Langsung ke konten utama

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)


Sesi Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan. Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama, melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya, di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.


 The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains

Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tunde Bakare yang berjudul “Kain Permadani yang Kaya dari Ketujuh Gunung Budaya”:

1. Definisi "Kain Permadani yang Kaya" (Rich Tapestry)

  • Metafora Kehidupan: Permadani yang kaya didefinisikan sebagai kombinasi rumit dari berbagai elemen yang beragam dan kompleks. Istilah ini menggambarkan situasi, cerita, dan pengalaman hidup yang tidak sederhana.
  • Karakteristik: Merupakan kain tenun berat dengan desain rumit yang membutuhkan keterampilan dan kesabaran tinggi dalam pembuatannya.
  • Navigasi Hidup: Karena hidup itu kompleks, seseorang harus membayar harga dan memiliki hikmat untuk tetap menjadi yang terdepan.

2. Ketujuh Gunung Budaya

Ketujuh gunung ini adalah corak budaya yang mempengaruhi cara berpikir dan perilaku suatu bangsa. Dr. Bakare menekankan bahwa seseorang mungkin ahli di satu atau dua gunung, tetapi mencoba menguasai ketujuhnya sekaligus tanpa bantuan Tuhan dapat menyebabkan kelelahan.

  1. Gunung Keluarga: Bahan baku untuk semua gunung lainnya berasal dari sini; setiap individu adalah duta besar keluarganya.
  2. Gunung Politik/Pemerintahan: Disebut sebagai medan perang utama.
  3. Gunung Pendidikan.
  4. Gunung Ekonomi atau Perdagangan: Berfokus pada penatalayanan dan kelimpahan, bukan sekadar mencoba-coba.
  5. Gunung Media: Memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi pilihan masyarakat.
  6. Gunung Hiburan atau Perayaan.
  7. Gunung Agama: Dr. Bakare secara tegas membantah bahwa gereja adalah gunung agama.

3. Dekonstruksi "Gunung Agama"

  • Arti Kata: Secara etimologis, "agama" (religio) berarti kembali ke perbudakan.
  • Gereja Bukan Agama: Dr. Bakare menyatakan bahwa mempercayai gereja sebagai gunung agama adalah sebuah kebohongan yang membatasi operasional gereja. Istilah "agama" bahkan tidak ditemukan dalam Perjanjian Lama.
  • Gunung Rumah Tuhan: Berdasarkan Yesaya 2:2 dan Mikha 4:1, gereja seharusnya menjadi "Gunung Rumah Tuhan" yang berdiri tegak di atas gunung-gunung lainnya.
  • Penghalang: Hal yang membuat gereja menjadi seperti gunung agama adalah keberadaan "berhala-berhala" di dalamnya yang harus dibuang.

4. Pola Surgawi dan Generasi Surga Terbuka

  • Pola (The Pattern): Musa membangun Kemah Suci berdasarkan pola yang ia lihat langsung di surga saat surga terbuka baginya. Tanpa gambaran visual dari roh, tidak ada masa depan yang jelas.
  • Impartasi Kejeniusan: Tuhan membangkitkan orang-orang seperti Bezaleel dan Aholiab yang dipenuhi Roh Kudus bukan hanya untuk berbicara bahasa roh, tetapi untuk keahlian kreatif, desain, dan pekerjaan tangan yang mustahil menjadi mungkin.
  • Musim Kejeniusan: Seorang jenius adalah mereka yang melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya contoh sebelumnya (precedent). Contohnya meliputi Yosua yang menghentikan matahari dan Elisa yang menyehatkan air dengan garam.

5. Kewarganegaraan Surga

  • Identitas: Orang percaya adalah warga negara surga yang hidup di bumi.
  • Akses Informasi: Melalui Roh Kudus, orang percaya dapat mengunduh informasi masa depan ke masa sekarang, sehingga tahu apa yang harus dilakukan dalam bisnis dan kehidupan.
  • Otoritas Kata-kata: Seperti Yusuf di Mesir, kata-kata orang percaya yang penuh Roh Kudus akan memerintah atmosfer dan memberikan solusi bagi bangsa-bangsa.

