Langsung ke konten utama

AKAR DAN BAHAYA KONTAMINASI

Kita bersyukur berada di rumah yang mendapatkan suplai air yang murni, yang menjagai kebenaran. Bukan sedikit orang-orang penting, para tokoh, para senior tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.  Mereka memprotes tentang pola pembapaan (fathering, mentoring) dan tentang perpuluhan (tithes, storehouse).  Mereka hanya mengutip-ngutip firman Tuhan demi pembenaran dan tujuan mereka. Kebenaran itu tidak bisa berbicara di  hati mereka lagi. Sebenarnya mereka melakukan hal-hal yang lebih buruk dari orang-orang dunia yang belum mengerti kebenaran.


Maz 137
Pemcemaran ini berbahaya sekali. Jika ada sumber air yang kena limbah beracun, zat kimia beracun, maka apa saja yang keluar dari air itu maka akan tercemar. Jika air itu dipakai / dikonsumsi maka akan berbahaya. Orang bisa keguguran, gatal-gatal, merusak lambung. Ikan akan tercemar. Jika dikonsumsi akan meracuni orang yang memakannya. Jadi produk (output) dari sungai itu semua akan tercemar. Jika hidupmu tercemar: maka perbuatan apa pun (produk) darimu berupa pikiran, perkataan, perasaan, keputusan semua sudah tercemar juga.
Jika ada percampuran antara nilai-nilai kebenaran dengan filosofi dunia ini maka itu sudah tidak murni lagi. Jika demikian, maka  berikutnya yang tejadi adalah saudara tidak bisa bedakan mana yang benar dari yang tidak benar.
Orang bisa melihat yang baik, tapi tidak bisa membedakan yang benar atau bukan. Mereka bisa menliai hal-hal yang humanis dan sosialis. Tapi itu bukan kebenaran.  Banyak orang yang baik. Banyak orangtua yang baik. Apa saja yang anaknya inginkan dia berikan. Dia tidak pernah marah. Bagi si anak, orangtuanya luarbiasa baik. Tapi apakah itu benar?
Banyak orang suka yang baik. Tapi sedikit orang yang suka orang benar. Seringkali orang benar tidak disukai karena prinsip hidupnya. Orang baik banyak pengikutnya. Tapi orang benar sedikit  pengikutnya. Yohanes Pembaptis menegur orang. Yesus menegur orang. Mereka memiliki sedikit pengikut.
Jangan hidup untuk tujuan menjadi orang baik saja. Baik-baik saja. Itu berarti hidup kita sudah terkontaminasi. Dia tidak lagi bisa membedakan yang benar. Orang ini akan membenarkan tindakan sikap orang walau pun tidak benar, tapi karena menguntungkan dirinya, maka dia anggap itu benar.  Ini sikap yang parah, karena dia tetap menilai, memilih dan berpihak karena suatu keuntungan bukan karena kebenaran.
Tapi dia akan menentang orang yang melakukan kebenaran, tapi merugikan dia. Dia akan bilang itu sesat. Itu menusuk hati dia, membuka ketidakbenaran hidupnya, mengancam poisisinya. Maka dia memiliki pandangan kebenaran sendiri menurut situasinya.
Kita bersyukur berada di rumah yang mendapatkan suplai air yang murni, yang menjagai kebenaran. Bukan sedikit orang-orang penting, para tokoh, para senior tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.  Mereka memprotes tentang pola pembapaan dan tentang perpuluhan.  Mereka hanya mengutip-ngutip firman Tuhan demi pembenaran dan tujuan mereka. Kebenaran itu tidak bisa berbicara di  hati mereka lagi. Sebenarnya mereka melakukan hal-hal yang lebih buruk dari orang-orang dunia yang belum mengerti kebenaran.
Psa 137:1  Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.
Orang Israel kala itu sedang dalam pembuangan, berada di Babel. Mereka ada di tepi sungai  berarti berada diposisi yang strategis. Tetapi, mereka ada dalam kehidupan mereka di Babel.
