Langsung ke konten utama

KEIMAMATAN MELKISEDEK (part 2)

HIDUP DI BAWAH KEIMAMATAN MELKISEDEK
Heb 7:1  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.
Heb 7:2  Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.



Heb 7:3  Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.
Heb 7:4  Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.

Melkisedek adalah Imam Allah yang Mahatinggi, raja Salem. Kita tidak lagi hidup di bawah keimamatan Harun.Walau pun ada banyak gereja menyebut namanya Gereja Yesus Kristus mereka hidup dalam keimamatan Harun. Hidup dalam ketakutan. Mereka berupaya dengan kekuatan dan usaha mereka, berdasarkan hukum Taurat. Keimamatan Melkisedek kita berdasarkan hubungan perkenanan, anugerah, karena ada darah Kristus. Kita lakukan segalanya karena sudah diterima oleh Tuhan, sudah diakui, menerima Roh Adopsi. 

Kita membenahi terus hidup kita. Persembahan dan perpuluhan bukan karena kita diberkati atau menjadi layak, tapi karena hukum Tuhan.

Kita harus terus renungkan. Doa puasa bukan supaya doa kita lebih manjur. Tapi supaya kita lebih memahami alam roh dan terhubung dengan Bapa. Kita mematikan faktor-faktor lahiriah. 



Keimamatan Melkisedek berarti membuat kita berjalan dalam Roh.
Jangan malas berdoa, doa puasa, merenungkan firman dst... bukan itu. Motive kita yang berubah. Kita hidup di bawah anugerah. Terima Zoe.... kita bergairah.. Kita memiliki kerinduan dan kecintaan akan firman. Bukan lagi beban bagi kita beribadah, mengikuti komsel, doa puasa, dst.  Kita melakukan itu karena ada tujuan, Tuhan telaah memilih dan menetapkan. Apa yang kita lakukan bukan supaya kita berkenan di hadapan Tuhan dan manusia. Kita sudah menerima perkenanan Tuhan dan yang penting kita melakukan sesuai perkataan Tuhan. Yang penting motivasi saudara benar dalam melakukan kebenaran. Jangan mau selalu dihargai, direspon, mengharap pujian dan imbalan. Itu tidak benar dan berarti saudara masih hidup dalam keimamatan Harun.

INTERVENSI TUHAN
Tuhan menjamah Abraham, mengintervensi Abraham sebelum sistem dunia (raja Sodom) mencobai Abraham. Ada banyak hal yang Tuhan lakukan untuk melakukan intervensi. Jangan pikir intervensi itu suatu pertolongan, mujizat, kesembuhan dan Tuhan membuka jalan.

Kadang-kadang intervensi itu buruk, sehingga kita tercapai tujuanNya supaya kita tidak lagi mengandalkan manusia. Mungkin suami itu makin buruk, makin menyebalkan.....
Tapi itulah intervensi Tuhan, sehingga kita menyadari kita hidup di bawah keimamatan melkisedek. Kita tidak tergantung kepada orang, kepada suami, tapi mengandalkan Tuhan.... Saudara tidak akan mengeluh dan bersungut-sungut jika memahami ada intervensi dan campur tangan Tuhan.
Jangan minta ubahkan suami, istri dan anak-anak... Tuhan berkata: Aku tidak berurusan dengan mereka, tapi Aku mau bereskan hidupmu. Tuhan berurusan dengan kita.
Jangan menuntut mereka berubah, jika kau sendiri belum berubah. Jika kau mengerti hidup di bawah keimamatan Melkisedek dan intervensi Tuhan, kau tidak mudah bersungut-sungbersungut-sungut dan mengeluh.

Raja Sodom sudah mendengar Abram memperoleh kekayaaan dari Mesir, karena ia berbohong mengenai istrinya. Mitra destiny-nya saja dijual. Itu bukan kesaksian yang baik. Jadi orang beranggapan.... o....Abram mudah dibeli.....
Hati-hatii jika saudara mudah menukarkan iman, prinsip hidup dengan hal-hal materi, habislah kita.
Mereka melihat saudara bisa disetir dan dikendalikan oleh uang, habislah. Itu sebabnya Melkisedek memotong (intervensi) Abram dulu...