6. Kesimpulan: Gereja Terapung

Dr. Bakare menggunakan analogi Bahtera Nuh sebagai "gereja terapung" pertama. Ketika air bah (tantangan dunia) naik, bahtera itu justru melampung tinggi di atas gunung-gunung dunia. Demikian pula, Gunung Rumah Tuhan akan menentukan apa yang terjadi di planet ini karena kerajaan dunia telah menjadi Kerajaan Allah.


Q&A Page

1. Bagaimana cara membuang berhala agar gereja menjadi Gunung Rumah Tuhan?

Cara untuk membuang berhala agar gereja menjadi Gunung Rumah Tuhan dapat dirangkum dalam langkah-langkah berikut:

  • Menjauhkan "Allah Asing" dan Berhala secara Fisik dan Spiritual: Merujuk pada teladan Manasye dalam 2 Tawarikh 33:15, ia menjauhkan allah-allah asing dan berhala dari rumah Tuhan, serta segala mezbah yang didirikannya, lalu membuangnya ke luar kota. Sumber tersebut menekankan bahwa keberadaan berhala-berhala di dalam gereja inilah yang justru membuat gereja terjebak menjadi sekadar "gunung agama".
  • Menghancurkan Kebohongan tentang "Gunung Agama": Seseorang harus berhenti mempercayai informasi salah bahwa gereja adalah gunung agama, karena kata "agama" (religio) berarti kembali ke perbudakan. Gereja seharusnya dipandang sebagai Gunung Rumah Tuhan yang berdiri tegak di atas gunung-gunung lain, sesuai dengan nubuatan Yesaya dan Mikha.
  • Mengikuti Pola Surgawi (The Pattern): Seperti Musa, para pemimpin harus menjadi "generasi surga terbuka" untuk melihat pola atau rancangan asli dari surga. Tanpa adanya gambaran visual dari roh mengenai bagaimana Kerajaan Allah berfungsi, gereja tidak akan memiliki masa depan yang jelas atau pembangunan yang tepat.
  • Membangkitkan "Bezaleel dan Aholiab" Modern: Membuang berhala juga berarti beralih dari sekadar aktivitas keagamaan rutin menuju pekerjaan kreatif yang dipenuhi Roh Kudus. Gereja membutuhkan orang-orang yang dipenuhi keahlian, pengertian, dan pengetahuan untuk membangun "tempat kudus" Tuhan di bumi sehingga hadirat Allah benar-benar diam di tengah-tengah umat-Nya.
  • Beroperasi sebagai Warga Negara Surga: Orang percaya harus menyadari bahwa kewarganegaraan mereka adalah di surga, bukan terikat oleh sistem dunia atau "Babel". Dengan melangkah ke dalam Roh, gereja dapat "mengunduh" solusi masa depan ke masa sekarang, sehingga kata-kata orang percaya dapat memerintah atmosfer dan memberikan solusi nyata bagi bangsa-bangsa, seperti yang dilakukan Yusuf.

Dengan membuang berhala-berhala tersebut, gereja akan berhenti menjadi sistem perbudakan dan naik menjadi Gunung Rumah Tuhan yang menjulang tinggi, di mana bangsa-bangsa akan berduyun-duyun datang untuk mendengar hukum dan firman-Nya.

2. Apa maksud Dr. Bakare mengenai Gereja sebagai bahtera yang terapung?

Maksud Dr. Bakare mengenai Gereja sebagai bahtera yang terapung adalah menggunakan analogi Bahtera Nuh untuk menggambarkan posisi dan otoritas gereja yang seharusnya di atas tantangan dunia. Berikut adalah penjelasan rincinya berdasarkan sumber tersebut:

