Langsung ke konten utama

Minum Dari Sumber Yang Murni

Kehidupan Yang Murni Tidak Terkontaminasi
Ps. Yappy Widjaya

Keadaanmu mungkin baik sekali, punya rumah, punya uang, tapi jika kau tidak berbuah apa bedanya dengan kota Yeriko? Kau sukses tapi orang tidak memuliakan Tuhan. Orang tidak bisa melihat Tuhan dalam hidupmu, tapi kesuksesan itu orang melihat sebagai kehebatanmu, kekuatanmu. Orang tidak bisa memuliakan Tuhan karenamu. Itu artinya kau tidak berbuah.




 (2Ki 2:19)  Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi."

(2Ki 2:20)  Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya.

(2Ki 2:21)  Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi."

(2Ki 2:22)  Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.



Ini terjadi di kota Yeriko. Situasi kota itu sebenarnya menyenangkan dan strategis secara ekonomis dan politis. Infrastruktur juga baik, sarana dan prasarana baik; ada sekolah dan rumah sakit. Tapi sumber airnya tidak baik. Nutrisi dan mineral yang ada di dalam tanah tidak baik bagi tanaman, pohon-pohon dan bahkan banyak orang keguguran bayinya. Pohon-pohon tidak berbuah, namun utamanya banyak keguguran bayi. Elisa melepaskan perkataan Tuhan sehingga disehatkan kembali sumber air di kota itu. Jika tidak, maka kota itu akan menjadi kotamati, karena kehilangan generasi penerus dan orang tidak akan mau tinggal lagi di kota itu. Apa pun benih yang di tanam di kota itu akan mati. Bukan masalah benih dan juga bukan masalah tanah, tetapi airnya. Sumber airnya sudah terkontaminasi. Setelah diperkatakan firman oleh hamba Tuhan: tidak ada lagi yang mandul, tidak ada lagi keguguran bayi. Sampai hari ini.

Mungkin keadaan saudara baik-baik saja sampai hari ini. Keadaan sepertinya menyenangkan. Tapi saudara tidak bisa menghasilkan generasi penerus. Secara materi saudara cukup, apa pun  yang kau perlukan bisa kau miliki, tapi tidak ada yang menghasilkan buah. Jika hidupmu berbuah, maka yang dipuji ialah Bapa, bukan dirimu. Pekerjaan-pekerjaan yang kau lakukan harusnya untuk kepentingan bapa. Sikap hidupmu yang tidak mementingkan diri sendiri, semua itu untuk Tuhan.

Jangan sampai sumber air tercemar. Apakah akan dihasilkan buah? Jika tidak ada benih apakah dihasilkan buah? Kau diciptakan Tuhan. 

Keadaanmu mungkin baik sekali, punya rumah, punya uang, tapi jika kau tidak berbuah apa bedanya dengan kota Yeriko? Kau sukses tapi orang tidak memuliakan Tuhan. Orang tidak bisa melihat Tuhan dalam hidupmu, tapi kesuksesan itu orang melihat sebagai kehebatanmu, kekuatanmu. Orang tidak bisa memuliakan Tuhan karenamu. Itu artinya kau tidak berbuah. 

