Langsung ke konten utama

RUMAH ROHANI

PASSION UNTUK MEMBANGUN RUMAH ROHANI
Ps. Irene Tjahyadi 4 Desember 2016

TUHAN sudah melepaskan firmanNya. Ada konsep yang pasti bagi transformasi bangsa dan kota di bentuk ulang. Jemaat harus diperlengkapi di dalam rumah rohani bukan di gereja. Apa bedanya? Di gereja ada gembala, ada domba. Tapi di rumah ada bapa rohani ada anak, ada transfer nilai-nilai rohani dan ada warisan.




Maz 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Gereja belum siap. Lima tahun ini gereja harus siap. Ada angin dari sorga berhembus yang membawa naik gereja. Jangan sampai kita tidak merespon gereja. Harus sudah mulai terbuka.... Harus ada upgrade seperti di Mazmur 23:


Domba di padang rumput....meningkat jadi putra di rumah Tuhan, jadi anak panah, anak panah di tangan pahlawan, jadi anak panah yang dibawa ke pintu gerbang...
Ini kehendak Tuhan, bukan kita. Harus upgrade dan peningkatan posisi. Pasti yang dipilih saat ini. Ia ingin menemukan rumahNya di muka bumi. Tuhan tidak inginkan gereja itu hanya merupakan sekumpulan orang-orang saja. Ia ingn melihat patron yang dari sorga, ada orang-orang yang ikut membangun dan ada harga yang harus dibayar. Kita harus jadi orang-orang yang kuat. Akan ada badai dan hujan. Ada ujian dan tantangan. Ia akan menggoncangkan apa yang bisa tergoncangkan. Ia akan membangun rumah yang kokoh.

Milikilah passion untuk itu. Lima tahun ini akan berlangsung cepat. Jangan menunggu, jangan main-main. 
Firman itu telah dilepaskan bagi kita semua. Apa yang akan terjadi di bangsa ini jangan jadi penonton tapi jadi pelaku/pemeran sebagai mitra Tuhan. Gereja adalah kumpulan orang-orang yang  menjadi mitra bagi Tuhan. Itu harus jadi passion.

Saat ini kita sedang membangun rumah Tuhan...harus jadi rumah Tuhan. Siapa yang menjadi rumah Tuhan? Apa yang kurang di gereja saat ini, padahal firman sudah begitu banyaknya? Ternyata: passion.
Passion dari Tuhan luarbiasa sekali, tapi dari gerejaNya kurang sekali. Zakheus itu pendek badannya, tapi kerinduannya besar untuk bertemu untuk menjumpai Dia. Saya renungkan kembali Zakheus ini. Saya dapatkan sesuatu. Yesus lewat di sana. Ada dorongan di dalam dirinya. Ia menyadari ia pendek. Tapi ada usahanya untuk berlari mendahului orang banyak dan naik memanjat pohon ara. Maka kataNya kepadanya: Ia harus datang ke rumahnya. Itulah passion yang dilihat Tuhan.

Akan ada penyingkapan rumah Tuhan itu harusnya seperti apa. Zakheus itu berusaha. Jangan menunggu, jangan berdiam. Aku merindukan Engkau Tuhan. Passionku harus sama dengan passionMu.
Ketika kota itu dibangun-ulang dan bangsa ditransformasi, maka Ia mencari dulu rumahNya.

Gereja itu banyak...tapi siapa pemilik dari rumah/gereja itu. Kota butuh melihat siapa pemilik rumahNya.
Rumah yang Dia inginkan harus megah seperti Bait Suci yang dibangun Salomo. Bukan mega church. Yang dibangun Salomo itu tidak besar, tapi megahnya luarbiasa. Dia lapisi dengan emas, dengan perak, dengan tembaga. Dan material batu-batu yang berharga. Dia ingin menemukan rumah yang bernilai, hal-hal yang bernilai pada pandangan Allah. Memancarkan kemuliaan Allah. Di Hagai dikatakan: Emas dan perak Aku yang punya. Dia inginkan emas. Bernilai tinggi.

Siapa yang bisa dijadikan rumah?
1. Mereka yang  percaya Dia memiliki passion dan ingin membangun kehidupan bernilai seperti emas ilahi. 
2. Allah juga berperan aktif untuk membangun kehidupan kita. Bukan dengan upaya sendiri.
3. Emas itu gambar kemuliaan Allah dan mereka yang ingin melihat kemuliaan Allah.