  • Bahtera Nuh sebagai Gereja Terapung Pertama: Dr. Bakare menyebut Bahtera Nuh sebagai "gereja terapung pertama" yang dibangun oleh Nuh atas perintah Tuhan.
  • Terangkat oleh Tantangan Dunia: Beliau menjelaskan bahwa ketika air bah (yang dapat melambangkan tantangan atau gejolak dunia) makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya, air tersebut justru mengangkat bahtera itu sehingga melampung tinggi dari bumi.
  • Berada di Atas "Gunung-Gunung" Dunia: Saat air bah menutupi segala gunung tinggi di kolong langit, bahtera itu tetap terapung di atasnya, bahkan mencapai ketinggian lima belas hasta di atas puncak gunung-gunung tersebut. Secara metaforis, ini berarti gereja seharusnya berada di posisi yang lebih tinggi dari gunung-gunung budaya lainnya (seperti politik, ekonomi, dll.).
  • Manifestasi Gunung Rumah Tuhan: Analogi ini dihubungkan dengan nubuatan dalam Yesaya 2:2, yang menyatakan bahwa pada hari-hari terakhir, Gunung Rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit.
  • Otoritas untuk Menentukan Masa Depan Bumi: Dr. Bakare menekankan bahwa dengan menjadi "gereja terapung" atau Gunung Rumah Tuhan, orang percaya tidak lagi terikat oleh perbudakan sistem agama. Sebaliknya, gereja akan menjadi pihak yang menentukan apa yang terjadi di planet ini karena kerajaan-kerajaan dunia telah menjadi Kerajaan Allah dan Kristus-Nya.

Dengan demikian, maksud "gereja terapung" adalah gereja yang tidak tenggelam oleh krisis dunia, melainkan justru memanfaatkan tekanan tersebut untuk naik ke posisi otoritas di atas segala sistem dunia lainnya.

3. Bagaimana cara menjadi bagian dari generasi surga terbuka?

Untuk menjadi bagian dari generasi surga terbuka, Anda harus mengikuti beberapa prinsip dan langkah spiritual berikut:

  • Melihat "Pola" Surgawi (The Pattern): Menjadi generasi surga terbuka berarti memiliki kemampuan untuk melihat rancangan atau pola asli dari surga, seperti yang dialami Musa di puncak gunung. Sumber menekankan bahwa jika tidak ada gambaran visual dari roh, maka tidak ada masa depan. Anda perlu melihat bagaimana Kerajaan Allah berfungsi untuk bisa mewujudkannya di bumi.
  • Melangkah ke "Dalam Roh" (In the Spirit): Dr. Bakare menjelaskan bahwa memiliki Roh Kudus di dalam diri adalah satu hal, tetapi berada di dalam Roh adalah dimensi yang berbeda. Anda harus melangkah ke dalam Roh untuk bisa "mengunduh" informasi masa depan ke masa sekarang, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan dalam urusan bisnis maupun kehidupan.
  • Menyadari Kewarganegaraan Surga: Anda harus hidup dengan kesadaran bahwa kewarganegaraan Anda ada di surga, bukan terikat oleh sistem dunia. Sebagai warga surga yang tinggal di bumi, Anda harus terus berhubungan dengan "rumah" (surga) untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana.
  • Menerima Impartasi "Kejeniusan": Generasi ini tidak hanya berbicara dalam bahasa roh, tetapi dipenuhi Roh Kudus dengan keahlian, pengertian, dan pengetahuan untuk melakukan hal-hal yang mustahil. Di musim kejeniusan ini, Anda dimampukan untuk melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya contoh atau acuan sebelumnya (precedent).
  • Menggali Firman dan Menghindari Kemalasan Spiritual: Anda diingatkan untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi (seperti iPad atau tablet) yang dapat membuat malas menggali Alkitab lebih dalam. Kedalaman dalam mempelajari firman Tuhan sangat penting untuk menjadi bagian dari generasi ini.
  • Berdoa untuk Impartasi Aktif: Anda harus aktif berdoa kepada Roh Kudus untuk membuka dan meluaskan mata pemahaman Anda. Mintalah agar Roh Kudus memberikan solusi atas masalah (seperti yang diberikan kepada Yusuf), di mana solusi tersebut nantinya akan memberikan otoritas atas atmosfer dan bangsa-bangsa.
  • Terhubung dengan Aliran Roh yang Tepat: Terhubung dengan roh "bapa" atau aliran rohani tertentu memungkinkan hal-hal dari masa lalu terunduh ke dalam hati Anda saat ini, sehingga Anda bisa melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan oleh orang lain.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat beroperasi sebagai tanda dan keajaiban di tengah generasi yang ada, membawa solusi surgawi ke dalam realitas bumi.