Kau harus memperkatakan firman Tuhan, memiliki hati yang murni, sumber air yang murni. Itu yang akan membuatmu berhasil, menjadi berkat dan bisa dinikmati orang. Bukan untukmu sendiri, tapi untuk orang lain. Bagaimana mereka merasa mendapatkan berkat dan diteguhkan oleh hidupmu. Perkataan Bapa itu yang bisa menghasilkan berkat, bertumbuh, menghasilkan buah dan menghasilkan generasi-generasi berikutnya menjadi generasi masa depan yang luarbiasa.
Kehidupanmu harus bisa membangun generasi berikutnya. Kau bisa menjadi model, bagaimana hidupmu menjadi model, menjadikan hati mereka tertuju kepada Tuhan. Ada masa depan, ada pengharapan pada mereka, tergantung kepada Tuhan, hanya bisa terjadi jika hidup saudara tidak terkontaminasi dan tetap murni. Jika sumber air tercemar, saudara akan menjadi mandul dan tercemar. Air dari Babel, dari sistem dunia ini; sukses dari dunia ini. Jika saudara mengambil itu jadi prinsip hidupmu, standar hidupmu dan mengikuti filosofi dunia maka itu akan terjadi dalam hidup saudara. Hati-hati mengambil filosofi dunia dan arti kesuksesan dari sistem dunia ini. Jika kau punya prinsip bisnis adalah bisnis, gereja adalah gereja, maka kau sudah tercemar dan menjadi mandul.
(Joh 15:5)  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Petani tidak butuh daun-daun tapi buah-buah anggur. Kau harus memiliki faktor Allah, faktor Rumah yang menjadi fondasi. Sukses di mata Tuhan, berbuah banyak dan Bapa dipermuliakan. Hidup kita bukan untuk diri sendiri tapi untuk Bapa. Pikiran dan perkataan kita harus memuliakan Bapa. Ia selalu mencari buah. Kau akan dimurnikan terus. Bapa akan memotong dahan-dahan dan ranting-ranting yang tidak perlu. Makin saudara dibersihkan, maka kau akan makin berbuah. Kau harus memiliki sikap dan mau dibersihkan.  Selaraskan dirimu untuk tinggal tetap tidak terputus dengan pokok anggur. Jika terputus maka air kehidupan itu akan terputus dan dialirkan ke ranting-ranting yang lain. Ini adalah peringatan yang keras bagi saudara. Ini tidak main-main. Saudara harus menyadari bahwa hidupmu di sini. Jangan membuat alasan untuk tidak mengikuti program yang ada dalam rumah. Alasan adalah kulit dari dusta.

Tuhan menghendaki hidup kita produktif dan berbuah. Pastikan untuk tidak minum air yang tercemar, dan selalu terhubung dengan sumber air yang murni. Air yang tercemar, mematikan kesuburan tanah. Air adalah firman dan doktrin. Yang murni hanya yang keluar dari tempat Tuhan. 

Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Menghidupi, mentaati dan menyelaraskan hidup mereka dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka percaya pengajaran itu dari Bapa, dari Bait Suci, dari Tahta Tuhan. Hidup mereka berbuah banyak: mengalami perubahan karakter, tidak menurut nilai-nilai dunia ini, rela berbagi dan memberi, tidak menuntut. 

Tiap-tiap hari mereka berkumpul untuk mendapatkan firman, menghargai firman lebih dari harta. Sikap dan gaya hidup mereka berubah, karena mereka hidup dari sumber air yang murni. Buah adalah pekerjaan kita untuk kerajaan; untuk kepentingan kerajaan. Jika kau sukses dan nyaman, tapi untuk hidupmu sendiri, itu hidup yang tidak berbuah.

Ketika kau putuskan untuk hidup dari air yang murni, dari perkataan Tuhan, fokus pada kerajaan dan hidup demi kepentingan kerajaan, maka kau sedang menghasilkan buah. Tuhan akan melihat, membantu sehingga kau bisa menghasilkan buah yang banyak.

Amsal 4:23
(Pro 4:23)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Dari hatimu akan mengalir sumber air kehidupan, jika kau memelihara hatimu terlebih dari segala yang patut dipeliharakan (lebih dari kesehatan, kebugaran, bentuk tubuh/otot). Hati yang murni itulah yang bisa melihat Tuhan. Jika hati kita murni, mata kita akan terbuka: melihat tuhan, mengerti rencana-rencanaNya, tidak ada motiv terselubung, memiliki nilai-nilai yang luhur. Inilah yang membuat hidupmu berharga dan berarti.

Yer 2:13
(Jer 2:13)  Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Meninggalkan Aku: meninggalkan sumber air yang hidup. Mereka meninggalkan Tuhan, suatu kejahatan di mata Tuhan. Bukan hanya korupsi dan berzinah yang merupakan kejahatan, tapi jika Tuhan bukan lagi sumber kepuasan hidupmu dan bukan sumber firman, maka itu kejahatan. Jika kau tidak dipuaskan oleh perkataan Tuhan tapi oleh dunia ini (film, sukses dunia, keuntungan, pergaulan, pekerjaan), maka kau dikuasai yang lain. Air adalah firman perkataan Tuhan. Yang murni.