Mark 1:32-34 Seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Kehidupan kota itu kacau balau karena dikendalika si jahat. Tapi ketika Yesus ada di dalam rumah, dalam satu malam kendali atas kota itu berpindah. Sekarang kendali ada di dalam rumah Tuhan. Kegelapan yang ada di kota ini akan bisa diubahkan. Saudara harus percaya itu. Ketika gereja dibangun dan terbangun menjadi rumah Tuhan, gereja menjadi pengharapan, karena Tuhan yang memegang kendali. Di dalam rumah  terjadi pergeseran dan kota akan dibangun ulang karena kita mengijinkan Tuhan berkuasa atas rumah/gerejaNya.

Ketika rumah itu terbangun, setan tidak lagi berkuasa, tidak bisa bicara lagi, tidak bisa mempengaruhi kota itu. Kendali dan kuasa itu sudah berpindah. Jangan kita tidak bisa melihat pada saat ini. Minta pengertian yang benar akan firman. Supaya kita bisa melakukan apa yang Tuhan firmankan. Kita harus memiliki respon yang benar seperti Daud.

Kita harus bersyukur, firman sudah dilepaskan. 2 Sam 7: Tuhan tidak pernah bicara kepada siapa pun tentang rumah Tuhan, tapi Daud bisa tau. Maka dikatakan Dia telah menemukan Daud, orang yang berkenan di hadapanNya. Maka Dia katakan akan mengokohkan kerajaan Daud sampai selamanya. Tidak sembarangan Tuhan memberikan hal itu. Daud sangat merindukan membangun rumah Tuhan. Kerinduan yang sama dari Daud harus kita miliki. Hati Daud sama dengan hati Tuhan. Passion yang besar harus kita miliki. Keluar dari hal-hal yang lahiriah. Bukan faktor-faktor lahiriah kita, umur kita, kesempatan kita. Kaleb sudah tua, 80 tahun, tapi dia tetap semangat. Tuhan melihat apa yang ada di dalam hatimu. Jangan terus berada di bawah keadaaan natural kita. Apa yang mulia itu, yang berasal dari Allah harus ada di dalam kita. 

Dari rumah Allahlah kota bisa dibangun ulang.
Yesaya 60:1-3, 17-19

Kemuliaan Sion akan terbit ketika gereja sudah terbangun. Semua akan berubah, kota-kota dibangun, ekonomi dibangun, karena ada pergeseran kepada hal-hal yang bernilai. Sebagai ganti tembaga – emas, sebagai ganti besi-perak. Tidak ada kekerasan, keruntuhan dan kebinasaan di negerimu, bukan hanya di gereja. Kuasa Allah tersiar dan bekerja di luar karena terdorong imannya. Ada orang-orang sakit menerobos dan mendapat kesembuhan. Ada surya kebenaran dari Bapa, berkat Bapa.

Jadi kita harus merespon dengan benar. Ia mencari rumahNya ada terbangun di bumi ini, di negeri ini.

Ada bagian kita, ada bagian Tuhan dan ada yang membangun. Daud sendiri tidak membangun. Dia sudah pasrahkan kepada Salomo. Tapi dia sudah mengerjakan bagiannya, mengumpulkan segala material bagi pembangunan itu: emas, perak,  tembaga, kayu-kayunya, dst.
Kita bersyukur tersedia bapa rohani yang menyediakan material-material untuk membangun rumah, bagi dibangunnya kota dan transformasi bangsa.

Kita lihat ada masa kekeringan, tidak adanya firman setelah Malaekhi.
Kita dibagikan tentang storehouse supaya kita terlepas dari mammon. Dia harus temukan rumah, temukan Sion. Roh Kudus terus membawa kita, mengalirkan terus apa yang dari sorga. Apa yang disediakan Daud harus dibangun menjadi rumah oleh Salomo. Jangan hanya menerima dan mendengar, tapi harus membangun.

Anugerah yang dialirkan Tuhan saat ini, menjadi anuegerah yang besar, menjadi material-material yang besar. Semua itu bernilai. Gambaran Bait Suci itu begitu megah, walau pun bentuknya mungkin hanya kotak saja, tapi menarik ratu Syeba untuk datang. Bangun dengan nilai emas. Jadilah mitra yang benar, sehingga kita dibangun, kota dibentuk ulang. Tidak usah lagi mencari-cari keinginan Tuhan, hanya miliki lah kerinduan dah hati yang sama. Kita akan memiliki passsion yang sama. Jangan melihat usamu, kemampuanmu, tapi adakah hati yang rindu yang sama ukurannya dengan kerinduan Dia.