4. Apa kaitan antara karunia Roh Kudus dengan kejeniusan kreatif?

Kaitan antara karunia Roh Kudus dengan kejeniusan kreatif adalah bahwa Roh Kudus berperan sebagai sumber inspirasi dan kemampuan teknis untuk menciptakan solusi atau karya yang melampaui kemampuan manusia biasa dan belum pernah ada sebelumnya.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai kaitan tersebut:

  • Pemberdayaan untuk Hal yang Mustahil: Roh Kudus diberikan bukan hanya untuk aktivitas rohani seperti berbicara dalam bahasa roh, tetapi untuk membuat hal yang mustahil menjadi mungkin melalui rancangan-rancangan yang dapat menggemparkan dunia.
  • Definisi Kejeniusan tanpa Preseden: Dr. Bakare menjelaskan bahwa seorang jenius adalah seseorang yang melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya preseden (contoh atau acuan sebelumnya). Kejeniusan ini bersumber dari sumber daya yang ada di dalam roh seseorang, bukan dari apa yang tersedia di dunia.
  • Trinitas Kemampuan Kreatif: Roh Kudus memberikan tiga elemen kunci dalam kejeniusan kreatif, sebagaimana yang diberikan kepada Bezaleel dan Aholiab, yaitu: keahlian, pengertian, dan pengetahuan dalam segala macam pekerjaan tangan dan rancangan.
  • Akses ke Pola Surgawi (The Pattern): Kejeniusan kreatif berkaitan erat dengan menjadi "generasi surga terbuka" yang mampu melihat pola atau rancangan asli dari surga. Dengan Roh Kudus, seseorang dapat "mengunduh" informasi masa depan ke masa sekarang untuk memberikan solusi kreatif atas masalah-masalah dunia.
  • Manifestasi dalam Berbagai Bidang: Kejeniusan kreatif ini tidak terbatas pada seni, tetapi mencakup arsitektur, kepemimpinan, dan solusi masalah bangsa. Contohnya adalah pembangunan The Citadel yang desainnya didapat melalui doa kepada Roh Kudus, serta Yusuf yang memberikan solusi bagi Mesir karena Roh Allah berdiam di dalam dirinya.
  • Melampaui Sistem Pendidikan Dunia: Kejeniusan dari Roh Kudus dianggap lebih unggul daripada sistem pendidikan "Babel" yang seringkali mengajarkan hal-hal yang salah atau mencampuradukkan kegelapan dan terang. Melalui impartasi aktif dari Roh Kudus, seseorang dimampukan untuk menjadi "tanda dan keajaiban".

Secara ringkas, kaitan tersebut menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah penggerak kejeniusan yang memungkinkan orang percaya beroperasi dengan hikmat dan kreativitas surgawi untuk mendatangkan solusi nyata di bumi.


5. Bagaimana Roh Kudus memberikan solusi jenius dalam dunia bisnis?

Roh Kudus memberikan solusi jenius dalam dunia bisnis melalui beberapa mekanisme spiritual yang melampaui kemampuan intelektual biasa:

  • Pemberian Keahlian, Pengertian, dan Pengetahuan: Seperti pada kasus Bezaleel dan Aholiab, Roh Kudus memenuhi individu dengan keahlian, pengertian, dan pengetahuan untuk melakukan segala macam pekerjaan kreatif dan teknis. Dalam konteks bisnis, ini berarti kemampuan untuk membuat rancangan atau strategi yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Akses ke "Pola Surgawi" (The Pattern): Roh Kudus memungkinkan pengusaha menjadi bagian dari "generasi surga terbuka" yang dapat melihat pola atau cetak biru asli dari surga. Dengan melihat bagaimana Kerajaan Allah berfungsi, seseorang dapat menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam bisnisnya.
  • Mengunduh Informasi Masa Depan: Dengan melangkah "ke dalam Roh," seorang pebisnis dapat "mengunduh" hal-hal yang akan terjadi di masa depan ke masa sekarang. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif karena ia tahu bisnis apa yang harus dijalankan, apa yang harus dibeli, dan apa yang harus dijual.
  • Kejeniusan Tanpa Preseden: Roh Kudus membangkitkan kejeniusan di mana seseorang dimampukan untuk melakukan sesuatu dengan benar sejak awal tanpa adanya contoh atau acuan sebelumnya (precedent). Sumber daya untuk solusi ini tidak ditemukan di dunia, melainkan tersedia di dalam roh orang percaya melalui Roh Kudus.
  • Solusi Masalah sebagai Prioritas Utama: Pengurapan Roh Kudus (seperti pada Yusuf di Mesir) diberikan terutama untuk memberikan solusi atas masalah, sedangkan uang dan hasil finansial hanyalah produk sampingan dari solusi tersebut.
  • Instruksi Spesifik Melalui "Bisikan" Roh: Roh Kudus memberikan bimbingan praktis dengan berbisik di telinga atau memberikan firman di kanan dan kiri untuk menunjukkan jalan yang harus diambil dalam situasi bisnis yang kompleks.
  • Otoritas Melalui Kata-kata: Ketika seseorang memiliki solusi dari Roh Kudus, kata-katanya akan memerintah atmosfer dan memegang kuasa, bahkan di hadapan pemimpin bangsa atau otoritas tertinggi, karena solusi tersebut membawa hikmat Ilahi.

