi "Anak yang Diperanakkan" (Begotten Son)

Untuk memerintah sebagai raja, seseorang harus memiliki identitas sebagai anak yang diperanakkan, yang berarti telah menyerahkan kehendak pribadinya kepada kehendak Bapa. Prinsipnya adalah "bukan kehendak-ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi". Tanpa penyerahan diri ini, seseorang berisiko menghancurkan dirinya sendiri meskipun ia memiliki akses ke warisan tersebut.

3. Membangun Karakter Ilahi di Atas Pengurapan

Dr. Tunde memperingatkan bahwa pengurapan tanpa karakter tidak akan menghasilkan stabilitas. Iblis tidak akan terkesan dengan pengurapan Anda karena ia pun dulunya adalah sosok yang diurapi; namun, Anda dapat mengalahkan Iblis dengan karakter yang ilahi. Karakter adalah bagaimana Tuhan melihat Anda, dan inilah yang memberikan ketahanan saat menghadapi godaan di gunung budaya tersebut.

4. Disiplin Kerja Keras dan Hikmat

Menjadi raja tidak didapat melalui kemalasan atau sekadar mengutip ayat Alkitab dan berbicara dalam bahasa roh. Anda harus mengadopsi disiplin kerja keras, ketekunan, dan hikmat. Prinsip Alkitabiah yang ditekankan adalah: jika seseorang tidak bekerja, janganlah ia makan. Tuhan memberkati apa yang dikerjakan oleh tangan Anda, bukan sekadar kata-kata tanpa tindakan.

5. Mengamankan Gunung dari Pengaruh Iblis

Mandat utama seorang percaya adalah memastikan bahwa ketujuh gunung budaya diamankan agar tidak dikuasai oleh iblis. Jika Anda tidak menjadi raja di gunung tersebut, maka domain tersebut akan dipenuhi oleh pengaruh jahat. Sebagai raja, kata-kata Anda harus memiliki nilai tambah dan pengaruh yang kuat sehingga tidak "jatuh ke tanah" atau diabaikan oleh orang lain.

6. Ketaatan sebagai Kunci "Surga Terbuka"

Keberhasilan di gunung budaya sangat bergantung pada apakah Anda termasuk dalam generasi surga terbuka, yaitu mereka yang tekun mendengarkan suara Tuhan dan menaati perintah-Nya. Dalam kondisi surga terbuka, Tuhan akan memberkati segala pekerjaan tangan Anda sehingga Anda menjadi kepala (pemimpin) dan bukan ekor, serta terus naik dalam posisi pengaruh.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...

Yesus's Foreknowledge and Free Will

Saat Teduh 11 Feb 2025 Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak bahwa Dia akan menderita, akan mati, akan bangkit pada hari yang ketiga dan akan naik ke sorga, artinya Dia sudah tahu apa yang harus terjadi. Dia juga sudah tahu  apa yang harus terjadi pada dirinya Yudas, pada dirinya Petrus. Jadi Yesus sudah tahu apa yang terjadi di hari-hari depannya Dia. Yesus akan menderita dan akan mati, Dia sudah tahu. Berarti apa yang Yesus ketahui dari sini? Dia tahu bahwa itu adalah KUASA daripada KEHENDAK DIRINYA, KEPUTUSANNYA untuk RELA menderita dan mati. Yesus memiliki KEHENDAK BEBAS sama seperti kita memiliki kehendak bebas untuk memutuskan dan melakukan TEPAT seperti yang Bapa kehendaki.  Bukankah Dia berdoa di taman Getsemani, kalau boleh cawan ini berlalu daripadaKu. Itu berbicara tentang KEHENDAK. Berarti apa PORSINYA Yesus bahwa Dia tahu Dia akan menderita dan mati? Porsi Dia adalah itu KEHENDAK Saya. Bapa tidak bisa berbuat apa-apa kalau Yesus akhirnya ...