Maz 1:1 Adalah kelompok orang yang di tanam ditepi sungai aliran kehidupan, sungainya Tuhan. Yang menghasilkan buahnya, tidak layu daunnya.
Umat Tuhan di Israel sayangnya berada di tepi sungai Babel.
Babel = chaos = kekacauan = pencampuran = kontaminasi = bingung = confuse.
Jika kita ada dalam kondisi demikian, maka kita tidak bisa membedakan lagi warna putih dan warna hitam. Mana yang benar dan yang tidak benar.
Kita harus memiliki standar: kebenaran firman Tuhan yang tidak pernah berobah. Standarnya tidak pernah turun. Tidak tergantung budaya. Tidak peduli semua yang lain melakukan budaya yang mereka jalankan sejak dulu: budaya kawin-cerai, budaya free sex, budaya barat, budaya timur, dll. Pembandingnya adalah standar firman Tuhan, bukan pikiran, perasaan dan acuan sendiri. Kebanyakan oang menganggap yang minoritas itu sesat,  yang mayoritas itu benar.
Psa 137:2  Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.
Orang Israel itu tidak lagi bisa main kecapi untuk memuji Tuhan. Daud menyelaraskan kecapinya dengan rohnya untuk menyembah, memuja dan bermazmur bagi Tuhan. Kecapi itu digantung berarti posisi hidupnya sudah salah. Berdiri salah, duduk salah, bertindak apa saja salah, karena tidak menyadari di posisi mana dia berada.
Di sebuah kota ada yang banyak keguguran, bibir sumbing, keterbelakangan-mental dan cacat lainnya. Ternyata sumber air di kota itu tercemar. Banyak yang tidak mengetahui di mana mereka berada posisinya.
Banyak keluarga yang menganggap semua baik-baik saja. Bisnis maju. Anak-anak kuliah dan maju. Semua beribadah ke gereja. Tapi tidak tau mereka berada di mana sekarang. Mereka mungkin miliki sukacita, tapi bukan sukacita dari Tuhan.
Psa 137:3  Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
Kita tidak bisa menyanyikan lagu untuk Tuhan di negeri asing. Pada saat kekacauan, kebingungan dlsb tidak bisa kita menyanyikan nyanyian untuk Tuhan. Tuhan hanya berada di Zion, kita hanya bisa menyanyi dan memuji Tuhan di Zion. Tidak bisa kita menyanyikan nyanyian Tuhan di Babel.
Orang bisa saja menyanyikan lagu TENTANG Tuhan di Babel. Semua bisa menyanyikan lagu tentang Tuhan di mana saja. Dalam kondisi terbelenggu kita tidak bisa menyentuh hatinya Tuhan. Tidak bisa menjamah Tuhan.
Di gereja yang sama, jika posisi kita ada di Babel, terbelenggu, ditawan oleh kekacauan, ditawan oleh kebingungan, maka kita tidak bisa menyembah dan menjamah Tuhan.
Jika kita kecewa dengan pemimpin, dengan saudaramu, dengan Tuhan atau dengan diri sendiri, maka kita tidak bisa menjamah Tuhan.
Psa 137:4  Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?
Psa 137:5  Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
Wah 21:9 Yerusalem itu mempelainya Tuhan.
Gereja adalah mempelai wanita Kritus, mengambil wujud seperti kota yaitu Yerusalem yang baru. Yang turun dari sorga. Tidak ada pencampuran, tidak ada dari unsur bumi.
Wahyu 17:1& 5 Babel juga berwujud wanita. Wanita pelacur (system agama) yang duduk di tempat yang banyak airnya (air = doktrin).  Ada air yang keluar dari Babel (system agama, denominasi).  Wahyu 12:13-15. Gereja  itu berusaha dihanyutkan pengajaran yang dari ular/setan.
Ada air yang keluar Bait Allah yang murni.
Pencampuran terjadi ketika kita mencampur apa yang dari sorga dan apa yang dari sorga. Tidak boleh kita mencampurnya. Tiada kasih kepada Bapa kalo kita mengasihi dunia. Itulah akar kontaminasi.
