Langsung ke konten utama

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)


Sesi Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan. Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama, melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya, di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.


 The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains

Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tunde Bakare yang berjudul “Kain Permadani yang Kaya dari Ketujuh Gunung Budaya”:

1. Definisi "Kain Permadani yang Kaya" (Rich Tapestry)

  • Metafora Kehidupan: Permadani yang kaya didefinisikan sebagai kombinasi rumit dari berbagai elemen yang beragam dan kompleks. Istilah ini menggambarkan situasi, cerita, dan pengalaman hidup yang tidak sederhana.
  • Karakteristik: Merupakan kain tenun berat dengan desain rumit yang membutuhkan keterampilan dan kesabaran tinggi dalam pembuatannya.
  • Navigasi Hidup: Karena hidup itu kompleks, seseorang harus membayar harga dan memiliki hikmat untuk tetap menjadi yang terdepan.

2. Ketujuh Gunung Budaya

Ketujuh gunung ini adalah corak budaya yang mempengaruhi cara berpikir dan perilaku suatu bangsa. Dr. Bakare menekankan bahwa seseorang mungkin ahli di satu atau dua gunung, tetapi mencoba menguasai ketujuhnya sekaligus tanpa bantuan Tuhan dapat menyebabkan kelelahan.

  1. Gunung Keluarga: Bahan baku untuk semua gunung lainnya berasal dari sini; setiap individu adalah duta besar keluarganya.
  2. Gunung Politik/Pemerintahan: Disebut sebagai medan perang utama.
  3. Gunung Pendidikan.
  4. Gunung Ekonomi atau Perdagangan: Berfokus pada penatalayanan dan kelimpahan, bukan sekadar mencoba-coba.
  5. Gunung Media: Memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi pilihan masyarakat.
  6. Gunung Hiburan atau Perayaan.
  7. Gunung Agama: Dr. Bakare secara tegas membantah bahwa gereja adalah gunung agama.

3. Dekonstruksi "Gunung Agama"

  • Arti Kata: Secara etimologis, "agama" (religio) berarti kembali ke perbudakan.
  • Gereja Bukan Agama: Dr. Bakare menyatakan bahwa mempercayai gereja sebagai gunung agama adalah sebuah kebohongan yang membatasi operasional gereja. Istilah "agama" bahkan tidak ditemukan dalam Perjanjian Lama.
  • Gunung Rumah Tuhan: Berdasarkan Yesaya 2:2 dan Mikha 4:1, gereja seharusnya menjadi "Gunung Rumah Tuhan" yang berdiri tegak di atas gunung-gunung lainnya.
  • Penghalang: Hal yang membuat gereja menjadi seperti gunung agama adalah keberadaan "berhala-berhala" di dalamnya yang harus dibuang.

4. Pola Surgawi dan Generasi Surga Terbuka

  • Pola (The Pattern): Musa membangun Kemah Suci berdasarkan pola yang ia lihat langsung di surga saat surga terbuka baginya. Tanpa gambaran visual dari roh, tidak ada masa depan yang jelas.
  • Impartasi Kejeniusan: Tuhan membangkitkan orang-orang seperti Bezaleel dan Aholiab yang dipenuhi Roh Kudus bukan hanya untuk berbicara bahasa roh, tetapi untuk keahlian kreatif, desain, dan pekerjaan tangan yang mustahil menjadi mungkin.
  • Musim Kejeniusan: Seorang jenius adalah mereka yang melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya contoh sebelumnya (precedent). Contohnya meliputi Yosua yang menghentikan matahari dan Elisa yang menyehatkan air dengan garam.

5. Kewarganegaraan Surga

  • Identitas: Orang percaya adalah warga negara surga yang hidup di bumi.
  • Akses Informasi: Melalui Roh Kudus, orang percaya dapat mengunduh informasi masa depan ke masa sekarang, sehingga tahu apa yang harus dilakukan dalam bisnis dan kehidupan.
  • Otoritas Kata-kata: Seperti Yusuf di Mesir, kata-kata orang percaya yang penuh Roh Kudus akan memerintah atmosfer dan memberikan solusi bagi bangsa-bangsa.

6. Kesimpulan: Gereja Terapung

Dr. Bakare menggunakan analogi Bahtera Nuh sebagai "gereja terapung" pertama. Ketika air bah (tantangan dunia) naik, bahtera itu justru melampung tinggi di atas gunung-gunung dunia. Demikian pula, Gunung Rumah Tuhan akan menentukan apa yang terjadi di planet ini karena kerajaan dunia telah menjadi Kerajaan Allah.


