Langsung ke konten utama

AKAR DAN BAHAYA KONTAMINASI

Kita bersyukur berada di rumah yang mendapatkan suplai air yang murni, yang menjagai kebenaran. Bukan sedikit orang-orang penting, para tokoh, para senior tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.  Mereka memprotes tentang pola pembapaan (fathering, mentoring) dan tentang perpuluhan (tithes, storehouse).  Mereka hanya mengutip-ngutip firman Tuhan demi pembenaran dan tujuan mereka. Kebenaran itu tidak bisa berbicara di  hati mereka lagi. Sebenarnya mereka melakukan hal-hal yang lebih buruk dari orang-orang dunia yang belum mengerti kebenaran.


Maz 137
Pemcemaran ini berbahaya sekali. Jika ada sumber air yang kena limbah beracun, zat kimia beracun, maka apa saja yang keluar dari air itu maka akan tercemar. Jika air itu dipakai / dikonsumsi maka akan berbahaya. Orang bisa keguguran, gatal-gatal, merusak lambung. Ikan akan tercemar. Jika dikonsumsi akan meracuni orang yang memakannya. Jadi produk (output) dari sungai itu semua akan tercemar. Jika hidupmu tercemar: maka perbuatan apa pun (produk) darimu berupa pikiran, perkataan, perasaan, keputusan semua sudah tercemar juga.
Jika ada percampuran antara nilai-nilai kebenaran dengan filosofi dunia ini maka itu sudah tidak murni lagi. Jika demikian, maka  berikutnya yang tejadi adalah saudara tidak bisa bedakan mana yang benar dari yang tidak benar.
Orang bisa melihat yang baik, tapi tidak bisa membedakan yang benar atau bukan. Mereka bisa menliai hal-hal yang humanis dan sosialis. Tapi itu bukan kebenaran.  Banyak orang yang baik. Banyak orangtua yang baik. Apa saja yang anaknya inginkan dia berikan. Dia tidak pernah marah. Bagi si anak, orangtuanya luarbiasa baik. Tapi apakah itu benar?
Banyak orang suka yang baik. Tapi sedikit orang yang suka orang benar. Seringkali orang benar tidak disukai karena prinsip hidupnya. Orang baik banyak pengikutnya. Tapi orang benar sedikit  pengikutnya. Yohanes Pembaptis menegur orang. Yesus menegur orang. Mereka memiliki sedikit pengikut.
Jangan hidup untuk tujuan menjadi orang baik saja. Baik-baik saja. Itu berarti hidup kita sudah terkontaminasi. Dia tidak lagi bisa membedakan yang benar. Orang ini akan membenarkan tindakan sikap orang walau pun tidak benar, tapi karena menguntungkan dirinya, maka dia anggap itu benar.  Ini sikap yang parah, karena dia tetap menilai, memilih dan berpihak karena suatu keuntungan bukan karena kebenaran.
Tapi dia akan menentang orang yang melakukan kebenaran, tapi merugikan dia. Dia akan bilang itu sesat. Itu menusuk hati dia, membuka ketidakbenaran hidupnya, mengancam poisisinya. Maka dia memiliki pandangan kebenaran sendiri menurut situasinya.
Kita bersyukur berada di rumah yang mendapatkan suplai air yang murni, yang menjagai kebenaran. Bukan sedikit orang-orang penting, para tokoh, para senior tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.  Mereka memprotes tentang pola pembapaan dan tentang perpuluhan.  Mereka hanya mengutip-ngutip firman Tuhan demi pembenaran dan tujuan mereka. Kebenaran itu tidak bisa berbicara di  hati mereka lagi. Sebenarnya mereka melakukan hal-hal yang lebih buruk dari orang-orang dunia yang belum mengerti kebenaran.
Psa 137:1  Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.
Orang Israel kala itu sedang dalam pembuangan, berada di Babel. Mereka ada di tepi sungai  berarti berada diposisi yang strategis. Tetapi, mereka ada dalam kehidupan mereka di Babel.
