Langsung ke konten utama

Minum Dari Sumber Yang Murni

Kehidupan Yang Murni Tidak Terkontaminasi
Ps. Yappy Widjaya

Keadaanmu mungkin baik sekali, punya rumah, punya uang, tapi jika kau tidak berbuah apa bedanya dengan kota Yeriko? Kau sukses tapi orang tidak memuliakan Tuhan. Orang tidak bisa melihat Tuhan dalam hidupmu, tapi kesuksesan itu orang melihat sebagai kehebatanmu, kekuatanmu. Orang tidak bisa memuliakan Tuhan karenamu. Itu artinya kau tidak berbuah.




 (2Ki 2:19)  Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi."

(2Ki 2:20)  Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya.

(2Ki 2:21)  Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi."

(2Ki 2:22)  Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.



Ini terjadi di kota Yeriko. Situasi kota itu sebenarnya menyenangkan dan strategis secara ekonomis dan politis. Infrastruktur juga baik, sarana dan prasarana baik; ada sekolah dan rumah sakit. Tapi sumber airnya tidak baik. Nutrisi dan mineral yang ada di dalam tanah tidak baik bagi tanaman, pohon-pohon dan bahkan banyak orang keguguran bayinya. Pohon-pohon tidak berbuah, namun utamanya banyak keguguran bayi. Elisa melepaskan perkataan Tuhan sehingga disehatkan kembali sumber air di kota itu. Jika tidak, maka kota itu akan menjadi kotamati, karena kehilangan generasi penerus dan orang tidak akan mau tinggal lagi di kota itu. Apa pun benih yang di tanam di kota itu akan mati. Bukan masalah benih dan juga bukan masalah tanah, tetapi airnya. Sumber airnya sudah terkontaminasi. Setelah diperkatakan firman oleh hamba Tuhan: tidak ada lagi yang mandul, tidak ada lagi keguguran bayi. Sampai hari ini.

Mungkin keadaan saudara baik-baik saja sampai hari ini. Keadaan sepertinya menyenangkan. Tapi saudara tidak bisa menghasilkan generasi penerus. Secara materi saudara cukup, apa pun  yang kau perlukan bisa kau miliki, tapi tidak ada yang menghasilkan buah. Jika hidupmu berbuah, maka yang dipuji ialah Bapa, bukan dirimu. Pekerjaan-pekerjaan yang kau lakukan harusnya untuk kepentingan bapa. Sikap hidupmu yang tidak mementingkan diri sendiri, semua itu untuk Tuhan.

Jangan sampai sumber air tercemar. Apakah akan dihasilkan buah? Jika tidak ada benih apakah dihasilkan buah? Kau diciptakan Tuhan. 

Keadaanmu mungkin baik sekali, punya rumah, punya uang, tapi jika kau tidak berbuah apa bedanya dengan kota Yeriko? Kau sukses tapi orang tidak memuliakan Tuhan. Orang tidak bisa melihat Tuhan dalam hidupmu, tapi kesuksesan itu orang melihat sebagai kehebatanmu, kekuatanmu. Orang tidak bisa memuliakan Tuhan karenamu. Itu artinya kau tidak berbuah. 