Q&A Page

1. Bagaimana cara membuang berhala agar gereja menjadi Gunung Rumah Tuhan?

Cara untuk membuang berhala agar gereja menjadi Gunung Rumah Tuhan dapat dirangkum dalam langkah-langkah berikut:

  • Menjauhkan "Allah Asing" dan Berhala secara Fisik dan Spiritual: Merujuk pada teladan Manasye dalam 2 Tawarikh 33:15, ia menjauhkan allah-allah asing dan berhala dari rumah Tuhan, serta segala mezbah yang didirikannya, lalu membuangnya ke luar kota. Sumber tersebut menekankan bahwa keberadaan berhala-berhala di dalam gereja inilah yang justru membuat gereja terjebak menjadi sekadar "gunung agama".
  • Menghancurkan Kebohongan tentang "Gunung Agama": Seseorang harus berhenti mempercayai informasi salah bahwa gereja adalah gunung agama, karena kata "agama" (religio) berarti kembali ke perbudakan. Gereja seharusnya dipandang sebagai Gunung Rumah Tuhan yang berdiri tegak di atas gunung-gunung lain, sesuai dengan nubuatan Yesaya dan Mikha.
  • Mengikuti Pola Surgawi (The Pattern): Seperti Musa, para pemimpin harus menjadi "generasi surga terbuka" untuk melihat pola atau rancangan asli dari surga. Tanpa adanya gambaran visual dari roh mengenai bagaimana Kerajaan Allah berfungsi, gereja tidak akan memiliki masa depan yang jelas atau pembangunan yang tepat.
  • Membangkitkan "Bezaleel dan Aholiab" Modern: Membuang berhala juga berarti beralih dari sekadar aktivitas keagamaan rutin menuju pekerjaan kreatif yang dipenuhi Roh Kudus. Gereja membutuhkan orang-orang yang dipenuhi keahlian, pengertian, dan pengetahuan untuk membangun "tempat kudus" Tuhan di bumi sehingga hadirat Allah benar-benar diam di tengah-tengah umat-Nya.
  • Beroperasi sebagai Warga Negara Surga: Orang percaya harus menyadari bahwa kewarganegaraan mereka adalah di surga, bukan terikat oleh sistem dunia atau "Babel". Dengan melangkah ke dalam Roh, gereja dapat "mengunduh" solusi masa depan ke masa sekarang, sehingga kata-kata orang percaya dapat memerintah atmosfer dan memberikan solusi nyata bagi bangsa-bangsa, seperti yang dilakukan Yusuf.

Dengan membuang berhala-berhala tersebut, gereja akan berhenti menjadi sistem perbudakan dan naik menjadi Gunung Rumah Tuhan yang menjulang tinggi, di mana bangsa-bangsa akan berduyun-duyun datang untuk mendengar hukum dan firman-Nya.

2. Apa maksud Dr. Bakare mengenai Gereja sebagai bahtera yang terapung?

Maksud Dr. Bakare mengenai Gereja sebagai bahtera yang terapung adalah menggunakan analogi Bahtera Nuh untuk menggambarkan posisi dan otoritas gereja yang seharusnya di atas tantangan dunia. Berikut adalah penjelasan rincinya berdasarkan sumber tersebut:

  • Bahtera Nuh sebagai Gereja Terapung Pertama: Dr. Bakare menyebut Bahtera Nuh sebagai "gereja terapung pertama" yang dibangun oleh Nuh atas perintah Tuhan.
  • Terangkat oleh Tantangan Dunia: Beliau menjelaskan bahwa ketika air bah (yang dapat melambangkan tantangan atau gejolak dunia) makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya, air tersebut justru mengangkat bahtera itu sehingga melampung tinggi dari bumi.
  • Berada di Atas "Gunung-Gunung" Dunia: Saat air bah menutupi segala gunung tinggi di kolong langit, bahtera itu tetap terapung di atasnya, bahkan mencapai ketinggian lima belas hasta di atas puncak gunung-gunung tersebut. Secara metaforis, ini berarti gereja seharusnya berada di posisi yang lebih tinggi dari gunung-gunung budaya lainnya (seperti politik, ekonomi, dll.).
  • Manifestasi Gunung Rumah Tuhan: Analogi ini dihubungkan dengan nubuatan dalam Yesaya 2:2, yang menyatakan bahwa pada hari-hari terakhir, Gunung Rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit.
  • Otoritas untuk Menentukan Masa Depan Bumi: Dr. Bakare menekankan bahwa dengan menjadi "gereja terapung" atau Gunung Rumah Tuhan, orang percaya tidak lagi terikat oleh perbudakan sistem agama. Sebaliknya, gereja akan menjadi pihak yang menentukan apa yang terjadi di planet ini karena kerajaan-kerajaan dunia telah menjadi Kerajaan Allah dan Kristus-Nya.