Maz 1:1 Adalah kelompok orang yang di tanam ditepi sungai aliran kehidupan, sungainya Tuhan. Yang menghasilkan buahnya, tidak layu daunnya.
Umat Tuhan di Israel sayangnya berada di tepi sungai Babel.
Babel = chaos = kekacauan = pencampuran = kontaminasi = bingung = confuse.
Jika kita ada dalam kondisi demikian, maka kita tidak bisa membedakan lagi warna putih dan warna hitam. Mana yang benar dan yang tidak benar.
Kita harus memiliki standar: kebenaran firman Tuhan yang tidak pernah berobah. Standarnya tidak pernah turun. Tidak tergantung budaya. Tidak peduli semua yang lain melakukan budaya yang mereka jalankan sejak dulu: budaya kawin-cerai, budaya free sex, budaya barat, budaya timur, dll. Pembandingnya adalah standar firman Tuhan, bukan pikiran, perasaan dan acuan sendiri. Kebanyakan oang menganggap yang minoritas itu sesat,  yang mayoritas itu benar.
Psa 137:2  Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.
Orang Israel itu tidak lagi bisa main kecapi untuk memuji Tuhan. Daud menyelaraskan kecapinya dengan rohnya untuk menyembah, memuja dan bermazmur bagi Tuhan. Kecapi itu digantung berarti posisi hidupnya sudah salah. Berdiri salah, duduk salah, bertindak apa saja salah, karena tidak menyadari di posisi mana dia berada.
Di sebuah kota ada yang banyak keguguran, bibir sumbing, keterbelakangan-mental dan cacat lainnya. Ternyata sumber air di kota itu tercemar. Banyak yang tidak mengetahui di mana mereka berada posisinya.
Banyak keluarga yang menganggap semua baik-baik saja. Bisnis maju. Anak-anak kuliah dan maju. Semua beribadah ke gereja. Tapi tidak tau mereka berada di mana sekarang. Mereka mungkin miliki sukacita, tapi bukan sukacita dari Tuhan.
Psa 137:3  Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
Kita tidak bisa menyanyikan lagu untuk Tuhan di negeri asing. Pada saat kekacauan, kebingungan dlsb tidak bisa kita menyanyikan nyanyian untuk Tuhan. Tuhan hanya berada di Zion, kita hanya bisa menyanyi dan memuji Tuhan di Zion. Tidak bisa kita menyanyikan nyanyian Tuhan di Babel.
Orang bisa saja menyanyikan lagu TENTANG Tuhan di Babel. Semua bisa menyanyikan lagu tentang Tuhan di mana saja. Dalam kondisi terbelenggu kita tidak bisa menyentuh hatinya Tuhan. Tidak bisa menjamah Tuhan.
Di gereja yang sama, jika posisi kita ada di Babel, terbelenggu, ditawan oleh kekacauan, ditawan oleh kebingungan, maka kita tidak bisa menyembah dan menjamah Tuhan.
Jika kita kecewa dengan pemimpin, dengan saudaramu, dengan Tuhan atau dengan diri sendiri, maka kita tidak bisa menjamah Tuhan.
Psa 137:4  Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?
Psa 137:5  Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
Wah 21:9 Yerusalem itu mempelainya Tuhan.
Gereja adalah mempelai wanita Kritus, mengambil wujud seperti kota yaitu Yerusalem yang baru. Yang turun dari sorga. Tidak ada pencampuran, tidak ada dari unsur bumi.
Wahyu 17:1& 5 Babel juga berwujud wanita. Wanita pelacur (system agama) yang duduk di tempat yang banyak airnya (air = doktrin).  Ada air yang keluar dari Babel (system agama, denominasi).  Wahyu 12:13-15. Gereja  itu berusaha dihanyutkan pengajaran yang dari ular/setan.
Ada air yang keluar Bait Allah yang murni.
Pencampuran terjadi ketika kita mencampur apa yang dari sorga dan apa yang dari sorga. Tidak boleh kita mencampurnya. Tiada kasih kepada Bapa kalo kita mengasihi dunia. Itulah akar kontaminasi.