Kau harus memperkatakan firman Tuhan, memiliki hati yang murni, sumber air yang murni. Itu yang akan membuatmu berhasil, menjadi berkat dan bisa dinikmati orang. Bukan untukmu sendiri, tapi untuk orang lain. Bagaimana mereka merasa mendapatkan berkat dan diteguhkan oleh hidupmu. Perkataan Bapa itu yang bisa menghasilkan berkat, bertumbuh, menghasilkan buah dan menghasilkan generasi-generasi berikutnya menjadi generasi masa depan yang luarbiasa.
Kehidupanmu harus bisa membangun generasi berikutnya. Kau bisa menjadi model, bagaimana hidupmu menjadi model, menjadikan hati mereka tertuju kepada Tuhan. Ada masa depan, ada pengharapan pada mereka, tergantung kepada Tuhan, hanya bisa terjadi jika hidup saudara tidak terkontaminasi dan tetap murni. Jika sumber air tercemar, saudara akan menjadi mandul dan tercemar. Air dari Babel, dari sistem dunia ini; sukses dari dunia ini. Jika saudara mengambil itu jadi prinsip hidupmu, standar hidupmu dan mengikuti filosofi dunia maka itu akan terjadi dalam hidup saudara. Hati-hati mengambil filosofi dunia dan arti kesuksesan dari sistem dunia ini. Jika kau punya prinsip bisnis adalah bisnis, gereja adalah gereja, maka kau sudah tercemar dan menjadi mandul.
(Joh 15:5)  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Petani tidak butuh daun-daun tapi buah-buah anggur. Kau harus memiliki faktor Allah, faktor Rumah yang menjadi fondasi. Sukses di mata Tuhan, berbuah banyak dan Bapa dipermuliakan. Hidup kita bukan untuk diri sendiri tapi untuk Bapa. Pikiran dan perkataan kita harus memuliakan Bapa. Ia selalu mencari buah. Kau akan dimurnikan terus. Bapa akan memotong dahan-dahan dan ranting-ranting yang tidak perlu. Makin saudara dibersihkan, maka kau akan makin berbuah. Kau harus memiliki sikap dan mau dibersihkan.  Selaraskan dirimu untuk tinggal tetap tidak terputus dengan pokok anggur. Jika terputus maka air kehidupan itu akan terputus dan dialirkan ke ranting-ranting yang lain. Ini adalah peringatan yang keras bagi saudara. Ini tidak main-main. Saudara harus menyadari bahwa hidupmu di sini. Jangan membuat alasan untuk tidak mengikuti program yang ada dalam rumah. Alasan adalah kulit dari dusta.

Tuhan menghendaki hidup kita produktif dan berbuah. Pastikan untuk tidak minum air yang tercemar, dan selalu terhubung dengan sumber air yang murni. Air yang tercemar, mematikan kesuburan tanah. Air adalah firman dan doktrin. Yang murni hanya yang keluar dari tempat Tuhan. 

Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Menghidupi, mentaati dan menyelaraskan hidup mereka dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka percaya pengajaran itu dari Bapa, dari Bait Suci, dari Tahta Tuhan. Hidup mereka berbuah banyak: mengalami perubahan karakter, tidak menurut nilai-nilai dunia ini, rela berbagi dan memberi, tidak menuntut. 

Tiap-tiap hari mereka berkumpul untuk mendapatkan firman, menghargai firman lebih dari harta. Sikap dan gaya hidup mereka berubah, karena mereka hidup dari sumber air yang murni. Buah adalah pekerjaan kita untuk kerajaan; untuk kepentingan kerajaan. Jika kau sukses dan nyaman, tapi untuk hidupmu sendiri, itu hidup yang tidak berbuah.

Ketika kau putuskan untuk hidup dari air yang murni, dari perkataan Tuhan, fokus pada kerajaan dan hidup demi kepentingan kerajaan, maka kau sedang menghasilkan buah. Tuhan akan melihat, membantu sehingga kau bisa menghasilkan buah yang banyak.

Amsal 4:23
(Pro 4:23)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Dari hatimu akan mengalir sumber air kehidupan, jika kau memelihara hatimu terlebih dari segala yang patut dipeliharakan (lebih dari kesehatan, kebugaran, bentuk tubuh/otot). Hati yang murni itulah yang bisa melihat Tuhan. Jika hati kita murni, mata kita akan terbuka: melihat tuhan, mengerti rencana-rencanaNya, tidak ada motiv terselubung, memiliki nilai-nilai yang luhur. Inilah yang membuat hidupmu berharga dan berarti.

Yer 2:13
(Jer 2:13)  Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Meninggalkan Aku: meninggalkan sumber air yang hidup. Mereka meninggalkan Tuhan, suatu kejahatan di mata Tuhan. Bukan hanya korupsi dan berzinah yang merupakan kejahatan, tapi jika Tuhan bukan lagi sumber kepuasan hidupmu dan bukan sumber firman, maka itu kejahatan. Jika kau tidak dipuaskan oleh perkataan Tuhan tapi oleh dunia ini (film, sukses dunia, keuntungan, pergaulan, pekerjaan), maka kau dikuasai yang lain. Air adalah firman perkataan Tuhan. Yang murni.