Dengan demikian, maksud "gereja terapung" adalah gereja yang tidak tenggelam oleh krisis dunia, melainkan justru memanfaatkan tekanan tersebut untuk naik ke posisi otoritas di atas segala sistem dunia lainnya.

3. Bagaimana cara menjadi bagian dari generasi surga terbuka?

Untuk menjadi bagian dari generasi surga terbuka, Anda harus mengikuti beberapa prinsip dan langkah spiritual berikut:

  • Melihat "Pola" Surgawi (The Pattern): Menjadi generasi surga terbuka berarti memiliki kemampuan untuk melihat rancangan atau pola asli dari surga, seperti yang dialami Musa di puncak gunung. Sumber menekankan bahwa jika tidak ada gambaran visual dari roh, maka tidak ada masa depan. Anda perlu melihat bagaimana Kerajaan Allah berfungsi untuk bisa mewujudkannya di bumi.
  • Melangkah ke "Dalam Roh" (In the Spirit): Dr. Bakare menjelaskan bahwa memiliki Roh Kudus di dalam diri adalah satu hal, tetapi berada di dalam Roh adalah dimensi yang berbeda. Anda harus melangkah ke dalam Roh untuk bisa "mengunduh" informasi masa depan ke masa sekarang, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan dalam urusan bisnis maupun kehidupan.
  • Menyadari Kewarganegaraan Surga: Anda harus hidup dengan kesadaran bahwa kewarganegaraan Anda ada di surga, bukan terikat oleh sistem dunia. Sebagai warga surga yang tinggal di bumi, Anda harus terus berhubungan dengan "rumah" (surga) untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana.
  • Menerima Impartasi "Kejeniusan": Generasi ini tidak hanya berbicara dalam bahasa roh, tetapi dipenuhi Roh Kudus dengan keahlian, pengertian, dan pengetahuan untuk melakukan hal-hal yang mustahil. Di musim kejeniusan ini, Anda dimampukan untuk melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya contoh atau acuan sebelumnya (precedent).
  • Menggali Firman dan Menghindari Kemalasan Spiritual: Anda diingatkan untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi (seperti iPad atau tablet) yang dapat membuat malas menggali Alkitab lebih dalam. Kedalaman dalam mempelajari firman Tuhan sangat penting untuk menjadi bagian dari generasi ini.
  • Berdoa untuk Impartasi Aktif: Anda harus aktif berdoa kepada Roh Kudus untuk membuka dan meluaskan mata pemahaman Anda. Mintalah agar Roh Kudus memberikan solusi atas masalah (seperti yang diberikan kepada Yusuf), di mana solusi tersebut nantinya akan memberikan otoritas atas atmosfer dan bangsa-bangsa.
  • Terhubung dengan Aliran Roh yang Tepat: Terhubung dengan roh "bapa" atau aliran rohani tertentu memungkinkan hal-hal dari masa lalu terunduh ke dalam hati Anda saat ini, sehingga Anda bisa melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan oleh orang lain.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat beroperasi sebagai tanda dan keajaiban di tengah generasi yang ada, membawa solusi surgawi ke dalam realitas bumi.

4. Apa kaitan antara karunia Roh Kudus dengan kejeniusan kreatif?

Kaitan antara karunia Roh Kudus dengan kejeniusan kreatif adalah bahwa Roh Kudus berperan sebagai sumber inspirasi dan kemampuan teknis untuk menciptakan solusi atau karya yang melampaui kemampuan manusia biasa dan belum pernah ada sebelumnya.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai kaitan tersebut:

  • Pemberdayaan untuk Hal yang Mustahil: Roh Kudus diberikan bukan hanya untuk aktivitas rohani seperti berbicara dalam bahasa roh, tetapi untuk membuat hal yang mustahil menjadi mungkin melalui rancangan-rancangan yang dapat menggemparkan dunia.
  • Definisi Kejeniusan tanpa Preseden: Dr. Bakare menjelaskan bahwa seorang jenius adalah seseorang yang melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya preseden (contoh atau acuan sebelumnya). Kejeniusan ini bersumber dari sumber daya yang ada di dalam roh seseorang, bukan dari apa yang tersedia di dunia.
  • Trinitas Kemampuan Kreatif: Roh Kudus memberikan tiga elemen kunci dalam kejeniusan kreatif, sebagaimana yang diberikan kepada Bezaleel dan Aholiab, yaitu: keahlian, pengertian, dan pengetahuan dalam segala macam pekerjaan tangan dan rancangan.
  • Akses ke Pola Surgawi (The Pattern): Kejeniusan kreatif berkaitan erat dengan menjadi "generasi surga terbuka" yang mampu melihat pola atau rancangan asli dari surga. Dengan Roh Kudus, seseorang dapat "mengunduh" informasi masa depan ke masa sekarang untuk memberikan solusi kreatif atas masalah-masalah dunia.
  • Manifestasi dalam Berbagai Bidang: Kejeniusan kreatif ini tidak terbatas pada seni, tetapi mencakup arsitektur, kepemimpinan, dan solusi masalah bangsa. Contohnya adalah pembangunan The Citadel yang desainnya didapat melalui doa kepada Roh Kudus, serta Yusuf yang memberikan solusi bagi Mesir karena Roh Allah berdiam di dalam dirinya.
  • Melampaui Sistem Pendidikan Dunia: Kejeniusan dari Roh Kudus dianggap lebih unggul daripada sistem pendidikan "Babel" yang seringkali mengajarkan hal-hal yang salah atau mencampuradukkan kegelapan dan terang. Melalui impartasi aktif dari Roh Kudus, seseorang dimampukan untuk menjadi "tanda dan keajaiban".

Secara ringkas, kaitan tersebut menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah penggerak kejeniusan yang memungkinkan orang percaya beroperasi dengan hikmat dan kreativitas surgawi untuk mendatangkan solusi nyata di bumi.


5. Bagaimana Roh Kudus memberikan solusi jenius dalam dunia bisnis?

Roh Kudus memberikan solusi jenius dalam dunia bisnis melalui beberapa mekanisme spiritual yang melampaui kemampuan intelektual biasa:

  • Pemberian Keahlian, Pengertian, dan Pengetahuan: Seperti pada kasus Bezaleel dan Aholiab, Roh Kudus memenuhi individu dengan keahlian, pengertian, dan pengetahuan untuk melakukan segala macam pekerjaan kreatif dan teknis. Dalam konteks bisnis, ini berarti kemampuan untuk membuat rancangan atau strategi yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Akses ke "Pola Surgawi" (The Pattern): Roh Kudus memungkinkan pengusaha menjadi bagian dari "generasi surga terbuka" yang dapat melihat pola atau cetak biru asli dari surga. Dengan melihat bagaimana Kerajaan Allah berfungsi, seseorang dapat menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam bisnisnya.
  • Mengunduh Informasi Masa Depan: Dengan melangkah "ke dalam Roh," seorang pebisnis dapat "mengunduh" hal-hal yang akan terjadi di masa depan ke masa sekarang. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif karena ia tahu bisnis apa yang harus dijalankan, apa yang harus dibeli, dan apa yang harus dijual.
  • Kejeniusan Tanpa Preseden: Roh Kudus membangkitkan kejeniusan di mana seseorang dimampukan untuk melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya contoh atau acuan sebelumnya (precedent). Sumber daya untuk solusi ini tidak ditemukan di dunia, melainkan tersedia di dalam roh orang percaya melalui Roh Kudus.
  • Solusi Masalah sebagai Prioritas Utama: Pengurapan Roh Kudus (seperti pada Yusuf di Mesir) diberikan terutama untuk memberikan solusi atas masalah, sedangkan uang dan hasil finansial hanyalah produk sampingan dari solusi tersebut.
  • Instruksi Spesifik Melalui "Bisikan" Roh: Roh Kudus memberikan bimbingan praktis dengan berbisik di telinga atau memberikan firman di kanan dan kiri untuk menunjukkan jalan yang harus diambil dalam situasi bisnis yang kompleks.
  • Otoritas Melalui Kata-kata: Ketika seseorang memiliki solusi dari Roh Kudus, kata-katanya akan memerintah atmosfer dan memegang kuasa, bahkan di hadapan pemimpin bangsa atau otoritas tertinggi, karena solusi tersebut membawa hikmat Ilahi.

Contoh nyata yang diberikan adalah pembangunan The Citadel, di mana desain arsitekturnya diperoleh bukan melalui metode konvensional, melainkan dengan meminta sang arsitek untuk berdoa kepada Roh Kudus guna menangkap "cetak biru" yang sudah ada di dalam roh pemimpinnya.


Postingan populer dari blog ini

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Yesus dan Rahasia Kerajaan Sorga

Saat Teduh 4 Feb 2025 BACA dan RENUNGKAN Matius 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan (kiasan, perbandingan, METAFORA)?" 11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan mata...