UKURAN KEBERHASILAN
Keberhaslan kita artinya kita dapat merepresentasikan dan mempresentasikan bapa rohani. Melkisedek adalah satu sumber anugerah, menjadi bapa rohani dan Abram memberikan penghargaan dengan memberikan persepuluhan... Diberkatilah Abram, milik Allah yang Mahatinggi.
Intervensi itu menyebabkan Abram mampu menolak tawaran raja Sodom. Walau pun kita hidup an bekerja di Babel dan di Mesir, kita tidak akan bergantung kepada mereka, tidak menekan hidupmu, tidak membuat kau ketakutan, tidak terintimidasi. Kau tidak boleh menaruh pengharapanmu di sana, tapi benar-benar terhubung dengan Tuhan. Tekan habis pengeluaran dan pakai untuk tujuan Tuhan.

MENGHADAPI TEKANAN
Bagaimana kita mengelola keuangan kita, membuat kita terbebas. Kita punya kapasitas untuk menghadapai tekanan, intimidasi, stress dari sistem dunia ini. Jangan orang melihat saudara menjadi kaya karena bisnis, karena pekerjaan, dst. Tapi seharusnya orang melihat karena Tuhan ada pada kita. Melalui firman dan perkataannya membuat kita terbebas. Buka dirimu terhadap keimamatan Melkisedek, karena itu menjadi kekuatan, perlindungan dan intervensi hidup saudara. Masuk dalam anugerahNya di mana Tuhan menjadi sumber penghidupan kita, dan menjadi Bapa bagi hidup kta.
Masuk dalam dmensi ini, maka kau akan terbebas dari ketakutan akan uang, masa depan. Kita akan menjadi gereja yang unstopable. Orang-orang yang hidup di zaman Nuh itu sangat jahat. Bagaimana Nuh bisa mengubahkan keadaan mereka? Ternyata Nuh hanya diminta untuk menjadi titik masuk (point of entrance). Nuh bukan diselamatkan dari air bah, tapi diselamatkan oleh air bah. Diselamatkan dari apa? Dari kontaminasi orang-orang itu.

MENJADI TITIK-MASUK
Urapan Koresh itu sebenarnya titik masuk. Setiap orang yang membuka dirinya, untuk menyadari standar hidup. Bukan hal terlalu besar apalagi mustahil bagi gerejaNya mengubahkan kota dan bangsa. Cukup menyediakan dirimu menjadi titikmasuk. Terus berjalan dan terhubung dengan Tuhan, maka kau akan menjadi titik masuk bagi Tuhan. Terus terhubung dengan bapa rohani, responi dan lakukan perintahnya.

Empat ratus enam puluh setelah Malaekhi Tuhan belum berfirman lagi. Itu waktu jedanya. Kenapa?  Karena tidak ditemukan point of entrance. Pernah ada jeda dalam hidup  Abram, 13 tahun lamanya. Dia hidup secara natural, senang dengan Ismail. Dia tidak lagi jadi titik masuk selama itu. Tidak ada firman yag mendatangi manusia 460 tahun lamanya. Ada musim kelaparan di bumi ini. Juga pernah terjadi pada zaman imam Eli, sampai Samuel menjadi point of entrance. Ketika Maria berkata: Aku ini hambaMu, jadilah menurut perkataanMu.... Saat itulah Maria menjadi point of entrance.
Percaya, bertindak dan berubah akan perkataan Tuhan akan membuat kita menjadi titik-masuk Tuhan. Saudara akan alami intervensi Tuhan. Di Kej 12 Abram dipanggil Tuhan keluar dari Ur-Kasdim. Dia percaya, dia bertindak dan terus berubah. Ketika ada kegagalan, Tuhan harus mengintervensi.

Dalam keimamatan Melkisedek kita bisa menjadi model, mengalami intervensi, untuk menjadi point of entrance.