Kadang-kadang saya bingung kepada jemaat, sepertinya kadang-kadang tidak percaya kepada bapa rohani. Padahal dalam roh, saya dapatkan, memiliki seorang bapa rohani, adalah anugrah terbesar. Umumnya orang yang menganggap menerima keselamatan adalah anugrah yang terbesar. 

Seorang ibu menganggap memiliki anak adalah anugrah yang terbesar. Tanpa bimbingan bapa rohani, apakah mereka bisa bertumbuh, makin terhubung dengan Tuhan, memiliki tujuan yang jelas. Terhubung dengan rumah rohani, akan membuat jemaat terus terhubung dengan sumber air yang murni. Jika saudara tinggalkan itu, saudara sedang lakukan kejahatan.

Kalau kita minum air kehidupan daripada Tuhan ada 3 hal penting yang harus saudara miliki/lakukan:
1.     Kita harus mampu menampung air yang murni. Harus ada kapasitas dalam roh kita untuk bisa menerima kebenaran yang datang dari Tuhan seperti air. Tanpa kapasitas yang cukup, maka air itu akan lalu begitu saja. Tidak ada gunanya. Catat, baca lagi, dengar lagi, renungkan lagi; itu artinya menyiapkan kapasitas.

2.     Kita harus bisa memeliharanya tetap murni dan menjaganya dari kontaminasi. Belajar untuk hidup sesuai dengan apa yang disampaikan. Jangan bandingkan dan belajar dari luar rumah rohani. Jaga standar dan kemurnia apa yang disampaikan dalam rumah. Ikuti, jangan tercemar karena pergaulan.

3.     Kita harus bisa menggenggamnya, berpegang –teguh dengan keyakinan setiap firman yang disampaikan di rumah ini. Tidak boleh pegang yang lain: tidak ikut konferensi yang lain.

Sumber-sumber kontaminasi:
(Psa 1:1)  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

(Psa 1:2)  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

(Psa 1:3)  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

1.     Tidak berjalan menurut orang fasik (ungodly);
2.     Tidak berdiri/bergaya hidup orang berdosa;
3.     Tidak hidup dalam kumpulan pencemooh.

Orang fasik adalah orang yang tidak peduli terhadap perintah Tuhan, rencana Tuhan dan kehendak Tuhan, waktu Tuhan dan firman Tuhan. Orang fasik juga orang yang ngakunya percaya Tuhan, tapi tidak menghidupi kebenaranNya. Atas rencana dan kehendak Tuhan, ia mundur.  Saudara harus mempunyai filter.

Orang berdosa (sinner). Berdiri = berpihak atau setuju dan menikmati gaya hidup mereka. Gaya hidup yang mewah, egois.
Kumpulan pencemooh (scornful). Suka mengata-ngatai, mencemooh jalan Tuhan, meragukan / tidak percaya. Tinggalkan mereka dan jangan berteman. Itu juga nasihat Paulus kepada jemaat.

Tindakan/sikap-sikap mencegah kontaminasi:
1.     Ay2. Merenungkan FT siang dan malam; miliki passion/kesukaan terhadap firman Tuhan, hukum-hukum Tuhan, kehendak Tuhan;rencana dan kehendak Tuhan.
2.     Merenungkan FT siang dan malam; menghargai FT melebihi emas dan perak. Berpegangan dan berpatokan; menjadikan firman sebagai standar Tuhan.

Hal yang harus kita lakukan supaya berhasil/berbuah lebat dan menghasilkan keturunan ilahi:
1.     Menyukai firman; menganggap firman itu sangat berharga;
2.     Menyukai firman;
3.     Menyukai firman.

(Joh 7:37)  Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

(Joh 7:38)  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."


Kehausan akan firman adalah porsi kita. Kasih itu kata kerja. Mengasihi itu keputusan dan tindakan yang harus kau ambil. Itu porsimu dan kau sendiri yang harus berupaya.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...