BAHAYA KONTAMINASI
Alam roh itu terbuka lebar. Kita bisa mengakses apa saja yang ada di dalam perpustakaan roh.
Kolese 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Cari perkara di atas, artinya terhubung dengan tujuan dan kegerakan Tuhan saat ini; menjadi uptodate dengan kebenaran terkini. Iman kita diletakkan di mana Kristus ada saat ini, bukan terpaku di masa lampau. Manusia senang dengan tugu-tugu peringatan; tapi Roh Tuhan aktif dan dinamis mencapai tujuan KerajaanNya.

Milikilah pikiran Kristus.
Fil 2:5 Hendaklah kau menaruh apa yang ada dalam pikiran dan perasaan Kristus.
Spirit roh orang yang mati (bukan rohnya gentayangan tapi spirit kejahatannya) itu melayang-layang. Spirit kecemburuan dan irihati Kain melayang-layang di udara. Spirit kebaikan dan kebenaran Yusuf juga ada dalam perbendaharaan alam roh. Semua itu tersedia dan bisa diakses.  Kepahitan, kekecewaan bisa menyebabkan kita mengambil spirit-spirit yang jelel-jelek itu.
Tangan kananku: adalah kemampuan/skill untuk mengampuni, menjadi berkat, menjadi sukacita.
Hilang kemampuan itu kita menjadi puas dengan Babel. Jika kita tidak membangun Yerusalem. Jika kita sudah terpikat dan tertawan di Babel, maka kita tidak bisa lagi makan makanan rohani, tidak bisa menyampaikan firman lagi, karena lidah kita melekat pada langit-langit.
Psa 137:6  Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!
Psa 137:7  Ingatlah, ya TUHAN, kepada bani Edom, yang pada hari pemusnahan Yerusalem mengatakan: "Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya!"
Psa 137:8  Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami!
Psa 137:9  Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!
Orang yang hidupnya tertawan di Babel, penuh kepahitan dan dendam, maka doanya juga tercemar, penuh dengan rasa dendam dan pembalasan dalam doanya.
Yang perlu kita ketahui adalah Tuhan sedang membentuk kita dan menjadikan kita, sedang berurusan dengan hidup kita. Tidak perlu kita kecil hati dan bingung.
Baca Maz 73. Daud nyaris tergelincir karena dia pikir Tuhan membiarkan orang fasik. Tidak ada keadilan. Hati-hati. Hati saudara harus murni supaya tidak tergelincir.
Orang-orang yang sembarangan lebih diberkati secara rohani, tapi hidup kita makin susah. Tapi itulah kenyataan yang akan terjadi seperti dinubuatkan papa Djonny. Itu karena apa? Tuhan ingin mendapatkan hati kita menjadi murni. Banyak kesakitan dan penderitaan dalam hidup kita, karena Tuhan sedang mencari mutiara dalam hati kita.
Tuhan ingin hidup kita kekal. Walau pun kita sudah mati, spirit kebenaran kita tetap hidup mencapai generasi-generasi berikutnya. Maz 73:15 Your generation. Kita hidup dalam kemurnian dan kekudusan bukan untuk diri sendiri saja, tapi menurun kepada generasi-generasi berikutnya.
Tuhan tidak berurusan dengan orang fasik, tapi dengan Daud yang hampir tergelincir. Demikian juga Tuhan sedang berurusan dengan hidup kita, bagaimana akhir hidup kita secara rohani. Tuhan tidak sedang berurusan dengan orang-orang lain. Dia memiliki standar yang ingin Dia terapkan kepada kita. Dari generasi inilah saudaralah yang menjadi harapan Tuhan.  Saudara itu sangat berharga di mata Tuhan. Ia ingin menjadikan menjadi teladan, menjadi model buat generasi-generasi berikutnya. Hidup dalam kemurnian dan kekudusan.
Daud tadinya melihat takdir orang fasik. Sekarang dia melihat takdir hidupnya ketika di masuk dalam tempat kudus Tuhan.
Psa 73:24  Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.
Psa 73:25  Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
PR: BACA KITAB GALATIA.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...