Lihat keluar dari tenda seperti Abraham, sehingga kita melihat kegerakan apa yang Tuhan lakukan di bangsa ini

Tuhan harus menemukan kita. Daud sedang menggembalakan kambing domba. 
Samuel hanya mendapatkan anak-anak Isai yang gagah-gagah, tapi bukan itu yang Tuhan mau.
Gideon harus keluar dari gua. Pergilah dengan kekuatanmu sendiri, hai pahlawan yang gagah perkasa. Itu respon yang harus dilakukan. Jangan jadi tertekan. Bangun firman, buat itu menjadi keinginan dari dalam, jangan jadi keharusan; sehingga membuat kita tertekan. Ada passion Tuhan yang harus kita responi saat ini, sehingga kita bisa berjalan dari apa yang keluar dari roh kita. Mulai saat ini Tuhan harus menemukanmu. Harus mulai melangkah, sehingga akan ada respon dari Tuhan sendiri.  Lihat Bapa. Bagaimana? Lihat hidupKu, kata Yesus.

Maz132:13-14 Tuhan mengingini Sion menjadi tempat kedudukan-Nya, menjadi tempat perhentianNya dan hendak mendiaminya selama-selamanya. Itulah passion Tuhan. Kita yang harus merespon dan menjawabNya. Tuhan tidak bisa berdiam di sembarang tempat, tapi Dia megingini Sion. Dia merindukannya dan sangat mengingininya. Dengan sekuat tenagamu sediakan material, supaya Dia mendapatkan apa yang diinginkanNya. Jangan kuatirkan kebutuhan sehari-hari, sehingga kita bisa merespon Tuhan.

Hagai 1:1-6 Jangan katakan ini belum waktunya (ay4). Jangan ada masalah dalam hidupmu yang menghalangi. Tuhan melihat hati dan menilai. Jangan terus fokus kepada hal-hal yang lahiriah. Tuhan inginkan untuk membangun rumah bagi Dia. Jangan biarkan rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan, bangunan yang tidak berharga.  Perkataan Hagai harus menjadi peringatan bagi kita dan mereka yang belum sadar juga pentingnya membangun rumah Tuhan dan merespon kebutuhan Tuhan.

Mat 6:31-33 Orang yang tidak peka akan kebutuhan Allah saat ini dan tidak merespon, maka dia sama dengan orang yang tidak mengenal Allah. Selama itu dia akan bergumul, karena masalah yang dihadapinya hanyalah kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Yang Tuhan inginkan kita meresponi dulu kebutuhan Tuhan, karena semua penyediaan itu datangnya dari Dia. 

Maz132:15-18 Ketika kita menjadi rumah, penyediaan itu akan melimpah dari sorga, sehingga tidak lagi menjadi permasalahan apa yang menjadi kebutuhan kita. Itu janjiNya. Jadi adakah kerinduan kita akan hal itu. Jadi kita akan tunjukkan Allah itu seperti apa. Ada karakter, ada mentalitas, ada tujuan Allah; itu bisa kita bagikan. Kita hidup dalam tujuan itu dan bisa kita alirkan keluar segala kekayaan yang dari Allah, yang dari sorga. Maukah kita menjadi sumber berkat itu?

Jangan biarkan level air itu hanya semata kaki, terus berjalan sehingga air itu terus naik, selutut, sepinggang dan terus sehingga tidak bisa lagi ego kita mengendalikan hidup kita, tapi kita terus dibawa oleh Roh. Kita akan dibangkitkan dan bergerak dalam kuat kuasaNya. Kita akan bisa berdampak dan menghidupi banyak orang. Kita akan berjalan sesuai dengan keinginanNya dan kerinduanNya. Lima tahun lagi gereja ini harus mengalami perubahan besar. Gereja ini harus sudah terbangun. Dia harus ada di rumahNya ini. Ada pekerjaanNya, ada kuasaNya, ada kemuliaanNya.

Kej28:10-22 Kepada Yakub diperintahkan pergi ke Haran. Yakub taat. Di perjalanan dia tertidur di Lus dan mendapatkan mimpi. Tuhan menjamahh Yakub yang natural dan dia mengalami hal-hal yang spiritual. Di dalam mimpinya Dia bersekutu dengan Tuhan, mendapatkan pewahyuan, dan memberikan titik masuk / pintu masuk / tangga. Tempat yang natural itu bisa menjadi rumah Tuhan. Kita juga yang masih manusia-manusia natural bisa dijamah, bisa melihat, bisa masuk ke alam roh dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Tuhan memperlihatkan apa yang dari Tuhan, Dia berikan janji-janjiNya, kemuliaanNya, perlindunganNya. 

Ketika kita berdoa dan berkumpul, kita harus bisa mengakses alam roh, sehigga kita dapatkan apa yang Dia sediakan: frekuensi sorga sebagai titik masuk, perkataanNya, keinginanNya, tujuanNya. Itu yang kita deklarasikan.  Kalo kita menjadi rumah Tuhan ... Bangun hdup kita menjadi rumah Allah. Sorga akan mudah terkonek. Kita akan menjadi pintu.


  

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...