BAGAIMANA BISA MENJADI TITIK-MASUK:
1.  Percaya, bertindak dan berubah.
2. Siapkan diri, benahi diri, siap sedia (stand by) menjadi titik masuk Tuhan, perkataan Tuhan harus terwujud atas kota dan bangsa. Persiapan (standby) ini termasuk sudah harus keluar dari kekhawatiran, tidak panik, mematikan agenda pribadi. Semua hal harus sudah set(settled) dalam sikap kita.

Kis 1:1-4 Murid-murid tidak boleh meninggalkan Yerusalem. Mereka harus menunggu Roh Kudus. Tapi Tuhan tidak menjelaskan berapa lama mereka harus menunggu. Murid-murid bukan dari Yerusalem, mereka dari Betsaida, dari Yudea, etc.  Mereka taat. Baru 10 hari kemudian terjadilah peristiwa Pentakosta (50 hari setelah Yesus naik ke sorga).
Apa yang mereka lakukan selama menunggu 10 hari itu? Ini masa persiapan. Tidak ada firman, tidak ada Yesus, tidak ada Bapa di bumi ini. Bayangkan. Lihat ay14.
Tuhan temukan Daud karena ia siap. Tuhan temukan Maria karena dia siap.
Jika kau percaya perkataan Tuhan, kau akan bertindak dan menyiapkan diri.
Dengan mendadak Tuhan datang. Dengan sekaligus. Dengan seketika. Jadi kita harus selalu siap. Siapkan dan perbesar kapasitas untuk tujuan Tuhan. 318 orang Abraham memiliki kapasitas yang besar. Raja Sodom rela membayar berapapun.

DI BAWAH KEIMAMATAN MELKISEDEK
Tuhan akan terus mendatangi hidup kita sampai firman itu ter-realisasi. Kita harus bisa keluar dari sistem babel, sampai kau katakan “I shall not want”. Tidak lagi dipengaruhi jiwamu oleh keadaan. Selama itu belum terjadi, firman akan terus mendatangimu.

Melkisedek membawa roti dan anggur. Itu perkataan Tuhan. Maksudnya jangan supaya kita ragu. Jangan beri tempat setan berpijak (kesempatan). Jangan biarkan tuduhan, intimidasi dan keraguan. Jika kita hidup di  bawah keimamatan Melkisedek, kita tidak akan ragu-ragu, firman akan terus mendatangi, mengalir, membuat kita memiliki strong conviction.

Kita akan diproteksi dari musuh dan mammon. Rampasan perang itu yang dari 4orang raja (yang mengalahkan 5 orang raja) adalah hak Abram. Abram memberikan sepersepuluh dari semuanya itu, sebagai tanda penghormatan. Kita akan tetap fokus kepada Allah dan kepentingan Allah. Membangun rumah rohani. Menjadikan kita... masuk dalam ‘rest’.

Kita akan memperoleh kekuatan dan kemenangan.
Kita akan dihadapkan dengan musuh. Sutradaranya Tuhan. Skenarionya dari Tuhan. Ingat kita akan memperoleh kebenaran. Kita akan memiliki kekuatan menghidupi firman.  Tuhan akan menyerahkan musuh kepadamu. Abram memperoleh kemenangan dalam peperangan merebut Lot dari 5 raja itu. Musuh sudah diletakkan di bawah kakimu.

Pewahyuan yang baru akan selalu mendatangi hidup kita. Itu yang diterima Abraham sebagai pencipta: pewahyuan pengenalan Tuhan, dan pemahaman jatidirimu di hadapan Tuhan.
Kita akan dipertemukan dengan orang-orang terhormat. Tapi kita butuh konfirmasi, penegasan dari sorga. Tidak tau darimana dan bagaimana caranya, tapi karena kau telah menjadi titik masuk. Daud siapkan diri di padang rumput. Dengan kecapi dia bermazmur, membangun hubungan dengan Tuhan. Dia benahi diri. Dia hadapi beruang dan singa (musuh-musuh natural). Akhirnya dia terhubung dengan orang-orang terhormat (istana Saul). Promosi itu akan datang. Ada orang-orang yang mengamati saudara.  Orang-orang dunia akan melihat.

Ps. Yappy Widjaya      27-Nov-2016

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...