Kadang-kadang saya bingung kepada jemaat, sepertinya kadang-kadang tidak percaya kepada bapa rohani. Padahal dalam roh, saya dapatkan, memiliki seorang bapa rohani, adalah anugrah terbesar. Umumnya orang yang menganggap menerima keselamatan adalah anugrah yang terbesar. 

Seorang ibu menganggap memiliki anak adalah anugrah yang terbesar. Tanpa bimbingan bapa rohani, apakah mereka bisa bertumbuh, makin terhubung dengan Tuhan, memiliki tujuan yang jelas. Terhubung dengan rumah rohani, akan membuat jemaat terus terhubung dengan sumber air yang murni. Jika saudara tinggalkan itu, saudara sedang lakukan kejahatan.

Kalau kita minum air kehidupan daripada Tuhan ada 3 hal penting yang harus saudara miliki/lakukan:
1.     Kita harus mampu menampung air yang murni. Harus ada kapasitas dalam roh kita untuk bisa menerima kebenaran yang datang dari Tuhan seperti air. Tanpa kapasitas yang cukup, maka air itu akan lalu begitu saja. Tidak ada gunanya. Catat, baca lagi, dengar lagi, renungkan lagi; itu artinya menyiapkan kapasitas.

2.     Kita harus bisa memeliharanya tetap murni dan menjaganya dari kontaminasi. Belajar untuk hidup sesuai dengan apa yang disampaikan. Jangan bandingkan dan belajar dari luar rumah rohani. Jaga standar dan kemurnia apa yang disampaikan dalam rumah. Ikuti, jangan tercemar karena pergaulan.

3.     Kita harus bisa menggenggamnya, berpegang –teguh dengan keyakinan setiap firman yang disampaikan di rumah ini. Tidak boleh pegang yang lain: tidak ikut konferensi yang lain.

Sumber-sumber kontaminasi:
(Psa 1:1)  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

(Psa 1:2)  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

(Psa 1:3)  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

1.     Tidak berjalan menurut orang fasik (ungodly);
2.     Tidak berdiri/bergaya hidup orang berdosa;
3.     Tidak hidup dalam kumpulan pencemooh.

Orang fasik adalah orang yang tidak peduli terhadap perintah Tuhan, rencana Tuhan dan kehendak Tuhan, waktu Tuhan dan firman Tuhan. Orang fasik juga orang yang ngakunya percaya Tuhan, tapi tidak menghidupi kebenaranNya. Atas rencana dan kehendak Tuhan, ia mundur.  Saudara harus mempunyai filter.

Orang berdosa (sinner). Berdiri = berpihak atau setuju dan menikmati gaya hidup mereka. Gaya hidup yang mewah, egois.
Kumpulan pencemooh (scornful). Suka mengata-ngatai, mencemooh jalan Tuhan, meragukan / tidak percaya. Tinggalkan mereka dan jangan berteman. Itu juga nasihat Paulus kepada jemaat.

Tindakan/sikap-sikap mencegah kontaminasi:
1.     Ay2. Merenungkan FT siang dan malam; miliki passion/kesukaan terhadap firman Tuhan, hukum-hukum Tuhan, kehendak Tuhan;rencana dan kehendak Tuhan.
2.     Merenungkan FT siang dan malam; menghargai FT melebihi emas dan perak. Berpegangan dan berpatokan; menjadikan firman sebagai standar Tuhan.

Hal yang harus kita lakukan supaya berhasil/berbuah lebat dan menghasilkan keturunan ilahi:
1.     Menyukai firman; menganggap firman itu sangat berharga;
2.     Menyukai firman;
3.     Menyukai firman.

(Joh 7:37)  Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

(Joh 7:38)  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."


Kehausan akan firman adalah porsi kita. Kasih itu kata kerja. Mengasihi itu keputusan dan tindakan yang harus kau ambil. Itu porsimu dan kau sendiri yang harus berupaya.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...