BAHAYA KONTAMINASI
Alam roh itu terbuka lebar. Kita bisa mengakses apa saja yang ada di dalam perpustakaan roh.
Kolese 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Cari perkara di atas, artinya terhubung dengan tujuan dan kegerakan Tuhan saat ini; menjadi uptodate dengan kebenaran terkini. Iman kita diletakkan di mana Kristus ada saat ini, bukan terpaku di masa lampau. Manusia senang dengan tugu-tugu peringatan; tapi Roh Tuhan aktif dan dinamis mencapai tujuan KerajaanNya.

Milikilah pikiran Kristus.
Fil 2:5 Hendaklah kau menaruh apa yang ada dalam pikiran dan perasaan Kristus.
Spirit roh orang yang mati (bukan rohnya gentayangan tapi spirit kejahatannya) itu melayang-layang. Spirit kecemburuan dan irihati Kain melayang-layang di udara. Spirit kebaikan dan kebenaran Yusuf juga ada dalam perbendaharaan alam roh. Semua itu tersedia dan bisa diakses.  Kepahitan, kekecewaan bisa menyebabkan kita mengambil spirit-spirit yang jelel-jelek itu.
Tangan kananku: adalah kemampuan/skill untuk mengampuni, menjadi berkat, menjadi sukacita.
Hilang kemampuan itu kita menjadi puas dengan Babel. Jika kita tidak membangun Yerusalem. Jika kita sudah terpikat dan tertawan di Babel, maka kita tidak bisa lagi makan makanan rohani, tidak bisa menyampaikan firman lagi, karena lidah kita melekat pada langit-langit.
Psa 137:6  Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!
Psa 137:7  Ingatlah, ya TUHAN, kepada bani Edom, yang pada hari pemusnahan Yerusalem mengatakan: "Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya!"
Psa 137:8  Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami!
Psa 137:9  Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!
Orang yang hidupnya tertawan di Babel, penuh kepahitan dan dendam, maka doanya juga tercemar, penuh dengan rasa dendam dan pembalasan dalam doanya.
Yang perlu kita ketahui adalah Tuhan sedang membentuk kita dan menjadikan kita, sedang berurusan dengan hidup kita. Tidak perlu kita kecil hati dan bingung.
Baca Maz 73. Daud nyaris tergelincir karena dia pikir Tuhan membiarkan orang fasik. Tidak ada keadilan. Hati-hati. Hati saudara harus murni supaya tidak tergelincir.
Orang-orang yang sembarangan lebih diberkati secara rohani, tapi hidup kita makin susah. Tapi itulah kenyataan yang akan terjadi seperti dinubuatkan papa Djonny. Itu karena apa? Tuhan ingin mendapatkan hati kita menjadi murni. Banyak kesakitan dan penderitaan dalam hidup kita, karena Tuhan sedang mencari mutiara dalam hati kita.
Tuhan ingin hidup kita kekal. Walau pun kita sudah mati, spirit kebenaran kita tetap hidup mencapai generasi-generasi berikutnya. Maz 73:15 Your generation. Kita hidup dalam kemurnian dan kekudusan bukan untuk diri sendiri saja, tapi menurun kepada generasi-generasi berikutnya.
Tuhan tidak berurusan dengan orang fasik, tapi dengan Daud yang hampir tergelincir. Demikian juga Tuhan sedang berurusan dengan hidup kita, bagaimana akhir hidup kita secara rohani. Tuhan tidak sedang berurusan dengan orang-orang lain. Dia memiliki standar yang ingin Dia terapkan kepada kita. Dari generasi inilah saudaralah yang menjadi harapan Tuhan.  Saudara itu sangat berharga di mata Tuhan. Ia ingin menjadikan menjadi teladan, menjadi model buat generasi-generasi berikutnya. Hidup dalam kemurnian dan kekudusan.
Daud tadinya melihat takdir orang fasik. Sekarang dia melihat takdir hidupnya ketika di masuk dalam tempat kudus Tuhan.
Psa 73:24  Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.
Psa 73:25  Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
PR: BACA KITAB GALATIA.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...