Contoh nyata yang diberikan adalah pembangunan The Citadel, di mana desain arsitekturnya diperoleh bukan melalui metode konvensional, melainkan dengan meminta sang arsitek untuk berdoa kepada Roh Kudus guna menangkap "cetak biru" yang sudah ada di dalam roh pemimpinnya.


Postingan populer dari blog ini

Membuang Cela Masa Lalu, Hidup Tanpa Noda (MKS #44)

Khotbah ini mengulas perjalanan iman Abraham dalam upayanya hidup tanpa cela di hadapan Allah berdasarkan Kejadian 17:1 .  Meskipun Abraham taat, ia masih membawa pola pikir duniawi yang diwarisi dari ayahnya, Terah, terutama melalui keterikatannya pada Lot dan Ismail . Kehadiran Lot dianggap sebagai bentuk kontaminasi spiritual karena Abraham belum sepenuhnya melepaskan keterikatan keluarga untuk mengikuti rencana murni Tuhan. Pp Djonny menekankan pentingnya kemitraan yang kudus dengan Roh Kudus agar manusia tidak menyimpang dari tujuan ilahi. Melalui kisah ini, jemaat diajak untuk membenahi hati dan memastikan bahwa hikmat Allah , bukan ambisi manusia, yang menuntun langkah hidup mereka. Akhirnya, pesan utama adalah tentang pemurnian diri dari segala cela agar penggenapan janji Tuhan dapat terwujud sepenuhnya. Ibadah JMD Bandung 28 Juni 2026 - Ps. Djonny Tambunan - Manusia Kerajaan Sorga 44 Berikut adalah catatan lengkap berdasarkan materi khotbah: 1. Jalan Hikmat Allah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Menjadi Keturunan Abraham Melalui Kristus (MKS #40)

Khotbah yang disampaikan oleh PP Djonny dalam ibadah GPK JMD Bandung (31 Mei 2026) berjudul "Manusia Kerajaan Sorga 40" mengupas tuntas tentang bagaimana Allah mewujudkan pemerintahan-Nya di bumi melalui manusia rohani, dengan mengambil contoh kehidupan dan iman Abraham. Berikut adalah pesan khotbah tersebut secara detail beserta poin-poin pentingnya: 1. Keselarasan antara Jiwa (Pikiran) dan Roh Belajar dari Iman Abraham: Merujuk pada Ibrani 11:17-19 dan Kejadian 22, ketika Abraham diperintahkan untuk mempersembahkan Ishak, ia melakukannya tanpa ragu. Mengapa? Karena ada keharmonisan total antara roh dan jiwanya (pikirannya). Mengatasi Konflik Internal: Sering kali manusia gagal karena apa yang ada di dalam roh (iman) bertubrukan dengan apa yang dipikirkan oleh jiwa (logika kedagingan/fakta dunia luar). Abraham tidak mengalami konflik ini; pikirannya tunduk dan selaras dengan iman rohaninya, sehingga ia percaya Allah sanggup membangkitkan orang mati sekalipun. 2. Konsep ...

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...